Tag: banjir

  • Hujan Deras Guyur Jakarta Sejak Selasa Malam Picu Banjir di 52 RT

    Hujan Deras Guyur Jakarta Sejak Selasa Malam Picu Banjir di 52 RT

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkap hujan lebat mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta.

    Curah hujan tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta membuat saluran air tidak mampu menampung air sehingga memicu banjir di sejumlah wilayah.

    “Saluran air yang ada melebihi kapasitas daya tampung sehingga meluap mengakibatkan genangan (banjir),” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan dikutip Antaranews.com, Rabu (29/1/2025)

    Menurut data terakhir, banjir di Jakarta masih menggenangi 52 RT dan 22 ruas jalan baik di Jakarta Utara, Selatan, Timur, Barat, dan Jakarta Pusat.

    Selain itu 18 ruas jalan di Jakarta Utara juga terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Selasa (28/1/2025) malam.

    Yohan menjelaskan, ruas jalan yang terendam banjir mulai dari Jalan Mangga Tugu Utara Koja dengan ketinggian banjir mencapai 30 centimeter,

    Baca: Hujan diprediksi bakal warnai perayaan Imlek

    Jalan Mangga Ujung Tugu Utara Koja dengan ketinggian banjir 15 centimeter, Jalan Komplek Uka Tugu Utara Koja dengan ketinggian air 15 centimeter.

    Kemudian Jalan Bhayangkara Tugu Utara Koja terendam banjir setinggi 15 centimeter, Jalan Camar Tugu Utara Koja terendam 10 centimeter,

    Jalan Pluit Dalam Penjaringan ketinggian banjir mencapai 25 centimeter, Jalan Kramat Jaya Raya, Tugu Utara Koja dengan ketinggian air mencapai 15 centimeter.

    Selanjutnya Jalan Boulevard Utara Kelapa Gading banjir setinggi 10 centimeter, Jalan Pegangsaan Dua Greenhill Kelapa Gading terendam banjir setinggi 30 centimeter,

    Jalan Kelapa Hybrida Raya Kelapa Gading terendam banjir setinggi 40 centimeter, Jalan Boulevard Barat Raya Kelapa Gading Barat tergenang air setinggi 20 centimeter.

    Kemudian Jalan Kalibaru Barat 1 Cilincing terendam banjir setinggi 20 centimeter, Jalan R.E. Martadinata samping rel Terminal Tanjung Priok terendam banjir setinggi 20 centimeter, Jalan Raya Sulawesi Tanjung Priok terendam banjir setinggi 10 centimeter.

    Baca: Cuaca Ekstrem berpotensi landa Jakarta dan sejumlah daerah hingga Februari 2025

    Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading terendam banjir setinggi 25 centimeter, Jalan Muara Baru Depan Pluit Selatan View Penjaringan ketinggian banjir mencapai 30 centimeter,

    kawasan Pelabuhan Nizam Zachman Penjaringan ketinggian banjir mencapai 20 centimeter dan Jalan Kelapa Nias Kelapa Gading ketinggian banjir mencapai 25 centimeter.

    Sementara wilayah yang masih terendam banjir meliputi Jakarta Barat terdapat 22 RT yang terdiri atas:

    Kelurahan Cengkareng Barat 2 RT, Kedaung Kali Angke 11 RT, Rawa Buaya 4 RT, Jelambar Baru 2 RT, Kalideres 2 RT, Pegadungan 1 RT, dan Kelurahan Tegal Alur 5 RT.

    “Ketinggian air berkisar dari 30 centimeter hingga 100 centimeter,” kata Yohan.

    Baca: Pemanasan global berlangsung lebih cepat memicu cuaca ekstrem akan makin sering terjadi

    Kemudian, Jakarta Pusat terdapat satu RT yang berada di Kelurahan Kebon Kosong. Jakarta Selatan terdapat 4 RT yang berada di Kelurahan Pejaten Timur.

    Berikutnya, Jakarta Timur terdapat di 20 RT yang terdiri atas: Kelurahan Cakung Timur 1 RT, Rawa Terate 1 RT, Bidara Cina 3 RT, Cawang 14 RT, dan Kelurahan Cililitan 1 RT.

    Ia menambahkan BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan dengan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan.

    Selain itu juga meminta personel yang ada di lapangan untuk memeriksa tali-tali air agar berfungsi dengan baik melibatkan lurah dan camat masing-masing wilayah.

    “Target kami genangan bisa surut dengan cepat,” katanya.

  • Pemkot Jakarta Selatan Keruk Kali Baru Barat untuk Mitigasi Banjir

    Pemkot Jakarta Selatan Keruk Kali Baru Barat untuk Mitigasi Banjir

    7cloud.asia – Untuk memitigasi banjir selama musim hujan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengeruk sedimen lumpur di Kali Baru Barat, Jalan Raya Pasar Minggu, Kalibata.

    “Untuk sedimen lumpur di Kali Baru Barat ini kita keruk sedalam satu meter,” kata Satgas Monitoring Alat Berat Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan, Arifin di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

    Arifin mengatakan, pengerukan Kali Baru Barat dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi pada awal 2025 dan diperkirakan akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.

    Dia menjelaskan, pengerukan Kali Baru Barat yang dilakukan dengan mengerahkan satu ekskavator tersebut setiap harinya bisa mengangkat hingga 15 meter kubik (m3) lumpur.

    “Untuk pengangkutan sedimen lumpur menuju tempat pembuangan menggunakan tiga ‘dump truck’,” katanya.

    Baca: Hujan deras guyur Jakarta sejak Selasa malam picu banjir di 52 RT

    Ia berharap, pengerukan Kali Baru Barat ini bisa mencegah terjadinya banjir, khususnya di RT 02/04, Kelurahan Kalibata.

    “Mudah-mudahan bulan depan semuanya selesai. Sehingga, akan berdampak positif terhadap lingkungan warga,” ucapnya.

    Sementara itu, salah seorang warga setempat, Rezha Ariviandi mengapresiasi upaya Sudin SDA Jakarta Selatan dalam mencegah atau meminimalisir banjir dengan cara melakukannya pengerukan kali.

    “Saya rasa ini pengerukan lumpur ini sangat efektif. Harapannya mudah-mudahan tidak ada genangan nantinya di lokasi sekitar sini,” ucap Rezha.

    Kali Baru Barat adalah salah satu sungai yang mengalir di Jakarta dan menjadi bagian dari dari Pengendalian Banjir dan Perbaikan Sungai Ciliwung Cisadane.

    Baca: Cuaca ekstrem di Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

    Kali Baru Barat ini mengalir melintasi antara lain kecamatan Pancoran dan Tebet, Jakarta Selatan.

    Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebut, Kali Baru Barat memiliki panjang 14.250 kilometer (km) dan luas 106.875 kilometer persegi (km2).

    Sebelumnya, Pemkot Jaksel sudah menambah dua embung pada 2024 untuk mengurangi masalah banjir di Jalan Pemuda, Jagakarsa dan SDN 01 Pesanggrahan.

    Kemudian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membangun sumur resapan sebanyak 29.845 titik untuk periode 2019-2023.

    Sumur resapan ini tersebar di lima kota dan satu kabupaten administrasi guna mengurangi genangan atau banjir khususnya saat hujan turun.

  • Hujan Deras yang Memicu Banjir Landa Jakarta dan Sejumlah Kota, Ini Dia Penyebabnya

    Hujan Deras yang Memicu Banjir Landa Jakarta dan Sejumlah Kota, Ini Dia Penyebabnya

    7cloud.asia – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sejumlah kota lainnya di Indonesia beberapa hari terakhir hingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi ini akibat fenomena atmosfer Madden Julian Oscilliation (MJO).

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan fenomena MJO berupa seruakan angin dingin dari Samudera Hindia ini sebelumnya sudah terjadi pada akhir bulan November hingga pertengahan Desember tahun lalu.

    Melansir Antaranews, fenomena MJO sama seperti tahun lalu yang diikuti oleh bibit siklon tropis dan mengakibatkan hujan deras dengan intensitas 30-50 mm.

    Baca: Hujan deras guyur wilayah Jakarta, picu banjir

    Kondisi cuaca seperti ini akhirnya memicu bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di selatan Jawa Barat dan Sumatera Utara, dengan dampak cukup signifikan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

    “Seruakan udara dingin itu kemudian melandai dan saat ini berulang lagi. Memang siklus balik MJO dari Samudera Hindia ini pengulangannya terjadi setiap dua-tiga pekan atau 30-40 hari,” jelas Dwikorita.

    Mantan rektor UGM ini mengungkapkan potensi hujan deras yang dipicu oleh fenomena MJO tersebut masih akan berulang di Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan atau setidaknya sampai dasarian pertama bulan Februari yang merupakan puncak musim hujan.

    Baca: Cuaca ekstrem landa Jawa Tengah, waspada bencana

    Selama periode ini, BMKG mendeteksi hujan deras juga masih berpotensi mengguyur Sumatera Utara, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi melanda wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara.

    Kemudian untuk potensi hujan dengan intensitas sangat deras (lebih dari 50 mm) di Sumatera Barat dan Jawa Barat.

    “Poinnya adalah hampir setiap bulan atau seminggu-dua minggu terjadi cuaca ekstrem seperti ini,” ujarnya.

  • Mengenal Leptospirosis, Penyakit yang Sering Menjangkiti Warga Korban Banjir

    Mengenal Leptospirosis, Penyakit yang Sering Menjangkiti Warga Korban Banjir

     

    7cloud.asia – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur beberapa wilayah di Indonesia mengakibatkan banjir. Berbagai penyakit mulai menjangkiti warga yang terkena banjir, salah satunya adalah leptospirosis.

    Melansir dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans yang dibawa oleh hewan.

    Bakteri Leptospira dapat hidup selama beberapa tahun di ginjal hewan tersebut tanpa menimbulkan gejala. Bakteri ini dapat menyebar melalui urin atau darah hewan yang terinfeksi.

    Baca: Kenali gejala Flu Singapura

    Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis adalah tikus, sapi, anjing, kuda dan babi.

    Umumnya penderita leptospirosis mengalami gejala setelah 2 hari sampai 4 minggu terinfeksi bakteri leptospira. Gejala yang muncul adalah demam, sakit kepala, mual, muntah, dan tidak nafsu makan.

    Selain itu, penderita leptospirosis juga mengalami diare, mata merah, nyeri otot, sakit perut, bintik-bintik merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.

    Leptospirosis bisa ditularkan dengan cara berikut ini:

    Pertama, kontak langsung antara kulit dengan urin hewan pembawa bakteri Leptospira.

    Kedua, kontak antara kulit dengan air dan tanah yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri Leptospira.

    Ketiga, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri penyebab Leptospirosis.

    Baca: Waspada 11 penyakit saat banjir mengepung

    Bakteri Leptospira dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, baik luka kecil seperti luka lecet, maupun luka besar seperti luka robek.

    Selain itu, bakteri ini bisa juga masuk melalui mata, hidung, mulut, dan saluran pencernaan.

    Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terjangkit infeksi leptospirosis, yaitu:

    1. Menghabiskan sebagian besar waktunya di luar ruangan, seperti pekerja tambang, petani, dan nelayan.
    2. Sering berinteraksi dengan hewan, seperti peternak atau pemilik hewan peliharaan.
    3. Memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan saluran pembuangan atau selokan.
    4. Tinggal di daerah rawan banjir.
    5. Sering melakukan olahraga atau rekreasi air di alam bebas.
    6. Minum dari sumber air yang berpotensi terkontaminasi bakteri, seperti air banjir, air sungai, atau air ledeng yang tidak bersih
    7. Mengonsumsi makanan yang telah terkena air yang terkontaminasi
    8. Mandi atau berendam dalam air banjir atau air tawar yang terkontaminasi, terutama ketika menyelam atau jika memiliki luka terbuka saat kontak dengan air

    Baca: Musim hujan, kasus DBD naik hingga 100 persen lebih

    Jika mengalami gejala-gejala tadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar bisa segera ditangani. Sebab jika terlambat bisa mengalami beberapa komplikasi seperti:

    • Cedera ginjal akut.
    • Trombositopenia
    • Perdarahan saluran cerna
    • Perdarahan paru
    • Gagal hati
    • Rhabdomyolysisatau kerusakan otot rangka.
    • Penggumpalan darah yang tersebar di seluruh tubuh.
    • Keguguran pada ibu hamil
    • Gagal jantung hingga mengakibatkan kematian

    Baca: Musim hujan, waspada penyakit kulit

    Komplikasi yang terjadi akibat leptospirosis cukup serius dan dapat mengakibatkan kematian. Karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran infeksi leptospirosis yaitu :

    1. Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, sepatu bot, dan pelindung mata saat anda bekerja di area yang berisiko menularkan bakteri Leptospira.
    2. Menutup luka dengan plester tahan air, terutama sebelum kontak dengan air di alam bebas.
    3. Menghindari kontak langsung dengan air yang terkontaminasi, seperti berenang atau berendam.
    4. Mengonsumsi air minum yang sudah terjamin kebersihannya.
    5. Mencuci tangan setiap sebelum makan dan setelah melakukan kontak dengan hewan.
    6. Menjaga kebersihan lingkungan.
    7. Melakukan vaksinasi hewan peliharaan atau ternak.

     

     

  • Terjadi Sejak Akhir Januari, Banjir Masih Genangi Belasan Desa di Pati Jawa Tengah

    Terjadi Sejak Akhir Januari, Banjir Masih Genangi Belasan Desa di Pati Jawa Tengah

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 19 desa yang tersebar di lima kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian genangan bervariasi.

    Banjir terjadi sejak Kamis (30/1/2025) itu disebabkan hujan dengan intensitas sedang tinggi dan cuaca yang sangat ekstrem di wilayah Pati sejak beberapa hari terakhir.

    Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya, di Pati, Senin (10/2/2025) mengatakan hujan deras mengakibatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Pati meningkat.

    “Akibatnya sungai tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Pati. Namun, ada pula banjir yang disebabkan jebolnya tanggul sungai,” ujar Martinus dikutip Antaranew.com.

    Ketinggian genangan banjir di masing-masing daerah berbeda-beda, antara 20-60 cm, termasuk akses jalan warga juga ada yang tergenang.

    Baca: Indonesia sedang berada di puncak musim hujan

    Meskipun demikian, hingga Senin (10/2/2025) belum ada laporan tentang warga yang mengungsi. Hanya saja sejumlah petani memanen padi lebih dini untuk menghindari gagal panen.

     

    “Dari 19 desa yang terdampak banjir, ada desa yang hanya terdampak di kawasan areal pertanian dan ada yang berdampak hingga ke pemukiman warga,” imbuh Martinus.

    Ia mencatat jumlah desa paling banyak terdampak banjir tersebar di Kecamatan Gabus sebanyak enam desa, kemudian disusul Kecamatan Kecamatan Juwana ada lima desa

    Sedangkan di Kecamatan Sukolilo, banjir merendam tiga desa, Kecamatan Margorejo empat desa, dan Kecamatan Pati satu desa.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hidrometeorologi hingga April 2025

    Adapun total rumah terdampak mencapai 122 rumah, sedangkan yang tergenang hingga masuk rumah sebanyak 41 rumah.

    Banjir yang masuk ke dalam rumah tersebar di Desa Doropayung (Kecamatan Juwana), Desa Soko (Kecamatan Gabus), dan Desa Gadudero dan Kasiyan (Keamatan Sukolilo).

    Untuk antisipasi penyakit, kata dia, disediakan posko pengobatan gratis oleh puskesmas, di antaranya Puskesmas Sukolilo I guna memberikan pelayanan di bidang kesehatan akibat banjir yang dapat berdampak pada penyakit gatal-gatal dan demam.

    BPBD Pati juga melakukan asesmen untuk keperluan kaji cepat serta menggerakkan relawan BPBD di Kabupaten Pati untuk membantu asesmen dan menolong warga yang membutuhkan pertolongan.

     

     

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Makassar Sulawesi Selatan

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Makassar Sulawesi Selatan

    7cloud.asia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaporkan data sementara sebanyak 2.164 jiwa dari 580 kepala keluarga terdampak banjir tersebar di empat kecamatan di Makassar, Sulawesi Selatan.

    Kepala Pelaksana BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, saat ini tim gabungan sedang melakukan evakuasi warga terdampak banjir akibat cuaca ekstrem

    Ada empat kecamatan di lima kelurahan terdampak. Saat ini ada 24 titik lokasi pengungsian,” ujarnya Rabu (12/2/2025).

    Menurut dia, data sementara di Kecamatan Manggala, Kelurahan Manggala terdapat 13 titik lokasi pengungsian seperti masjid, gedung olahraga dan posyandu tersebar pada Blok 8 dan 10 Perumnas Antang.

    Tercatat, sebanyak 1.101 jiwa dari 283 kepala keluarga yang terdampak banjir di Makassar ini.

    Baca: Banjir juga landa Pati Jawa Tengah

    Di Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Katimbang terdapat delapan titik pengungsian seperti di masjid dan sekolah dengan jumlah terdampak sebanyak 687 dari 192 KK.

    Di Kecamatan Tamalate, Kelurahan Mangasa, terdapat satu titik lokasi pengungsi di Masjid Al Ikklas dengan jumlah terdampak 115 jiwa dari 30 KK.

    Dan di Kecamatan Tamalanrea, Kelurahan Tamalanrea Jaya, terdapat dua titik pengungsian di Masjid H Sulaemana dan Masjid Al Muhajirin, jumlah terdampak 261 jiwa dari 75 KK.

    Sejauh ini tim gabungan telah melakukan evakuasi pada sejumlah pemukiman warga terdampak banjir. Tim BPBD Makassar telah menurunkan tim untuk mengirim bantuan sekaligus terus melaksanakan pendataan bagi korban banjir yang terdampak.

    Basarnas Makassar evakuasi korban banjir
    Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar terus menerima laporan permintaan evakuasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Maros dan Kota Makassar dampak banjir dipicu cuaca ekstrim yang berlangsung sejak kemarin.

    Baca: Indonesia sedang berada di puncak musim hujan

    “Kami menerima laporan permintaan evakuasi dari berbagai lokasi di wilayah Kabupaten Maros dan Makassar yang menjadi lokasi terdampak banjir,” kata Plh Kepala Kantor Basarnas Makassar Haris Supardi.

    Hingga saat ini tim yang diturunkan telah melaksanakan evakuasi warga di wilayah Kabupaten Maros maupun Kota yang terkena dampak parah banjir ekstrem akibat cuaca buruk.

    Evakuasi berlangsung sejak kemarin di Kabupaten Maros, daerah Samangki, Pammanjengan (Moncongloe) dan Perumahan Racita. Di wilayah Samangki ada empat orang di evakuasi dua orang dewasa dan dua balita.

    Sedangkan di wilayah Pammanjengan (Moncongloe) empat orang, dua dewasa dan dua balita orang dievakuasi termasuk di Perumahan Racita dengan ketinggian air hingga pinggang orang dewasa.

    “Untuk menindaklanjuti permintaan evakuasi jika dibutuhkan maka bisa menghubungi call center Basarnas dengan nomor handphone 0811447115,” terang Haris.

    Haris juga menghimbau kepada masyarakat agar antisipasi dan tetap waspada dengan bencana banjir di beberapa titik di wilayah Sulawesi Selatan. Evakuasi dilakukan hingga kemarin malam dengan penerangan seadanya.

     

  • Pemkot Tangerang Galakkan Pembuatan Biopori untuk Antisipasi Banjir

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Tangerang, Banten mengerahkan seluruh OPD untuk bergerak guna meningkatkan kesiagaan menanggulangi bencana hidrometeorologi basah.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Ubaidillah Anshar mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi seluruh drainase yang ada di Kota Tangerang.

    Selain itu pihaknya juga memastikan seluruh rumah pompa berfungsi dengan baik, sehingga ketika timbul genangan bisa segera teratasi.

    Di tingkat masyarakat, diimbau untuk mengaktifkan kerja bakti, memperbanyak biopori, tidak membuang sampah sembarangan hingga memastikan barang-barang berharga ditempatkan dengan aman.

    ”Semua pihak melakukan langkah antisipasi, insyaallah semua dampaknya bisa kita minimalkan,” kata Ubaidilillah dikutip antaranews.com, Rabu (12/2/2025)

    Baca: Cuaca ekstrem picu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah

    Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin mengatakan dari pemetaan masalah banjir di Kota Tangerang beberapa waktu lalu, masyarakat diimbau untuk memperbanyak lubang biopori hingga pemukiman padat penduduk.

    Sehingga jalur-jalur aliran air di pemukiman semakin banyak dan potensi banjir dapat diminimalkan.

    Sedangkan di tingkat Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, usai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tergenang banjir, telah dilakukan koordinasi dan bersurat resmi ke BNPB untuk melakukan intervensi terkait normalisasi Kali Perancis

    Status siaga darurat bencana Hidrometeorologi diperpanjang hingga 11 Maret 2025 karena informasi dari BMKG memprakirakan periode dasarian 1 Februari 2025 berpotensi terjadi hujan lebat.

    Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, seluruh pemangku kepentingan hingga elemen masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

    Baca: Pemanasan global picu bencana akan lebih sering terjadi

    Informasi terkait perpanjangan status siaga darurat bencana Hidrometeorologi telah ditandatangani Penjabat Wali Kota Tangerang Nurdin dan telah disebarluaskan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan elemen masyarakat.

    Harapannya, semua pihak bisa meningkatkan kewaspadaan terkait potensi hujan lebat yang berdampak pada bencana banjir di wilayah yang sebelumnya pernah terjadi.

    “Kepada semua pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca, iklim atau kebencanaan. Status siaga hidrometeorologi yang sebelumnya berakhir 11 Februari, diperpanjang hingga 11 Maret 2025,” kata Ubaidillah.

    Sementara itu BMKG melalui surat tertanggal 31 Januari 2025 perihal Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Banten Periode Dasarian I Februari 2025.

    Selain itu BMKG menginformasikan pada Dasarian II Februari hingga Dasarian I Maret, Kota Tangerang diprediksi berada pada curah hujan harian kategori rendah hingga menengah.

    Beberapa kecamatan di Kota Tangerang pun masuk dalam potensi banjir kategori menengah.

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Tanah Longsor di Sejumlah Daerah

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Tanah Longsor di Sejumlah Daerah

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah terpantau masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia di pekan ketiga Februari 2025.

    Tercatat sebanyak 9 kejadian baru yang cukup berdampak terjadi di wilayah Indonesia sepanjang pekan ini, yang sebagian besar disebabkan cuaca ekstrem.

    Di Banten, dilaporkan tanah longsor terjadi di Kabupaten Pandeglang, akibat cuaca ekstrem.

    Akibat kejadian ini, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia dan satu orang warga luka ringan. Adapun dampak kerusakan masih dalam pendataan.

    Jawa Barat juga dilaporkan cuaca ekstrem melanda Kabupaten Karawang pada Sabtu (15/2/2025), akibat kejadian ini sebanyak 45 KK atau 145 warga terdampak dan sedikitnya sebanyak 40 unit rumah dan satu fasilitas kesehatan rusak.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir di Makassar Sulawesi Selatan

    Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Bandung. Di Majalengka tercatat sebanyak 21 KK dan 59 unit rumah serta 5 fasilitas umum terdampak

    Sedangkan di Kabupaten Bandung, tercatat sebanyak 44 KK dan 44 unit rumah serta 5 fasilitas umum terdampak cuaca ekstrem.

    Selain cuaca ekstrem, Jawa Barat juga dilanda tanah longsor, adapun lokasi kejadian berada di Kabupaten Tasikmalaya dimana tercatat sebanyak 33 KK dan 22 unit rumah terdampak serta 11 unit rumah dilaporkan rusak berat.

    Cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, tercatat sebanyak 35 KK dan 35 unit rumah terdampak serta satu fasilitas ibadah, satu tiang listrik dan satu kendaraan roda empat rusak.

    Sementara, banjir yang sebelumnya menerjang Kabupaten Demak dilaporkan sudah mulai surut.

    Baca: Indonesia sedang berada di puncak musim hujan

    Tidak hanya di Jawa Tengah, cuaca ekstrem juga terjadi di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Trenggalek dan dampak ke 23 KK dan 23 unit rumah.

    Di Sumatera, banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan dimana 333 KK dan 333 unit rumah terdampak.

    Menghadapi potensi ancaman bahaya hidrometeorologi, BNPB tetap mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga.

    Misalnya untuk mitigasi angin kencang, BPBD dan dinas terkait dapat memangkas ranting-ranting pohon atau warga dapat mengecek kekuatan struktur atap rumah masing-masing.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Dapat Memicu Bencana di Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Dapat Memicu Bencana di Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah hingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi pada Rabu (19/02/2025).

    Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, menyebutkan sebanyak 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara perlu mewaspadai potensi bencana tersebut.

    “Kondisi ini diperkirakan terjadi hingga sepekan ke depan,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama seperti yang dilansir Antaranews. .

    Wilayah tersebut adalah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah

    Selain itu  Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud juga berpotensi terjadinya bencana.

    “Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah di Sulawesi Utara agar tetap waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang,” jelasnya.

    Dhira menjelaskan hasil analisa kondisi dinamika atmosfer, nilai anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan anomali negatif dan spasial gelombang Low Frequency dan Kelvin yang bergerak melintasi wilayah Sulawesi Utara turut memperkuat peningkatan aktivitas konvektif.

    Faktor penunjang lain, menurut dia, yaitu potensi terbentuknya pola belokan angin (shearline) dan pertemuan massa udara (konvergensi), kondisi lokal akibat labilitas atmosfer dalam kondisi labil dan kelembaban udara yang tinggi hingga lapisan atas mendukung pertumbuhan awan-awan hujan semakin intens.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana hingga April 2025

    Kombinasi dari fenomena-fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat dalam durasi yang lama disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah-wilayah tersebut.

    Kondisi cuaca yang sama berpotensi pula terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau Padang Pariaman mengeluarkan peringatan dini hingga dua hari mendatang.

    BMKG memprediksi masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari pada sejumlah wilayah di Sumbar.

    Wilayah tersebut diantaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Baca: Banjir di Kalimantan Barat meluas, 2 anak meninggal

    Selain itu, wilayah Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan, Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Padang juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

    BMKG Stasiun Minangkabau Padang Pariaman juga mengingatkan cuaca ekstrem itu dapat meluas ke beberapa daerah lain di Sumbar.

    Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengajak masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai potensi bencana, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor.

    “Kami mengingatkan warga Kota Padang untuk selalu berhati-hati, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Jika terjadi hujan lebat dalam waktu lama, segera mengamankan diri ke tempat yang lebih aman,” jelas Hendri.

    Baca: Belasan warga meninggal di Jawa Tengah akibat bencana hidrometeorologi

    Sementara untuk wilayah Jakarta, hujan disertai petir berpotensi melanda seluruh wilayah pada pagi hari. Selanjutnya pada siang hari hampir seluruh wilayah di Jakarta akan diguyur hujan ringan.

    Di waktu yang sama wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang berpotensi hujan disertai petir. Sorenya hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diprediksi berawan.

    Malam harinya, hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Timur. Sedangkan wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan tebal.

     

  • BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Daerah Hingga Awal Maret

    BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Daerah Hingga Awal Maret

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob di 17 wilayah di Indonesia mulai 24 Februari hingga 5 Maret 2025.

    Situasi ini dipicu adanya fenomena bulan baru pada tanggal 28 Februari 2025 dan Perigee (fenomena astronomi saat bulan berada di titik terdekat terhadap bumi) pada 1 Maret 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

    Dalam pernyataan resmi BMKG yang dirilis Minggu (23/2/2025) disebutkan, wilayah pesisir yang berpotensi terdampak antara lain di Pesisir Kepulauan Riau di Dabo Singkep pada 24-27 Februari

    Banjir rob berpotensi terjadi di Karimun 26 Februari-3 Maret, Bintan 28 Februari-3 Maret, Tanjung Pinang 27 Februari-4 Maret.

    Baca: Fenomena perigee berpotensi picu banjir rob 

    Pesisir Sumatera Barat di Kota Padang, Padang Pariaman, Painan pada 28 Februari 2025. Kemudian, Pesisir Banten di Selat Sunda Utara pada 28 Februari, Pandeglang dan Lebak Selatan 27-28 Februari.

    BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di Pesisir Bangka Belitung Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka pada 26 Februari-2 Maret 2025.

    Selanjutnya, Pesisir Jakarta di Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Kalibaru, Muara Angke, Penjaringan pada 24–26 Februari 2025.

    Peringatan yang sama juga ditujukan kepada masyarakat di sekitar Pesisir Jawa Barat, khususnya di Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu pada 24–26 Februari 2025.

    Di Pesisir Jawa Tengah berada di Semarang, Demak, Pekalongan, Brebes, Tegal, Pemalang pada 24–26 Februari 2025, Pesisir Jawa Timur di Tanjung Perak, Krembangan, Kenjeran, Gresik, Lamongan pada 24–28 Februari 2025.

    Baca: Perubahan iklim membuat banjir rob makin sering terjadi

    Berikutnya, di Pesisir Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Lombok dan Bima pada 28 Februari 2025, Pesisir Kalimantan Selatan di Kotabaru pada 26 Februari–6 Maret 2025.

    Sedangkan untuk wilayah Pesisir Kalimantan Tengah di Sebuai, Keraya, Kubu, Kumai pada 24–28 Februari 2025.

    Pesisir Sulawesi Utara di Likupang, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud pada 26 Februari–5 Maret 2025, Pesisir Maluku pada 28 Februari-6 Maret 2025, Pesisir Maluku Utara pada 26 Februari-4 Maret 2025.

    Terakhir, di Pesisir Papua, Pesisir utara Jayapura, Kabupaten Sarmi pada 28 Februari – 4 Maret 2025, dan Pesisir Papua Selatan pada 27 Februari-7 Maret 2025.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di pesisir saat air laut pasang tinggi, mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman, serta memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG dan pemerintah setempat.