BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Buruk di Jabodetabek

Written by

in

7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi melanda wilayah Jabodetabek hingga 14 Maret mendatang.

Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Pada waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/angin kencang berpeluang juga melanda sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau.

Kondisi cuaca yang sama perpotensi melanda wilayah Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah juga diperkirakan hujan sedang hingga lebat.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto, M.Si menjelaskan peningkatan curah hujan tersebut dipicu oleh tiga hal.

Pertama, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial yang aktif di wilayah Indonesia.

Kedua, terjadi peningkatan kecepatan angin dari utara Indonesia hingga melintasi equator melalui Selat Karimata yag mengindikasikan aktivitas Cross Equatorial Northerly Surge (CENS).

Ketiga, adanya potensi pembentukan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Barat Daya – selatan Jawa dan Australia bagian utara.

Hal ini dapat memicu terbentuknya pola pumpunan dan perlambatan angin di Indonesia bagian selatan.

Karena itu Guswanto mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

Selain itu, adanya fenomena Super New Moon atau fase Bulan Baru yang bersamaan dengan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada tanggal 10 Maret 2024.

Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Diantaranya Pesisir Sumatera Utara, Pesisir Kepulauan Riau, Pesisir Banten, Pesisir Jawa Tengah, Pesisir Jawa Timur, Pesisir Kalimantan Barat, Pesisir Sulawesi Utara dan Pesisir Maluku Utara

Potensi banjir pesisir (rob) dapat berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir.

Misalnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *