Tag: lingkungan

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Polusi Udara

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Polusi Udara

    7cloud.asia – Salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah polusi udara luar ruangan.

    Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa diperkirakan 4,2 hingga 7 juta orang meninggal akibat polusi udara di seluruh dunia setiap tahunnya. Ini tentu masalah lingkungan yang serius.

    Soal polusi udara yang mencemari lingkungan ini, WHO juga mencatat,  sembilan dari 10 penduduk planet Bumi menghirup udara yang mengandung polutan tingkat tinggi.

    Baca: WHO sebut polusi udara picu 7 juta kematian dini setahunnya

    Di Afrika, 258.000 orang meninggal akibat polusi udara luar ruangan pada tahun 2017, angka ini naik signifikan dari 164.000 orang pada tahun 1990, menurut UNICEF.

    Penyebab polusi udara yang mencemari lingkungan sebagian besar berasal dari sumber industri dan kendaraan bermotor.

    Polusi udara yang mencemari lingkungan juga berasal dari emisi dari pembakaran biomassa dan kualitas udara yang buruk akibat badai debu.

    Baca: PLTU batubara dituding sumber utama polusi udara yang cemari lingkungan

    Di Eropa, laporan terbaru dari badan lingkungan hidup Uni Eropa menunjukkan bahwa polusi udara berkontribusi terhadap 400.000 kematian tahunan di Uni Eropa pada tahun 2012 (tahun terakhir di mana data tersedia).

    Setelah pandemi COVID-19, perhatian tertuju pada peran gas polusi udara dalam mengangkut molekul virus.

    Studi pendahuluan telah mengidentifikasi korelasi positif antara kematian terkait COVID-19 dan polusi udara, dan terdapat juga hubungan yang masuk akal antara partikel di udara yang membantu penyebaran virus.

    Baca: Dua alasan untuk beralih ke kendaraan listrik

    Hal ini mungkin berkontribusi pada tingginya angka kematian di Tiongkok, yang kualitas udaranya sangat buruk.

    Walaupun hipotesa ini butuh penelitian yang lebih pasti harus dilakukan sebelum kesimpulan tersebut dapat diambil.

    Berbagai upaya dilakukan negara-negara di dunia untuk menurunkan polusi udara yang memicu masalah serius bagi lingkungan dan kehidupan manusia. 

    Baca: Mungkinkah dunia mewujudkan zero emision pada 2050?

    Salah satunya adalah Perjanjian Iklim Paris yang diteken pada tahun 2015, di mana 197 negara sepakat untuk mengurangi emisi guna menahan laju  kenaikan suhu global hingga 1,5C pada tahun 2100.

    Negara-negara di dunia juga menggagas adanya perdagangan karbon untuk mendorong ekonomi hijau. 

    Namun demikian, sejumlah kalangan pesimistis mengingat banyak negara yang tidak taat mengikuti kesepakatan yang sudah diteken.

    Sumber: earth.org  

  • Kekeringan di Bali Meluas Hingga 35 Kecamatan, BBMKG Rilis Peringatan Dini

    Kekeringan di Bali Meluas Hingga 35 Kecamatan, BBMKG Rilis Peringatan Dini

    7cloud.asia – Meski beberapa wilayah di Indonesia sudah mulai diguyur hujan, tetapi kekeringan masih melanda. Diantaranya Bali, kekeringan meluas hingga 35 kecamatan di Pulau Dewata ini.

    Berdasarkan data dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, sebelumnya kekeringan di Bali melanda 26 kecamatan.

    Kemudian pada minggu ketiga Oktober hingga memasuki November 2023 kekeringan yang melanda menjadi 35 kecamatan di Bali.

    “Daerah tanpa hujan berturut-turut di wilayah itu hingga 121 hari,” ucap Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya yang dikutip Antaranews.

    baca: dampak el nino kekeringan di bali meluas

    BBMKG wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini kekeringan untuk Kabupaten Buleleng yaitu di Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, Seririt, dan Tejakula.
     
    Kemudian di Kabupaten Jembrana di Melaya, Pekutatan dan Mendoyo, Kabupaten Tabanan di Kediri, Marga, Penebel, Kerambitan, dan Tabanan.

    Selain itu, peringatan dini kekeringan juga berlaku untuk Kabupaten Bangli di Bangli, Tembuku dan Kintamani, kemudian di Kabupaten Karangasem di Abang, Karangasem dan Kubu.
     
    Peringatan dini kekeringan juga untuk Kabupaten Badung di Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan, Mengwi, serta di Kabupaten Klungkung di Dawan, dan Nusa Penida.
     
    Wilayah lain yang mengalami kekeringan yakni di Kabupaten Gianyar meliputi Payangan, Sukawati, Blahbatuh, Tampaksiring dan Ubud serta di Kota Denpasar yakni di Denpasar Timur, Denpasar Barat, Denpasat Utara dan Denpasar Selatan.

    baca: kekeringan berlanjut pemprov bali tetapkan siaga darurat

    Selanjutnya Wiryajaya menjelaskan kecamatan dengan hari tanpa hujan paling banyak berturut-turut yakni di Kecamatan Kubu selama 121 hari, Kubutambahan selama 120 hari dan Gerokgak selama 115 hari.

    Namun, BBMKG Denpasar memprediksi hujan masih berpotensi turun di sejumlah kawasan di Bali selama periode 1-10 November 2023 yakni di Kabupaten Tabanan, Kecamatan Pekutatan, Busungbiu, Seririt.
     
    Hujan juga diperkirakan turun di Sukasada, Banjar, Petang, Abiansemal, Mengwi, Payangan, Tegalalang, Tampaksiring, Susut, Tembuku, Bangli, Selat, Sidemen dan Rendang.
     
    “Distribusi curah hujan di Bali secara umum antara nol hingga 86,5 milimeter per 10 hari,” katanya.
     
    Puncak musim hujan di Bali diperkirakan terjadi pada Januari 2024 dengan curah hujan antara 500-600 milimeter per bulan.

    baca: imbas kekeringan petani di bogor dapat asuransi rp 6 juta

    Hanya satu zona musim, yakni di Karangasem bagian selatan yang diperkirakan puncak musim hujannya terjadi pada Februari 2024.

    Saat puncak musim hujan ini, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi di antaranya banjir dan tanah longsor.
     
    Sementara itu, BBMKG Denpasar akan memperbarui pemantauan potensi kekeringan dan musim hujan di Bali per dasarian atau per 10 hari.
     
    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini, Seluruh Wilayah Jakarta Berawan Pagi dan Malam Hari

    Cuaca Hari Ini, Seluruh Wilayah Jakarta Berawan Pagi dan Malam Hari

    7cloud.asia – Cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan berawan pada pagi dan malam hari. Pada siang hari sebagian besar wilayah diperkirakan cerah berawan.

    Berdasarkan laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan berawan tebal pada siang hari.

    Kemudian pada sore hari, sebagian besar wilayah Jakarta diprediksi berawan. Kecuali wilayah Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu yang diprediksi cerah berawan.

    Sementara wilayah Jakarta Selatan pada sore hari diperkirakan akan turun hujan ringan dan Jakarta Timur berawan tebal.

    Pada malam hari BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Ibu Kota masih akan berawan.

    baca: bmkg cuaca di jakarta cerah berawan sepanjang hari

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Kemudian pada Jumat (03/11/2023) dini hari seluruh wilayah Jakarta akan mengalami cuaca berawan.

    Suhu udara di Jakarta berkisar antara 25 derajat hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara diperkirakan sekitar 65 hingga 90 persen.

    Sedangkan untuk sebagian besar kota di Indonesia, BMKG memprediksi cuaca berawan. Hanya beberapa kota yang berpotensi hujan ringan, sedang, lebat dan hujan petir.

    baca: waspada suhu udara jakarta capai 36 derajat celsius

    Hujan ringan pada Kamis pagi diperkirakan terjadi di Kota Ambon, Pekanbaru, Makassar dan Medan.

    Pada siang hari hujan ringan juga akan terjadi di Kota Gorontalo, Bandung, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Mataram, Manokwari, Mamuju, Makassar.

    Kemudian pada malam hari hujan ringan diperkirakan terjadi di kota Serang, Jambi, Palangkaraya, Ambon, Jayapura, Mamuju.

    Pada Jumat (03/10/2023) dini hari hujan ringan terjadi di kota Tanjung Pinang, Pekanbaru dan Mamuju.

    Intensitas hujan sedang diperkirakan akan mengguyur kota Pekanbaru dan Medan pada siang hari.

    baca:cuaca hari ini jakarta seharian cerah dan berawan

    Pada malam hari hujan sedang berpotensi mengguyur kota Medan dan Bandung yang berlanjut hingga Jumat dinihari. Hujan sedang juga diprediksi akan mengguyur kota Mamuju pada Jumat dinihari.

    BMKG memperkirakan hujan petir akan mengguyur beberapa kota yaitu Banda Aceh dan Padang pada Kamis siang hari. Pada Jumat dinihari hujan petir juga berpotensi terjadi di Kota Pontianak.

    Sedangkan hujan lebat, BMKG memperkirakan akan mengguyur Kota Tarakan pada Jumat dinihari.   

    Suhu udara berkisar antara 18 hingga 36 derajat celsius dengan suhu terendah di Kota Bandung dan suhu tertinggi di Kota Semarang dan Surabaya. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Teknologi Bayi Tabung, Cara KLHK Melestarikan Badak

    Teknologi Bayi Tabung, Cara KLHK Melestarikan Badak

    7cloud.asia – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk melestarikan badak sumatera yang berada di Kalimantan.

    Salah satu cara yang dilakukan untuk konservasi badak adalah dengan menggunakan teknologi reproduksi berbantu atau Assisted Reproductive Technology (ART). 

    Teknologi reproduksi yang biasa dikenal sebagai teknik reproduksi bayi tabung ini dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Selasa (31/10/2023) lalu.

    Proses pengambilan sel telur (oocyte) telah dilakukan terhadap salah satu badak betina, bernama Pahu yang berada di Sanctuary Badak Kalimantan di Kelian Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada hari Selasa (31/10/2023).

    Kemudian sel telur badak tersebut dibawa ke Laboratorium IPB University, di Bogor, Jawa Barat.

    Baca: bantu pelestarian satwa burung indonesia gelar wmbd 2023 di gorontalo

    Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan pengembangbiakan buatan harus dilakukan.

    Hal ini agar dapat tetap menjaga kelestarian badak sumatera di Kalimantan yang hanya tersisa dua ekor di dunia.

    “Badak sumatera yang berada di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, yang terpantau hanya berjumlah 2 ekor dan itu pun betina semua,” ungkap Satyawan.

    Oleh karena itu, lanjutnya, kami berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan kelestarian badak sumatera yang berada di Kalimantan.

    “Salah satunya dengan teknologi reproduksi berbantu seperti fertilisasi in-vitro dengan sperma dari badak sumatera yang ada di Taman Nasional Way Kambas, stem cell, dan cloning,” jelasnya lagi.

    Baca: KLHK temukan sejumlah spesies baru di hutan Indonesia

    Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bada Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto.

    Ari menjelaskan upaya pengambilan sel telur badak Pahu dilakukan untuk mempertahankan kelestarian badak sumatera yang berada di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.

    “Kita mengejar waktu, karena dalam kurun waktu 24 jam sel telur (oocyte) badak Pahu harus dapat diterima di Laboratorium IPB University dari sanctuary badak kami di Kelian Kutai Barat, Kaltim,” ungkap Ari.

    Proses fertilisasi in-vitro sel telur menggunakan teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI) sepenuhnya akan dilakukan oleh Tim ART Badak SKHB IPB University atas penugasan dari KLHK.

    Baca: pro kontra konservasi ex situ dalam pelestarian satwa

    “Selain pengambilan sel telur, badak Pahu kami pun mengkoleksi sampel material biologi dan genetik lainnya dari Pahu, seperti fibroblas (jaringan kulit) dan darah, yang akan kita proses di laboratorium ART dan Biobank kami di Bogor, Jawa Barat,”  jelas Dr. drh. Muhammad Agil, ketua tim ART IPB University.

    “Jika proses pembuatan embrio badak Pahu ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, kita akan titipkan embrio tersebut ke rahim salah satu badak betina yang berada di Sumatera sebagai induk titip atau induk pengganti (surrogate mother),” tambah Agil.

    Proses ini dibantu oleh tim IPB University dan Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (IZW) Jerman, serta tim dokter hewan dari Taman Nasional Way Kambas, ALERT Indonesia, dan Yayasan Badak Indonesia (YABI). 

    Indonesia merupakan rumah bagi dua badak paling langka di dunia. Yaitu badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang hanya tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis).

    Baca: pameran konservasi melestarikan binatang langka tak berarti harus memiliki

    Badak sumatera secara terisolir mendiami Kawasan Ekosistem Leuser – Aceh, Taman Nasional Way Kambas dan satu kawasan hutan di wilayah kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

    “Pahu” merupakan badak kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis)berjenis kelamin betina .

    Pada tahun 2018 lalu, Badak ini berhasil dipindahkan dari hábitatnya ke Suaka Badak Kelian (SBK) di Hutan Lindung Kelian PT. Hutan Lindung Kelian Lestari. 

    Pahu memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan dengan badak yang ada di Sumatera. Panjang badannya 200 cm dan tinggi 107 cm.

    Berdasarkan struktur giginya, umur Pahu diperkirakan 30 tahun. Berat badan Pahu saat pertama masuk karantina adalah 320 kg.

    Bobotnya kini terus meningkat hingga 366 kg seiring dengan tercukupinya nutrisi melalui asupan pakan yang yang diberikan tiap hari.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Naiknya Permukaan Air Laut Akibat Krisis Iklim

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Naiknya Permukaan Air Laut Akibat Krisis Iklim

    7cloud.asia – Masalah lingkungan terbesar yang dihadapi planet Bumi adalah naiknya permukaan air laut karena krisis iklim.

    Krisis iklim menyebabkan pemanasan di kawasan Arktik dua kali lebih cepat dibandingkan wilayah lain di dunia yang kemudian meicu melelehnya salju abadi di tempat ini. Pada gilirannya akan memicu naiknya permukaan air laut.

    Saat ini, naiknya permukaan air laut akibat krisis iklim meningkat dua kali lebih cepat dibandingkan pada abad ke-20 sebagai akibat dari peningkatan suhu di bumi. Dan ini memicu berbagai masalah lingkungan

    Kenaikan permukaan air laut saat ini rata-rata sebesar 3,2 mm per tahun secara global dan akan terus bertambah hingga sekitar 0,7 meter pada akhir abad ini.

    Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat kenaikan permukaan air laut

    Di Arktik, Lapisan Es Greenland menimbulkan risiko terbesar bagi permukaan laut karena mencairnya es di daratan merupakan penyebab utama naiknya permukaan air laut.

    Bisa dibilang ini merupakan masalah lingkungan terbesar, dan hal ini menjadi semakin memprihatinkan mengingat musim panas tahun lalu memicu hilangnya 60 miliar ton es dari Greenland.

    Kondisi ini cukup untuk menaikkan permukaan laut global sebesar 2,2 mm hanya dalam waktu dua bulan.

    Menurut data satelit, lapisan es Greenland kehilangan jumlah es yang mencapai rekor pada tahun 2019: rata-rata satu juta ton per menit sepanjang tahun, salah satu masalah lingkungan terbesar yang memiliki dampak terus menerus.

    Baca: Nasib nelayan terombang-ambing akibat krisis iklim

    Jika seluruh lapisan es di Greenland mencair, permukaan air laut akan naik enam meter. Ini menjadi masalah lingkungan yang harus diantisipasi dan dicegah mulai dari sekarang.

    Sementara itu, benua Antartika menyumbang sekitar 1 milimeter per tahun terhadap kenaikan permukaan laut, yang merupakan sepertiga kenaikan global tahunan.

    Selain itu, lapisan es terakhir yang utuh di Kanada di Kutub Utara baru-baru ini runtuh, kehilangan sekitar 80 kilometer persegi – atau 40% – wilayahnya selama dua hari pada akhir Juli, menurut Layanan Es Kanada.

    Kenaikan permukaan air laut akan mempunyai dampak yang sangat buruk bagi mereka yang tinggal di wilayah pesisir.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut rusak habitat pesisir

    Menurut kelompok penelitian dan advokasi Climate Central, kenaikan permukaan air laut pada abad ini dapat membanjiri wilayah pesisir yang kini menjadi rumah bagi 340 juta hingga 480 juta orang.

    Kenaikan permukaan air laut ini akan memaksa mereka untuk bermigrasi ke wilayah pesisir.

    wilayah yang lebih aman dan berkontribusi terhadap kelebihan populasi dan keterbatasan sumber daya di wilayah tempat mereka bermigrasi.

    Bangkok (Thailand), Kota Ho Chi Minh (Vietnam), Manila (Filipina), dan Dubai (Uni Emirat Arab) termasuk kota-kota yang paling berisiko terhadap kenaikan permukaan air laut dan banjir.

    Sumber: earth.org

  • CSIS: Isu Lingkungan dan Polusi​​​ Udara Harus Jadi Perhatian Serius di Pemilu 2024

    CSIS: Isu Lingkungan dan Polusi​​​ Udara Harus Jadi Perhatian Serius di Pemilu 2024

    7cloud.asia – Isu tentang polusi​​​ udara harus menjadi perhatian setiap pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) di Pemilu 2024, 

    Soal pentingnya polusi udara di Pemilu 2024 ini diungkapkan Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Edbert Gani Suryahudaya.

    Ia menilai komitmen sektor politik terhadap isu polusi udara masih kurang, meskipun kesadaran masyarakat mengenai isu lingkungan semakin meningkat.

    Politisi yang berkontestasi di Pemilu 2024 maupun pemangku kebijakan masih sedikit sekali yang punya kesadaran terhadap isu polusi udara.

    “Bagaimana mereka yang punya akses, mereka yang punya kekuasaan, mereka yang punya relative ​​​​​​​bargaining power. Kepada para politisi yang mau meng-capture isu ini layak untuk diperbincangkan,” katanya di sela seminar Pandangan Capres-Cawapres dalam Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim di Pemilu 2024 yang digelar CSIS di Jakarta, Kamis (2/11/2023.

    Baca: Pilih pemimpin yang pro iingkungan di Pemilu 2024

    Menurut Gani, isu polusi udara dirasa masih kurang diperhatikan dalam diskusi politik, dibandingkan dengan isu-isu lain seperti lapangan kerja dan kebutuhan dasar.

    Namun, ia melihat adanya potensi peningkatan kesadaran, terutama di kalangan masyarakat kelas menengah perkotaan, seiring dengan munculnya dampak buruk polusi udara yang semakin nyata

    Kalau kita berkaca pada pandangan umum, ujarnya, mungkin isu polusi udara ke depan akan semakin berkembang dari level masyarakat, sedangkan dari level pemerintah memang bisa dibilang lebih minim lagi.

    “Karena memang politisi maupun pemangku kebijakan kita masih sedikit sekali yang punya kesadaran terhadap isu polusi udara,” katanya.

    Baca: DPR usulkan insentif untuk daerah penghasil Oksigen

    Ia menekankan terkait dimensi politik udara, masih ada jalan panjang yang harus dilalui. Langkah pertama adalah membuat masyarakat peduli tentang isu lingkungan.

    Begitu isu lingkungan menjadi perhatian umum di antara warga, politikus tidak punya pilihan selain menghadapinya dengan serius.

    Bagian yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bisa memobilisasi dan mengubah pola pikir cara pandang masyarakat terhadap hak mereka akan udara bersih.

    “Sehingga mau tidak mau ketika pandangan publik terhadap udara bersih sudah semakin umum, bahwa itu adalah hak yang harus dipenuhi oleh seorang politisi maupun pemangku kebijakan publik,” katanya.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar dunia adalah polusi udara

    Pada akhirnya, para politisi harus segera mengadopsi hal itu atau mereka tidak akan mendapatkan dukungan dari masyarakat.

    Gani berpendapat urgensi pemangku kebijakan maupun politikus terkait dengan polusi udara bisa terbilang masih minim. Akan tetapi, ia tidak menampik adanya potensi topik ini berkembang lebih luas lagi.

    Dia pun menegaskan pentingnya mempengaruhi lanskap politik. Pemilu 2024 dianggapnya menjadi peluang terutama dengan bertambahnya jumlah pemilih muda dan pemilih pemula.

    Namun, ia menekankan perlunya mereka yang memiliki pengaruh dan kekuatan tawar untuk mendukung isu udara bersih, menjadikannya topik sentral dalam diskusi politik.

    Baca: WHO sebut polusi udara picu 7 juta kematian dini setiap tahunnya

    “Paling penting adalah untuk orang-orang yang ingin mengadvokasi isu terkait polusi udara, harus berpikir bagaimana kita memberikan insentif secara politik bagi para pemangku kebijakan,” katanya.

    “Jadi tidak bisa kita hanya sendiri saja berjuang untuk udara bersih, tapi mereka semua, karena yang menghirup udara bersih itu bukan cuma masyarakat saja, tapi elite sendiri, politisi, pengusaha, kita semua menghirup udara yang sama,” katanya.

  • Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Meningkatnya Keasaman Laut

    Masalah Lingkungan Terbesar 2023: Meningkatnya Keasaman Laut

    7cloud.asia – Kali ini kita akan kembali membahas tentang masalah lingkungan terbesar lainnya, yakni meningkatnya keasaman laut. 

    Kenaikan suhu Bumi atau pemanasan global tidak hanya berdampak pada permukaan saja, namun juga memicu naiknya keasaman laut.

    Lautan kita menyerap sekitar 30% karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer bumi, yang kemudian akan mempengaruhi keasaman laut.

    Meningkatnya kadar keasaman laut dikarenakan konsentrasi emisi karbon yang lebih tinggi dilepaskan akibat aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil.

    Baca: Naiknya permukaan laut picu masalah lingkungan yang serius

    Emisi karbon ini juga dipicu oleh perubahan iklim global seperti peningkatan laju kebakaran hutan, maka jumlah karbon dioksida yang diserap kembali ke laut juga meningkat.

    Perubahan terkecil pada skala pH dapat berdampak signifikan terhadap keasaman laut yang selanjutnya mempengaruhi kehidupan flora dan fauna di dalamnya.

    Pengasaman laut mempunyai dampak buruk terhadap ekosistem dan spesies laut, jaringan makanannya, dan memicu perubahan kualitas habitat yang tidak dapat diubah.

    Ketika tingkat pH mencapai terlalu rendah, organisme laut seperti tiram, cangkang dan kerangkanya bahkan bisa mulai larut.

    Baca: Ribuan desa di pesisir terancam hilang akibat naiknya permukaan air laut

    Namun, salah satu masalah lingkungan terbesar akibat pengasaman laut adalah pemutihan karang dan hilangnya terumbu karang.

    Ini adalah fenomena yang terjadi ketika kenaikan suhu laut mengganggu hubungan simbiosis antara terumbu karang dan alga yang hidup di dalamnya.

    Akibatnya, alga tersebut hilang dan menyebabkan terumbu karang kehilangan warna cerah alaminya.

    Beberapa ilmuwan memperkirakan terumbu karang berisiko musnah seluruhnya pada tahun 2050.

    Baca: Nasib nelayan terombang ambing oleh perubahan iklim

    Tingkat keasaman laut yang lebih tinggi akan menghambat kemampuan sistem terumbu karang untuk membangun kembali kerangka luarnya dan pulih dari peristiwa pemutihan karang.

    Beberapa penelitian juga menemukan bahwa meningkatnya keasaman laut dapat dikaitkan dengan salah satu dampak pencemaran plastik di laut.

    Akumulasi bakteri dan mikroorganisme yang berasal dari sampah plastik yang dibuang ke laut merusak ekosistem laut dan berkontribusi terhadap pemutihan karang.

    Sumber: earth.org baca artikel asli di sini

  • Di Tengah Fenomena El Nino, BMKG Ingatkan Perlunya Menguatkan Manajemen Air

    Di Tengah Fenomena El Nino, BMKG Ingatkan Perlunya Menguatkan Manajemen Air

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak untuk menguatkan manajemen air.

    Hal ini  agar pasokannya cukup untuk pertanian dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di tengah kombinasi fenomena El Nino dan IOD positif yang memicu kekeringan.

    “Hingga Oktober dasarian II, 2023, El Nino berada di level moderate dan IOD (Indian Ocean Dipole) positif juga masih bertahan positif masih bertahan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta Kamis (03/11/2023).   

    Ia menambahkan BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El Nino terus bertahan pada level moderat hingga periode Desember 2023-Januari-Februari 2024, sementara IOD Positif akan terus bertahan hingga akhir tahun 2023.   

    baca: bmkg dampak el nino 2023 masih terkendali

    Kondisi itu, kata dia, akan mempengaruhi sejumlah sektor diantaranya pertanian, sumber daya air, kehutanan, perdagangan, energi, dan kesehatan.

    “Karenanya, pemerintah di seluruh level diharapkan segera mengambil langkah mitigasi dan antisipasi terhadap dampak negatif yang terjadi,” ujarnya.

    Di sektor pertanian, Dwikorita mengemukakan produksi tanaman pangan terancam mengalami penurunan akibat terganggunya siklus masa tanam, gagal panen, kurangnya ketahanan jenis tanaman atau penyebaran hama yang aktif pada kondisi kering.

    Untuk sektor sumber daya air, ia menambahkan situasi ini dapat berakibat pada berkurangnya sumber daya air. Di sektor perdagangan memicu lonjakan harga bahan pangan.

    baca: dampak el-nino warga ciamis antre air

    Kemudian di sektor kehutanan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Di sektor energi dapat menekan jumlah produksi energi yang bersumber dari PLTA.

    Sedangkan di sektor ketahanan meningkatkan risiko kesehatan berkaitan dengan sanitasi dan ketersediaan air bersih untuk di konsumsi dan kebersihan.

    “Bagi daerah yang mengalami karhutla, kondisi ini juga dapat berakibat pada polusi udara dan memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” paparnya.

    Dwikorita menyampaikan terdapat sejumlah strategi yang dapat diambil pemerintah sebagai upaya kesiapsiagaan, pertama, menguatkan manajemen air.

    Kedua, menguatkan penyebaran informasi pedoman kepada petani untuk beradaptasi dengan perubahan pola musim dan memilih tanaman yang lebih tahan kekeringan.

    baca: demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan

    Ketiga, menyelenggarakan program penyuluhan dan pelatihan untuk membantu masyarakat dalam mengadopsi praktik pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

    Keempat, penguatan pengelolaan hutan dan lahan untuk mencegah kebakaran hutan yang dapat dipicu oleh cuaca kering.

    Kelima, program rehabilitasi ekosistem dan restorasi lahan yang terdegradasi akibat kekeringan atau kebakaran.

    Keenam, menyusun rencana kesiapsiagaan logistik untuk memastikan pasokan air bersih dan bahan makanan cukup terutama di wilayah yang rentan.

    Dan, ketujuh, melakukan kampanye kesadaran masyarakat tentang praktik konservasi air dan upaya pengurangan risiko bencana.

    Sumber: Antaranews

  • Kurangi Limbah, Kecamatan di Mataram Ubah Sampah Plastik Menjadi Pot

    Kurangi Limbah, Kecamatan di Mataram Ubah Sampah Plastik Menjadi Pot

    7cloud.asia – Banyak cara untuk memanfaat limbah plastik menjadi bernilai ekonomis. Seperti mengolah sampah plastik menjadi pot bunga yang dikombinasikan dengan bekas tatakan telur.

    Uji coba ini dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tindak lanjut dari program jaring sampah.

    “Sampah plastik yang terjaring di beberapa aliran sungai dan saluran, kami kumpulkan, kemudian kami olah untuk membuat pot bunga dengan menggunakan tatakan bekas telur,” jelas Camat Sekarbela, Cahya Samudera.

    Baca: limbah pabrik coklat mencemari aliran irigasi pertanian petani mengeluh

    Melansir Antaranews, Cahya mengatakan dari uji coba sekitar setengah kontainer kendaraan roda tiga sampah plastik menghasilkan 20 pot bunga.

    “Untuk volume sampah plastik setengah kontainer itu belum bisa kami pastikan berapa kilogram, sebab kami gunakan ukuran setengah kontainer kendaraan roda tiga,” ungkapnya.

    Selanjutnya Cahya menjelaskan untuk menjadi sebuah pot, sampah plastik dicampur semen, kemudian diaduk dan dicetak dengan tatakan telur dan dikeringkan.

    “Alhamdulillah, hasilnya cukup bagus dan yang pastinya dapat mengurangi sampah plastik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir,” katanya.

    Baca: Teba, cara unik warga Bali kelola sampah rumah tangga

    Rencananya pot-pot plastik ini akan ditempatkan pada titik-titik pembuangan sampah ilegal.

    Hal ini untuk mencegah masyarakat agar tidak membuang sampah lagi ke sungai atau saluran air lainnya.

    “Kalau pinggir sungai atau saluran sudah rapi tertata, ditanami bunga-bunga, Insya Allah masyarakat sungkan membuang sampah,” ucapnya.

    Selain itu, hasil uji coba ini juga akan dibagi ke masyarakat untuk memotivasi mereka agar mau memanfaatkan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, salah satunya pot bunga.

    Baca: masalah lingkungan terbesar 2023 limbah makanan

    Dia berharap nantinya program ini dapat dilakukan masyarakat, terutama di Kecamatan Sekarbela.

    Dengan demikian, pihak kecamatan nantinya dapat membeli hasil karya masyarakat yang membuat pot dari limbah plastik ini.

    “Dari pada kami beli pot bunga dari luar, lebih baik kami manfaatkan potensi lokal hasil pengolahan sampah dari warga kami. Karenanya, warga juga akan diberikan pelatihan pengolahan sampah plastik,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Siapkan Payung, Hari Ini Hujan Berpotensi Mengguyur Beberapa Kota Besar  

    Siapkan Payung, Hari Ini Hujan Berpotensi Mengguyur Beberapa Kota Besar  

     

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur beberapa kota besar di Indonesia pada Sabtu (04/11/2023).  

    Melansir laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi  terjadi di Banda Aceh, Padang, Medan, Jambi dan Pangkal Pinang.

    Selain itu, kota Bandung, Denpasar, Palangka Raya, Banjarmasin, Mataram, Mamuju, dan Makassar juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Sedangkan hujan dengan intensitas sedang diprediksi mengguyur wilayah Tanjung Pinang dan Serang. BMKG juga memperkirakan hujan disertai petir akan mengguyur kota Pontianak.

    baca: bmkg dampak el nino 2023 masih terkendali

    Sementara kondisi cuaca di beberapa kota lainnya di Indonesia seperti Bengkulu, Pekanbaru, Semarang, Manado, Ambon, Ternate, dan Manokwari diperkirakan berawan.

    Bahkan kota Palembang, Samarinda, dan Jayapura BMKG memprediksi berawan tebal. .

    Cuaca cerah berawan berpotensi terjadi di wilayah Bandar Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Tarakan, Gorontalo, Kendari, Surabaya dan Kupang dengan suhu udara berkisar antara 24-36 derajat Celcius.

    Sebelumnya diwartakan, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengimbau warga agar mewaspadai kemungkinan terjadi kondisi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim kemarau ke musim hujan.

    “Cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi selama musim peralihan, mulai dari hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta hujan es,” ungkapnya.

    baca: bmkg musim kemarau berlangsung hingga akhir oktober

    Di masa pncaroba ini, lanjut dia, biasanya cuaca cerah pada pagi hari, awan mulai tumbuh pada siang hari, dan hujan turun menjelang sore hari atau malam.

    Awan cumulonimbus yang bentuknya seperti bunga kol berwarna keabu-abuan dengan garis tepian jelas biasanya tumbuh pada pagi menjelang siang.

    Menjelang sore hari, warna awan ini akan berubah menjadi gelap dan selanjutnya hujan, petir, dan angin dapat terjadi.

    baca: cuaca terasa panas terik di siang hari ini penjelasan bmkg

    Karena itu pihaknya mengingatkan bencana hidrometeorologi basah yang disebabkan oleh hujan seperti banjir dan tanah longsor.

    “Kepada masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor, kami mengimbau untuk waspada dan berhati-hati,” imbaunya.

    Reporter: Nurakhmayani