Tag: kota

  • Siapkan Payung, Cuaca di Jakarta Selatan Siang Hingga Malam Berpeluang Hujan Disertai Petir

    Siapkan Payung, Cuaca di Jakarta Selatan Siang Hingga Malam Berpeluang Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Hujan yang disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Selatan pada Jumat (24/11/2023) siang hingga malam hari.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca seperti ini juga berpeluang terjadi di Jakarta Timur pada malam hari.

    Sementara wilayah lainnya di Jakarta pada malam hari diperkirakan hujan dengan intensitas ringan.

    Pada pagi hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan dan cerah berawan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dan tingkat kelembaban udara berada pada kisaran 75 hingga seratus persen.

    Peluang hujan disertai petir dan angin kencang juga terjadi wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten.

    baca: rabu pagi cuaca seluruh wilayah jakarta cerah

    Selain itu, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku diperkirakan hujan disertai petir dan angin kencang.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi terjadi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua Barat.

    BMKG memperkirakan hujan lebat diatas 50 mm/hari terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten dan Jawa Barat.

    Hujan lebat juga berpeluang mengguyur wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

    baca: cuaca di beberapa wilayah ini berpotensi hujan lebat

    Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua juga berpotensi terjadi hujan lebat.

    Tak hanya itu, BMKG juga menyebut beberapa wilayah berpeluang dilanda angin kencang dengan kecepatan di atas 45 km/jam, yaitu wilayah Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan.

    Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Sedangkan sebagian besar wilayah lainnya di Indonesia diprediksi berawan. Suhu berkisar antara 19 hingga 36 derajat celsius dengan suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan tertinggi di Kota Surabaya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    7cloud.asia – Pasca kebakaran TPA Sarimukti beberapa waktu lalu, pemerintah Kota Bandung terus berupaya menekan volume sampah.

    Salah satu cara yang dilakukan Pemkot Bandung adalah mengembangkan sistem pengolahan sampah Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi menjelaskan sistem pengelolaan sampah Kang Empos ini  dilakukan oleh segenap unsur kewilayahan.

    Dengan cara ini diharapkan, masa kedaruratan sampah di Kota Bandung dapat teratasi.

    Baca: pasca kebakaran sampah yang masuk TPA Sarimukti berkurang

    Dydi mengatakan pola Kang Empos ini masyarakat diajak untuk untuk mengubah pemikiran terhadap sampah.

    “Sampah tidak dikumpul, diangkut dan dibuang. Tapi dikumpul, dipilah dan diolah. Sehingga menjadi penting kolaborasi dari semua pihak,” jelas Dudy dikutip Antaranews.

    Untuk itu, lanjut Dudy, pihaknya telah menyiapkan anggaran di masing-masing kewilayahan untuk membuat metode pengolahan sampah menggunakan model sederhana yaitu Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    “Pada masa kedaruratan ini, Pemkot Bandung melalui anggaran di kelurahan, menyiapkan 20 persen di masing-masing kelurahan untuk menyiapkan sarana prasarana berupa Kang Empos,” paparnya.

    Baca: Tanggap darurat sampah di Bandung raya diperpanjang

    Dengan sistem seperti ini, Dudy berharap dapat menyelesaikan persoalan sampah, terutama sampah organik yang bisa tuntas di level rumah tangga.

    Dudy mengatakan, dari pengamatannya sampah organik, menjadi komposisi paling besar, yakni 50 hingga 60 persen dari total volume sampah. 

    “Oleh karenanya program pemerintah di masa kedaruratan ini, bagaimana kita bisa mengolah sampah secara berjenjang atau skala panjang,” jelasnya.

    Menurutnya, sampah organik seharusnya tidak lagi diangkut ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. 

    Baca: Atasi masalah sampah pemerintah Kota Bandung bikin aplikasi BMW

    Sebab TPA Sarimukti masih belum beroperasi secara normal. Sehingga volume sampah di Kota Bandung tidak semakin menggunung.

    “Bagaimana pada masa darurat ini menjadi momentum bagi kita untuk mengubah pemikiran. Kita harus punya strategi menyelesaikan sampah dari sumbernya,” ucapnya.

    Upaya lain yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung adalah dengan membuat program padat karya untuk pengolahan sampah organik.

    Sebanyak 604 orang telah direkrut untuk menjadi relawan yang disebar ke 151 kelurahan di Kota Bandung.

    Baca: Teknologi pengolahan sampah Masaro

    “Nanti untuk sampah organik di kelurahan tersebut tidak usah dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Tapi diolah dan tinggal masyarakat memilah sampah dan diolah oleh tenaga pengolah sampah,” ujarnya.

    Dia berharap para relawan ini dapat menjadi pendorong masyarakat untuk dapat memilah dan mengelola sampahnya secara mandiri mulai dari sumber.

    “Di Kota Bandung ada 272 RW jadi kawasan bebas sampah (KBS). Ini yang ingin kita replikasi ke seluruh RW di Kota Bandung. Para pemuda peduli lingkungan harus beraksi sebagai langkah preventif,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian 1 meter merendam wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Diduga akibat adanya sumbatan sampah pada saluran drainase.

    Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, banjir terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di wilayah Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon.

    “Bencana banjir dilaporkan terjadi di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, akibat saluran drainase tersumbat,” ujar Sadono dikutip Antaranews pada Rabu (29/11/2023).

    Sebelumnya, lanjut Sadono, pada pukul 11.30  hujan dengan intensitas sedang mengguyur Jalan Brigjen Abdul Manan sekitar satu setengah jam.

    baca: kondisi pegunungan gundul picu banjir bandang di kudus

    Akibatnya terjadi kenaikan debit air pada aliran Sungai Baluh. Saluran drainase yang tersumbat, tidak mampu menampung debit air saat itu.

    “Sehingga air meluap ke jalan raya dan permukiman warga di Dusun Krajan, dengan ketinggian air mencapai satu meter,” katanya.

    Banjir akibat saluran drainase yang tertutup sampah ini menyebabkan empat rumah di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, terdampak. BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

    “Ada empat rumah terdampak, dengan 14 orang terdampak. Tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

    baca: cuaca ekstrem picu banjir bandang di sejumlah wilayah

    Sebelumnya banjir juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru.

    Bahkan di Kecamatan Klojen, banjir mengakibatkan tembok rumah roboh dan menyebabkan kerusakan.

    BPBD Kabupaten Malang bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait saat ini melakukan pembersihan material banjir.

    Selain itu juga akan dilakukan pembersihan sampah pada saluran drainase yang tersumbat bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat.

    baca: banjir satu meter lebih di aceh 1 balita tewas

    Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati telah mengingatkan warga akan bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang selama musim hujan.

    Selain itu, pihaknya berharap pemda dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini.

    “Pemda dan sektor terkait juga diharapkan dapat menjadikan informasi Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 ini sebagai acuan untuk menyusun rencana Aksi Dini (Early Action), dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana hidrometeorologis,” jelas Dwikorita.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kasus Dengue di Yogyakarta Turun Setelah Menerapkan Teknologi Bakteri Wolbachia

    Kasus Dengue di Yogyakarta Turun Setelah Menerapkan Teknologi Bakteri Wolbachia

    7cloud.asia – Kasus dengue di Yogyakarta turun di bawah incindent rate global 10 per 100.000 populasi. Penurunan ini karena adanya implementasi program penelitian bakteri Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

    “Anomali yang terjadi di Yogyakarta, yang berhasil menurunkan incident rate di bawah standar dunia secara konsisten, ini ternyata disebabkan oleh implementasi program penelitian Wolbachia dari teman-teman kita di UGM,” jelas Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada postingan Instagram-nya.

    Budi menjelaskan, sejak tahun 1968, insiden rate dengue di Indonesia terus menjauh dari standar dunia.

    Padahal berbagai upaya telah dilakukan pemerintah fogging atau pengasapan, larvasida/abate, hingga 3M Plus. Tetapi insiden rate dengue tetap saja jauh dari standar dunia.

    Baca: Teknologi baru nyamuk Aedes Aegypti mengandung bakteri Wolbachia kendalikan kasus demam berdarah

    Saat ini insiden rate dengue di Indonesia berada pada angka 28,5 per 100.000 populasi.

    “Bahkan, angka tersebut di Yogyakarta pernah menyentuh 300 sampai 400 per 100.000 populasi,” ungkapnya.

    Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes RI, laju kasus dengue di Indonesia rata-rata mencapai 74.000 hingga 140.000 per tahun.

    Sejak bulan Januari hingga November 2023 kasus dengue mencapai 76.449 pasien dan 571 diantaranya berujung pada kematian.

    Baca: Aksi gerebek jumantik langkah sederhana berdampak besar untuk lingkungan

    Sebenarnya angka ini sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun  2022 yang mencapai 143.300 pasien dan 1.236 diantaranya meninggal.

    Penurunan ini berkat adanya upaya menekan kasus dengue berupa pengasapan, larvasida, pemakaian kelambu, 3M plus, hingga Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik.

    Bila kita ingat kematian anak di gagal ginjal akut berjumlah 200an orang, sedih rasanya melihat ribuan kematian anak-anak karena dengue.

    “Maka kita tiru suksesnya Yogyakarta menyelamatkan nyawa anak-anak mereka,” jelasnya.

    Baca: Suhu tinggi dan polusi picu pertumbuhan nyamuk malaria

    Karena itu, lanjut Budi, pemerintah memutuskan untuk menerapkan program wolbachia. Yaitu dengan memasukkan bakteri wolbachia ke tubuh nyamuk aedes aegypti.

    Nantinya bakteri ini akan  membuat nyamuk aedes aegypti tersebut tidak mampu lagi membawa virus dengue yang menimbulkan penyakit DBD.

    “Kebanyakan anak-anak yang wafat setiap tahun karena dengue. Kami menerapkan program wolbachia yang sukses di Yogyakarta,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Sepanjang Kamis (30/11/2023) kemarin sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, Gunung Api Ili Lewotolok yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus sebanyak 35 kali.

    Petugas Pemantau Gunung Ili Lewotolok, Fajaruddin M. Balido menjelaskan tinggi kolom abu berada pada kisaran tinggi 200-500 m dan warna asap putih dan kelabu.

    “Sejak kemarin ada 35 kali letusan yang terjadi di puncak kawah gunung tersebut,” ujar Fajaruddin M. Balido seperti yang dikutip Antaranews pada Jumat (01/12/2023).

    Letusan-letusan tersebut, lanjut, Fajaruddin, disertai lontaran lava pijar dan gemuruh lemah hingga sedang. Lontaran lava pijar dalam radius puncak.

    Baca: Sabtu pagi Gunung Ili Lewotolok dua kali meletus

    Saat terjadi letusan juga gunung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-700 meter di atas puncak kawah.

    Saat ini gunung api yang pernah erupsi pada akhir November 2021 lalu itu kini berada pada Status Level II atau waspada.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, serta wisatawan memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

    Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Selain itu, PVMBG mengimbau masyarakat di tiga desa di bawah kaki gunung tersebut, seperti Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar waspada ancaman bahaya dari Gunung Ili Lewotolok.

    Ancaman bahaya itu dapat berupa guguran atau longsoran lava dan awan panas bisa muncul sewaktu-waktu dari bagian timur puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.

    PVMBG juga mengimbau masyarakat selalu menggunakan masker saat berada diluar ruangan untuk menghindari gangguan pernafasan maupun gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Atasi Sampah dengan Kang Empos, Pemkot Bandung Bagikan 3.194 Alat Olah Sampah

    Atasi Sampah dengan Kang Empos, Pemkot Bandung Bagikan 3.194 Alat Olah Sampah

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana mengembangkan sistem pengolahan sampah Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    Kini,  Pemerintah kota Bandung telah membagikan 3.194 alat pengolah sampah yang dinamai Kang Empos tersebut.

    Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan pembagian ini untuk meningkatkan partisipasi warga dalam mengolah sampah organik.

    “Kang Empos ini akan diberikan kepada 20 persen penduduk per kelurahan dan hampir 90 persen barang tersebut telah diterima oleh masyarakat,” ungkap Ema seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: pengolahan sampah Kang Empos efektif kurangi sampah organik

    Lebih jauh Ema menjelaskan, pemerintah kota Bandung tak hanya memberikan sarana dan prasarana pengolahan sampah organik saja.

    Pemerintah kota Bandung juga memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pemanfaatan Kang Empos.

    Pemkot Bandung, lanjut Ema menyiapkan dana Rp31,9 miliar untuk memberikan bantuan alat pengolahan sampah organik Kang Empos dan sarana budi daya maggot di 151 kelurahan di Kota Bandung.

    Karena itu, Ema mengajak warga menangani sampah mulai dari sumber, dengan memilah sampah rumah tangga dan mengolah sampah organik.

    Baca: Pemerintah Kota Bandung juga kembangkan aplikasi BMW tuk atasi sampah

    Pemilahan sampah dari rumah ini penting dilakukan agar Kota Bandung bisa segera lepas dari status darurat sampah.

    “Karena sosialisasi dan edukasi sudah berjalan. Mari semua menjadi pejuang menyelamatkan kota dari sampah,” ujarnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi mengungkapkan pembagian 3.194 Kang Empos ditargetkan dapat mendukung pengolahan sekitar lima ton sampah organik per hari.

    Selain itu, sarana budi daya maggot yang ada di 151 kelurahan ditargetkan dapat mengolah hingga 151 ton sampah organik per hari.

    Baca: Mengenal teknologi pengolahan sampah Masaro 

    Menurutnya, jika hal ini dilakukan secara masif, maka akan mengurangi sampah organik sekitar 200-an ton.

    Ini sangat signifikan untuk membantu Pemerintah Kota Bandung dalam mengurangi sampah, yang 50 persen di antaranya tidak bisa dibuang ke TPA Sarimukti,” papar Dudy.

    Dengan begitu, sampah organik di Kota Bandung dapat berkurang signifikan.

    Karena itu Dudy berharap jumlah rumah tangga yang secara mandiri memilah sampah dan mengolah sampah organik semakin banyak.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Bak Kota Mati, Begini Kondisi Mal Blok M Sekarang

    Bak Kota Mati, Begini Kondisi Mal Blok M Sekarang

    7cloud.asia – Siapa yang tak mengenal Mal Blok M? Pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan ini dahulu sempat berjaya dan selalu dipadati pengunjung.

    Kini Mal Blok M yang merupakan salah satu mal terbesar di Jakarta Selatan itu bak kota mati.

    Tak ada lagi pedagang yang menawarkan dagangannya kepada pengunjung dengan pengeras suara. Tak ada lagi dentuman musik keras untuk menghibur para pengunjung Mal Blok Mal.

    Tak ada pula sales yang membagikan lembaran kertas promosi kepada para pengunjung yang berlalu lalang. Tak ada pula gemerlap lampu warna warni yang menghiasi Mal Blok M.

    Yang ada kini hanya beberapa orang saja berjalan dalam lorong sepi mal tersebut. Jumlahnya pun tak seberapa, dapat dihitung dengan jari.

    Baca: Membangun Jakarta menjadi kota yang lebih layak huni

    Sementara sebagian besar kios tampak tertutup rapat. Beberapa diantaranya ditempel selembar kertas yang tertulis: “Disewakan” atau “Dijual”.

    Kondisi ini tentu saja sangat kontras jika dibandingkan dengan 10 atau 8 tahun yang lalu. Di mana saat itu Mal Blok M bagaikan magnet bagi warga ibukota untuk berbelanja atau sekadar jalan-jalan.

    Apalagi saat tahun baru, liburan sekolah atau jelang lebaran. Situasi mal sangat padat dan rawan aksi pencopetan serta anak hilang.

    Para pembeli tampak sibuk memilih pakaian, sepatu yang saat itu sedang menjadi tren. Hampir semua kios menawarkan diskon untuk menarik minat pembeli.

    Jika pengunjung lelah, berbagai jenis makanan dan minuman tersedia dengan harga yang terjangkau.

    Baca:Hari kota sedunia, mencari cara membangun kota yang berkelanjutan

    Belum lagi arena bermain anak yang menawarkan berbagai jenis permainan. Seperti perosotan, mandi bola, skuter, permainan adu ketangkasan dan lain-lain.

    Kini situasi tersebut tinggallah kenangan yang entah dapat terulang kembali atau tidak, tergantung kepada kebijakan pemerintah, pengelola dan pedagang.

    Harapan untuk kembali seperti dulu memang tak mudah.Terlebih dengan maraknya toko online yang menjamur saat ini dengan menawarkan harga murah.

    Seperti yang diakui oleh Sandi, pedagang aksesoris ponsel yang masih bertahan. Selama hampir 20 tahun berdagang di Blok M baru beberapa tahun terakhir ini ia merasakan sepi pembeli.

    Omset yang ia peroleh maksimal hanya Rp 500 ribu sehari. “Nggak tentu sih mbak. Beberapa kali malah hanya dapat 100 ribu,” kata Sandi saat ditemui 7cloud.asia beberapa waktu lalu.

    Baca: Inilah 5 kota nyaman dikunjungi dan ditinggali di indonesia

    Kondisi ini ia rasakan sejak pandemi Covid19 melanda Indonesia tahun 2019. Padahal dahulu, sebelum pandemi Covid19, Sandi bisa memperoleh omset hingga Rp 2 juta per hari.

    “Kalau rata-rata selalu diatas Rp 1 juta, mbak. Dapat Rp 2 juta itu biasanya pas mau lebaran atau natal tuh,” jelasnya.

    Selanjutnya Sandi menjelaskan kondisi Mal Blok M sebenarnya sudah mulai sepi sebelum pandemi Covid19 melanda Indonesia, sekitar tahun 2017.

    Kemudian pandemi Covid19 yang membatasi orang untuk keluar rumah, membuat para pedagang yang terpaksa gulung tikar serta menutup kios mereka.

    Sulitnya kondisi ekonomi saat itu memaksa para pedagang untuk menyewakan bahkan menjual kiosnya.

    “Benar-benar parahnya ya pas Covid19. Beberapa kali malah nggak ada yang beli,” ungkap Sandi.

    Baca: Hari kota sedunia, memotret mimpi warga marginal kota

    Pasca pandemi Covid19, kondisi tak kunjung membaik. Menjamurnya toko online serta kebiasaan baru pembeli untuk belanja segala kebutuhan secara online membuat para pedagang Mal Blok M sulit bangkit.

    “Kan pandemi nggak bisa kemana-mana tuh. Jadi banyak (orang) yang belanja online. Sampe sekarang juga masih belanja online. Ya kami tentu saja sulit bersaing,” keluhnya

    Kondisi ini diperparah dengan adanya penataan transportasi yang menghilangkan bis metromini dan kopaja.

    Sebagai mal yang letaknya di bawah terminal Blok M ini, kerap menjadi tempat tongkrongan para calon penumpang.

    “Dulu (sebelum ditata) calon penumpang transitnya disini, ngumpulnya disini. Meski banyak yang lihat-lihat aja tapi ada juga yang beli. Kalau sekarang boro-boro mau beli. Yang lihat pun juga jarang,” jelas Sandi sambil tersenyum getir.

    Baca: 

    Namun, laki-laki berusia 46 tahun ini masih merasa beruntung karena bisa bertahan hingga kini.

    Kios sederhana yang ia miliki dan ia jaga sendiri itu menjadi saksi bisu masa jaya-nya Mal Blok M.  

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Cuaca Akhir Pekan, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta

    Cuaca Akhir Pekan, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai dengan petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat pada Minggu (03/12/2023) sore jelang malam hari.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari cuaca seluruh wilayah DKI Jakarta berawan tebal kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan ringan.    

    Pada siang hari hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Barat. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan dan Timur diperkirakan terjadi  hujan ringan.

    Cuaca berawan diperkirakan menyelimuti wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu.

    Suhu berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 70 hingga 90 persen.

    Selain wilayah Jakarta, potensi hujan lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia yaitu wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi.

    BMKG juga memperkirakan wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur berpeluang terjadi hujan lebat.

    Wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan juga diprediksi terjadi hujan lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi mengguyur wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BMKG menyebut sejumlah wilayah berpeluang dilanda angin kencang dengan kecepatan diatas 45 km/jam.

    Yaitu wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan. Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan.

    Sedangkan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat.

    Hujan badai juga berpeluang melanda wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi melanda wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya, Banjarmasin dan Kupang.

    Selain itu, BMKG memperkirakan hujan lebat mengguyur sejumlah perairan di Indonesia.

    Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, Laut Andaman, Selat Malaka, Selat Karimata, Laut China Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa berpeluang diguyur hujan lebat.

    Potensi hujan lebat juga terjadi Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Barat, Laut Sulawesi, Selat Makassar, dan Laut Halmahera.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini, 3 Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    Cuaca Hari Ini, 3 Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Hujan Pada Siang Hari

    7cloud.asia – Memasuki awal pekan, cuaca di tiga wilayah di DKI Jakarta yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Senin (04/12/2023) siang.

    Dilihat dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pagi hari cuaca seluruh wilayah DKI Jakarta berawan kecuali wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi hujan ringan.    

    Pada siang hari Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan diprediksi kembali mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada malam hari. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan pada malam hari.

    Suhu udara pada hari ini di Jakarta diperkirakan berada pada kisaran minimum 24 hingga 29 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berada pada kisaran 85-100 persen.

    Sementara untuk wilayah lainnya di Indonesia BMKG memperkirakan hujan lebat dengan curah hujan 50mm/hari mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi.

    Selain itu, hujan lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Kepu Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

    Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat dan Papua juga berpeluang terjadi hujan lebat.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG memperingatkan bencana hidrometeorologi yang kemungkinan terjadi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yaitu di wilayah Aceh, Sumatera Utara.

    Bencana seperti ini juga berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah.

    Selain itu, wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, juga berpeluang terjadi bencana hidometeorologi.

    Wilayah lainnya yang berpotensi terjadi bencana hidometeorologi adalah wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua.

    BMKG juga memprediksi hujan lebat di sejumlah perairan yaitu Samudra Hindia sebelah barat dan Utara Aceh, Laut Andaman, Selat Malaka.

    Hujan lebat juga diperkirakan terjadi di Selat Karimata, Laut China Selatan, Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Filipina, Selata Makassar dan Laut Arafuru.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Sushu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung serta suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya dan Kendari.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cegah Banjir, Kelurahan Malaka Jaya Bangun Resapan Air Bentuk Dadu

    Cegah Banjir, Kelurahan Malaka Jaya Bangun Resapan Air Bentuk Dadu

    7cloud.asia – Keberadaan sumur resapan memegang peran penting bagi ketersediaan air tanah di kota-kota besar yang padat bangunan.  

    Sumur resapan akan menangkap air hujan untuk kemudian diresapkan ke dalam tanah sehingga air tanah terjaga kelestariannya.

    Sumur resapan akan mengurangi intensitas genangan saat musim hujan dan menjaga persediaan air tanah saat musim kemarau. 

    Di Kota Jakarta kewajiban membangun sumur resapan diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 68 tahun 2005.

    Baca: Jakarta pilih kelola sampah dengan sistem RDF

    Dalam beleid itu disebutkan, perorangan dan badan hukum penanggung jawab bangunan yang menutup permukaan tanah; setiap pemohon dari pengguna sumur dalam wajib membuat sumur resapan.

    Kewajiban membangun sumur resapan juga berlaku pada setiap pemilik bangunan berkonstruksi pancang dan/atau memanfaatkan air tanah dalam yang lebih dari 40 m; setiap usaha industri yang memanfaatkan air tanah permukaan.

    Berbicara soal sumur resapan ini, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jakarta Timur bisa dijadikan percontohan.

    Saat ini kelurahan Malaka Jaya telah mempunyai sumur resapan di dua titik, yaitu di Rt 08/Rw 04 dan satu titik lainnya di Rt 13/Rw 05 Malaka Jaya.

    Baca: Sodetan Kali Ciliwung

    Namun sumur resapan ini berbeda dengan resapan sebelumnya yang hanya berukuran 1 x 2 meter dan tak bergerak airnya.

    “Sumur resapan ini berukuran seperti dadu, yaitu 1 m x 1 m ke bawah. Kemudian sumur itu dibor lagi dengan kedalaman 15 sampai 30 meter hingga bertemu pasir,” kata Ketua RT 08/RW 04, Malaka Jaya, Tauifik Supriadi, di acara “PLN Mendukung Malaka Jaya Bersama Tumbuh Maju Melalui Aksi Peduli Lingkungan RT 008/RW04” Minggu (3/12/2023) lalu. 

    Acara yang dihadiri Kelurahan Malaka Jaya Asiyanto, dan Ketua RW 04 Malaka
    Jaya, Sularto ini terlebih dulu diawali dengan jalan santai yang diikuti oleh ratusan warga Malaka Jaya.

    Sembari berjalan, warga juga memunguti sampah yang berserakan di
    sepanjang trotoar dengan plastik yang diberikan panitia.

    Baca: Banjir Kanal Timur yang seru

    Lebih lanjut Taufik menjelaskan, sumur resapan Malaka Jaya memiliki pipa ke bawah.

    Sehingga bila ada air masuk, air tersebut kemudian akan dibuang lagi ke dalam bumi sampai ketemu pasir melalui pipa paralon yang dilubangi sisi kanan kirinya.

    “Sehingga ini bukan hanya melulu untuk mencegah banjir ya, karena makin banyak sumur resapan, Insya Allah air tanah kita akan aman dan terjaga,,” ujar lelaki karyawan BPK yang menggagas acara ini.

    Sementara itu Kepala Kelurahan Malaka Jaya Asiyanto, menyambut baik aktivitas jalan santai dan peduli lingkungan yang melibatkan ratusan warga Malaka Jaya.

    Ia pun menyarankan agar aktivitas semacam ini rutin dilakukan demi kemajuan Malaka Jaya dan sekitarnya. Dalam kesempatan ini juga ditandatangani prasasti PLN Peduli Malaka Jaya.