7cloud.asia – Serangan balasan Israel ke isfahan, salah satu kota di Iran pada Jumat (19/4/2024) pagi waktu setempat sudah diprediksi bakal terjadi
Serangan roket Isreale ke wilayah Iran tersebut tampaknya terbatas, dan tidak ada korban jiwa atau kerusakan berarti yang dilaporkan Teheran.
Meskipun ada tekanan AS terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, serangan balasan dari Israel diperkirakan akan terjadi, kata Ahmed Fouad Alkhatib, seorang analis Timur Tengah dari Gaza dan peneliti senior non-residen di Dewan Atlantik.
Pemerintahan Biden memahami bahwa Israel perlu melakukan pembalasan “menyelamatkan muka” versi mereka sendiri setelah serangan dramatis dan belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan Iran pada Sabtu (13/4/2024) lalu, katanya kepada VOA.
Baca Juga: Menlu AS Tegaskan Washington Tidak Terlibat Serangan Israel ke Iran
Pihak yang paling diuntungkan dari potensi eskalasi antara Israel dan Iran ini adalah Hamas, kata Alkhatib.
“Kelompok ini merasa semakin berani dengan serangan langsung Iran terhadap Israel, memperkuat posisi negosiasi mereka dalam perundingan gencatan senjata dan pertukaran sandera terbaru yang difasilitasi oleh Qatar,” katanya.
Biden sejauh ini tidak berhasil mendorong kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Pada akhir pekan lalu, Hamas – yang dimasukkan kelompok teror oleh AS – mengajukan tuntutan baru yang membuat perundingan menjadi kacau.
Baca Juga: AS Ingatkan Israel Hindari Eskalasi Kekerasan diTimur Tengah
Tidak jelas bagaimana serangan balik Israel terhadap Iran dapat berdampak pada dinamika negosiasi dengan Hamas.
“Ini adalah momen ketidakstabilan tetapi juga peluang,” kata Laura Blumenfeld, peneliti senior di Philip Merrill Center for Strategic Studies di Johns Hopkins School for Advanced International Studies.
“Para pemimpin dunia sepakat bahwa kunci untuk meredakan ketegangan adalah dengan membebaskan para sandera,” katanya dikutip VOA Indonesia.
Pesan yang disampaikan kepada para perunding pembebasan sandera Hamas, adalah “berhenti sementara Anda berada di belakang,” pungkasnya.
Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, UE Serukan Pengakuan Dua Negara
Meningkatnya ketegangan Iran dan Israel memicu kehawatiran dunia internasional akan mempengaruhi ekonomi dunia.
Harga minyak diperkirakan akan naik. Pun demikian dengan perdagangan antarnegara akan terganggu

Leave a Reply