Tag: lingkungan

  • Keren! Siswa SMA Ini Temukan Cara Mengatasi Dampak Sampah Makanan

    Keren! Siswa SMA Ini Temukan Cara Mengatasi Dampak Sampah Makanan

    7cloud.asia – Berbagai cara yang dapat dilakukan siswa sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan.

    Seperti yang dilakukan oleh Shaffey Suhendra (18) yang meneliti dampak sampah makanan terhadap lingkungan dan cara mengatasinya.

    Melansir Antaranews, siswi kelas XII Jakarta Intercultural School ini memaparkan hasil penelitiannya soal sampah makanan dalam bentuk karya tulis.

    Shaffey menjelaskan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang limbah makanan dan dampaknya pada lingkungan.

    Sebab, lanjut Shaffey, permasalahan sampah makanan hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah terus menjadi perhatian semua kalangan.

    Baca: Coldplay sumbang kapal pembersih sampah untuk indonesia

    Tak heran, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang tinggi. Berdasarkan data pada 2017, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai penyumbang sampah makanan terbesar di dunia.

    Permasalahan sampah makanan tersebut tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia dan mempengaruhi kondisi lingkungan di desa dan kota.

    Selanjutnya Shaffey memaparkan dari data The Harvard T.H. Chan School of Public Health, limbah makanan mencakup pembuangan makanan pada berbagai macam tahap.

    Yaitu tahap produksi, penyimpanan, pemrosesan, rantai distribusi, serta makanan yang sengaja dibuang selama fase ritel atau konsumsi.

    Baca: Dampak sampah makanan pada lingkungan ternyata luar biasa

    Dia melihat, desain dan penempatan tempat sampah dapat berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat.

    “Contoh perbandingan antara Jakarta dan New York City menunjukkan pentingnya tempat sampah yang informatif dan mudah diakses,” paparnya.

    Jika sampah tidak dikelola dengan baik atau ditimbun begitu saja, maka akan terjadi bencana seperti yang pernah terjadi di Leuwigajah, Cimahi Selatan, Jawa Barat pada 2005.

    Penimbunan limbah itu berdampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat di daerah tersebut.

    Baca: Start up asal Singapura ini mampu ubah sampah makanan jadi produk bernilai tinggi

    Sementara jika sampah dibakar di tempat pembuangan sampah dan lahan kosong, maka akan memberikan kontribusi signifikan terhadap polusi udara dan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada pemanasan global.

    “Limbah sampah makanan yang masuk ke sungai dan lautan juga telah menyebabkan pencemaran air dan merugikan kehidupan aquamarine,” ujar Shaffey.

    Menurut Shaffey, pemerintah seharusnya pemerintah dapat mencontoh keberhasilan Singapura dan Korea Selatan dalam pengelolaan sampah makanan.

    Sebab di dua negara tersebut mereka menerapkan pengelolaan sampah dengan sistem insinerasi sampah (pengolahan sampah bertemperatur tinggi).

    Baca: Kelola sampah organik Pemkot Bandung rekrut ratusan warga

    Selain itu, pemilahan sampah dilakukan dengan efisien, denda terhadap pelanggar dan pendekatan inovatif seperti biaya berdasarkan berat sampah.

    Dengan cara seperti ini, Indonesia dapat berubah menjadi sebuah negara yang mampu mengurangi sampah makanan global.

    Hal ini juga memerlukan kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah agar bisa menciptakan perubahan positif bagi masa depan yang lebih baik.

    “Oleh karena itu, penanganan masalah ini harus bersifat menyeluruh dan melibatkan partisipasi semua warga negara,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian 1 meter merendam wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Diduga akibat adanya sumbatan sampah pada saluran drainase.

    Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, banjir terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di wilayah Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon.

    “Bencana banjir dilaporkan terjadi di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, akibat saluran drainase tersumbat,” ujar Sadono dikutip Antaranews pada Rabu (29/11/2023).

    Sebelumnya, lanjut Sadono, pada pukul 11.30  hujan dengan intensitas sedang mengguyur Jalan Brigjen Abdul Manan sekitar satu setengah jam.

    baca: kondisi pegunungan gundul picu banjir bandang di kudus

    Akibatnya terjadi kenaikan debit air pada aliran Sungai Baluh. Saluran drainase yang tersumbat, tidak mampu menampung debit air saat itu.

    “Sehingga air meluap ke jalan raya dan permukiman warga di Dusun Krajan, dengan ketinggian air mencapai satu meter,” katanya.

    Banjir akibat saluran drainase yang tertutup sampah ini menyebabkan empat rumah di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, terdampak. BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

    “Ada empat rumah terdampak, dengan 14 orang terdampak. Tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

    baca: cuaca ekstrem picu banjir bandang di sejumlah wilayah

    Sebelumnya banjir juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru.

    Bahkan di Kecamatan Klojen, banjir mengakibatkan tembok rumah roboh dan menyebabkan kerusakan.

    BPBD Kabupaten Malang bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait saat ini melakukan pembersihan material banjir.

    Selain itu juga akan dilakukan pembersihan sampah pada saluran drainase yang tersumbat bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat.

    baca: banjir satu meter lebih di aceh 1 balita tewas

    Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati telah mengingatkan warga akan bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang selama musim hujan.

    Selain itu, pihaknya berharap pemda dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini.

    “Pemda dan sektor terkait juga diharapkan dapat menjadikan informasi Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 ini sebagai acuan untuk menyusun rencana Aksi Dini (Early Action), dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana hidrometeorologis,” jelas Dwikorita.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Kasus Dengue di Yogyakarta Turun Setelah Menerapkan Teknologi Bakteri Wolbachia

    Kasus Dengue di Yogyakarta Turun Setelah Menerapkan Teknologi Bakteri Wolbachia

    7cloud.asia – Kasus dengue di Yogyakarta turun di bawah incindent rate global 10 per 100.000 populasi. Penurunan ini karena adanya implementasi program penelitian bakteri Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

    “Anomali yang terjadi di Yogyakarta, yang berhasil menurunkan incident rate di bawah standar dunia secara konsisten, ini ternyata disebabkan oleh implementasi program penelitian Wolbachia dari teman-teman kita di UGM,” jelas Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada postingan Instagram-nya.

    Budi menjelaskan, sejak tahun 1968, insiden rate dengue di Indonesia terus menjauh dari standar dunia.

    Padahal berbagai upaya telah dilakukan pemerintah fogging atau pengasapan, larvasida/abate, hingga 3M Plus. Tetapi insiden rate dengue tetap saja jauh dari standar dunia.

    Baca: Teknologi baru nyamuk Aedes Aegypti mengandung bakteri Wolbachia kendalikan kasus demam berdarah

    Saat ini insiden rate dengue di Indonesia berada pada angka 28,5 per 100.000 populasi.

    “Bahkan, angka tersebut di Yogyakarta pernah menyentuh 300 sampai 400 per 100.000 populasi,” ungkapnya.

    Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes RI, laju kasus dengue di Indonesia rata-rata mencapai 74.000 hingga 140.000 per tahun.

    Sejak bulan Januari hingga November 2023 kasus dengue mencapai 76.449 pasien dan 571 diantaranya berujung pada kematian.

    Baca: Aksi gerebek jumantik langkah sederhana berdampak besar untuk lingkungan

    Sebenarnya angka ini sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun  2022 yang mencapai 143.300 pasien dan 1.236 diantaranya meninggal.

    Penurunan ini berkat adanya upaya menekan kasus dengue berupa pengasapan, larvasida, pemakaian kelambu, 3M plus, hingga Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik.

    Bila kita ingat kematian anak di gagal ginjal akut berjumlah 200an orang, sedih rasanya melihat ribuan kematian anak-anak karena dengue.

    “Maka kita tiru suksesnya Yogyakarta menyelamatkan nyawa anak-anak mereka,” jelasnya.

    Baca: Suhu tinggi dan polusi picu pertumbuhan nyamuk malaria

    Karena itu, lanjut Budi, pemerintah memutuskan untuk menerapkan program wolbachia. Yaitu dengan memasukkan bakteri wolbachia ke tubuh nyamuk aedes aegypti.

    Nantinya bakteri ini akan  membuat nyamuk aedes aegypti tersebut tidak mampu lagi membawa virus dengue yang menimbulkan penyakit DBD.

    “Kebanyakan anak-anak yang wafat setiap tahun karena dengue. Kami menerapkan program wolbachia yang sukses di Yogyakarta,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    Seharian Kemarin Gunung Api Ile Lewotolok Meletus 35 Kali, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

    7cloud.asia – Sepanjang Kamis (30/11/2023) kemarin sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WITA, Gunung Api Ili Lewotolok yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus sebanyak 35 kali.

    Petugas Pemantau Gunung Ili Lewotolok, Fajaruddin M. Balido menjelaskan tinggi kolom abu berada pada kisaran tinggi 200-500 m dan warna asap putih dan kelabu.

    “Sejak kemarin ada 35 kali letusan yang terjadi di puncak kawah gunung tersebut,” ujar Fajaruddin M. Balido seperti yang dikutip Antaranews pada Jumat (01/12/2023).

    Letusan-letusan tersebut, lanjut, Fajaruddin, disertai lontaran lava pijar dan gemuruh lemah hingga sedang. Lontaran lava pijar dalam radius puncak.

    Baca: Sabtu pagi Gunung Ili Lewotolok dua kali meletus

    Saat terjadi letusan juga gunung terlihat jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-700 meter di atas puncak kawah.

    Saat ini gunung api yang pernah erupsi pada akhir November 2021 lalu itu kini berada pada Status Level II atau waspada.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, serta wisatawan memasuki dan melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

    Baca: Sehari tiga kali erupsi Gunung Anak Krakatau dalam status siaga

    Selain itu, PVMBG mengimbau masyarakat di tiga desa di bawah kaki gunung tersebut, seperti Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar waspada ancaman bahaya dari Gunung Ili Lewotolok.

    Ancaman bahaya itu dapat berupa guguran atau longsoran lava dan awan panas bisa muncul sewaktu-waktu dari bagian timur puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.

    PVMBG juga mengimbau masyarakat selalu menggunakan masker saat berada diluar ruangan untuk menghindari gangguan pernafasan maupun gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Terkait COP 28, Organisasi Lingkungan Rilis 13 Seruan untuk Delegasi Indonesia

    Terkait COP 28, Organisasi Lingkungan Rilis 13 Seruan untuk Delegasi Indonesia

    7cloud.asia – Menyambut penyelenggaraan konferensi iklim atau COP 28 Uni Emirat Arab, sejumlah organisasi lingkungan menyeruan sejumlah langkah bagi Delegasi Indonesia yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia pada Jumat (1/12/2023) setidaknya 19 organisasi lingkungan agar pemerintah lebih serius dalam melakukan aksi iklim.

    19 organisasi lingkungan ini antara lain adalan Yayasan Auriga Nusantara, Perkumpulan HuMa, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Yayasan MADANI Berkelanjutan, Perkumpulan Mandala Katalika Indonesia (Manka), Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal (PIKUL), Institute for Essential Services Reform (IESR) dasn sebagainya. 

    Berikut seruan 19 organisasi lingkungan terkait penyelenggaraan COP 28  Uni Emirat Arab: 

    Baca: Dunia diminta lakukan aksi iklim yang nyata

    1.Kembali ke lapangan:

    Hutan alam masih terus hilang, pulau-pulau kecil terancam, transisi energi yang tidak berkeadilan justru merusak lingkungan dan merampas hak-hak masyarakat, perusakan pesisir, perairan, terumbu karang, mangrove terus terjadi sehingga perekonomian masyarakat lokal hilang.

    Data masyarakat sipil mencatat, selama periode 2001-2022 telah terjadi kehilangan 6,5 juta hektare tutupan hutan alam, termasuk mangrove.

    Seluas 176 ribu hektare di antaranya hilang dalam tiga tahun terakhir (Mapbiomas, 2023).

    Baca: Negara miskin lebih merasakan dampak perubahan iklim

    2.Menindaklanjuti dan memasukkan pertimbangan evaluasi GST untuk memperkuat ambisi Second NDC Indonesia sesuai dengan pathway 1,5C dengan implementasi yang lebih transparan, akuntabel, inklusif, dan partisipatif.

    Proses penyusunan Second NDC harus melibatkan kelompok rentan dan paling terdampak, masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan di daerah. Second NDC juga harus menekankan kewajiban mitigasi dan adaptasi beserta pendanaannya kepada pihak-pihak yang paling banyak berkontribusi pada krisis.

    3.Selaraskan seluruh rencana, kebijakan, dan proyek pembangunan dengan upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca dan peningkatan ketahanan iklim secara berkeadilan serta koreksi mendasar terhadap sistem dan model ekonomi yang tinggi karbon.

    Hentikan proyek pembangunan yang bertentangan dengan upaya mengatasi krisis iklim seperti Proyek Strategis Nasional untuk perluasan bisnis berbasis lahan dan hasil hutan, antara lain Food Estate, infrastruktur jalan dan bendungan, pembangunan kawasan industri ekonomi baru dan pertambangan.

    Baca: Ancaman perubahan iklim sudah diingatkan sejak 70 tahun lalu

    Pemeritah juga didesak memberikan kemudahan kebijakan dan fasilitas pendukung PSN yang justru menurunkan kapasitas adaptif masyarakat, meningkatkan emisi Gas Rumah Kaca, dan melanggar HAM.

    4.Adaptasi dan mitigasi tidak boleh dilakukan secara terpisah, tapi harus selalu bersama-sama agar aksi mitigasi tidak mengurangi kapasitas adaptif dan aksi adaptasi dapat berkontribusi pada penurunan emisi dengan alokasi sumber daya pendanaan yang seimbang.

    Baca: Aspek keadilan dalam transisi energi

    5.Jalankan transisi energi yang adil dan inklusif,

    Hal ini baik dari kebijakan yang mendukung ekosistem hulu ke hilir, pendanaan, terobosan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, partisipasi, kondisi pemungkin, dan akses sumber daya, serta dukung upaya transisi energi yang ditentukan di tingkat lokal dan komunitas.

    Transisi energi harus memasukkan elemen pengentasan ketidakadilan eksisting serta meninggalkan sistem pengelolaan energi yang eksploitatif.

    Pentingnya transisi energi tidak hanya terfokus pada pengembalian investasi semata, namun juga mempertimbangkan nilai-nilai social return of investment.

    6.Lindungi dan pulihkan ekosistem alam tidak terbatas pada hutan, gambut, ekosistem pesisir, dan laut.

    Semua kekayaan hayati harus dilindungi dengan menghentikan alih guna lahan yang menurunkan kapasitas masyarakat dalam beradaptasi, memicu kepunahan satwa secara cepat dan tidak sesuai dengan upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca.

    Baca: Terdampak perubahan iklim, Indonesia berhak atas dana loss and damage

    7.Bersiap dan mengantisipasi bencana iklim yang akan semakin sering terjadi.

    Ini dilakukan dengan mendorong adaptasi yang dipimpin dan sesuai konteks lokal serta menyiapkan mekanisme penyaluran dana Loss and Damage yang bisa sampai di tingkat lokal.

    Selain itu, fokus utama dalam prosesnya perlu diberikan pada kelompok rentan, termasuk tapi tidak terbatas pada penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, perempuan termasuk remaja perempuan, masyarakat adat, petani, nelayan, buruh dan pekerja (formal dan non-formal).

    8.Akui dan lindungi hak-hak masyarakat adat, petani, dan masyarakat lokal (MAPKL) termasuk hak atas tanah, serta hak-hak kelompok rentan sebagai prakondisi aksi adaptasi dan mitigasi yang efektif.

    Aksi adaptasi dan mitigasi berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan pengetahuan tradisional dari MAPKL perlu diakui dan diakomodasi selaras dengan pengalaman dan pembelajaran komunitas di masa lalu/lampau dan masa kini.

    Baca: Peran masyarakat adat dalam mengantisipasi perubahan iklim

    9.Lindungi hak-hak warga melalui uji tuntas hak asasi manusia dalam kegiatan mitigasi dan adaptasi.

    Perlindungan juga perlu dilakukan melalui penguatan jaminan atas hak asasi manusia termasuk hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, terutama bagi mereka yang akan terdampak oleh transisi energi termasuk sektor dan para pelaku non-formal yang terdampak dan tidak terlihat dalam sistem.

    Reformasi atas peraturan perburuhan termasuk UU Cipta Kerja ke arah yang lebih melindungi hak-hak buruh dan hak pekerja adalah sebuah keharusan dalam menjalankan transisi energi.

    10.Hentikan segala bentuk ancaman dan intimidasi kepada setiap warga yang berupaya untuk mendapatkan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat untuk generasi kini dan mendatang.

    Baca: Aksi iklim di era Pemerintahan Jokowi

    11.Alihkan aliran pendanaan sektor-sektor yang intensif emisi ke sektor-sektor yang berfokus pada pemulihan dan restorasi lingkungan.

    Sediakan pendanaan iklim yang tidak hanya adil, tapi juga mudah diakses untuk masyarakat tapak terdampak dan jaringan orang muda yang ingin berpartisipasi dalam upaya mitigasi dan adaptasi.

    Hindari jebakan utang (“debt trap”) dalam pendanaan iklim.

    12.Pemerintahan baru harus lebih tegas dalam mengantisipasi risiko bencana iklim dan menyusun rencana aksi iklim yang lebih ambisius dan terukur hingga 2030

    13.Memastikan setiap solusi yang diajukan berdampak nyata pada penurunan emisi dan menahan kenaikan temperatur. Menyerahkan solusi hanya pada mekanisme dan kepentingan pasar adalah sebuah kemunduran.

  • Jokowi Minta Dana untuk Food Estate di COP 28 Uni Emirat Arab, Greenpeace: Jangan Tutup Mata atas Kegagalan Food Estate

    Jokowi Minta Dana untuk Food Estate di COP 28 Uni Emirat Arab, Greenpeace: Jangan Tutup Mata atas Kegagalan Food Estate

    7cloud.asia – Di sela forum Transforming Food Systems in the Face of Climate Change COP 28 Uni Emirat Arab di Dubai, Presiden Jokowi meminta dukungan dana dan teknologi untuk pengembangan food estate.

    Karena pidatonya di COP 28 Uni Emirat Arab ini, Jokowi dinilai terus menutup mata atas kegagalan proyek lumbung pangan atau food estate yang terbukti berdampak buruk pada lingkungan.

    Dalam pidatonya di COP 28 Uni Emirat Arab itu, Jokowi berdalih bahwa sektor pertanian dan perkebunan bisa memproduksi biofuel seperti biodiesel.

    Jokowi mengklaim food estate bisa menyuplai kebutuhan pangan dan energi global. Padahal, hasil proyek lumbung pangan Jokowi jauh panggang dari api.

    Berselang sekitar 12 jam dari pidato Jokowi di Dubai, aktivis Greenpeace, LBH Kalimantan Tengah, Save Our Borneo, dan Walhi Kalimantan Tengah ‘napak tilas’ ke area proyek food estate garapan Kementerian Pertahanan.

    Baca: Sambut COP 28 Uni Emirat Arab, aktivis lingkungan tuntuk aksi nyata untuk lingkungan.

    Di lokasi food estate  di Gunung Mas, Kalimantan Tengah ini Greenpeace menggelar aksi kreatif parodi ‘makan siang Presiden Jokowi dan tiga calon presiden di Pilpres 2024’.

    Para aktivis kembali mengirimkan pesan bahwa proyek food estate bukanlah solusi ketahanan pangan, tetapi justru memperparah krisis pangan dan krisis iklim.

    “Kondisi food estate Gunung Mas hari ini tak jauh berbeda, meski sudah berselang satu tahun sejak kami memotret kegagalan proyek ini pada November 2022. Tidak ada kebun singkong yang dijanjikan,” kata Belgis Habiba, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

    Belgis menambahkan, padahal sudah sekitar 760 hektare hutan alam dibabat untuk proyek strategis nasional ini.

    “Hutan yang sebenarnya menyediakan sumber kehidupan untuk flora fauna di dalamnya, untuk masyarakat adat dan masyarakat setempat, dan menjadi benteng pertahanan kita untuk menahan laju krisis iklim,” imbuhnya.

    Baca: Negara miskin paling merasakan dampak perubahan iklim

    Ketahanan pangan merupakan salah satu isu yang dibahas dalam COP 28 Uni Emirat Arab.

    Uni Emirat Arab selaku tuan rumah COP28 telah merilis rancangan awal deklarasi tentang pertanian, resiliensi sistem pangan, dan aksi iklim yang berkelanjutan.

    Rancangan deklarasi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan transformasi sistem pangan dan pertanian dalam aksi iklim.

    Salah satunya dengan fokus pada sistem pertanian dan pangan yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan degradasi lingkungan.

    Sayangnya, Presiden Jokowi malah mempromosikan pengembangan biofuel yang merupakan solusi palsu dan tak menunjukkan keseriusan komitmen iklim.

    Baca: Negara maju diminta lebih berperan dalam menahan laju perubahan iklim

    Dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, sejumlah aktivis lingkungan menegaskan, pengembangan biofuel akan memicu ekspansi perkebunan monokultur yang memperparah kerusakan hutan dan gambut.

    Selain di Gunung Mas, proyek food estate pemerintah juga merambah wilayah gambut di bekas lahan Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau yang sebelumnya sudah gagal.

    “Menurut pantauan kami, proyek ini justru memperparah kerusakan gambut hingga memicu kebakaran pada September sampai Oktober 2023.” kata Bayu Herinata, Direktur Walhi Kalimantan Tengah.

    Bayu menegaskan, pemerintah harus menghentikan food estate karena sistem pangan monokultur skala besar seperti ini merupakan solusi palsu untuk cita-cita ketahanan pangan.

    Pemerintah harus melakukan evaluasi pelaksanaan proyek food estate secara menyeluruh karena ada potensi kerugian negara dari penggunaan APBN dalam menjalankan proyek ini.

    “Yang paling penting, dalam waktu cepat pemerintah juga harus memulihkan hutan dan lahan gambut yang rusak di area tersebut,” pungkasnya. 

     

  • Konflik Gajah Liar Versus Manusia di Bener Meriah Aceh, Karena Habitat Rusak?

    Konflik Gajah Liar Versus Manusia di Bener Meriah Aceh, Karena Habitat Rusak?

    Foto: Konfrontasi

    7cloud.asia – Tim Pengamanan Flora Fauna (TPFF) bersama masyarakat menggiring 25 ekor gajah liar yang masuk ke pemukiman penduduk di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, untuk kembali ke habitatnya.

    Hal itu dilakukan karena kawanan gajah liar tersebut merusak pemukiman dan lumbung masyarakat, sehingga warga kesulitan secara ekonomi dan hidup dalam ketakutan.

    Dilansir Antaranews.com, gajah-gajah liar itu digiring ke wilayah kawasan lindung hutan Genengan, karena di situ koridor gajah.

    ‘Koridor gajah ini membentang dari Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Pidie Jaya,” kata Koordinator Tim Pengamanan Flora Fauna Karang Ampar-Bergang Aceh Tengah, Muslim, di Aceh Tengah, Senin (4/12/2023).

    Sebelum penggiringan pihaknya berkonflik telah meminta bantuan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu membawa keluar gajah dari pemukiman pada 29 November 2023.

    Baca: Melihat gajah liar di tol, hanya ada di Sumatera

    BKSDA berjanji akan turun bersama tim resort Aceh Tengah untuk menggiring gajah-gajah liar ini setelah dua hari audiensi.

    ‘Namun sampai kami kembali ke kampung, ternyata tim BKSDA masih belum turun ke desa,” katanya.

    Lebih lanjut Muslim menyatakan gajah liar sudah sering masuk ke pemukiman penduduk, merusak rumah dan ladang masyarakat yang tinggal di Bener Meriah dan Aceh Tengah atau di aliran DAS Peusangan.

    Pihaknya bersama warga hampir setiap tahun melakukan penghalauan, namun kurang berhasil.

    Menurutnya, peristiwa masuknya gajah ke pemukiman masyarakat sudah terjadi sejak tahun 2002 dan makin masif dalam 10 tahun terakhir.

    Baca: Pro kontra pelestarian satwa liar dengan pola ex situ

    Hal itu terjadi, kata dia, karena perizinan lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Bireuen yang merusak habitat gajah, sehingga gajah mencari jalan lain sebagai tempat hidup dan mencari makan.

    Warga yang bekerja sebagai petani dari hasil hutan bukan kayu, sehingga sudah tahu di mana ada wilayah koridor gajah.

    ‘Jadi, ini karena izin besar-besaran HGU di Bireuen yang mengakibatkan lahan gajah tidak ada lagi di tempat itu dan akhirnya masuk ke Aceh Tengah dan Bener Meriah,” kata Muslim.

    Konflik gajah versus manusia di dataran tinggi Gayo (Bener Meriah dan Aceh Tengah) sudah berlarut-larut.

    Interaksi negatif antara gajah dengan manusia di sana telah berlangsung  belasan tahun lamanya.

    Baca: Menyaksikanmekarnya bunga raflesia arnoldii

    Beberapa kepala desa mengungkap sejumlah masalah yang terjadi akibat konflik gajah versus manusia dalam konferensi yang berlangsung di Walhi Aceh, Kamis (30/11/2023).

    Kepala Desa Musara 58, Farid Wazdi, mengeklaim bahwa konflik gajah versus manusia berdampak pada 15 desa di Kecamatan Pinto Rime Gayo dan 20 lagi desa di Aceh Tengah.

    Kondisi ini ikut menganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak desa setempat.

    Banyak anak-anak yang enggan pergi ke sekolah karena riskan, sebab gajah kerap melintas di jalur yang mereka lewati.

    “Karena jarak rumah ke sekolah itu ada yang dua kilometer berjalan kaki. Kalaupun diantar sama orang tuanya, orang tuanya juga takut kalau kita naik motor, gajah menyeberang,” kata Farid Wazdi seperti dikutip Liputan6.com

    Baca: Greenpeace minta Jokowi tak tutup mata atas kerusakan lingkungan akibat food estate

    Menurut Kepala Desa Negeri Antara, Riskanadi, pernah suatu hari anak-anak batal masuk sekolah karena pekarangan rumah sekolah tiba-tiba dimasuki oleh gajah liar.

    Sebelumnya, Riskanadi, mengatakan bahwa sebagian besar warga di desa berhenti berkebun dan memilih bekerja sebagai buruh di perusahaan karena .

    Namun, pekerjaan sebagai buruh harian lepas di perusahaan dengan upah rendah juga berdampak pada ketaksanggupan para orang tua untuk membiayai anak-anak mereka sekolah

    Riskanadi mengatakan bahwa desanya bukan merupakan lintasan gajah liar sehingga tidak mungkin mereka terlibat konflik dengan gajah karena alasan koridor satwa lindung itu terganggu.

     

    Untuk mengakhiri konflik manusia dan gajah yang berlarut-larut, Tim Pengamanan Flora Fauna mengusulkan adanya Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) atau Taman Hutan Raya (Tahura) seluas 10.000 hektare yang meliputi bentang alam antara Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.

     

  • Pertanian Indonesia Pengguna Pestisida Terbesar di Dunia, Apa Dampaknya pada Lingkungan?

    Pertanian Indonesia Pengguna Pestisida Terbesar di Dunia, Apa Dampaknya pada Lingkungan?

    7cloud.asia –  Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara pertanian pengguna pestisida terbesar di dunia pada 2021, setelah Brasil, dan Amerika Serikat.

    Sebagai negara pertanian yang besar, penggunaan pestisida Indonesia tercatat mencapai 283 kiloton pada 2021. Lantas seperti apa dampaknya pada lingkungan?

    Pestisida digunakan untuk membasmi atau mengendalikan hama seperti gulma, ulat, jamur, dan bakteri pada tanaman pertanian dan perkebunan.

    Penggunaan pestisida dalam jumlah besar ini berisiko menjadi cemaran bahan kimia di lingkungan yang dapat berujung pada paparan residu bahan beracun pada produk makan.

    Riset menunjukkan cemaran pestisida telah terdeteksi di beberapa daerah pertanian di Indonesia seperti di Indramayu dan Brebes.

    Baca: BRIN kembangkan pestisida ramah lingkungan

    Riset juga menunjukkan pestisida jenis organoklorin mencemari perairan laut dan kerang hijau Perna viridis di pesisir Tambak Lorok Semarang.

    Riset sejenis sangat penting karena jumlah studi topik pencemaran oleh pestisida masih sedikit di Indonesia.

    Dalam studi-studi tersebut, level cemaran dianggap bisa diabaikan dampaknya pada manusia, tapi berpotensi menimbulkan dampak pada ekosistem perairan dalam jangka panjang.

    Jika tidak diawasi dan dikontrol dengan baik, penggunaan pestisida dapat berisiko menganggu ekosistem air dan pertanian.

    Bukan tidak mungkin akan muncul gangguan kesehatan yang disebabkan oleh akumulasi cemaran pestisida dalam bahan pangan atau air.

    Baca: Pengolahan tanah sembarangan berdampak serius pada lingkungan

    Risiko cemaran pestisida
    Memperhatikan risiko ini, Indonesia seharusnya mempunyai urgensi untuk mengurangi cemaran pestisida dan efeknya.

    Sebagian besar pestisida organik sintetis yang umum digunakan petani, seperti organoklorin, sangat stabil di lingkungan dan sulit terurai.

    Hal ini dapat menyebabkan terakumulasi dan berpotensi menimbulkan gangguan metabolisme bagi makhluk hidup ke depan.

    Bagi hewan, paparan pestisida bisa berdampak, antara lain, timbulnya gangguan ginjal dan hati, juga potensi obesitas.

    Sementara, pada manusia, walaupun jumlah studi masih terbatas, beberapa studi menunjukkan paparan pestisida meningkatkan risiko hipertensi, resistensi insulin, dan diabetes.

    Baca: Sawit, antara ketahanan pangan dan dampaknya pada lingkungan

    Indonesia juga perlu menguji potensi efek pestisida pada ekosistem dan organisme yang hidup di dalamnya.

    Kita membutuhkan sistem dan juga riset lebih banyak untuk mendeteksi efek cemaran pestisida di lingkungan, khususnya di ekosistem pertanian dan air tawar.

    Uji toksisitas dengan hewan model merupakan salah satu metode mendasar untuk menganalisis efek pestisida pada makhluk hidup.

    Akan tetapi, organisme yang berbeda akan memberikan respons dan ambang batas yang berbeda.

    Misalnya, penggunaan herbisida atrazine yang utamanya ditujukan untuk memberantas gulma tanaman, dapat memberikan dampak seperti gangguan endokrin yang mengganggu regulasi hormon pada hewan.

    Baca: Dampak pertanian monokultur pada lingkungan

    Contoh yang cukup terkenal adalah atrazine ditemukan memberi efek feminisasi atau timbulnya ciri-ciri khusus kelamin betina.

    Seperti turunnya level testosterone dan spermatogenesis pada katak Afrika jantan (Xenopus laevis).

    Penurunan ini berdampak pada menurunnya perilaku kawin dan berkurangnya kesuburan.

    Uji toksisitas biasanya dilakukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dan sebenarnya cukup jarang ditemukan di lingkungan.

    Uji dengan konsentrasi tinggi dapat menunjukkan efek yang terlihat jelas, seperti pengurangan populasi hewan model (baik karena kematian generasi pertama atau generasi selanjutnya).

    Baca: Negara penyumbang deforestasi terbesar

    Sementara jika pencemaran terjadi dalam konsentrasi rendah, yang muncul adalah efek sublethal, atau efek yang tidak menimbulkan kematian.

    Beberapa contoh efek sublethal adalah berkurangnya kemampuan reproduksi, berubahnya tingkah laku (misalnya kemampuan berenang pada ikan), dan juga berubahnya regulasi hormonal pada hewan model.

    Efek-efek seperti ini dapat timbul setelah akumulasi yang cukup lama atau banyak, sehingga kita perlu mendeteksi efek ini dengan level yang lebih rendah, yaitu level molekular. Hal ini akan diuraikan dalam tulisan selanjutnya

    Artikel ini ditulis Pijar Religia, Specially Appointed Researcher, Osaka Universitytelah dan telah terbit di The Conversation.

     

  • Ganjar Usulkan Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim Masuk Kurikulum

    Ganjar Usulkan Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim Masuk Kurikulum

    7cloud.asia – Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengusulkan isu lingkungan dan perubahan iklim dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

    Hal itu diungkapkan Ganjar saat menjawab pertanyaan tentang upayanya agar masyarakat paham dan peduli tentang lingkungan dan ancaman perubahan iklim.

    Menurut Ganjar, isu lingkungan dan perubahan iklim belum banyak dipahami oleh masyarakat banyak.

    Sehingga hal itu perlu dilakukan agar masyarakat bisa paham dan peduli isu lingkungan dimulai dari pengenalan iklim.

    “Caranya melalui pendidikan, tidak ada yang lain. Bisa kita titipkan kepada kurikulum guru-guru mengenai isu perubahan iklim. Supaya anak-anak muda peduli pada isu itu,” ujar Ganjar kepada wartawan di Balikpapan, Kaltim, Selasa (5/12/2023).

    Baca: Cara agar pendidikan menjadi solusi bagi lingkungan dan perubahan iklim

    Tak hanya dalam kurikulum pendidikan, menurut Ganjar, peran para tokoh juga penting dalam menyosialisasikan isu lingkungan dan perubahan iklim ini.

    Ganjar juga memiliki gagasan bahwa sosialisasi isu perubahan iklim bisa melibatkan para tokoh adat, agama, hingga penggiat lingkungan.

    Ganjar berharap, para tokoh tersebut bisa membantu menumbuhkan kepedulian terhadap masalah lingkungan.

    “Umpama kita bicara soal energi panel, oh ini energi lebih hemat atau kita bicara soal transisi energi soal sistem transportasi yang menggunakan baterai, sehingga emisi bisa dikurangi,” ucap Ganjar.

    “Jadi (soal perubahan iklim ini, red) penting edukasi, edukasi tidak ada yang lain,” tambahnya.

    Baca: Mahasiswa arsitektur ini angkat isu lingkungan dalam tugas akhirnya

    Dalam kampanyenya di Balikpapan  ini, Ganjar juga sempat mengunjungi kelompok disabilitas di Loka Bina Karya.

    Dalam kunjungannya, Ganjar mengakui bahwa pendidikan dan pekerjaan untuk kelompok disabilitas masih menjadi persoalan.

    Menurut Ganjar, kelompok disabilitas harus dilibatkan dalam tiap pengambilan keputusan yang menyangkut kebijakan publik. Dia mengaku hal itu telah dilakukannya selama memimpin sebagai Gubernur Jawa Tengah.

    Ganjar menambahkan, kesetaraan bagi penyandang disabilitas akan menjadi salah satu prioritasnya  saat memimpin Indonesia. Dia berjanji agar kelompok disabilitas mendapatkan hak yang sama.

    Lebih lanjut, Ganjar menuturkan bahwa permintaan dari para penyandang disabilitas pun terbilang cukup sederhana. Mereka hanya ingin dimudahkan akses pendidikan hingga pekerjaan.

    Baca: Milenial dan Gen Z bisa jadi kelompok penekan industri lebih peduli lingkungan

    “Sederhana sekali ternyata apa yang menjadi permintaan mereka, ‘pak kesempatan akses pendidikan saya tolong coba dipenuhi dong pak’.

    ‘Kesempatan saya untuk bisa bekerja dengan presentasi tertentu yang ada di PNS, di pemerintahan maupun di perusahaan, ditepati dong pak,” ungkap Ganjar.

     

     

  • Manfaat Urban Farming untuk Lingkungan Kota Berkelanjutan

    Manfaat Urban Farming untuk Lingkungan Kota Berkelanjutan

    7cloud.asia – Urban farming menjadi salah satu faktor bagi sebuah kota untuk bisa disebut kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Urban farming ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan tidur yang sering ditemukan di kota-kota besar di Indonesia.

    Di negara maju, di mana lahan kosong juga sangat sulit ditemukan, urban farming biasanya memanfaatkan rooftop atau ruang terbuka di atas bangunan tinggi.

    Urban farming atau pertanian kota semakin populer di berbagai kota, termasuk Atlanta, Georgia, dan New York City di Amerika Serikat.

    Baca: 8 Elemen agar sebuah kota disebut ramah lingkungan

    Ada banyak manfaat baik ekonomi maupun ekologi dari pemanfaatan rooftop garden atau teknik urban farming bagi sebuah kota. 

    Dilansir earth.org, manfaat terbesar dari urban farming dirasakan warga kota bersangkutan, karena mendapat suplai sayuran yang sehat.

    Urban farming juga punya peran penting sebagai komponen penting dalam kota yang berkelanjutan.

    Baca: Kisah dua kota yang paling ramah lingkungan

    Berikut beberapa manfaat yang dapat ditawarkan oleh urban farming bagi kota, sebagaimana dilansir earth.org:

    1. Peningkatan kualitas udara

    Sudah menjadi rahasia umum, jika semua tumbuhan menyerap karbondioksida dan mengolahnya menjadinutri dan menghasilkan oksigen. Oksigen ini juga yang dihasilkan dari urban farming.

    2. Mendukung produsen pangan lokal

    Hasil kebun dari urban farming akan memastikan pasokan bagi produsen pangan lokal. Sehingga ketika terjadi kondisi darurat, pasokan tetap terjamin.

    Baca: Manfaat infrastruktur ramah lingkungan

    3. Mengurangi biaya transportasi

    Urban farming artinya membuat kebun di dalam kota, sehingga tidak dibutuhkan angkutan untuk menjual hasil kebunnya.

    4. Mengurangi limpasan dari curah hujan alami

    Urban farming juga bermanfaat menyerap air hujan sehingga tidak langsung dibuang ke drainase kota. 

    Baca: Mengenal apa itu infrastruktur ramah lingkungan

    5. Penyerbukan yang melimpah di kota-kota

    Keberadaan urban farming turut menjaga keanekaragaman hayati sebuah kota. bunga-bungan yang dihasilkan akan mengundang serangga atau satwa liar lainnya.