Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Tanah Longsor di Jawa Barat, 3 Orang Meninggal

Written by

in

7cloud.asia – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat sejak Selasa hingga Rabu (3-4/12/2024) ini telah menyebabkan berbagai kejadian bencana di beberapa titik di Jawa Barat.

Cuaca ekstrem yang ditandai intensitas hujan yang tinggi memicu banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di Sukabumi dan Cianjur.

Keterangan BNPB yang diterima Rabu (4/12/2024) menyebut, tanah longsor terjadi di 14 titik dengan dampak terbesar di Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, dan Warungkiara.

BPBD Kabupaten Sukabumi telah melakukan evakuasi, sejumlah titik kritis menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan warga.

Laporan yang diterima BNPB satu orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Sebanyak 243 jiwa tercatat sebagai korban yang terdampak, dengan 46 KK (96 jiwa) mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

Sementara itu, tujuh KK (19 jiwa) lainnya masih terancam di wilayah yang rawan longsor dan banjir.

Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem beberapa pekan ke depan

Hingga saat ini tercatat 36 unit rumah rusak ringan, tiga unit rumah rusak sedang, dan satu unit rumah rusak berat akibat tanah longsor dan banjir. Selain itu, enam fasilitas umum (fasum) seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan atau terputus.

Wilayah terdampak sebanyak 22 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dengan kerusakan yang bervariasi. Kecamatan yang paling parah terdampak antara lain Ciemas, Palabuhanratu, dan Simpenan.

Banjir dan longsor terjadi hampir di setiap kecamatan, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya dianggap aman.

Di Kecamatan Ciemas, satu desa, yaitu Desa Rato, mengalami kerusakan yang signifikan akibat longsor yang menimbun rumah-rumah warga.

Di Kecamatan Simpenan, dua desa, Sangrawayang dan Loji, mengalami longsor yang mengancam pemukiman warga. Desa lainnya yang juga terdampak antara lain Desa Tegallega di Kecamatan Cidolog, Desa Ciengang di Kecamatan Gegerbitung, serta Desa Sirnaresmi di Kecamatan Cisolok.

Di Kecamatan Warungkiara, dua desa yakni Hegarmamah dan Ubrug juga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang terjadi secara bersamaan.

Baca: Kenaikan suhu global membuat bencana akan lebih sering terjadi

Beberapa kecamatan lain yang terdampak bencana ini termasuk Lengkong, Cikembar, Bantargadung, dan Sukaraja, yang sebagian besar terendam air.

Selain itu, beberapa desa di Kecamatan Sukalarang, Cicurug, dan Curugkembar turut terimbas, meskipun dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Kejadian tanah longsor juga menimpa sebuah rumah di Desa Talagasari, kecamatan Sindangbarang, Cianjur pada Selasa (3/12/2024).

Longsor terjadi setelah hujan deras turun dengan durasi cukup lama di wilayah tersebut, sehingga akibatkan tebing di belakang rumah tersebut longsor dan menimpa satu keluarga yang ada di dalam rumah.

Dua orang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun longsor dan material rumah, yakni atas nama Yusma 26 tahun dan Aqila usia 1 tahun. Sementara itu satu orang atas nama Hilman alami luka dilarikan ke rumah sakit terdekat.

BNPB mengimbau agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan mengingat saat ini sejumlah daerah memasuki musim hujan.

Bagi warga yang tinggal di wilayah tebing dan bukit agar waspada jika hujan dengan itensitas tinggi terus terjadi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *