Tag: gaya hidup

  • Mengapa Gaya Hidup Minimalis Bagus untuk Kesehatan Mental

    Mengapa Gaya Hidup Minimalis Bagus untuk Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Gaya hidup minimalis makin banyak dilirik orang di tengah semua ketidakpastian.

    Hal ini  karena gaya hidup minimalis mendorong orang untuk merapikan kehidupan mereka dengan mengonsumsi secara lebih bertanggung jawab.

    Meningkatkan kesadaran kebiasaan konsumsi, akan membuat kita lebih sadar akan kepemilikan materi dan memaksa kita untuk membeli lebih sedikit serta memilih kualitas daripada kuantitas. Inilah esensi gaya hidup minimalis.

    Gay ahidup minimalis juga mendorong konsumen untuk membuat keputusan yang sadar lingkungan, memaksa mereka untuk bertanya pada diri sendiri mereka sendiri: 

    “Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?” dan “Apa manfaat jangka panjang dan dampak lingkungan dari pilihan konsumsi saya?”

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis menyelamatkan lingkungan

    Menerapkan gaya hidup minimalis membantu menurunkan jejak karbon, yang memberikan manfaat tidak hanya pada individu yang menjalani, tapi juga pada lingkungan sekitar.

    Individu yang menerapkan gaya hidup minimalis cenderung menjalani gaya hidup yang lebih sehat, sehingga meningkatkan kesehatan mental dan fisiknya.

    Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan di AS menemukan bahwa orang yang berjiwa minimalis merasa puas dan dihormati.

    Penganut gaya hidup minimalis jug aterbukti lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami perasaan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya.

    Penelitian lain pada tahun 2023 yang dilakukan terhadap 525 peserta di China mengungkapkan bahwa gaya hidup minimalis meningkatkan kesejahteraan pribadi di negara-negara berkembang.

    Baca: Ringankan beban hidupmu dengan menjalani gaya hidup minimalis

    Nafsu belanja yang berlebihan, menurut penelitian, tidak menyebabkan kebahagiaan yang lebih besar, melainkan justru meningkatkan stres dan kecemasan.

    Hal ini yang terjadi di China. Dalam beberapa dekade terakhir, China telah merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Seiring dengan membaiknya kondisi kehidupan masyarakat umum China, kebutuhan mereka akan barang-barang berkualitas tinggi juga meningkat.

    Selama delapan hari “Pekan Emas” misalnya, pendapatan pariwisata domestik mencapai 753,4 miliar yuan (103 miliar dolar).

    Fakta ini menunjukkan nafsu besar masyarakat  China  untuk berbelanja dan berkonsumsi dan bagaimana hal ini sering kali terkait langsung dengan peningkatan standar hidup.

    Meskipun demikian, studi tersebut juga menyatakan bahwa dengan kemajuan ekonomi dan penurunan angka kelahiran, China akan menyaksikan peningkatan penerimaan terhadap gaya hidup minimalis, seperti yang terjadi di negara maju.

    Baca: Mengintip isi lemari penganut gaya hidup minimalis

    Selain itu, pengurangan pembelian menghemat uang untuk barang-barang yang tidak memberikan nilai tambah bagi kehidupan seseorang.

    Dengan kata lain, konsumen yang menganut paham minimalis membatasi pengeluaran mereka dan menambah tabungan.

    Ini membantu mereka mencapai tujuan jangka panjang yang menghasilkan lebih banyak kepuasan dan kebahagiaan.

    Oleh karena itu, salah satu aspek minimalis adalah mencapai kesejahteraan finansial karena pengeluaran yang lebih sedikit, yang mengarah pada penghindaran hutang yang tidak perlu dan peningkatan tabungan.

    Selain itu, temuan pada tahun 2023 di Pakistan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara minimalisme dan kesejahteraan finansial. Namun demikian, gaya hidup minimalis juga menuai kritik.

    Baca: Slow fashion cara yang mulai dilirik mereka yang muak dengan konsumerisme

    Gaya hidup minimalis dinilai mengenlakan jenis konsumsi baru, keinginan untuk membeli barang multifungsi, hemat energi, atau ingin merenovasi rumah agar menyerupai ruang minimalis pada umumnya. Tapi itu akan dibahas dalam artikel selanjutnya. ​

    Sumber: earth.org baca artikel asli di sini

  • Lima Cara Mudah Mulai Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

    Lima Cara Mudah Mulai Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

    7cloud.asia – Gaya hidup minimalis makin dilirik di negara maju dalam beberapa dekade terakhir.

    Banyak orang yang menjalani gaya hidup minimalis, mengakui hidup mereka  dapat memiliki hidup yang lebih berkualitas.

    Gaya hidup minimalis disebut membebaskan mereka yang menjalani sehingga mereka lebih bisa menikmati waktu dan apa yang dimiliki. 

    Gaya hidup minimalis sering diartikan sebagai hidup dalam kebersahajaan sehingga secara tidak langsung akan mengurangi beban yang ditimbulkan pada lingkungan.

    Dilansir earth.org, gaya hidup minimalis adalah proses mengidentifikasi apa yang benar-benar penting dalam hidup dan menghimpun keberanian untuk membuang yang tak penting. 

    Seseorang yang menjalani hidup minimalis hanya akan membeli barang-barang yang mereka butuhkan, bukan yang mereka inginkan.

    Tapi gaya hidup minimalis bukan melulu tentang materi, tetapi juga cara berpikir. Menjalani gaya hidup minimalis juga berarti membuang hal-hal yang tak perlu dari hidup. 

    Baca: Gaya hidup minimalis bagus untuk lingkungan

    Jika Anda ingin mulai menjalani gaya hidup minimalis tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, Anda dapat mengikuti 5 langkah sederhana berikut.

    1. Merapikan lingkungan dan pikiran

    Kunci penting dalam langkah ini adalah utamakan kualitas, bukan kuantitas.  Hal ini berlaku bukan hanya dalam urusan belanja tetapi juga dalam menjalani keseharian. 

    Dalam berbelanja, gaya hidup minimalis menyarankan untuk membeli barang yang kualitasnya lebih baik, karena ini  sama saja dengan menghemat uang dalam jangka panjang dengan mengurangi pembelian yang sering dan berulang kali.

    Dalam hal cara hidup, lebih baik melakukan lebih sedikit kegiatan tetapi yang berkualitas ketimbang menyibukkan diri dengan banyak kegiatan secara setengah-setengah.

    Baca: Orang ini mengaku terbebaskan dengan jalani gaya hidup minimalis

    2. Mengonsumsi secara bertanggung jawab

    Belanja sesuai kebutuhan menjadi kunci penting dalam hal ini. Bukan berarti pelit, tapi membeli barang dan jasa sesuai kebutuhan.

    Gaya hidup minimalis menyarankan untuk selalu memperhatikan kembali apakah barang dan jasa yang dibeli dibutuhkan atau hanya diinginkan.

    Saat membeli baju misalnya, sesuaikan dengan kegiatan yang paling sering dilakukan. 

    3. Manfaatkan platform digital

    Jika Anda seorang pembaca buku atau penikmat film, pertimbangkan untuk beralih ke digital.

    Berkurangnya buku-buku hardcopy akan membuat rumah Anda menjadi jauh lebih tertata. Selain itu, membeli buku digital juga relatif lebih murah daripada buku fisiknya.

    Namun, jika Anda termasuk orang yang lebih suka membaca buku secara fisik, pertimbangkan dengan matang saat mebeli buku. Pilihlah buku yang dirasa akan sering dibaca sehingga tidak hanya menumpuk di rak buku.

    Baca: Gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    4. Mendaur ulang dan menerapkan guna ulang 

    Menggunakan produk-produk reusable adalah kebiasaan yang jadi bagian dari gaya hidup minimalis. 

    Tak perlu bingung, Anda dapat memulainya dengan menggunakan tumbler atau tempat makan daripada menggunakan botol minum atau wadah sekali pakai. 

    Anda juga mendaur ulang barang-barang yang tak terpakai untuk fungsi lainnya, misalnya baju bekas menjadi lap atau karya patchwork yang menarik.

    Tak hanya lebih ramah di kantung daur ulang ini juga bisa mengurangi sampah yang mencemari lingkungan,

    5. Menata kepemilikan 

    Decluttering atau upaya menyingkirkan barang-barang tidak terpakai di rumah dengan cara menyortir atau memilahnya. Tujuannya agar rumah tampak lebih rapi dan teratur.

    Anda bisa memulainya dengan decluttering pakaian. Pilah mana baju yang sekiranya masih Anda gunakan dalam satu hingga dua tahun ke depan.

    Sementara baju yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan. Jika sukses di langkah ini, Anda bisa menapaki ke jenjang yang tinggi.

    Dengan semakin banyak ruang kosong dalam rumah, maka beban di pikiran Anda juga akan berkurang.

    Jadi selamat menapaki gaya hidup minimalis sejak sekarang.

     

     

  • Orang Ini Sederhanakan Hidupnya dengan Gaya Hidup Minimalis, Hasilnya Ia Lebih Bahagia

    Orang Ini Sederhanakan Hidupnya dengan Gaya Hidup Minimalis, Hasilnya Ia Lebih Bahagia

    7cloud.asia – Nicole Ng adalah warga Hong Kong yang sudah beberapa tahun ini menerapkan gaya hidup minimalis.

    Kepada Earth.Org, Nicole mengatakan gaya hidup minimalis membuatnya lebih berhati-hati saat berbelanja dan memilih produk berkualitas. Meski untuk itu ia kadang harus membayar sedikit mahal. 

    “Belanja berkualitas tidak diragukan lagi adalah kunci untuk produk yang lebih berkelanjutan, tahan lama, dan multifungsi. Itulah inti gaya hidup miimalis,” katanya.

    Sebagai penggila tanaman, dia sering membeli tanaman di platform seperti Carousell, Instagram Shop, dan Facebook Marketplace, dan menjual tanaman miliknya karena dia yakin ini adalah praktik yang lebih ramah lingkungan.

    “Saya menemukan video tentang minimalisme karya Marie Kondo di Youtube saat masih menjadi mahasiswa,” ujarnya ketika ditanya apa yang memengaruhinya untuk menjalani gaya hidup minimalis.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    “Saya menyadari bahwa menerapkan gaya hidup minimalis jauh lebih mudah daripada yang saya perkirakan setelah melakukan beberapa penelitian.”

    Beberapa kritikus menyebut, gaya hidup minimalis mengedepankan jenis konsumsi baru, keinginan untuk membeli barang multifungsi, hemat energi, atau ingin merenovasi rumah agar menyerupai ruang minimalis pada umumnya.

    Sebuah artikel tahun 2016 yang diterbitkan di New York Times Magazine menjelaskan bahwa “minimalisme kini identik dengan optimasi diri, sebuah tren yang juga memunculkan perangkat kebugaran dan Soylent.

    Optimalisasi ini, sering didorong oleh teknologi, memerlukan biaya yang mahal dan hanya dilakukan oleh dan untuk kelompok elit.”

    Penulis mengkritik fakta bahwa gaya hidup minimalis akan menekan orang untuk terobsesi dengan apa yang harus dirapikan dan berapa banyak barang yang harus dimiliki.

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis melestarikan lingkungan

    Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai konsekuensi dari minimalis, seperti apa yang akan terjadi jika kaum minimalis membuang terlalu banyak barang sekaligus.

    Artikel tersebut menggambarkan gaya hidup minimalis sebagai gerakan yang arogan dan menjadi tren bagi masyarakat yang memiliki hak istimewa.

    Pasalnya, menjadi seorang minimalis memerlukan modal sosial, jaring pengaman, dan akses terhadap internet, sesuatu yang tidak dimiliki semua orang.

    Meskipun kekhawatiran ini sahih, tidak dapat disangkal bahwa gaya hidup minimalis menawarkan pendekatan hidup yang transformatif.

    Dengan mengevaluasi kembali konsumerisme, merapikan ruang, mempraktikkan konsumsi yang penuh perhatian, dan memupuk keseimbangan dan kesejahteraan, individu dapat menemukan hiburan dan tujuan di tengah hiruk pikuk perkotaan.

    Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis akan membebaskan hidupmu

    Isu lingkungan yang disebutkan di atas dapat mempengaruhi kualitas hidup warga Hong Kong serta banyak ekosistem perairan dan darat, penerapan gaya hidup minimalis menawarkan secercah harapan dalam mitigasi perubahan iklim.

    Peneliti dan aktivis simpanse terkenal Jane Goodall pernah berkata: “Kita masing-masing penting, punya peran, dan membuat perbedaan.”

    Oleh karena itu, menganut gaya minimalis di Hong Kong bukan hanya pilihan pribadi;

    Gaya hidup minimlais adalah langkah menuju penciptaan cara hidup yang lebih berkelanjutan, penuh perhatian, dan memuaskan di kota yang dinamis ini.

    Sumber: earth.org

  • Kunci Sukses Gaya Hidup Minimalis: Tidak Bersikap Impulsif

    Kunci Sukses Gaya Hidup Minimalis: Tidak Bersikap Impulsif

    7cloud.asia – Dalam berbagai tulisan sebelumnya disebutkan mereka yang menerapkan gaya hidup minimalis mengaku hidupnya lebih tenang dan lebih bahagia.

    Tertarik untuk menjalankan gaya hidup minimalis? Anda bisa memulainya dari hal kecil dan sederhana di sekitar Anda.

    Jika Anda ingin memulai gaya hidup minimalis, satu kunci penting adalah untuk tidak bersikap impulsif.

    Lakukan semua tahapannya secara perlahan. Anda bisa memulai gaya hidup minimalis dengan mengorganisir pikiran dan cara mengonsumsi.

    Baca: Orang ini sederhanakan hidupnya dengan gaya hidup minimalis, ini hasilnya

    Anda tidak harus membuang semua barang di rumah saat memutuskan menjalani gaya hidup minimalis.

    Anda bisa mulai menjalani gaya hidup minimalis dengan memilah barang yang dimiliki untuk mengetahui barang apa saja yang benar-benar penting dan sudah Anda miliki.

    Kemudian, usahakan untuk tidak membeli barang yang tidak perlu atau membeli dua barang dengan fungsi yang sama atau mirip.

    Lalu, maksimalkan penggunaan setiap barang yang sudah Anda miliki. Hindari membeli barang karena mengikuti tren.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    Secara perlahan, Anda akan belajar untuk lebih hemat dan menahan diri untuk tidak membeli dan memiliki barang yang tidak benar-benar dibutuhkan.

    Menjalani gaya hidup minimalis juga berarti adalah memfokuskan diri pada kualitas hidup yang dijalani, bukan pada kuantitas. 

    Hal ini tak hanya terkait soal kepemilikan tetapi juga pemikiran. Karena itu mulailah membungan pemikiran tak perlu yang justru membebani hidup. 

    Secara bertahap mulailah untuk memilah mana yang harus Anda pikirkan dan mana yang bisa Anda abaikan. Ini akan membuat hidup lebih tenang.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk lingkungan

    Dengan melakukannya secara konsisten, pelan-pelan Anda bisa merasakan dampak dari menjalankan gaya hidup minimalis ini. Selamat mencoba!

     

  • Gaya Hidup Minimalis, Kaitannya dengan Lingkungan dan Kesehatan Mental

    Gaya Hidup Minimalis, Kaitannya dengan Lingkungan dan Kesehatan Mental

    7cloud.asia – Seiring dengan bertambahnya usia, saya menemukan makin banyak orang di sekitar saya menjalankan gaya hidup minimalis.

    Ada beragam alasan mengapa orang akhirnya memutuskan untuk memilih gaya hidup minimalis.

    Meski berbeda alasan, rata-rata mereka yang telah menjalani gaya hidup minimalis mengaku hidupnya lebih tenang dan lebih bahagia.

    Kok bisa begitu ya? Secara umum, gaya hidup minimalis adalah memfokuskan diri pada kualitas hidup yang dijalani, bukan pada kuantitas barang yang dimiliki.

    Sehingga, orang yang memutuskan menjalani gaya hidup minimalis akan berupaya mengurangi konsumsi barang yang tidak perlu.

    Baca: Orang ini sederhanakan hidupnya dengan gaya hidup minimalis

    Dengan begitu, orang tersebut bisa memiliki lebih banyak waktu, punya lebih banyak  energi dan uang untuk hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.

    Ada sederet manfaat menjalani gaya hidup minimalis, berikut beberapa di antaranya: 

    1. Lebih banyak waktu dan energi
    Banyak orang mengatakan kalau gaya hidup hidup minimalis dapat memberikan lebih banyak waktu dan energi.

    Misalnya waktu kita tidak perlu banyak energi untuk mengurus, merapikan, dan memberikan semua barang yang ada.

    Waktu dan energi yang kita punya bisa dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat dan produktif dam memberi makan untuk jiwa kita.

    Membaca, olahraga, istirahat, quality time, baking, memasak, menulis, menggambar, melukis dan lainnya.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental

    2. Bagus untuk lingkungan
    Gaya hidup minimalis juga berkontribusi tidak langsung pada kelestarian lingkungan.

    Dengan membeli lebih sedikit, artinya kita membantu mengurangi limbah dan polusi dari proses produksi barang. Kita juga bisa mengurangi pengunaan energi untuk pemanas dan pendingin udara.

    Lalu mengurangi konsumsi barang-barang yang tidak perlu, kita juga bisa mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

    Sampah yang tidak terurai secara alami akan berakhir di tempat pembuangan akhir atau bahkan di lautan, menyebabkan polusi lingkungan yang serius.

    Dengan mengadopsi gaya hidup minimalis, kita dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan dan menimalkan dampak negatifnya pada lingkungan.

    Baca: Begini cara gaya hidup minimalis menyelamatkan lingkungan

    3. Ketenangan Pikiran yang Lebih Besar
    Dengan hidup gaya hidup minimalis, pikiran kita menjadi lebih jernih dan fokus.

    Tidak lagi terbebani dengan kekhawatiran soal menjaga atau mengatur barang-barang yang tidak perlu, kita dapat mengalihkan perhatian pada hal-hal yang lebih berarti dan memprioritaskan kesejahteraan pikiran dan emosi kita.

    Ketika pikiran kita tenang, kita lebih mampu menghadapi tantangan hidup dengan bijaksana dan lebih bahagia secara keseluruhan.

    4. Lingkungan bersih dan rapi

    Gaya hidup minimalis membawa banyak manfaat dalam menjaga lingkungan yang bersih dan rapi.

    Dengan memiliki lebih sedikit barang-barang maka akan memudakan membersihkan atau menjaga rumah atau ruang kerja tetap teratur.

    Selain itu bisa dengan mengurangi konsumsi dan memilih barang – barang yang berkualitas, kita akan dapat mengurangi limbah yang dihasilkan.

    Baca: Ringankan beban hidupmu dengan gaya hidup minimalis

     

  • Gaya Hidup Ramah Lingkungan Tak Hanya Suka Tanaman, Tapi Soal Cara Kita Mengonsumsi

    Gaya Hidup Ramah Lingkungan Tak Hanya Suka Tanaman, Tapi Soal Cara Kita Mengonsumsi

    7cloud.asia – Gaya hidup ramah lingkungan kini seolah menjadi satu keharusan di tengah kondisi alam yang makin tidak ramah ini.

    Orang sering mengartikan gaya hidup ramah lingkungan adalah banyak-banyak menanam pohon.

    Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, tetapi senyatanya gaya hidup ramah lingkungan bukan sekadar menanam pohon.

    Salah satu aspek penting gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi jejak karbon atau jumlah emisi gas rumah kaca atau biasa disebut dengan jejak atau emisi karbon yang kita hasilkan.

    Emisi karbon itu dihasilkan dari penggunaan energi, transportasi, maupun cara kita mengonsumsi. 

    Baca: Toko amal pakaian bekas jadi alternatif dari fast fashion

    Jadi gaya hidup ramah lingkungan adalah tentang upaya untuk lebih bijak dalam mengonsumsi.

    Gaya hidup ramah lingkungan ini berujung pada pengurangan sampah dan emisi karbon yang dihasilkan dengan mengadopsi praktik-praktik baik.

    Gaya hidup ramah lingkungan juga berarti mengurangi penggunaan sumber daya alam, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menghindari penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan.

    Ada beberapa langkah kecil yang bisa kamu lakukan untuk memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan, seperti mengurangi sampah dan tidak membuang sampah sembarangan.

    Baca:  Gerakan menanam pohon dicanangkan dari Pulo Gadung, Jakarta Timur

    Berikut beberapa gaya hidup ramah lingkungan yang bisa kamu lakukan: 

    1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

    2. Hemat energi, baik air listrik maupun BBM

    3. Menggunakan transportasi umum

    4. Mendaur ulang

    5. Mengurangi penggunaan bahan kimia

    6. Mengurangi konsumsi daging

    7. Banyak menanam pohon

    8. Menggunakan produk ramah lingkungan

    9. Tidak membuang makanan

    10. Cerdas dalam menggunakan internet

    Baca: Kiat menggunakan internet yang ramah lingkungan

  • 5 Cara Mengubah Gaya Hidup Jadi Lebih Ramah Lingkungan

    5 Cara Mengubah Gaya Hidup Jadi Lebih Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Orang-orang di seluruh dunia biasa menggunakan tahun baru untuk mengawali perubahan gaya hidup termasuk mulai jalani gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Survei opini publik The People’s Climate Vote yang dihelat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap, orang-orang di seluruh dunia sepakat gaya hidup ramah lingkungan perlu dilakukan untuk mengantisipasi perubahan iklim ini.

    Orang secara perlahan menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Namun, tak sedikit orang yang masih bingung  dari mana memulai perjalanan untuk gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

    Jadi, jika kamu berniat menjadikan hidupmu lebih ramah lingkungan pada 2024, ada beberapa perubahan yang terjangkau dan terbilang mudah untuk dilakukan. 

    Baca: Gaya hidup ramah lingkungan tak hanya suka tanaman

    1. Makan
    Kita membuang miliaran ton makanan setiap tahun. Sampah makanan kerap menghasilkan gas metana, gas rumah kaca yang lebih merusak atmosfer dibandingkan karbon dioksida.

    Untungnya ada langkah-langkah mudah agar kebiasaan makanmu lebih berkelanjutan (dan juga bisa lebih murah). Misalnya, makanlah pangan lokal yang sesuai musimnya, atau konsumsi daging lebih sedikit, lebih banyak pangan nabati terutama dari kacang-kacangan dan sayuran hijau.

    Kacang-kacangan tidak membutuhkan pupuk nitrogen (sebagiannya diproduksi dari gas bumi) karena kemampuan mereka mengonversi nitrogen dari udara dan menyerapnya.

    Penerapan kebiasaan makan bebas daging sepekan sekali bisa jadi awal yang bagus. Konsumsi daging tiruan olahan mock meats“ bisa jadi batu loncatanmu menuju gaya hidup nabati, meski harganya mahal.

    Perencanaan makanan yang baik dan menihilkan makanan sisa dapat membantumu mengurangi sampah makanan.

    Penggunaan microwave untuk memasak sesering mungkin juga lebih hemat energi dibandingkan dengan kompor.

    Ingat, kamu tidak perlu melakukan semuanya sekaligus. Pilihlah salah satu yang paling mungkin kamu lakukan.

    Baca: Ini dampak yang ditimbulkan dari sampah makanan

    2. Perjalanan
    Kita semua butuh bepergian, entah untuk ke kantor, sekolah, kampus, ataupun toko. Perjalanan yang berkelanjutan bisa menjadi pilihan.

    Pemilihan active travel atau moda bepergian aktif (berjalan kaki, bersepeda, ataupun kursi roda) adalah opsi paling ramah lingkungan. Selain tidak menghasilkan emisi karbon, cara ini juga lebih sehat.

    Cobalah mengganti satu atau dua kali perjalanan mobilmu dalam sepekan dengan moda bepergian aktif jika memungkinkan.

    Di daerah perkotaan, saat bepergian jarak pendek, transportasi aktif kerap lebih cepat dan murah dibandingkan perjalanan dengan mobil.

    Kita juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, yang menjadi penyumbang signifikan polusi udara perkotaan.

    Untuk jarak jauh, perjalanan dengan kereta ataupun bus juga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil dan pesawat. Kamu perlu merencanakannya jauh-jauh hari supaya ongkosnya lebih murah.

    Baca: Naik transportasi publik berarti dukung keberlanjutan bumi

    3. Hemat energi
    Energi yang kita gunakan di rumah menjadi semakin mahal dan berkontribusi melepaskan gas rumah kaca. Perubahan kecil atas pemakaian energi dapat menciptakan perubahan, bagi tagihan sekaligus emisi rumah tangga kita.

    Kebanyakan perubahan ini mudah dan nyaman dilakukan. Matikan lampu saat meninggalkan ruangan. Masak makanan dengan wajan yang tertutup.

    Turunkan temperatur pengatur suhu rumahmu sebesar 1°C. Cuci pakaian dan perkakas pecah belah dengan air dingin. Jangan berlama-lama saat mandi.

    Cabut perkakas elektronik seperti microwave saat tidak digunakan, dan charger ketika baterai gawaimu telah penuh. Gantilah lampu halogenmu dengan LED yang lebih hemat energi.

    Pemakaian smart meter (jika ada) untuk memantau penggunaan energimu dapat membantumu melakukan perubahan ini.

    Baca: Mengenal green building atau bangunan hemat energi

    4. Pakaian
    Orang suka membeli baju baru. Namun fast fashion mempunyai biaya lingkungan dan sosial yang tinggi. Industri fesyen menghasilkan lebih dari 92 juta ton sampah setiap tahunnya.

    Sebagian besar di antaranya dibakar, dibuang ke tempat pembuangan sampah, atau diekspor ke negara-negara berkembang.

    Ada banyak cara agar kita lebih modis sekaligus ramah lingkungan. Mulailah dengan mengatur lemari pakaian sehingga kamu bisa melihat apa saja kamu miliki sebelum mulai berbelanja.

    Harapannya, apapun yang kamu beli dapat “cocok” dengan apa yang kamu miliki saat ini.

    Jangan membuang barang rusak. Ada banyak video YouTube untuk membantumu memperbaiki pakaian dan aksesoris.

    Kamu bahkan dapat menjadikan pakaianmu lebih personal menggunakan metode perbaikan seperti Jahitan Sashiko, yang membuat fitur perbaikan menjadi pilihan bagi pakaianmu.

    Pembelian barang bekas akan menghemat fulus, serta manfaat sosial dan lingkungan dari retail amal juga diakui secara luas. Kamu juga bisa menukar pakaian yang tidak diinginkan lagi dengan teman dan keluarga atau di toko tukar.

    Alternatifnya, kamu dapat membeli pakaian dalam jumlah lebih sedikit tapi lebih berkualitas. Barang-barang ini biasanya lebih awet dan tahan lama.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    5. Pengelolaan sampah
    Kita menghasilkan lebih dari 2 miliar metrik ton limbah padat perkotaan di seluruh dunia setiap tahunnya.

    Angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 70% pada 2050. Ada banyak perubahan kecil yang dapat kita lakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang kita buang ke tempat sampah.

    Penulisan daftar belanjaan dapat mengurangi pembelian berlebihan dan pembelian impulsif. Bawalah tas yang dapat digunakan kembali saat kamu berbelanja.

    Usahakan berbelanja barang yang bebas kemasan. Ada banyak tempat untuk membeli makanan tanpa kemasan berlebih seperti toko tanpa limbah.

    Toko ini mendorong pelanggan untuk menggunakan wadah dari rumah untuk mengisi dan mengisi ulang makanan utuh dalam jumlah besar.

    Baca: Pengelolaan sampah harus libatkan konsumen, produsen dan pemerintah

    Pastikan kamu mengetahui barang apa yang dapat didaur ulang secara lokal. Ikuti saran yang diberikan. Pengurangan limbah akan menghemat sumber daya yang berharga serta mengurangi polusi dan pengeluaran mingguanmu.

    Dengan melakukan perubahan kecil pada gaya hidup, kita dapat secara kolektif bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris

  • Yuk, Ubah Gaya Hidup untuk Tangkal dan Memitigasi Dampak Perubahan Iklim

    Yuk, Ubah Gaya Hidup untuk Tangkal dan Memitigasi Dampak Perubahan Iklim

    7cloud.asia – Dampak perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia khususnya anak muda.

    Studi yang dilakukan oleh Save the Children pada tahun 2020 menemukan, anak-anak yang lahir pada tahun 2020 mengalami bencana sebanyak 3.4 kali lebih sering daripada kakek-nenek mereka yang lahir pada tahun 1960.

    Bencana tersebut melibatkan dampak perubahan iklim seperti gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, banjir, dan kegagalan panen.

    Semua ini memberikan tekanan tambahan pada lingkungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perlindungan anak-anak.

    Studi lain yang dilakukan oleh UNICEF menyoroti bahwa perubahan iklim merupakan ancaman terbesar terhadap kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan masa depan anak-anak. 

    Baca: Milenial dan Gen Z bisa jadi kelompok penekan agar industri lebih ramah lingkungan 

    Di sisi lain, perkembangan sektor industri dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah gaya hidup masyarakat dari berbagai sisi. Mulai dari barang-barang elektronik hingga pakaian sehari-hari.

    Sayangnya, aktivitas produksi dan konsumsi yang tidak berwawasan lingkungan kerap kali memiliki dampak buruk terhadap perubahan iklim.

    Misalnya, penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, deforestasi akibat aktivitas industri, serta berkembangnya tren fast fashion yang mendorong konsumsi yang tidak berkelanjutan.

    Bahkan, sektor industri sendiri telah menyumbang 25 persen dari emisi karbon global (UNEP, 2023).

    Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan dalam pola pikir dan perilaku sehari-hari, terutama generasi muda, untuk mengurangi dan memitigasi dampak perubahan iklim dari sektor industri dan gaya hidup.

    Baca: Riset mengungkap antusiasme generasi muda pada aksi lingkungan masih rendah

    Hal ini menjadi sorotan dalam webinar bertajuk Road to Youth Climate Conference Webinar: Perubahan Iklim, Industri, dan Gaya Hidup yang diikuti secara daring pada Jumat (22/3/2024).

    Dalam kesempatan itu, Faricha Hidayati, Koordinator Dekarbonisasi Industri IESR mengatakan setiap aktivitas yang dilakukan akan memicu emisi karbon.

    Emisi karbon ini jika berlebihan dan tidak dikurangi akan memicu kenaikan suhu global. Ketika kenaikan suhu sudah melebihi 1,5 derajat celcius, maka manusia mulai menghadapi berbagai masalah.   

    Lantas, apa yang bisa dilakukan mengantisipasi perubahan iklim disebabkan oleh industri dan gaya hidup masyarakat umum, termasuk yang dilakukan oleh orang muda? 

    ”Anak muda sebagai mayoritas dapat membangun gaya hidup yang berkelanjutan serta merumuskan inovasi dalam industri untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ujar Faricha.

    Baca: Perempuan ini menjadi pejuang lingkungan sejak usia 8 tahun

    Edukasi juga penting dilakukan, karena anak muda sebagai angkatan kerja masa depan harus dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan.    

    Menurut Faricha, ada beberapa yang bisa dilakukan anak muda untuk kurangi dampak negatif lingkungan, yakni dengan menerapkan prinsip-prinsip sirkular ekonomi yang meliputi aspek 7R.

    Faricha memaparkan 7R itu adalah Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Recover, Recycle

    Anak muda juga bisa mengambil peran dengan menjadi konsumen yang bijak dengan menerapkan prinsip avoid (hindari), shift (geser), improve (tingkatkan) prinsip-prinsip ramah lingkungan.

    Yang tak kalah penting, anak muda juga bisa berperan dengan menggunakan hak konsumen dengan baik (PP no 8/1999). 

    Baca: Upaya Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan 

    ”Hak untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan atas penggunaan produk;
    hak mendapat produk sesuai harga dan kondisi yang dijanjikan, hak untuk mendapatkan informasi produk yang sejujur-jujurnya,” imbuh Faricha.

    Dan yang terakhir adalah mengampanyekan ilmu-ilmu terkait produk hijau via media sosial maupun secara langsung.

    Agar dapat didengar dengan baik, ujar Faricha, dibutuhkan banyak suara yang lantang menyuarakan pesan yang sama.

    ”Semakin banyak yang bersuara, maka akan lbih didengar,” pungkas Faricha. 

     

     

  • Mengenal Lebih Dekat Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    Mengenal Lebih Dekat Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Gaya hidup ramah lingkungan belakangan makin menjadi kesadaran banyak orang, namun demikian banyak orang yang salah mengartikan dengan suka menanam pohon saja.

    Padalah ada banyak hal yang bisa dan perlu dilakukan agar gaya hidup kita lebih ramah lingkungan.     

    Gaya hidup ramah lingkungan adalah cara hidup yang berfokus pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan lewat aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Bisa dikatakan, inti dari gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi sampah, mengurangi emisi gas rumah kaca dengan cerdas mengonsumsi sumber daya alam, dan selalu merawat lingkungan guna menjaga keseimbangan ekosistem.

    Salah satu aspek penting gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi jejak karbon atau jumlah emisi gas rumah kaca yang kita hasilkan. Emisi karbon itu kita hasilkan dari penggunaan energi, transportasi, maupun cara kita mengonsumsi. 

    Baca: Memperbaiki lingkungan yang rusak bisa dilakukan, tapi mencegah lebih baik  

    Jadi gaya hidup ramah lingkungan adalah tentang upaya untuk lebih bijak dalam mengonsumsi yang berujung pada pengurangan sampah dan emisi karbon yang dihasilkan dengan mengadopsi praktik-praktik baik. 

    Gaya hidup ramah lingkungan juga berarti mengurangi penggunaan sumber daya alam, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan.

    Berikut 17 langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan

    1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

    Plastik sekali pakai adalah salah satu sumber polusi lingkungan. Mulailah dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, botol air, sedotan, dan wadah makanan 

    Gantilah dengan menggunakan tas belanja kain, botol air yang dapat diisi ulang, sedotan logam atau bambu, dan wadah makanan yang dapat digunakan kembali. 

    Baca: Sistem isi ulang dari Siklus efektif kurangi sampah plastik

    2. Hemat Energi

    Hemat energi berarti mengurangi emisi gas rumah kaca. Kamu bisa melakukannya dengan mematikan lampu dan peralatan listrik yang tak digunakan, mengganti lampu dengan LED, mengatur suhu pengatur udara dengan bijak.

    Jika memungkinkan, mulailah beralih ke panel surya untuk menghasilkan energi terbarukan di rumah kamu.

    3. Gunakan Transportasi Berkelanjutan

    Transportasi adalah sumber terbesar emisi karbon. Untuk itu kurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan memilih transportasi berkelanjutan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum.

    Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggunakan mobil listrik atau carpooling dengan teman atau tetangga.

    Baca: Berbagai produk daurulang dari DemiBumi

    4. Daur Ulang

    Daur ulang merupakan cara efektif untuk mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya alam. Pisahkan limbahmu dan pastikan untuk mendaur ulang kertas, plastik, kaca, dan logam.

    Selain itu, perbaiki barang yang rusak daripada langsung membeli yang baru. Pilihlah produk daur ulang atau bahan ramah lingkungan.

    5. Menghemat Air

    Hemat air dengan memperbaiki keran yang bocor, menggunakan shower yang hemat air, dan mengumpulkan air hujan untuk keperluan taman. Ketika mencuci piring atau mencuci mobil, gunakan air secukupnya dan matikan keran saat tidak digunakan.

    6. Minimalkan Pemakaian Bahan Kimia 

    Bahan kimia dapat mencemari air dan tanah serta berdampak buruk pada kesehatan manusia. Pertimbangkan untuk menggunakan alternatif alami dan ramah lingkungan seperti cuka, baking soda, dan minyak esensial dalam kegiatan pembersihan dan perawatan pribadi kamu.

    Baca: Baking soda, benda yang serba guna lagi ramah lingkungan

    7. Kurangi Konsumsi Daging

    Produksi daging memiliki dampak besar terhadap lingkungan, termasuk deforestasi, polusi air, dan emisi gas rumah kaca. Mulai kurangi konsumsi daging dengan mengadopsi pola makan yang lebih berbasis tumbuhan. Cobalah untuk menjadikan hari-hari tertentu sebagai “hari tanpa daging” atau eksplorasi dengan hidangan nabati yang lezat dan bergizi.

    8. Budidaya Tanaman Sendiri

    Menanam tanaman di rumah tak hanya bisa menyediakan makanan segar dan sehat, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pertanian konvensional yang menggunakan pestisida dan penggunaan energi yang tinggi. Kamu dapat memulai dengan menanam tanaman herbal, sayuran, atau bahkan menanam pohon di halaman atau dalam pot.

    9. Gunakan Produk Ramah Lingkungan

    Beli produk yang memiliki label ramah lingkungan, seperti produk dengan sertifikasi organik, bebas dari bahan kimia berbahaya, atau yang menggunakan bahan daur ulang.

    Pertimbangkan juga untuk membeli produk dengan kemasan minimal atau kemasan yang dapat didaur ulang.

  • Bagaimana Gaya Hidup Minimalis Membantu Anda Mewujudkan Kebebasan Finansial

    Bagaimana Gaya Hidup Minimalis Membantu Anda Mewujudkan Kebebasan Finansial

    7cloud.asia – Experian mengajukan pertanyaan di aplikasi X: ”Bagaimana penerapan gaya hidup minimalis dapat berkontribusi dalam mencapai kebebasan finansial dan pertumbuhan kekayaan jangka panjang?”

    Banyak penasihat dan pakar keuangan memberikan jawaban atas pertanyaan ini, Mari kita simak beberapa di antaranya:

    ”Gaya hidup minimalis membantu Anda menikmati masa kini–tanpa segala kekacauan–dan menghemat uang untuk masa depan,” ujar Beverly Herzog

    ”Ada korelasi yang jelas antara hidup yang disengaja ala gaya hidup minimalis dengan sstabilitas finansial. Dengan berfokus pada nilai-nilai pribadi dan apa yang membuat Anda bahagia, Anda dapat memprioritaskan pengeluaran, menjaga diri tetap bertanggung jawab terhadap tujuan, dan menyederhanakan hidup Anda” ujar Chloé Moore

    ”Mengadopsi gaya hidup minimalis berarti lebih sedikit barang yang harus dibeli dan lebih banyak uang untuk kebebasan finansial. Habiskan lebih sedikit uang untuk hal-hal yang tidak terlalu berarti dalam skema besar.” The San Diego Financial Literacy Center

    Baca: Hindari boros gegara potongan harga

    Menurut praktisi gaya hidup minimalis, Joshua Becker semua jawaban ini benar sekali.

    ”Saya mengetahui percakapan tersebut ketika Experian dengan ramah menghubungkan artikel saya tentang Apa Itu Minimalisme?” ujar Joshua.

    Ketika saya melihat obrolan tersebut, lanjutnya, saya pikir akan sangat membantu jika saya menyelami pertanyaan lebih dalam dan spesifik.

    Yakni, bagaimana gaya minimalis dapat berkontribusi dalam mencapai kebebasan finansial dan pertumbuhan kekayaan jangka panjang?

    Karena jawabannya, menurut Joshua, mungkin lebih menarik dari yang kita sangka.

    Faktanya, jawaban spesifik tentang bagaimana gaya hidup minimalis dapat berkontribusi pada kekayaan jangka panjang mungkin akan mengejutkan kita.

    Baca: Mengapa gaya hidup konsumtif tak dianjurkan

    Namun lebih dari apa pun, saya berharap hal ini dapat menginspirasi banyak orang untuk menerapkan gaya hidup minimalis yakni dengan memiliki lebih sedikit.

    Manfaat yang memberikan kehidupan dari memiliki lebih sedikit sangatlah signifikan dan mencakup segalanya. Namun manfaat finansial jangka panjangnya hampir tidak dapat dipercaya.

    Menurut perhitungannya (berdasarkan rata-rata AS), Anda bisa mendapatkan lebih dari 400.000 dolar hanya setelah sepuluh tahun mempraktikkan gaya hidup minimalis.

    Terbayangkan, berapa yang dapat dihemat jika kita menjalani kehidupan minimalis selama 20 tahun?

    Mungkin, Anda bertanya, bagaimana dia mendapatkan angka itu. Dengan menjadi seorang minimalis, menurut perhitungan Joshua, seseorang dapat menghemat 28,634 dolar per tahun.

    Baca: Membangun self esteem dengan minimalisme

    Joshua mengakui, angkanya mungkin berbeda dengan situasi keuangan masing-masing orang dan tidak persis sama dengan angka-angka yang dia gunakan.

    ”Namun jika memungkinkan, saya memilih untuk menggunakan rata-rata AS untuk perhitungan saya,” ujarnya.

    Jadi dengan perhitungan ini, Anda terbayangkan mengapa minimalisme bagus untuk kondisi keuangan Anda dalam jangka panjang.