Tag: Israel

  • Iran Luncurkan 200 Serangan Drone ke Israel

    Iran Luncurkan 200 Serangan Drone ke Israel

    7cloud.asia – Iran telah meluncurkan lebih dari 200 drone dan rudal ke Israel. Serangan ini diluncurkan dua pekan setelah Konsulat Iran di Damaskus dihantam gempuran udara yang menewaskan sejumlah perwira militer Iran.

    Dilansir BBC, alam serangan Israel tersbut, komandan Pasukan Quds, Mohammad Reza Zahedi turut menjadi korban.

    Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan serangan yang diberi nama “Operasi Janji Pasti” ditujukan pada “sasaran tertentu” di wilayah Israel.

    Iran juga menegaskan bahwa aksi mereka ada hubungannya dengan “kejahatan berulang” Israel – termasuk serangan pada 1 April terhadap Konsulat Iran di Damaskus.

    Sebelumnya, Iran bersumpah akan membalas serangan Israel ke konsulat Iran di Damaskus, Suriah.

    Ledakan keras terdengar bersamaan dengan sistem pertahanan udara yang menembak jatuh benda-benda di angkasa sehingga menerangi langit malam.

    Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan “gerombolan besar” yang berisi lebih dari 200 drone pembunuh, rudal jelajah, dan rudal balistik diluncurkan dari Iran yang berjarak sekitar 1.800 km.

    Dia mengatakan sistem pertahanan Israel dan sekutunya telah mencegat “sebagian besar” rudal dan drone tersebut. Puluhan di antaranya, tambahnya, ditembak jatuh di luar wilayah Israel.

    AS telah menembak jatuh beberapa rudal tersebut, CBS News melaporkan.

    Sesaat sebelum berita peluncuran drone Iran mengemuka, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan “sistem pertahanan” negaranya telah dikerahkan.

    “Kami siap menghadapi skenario apa pun, baik secara defensif maupun ofensif. Negara Israel kuat. IDF kuat. Masyarakat kuat. Kami mengapresiasi sikap Amerika yang berdiri di samping Israel, serta dukungan dari Inggris, Prancis, dan banyak negara lainnya.”

    Mantan juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Jonathan Conricus, mengatakan “ini adalah hari pertama bagi Timur Tengah yang baru – untuk pertama kalinya Iran menyerang Israel langsung dari wilayah kedaulatan Iran”.

    Berbicara di BBC News Channel, ia mengutip laporan lebih dari 100 drone dan rudal jelajah Iran menuju Israel, “dengan perkiraan waktu kedatangan yang berbeda-beda”. Dia mengatakan “pertahanan udara Israel sibuk mengatasi ancaman ini”.

    Ketika ditanya apakah Israel telah merencanakan hal ini, dia berkata:

    “Saya pikir Israel pandai merencanakan kemungkinan militer, namun mereka tidak selalu unggul dalam hal strategis. Saya tidak menyangka Iran akan melakukan ini, dari wilayah Iran. Hal ini akan menyeret negara-negara lain, termasuk AS, ke dalam konflik.”

    ran telah meluncurkan lebih dari 200 drone dan rudal ke Israel, dua pekan setelah Konsulat Iran di Damaskus dihantam gempuran udara yang menewaskan sejumlah perwira militer Iran, termasuk komandan Pasukan Quds, Mohammad Reza Zahedi.

    Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan serangan yang diberi nama “Operasi Janji Pasti” ditujukan pada “sasaran tertentu” di wilayah Israel.

    Iran juga menegaskan bahwa aksi mereka ada hubungannya dengan “kejahatan berulang” Israel – termasuk serangan pada 1 April terhadap Konsulat Iran di Damaskus.

    Di Jerusalem, koresponden BBC melaporkan sirene diaktifkan sekitar pukul 01:45 waktu setempat (05:45 WIB).

    Ledakan keras terdengar bersamaan dengan sistem pertahanan udara yang menembak jatuh benda-benda di angkasa sehingga menerangi langit malam.

    Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan “gerombolan besar” yang berisi lebih dari 200 drone pembunuh, rudal jelajah, dan rudal balistik diluncurkan dari Iran yang berjarak sekitar 1.800 km.

    Dia mengatakan sistem pertahanan Israel dan sekutunya telah mencegat “sebagian besar” rudal dan drone tersebut. Puluhan di antaranya, tambahnya, ditembak jatuh di luar wilayah Israel.

    AS telah menembak jatuh beberapa rudal tersebut, CBS News melaporkan.

    Sesaat sebelum berita peluncuran drone Iran mengemuka, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan “sistem pertahanan” negaranya telah dikerahkan.

    “Kami siap menghadapi skenario apa pun, baik secara defensif maupun ofensif. Negara Israel kuat. IDF kuat. Masyarakat kuat. Kami mengapresiasi sikap Amerika yang berdiri di samping Israel, serta dukungan dari Inggris, Prancis, dan banyak negara lainnya.”

    rudal Israel
    Lewati Podcast dan lanjutkan membaca
    Investigasi: Skandal Adopsi
    Investigasi: Skandal Adopsi
    Investigasi untuk menyibak tabir adopsi ilegal dari Indonesia ke Belanda di masa lalu

    Episode
    Akhir dari Podcast
    Mantan juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Jonathan Conricus, mengatakan “ini adalah hari pertama bagi Timur Tengah yang baru – untuk pertama kalinya Iran menyerang Israel langsung dari wilayah kedaulatan Iran”.

    Berbicara di BBC News Channel, ia mengutip laporan lebih dari 100 drone dan rudal jelajah Iran menuju Israel, “dengan perkiraan waktu kedatangan yang berbeda-beda”. Dia mengatakan “pertahanan udara Israel sibuk mengatasi ancaman ini”.

    Ketika ditanya apakah Israel telah merencanakan hal ini, dia berkata: “Saya pikir Israel pandai merencanakan kemungkinan militer, namun mereka tidak selalu unggul dalam hal strategis. Saya tidak menyangka Iran akan melakukan ini, dari wilayah Iran. Hal ini akan menyeret negara-negara lain, termasuk AS, ke dalam konflik.”

  • Biden-Raja Abdullah Bahas Langkah Antisipasi Serangan Lanjutan dari Iran

    Biden-Raja Abdullah Bahas Langkah Antisipasi Serangan Lanjutan dari Iran

    7cloud.asia – Presiden AS, Joe Biden telah berbicara dengan Raja Abdullah II dari Yordania melalui telepon, terkait situasi di Timur Tengah.

    Presiden Biden mengutuk dengan keras serangan yang dilancarkan Iran ke Israel itu. Mereka juga membahas pernyataan iran yang juga mengancam Yordania dan rakyatnya.

    Kedua pemimpin menyatakan bahwa mereka akan terus memantau situasi dan akan tetap terus berkomunikasi intensif dalam beberapa hari ke depan.

    Keduanya juga membahas situasi di Gaza, dan memperkuat kerja sama kedua negara untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan penting ke Gaza dan menemukan jalan untuk menghentikan krisis secepatnya.

    Sementara itu, para pemimpin G7 menawarkan dukungan penuh mereka bagi Israel pada Minggu, setelah serangan dari Iran. Mereka juga mengatakan, siap untuk “mengambil langkah-langkah lebih jauh” dalam respons terhadap “inisiatif destabilitasi lebih jauh”.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pasca pertemuan virtual, para pemimpin dari negara-negara anggota “Kelompok Tujuh” mengatakan, mereka “dengan tegas mengutuk dalam istilah yang paling kuat, serangan langsung dan belum pernah terjadi, dari Iran terharap Israel”.

    “Kami mengekspresikan solidaritas dan dukungan penuh kami kepada Israel dan rakyatnya dan menguatkan kembali komitmen kami untuk keamanan negara itu,” kata mereka, dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Italia sebagai Presiden G7.

    “Melalui aksinya, Iran telah melangkah lebih jauh menuju destabilisasi kawasan itu dan berisiko memicu eskalasi regional yang tidak terkendali. Ini harus dihindari.”

    “Kami akan melanjutkan upaya untuk menstabilkan situasi dan menghindari eskalasi lebih lanjut.”

    “Dalam semangat ini, kami menuntut bahwa Iran dan para proksinya menghentikan serangan mereka, dan kami bersiap untuk mengambil langkah-langkah lebih jauh saat ini sebagai tanggapan atas inisiatif untuk mendestabilitasi kawasan itu lebih jauh.”

    Iran telah meluncurkan serangan, yang merupakan serangan pertama langsung ke wilayah Israel, sebagai balasan atas serangan udara mematikan yang secara luas dituduh dilakukan oleh Israel. Serangan itu menghancurkan gedung konsuler Iran di ibu kota Suriah awal bulan ini.

    Serangan itu terjadi ketika perang Israel-Hamas berkecamuk di wilayah Gaza yang terkepung.

    G7, kelompok yang terdiri dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Prancis, Inggris, Italia dan Kanada, juga mengatakan pada Minggu bahwa mereka akan meningkatkan upaya untuk mengakhiri krisis.

    Negara-negara G7 juga akan memperkuat kerjasama untuk mengakhiri krisis di Gaza, termasuk dengan melanjutkan upaya terkait gencatan senjata segera dan berkelanjutan dan pembebasan sandera oleh Hamas.

    “Kami juga akan mengirimkan bantuan kemanusiaan lebih banyak ke warga Palestina yang membutuhkan,” kata mereka.

    Sumber: VOA Indonesia

  • AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah

    AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah

    7cloud.asia – Amerika Serikat mendesak Israel untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik di Timur Tengah.

    Pernyataan ini untuk menanggapi sikap pemerintah Israel kini sedang mempertimbangkan bagaimana menanggapi serangan Iran yang menggunakan lebih dari 300 rudal dan drone pada akhir pekan lalu.

    Ketika memulai pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Irak Mohammed Ali Tamim pada hari Senin (15/4/2024), Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengatakan bahwa Washington berkomitmen membela pertahanan Israel.

    Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mengoordinasikan respons diplomatik dalam 36 jam sejak serangan Iran dilancarkan.

    “Saya telah menjalin komunikasi yang erat dengan para pihak di kawasan dan akan terus melakukannya dalam beberapa jam dan hari ke depan. Kami tidak mencari eskalasi, tetapi akan terus mendukung pertahanan Israel dan melindungi personel kami di wilayah tersebut,” jelas Blinken.

    Seorang narasumber pemerintahan Israel mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin memanggil kabinet perang untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari 24 jam.

    Kekhawatiran semakin meningkat bahwa serangan Iran akan dapat menyebabkan perang terbuka antara Israel dan Iran, dan meluas ke lebih banyak wilayah di Timur Tengah.

    Presiden AS Joe Biden telah mengatakan kepada Netanyahu bahwa Amerika Serikat tidak akan ambil bagian dalam serangan balasan Israel terhadap Iran.

    Sejak dimulai perang antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober, sejumlah konflik antara proksi Israel dan Iran terjadi di Lebanon, Suriah, Yaman dan Irak.

    Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borell, mengatakan kepada stasiun radio Onda Cero Spanyol bahwa, “Sekarang kita berada di tepi jurang dan harus menghindarinya. Kita harus menginjak rem dan memundurkan gigi.”

    Sumber: VOA Indonesia

  • Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah Bisa Pengaruhi Kondisi Ekonomi Indonesia

    Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah Bisa Pengaruhi Kondisi Ekonomi Indonesia

    7cloud.asia – Mantan Menteri Riset dan Teknologi periode 2019 -2021 Bambang Brodjonegoro menyatakan, serangan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam, dapat mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.

    Menurutnya, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah bisa menimbulkan adanya potensi peningkatan inflasi Indonesia.

    Kekhawatiran akan peningkatan inflasi ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nantinya sebagai imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

    Hal ini diungkapkan Bambang dalam diskusi “Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI” yang diselenggarakan oleh Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter secara virtual, di Jakarta, Senin (15/4/2024).

    “Saat ini kita punya inflasi agak sedikit di atas target, terutama karena inflasi harga pangan bergejolak, terutama harga beras. Dengan adanya kejadian (konflik) Iran-Israel ini, tentunya bergantung pada seberapa jauh harga minyak akan melonjak,” katanya 

    Bambang memprediksi akan ada tekanan terhadap inflasi Indonesia yang sedikit lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama baik dari internal maupun eksternal.

    Yang pertama, tingginya inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) yang masih menjadi faktor utama terhadap inflasi Indonesia.

    Kedua, inflasi pada harga barang yang diatur pemerintah seperti bahan bakar minyak (BBM) serta liquefied petroleum gas (LPG).

    Ketiga, inflasi yang berasal dari luar negeri atau imported inflation yang disebabkan kenaikan harga-harga di luar negeri, pelemahan rupiah serta gangguan distribusi global.

    “Perkiraan saya kalau mengenai inflasi, ada tekanan inflasi yang akan lebih tinggi,” ujarnya.

    Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) terakhir pada Maret 2024 sebesar 3,05 persen atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,99 pada Maret 2023 menjadi 106,13 pada Maret 2024.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengakui bahwa harga minyak dapat mencapai 100 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah saat ini.

    “Dengan adanya konflik baru ini, Iran dan Israel, ini (harga minyak) sebetulnya tidak jauh dari angka 100 dolar AS. Saya katakan sependapat, kemungkinan besar harga ICP naik 100 dolar AS (per barel),” ujar Tutuka.

    Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian ESDM, ICP (Indonesian Crude Oil Price) atau harga patokan minyak mentah Indonesia per 12 April 2024 sebesar 89,51 dolar AS per barel.

    Sebelum serangan Iran terhadap Israel, kata Tutuka, harga minyak sudah mengalami peningkatan kurang lebih 5 dolar AS per barel tiap bulannya.

    “Kalau kita soroti ICP dari bulan Februari, sebetulnya dari Maret dan April naik terus. Kenaikan kurang lebih 5 dolar AS per bulan,” ujar Tutuka.

    Saat ini, kata Tutuka melanjutkan, pemerintah masih menunggu respons dari Israel terkait serangan Iran.

    Respons Israel nantinya akan menentukan apakah harga minyak dunia akan meningkat secara berkelanjutan atau spike.

    Adapun yang dimaksud dengan spike adalah peningkatan harga secara tajam untuk sementara waktu sebelum kembali turun.

  • Menlu Laporkan Konsistensi Sikap Indonesia dalam Mendukung Kemerdekaan Palestina kepada Wapres, Ada Apa dengan Jokowi?

    Menlu Laporkan Konsistensi Sikap Indonesia dalam Mendukung Kemerdekaan Palestina kepada Wapres, Ada Apa dengan Jokowi?

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menemui Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (17/4/2024) melaporkan mengenai konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

    Dalam pertemuan itu, Menlu menampik secara tegas adanya pemberitaan bahwa Indonesia akan melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

    Juru Bicara (Jubir) Wapres Masduki Baidlowi melalui keterangan resmi membantah berita yang menyatakan bahwa sudah ada kemungkinan pembukaan hubungan diplomatik antara Israel dengan Indonesia.

    “Jadi, Bu Menlu melaporkan kepada Bapak Wapres bahwa Indonesia tetap konsisten berada di jalur itu dan akan terus konsisten dalam pemerintahan ini,” katanya.

    Kemudian, kata Masduki, Wapres mendukung sepenuhnya langkah Indonesia tersebut, termasuk dalam upaya meredakan konflik Israel-Palestina melalui kesepakatan two state solution.

    “Itu didukung sepenuhnya oleh Bapak Wapres untuk terus konsisten (menerapkan) two state solution adalah final, tidak akan berubah. Itu saya kira yang menjadi prinsip, yang menjadi perintah juga dari Wapres untuk terus diperjuangkan,” kata Masduki.

    Selain itu, Menlu juga melaporkan situasi terkini terkait konflik Iran-Israel yang baru-baru ini mengemuka dan peran Indonesia dalam upaya meredam konflik tersebut.

    “Bu Menlu melaporkan progres apa yang dikerjakan oleh Bu Menlu terkait dengan kegiatan melakukan lobi pemerintah Indonesia terhadap berbagai negara, bagaimana termasuk pada Iran yang menjadi fokus agar tidak terjadi perang agar tidak terjadi pembalasan dari pihak Israel,” ucapnya.

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah menepis isu Indonesia akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel agar bisa diterima sebagai anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

    “Saya tegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, terlebih di tengah situasi kekejaman Israel di Gaza saat ini,” kata Juru Bicara Kemlu Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangannya pada Kamis (11/4) malam.

    Dia menegaskan bahwa posisi Indonesia tidak berubah dan tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina dalam kerangka solusi dua negara.

    “Indonesia akan selalu konsisten, berada di garis terdepan membela hak-hak bangsa Palestina,” tuturnya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Komisi HAM PBB: Israel Berlakukan Pembatasan Tidak Sah di Gaza

    Komisi HAM PBB: Israel Berlakukan Pembatasan Tidak Sah di Gaza

    7cloud.asia – Komisi Tinggi HAM PBB menyebut Israel memberlakukan “pembatasan tidak sah” terhadap bantuan kemanusiaan yang masuk dan didistribusikan di Jalur Gaza.

    Ravina Shamdasani, juru bicara untuk Utusan Komisi Tinggi HAM PBB Volker Türk, pada Selasa (16/4/2024) mengatakan di Jenewa bahwa pasukan Israel terus “melakukan penghancuran secara luas terhadap infrastruktur di Gaza.”

    “Komisioner Tinggi mengulangi bahwa harus ada gencatan senjata segera, pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan yang tidak dikekang harus segera diizinkan mengalir kembali,” kata Shamdasani.

    Israel telah membela kampanye militernya di Gaza dan menyebutnya sebagai operasi yang menargetkan kelompok militan Hamas.

    Dilansir VOA Indoneia, Israel menuduh Hamas beroperasi di tempat di mana warga sipil berada.

    Pertempuran selama enam bulan telah menyebabkan kehancuran yang luas dan memaksa sebagian besar penduduk Gaza mencari perlindungan di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir.

    “Tidak ada daerah di Jalur Gaza yang lolos dari pemboman Israel. Hampir 1,7 juta orang terpaksa mengungsi, tinggal dalam kondisi memilukan dan terus menerus hidup di bawah ancaman,” kata Shamdasani.

    Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, pada Senin (15/4), mengatakan jumlah bantuan kemanusiaan yang mencapai Gaza telah bertambah dalam beberapa hari terakhir dan AS menginginkan tingkat bantuan itu dipertahankan.

    Sekitar 100 truk telah memasuki daerah kantong itu dalam 24 jam terakhir, kata Kirby kepada stasiun televisi MSNBC. Dengan demikian, sudah 2.000 truk bantuan tiba di Gaza sejak konflik dimulai.

    Untuk pertama kalinya dalam enam bulan, sebuah toko roti di Kota Gaza kembali beroperasi dengan bantuan dari Program Pangan Dunia (WFP), yang menyediakan paket makanan dan tepung terigu yang sangat dibutuhkan ke wilayah kantong tersebut.

    PBB sebelumnya telah memperingatkan akan ancaman nyata kelaparan yang sangat mungkin dapat terjadi di Gaza.

    Sejumlah lembaga bantuan telah menyampaikan keluhan bahwa Israel tidak memastikan akses yang memadai untuk masuknya makanan, obat-obatan dan pasokan bantuan kemanusiaan lainnya ke dalam Gaza.

    Seperti, diberitakan sebelumnya ratusan ribu warga Gaza menghadapi ancaman kelaparan dan penyakit yang luas serta hampir semuanya telah kehilangan tempat tinggal.

  • Pakar: Ketegangan Iran dan Israel Untungkan Kelompok Hamas

    Pakar: Ketegangan Iran dan Israel Untungkan Kelompok Hamas

    7cloud.asia – Serangan balasan Israel ke isfahan, salah satu kota di Iran pada Jumat (19/4/2024) pagi waktu setempat sudah diprediksi bakal terjadi

    Serangan roket Isreale ke wilayah Iran tersebut tampaknya terbatas, dan tidak ada korban jiwa atau kerusakan berarti yang dilaporkan Teheran.

    Meskipun ada tekanan AS terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serangan balasan dari Israel diperkirakan akan terjadi, kata Ahmed Fouad Alkhatib, seorang analis Timur Tengah dari Gaza dan peneliti senior non-residen di Dewan Atlantik.

    Pemerintahan Biden memahami bahwa Israel perlu melakukan pembalasan “menyelamatkan muka” versi mereka sendiri setelah serangan dramatis dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan Iran pada Sabtu (13/4/2024) lalu, katanya kepada VOA.

    Baca Juga: Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    Pihak yang paling diuntungkan dari potensi eskalasi antara Israel dan Iran ini adalah Hamas, kata Alkhatib.

    “Kelompok ini merasa semakin berani dengan serangan langsung Iran terhadap Israel, memperkuat posisi negosiasi mereka dalam perundingan gencatan senjata dan pertukaran sandera terbaru yang difasilitasi oleh Qatar,” katanya.

    Biden sejauh ini tidak berhasil mendorong kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

    Pada akhir pekan lalu, Hamas – yang dimasukkan kelompok teror oleh AS – mengajukan tuntutan baru yang membuat perundingan menjadi kacau.

    Baca Juga: AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah

    Tidak jelas bagaimana serangan balik Israel terhadap Iran dapat berdampak pada dinamika negosiasi dengan Hamas.

    “Ini adalah momen ketidakstabilan tetapi juga peluang,” kata Laura Blumenfeld, peneliti senior di Philip Merrill Center for Strategic Studies di Johns Hopkins School for Advanced International Studies.

    “Para pemimpin dunia sepakat bahwa kunci untuk meredakan ketegangan adalah dengan membebaskan para sandera,” katanya dikutip VOA Indonesia.

    Pesan yang disampaikan kepada para perunding pembebasan sandera Hamas, adalah “berhenti sementara Anda berada di belakang,” pungkasnya.

    Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, UE Serukan Pengakuan Dua Negara

    Meningkatnya ketegangan Iran dan Israel memicu kehawatiran dunia internasional akan mempengaruhi ekonomi dunia.

    Harga minyak diperkirakan akan naik. Pun demikian dengan perdagangan antarnegara akan terganggu 

  • Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan bahwa Amerika tidak terlibat dalam serangan udara dini hari Israel terhadap Iran.

    Blinken dalam pernyataannya Jumat (19/4/2024) juga menolak untuk mengonfirmasi laporan bahwa Washington telah diberitahu soal rencana Israel sesaat sebelum serangan itu dilakukan.

    “(Mengenai) laporan yang Anda lihat, saya tidak akan membahasnya kecuali mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam operasi ofensif apa pun,” katanya dalam konferensi pers setelah pertemuan para menteri luar negeri Kelompok Tujuh (G7) di Pulau Capri, Italia

    G7 fokus untuk menghindari perang yang lebih luas di kawasan, katanya.

    “Anda melihat Israel menerima serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi fokus kami, tentu saja, adalah memastikan bahwa Israel dapat mempertahankan diri secara efektif, tetapi juga mengurangi ketegangan dan menghindari konflik,” kata Blinken.

    Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, yang memimpin pertemuan G7, mengatakan AS telah memberi tahu para mitra G7 bahwa Washington menerima informasi “menit terakhir” dari Israel mengenai serangan itu.

    Baca Juga: Komisi HAM PBB: Israel Berlakukan Pembatasan Tidak Sah di Gaza

    Dalam komunike bersama G7, Blinken dan menteri luar negeri lainnya mengumumkan rencana sanksi baru terhadap Iran atas serangannya terhadap Israel dan mendesak deeskalasi. Teheran tampaknya mengindahkan saran tersebut untuk saat ini.

    Serangan Israel tampaknya merupakan pembalasan atas ratusan drone dan rudal Iran yang diluncurkan ke Israel pada 13 April lalu.

    Sebagian besar dicegat dengan bantuan Amerika Serikat dan sekutu regional, termasuk Yordania dan Arab Saudi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya menimbulkan sedikit kerusakan.

    Hal ini mengindikasikan bahwa Iran mungkin telah “mengkalibrasi serangan tersebut” untuk membatasi jumlah korban atau mengirimkan pemberitahuan terlebih dahulu melalui telegram. Namun hal ini dibantah oleh Gedung Putih.

    Serangan Israel pada Jumat (19/4/2024) pagi terhadap Iran tampaknya terbatas, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

    Baca Juga: AS Veto Resolusi yang Membuka Jalan Bagi Keanggotaan Palestina di PBB

    Presiden AS Joe Biden telah mendesak Israel untuk menahan diri dan menghindari eskalasi setelah serangan Iran. Pemerintahannya telah berkoordinasi dengan sekutu dan mitra, termasuk G7 mengenai “respons komprehensif.”

    Hal ini dapat mencakup sanksi baru terhadap Teheran dan memperkuat pertahanan udara dan rudal serta sistem peringatan dini di seluruh Timur Tengah, kata penasihat keamanan nasional Jake Sullivan dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

    Media pemerintah Iran melaporkan pada Jumat dini hari waktu setempat bahwa tiga ledakan terdengar di kota Isfahan, Iran. Ledakan dilaporkan terjadi pada waktu yang hampir bersamaan di Irak dan Suriah.

    Teheran mengatakan serangannya pada 13 April adalah respons terhadap serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024.

    Pemboman tersebut menewaskan Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) lainnya. Israel tidak membenarkan atau menyangkal bertanggung jawab atas serangan itu.

    Baca Juga: Indonesia dan China Sepakat Pengakuan Dua Negara Merdeka sebagai Solusi Terbaik untuk Palestina

    Para analis mengatakan serangan balik Israel yang terbatas dan tanggapan diam Iran menunjukkan bahwa kedua belah pihak bersedia menghindari eskalasi lebih lanjut, setidaknya untuk saat ini.

    Namun, saat ini risiko eskalasi jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, kata Brian Katulis, peneliti senior di Middle East Institute.

    “Timur Tengah kini berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya kepada VOA.

     

    “Jika Hizbullah ikut campur di sini, saya pikir ini akan menjadi pusaran yang menyedot lebih banyak aktor dalam konflik regional, termasuk Amerika Serikat,” tambah Katulis.

    Dalam upaya memfasilitasi deeskalasi, Gedung Putih menolak membahas serangan balik Israel. Didesak oleh para wartawan selama konferensi pers oada Jumat, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre berulang kali mengatakan,

    “Kami tidak memiliki komentar apa pun mengenai laporan tersebut saat ini.” ujarnya.

    Sumber:VOA Indonesia

     

     

  • Kurang dari 24 Jam, Israel Bunuh 37 Warga Palestina

    Kurang dari 24 Jam, Israel Bunuh 37 Warga Palestina

    7cloud.asia – Sedikitnya 37 warga Palestina lainnya tewas dan 68 lainnya luka-luka dalam 23 jam terakhir, ketika Israel terus menyerang Jalur Gaza yang terkepung, kata Kementerian Kesehatan Palestina di wilayah itu pada Sabtu.

    “(Pasukan) pendudukan Israel melakukan empat pembantaian terhadap beberapa keluarga di Jalur Gaza, menyebabkan 37 orang tewas dan 68 luka-luka selama 24 jam terakhir,” menurut pernyataan kementerian.

    “Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” tambah pernyataan itu.

    Baca: PBB sebut Gaza butuh bantuan besar-besaran

    Israel telah mengabaikan putusan sementara Mahkamah Internasional dan melanjutkan serangannya di Jalur Gaza, di mana sedikitnya 34.049 warga Palestina telah tewas.

    Sebagian besar perempuan dan anak-anak, sementara 76.901 lainnya juga luka-luka sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina.

    Israel membombardir Jalur Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan Hamas, yang Tel Aviv sebut telah menewaskan hampir 1.200 orang.

    Perang Israel di Gaza telah memaksa 85 persen penduduk wilayah itu menjadi pengungsi di tengah kelangkaan akut bahan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong itu telah rusak atau hancur, menurut PBB.

    Baca: Sebanyak 33 ribu warga Palestina meninggal akibat serangan Israel selama 6 bulan

    Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Putusan sementara pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil langkah guna menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di Gaza.

    Namun, permusuhan terus berlanjut, dan pengiriman bantuan masih belum cukup untuk mengatasi bencana kemanusiaan tersebut.

    Sumber: Anadolu

  • Israel Sampaikan Protes ke Negara-negara yang Mengakui Palestina

    Israel Sampaikan Protes ke Negara-negara yang Mengakui Palestina

    7cloud.asia – Israel berencana memanggil para duta besar negara-negara yang mendukung keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) “untuk menyampaikan protes”.

    Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein pertemuan itu akan dilakukan pada Minggu (21/4/2024).

    Hal tersebut terjadi, setelah Otoritas Palestina mengatakan akan “mempertimbangkan kembali” hubungannya dengan Amerika Serikat (AS) setelah Washington memveto upaya keanggotaan Palestina pada awal pekan ini.

    Baca Juga: Indonesia dan China Sepakat Pengakuan Dua Negara Merdeka sebagai Solusi Terbaik untuk Palestina

    Pada Sabtu (20/4/2024), Marmorstein, mengatakan bahwa pemerintah Israel akan mengundang duta besar negara-negara yang memberikan suara di Dewan Keamanan PBB untuk menyampaikan protes terkait peningkatan status Palestina di PBB.

    “Duta Besar Prancis, Jepang, Korea Selatan, Malta, Republik Slovakia dan Ekuador akan dipanggil besok untuk melakukan demarche, dan protes keras akan disampaikan kepada mereka,” katanya dalam sebuah postingan di X.

    Demarche adalah istilah diplomasi yang digunakan untuk menyatakan protes secara resmi atau sebagai langkah formal dalam hubungan diplomatik.

     Baca Juga: 6 Bulan Perang Israel-Hamas: Lebih 33.000 Meninggal dan Jutaan Orang Palestina Terancam Kelaparan Ekstrem

    “Protes serupa akan terjadi di negara-negara lain,” katanya.

    Marmorstein menyebut, pihaknya tidak dapat menerima pengakuan terhadap Palestina.

    “Pesan yang jelas yang akan disampaikan kepada para duta besar adalah bahwa memberikan isyarat politik kepada Palestina dan mendesak untuk mengakui negara Palestina, terutama setelah peristiwa pembantaian pada 7 Oktober, adalah hadiah bagi tindakan terorisme.” ujarnya.

    Baca Juga: AS Veto Resolusi yang Membuka Jalan Bagi Keanggotaan Palestina di PBB

    Sebelumnya, pada Kamis (18/4/2024), hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa 12 negara di Dewan Keamanan PBB setuju dengan resolusi yang membuka peluang bagi Palestina mendapatkan keanggotaan penuh di PBB.

    Sementara itu, dua negara, yaitu Inggris dan Swiss, memilih untuk tidak memberikan suara atau abstain.

    Hanya AS, sekutu utama Israel, yang memberikan suara menentang, dan menggunakan hak vetonya untuk memblokir resolusi tersebut.

    Baca Juga: AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah

    Draf resolusi itu mengajukan permintaan kepada Majelis Umum “untuk mendorong penerimaan Negara Palestina sebagai anggota penuh PBB”, menggantikan status “negara pengamat non-anggota” yang saat ini dipegangnya sejak 2012.

    Sebagian besar dari 193 negara anggota PBB, atau 137 negara menurut Palestina, telah mengakui kemerdekaan Palestina sebagai sebuah negara.

    sumber:VOAIndonesia