Tag: lingkungan

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Hilangnya Keanekaragaman Hayati

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Hilangnya Keanekaragaman Hayati

    7cloud.asia – Masalah lingkungan terbesar yang dihadapi planet Bumi adalah hilangnya keanekaragaman hayati yang semakin cepat. 

    Pertumbuhan populasi dan konsumsi manusia dalam 50 tahun terakhir telah memicu perdagangan global dan urbanisasi yang mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati.

    Hilangnya keanekaragaman hayati ini dikarenakan manusia menggunakan lebih banyak sumber daya lingkungan daripada yang dapat diperoleh secara alami.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar: pemanasan global

    Hilangnya keanekaragaman hayati akibat kerusakan lingkungan antara lain disebutkan dalam laporan organisasi lingkungan dunia, WWF yang diterbitkan baru-baru ini.

    WWF menemukan bahwa jumlah populasi mamalia, ikan, burung, reptil, dan amfibi telah mengalami penurunan rata-rata sebesar 68% antara tahun 1970 dan 2016.

    Laporan tersebut mengaitkan hilangnya keanekaragaman hayati ini dengan berbagai faktor, terutama faktor lahan yakni perubahan pemanfaatan lahan.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar sering diipicu oleh kebijakan yang salah

    Hilangnya keanekaragaman hayati, khususnya disebabkan konversi habitat, seperti hutan, padang rumput, dan bakau, menjadi sistem pertanian atau perkebunan.

    Hewan seperti trenggiling, hiu, dan kuda laut sangat terkena dampak perdagangan satwa liar ilegal, dan trenggiling menjadi sangat terancam punah karenanya.

    Lebih luas, analisis terbaru menemukan bahwa kepunahan massal satwa liar keenam di Bumi semakin cepat.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar dipicu limbah makanan

    Lebih dari 500 spesies hewan darat berada di ambang kepunahan dan kemungkinan besar akan hilang dalam waktu 20 tahun; jumlah yang sama hilang sepanjang abad terakhir.

    Para ilmuwan mengatakan bahwa tanpa perusakan alam oleh manusia, laju kerusakan ini akan memakan waktu ribuan tahun.

    Membaca fakta ini mungkin bisa menyadarkan kita betapa cara kita mengonsumsi sangat berpengaruh pada kondisi lingkungan, termasuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

    Baca: Perkebunan monokultur jadi penyebab utama deforestasi

    Sumber: earth.org

  • Cuaca Panas Picu Demam Tifoid, Begini Cara Mencegahnya  

    Cuaca Panas Picu Demam Tifoid, Begini Cara Mencegahnya  

    7cloud.asia – Cuaca panas dan polusi udara kini tengah melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Kondisi ini dapat meningkatkan infeksi tifoid karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan.

    Demikian diungkapkan ketua pencegahan infeksi dan kontrol, Komite Kontrol Resistan Antimikroba RS Cipto Mangunkusumo, Dr.dr Ari Prayitno Sp. A (k) seperti yang dilansir Antaranews.

    “Tangan kita menyentuh sesuatu masuk ke mulut enggak cuci tangan atau cuci tangan enggak benar ditambah udara kering mempermudah kontaminasi dan penyebaran kuman sehingga infeksi lebih mudah masuk ke pencernaan,” jelas Ari.

    Baca: Malas gerak penyakit jantung mengintai

    Karena itu, ia meminta masyarakat agar lebih berhati-hati pada penyakit yang berkembang melalui transmisi udara dan kontaminasi pada makanan.

    Menurutnya, masyarakat Indonesia masih kurang membiasakan diri mencuci tangan. Akibatnya mempermudah kuman masuk ke makanan yang sudah terkontaminasi dari tangan yang kotor.

    Hal ini menyebabkan infeksi demam tifoid. “Jumlahnya nggak sedikit tapi banyak dan itu bisa menyebabkan penyakit demam tifoid lebih mudah menginfeksi,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

    Baca: Gerd beda dengan maag seperti ini penjelasan keduanya

    Lebih jauh Ari memaparkan demam tifoid banyak menyerang sistem pencernaan, sehingga jangan terkecoh tangan yang terlihat bersih dan jangan malas untuk menjaga kebersihan tangan dengan antiseptik atau cuci tangan dengan air bersih.

    Selain itu masyarakat juga perlu memperhatikan kontaminasi saluran tinja yang masuk pada saluran air yang dikonsumsi. Sebab, hal ini akan mempermudah menyebarnya kuman penyebab demam tifoid.

    Sebenarnya ada beberapa cara untuk menghindari demam tifoid. Yaitu dengan upaya memperbaiki kebersihan lingkungan dan menjaga kebersihan sanitasi agar bisa terhindar dari risiko tifoid yang menyebabkan komplikasi.

    Baca: Cacar monyet menyebar, masyarakat diminta waspada

    Sanitasi yang buruk harus diperbaiki, kekurangan air minum yang aman harus diperbaiki karena ini mempengaruhi higienitas dari hidup seseorang atau sekelompok orang,” papar Ari.

    Selain itu, pentingnya melakukan vaksinasi untuk demam tifoid juga perlu dilakukan terutama yang berada di daerah endemis agar terhindar dari beratnya gejala dan komplikasi.

    Vaksin diberikan pada anak usia 2 tahun dan diulang pada usia 3 tahun sebanyak 1 kali pemberian melalui tetes lewat mulut dan suntik dengan dua macam.

    Baca: Jangan anggap remeh nyeri pinggang

    Yaitu polusakarida untuk anak usia di atas 2 tahun dan conjugate untuk di bawah 2 tahun.

    Jika anak mengalami demam lebih dari satu minggu dan ada riwayat anggota keluarga di rumah mengalami demam tifoid, segera kunjungi fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    Peran Tanaman Hias dalam Mengatasi Cuaca Panas Ekstrem

    7cloud.asia – Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Mega Atria mengimbau masyarakat menanam tanaman hias untuk menghadapi cuaca panas ekstrem.

    “Tanaman merupakan komponen utama penyerap karbon dan berperan sebagai penyedia jasa lingkungan yang berfungsi sebagai penghasil udara segar, peneduh, penyerap debu dan polutan, penyubur tanah.

    “Tanaman juga mengikat air tanah, sehingga eksistensinya sangat penting untuk kehidupan manusia,” katanya di kampus UI Depok, Jumat (27/10/2023)..

    Ia mengatakan tumbuhan dan tanaman adalah salah satu organisme penyedia jasa ekosistem bagi manusia dan lingkungan.

    baca juga: dapatkah tanaman membersihkan udara dalam ruangan kita

    Menurutnya, beberapa tanaman hias berdaun yang cocok untuk ditanam di suhu panas, antara lain Palem Hias, Nanas Bromeliad, Sirih Gading, dan Lidah Buaya, yang juga berfungsi untuk menyerap debu.

    Mega mengimbau masyarakat menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan menyukai cahaya matahari.

    Tanaman hias kelompok Kaktus, Bougenvile, dan Kamboja memenuhi kriteria yang disebutkan Mega ini.. 

    Jenis non-tanaman hias yang juga bisa menjadi alternatif antara lain bambu dan jenis pohon peneduh dengan kanopi lebar dan dapat mengurangi efek suhu tinggi.

    baca juga: tanaman dalam ruangan yang bagus untuk lingkungan

    Ia berharap masyarakat bisa menyiapkan lahan untuk ditanami tumbuhan di hunian masing-masing. Kegiatan penanaman, lanjutnya, dapat dimulai dengan menanam aneka sayur dan buah untuk dikonsumsi sendiri.

    Dengan menerapkan konsep grow your own food, lanjutnya, masyarakat akan mampu mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.

    Jika memiliki lahan yang cukup luas, masyarakat juga bisa menanam pohon buah atau peneduh.

    “Karena jika lingkungan kita banyak pohon atau tanaman bunga, maka kita berperan juga dalam memastikan proses ekologi dan siklus jasa ekosistem tetap terjaga, tentunya kita juga yang mendapat keuntungan,” kata Mega.

    Baca: 8 Tanaman yang efektif menyerap polusi udara

    Umumnya cuaca ekstrem dengan suhu yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan flora. 

    Namun beberapa jenis tumbuhan  mampu beradaptasi dengan suhu tinggi, karena dapat mengurangi penguapan berlebihan, seperti tanaman hias dan tanaman obat.

    Tanaman-tanaman tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu menanggulangi dampak cuaca ekstrem seperti polusi udara dan rendahnya kelembapan udara yang dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

    Sumber: Antaranews

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Polusi Sampah Plastik

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Polusi Sampah Plastik

    7cloud.asia – Sampah palstik merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi penghuni planet Bumi hingga saat ini.

    Pada tahun 1950, dunia memproduksi lebih dari 2 juta ton plastik per tahun, dan sebagian besar di antaranya kini menjadi sampah plastik yang mencemari lingkungan.

    Lebih 50 tahun kemudian, atau pada tahun 2015, produksi tahunan ini membengkak menjadi 419 juta ton dan memperburuk polusi sampah plastik di lingkungan.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar, salah satunya pemanasan global

    Saat ini diperkirakan, negara-negara di seluruh dunia menghasilkan 300 juta ton sampah plastik setiap tahun yang dampaknya sangat signifikan bagi lingkungan.

    Sebuah laporan dari jurnal sains, Nature, menyebutkan bahwa saat ini, sekitar 14 juta ton sampah plastik masuk ke lautan setiap tahun.

    Selanjutnya sampah plastik ini merusak lingkungan dan habitat satwa liar dan hewan yang hidup di dalamnya.

    Baca: Mungkinkah dunia mencapai nol emisi pada 2050

    Penelitian tersebut menemukan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, krisis sampah plastik ini akan meningkat hingga 29 juta metrik ton per tahun pada tahun 2040.

    Jika kita memasukkan mikroplastik ke dalam krisis ini, jumlah kumulatif plastik di lautan dapat mencapai 600 juta ton pada tahun 2040.

    Yang mengejutkan, National Geographic menemukan bahwa 91% dari seluruh plastik yang pernah dibuat tidak didaur ulang.

    Baca: Unilever akan tingkatkan pemrosesan sampah plastik

    Hal ini tidak hanya mewakili salah satu masalah lingkungan terbesar dalam hidup kita, namun juga kegagalan pasar besar-besaran lainnya.

    Mengingat plastik membutuhkan waktu 400 tahun untuk terurai, maka akan memakan waktu beberapa generasi hingga plastik tersebut punah.

    Kita tidak tahu apa dampak polusi sampah plastik terhadap lingkungan dan planet Bumi dalam jangka panjang.

    Baca:  Memakai tumbler, langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan

    Tetapi dengan apa yang kita rasakan saat ini, cukup kiranya menjadi alasan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan plastik sekali pakai sehingga mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan. 

    Sumber: earth.org

  • Siapkan Payung, Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    Siapkan Payung, Hujan Ringan Berpotensi Mengguyur Wilayah Ini

    7cloud.asia – Meski sebagian besar wilayah di Indonesia cerah dan berawan pada Minggu (29/10/2023), namun ada beberapa wilayah yang diguyur hujan ringan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan delapan kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi terjadi hujan ringan.

    “Delapan kabupaten dan kota yang diprakirakan hujan ringan adalah Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu,” urai prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan BMKG Balikpapan, Iwan Munandar seperti yang dikuti Antaranews.

    Walaupun hujan ringan, namun ia mengimbau masyarakat setempat waspada terhadap dampaknya seperti akan terjadi genangan dan kemungkinan jalanan licin,.

    baca: jakarta hujan kualitas udara tak kunjung membaik

    Terutama pengendara sepeda motor yang tetap jalan karena hanya hujan ringan, padahal jalanan licin yang bisa menyebabkan terpeleset.

    Ia menjelaskan delapan daerah yang hujan ringan tersebut, antara lain di Kota Samarinda hanya terjadi pada Minggu pagi pukul 08.00 Wita di enam kecamatan yakni Sungai Pinang, Samarinda Ilir.

    Selain itu kecamatan Samarinda Kota, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, dan Sambutan, setelah itu cerah sampai Senin pagi.

    Di Kota Balikpapan, hujan ringan berpotensi terjadi pada Minggu sekira pukul 14.00 Wita di tiga kecamatan yakni Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan Barat, dan Balikpapan Utara.

    Pada pukul 17.00 Wita dan 20.00 Wita hujan ringan berpotensi mengguyur Kecamatan Balikpapan Kota.

    baca: hujan es di sragen 137 rumah rusak

    Di luar waktu tersebut, semua kecamatan di Balikpapan diprakirakan mengalami cerah hingga Senin pagi, kecuali Kecamatan Balikpapan Kota yang diprakirakan hujan ringan pada Senin sekira pukul 08.00 Wita.

    Di Kabupaten Kutai Barat, pada Minggu pukul 23.00 Wita hingga Senin pukul 05.00 Wita hujan ringan berpotensi terjadi hampir di semua kecamatan.

    Sedangkan Senin pagi sekitar pukul 08.00 Wita hujan ringan di tujuh kecamatan yakni Bentian Besar, Damai, Melak, Barong Tongkok, Nyuatan, Sekolaq Darat, dan Siluq Ngurai.

    “Kabupaten Mahakam Ulu pada Minggu pukul 17.00 Wita, hujan ringan di tiga kecamatan yakni Long Apari, Long Bagun, dan Long Pahangai. Minggu pukul 20.00 Wita hingga Senin pukul 05.00 Wita hujan ringan berpotensi terjadi di semua kecamatan,” jelas Iwan.

    baca: intensitas hujan tinggi waspada banjir dan longsor di wilayah ini

    Selanjutnya Iwan mengatakan dua daerah lainnya yakni Kota Bontang dan Kabupaten Berau diprakirakan cerah pada Minggu-Senin (29-30/10/2023).

    Meski cuaca cerah, BMKG mengingatkan agar saling menjaga dan tidak sembarangan membakar saat membuka atau mengelola lahan, sebab api dapat merambat ke lahan atau hutan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Limbah Pabrik Coklat Mencemari Aliran Irigasi Pertanian, Petani Mengeluh

    Limbah Pabrik Coklat Mencemari Aliran Irigasi Pertanian, Petani Mengeluh

    7cloud.asia – Limbah pabrik coklat PT. Federal Food Internusa mencemari aliran irigasi pertanian di Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Para petani mengeluhkan tingginya tingkat kontiminasi tersebut.

    Salah seorang petani sayur, M. Rohman (50), menjelaskan pencemaran limbah coklat ini sebenarnya sudah lama terjadi.

    “Soal pencemaran air limbah coklat ini memang sudah lama terjadi. Dan ini sudah kita keluhkan ke perusahaan, tapi tidak ada tanggapan. Selama ini saya terpaksa juga memanfaatkan air limbah ini karena di musim kemarau sudah tidak ada sumber air lagi yang bisa dimanfaatkan,” ucap salah satu petani sayur, M Rohman (50), dikutip Antaranews pada Sabtu (28/10/2023)

    baca: kali bekasi tercemar limbah ribuan warga krisis air bersih

    Menurutnya, lima tahun lalu dirinya pun sudah merasakan dampak dari pencemaran limbah pabrik tersebut.

    “Karena sejak saya garap lahan sayur ini pun sudah ada pencemaran. Apa lagi sekarang kan musim kemarau, dampak limbah itu semakin parah saja,” ucapnya.

    Pencemaran limbah ini tak hanya berdampak langsung pada lahan pertanian. Tetapi juga mengakibatkan pencemaran air galian warga yang berada di dekat aliran sungai setempat.

    “Memang air limbah ini kalau ke tumbuhan tidak mematikan. Tapi, kalau hasil panen atau kualitas sayur maupun padi itu jelek. Seperti saya tanam timun itu hasilnya tidak normal, biasanya panen satu kuintal sekarang hanya 50 kilogram saja. Terus, selain ke tumbuhan air galian untuk air bersih juga jadinya terdampak jadi bau,” paparnya.

    baca: krisis air bersih di muara angke warga harus siapkan rp400 ribu untuk beli air bersih

    Hal senada juga diungkapkan oleh Abdul Rosid (48), warga Talagasari, Cikupa. Menurutnya pencemaran limbah coklat tersebut telah membuat tidak nyaman warga sekitaran pabrik.

    Pasalnya, aliran limbah yang dibuang itu menimbulkan aroma bau dan tak sedap. “Iya bau, apalagi kalau siang hari terus kena sinar mata hari, makin parah aja baunya sampe menyengat,” ungkapnya.

    Rosid berharap agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menindaklanjuti keluhan warga atas pencemaran limbah tersebut.

    Dengan demikian warga yang tinggal di sekitar pabrik tersebut tidak terganggu dengan pencemaran limbah atau udara dari kegiatannya.

    baca: pdam mati picu krisis air bersih di kota makassar penjual air bersih dari sumur bor laris manis

    “Saya berharap pemerintah untuk menindak pabrik itu secepatnya. Karena kalau dibiarkan ini sangat membahayakan kesehatan kami,” ujar Rosid.

    Sementara itu, di lokasi pabrik pengelolaan coklat terlihat aliran irigasi di sekitarnya dipenuhi busa dengan berwarna hitam pekat.

    Bahkan, dari limbah tersebut mengandung bau tak sedap hingga mengganggu pernafasan.

    Kemudian, saat mencoba mengelilingi sekitar bangunan pabrik, terlihat juga adanya kandungan seperti minyak yang mengakibatkan rumput dan tumbuhan di sekitar irigasi mati.

    Reporter: Nurakhmayani

    .

  • BMKG: Suhu Hingga 37 Derajat Celsius Berpeluang Terjadi di Kota Ini

    BMKG: Suhu Hingga 37 Derajat Celsius Berpeluang Terjadi di Kota Ini

    7cloud.asia – Meski telah memasuki penghujung bulan Oktober, namun cuaca panas masih terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Salah satunya Kota Surabaya yang diperkirakan suhu udara mencapai 37 derajat celsius.

    Dilihat dari situsBadan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di kota pahlawan tersebut pada Senin (30/10/2023) seharian cerah.

    Suhu minimum 25 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 45 hingga 85 persen.

    Selain Surabaya, kota-kota lainnya juga bersuhu tinggi mencapai 35 derajat celsius, seperti Serang, Semarang dan Palembang.

    Sebagian besar kota-kota di Indonesia juga cerah dan berawan. Dengan suhu rata-rata antara 24 hingga 31 derajat celsius.

    baca: waspada dua kota ini panas hingga 36 derajat celsius

    Meski banyak kota yang cerah dan berawan, namun BMKG mengeluarkan peringatan dini. Hujan lebat dengan intensitas lebih dari 50mm per hari diprediksi akan mengguyur wilayah Aceh, Bengkulu, Jambi.

    Selain hujan lebat juga berpotensi mengguyur Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, dan Papua.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG juga mengingatkan bahaya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor didaerah tersebut.

    Tak hanya didaratan. Hujan dengan intensitas lebat di wilayah perairan berpotensi terjadi di beberpa perairan di Indonesia.

    baca: bmkg waspada suhu panas landa di kota ini

    Perairan Lhokseumawe, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan barat Aceh – barat Sibolga, Perairan utara Sabang, Perairan Riau, perairan Kepulauan Riau, Samudera Hindia barat Aceh, Laut Natuna berpeluang terjadi hujan lebat.

    Selain itu, Selat Karimata, Laut Cina Selatan bagian utara Kalimantan Barat, Samudera Pasifik utara Maluku Utara, Samudera Pasifik Utara Papua, Teluk Cendrawasih, Laut Seram, dan Laut Arafura juga diprediksi hujan lebat.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Deforestasi atau Penggundulan Hutan

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Deforestasi atau Penggundulan Hutan

    7cloud.asia – Deforestasi atau penggundulan hutan menjadi masalah lingkungan terbesar yang hingga 2023 ini belum sepenuhnya teratasi. 

    Seperti kita ketahui hutan dengan segala macam tumbuhan penyerap CO2 yang sangat efektif. Fauna di dalamnya adalah sumber kehidupan. Dan, Deforestasi menyebabkan kekayaan hayati hilang.

    Selain sebagai penyerap karbon, hutan juga membantu mencegah erosi tanah, karena akar pohon mengikat tanah dan mencegahnya hanyut, sehingga juga mencegah tanah longsor.

    Deforestasi atau penggundulan hutan juga bisa memicu berbagai masalah lingkungan seperti longsor dan pemenasan global. 

    Itu sebabnya para pakar terus berjuang untuk mengerem laju deforestasi, seperti dikutip earth.org.

    Baca: Pemanasan global, masalah lingkungan terbesar 2023

    Lantas seberapa parah deforestasi menyebabkan masalah lingkungan? Setiap jam, hutan seluas 300 lapangan sepak bola ditebang.

    Jika deforestasi ini dibiarkan, maka pada tahun 2030, planet Bumi mungkin hanya memiliki 10% hutan.

    Dalam jangka panjang, deforestasi akan mengakibatkan semua hutan tersebut akan musnah dalam waktu kurang dari 100 tahun.

    Tiga negara yang mengalami tingkat deforestasi tertinggi adalah Brasil, Republik Demokratik Kongo, dan Indonesia.

    Baca: Perkebunan monokultur disebut sebagai pemicu deforestasi

    Amazon, hutan hujan terbesar di dunia – yang terbentang seluas 6,9 juta kilometer persegi (2,72 juta mil persegi) dan mencakup sekitar 40% benua Amerika Selatan kini sedang terancam kelestariannya.

    Padahal hutan Amazon merupakan salah satu ekosistem yang paling beragam secara biologis dan merupakan rumah bagi sekitar tiga juta spesies tanaman dan binatang.

    Meskipun ada upaya untuk melindungi lahan hutan, deforestasi legal masih merajalela, dan sekitar sepertiga deforestasi tropis global terjadi di hutan Amazon di Brasil, yang mencapai 1,5 juta hektar setiap tahunnya.

    Dunia telah menebang 10 juta hektar pohon setiap tahunnya untuk menciptakan ruang bagi tanaman pangan dan peternakan, serta untuk memproduksi bahan-bahan seperti kertas.

    Baca: Indonesia dan Brasil disebut penyumbang deforestasi terbesar di dunia

    Pertanian dan perkebunan disebut sebagai pemicu utama penggundulan hutan, salah satu masalah lingkungan terbesar yang muncul dalam daftar ini.

    Lahan dibuka untuk beternak atau untuk menanam tanaman lain yang dijual, seperti kedelai di AS dan tebu/kelapa sawit di Indonesia.

     

  • Pencemaran Udara Kategori Bahaya, Pemprov Sumsel Lakukan Penyemprotan Ekoenzim

    Pencemaran Udara Kategori Bahaya, Pemprov Sumsel Lakukan Penyemprotan Ekoenzim

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Selatan melakukan penyemprotan ekoenzim untuk mengurangi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang.

    Kepala seksi (Kasi) Pengembangan Fasilitas Teknis DLH Provinsi Sumatera Selatan Sudarnoto, Senin mengatakan ISPU yang dikategorikan sebagai berbahaya di Kota Palembang.

    Ia menambahkan upaya mitigasi DLHP telah melakukan penyemprotan ekoenzim ke sebanyak 20 titik yang telah ditentukan.

    “Kami melakukan penyemprotan ekoenzim ini di 20 titik terdiri dari hotel, rumah sakit, dan perkantoran – perkantoran yang ada di kota ini,” katanya.

    baca: kabut asap pekat jam kerja asn berubah

    Ia menambahkan tindakan ini diambil sebagai respons terhadap tingginya tingkat pencemaran udara di Palembang, yang mencapai angka 310 pada ISPU.

    Dengan nilai ISPU yang melampaui ambang batas aman, tindakan ini menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan di wilayah ini.

    Ekoenzim dipilih sebagai solusi karena keberlanjutannya dalam mengurangi polusi udara.

    Ekoenzim adalah senyawa organik yang dihasilkan dari bahan-bahan alami dan memainkan peran penting dalam membersihkan dan mengurai zat-zat berbahaya di udara.

    baca: palembang diselimuti kabut asap jam sekolah berubah

    Pengurangan ISPU menjadi prioritas utama DLHP dan Pemerintah Kota Palembang, dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga kualitas udara yang lebih baik di kota ini.

    Tindakan penyemprotan ekoenzim ini diharapkan akan memberikan hasil yang signifikan dalam mengurangi tingkat pencemaran udara dan menjaga kelestarian lingkungan Kota Palembang.

    Sumber: Antaranews

  • Jumlah Kasus Cacar Monyet Bertambah, Terbanyak dari Jakarta  

    Jumlah Kasus Cacar Monyet Bertambah, Terbanyak dari Jakarta  

     

    7cloud.asia – Jumlah kasus cacar monyet terus bertambah di Indonesia. Terhitung hingga Selasa (31/10/2023), sebanyak 27 kasus terkonfirmasi cacar monyet.

    Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan terdapat tiga kasus baru yang berasal dari DKI Jakarta.

    “Seluruhnya menular melalui kontak seksual,” kata Maxi seperti dikutip Antaranews.

    Selanjutnya Maxi menjelaskan dari 27 kasus aktif tersebut, 22 diantaranya berdomisili di DKI Jakarta, empat kasus aktif di Banten, dan satu kasus aktif di Bandung.

    Usia penderita dari total kasus paling banyak berkisar antara 25 hingga 39 tahun sejumlah 42 persen.

    Sedangkan penderita yang berusia 18 hingga 24 tahun tercatat lebih rendah yakni sebanyak 12 persen.

    baca: who tetapkan penyakit cacar monyet sebagai darurat kesehatan sejak 2022 seperti ini kondisinya di indonesia

    Kemenkes, lanjut Maxi, kini tengah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi cacar monyet di Indonesia.

    Diantaranya melakukan surveilans dan vaksinasi terhadap populasi kunci berisiko yang berjumlah 477 sasaran sejak 23 Oktober.

    Selain itu, kemenkes juga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan komunikasi risiko untuk dapat meminimalisir penularan cacar monyet ke orang yang lebih banyak lagi.

    Kemenkes juga mengimbau masyarakat agar dapat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta berhubungan seks secara aman.

    Untuk menelusuri kasus cacar monyet, Maxi berharap adanya keterbukaan kelompok kunci berisiko terhadap petugas kesehatan.

    Hal ini sangat dibutuhkan agar penanganan kasus cacar monyet dapat dilakukan secara maksimal.

    baca: jumlah kasus cacar monyet terus meningkat ahli perkirakan bisa tembus 3600 kasus

    “Kami butuh sekali keterbukaan kelompok yang positif ini. Kalau mereka terbuka, kami akan sangat gampang sekali melakukan tracing,” ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, epidemiolog atau ahli dalam bidang investigasi pola dan penyebaran suatu penyakit, kasus cacar monyet akan terus bertambah hingga tembus 3600 kasus sampai akhir tahun.

    “Prediksi kita, setelah undang para epidemiolog, mereka lihat rate yang terjadi di Inggris lalu memperkirakan kasus kita dengan jumlah populasi kunci, itu bisa 3.600 orang kalau tidak dilakukan preventif dengan baik,” jelas Maxi.

    Karena itu perlu melakukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.

    Reporter: Nurakhmayani