7cloud.asia – Kesepakatan final antara Iran dan Amerika Serikat akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Demikian dilaporkan kantor berita Iran, Mehr, Senin (15/6/2026) mengutip rancangan nota kesepahaman antara Teheran dan Washington.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi memastikan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.
“Kesepakatan final akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB,” tulis Mehr mengutip isi rancangan nota kesepahaman tersebut.
Berdasarkan rancangan tersebut, Amerika Serikat juga berkomitmen untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam Iran.
Baca: Iran dan AS Hampir Mencapai Kesepakatan
Selain itu, rancangan tersebut mengatur bahwa pembukaan Selat Hormuz baru akan dilakukan dalam waktu 30 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh kedua pihak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (14/6/2026) mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan menyatakan dia mengizinkan kembali dibukanya Selat Hormuz serta dicabutnya blokade militer AS terhadap pelabuhan di Iran
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.
“Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tambahnya.
Trump juga mengisyaratkan dimulainya kembali lalu lintas pelayaran dan pengiriman energi melalui jalur perairan strategis tersebut.
Baca: Iran Ajukan Syarat Ini untuk Akhiri Perang
Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaan langkah-langkah tersebut dalam pernyataannya.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin dini hari mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui perundingan intensif.
“Setelah pembicaraan yang intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” kata Sharif dalam unggahannya di platform media sosial X.
Ia menambahkan bahwa “kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.”
Sumber: Antaranews.com/Anadolu

Leave a Reply