7cloud.asia – Nicole Ng adalah warga Hong Kong yang sudah beberapa tahun ini menerapkan gaya hidup minimalis.
Kepada Earth.Org, Nicole mengatakan gaya hidup minimalis membuatnya lebih berhati-hati saat berbelanja dan memilih produk berkualitas. Meski untuk itu ia kadang harus membayar sedikit mahal.
“Belanja berkualitas tidak diragukan lagi adalah kunci untuk produk yang lebih berkelanjutan, tahan lama, dan multifungsi. Itulah inti gaya hidup miimalis,” katanya.
Sebagai penggila tanaman, dia sering membeli tanaman di platform seperti Carousell, Instagram Shop, dan Facebook Marketplace, dan menjual tanaman miliknya karena dia yakin ini adalah praktik yang lebih ramah lingkungan.
“Saya menemukan video tentang minimalisme karya Marie Kondo di Youtube saat masih menjadi mahasiswa,” ujarnya ketika ditanya apa yang memengaruhinya untuk menjalani gaya hidup minimalis.
Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus untuk kesehatan mental
“Saya menyadari bahwa menerapkan gaya hidup minimalis jauh lebih mudah daripada yang saya perkirakan setelah melakukan beberapa penelitian.”
Beberapa kritikus menyebut, gaya hidup minimalis mengedepankan jenis konsumsi baru, keinginan untuk membeli barang multifungsi, hemat energi, atau ingin merenovasi rumah agar menyerupai ruang minimalis pada umumnya.
Sebuah artikel tahun 2016 yang diterbitkan di New York Times Magazine menjelaskan bahwa “minimalisme kini identik dengan optimasi diri, sebuah tren yang juga memunculkan perangkat kebugaran dan Soylent.
Optimalisasi ini, sering didorong oleh teknologi, memerlukan biaya yang mahal dan hanya dilakukan oleh dan untuk kelompok elit.”
Penulis mengkritik fakta bahwa gaya hidup minimalis akan menekan orang untuk terobsesi dengan apa yang harus dirapikan dan berapa banyak barang yang harus dimiliki.
Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis melestarikan lingkungan
Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai konsekuensi dari minimalis, seperti apa yang akan terjadi jika kaum minimalis membuang terlalu banyak barang sekaligus.
Artikel tersebut menggambarkan gaya hidup minimalis sebagai gerakan yang arogan dan menjadi tren bagi masyarakat yang memiliki hak istimewa.
Pasalnya, menjadi seorang minimalis memerlukan modal sosial, jaring pengaman, dan akses terhadap internet, sesuatu yang tidak dimiliki semua orang.
Meskipun kekhawatiran ini sahih, tidak dapat disangkal bahwa gaya hidup minimalis menawarkan pendekatan hidup yang transformatif.
Dengan mengevaluasi kembali konsumerisme, merapikan ruang, mempraktikkan konsumsi yang penuh perhatian, dan memupuk keseimbangan dan kesejahteraan, individu dapat menemukan hiburan dan tujuan di tengah hiruk pikuk perkotaan.
Baca: Seperti ini gaya hidup minimalis akan membebaskan hidupmu
Isu lingkungan yang disebutkan di atas dapat mempengaruhi kualitas hidup warga Hong Kong serta banyak ekosistem perairan dan darat, penerapan gaya hidup minimalis menawarkan secercah harapan dalam mitigasi perubahan iklim.
Peneliti dan aktivis simpanse terkenal Jane Goodall pernah berkata: “Kita masing-masing penting, punya peran, dan membuat perbedaan.”
Oleh karena itu, menganut gaya minimalis di Hong Kong bukan hanya pilihan pribadi;
Gaya hidup minimlais adalah langkah menuju penciptaan cara hidup yang lebih berkelanjutan, penuh perhatian, dan memuaskan di kota yang dinamis ini.
Sumber: earth.org

Leave a Reply