Pemkot Jakarta Selatan Keruk Kali Baru Barat untuk Mitigasi Banjir

Written by

in

7cloud.asia – Untuk memitigasi banjir selama musim hujan, Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengeruk sedimen lumpur di Kali Baru Barat, Jalan Raya Pasar Minggu, Kalibata.

“Untuk sedimen lumpur di Kali Baru Barat ini kita keruk sedalam satu meter,” kata Satgas Monitoring Alat Berat Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan, Arifin di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Arifin mengatakan, pengerukan Kali Baru Barat dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi pada awal 2025 dan diperkirakan akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan.

Dia menjelaskan, pengerukan Kali Baru Barat yang dilakukan dengan mengerahkan satu ekskavator tersebut setiap harinya bisa mengangkat hingga 15 meter kubik (m3) lumpur.

“Untuk pengangkutan sedimen lumpur menuju tempat pembuangan menggunakan tiga ‘dump truck’,” katanya.

Baca: Hujan deras guyur Jakarta sejak Selasa malam picu banjir di 52 RT

Ia berharap, pengerukan Kali Baru Barat ini bisa mencegah terjadinya banjir, khususnya di RT 02/04, Kelurahan Kalibata.

“Mudah-mudahan bulan depan semuanya selesai. Sehingga, akan berdampak positif terhadap lingkungan warga,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Rezha Ariviandi mengapresiasi upaya Sudin SDA Jakarta Selatan dalam mencegah atau meminimalisir banjir dengan cara melakukannya pengerukan kali.

“Saya rasa ini pengerukan lumpur ini sangat efektif. Harapannya mudah-mudahan tidak ada genangan nantinya di lokasi sekitar sini,” ucap Rezha.

Kali Baru Barat adalah salah satu sungai yang mengalir di Jakarta dan menjadi bagian dari dari Pengendalian Banjir dan Perbaikan Sungai Ciliwung Cisadane.

Baca: Cuaca ekstrem di Jakarta dan beberapa wilayah hingga Februari 2025

Kali Baru Barat ini mengalir melintasi antara lain kecamatan Pancoran dan Tebet, Jakarta Selatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebut, Kali Baru Barat memiliki panjang 14.250 kilometer (km) dan luas 106.875 kilometer persegi (km2).

Sebelumnya, Pemkot Jaksel sudah menambah dua embung pada 2024 untuk mengurangi masalah banjir di Jalan Pemuda, Jagakarsa dan SDN 01 Pesanggrahan.

Kemudian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membangun sumur resapan sebanyak 29.845 titik untuk periode 2019-2023.

Sumur resapan ini tersebar di lima kota dan satu kabupaten administrasi guna mengurangi genangan atau banjir khususnya saat hujan turun.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *