Tag: banjir

  • La Nina Berpotensi Terjadi Hingga Maret 2025, Begini Dampaknya di Indonesia

    La Nina Berpotensi Terjadi Hingga Maret 2025, Begini Dampaknya di Indonesia

    7cloud.asia – Fenomena La Nina berpotensi muncul hingga Maret 2025 dan berdampak pada curah hujan yang tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) dalam laman resminya.

    “La Nina diperkirakan akan muncul pada bulan September-November (peluang 60%) dan diperkirakan akan bertahan hingga Januari-Maret 2025,” demikian NOAA dalam laman resminya.

    La Nina sendiri  merupakan kebalikan dari fenomena El Nino yaitu kondisi naiknya suhu permukaan laut yang dapat berakibat pada kekeringan ekstrem seperti yang terjadi di Indonesia pada tahun lalu.

    Baca: BMKG ajak masyarakat waspada potensi banjir

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), La Nina merupakan keadaan suhu permukaan laut (SPL) atau sea surface temperature (SST) di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dibandingkan suhu normalnya.

    Kondisi ini biasanya diikuti dengan berubahnya pola sirkulasi Walker (sirkulasi atmosfer arah timur barat yang terjadi di sekitar ekuator) di atmosfer yang berada di atasnya dan dapat mempengaruhi pola iklim dan cuaca global.

    Kondisi La Nina ini dapat berulang dalam beberapa tahun sekali dan setiap kejadian dapat bertahan sekitar beberapa bulan hingga dua tahun.

    Baca: Akibat pemanasan global, El Nino dan La Nina sulit diprediksi

    Sementara itu Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan dari data BMKG suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah cenderung mendingin dan hampir menyentuh batas La Nina.

    Kondisi ini terjadi selama Agustus hingga awal Oktober 2024. Ardhasena mengungkapkan suhu permukaan laut akan terus mendingin dan diperkirakan akan berlanjut hingga Maret 2025.

    “Fenomena La Nina terjadi di Samudra Pasifik, tapi akan berdampak secara global, termasuk di Indonesia,” kata Ardhasena seperti yang dilansir Kompas.com.

    Baca: Transisi cepat El Nino ke La Nina memicu musim badai

    La Nina memberikan dampak yang beragam di wilayah Indonesia, terutama dampak terhadap curah hujan bulanan dan musiman. 

    Jika terjadi pada bulan Juni-Juli-Agustus (JJA), La Niña menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Kemudian jika terjadi pada bulan September-Oktober-November (SON), La Niña berpengaruh pada meningkatnya curah hujan di wilayah tengah hingga timur Indonesia.

    Sedangkan pada Desember-Januari-Februari (DJF), dan Maret-April-Mei (MAM), La Niña berpengaruh pada meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

    Baca: Indonesia harus bersiap dengan fenomena La Nina

    Peningkatan curah hujan saat La Niña umumnya berkisar 20-40% lebih tinggi dibandingkan curah hujan saat tahun Netral. Namun, terdapat juga beberapa wilayah yang mengalami peningkatan curah hujan lebih dari 40%.

    Pada periode puncak musim hujan (DJF), La Nina tidak memberikan dampak peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan barat sebagai akibat interaksinya dengan sistem monsun.

    Dengan adanya fenomena La Nina ini, peningkatan curah hujan berpotensi menimbulkan banyak bencana hidrometeorologi, air dan atmosfer. Misalnya banjir, longsor, angin putting beliung, dan lain-lain.

  • Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Spanyol Mencapai 95 Orang, Diperkirakan Masih Akan Bertambah

    Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Spanyol Mencapai 95 Orang, Diperkirakan Masih Akan Bertambah

    7cloud.asia – Setidaknya 95 orang tewas dalam banjir bandang yang melanda Spanyol pada Rabu (29/10/2024).

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (30/10/2024), pemerintah setempat menyebut bahwa banjir terbesar dalam sejarah modern Spanyol ini terjadi setelah hujan lebat melanda wilayah timur Valencia. Banjir menyapu jembatan dan bangunan.

    Ahli meteorologi mengatakan curah hujan yang biasanya tercurah selama satu tahun telah turun dalam delapan jam di beberapa bagian Valencia pada hari Selasa (29/10/2024).

    Banjir menyebabkan kendaraan-kendaran tidak bisa bergerak di jalan-jalan raya dan menenggelamkan lahan-lahan pertanian di wilayah yang menghasilkan dua pertiga produksi buah jeruk yang ditanam di Spanyol.

    Dilansir VOA Indonesia, Spanyol selama ini memang dikenal sebagai eksportir jeruk terkemuka di dunia. 

    Penduduk di daerah-daerah yang terdampak paling parah menggambarkan bagaimana mereka melihat orang-orang memanjat ke atap mobil ketika air berwarna coklat mengalir deras melalui jalan-jalan.

     

    Baca: WMO ingatkan pemanasan global memicu bencana ekologi

    Aliran air menumbangkan pohon-pohon dan menyeret bongkahan-bongkahan besar dari bangunan-bangunan.

    “Itu adalah sungai yang mengalir,” kata Denis Hlavaty menggambarkan kondisi banjir. Ia menunggu bantuan penyelamatan di sebuah pompa bensin tempat dia bekerja di ibu kota daerah itu. “Pintunya roboh dan saya bermalam di sana, dikelilingi air sedalam 2 meter.”

    Menteri Pertahanan Margarita Robles mengatakan kepada stasiun radio Cadena Ser bahwa unit militer yang khusus melakukan operasi penyelamatan pada hari Kamis (31/10/2024) akan mulai menyisir lumpur dan puing-puing dengan anjing pelacak di daerah yang paling parah terdampak.

    Ketika ditanya apakah jumlah korban kemungkinan akan meningkat, dia berkata: “Sayangnya kami tidak optimistis.” Tim-tim penyelamat membawa 50 truk kontainer penampung mayat.

    Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berjanji untuk membangun kembali infrastruktur yang telah hancur dan mengatakan dalam pidatonya di televisi:

    “Bagi mereka yang saat ini masih mencari orang yang mereka cintai, seluruh Spanyol menangis bersama Anda.”

    Rekaman yang diambil oleh layanan darurat dari helikopter menunjukkan jembatan-jembatan runtuh dan mobil-mobil serta truk bertumpuk di jalan raya di antara ladang-ladang yang terendam banjir di luar kota Valencia.

     

    Baca: Pemanasan global memicu masalah serius bagi lingkungan

    Layanan kereta ke kota Madrid dan Barcelona dibatalkan karena banjir, sementara sekolah serta layanan-layanan penting lainnya ditangguhkan di daerah yang paling parah terdampak banjir, kata para pejabat.

    Perusahaan listrik i-DE, yang dimiliki oleh perusahaan utilitas terbesar di Eropa, Iberdrola, mengatakan sekitar 150.000 klien di Valencia tidak mendapat aliran listrik.

    Layanan darurat di wilayah tersebut mendesak warga untuk menghindari semua perjalanan darat dan mengikuti saran pemerintah lebih lanjut.

    Beberapa wilayah Valencia seperti Kota Turis, Chiva atau Bunol mencatat curah hujan lebih dari 400 mm, sehingga badan cuaca negara bagian AEMET mengumumkan peringatan merah pada hari Selasa (29/10/2024).

    Warnanya diturunkan menjadi kuning pada Rabu (30/10/2024) saat hujan mulai mereda.

    Banjir juga terjadi di bagian lain negara itu, termasuk wilayah selatan Andalusia, dan para peramal cuaca memperingatkan akan adanya cuaca buruk yang lebih besar di masa depan karena badai bergerak ke arah timur laut. (Sumber: VOA Indonesia)

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob Berpotensi Melanda Beberapa Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob Berpotensi Melanda Beberapa Wilayah

    7cloud.asia – Banjir rob akibat tingginya gelombang laut berpotensi menerjang beberapa wilayah, termasuk Jakarta pada Minggu (03/11/2024).

    Berdasarkan akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang air laut diperkirakan berkisar antara 0,5 meter  hingga 2 meter.

    Akibatnya beberapa wilayah berpotensi dilanda banjir rob yaitu pesisir barat dan selatan Banten, pesisir Jakarta, pesisir Surabaya pelabuhan, pesisir Surabaya barat, pesisir Balikpapan barat, pesisisr Balikpapan timur, pesisisr Kota Padang dan pesisir Lampung.

    Selain banjir rob, BMKG mengajak warga untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin putting beliung karena sebagian besar kota diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Palembang, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari, Ternate, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Manokwari.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Denpasar. Dan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Lampung.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Mamuju dan Makassar.

    Untuk seluruh wilayah DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu, pada pagi hari diperkirakan berawan. Hujan disertai petir berpeluang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Kemudian pada siang hingga sore hari hujan disertai petir berpotensi melanda seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Pada malam hari, hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Hanya wilayah Kepulauan Seribu yang berpotensi terjadi hujan disertai petir pada malam hari.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 52 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Jayawijaya. Suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Bengkulu, Denpasar, Kupang dan Kendari.

     

  • WMO Sebut Banjir Spanyol sebagai Contoh Bencana Cuaca Ekstrem Global

    WMO Sebut Banjir Spanyol sebagai Contoh Bencana Cuaca Ekstrem Global

    7cloud.asia – Badan cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (WMO) pada Jumat (1/11/2024) menyatakan banjir bandang di Spanyol merupakan salah satu dari banyak bencana cuaca ekstrem yang terjadi secara global.

    Banjir bandang di Spanyol ini dilaporkan telah merenggut lebih dari 158 nyawa, dan memporak-porandakan Valencia selatan

    Dalam konferensi pers PBB, juru bicara WMO, Clare Nullis mengatakan bahwa pada tahun 2024 ini, hampir setiap minggu dunia menyaksikan peristiwa menyesakkan seperti ini.

    “Hujan deras yang memecahkan rekor dan banjir bandang yang melanda Spanyol, menyebabkan puluhan korban jiwa, gangguan besar, dan kerugian ekonomi yang masif,” ujarnya.

    Banjir Spanyol ini, ujarnya, adalah rangkaian terbaru dari bencana banjir yang menghantam masyarakat di seluruh dunia.

    Baca: Banjir bandang terburuk dalam sejarah Spanyol modern

    Dia menambahkan, dunia sedang menghadapi masalah iklim yang terus meningkat, baik karena kelebihan air maupun kekurangan air.

    Ia menyebutkan bahwa setiap kenaikan suhu udara 1°C dapat meningkatkan kapasitas udara jenuh untuk menampung uap air sebesar 7 persen seiring dengan pemanasan iklim global.

    Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) melaporkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir dan kekeringan telah menjadi lebih mungkin dan semakin parah.

    Peristiwa-peristiwa itu bisa terjadi akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia terkait dengan polusi atau lingkungan, kata juru bicara WMO tersebut.

    “Badai parah serupa telah terjadi di cekungan Mediterania di masa lalu, menunjukkan kerentanan kawasan tersebut terhadap peristiwa semacam itu,” ujar Nullis.

    Badai hebat di Spanyol mengakibatkan curah hujan setara dengan jumlah hujan setahun hanya dalam beberapa jam

    Baca: WMO sudah mengingatkan pemanasan global akan memicu bencana meteorologi

    Hujan deras ini menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir bandang di wilayah Valencia, Spanyol. Jalan-jalan dengan cepat berubah menjadi sungai yang berarus deras.

    Kepala pemantauan iklim WMO, Omar Baddour, mengatakan dalam konferensi pers yang sama: bahwa cekungan Mediterania rentan terhadap badai parah dan siklon berat sepanjang tahun, terutama pada akhir musim panas.

    Kedatangan udara dingin berdampak pada wilayah kecil di atas Spanyol, Portugal, Maroko Utara, dan Prancis.

    Kondisi ini menciptakan ketidakstabilan atmosfer dalam istilah meteorologi, yang menyebabkan awan besar dan hujan deras di lokasi yang sangat terbatas.

    “Fenomena ini luas terjadi di kawasan Mediterania. Banyak badai parah seperti ini terjadi pada masa lalu.” imbuhnya.

    Pemerintah Spanyol telah menyatakan tiga hari masa berkabung nasional atas bencana banjir bandang ini. (Sumber: Antaranews/Anadolu)

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob di Beberapa Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir Rob di Beberapa Wilayah

    7cloud.asia – Banjir rob akibat tingginya gelombang laut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada Jumat (08/11/2024). Masyarakat diimbau waspada.

    Selain itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan banjir rob terjadi di pesisir utara Banten, pesisir utara Jakarta. pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Kalimantan Barat dan pesisir Balikpapan timur. Tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.  

    Selain banjir rob, dalam akun youtube resminya BMKG memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Lampung, Serang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Samarinda, Banjarmasin.

    Kota Gorontalo, Manado, Palu, Ternate, Sorong, Ambon, Nabire, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke juga diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Pekanbaru, Mamuju, Makassar, Kendari dan Jayapura. Sedangkan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguur Kota Tanjung Selor.

    Kemudian hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pontianak dan Palangkaraya.

    Sementara itu untuk seluruh wilayah Jakarta, BMKG memprediksi cuaca cerah berawan pada pagi dan malam hari. Peluang hujan hanya terjadi pada siang hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. 

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir rob, banjir bandang, tanah longsor yang akan terjadi.    

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 58 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Jayawijaya, sedangkan suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan warga yang berada di Kota Mataram dan Gorontalo.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Banjir Rob Mengintai Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Banjir Rob Mengintai Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi banjir rob yang akan terjadi di sejumlah wilayah pada Sabtu (16/11/2024).

    Dalam akun youtube resminya, BMKG menyebut banjir rob berpotensi terjadi akibat gelombang tinggi antara 0,5 hingga 2,5 meter. Selain itu adanya potensi tinggi gelombang yang mencapai 4 meter di Samudera Pasifik Utara Maluku.

    Banjir rob berpotensi terjadi di pesisir Kepulauan Riau, Pesisir Sumatera Barat, Pesisir Lampung, Pesisir Banten, Pesisir Jakarta, Pesisir Jawa Timur, Pesisir Nusa Tenggara Timur, Pesisir Kalimantan Timur dan Pesisir Papua.

    Baca: Peringatan dini BMKG, waspada banjir di sejumlah wilayah

    Sementara itu mayoritas kota di Indonesia diperkirakan hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir. Hujan berintensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Jambi, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram.

    Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayawijaya.  

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kota Padang, Tanjung Pinang, Banjarmasin, Manado, Nabire dan Merauke. Sementara hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di Kota Medan.

    Untuk DKI Jakarta, potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur apada pagi hari. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan.

    Baca: Memasuki musim hujan, BMKG ajak masyarakat waspada banjir

    Kemudian pada siang hari, seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan hujan dengan intensitas ringan. Malam harinya hampir seluruh wilayah Jakarta diperkirakan hujan berintensitas ringan. Hanya wilayah Jakarta Pusat yang diperkirakan berawan.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai hujan disertai petir yang berpoteni terjadi di Kota Pekanbaru, Pangkal Pinang, Palembang, Lampung, Mamuju, Bengkulu, Bandung dan Denpasar.

    Suhu udara di Indonesia rata-rata antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 41 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diprediksi akan terjadi di Kota Jayawijaya sementara suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Denpasar.

  • BMKG: Waspada, La Nina Hingga April 2025 Bisa Picu Bencana Hidrometeorologi

    BMKG: Waspada, La Nina Hingga April 2025 Bisa Picu Bencana Hidrometeorologi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina akan terus berlangsung hingga April 2025. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta, Jumat (22/11/2024) menjelaskan fenomena La Nina ini mengakibatkan potensi penambahan curah hujan antara 20 hingga 40 persen.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapinya karena fenomena ini dapat berdampak signifikan pada kondisi cuaca. Utamanya bagi masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan, lereng-lereng gunung, dataran tinggi, juga sepanjang bantaran sungai,” ungkap Dwikorita.

    Baca: BMKG ajak masyarakat waspada bencana hingga Desember 2025

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan fenomena La Nina ini berpotensi mengakibatkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.

    Termasuk, lanjut dia, bencana banjir lahar hujan yang berpotensi terjadi ketika air hujan bercampur dengan material vulkanik dari gunung berapi.

    Lahar hujan ini berupa pasir, abu, dan bebatuan serta kayu atau pohon yang terjadi terutama untuk gunung api yang saat ini sedang atau baru saja mengalami erupsi.

    Karena itu, Dwikorita mengajak seluruh komponen baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat agar mewaspadai dan melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi.

    Baca: Awas bencana hidrometeorologi di musim hujan

    Fenomena La Nina merupakan fenomena anomali iklim global yang diakibatkan oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mendingin, lebih dingin dibandingkan biasanya.

    Fenomena ini berlangsung mulai November atau akhir tahun 2024 hingga setidaknya Maret atau April 2025. Dwikorita menjelaskan ada dua faktor utama yang mempengaruhi cuaca dan iklim di Indonesia pada tahun 2025.

    Pertama, adanya penyimpangan suhu muka laut di Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan perairan Indonesia.

    Penyimpangan suhu di wilayah ini berhubungan erat dengan fenomena La Nina Lemah, yang berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan di Indonesia.

    Kedua, adanya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga mempengaruhi distribusi hujan di wilayah Indonesia.

    Baca: BMKG keluarkan peringatan dini banjir di sejumlah wilayah

     

    Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan lautan, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia pada 2025 akan mengalami curah hujan tahunan dalam kategori normal, dengan jumlah berkisar antara 1.000 hingga 5.000 mm per tahun.

    Sebanyak 67% wilayah Indonesia diprediksi akan menerima curah hujan lebih dari 2.500 mm per tahun (kategori tinggi), meliputi sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan.

    Selain itu wilayah Bangka Belitung, Lampung bagian utara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta sebagian besar wilayah Papua juga akan menerima curah hujan yang tinggi.

    Sementara itu, 15% wilayah diprediksi mengalami curah hujan di atas normal, termasuk sebagian kecil Sumatera, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Maluku, dan Papua bagian tengah.

    Di sisi lain, 1% wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan di bawah normal, seperti di Sumatera Selatan bagian barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.

     

  • Atasi Banjir, BPBD Kabupaten Bandung Terapkan Status Tanggap Darurat Selama 2 Pekan

    Atasi Banjir, BPBD Kabupaten Bandung Terapkan Status Tanggap Darurat Selama 2 Pekan

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat banjir sejak 22 November hingga 6 Desember 2024, menyusul banjir yang melanda delapan kecamatan di wilayah itu.

    Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan Surat Keputusan Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Bandung dengan Nomor 300.2.1/KEP.682-BPBD/2024 terhitung mulai tanggal 23 November s.d. 6 Desember 2024.

    Cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan serta rusaknya lingkungan menjadi pemicu banjir besar yang terjadi sejak Kamis (21/11/2024) dan menyebabkan debit air Sungai Citarum meningkat dan meluap ke permukiman warga.

    Hingga Senin (25/11/2024) sore, banjir masih menggenangi sedikitnya delapan desa di Kabupaten Bandung.

    Desa terdampak antara lain Desa Bojongsari, Bojongsoang, Tegaluar, Dayeuhkolot, Citereup, Rancamanyar, Sukamukti, dan Desa Sumbersari. Ketinggian muka air bervariasi antara 30-150 meter.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat jumlah warga terdampak akibat kejadian ini sebanyak 3.976 Kepala Keluarga (KK) atau 11.082 jiwa.

    Baca: Banjir bandang di Sibolangit tewaskan 4 warga

    Sedikitnya 236 KK atau 707 jiwa terpaksa mengungsi di 10 titik pengungsian berupa masjid, sekolah, dan kantor desa terdekat.

    Berdasarkan informasi dari Badan SAR Kabupaten Bandung, tim pencarian dan pertolongan masih melakukan pencarian satu warga yang diduga hilang terseret arus.

    Hasil kaji cepat sementara melaporkan kerugian materil yaitu 1.169 unit rumah terendam benjir, tiga unit rumah rusak berat, dua unit fasilitas ibadah terdampak, dan satu unit gudang terdampak.

    Pemerintah daerah setempat mengupayakan percepatan penanganan darurat ini dengan upaya penyedotan genangan. Meskipun demikian, rencana ini akan dilaksanakan dengan melihat perkembangan cuaca.

    Dilansir Antaranews.com, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska mengatakan penetapan status tanggap darurat ini untuk mempercepat penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.

    “Kami menetapkan status tanggap darurat untuk pemulihan lebih cepat, termasuk evakuasi, pembersihan lumpur, sampah, dan perbaikan infrastruktur yang rusak,” kata Uka di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/11/2024).

    Baca: Banjir bandang landa 4 kabupaten di Sumatera Barat

    Menurut dia, status tanggap darurat tersebut memungkinkan pemerintah menggunakan Dana Tidak Terduga (BTT) untuk membantu pemulihan lebih cepat.

    Uka menyebut hingga saat ini terdapat delapan kecamatan yang masih terendam banjir, antara lain Kecamatan Bojongsoang, Dayeuhkolot, Pameungpeuk, Baleendah, Katapang, Ciparay, Pacet, dan Majalaya.

    Dia mengungkapkan pihaknya telah mendirikan posko tanggap darurat untuk penyediaan logistik dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak.

    “Kami mendirikan tenda di kawasan Taman Air Bojongsoang untuk warga terdampak banjir Dayeuhkolot dan sekitarnya,” kata dia.

    Hingga kini, kata dia, BPBD Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 2.014 rumah terendam dengan 12.250 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut.

    “Kami masih menerjunkan personel ke lapangan untuk melakukan asesmen agar memastikan jumlah rumah yang terendam dan data korban terdampak secara valid,” kata Uka.

    Baca: Perubahan iklim picu cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Selain mendirikan tenda pengungsian, lanjutnya, BPBD juga memberikan bantuan berupa sembako, beras, terpal, serta alat kebersihan untuk para pengungsi.

    Dia berharap adanya solidaritas dari berbagai pihak, seperti bantuan makanan dan tenda pengungsian, agar dapat meringankan beban pengungsi menyusul keterbatasan logistik dari BPBD.

    “Logistik dari BPBD sudah mulai menipis, sehingga kami terus berupaya mencari bantuan tambahan dari pihak-pihak lain untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi,” kata Uka.

    Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kabupaten Bandung Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa hari kedepan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga Kabupaten Bandung untuk waspada saat memasuki musim penghujan saat ini. Selain banjir, Kabupaten Bandung Barat turut berpotensi bencana hidrometeorologi basah seperti tanah longsor dan angin kencang.

    Sebagai langkah mitigasi, warga dapat memeriksa kondisi rumah seperti rangka atap dan memastikan tidak ada rekahan pada tembok, serta memangkas dahan pohon yang sudah terlalu tinggi.

    Untuk warga yang bermukim di wilayah tebing, BNPB mengimbau untuk selalu waspada jika turun hujan deras lebih dari satu jam. Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi tanah longsor.

  • Spanyol Kenalkan Kebijakan Cuti Iklim Berbayar Pasca Banjir yang Menewaskan 230 Orang

    Spanyol Kenalkan Kebijakan Cuti Iklim Berbayar Pasca Banjir yang Menewaskan 230 Orang

    7cloud.asia – Pemerintah Spanyol, Kamis (28/11/2024) menyetujui kebijakan “cuti iklim berbayar” hingga empat hari bagi para pekerja untuk menghindari perjalanan selama keadaan darurat cuaca.

    Kebijakan “cuti iklim berbayar” ini dirilis sebulan setelah banjir bandang yang menewaskan 230 orang di Sevilla Selatan, Spanyol.

    Langkah ini diambil setelah sejumlah perusahaan dikritik karena memerintahkan karyawan untuk tetap bekerja meskipun Badan Cuaca Nasional telah mengeluarkan peringatan merah saat bencana pada 29 Oktober lalu.

    Perusahaan-perusahaan tersebut mengklaim bahwa otoritas Spanyol gagal memberikan informasi yang memadai terkait badai tersebut.

    Pemerintah Sanyol juga dinilai terlalu lambat dalam mengirimkan peringatan melalui telepon terkait salah satu banjir paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Eropa itu.

    Kebijakan baru ini bertujuan untuk “mengatur sesuai dengan keadaan darurat iklim” sehingga “tidak ada pekerja yang harus mengambil risiko,” kata Menteri Tenaga Kerja Yolanda Diaz kepada penyiar publik RTVE.

    Jika otoritas darurat mengeluarkan peringatan bahaya, “Pekerja harus menahan diri untuk tidak pergi bekerja,” tambah Diaz.

    Pekerja juga bisa menggunakan mekanisme pengurangan jam kerja setelah periode empat hari tersebut, yang sudah berlaku untuk keadaan darurat lainnya, menurut pemerintah.

    Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo memperingatkan bahwa biaya dampak cuaca ekstrem bisa meningkat dua kali lipat pada 2050.

    Pemerintah Spanyol juga mengonfirmasi bantuan baru senilai 2,3 miliar euro untuk korban banjir.

    Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia memicu peningkatan durasi, frekuensi, dan intensitas berbagai bencana alam.

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Tanah Longsor di Jawa Barat, 3 Orang Meninggal

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Tanah Longsor di Jawa Barat, 3 Orang Meninggal

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat sejak Selasa hingga Rabu (3-4/12/2024) ini telah menyebabkan berbagai kejadian bencana di beberapa titik di Jawa Barat.

    Cuaca ekstrem yang ditandai intensitas hujan yang tinggi memicu banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di Sukabumi dan Cianjur.

    Keterangan BNPB yang diterima Rabu (4/12/2024) menyebut, tanah longsor terjadi di 14 titik dengan dampak terbesar di Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, dan Warungkiara.

    BPBD Kabupaten Sukabumi telah melakukan evakuasi, sejumlah titik kritis menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan warga.

    Laporan yang diterima BNPB satu orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Sebanyak 243 jiwa tercatat sebagai korban yang terdampak, dengan 46 KK (96 jiwa) mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

    Sementara itu, tujuh KK (19 jiwa) lainnya masih terancam di wilayah yang rawan longsor dan banjir.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem beberapa pekan ke depan

    Hingga saat ini tercatat 36 unit rumah rusak ringan, tiga unit rumah rusak sedang, dan satu unit rumah rusak berat akibat tanah longsor dan banjir. Selain itu, enam fasilitas umum (fasum) seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan atau terputus.

    Wilayah terdampak sebanyak 22 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dengan kerusakan yang bervariasi. Kecamatan yang paling parah terdampak antara lain Ciemas, Palabuhanratu, dan Simpenan.

    Banjir dan longsor terjadi hampir di setiap kecamatan, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya dianggap aman.

    Di Kecamatan Ciemas, satu desa, yaitu Desa Rato, mengalami kerusakan yang signifikan akibat longsor yang menimbun rumah-rumah warga.

    Di Kecamatan Simpenan, dua desa, Sangrawayang dan Loji, mengalami longsor yang mengancam pemukiman warga. Desa lainnya yang juga terdampak antara lain Desa Tegallega di Kecamatan Cidolog, Desa Ciengang di Kecamatan Gegerbitung, serta Desa Sirnaresmi di Kecamatan Cisolok.

    Di Kecamatan Warungkiara, dua desa yakni Hegarmamah dan Ubrug juga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang terjadi secara bersamaan.

    Baca: Kenaikan suhu global membuat bencana akan lebih sering terjadi

    Beberapa kecamatan lain yang terdampak bencana ini termasuk Lengkong, Cikembar, Bantargadung, dan Sukaraja, yang sebagian besar terendam air.

    Selain itu, beberapa desa di Kecamatan Sukalarang, Cicurug, dan Curugkembar turut terimbas, meskipun dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

    Kejadian tanah longsor juga menimpa sebuah rumah di Desa Talagasari, kecamatan Sindangbarang, Cianjur pada Selasa (3/12/2024).

    Longsor terjadi setelah hujan deras turun dengan durasi cukup lama di wilayah tersebut, sehingga akibatkan tebing di belakang rumah tersebut longsor dan menimpa satu keluarga yang ada di dalam rumah.

    Dua orang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun longsor dan material rumah, yakni atas nama Yusma 26 tahun dan Aqila usia 1 tahun. Sementara itu satu orang atas nama Hilman alami luka dilarikan ke rumah sakit terdekat.

    BNPB mengimbau agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan mengingat saat ini sejumlah daerah memasuki musim hujan.

    Bagi warga yang tinggal di wilayah tebing dan bukit agar waspada jika hujan dengan itensitas tinggi terus terjadi.