Tag: bmkg

  • Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan

    Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sebagian besar kota di Indonesia pada Jumat (16/02/2024) berawan.

    Namun, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpotensi mengguyur beberaoa kota.  

    Seperti di Kota Pekanbaru, Bandar Lampung, Pontianak hujan disertai dengan petir berpotensi terjadi pada siang hari.

    Kondisi cuaca seperti ini juga diprediksi akan melanda Kota Jambi, Banjarmasin dan Jakarta Pusat pada malam hari.

    Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bandung dan Pangkal Pinang pada siang hari. Kemudian pada malam hari Kota Bengkulu dan Medan berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi pada pagi hari di Kota Pontianak, Samarinda dan Tanjung Pinang.

    Pada siang hari peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Banda Aceh, Denpasar, Serang, Tanjung Pinang, Mataram, Gorontalo, Japura, Mamuju, Makassar, Palembang dan Medan.

    Sedangkan pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Serang, Bandung, Semarang, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Kupang, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju, Padang.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Denpasar, Surabaya dan Banjarmasin.

    Sementara untuk wilayah DKI Jakarta, potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Pada siang hari, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Jakarta Slatan dan Jakarta Timur.     

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat pada siang hari. Wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Kemudian pada malam hari, seluruh wilayah Jakarta berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan dan hujan disertai petir.

    Hujan disertai petir diperkirakan melanda wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Wilayah lainnya diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 80 hingga 95 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Bencana Akibat Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada Bencana Akibat Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Ini

     

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status waspada terhadap bencana hidrometeorologi sebagai dampak dari potensi hujan lebat di sejumlah daerah pada Minggu (18/02/2024).

    “Waspada terhadap bencana hidrometeorologi dampak dari potensi hujan lebat yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB,” kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo melalui Instagram @infobmkg.

    Bencana hidrometeorologi tersebut dapat berupa banjir, longsor, banjir bandang, pohon tumbang, dan lain-lain.

    Wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat adalah Kabupaten Solok Selatan dan Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat, Belitung Timur di Kepulauan Bangka Belitung.

    Selain itu, wilayah Karanganyar, Sragen, Semarang, Kota Salatiga, Brebes, dan Tegal di Provinsi Jawa Tengah juga berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.

    Wilayah Jawa Timur bencana hidrometeorologi berpeluang melanda Ngawi, Kediri, Jombang, Malang, Pasuruan, dan Mojokerto.

    Potensi yang sama juga terjadi di Propinsi Kalimantan Barat yaitu Sanggau, Landak, Sekadau, Melawi, Ketapang, Sintang, dan Kapuas Hulu.

    Status waspada juga berlaku di Kalimantan Tengah yaitu wilayah Lamandau, Kota Waringin Timur, dan Katingan.

    Di Propinsi Sulawesi Tenggara status waspada berlaku di Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, dan Kolaka Timur.

    Untuk wilayah timur Indonesia status waspada berlaku di Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, dan Fakfak Papua Barat, serta Merauke, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Jayapura, Keerom, Mimika.

    Kemudian di wilayah Tolikara Puncak Jaya, Mamberamo Raya, Asmat, Nduga, Puncak, Boven Digoel, Yalimo, Jayawijaya, dan Mappi di Papua juga berlaku status waspada.

    Sementara itu cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi berawan dan cerah dari pagi hingga malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 25 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 75 hingga 95 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca di Jakarta Berawan dan Cerah Siang Hingga Malam

    Cuaca di Jakarta Berawan dan Cerah Siang Hingga Malam

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, kondisi cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta cerah berawan pada Senin (19/02/2024) siang hingga malam.

    Kondisi cuaca yang diwarnai hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada pagi hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 80 hingga 90 persen.

    Sementara itu kondisi cuaca mayoritas wilayah di Indonesia akan cerah berawan. Meski demikian masih ada peluang hujan dengan intensitas lebat diatas 50 mm per hari.

    Baca: BRIN ingatkan cuaca ekstrem akan makin sering terjadi

    Hujan lebat diperkirakan akan mengguyur sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

    Wilayah lainnya yang berpotensi hujan lebat adalah sebagian Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BMKG juga memperkirakan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

    Sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan Maluku juga berpeluang terjadi hujan badai.

    Baca: BMKG ingatkan masyarakat potensi cuaca ekstrem pada Januari-Februari 

    BMKG juga memperkirakan angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam melanda sebagian wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Maluku dan Papua.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palangkaraya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Sebut Tanda-tanda Perubahan Iklim Kian Mengkhawatirkan

    BMKG Sebut Tanda-tanda Perubahan Iklim Kian Mengkhawatirkan

    7cloud.asia – Dampak perubahan iklim yang melanda bumi semakin mengkhawatirkan serta menjadi ancaman nyata bagi Indonesia dan dunia internasional.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati.

    Ia mengatakan, perubahan iklim terjadi karena peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, akibat dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan praktik industri yang tidak berkelanjutan

    “Kondisi ini telah mendorong perubahan iklim pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” terang Dwikorita dalam Rapat Nasional Prediksi Musim Kemarau 2024 beberapa waktu lalu.

    Perubahan iklim global, lanjut Dwikorita, bukanlah kabar bohong/hoax dan prediksi untuk masa depan, tetapi merupakan realitas yang dihadapi miliaran jiwa penduduk bumi.

     

    Baca: Peran penting pendidikan lingkungan

    Karena itu fenomena percepatan laju perubahan iklim tersebut tidak bisa dianggap sebagai sebuah persoalan sepele.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi Dunia (WMO) baru saja menyatakan bahwa tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental.

    Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,40 derajat celcius di atas zaman pra industri.

    Angka ini nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Paris Agreement tahun 2015 bahwa dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat celcius.

    Pada tahun 2023, terjadi rekor suhu global harian baru dan terjadi bencana heat wave ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Asia dan Eropa.

    Baca: Produksi beras yang bisa beradaptasi dengan perubahan iklim

    Dwikora menjelaskan, rekor iklim yang terjadi di tahun 2023 bukanlah kejadian acak atau kebetulan, melainkan tanda-tanda jelas dari pola yang lebih besar dan lebih mengkhawatirkan yaitu perubahan iklim yang semakin nyata.

    “Maka dari itu, perlu langkah atau gerak bersama seluruh komponen masyarakat, tidak hanya pemerintah, namun juga sektor swasta, akademisi, media, LSM, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengungkapkan perubahan iklim memiliki dampak yang besar terhadap bumi dan seluruh mahluk hidup.

    Dia menjelaskan sektor pertanian akan berdampak yang sangat besar, karena mengancam ketahanan pangan seluruh negara.

    “Perubahan iklim menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya perlu upaya bersama dan berkelanjutan untuk menahan lajunya dan mengurangi dampaknya,” terangnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Jakarta Hari Ini: Berawan dari Pagi Hingga Sore

    Cuaca Jakarta Hari Ini: Berawan dari Pagi Hingga Sore

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta diselimuti berawan pada Kamis (22/02/2024) pagi hingga sore.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi pada malam hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 65 hingga 100 persen.

    Sedangkan untuk wilayah lain di Indonesia umumnya terjadi hujan dengan ringan hingga lebat.

    Baca: BRIN ingatkan cuaca ekstrem akan makin sering terjadi

    Seperti di wilayah Sumatera. Secara umum hujan dengan intensitas ringan. Tetapi sebagian wilayah Bengkulu berpotensi hujan dengan intensitas lebat.

    Sementara sebagian wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bangka-Belitung, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Aceh berpotensi hujan dengan intensitas  sedang.

    Untuk wilayah Jawa, umumnya cerah berawan. Tetapi sebagian wilayah Jawa Tengah berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Wilayah Bali,NTB,NTT secara umum diprediksi cerah berawan. Namun Nusa Tenggara Barat berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di masa puncak musim penghujan

    Kondisi cuaca seperti ini juga berpeluang terjadi di sebagian wilayah  Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara berpotensi hujan sedang.

    Meski demikian, secara umum wilayah Kalimantan diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Hujan dengan intensitas ringan juga diperkirakan secara umum terjadi di wilayah Sulawesi.

    Namun, sebagian wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Baca: Kenali tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak  

    Untuk wilayah Maluku dan Papua umumnya cerah berawan. Peluang hujan dengan intensitas sedang terjadi di sebagian wlayah Papua Barat, Maluku Utara.  

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Papua.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Curah Hujan Tinggi, BMKG Minta Warga Waspada Bencana di Wilayah Ini

    Curah Hujan Tinggi, BMKG Minta Warga Waspada Bencana di Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang di sejumlah wilayah pada Jumat (23/02/2024).

    Wilayah tersebut adalah sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta.

    Selain itu, sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpotensi mengalami bencana yang sama.

    BMKG memperkirakan bencana tersebut sebagai dampak dari hujan dengan intensitas lebat diatas 50 mm/hari yang berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi.

    Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat juga berpeluang terjadi hujan lebat.

    Kondisi cuaca serupa diperkirakan terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

    BMKG memperkirakan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Potensi cuaca seperti ini berpeluang juga melanda wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

    Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku dan Papua Barat berpeluang terjadi hujan badai.

    Tak hanya hujan, masyarakat diimbau mewaspadai peluang angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam yang terjadi di wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Papua.

    Sementara seluruh wilayah Jakarta diperkirakan cerah berawan pada pagi hingga sore hari.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi pada malam hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 deraajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 70 hingga 95 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Sebagian Wilayah Indonesia Lewati Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Pancaroba

    Sebagian Wilayah Indonesia Lewati Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Pancaroba

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem selama periode pancaroba (peralihan musim).

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan peralihan musim atau pancaroba ini diprakirakan berlangsung pada bulan Maret hingga April 2024.

    “Selama periode pancaroba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es,” ujarnya di Jakarta, Minggu (25/2/2024).

    Berdasarkan analisa dinamika atmosfer yang dilakukan BMKG, kata dia, sejumlah daerah Indonesia khususnya bagian selatan Indonesia telah melewati puncak musim hujan.  

    Baca: Musim tanam tiba petani mengeluh kesulitan beli pupuk 

    Hal tersebut, kata dia, mengindikasikan bahwa wilayah tersebut akan mulai memasuki peralihan musim pada bulan Maret hingga April.

    Salah satu ciri masa peralihan musim adalah pola hujan yang biasa terjadi pada sore hingga menjelang malam hari dengan didahului oleh adanya udara hangat dan terik pada pagi hingga siang hari.

    Kondisi itu terjadi karena radiasi matahari yang diterima pada pagi hingga siang hari cukup besar dan memicu proses konveksi (pengangkatan massa udara) dari permukaan bumi ke atmosfer sehingga memicu terbentuknya awan.

    Karakteristik hujan pada periode ini, kata Dwikorita, cenderung tidak merata dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di puncak musim hujan

    Apabila kondisi atmosfer menjadi labil/tidak stabil maka potensi pembentukan awan konvektif, seperti awan Cumulonimbus (CB) akan meningkat.

    “Awan CB inilah yang erat kaitannya dengan potensi kilat/petir, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es. Bentuknya seperti bunga kol, warnanya ke abu-abuan dengan tepian yang jelas,” katanya.

    Menurutnya, yang patut diwaspadai yakni curah hujan lebat yang menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

    “Karenanya, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami juga mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” katanya

    Baca: Kenali tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Sementara itu Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan terdapat beberapa fenomena atmosfer yang terpantau masih cukup signifikan.

    Fenomena atmosfer ini dapat memicu peningkatan curah hujan yang disertai kilat/angin kencang di sejumlah wilayah di Indonesia.

    Guswanto memaparkan, fenomena alam tersebut, yaitu pertama aktivitas Monsun Ssia yang masih dominan.

    Kedua, aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) pada kuadran 3 (Samudra Hindia bagian timur) yang diprediksi akan memasuki wilayah Pesisir Barat Indonesia pada beberapa pekan ke depan.

    Baca: BRIN ingatkan cuaca ekstrem akan makin sering terjadi sebagai dampak perubahan iklim

    Selanjutnya, kata dia, adanya aktivitas gelombang atmosfer di sekitar Indonesia bagian selatan, tengah, dan timur.

    Keempat, terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di Indonesia bagian tengah dan selatan.

    “Seluruh fenomena atmosfer tersebut berkontribusi terhadap terjadinya fenomena cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Indonesia,” kata dia.

  • Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    Waspada! BMKG Prediksi Angin Puting Beliung Masih Berpotensi Terjadi Hingga 6 Maret

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu warga Bandung dikejutkan dengan bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Rancaekek, Bandung. Potensi angin puting beliung masih akan terjadi hingga awal Maret 2024.

    Hal ini diungkap oleh Kepala Stasiun Geofisika pada  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu seperti yang dilansir Antaranews.

    “Hujan lebat yang disertai angin puting beliung masih berpotensi akan terjadi sepanjang kita masih di posisi puncak musim hujan sampai dengan awal Maret ini. Jadi perlu diwaspadai,” ungkap Teguh.

    Baca: Angin puting beliung landa Bandung dan Sumedang

    Selanjutnya Teguh memaparkan angin puting beliung terbentuk dari sistem awan penghujan atau cumulonimbus yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem.

    Meskipun begitu, kata dia, tidak setiap awan cumulonimbus dapat terjadi fenomena angin puting beliung.​

    ​​​​​“Bahwa puting beliung kan adalah dampak ikutan dari hujan lebat tadi yang disebabkan adanya pertumbuhan awan dulu, terus adanya hujan lebat dari cuaca ekstrem itu sendiri,” jelasnya.

    Teguh juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor akibat hujan ringan hingga sedang namun dengan durasi panjang.

    Baca: Angin puting beliung terjang Sukabumi

    “Selain disertai angin puting beliung, ada juga yang nanti menimbulkan hujan es, bahkan mungkin kalau yang daerah pegunungan bisa menimbulkan longsor, drainasenya tidak bagus bisa menimbulkan banjir. Jadi semua wilayah saya rasa harus waspada,” terangnya.

    Karena itu, BMKG merekomendasikan untuk menutup semua pintu dan jendela dengan rapat, mematikan seluruh aliran listrik di rumah atau bangunan tersebut jika terjadi bencana puting beliung.

    Jika didalam ruangan, masyarakat dapat mencari tempat yang aman serta hindari di dekat pintu atau jendela.

    Tetapi jika di luar ruangan maka jauhi tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi lainnya.

    Baca: Pemanasan global picu masalah serius bagi lingkungan

    Hindari area lain yang berpotensi ambruk seperti jembatan atau pohon tinggi, segera cari tempat aman, duduk berlutut dan pegang area belakang kepala.

    Dengan kondisi ini, warga diimbau untuk mewaspadai bencana yang menghasilkan angin puting beliung dengan mengecek kondisi atap rumah

    “Terutama terbuat dari bahan ringan dan memangkas pohon apabila sudah terlalu rindang,” imbaunya.

    Sebelumnya, bencana puting beliung terjadi pada Rabu (21/2) sore di Kabupaten Bandung Barat.

    Baca: Kenali 3 jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Akibatnya 223 unit bangunan rumah warga rusak; dengan kondisi sebanyak 119 unit rusak berat dan 151 unit rusak sedang.

    Selain itu, sebanyak 18 unit bangunan pabrik dan toko yang rusak berat-ringan diterpa angin.

    Data dari Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana diketahui jumlah korban angin puting beliung di Kabupaten Bandung ada sebanyak 422 keluarga atau sekitar 1.359 orang warga.

    Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kemudian menetapkan status tanggap darurat 14 hari ke depan atau hingga 6 Maret 2024 mendatang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Siap Payung, Cuaca di Seluruh Wilayah Jakarta Hujan di Pagi Hari

    Siap Payung, Cuaca di Seluruh Wilayah Jakarta Hujan di Pagi Hari

    7cloud.asia – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta hujan dengan intensitas ringan pada Kamis (29/02/2024) pagi.

    Kemudian pada siang dan sore hari peluang hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 29 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 80 hingga 100 persen.

    Sementara BMKG menyebut sebagian besar wilayah di Indonesia diperkirakan cerah dan berawan.

    Namun ada beberapa wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat, diatas 50 mm/hari, yaitu sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

    Sebagian wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat juga berpeluang hujan lebat.

    Cuaca serupa juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    Cuaca hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpeluang melanda sebagian wilayah Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta.

    Potensi cuaca seperti ini juga terjadi di sebagian wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Hujan badai juga berpotensi melanda sebagian wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat.

    BMKG mengingatkan angin kencang diatas 45 km/jam berpotensi terjadi di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Denpasar.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Buruk di Jabodetabek

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Buruk di Jabodetabek

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi melanda wilayah Jabodetabek hingga 14 Maret mendatang.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

    Pada waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/angin kencang berpeluang juga melanda sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau.

    Kondisi cuaca yang sama perpotensi melanda wilayah Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

    Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah juga diperkirakan hujan sedang hingga lebat.

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto, M.Si menjelaskan peningkatan curah hujan tersebut dipicu oleh tiga hal.

    Pertama, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial yang aktif di wilayah Indonesia.

    Kedua, terjadi peningkatan kecepatan angin dari utara Indonesia hingga melintasi equator melalui Selat Karimata yag mengindikasikan aktivitas Cross Equatorial Northerly Surge (CENS).

    Ketiga, adanya potensi pembentukan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Daya – selatan Jawa dan Australia bagian utara.

    Hal ini dapat memicu terbentuknya pola pumpunan dan perlambatan angin di Indonesia bagian selatan.

    Karena itu Guswanto mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

    Selain itu, adanya fenomena Super New Moon atau fase Bulan Baru yang bersamaan dengan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada tanggal 10 Maret 2024.

    Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

    Diantaranya Pesisir Sumatera Utara, Pesisir Kepulauan Riau, Pesisir Banten, Pesisir Jawa Tengah, Pesisir Jawa Timur, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Sulawesi Utara dan Pesisir Maluku Utara

    Potensi banjir pesisir (rob) dapat berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

    Misalnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

    Reporter: Nurakhmayani