Tag: hujan

  • Curah Hujan Tinggi, 14 Desa di Kabupaten Simeulue Terendam

    Curah Hujan Tinggi, 14 Desa di Kabupaten Simeulue Terendam

     

    7cloud.asia – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Simeulue, Aceh mengakibatkan 14 gampong/desa yang tersebar di dua kecamatan tersebut terendam banjir hingga 1 meter dan tanah longsor.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas menjelaskan banjir dan tanah longsor di Simeulue mulai terjadi pada Senin (2/10/2023) sekitar pukul 05.00 WIB.

    “Kondisi terakhir sampai saat ini air masih tergenang di pemukiman warga,” ujar Ilyas seperti yang dikutip Antaranews.

    Di Kecamatan Simeulue Timur wilayah yang terkena banjir adalah Gampong Suka Karya, Air Dingin, Kuala Makmur, Sefoyan, Linggi, Suka Jaya, Air Pinang.

    Selain itu Ganting, Suka Damai, Suak Buluh, Sinabang, Amaiteng Mulia, Suka Maju, serta satu gampong di Kecamatan Teluk Dalam yakni Gampong Luan Balu juga terendam banjir.

    “(Banjir) akibat intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan air meluap sampai ke bahu jalan dengan ketinggian air 30-100 centimeter,” ungkapnya.

    Selain merendam pemukiman penduduk, satu unit rumah warga tertimpa pohon tumbang di Gampong Sefoyan, kemudian pohon tumbang di Gampong Linggi, dan tanah longsor di Gampong Sefoyan.

    “Korban terdampak dan pengungsi masih dalam pendataan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ucapnya.

    Saat ini, lanjut Ilyas, BPBD Simeulue terus melakukan pemantauan di beberapa titik yang banjir dan longsor, sekaligus melakukan penanganan terhadap pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

    “Petugas BPBD Simeulue juga melakukan pendataan korban dan pemberian logistik masa panik,” katanya.

    Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat di wilayah Provinsi Aceh mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi.

    “Musim peralihan dari puncak musim kemarau ke musim penghujan yang diprakirakan hingga awal Oktober,” ujar prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar, Faqih Musyaffa.

    Musim pancaroba ini diperkirakan akan berakhir pada awal Oktober 2023, kemudian Aceh mulai memasuki musim penghujan.

    “Maka perlu waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Dampak El Nino, 267 Ribu Hektar Lahan Hangus Terbakar

    Dampak El Nino, 267 Ribu Hektar Lahan Hangus Terbakar

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi. Hingga 2 Oktober kemarin, tercatat 267 ribu hektar lahan terbakar. Diperkirakan jumlah ini akan bertambah.

    Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas (ratas) di istana presiden, Selasa (03/10/2023).

    “Areal yang terbakar sudah terekam 267 ribu hektare dan perkiraan saya dengan situasi bulan September kemarin dan Oktober, kelihatannya masih akan bertambah,” urai Siti.

    Selanjutnya Siti memaparkan berdasarkan data per 2 Oktober 2023, terdapat 6.659 titik panas (hot spot) dengan peluang 80 persen menjadi titik api atau fire spot.

    Karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Diantaranya pemadaman dan teknik modifikasi cuaca (TMC) di sejumlah provinsi yang menjadi titik rawan terjadinya karhutla tersebut.

    “Kita sekarang ini sejak tanggal 28 September sedang berjibaku di Sumatra Selatan, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sambil juga memonitor yang di Riau, Jambi dan lain-lain,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya ikut melaksanakan operasi darat maupun udara dalam mengatasi karhutla.

    Operasi pemadaman lewat udara pihaknya mengerahkan 35 helikopter terdiri 13 helikopter patroli dan 22 helikopter water bombing.

    “Jadi ada enam provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Itu menjadi enam provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan,” jelas Suharyanto.

    Upaya lainnya adalah melakukan TMC sebanyak 244 kali dengan jumlah garam yang disebar mencapai 341.580 kilogram.

    Selanjutnya Suharyanto menjelaska pihaknya melakukan TMC di beberapa provinsi diantaranya Riau, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

    Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan puncak El Nino masih akan bertahan hingga akhir Oktober.

    Masa transisi dari kemarau ke musim hujan diperkirakan terjadi di bulan November.

    Menurutnya, El Nino diprediksi moderat hingga akhir tahun, melemah di Februari-Maret hingga berakhir di bulan Maret.

    “Namun, alhamdulillah karena adanya angin monsun dari arah Asia sudah masuk ini mulai November, jadi kita akan insyaallah mulai turun hujan di bulan November,” jelasnya.

    Artinya lanjut Dwikorita, pengaruh El Nino mulai tersapu hujan. Dengan demikian kemarau kering secara bertahap akan berakhir.

    “Ada yang sebelum November tapi sebagian besar mulai November, ada yang lebih mundur lagi,” kata Dwikorita. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Perubahan Iklim Membuat Banjir Makin Sering Terjadi di Planet Bumi

    Perubahan Iklim Membuat Banjir Makin Sering Terjadi di Planet Bumi

    7cloud.asia – Banjir melanda sejumlah kota di dunia pada bulan September yang baru berlalu. Salah satu yang terbesar adalah banjir bandang yang disebabkan jebolnya bendungan di Libya yang menewaskan lebih dari 10.000 orang. 

    Mengapa banjir makin sering terjadi? Mengapa hujan turun lebih deras?  Dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, berikut kajian yang telah dilakukan Olivia Lay yang telah diterbitkan di earth.org.

    Banjir dapat terjadi karena beberapa faktor yang berbeda dan seringkali terjadi bersamaan. Namun salah satu penyebab terbesar terjadinya banjir, terutama pada kasus banjir bandang adalah curah hujan tinggi dan berlangsung lama. 

    Ketika curah hujan di lingkungan perkotaan turun lebih cepat dari volume air yang dapat diserap oleh tanah, ketinggian air akan meningkat dengan cepat, sehingga mengakibatkan banjir.

    Curah hujan ekstrem di aliran sungai juga berkontribusi terhadap banjir, karena air mengalir turun dan meluap dari tepian sungai ke daratan di sekitarnya.

    Baca: Hujan terderas dalam 139 tahun. bikin Hong Kong dikepung banjir

    Perubahan Iklim Memperparah Dampak Banjir. Menurut studi tahun 2021 yang dilakukan para ahli iklim, perubahan iklim mengakibatkan banjir makin sering terjadi.  

    Dalam kasus Eropa Barat, hujan lebat di wilayah tersebut, yang menyebabkan banjir bandang yang menewaskan hampir 200 orang, kini menjadi 3-19% lebih deras karena pemanasan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

    Bagi negara-negara yang rentan terhadap musim hujan, khususnya di Asia, perubahan iklim bisa menyebabkan banjir yang lebih besar karena musim hujan berlangsung lebih lama.

    Perubahan iklim mengakibatkan musim hujan datang lebih awal, mengganggu produksi pertanian dan tanaman pangan, serta meningkatkan curah hujan ekstrem di wilayah tersebut karena semakin banyaknya gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer.

    Banjir juga bisa disebabkan luapan air laut, peristiwa yang disebut juga gelombang badai.

    Baca: Korban tewas akibat banjir bandang di Libya, tewaskan ribuan orang

    Hal ini terjadi saat terjadi badai tropis, siklon, dan angin topan, dimana kejadian cuaca seperti ini menyebabkan air laut meluap ke daratan di wilayah pesisir.

    Permukaan air laut tercatat bisa naik setinggi 20 kaki atau sekitar 6 meter selama terjadi gelombang badai. Jadi terbayang kan, bagaimana badai bisa memicu banjir besar di wilayah pesisir.

    Mencairnya salju dan es secara cepat juga menyebabkan gelombang air laut, sementara bongkahan es yang mencair dapat menghalangi aliran sungai, sehingga menciptakan fenomena yang dikenal sebagai kemacetan es.

    Kegagalan dan kerusakan bendungan juga dapat menyebabkan gelombang air yang kuat dan merusak ke arah hilir. Salah satu kegagalan bendungan paling dahsyat dalam sejarah terjadi pada tahun 1889 di Johnstown, Pennsylvania.

    Hujan yang sangat deras selama beberapa hari memberikan tekanan besar pada bendungan setempat, menyebabkan bendungan tersebut jebol dan melepaskan 20 juta ton air ke kota, dan lebih dari 2.200 orang meninggal dalam hitungan menit.

    Baca: Perubahan iklim ancam pasokan pangan dunia

    Dampak Terbesar Banjir
    Lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia merasakan dampak banjir antara tahun 1998-2017. Dan jumlah tersebut terus meningkat seiring dengan semakin seringnya terjadinya banjir besar dan parah.

    Banjir, khususnya banjir bandang, dapat meluluhlantahkan seluruh kota dan lingkungan perkotaan.

    Sepanjang sejarah, ribuan orang yang kehilangan nyawa akibat banjir besar, atau peristiwa yang disebabkan oleh banjir besar seperti tanah longsor dan infrastruktur yang runtuh.

    Salah satu dampak dan dampak terbesar dari banjir adalah hilangnya rumah dan harta benda, serta bangunan dan infrastruktur penting seperti rumah sakit dan panti jompo tidak berfungsi.

    Terputusnya aliran listrik dan komunikasi seluler merupakan kejadian umum selama banjir, yang dapat berdampak pada mata pencaharian dan akses terhadap keselamatan.

    Baca: El Nino picu kabakaran lahan yang hanguskan 276 ribu hektare lahan

    Banjir dapat menimbulkan dampak ekonomi yang sangat besar terhadap suatu wilayah, karena peristiwa cuaca ekstrem berdampak pada industri dan sektor utama, terutama pertanian, perikanan, tanaman pangan, kesehatan, tenaga kerja, dan pariwisata.

    Penelitian menunjukkan bahwa banjir yang sering terjadi dapat mengurangi 11% PDB suatu wilayah pada akhir abad ini. Dan, untuk memulihkannya dibutuhkan waktu bertahun-tahun.

    Masyarakat yang tinggal di daerah dekat sungai, beriklim basah, dan rawan musim hujan jauh lebih rentan terhadap banjir.

    Banyak negara di Asia Selatan dan Tenggara seperti Bangladesh – yang sepertiganya pernah terendam air pada tahun 2020 – dan India sangat terpukul oleh banjir dalam beberapa tahun terakhir karena dataran rendah dan jumlah penduduk yang padat.

    Akibatnya, terjadi tingginya tingkat migrasi massal dan perpindahan penduduk selama beberapa dekade terakhir, yang menyebabkan kepadatan penduduk di perkotaan dan bertambahnya jumlah penduduk miskin perkotaan.

    Hal ini berpotensi menimbulkan kesenjangan dan keresahan sosial dalam jangka panjang.

    Baca: Mungkinkah dunia wujudkan netzero emision pada 2050?

     

    Apa yang bisa dilakukan?
    Salah satu solusi jangka pendek yang paling menonjol adalah negara-negara, terutama yang berada di wilayah dengan risiko banjir tinggi, memprioritaskan investasi dalam strategi adaptasi banjir.

    Hal ini berarti membangun infrastruktur yang lebih tangguh yang dirancang untuk tahan terhadap banjir dan kerusakan akibat air.

    China misalnya, telah banyak berinvestasi dalam konsep ‘kota spons’, yang pengembangannya berpotensi membantu mengendalikan dan mengurangi banjir, serta mendaur ulang sumber air hujan dan memulihkan lingkungan yang rusak.

    Membangun tembok laut dapat menjadi bentuk pertahanan dan perlindungan pantai yang efektif dalam menghadapi gelombang badai dan banjir yang terkait dengan badai tropis.

    Namun dalam jangka panjang. tembok laut ini juga bisa memicu masalah lingkungan.

     

  • Sejumlah Kota di Sumatera Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    Sejumlah Kota di Sumatera Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan mulai mengguyur sebagian kota besar di Indonesia.

    Hujan rnigan ini akan disertai angin dengan kecepatan 15 sampai dengan 55 kilometer per jam yang mengarah ke timur-tenggara.

    “Suhu udara di kota-kota besar Indonesia berkisar antara 20 hingga 36 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar antara 40 sampai 100 persen,” kata Prakirawan BMKG Marlin Denata dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Jumat (6/10/2023).

    Di Pulau Sumatra, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Tanjung Pinang, Pekanbaru, Padang, dan Bandar Lampung.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi di wilayah Medan dan Banda Aceh.

    Baca: BMKG sebut 10 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Sedangkan, wilayah Pangkal Pinang dan Bengkulu diperkirakan berawan, serta Palembang dan Jambi berasap.

    Di Pulau Jawa, cuaca cerah hingga cerah berawan berpotensi terjadi di Surabaya, Jakarta, dan Serang.

    Adapun perkiraan cuaca berawan ada di Semarang dan Yogyakarta. BMKG menyebutkan hanya Bandung yang berpotensi mengalami hujan petir.

    Sementara itu, Kepulauan Sunda Kecil diperkirakan berawan untuk wilayah Denpasar dan Mataram, sedangkan cerah berawan ada di Kupang.

    Di Pulau Kalimantan, hujan ringan diperkirakan turun di Samarinda dan Banjarmasin. Cuaca berawan ada di Pontianak dan Tanjung Selor, serta asap di Palangkaraya.

    Baca: BMKG sebut kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober

    Bergeser ke Pulau Sulawesi, BMKG memperkirakan cuaca cerah hingga cerah berawan terjadi di Gorontalo dan Kendari.

    Langit berawan berpotensi menyelimuti wilayah Manado, Palu, dan Makassar. Hanya Mamuju yang diperkirakan turun hujan ringan.

    “Di wilayah Indonesia bagian timur cuaca diperkirakan berawan hingga berawan tebal di Ternate dan Ambon. Sementara itu, hujan ringan diperkirakan terjadi di Manokwari dan Jayapura,” kata Marlin.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di beberapa wilayah, seperti Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Barat.

    Selain itu, ada pula peringatan tinggi gelombang laut lebih dari empat meter di perairan barat Lampung, Samudera Hindia bagian barat Bengkulu hingga Lampung.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Gelombang tinggi juga mungkin terjadi di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, dan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa hingga Bali.

    Waspadai daerah dengan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah yang berada pada kategori sangat mudah terbakar di Sumatra bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Kebakaran lahan juga berpotensi terjaid di sebagian Kalimantan bagian tengah hingga selatan, Sulawesi bagian selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku bagian tenggara, sebagian Papua bagian barat dan Papua bagian selatan.

    Sumber: Antaranews.com

     

  • Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan pada Selasa Malam

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan pada Selasa Malam

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca menyebut, sejumlah wilayah di Jakarta akan diguyur hujan disertai petir pada Selasa (10/10/2023) malam.

    Dalam prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, wilayah Jakarta yang berpotensi diguyur hujan disertai petir pada Selasa malam adalah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim). 

    Oleh karena itu, di prakiraan cuaca itu BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat di dua wilayah di Jakarta itu untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Baca: Sejumlah wilayah di Indonesia mulai masuk musim hujan

    Dalam prakiraan cuaca itu juga disebutkan hanya wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang berpotensi diguyur hujan, yang akan berlangsung hingga pagi hari. 

    Sedangkan kondisi cuaca di wilayah Jakarta lainnya diperkirakan akan berawan hampir sepanjang hari.

    Pada pagi hari sebagian besar wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu cerah, sementara hanya Jakarta selatan dan Jaktim yang diperkirakan cerah berawan.

    Baca: BMKG perkirakan musim hujan 2023 akan mundur

    Pada siang harinya, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur diperkirakan berawan. Sementara Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprakirakan cerah berawan.

    Hanya wilayah Jakarta Selatan yang kondisi cuacanya diprakirakan akan digyur hujan ringan.

    Adapun suhu udara di Jakarta diperkirakan berada pada kisaran minimum 24 derajat hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara diperkirakan berada pada kisaran 55-90 persen.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Suhu yang paling tinggi berada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan suhu berkisar 25-34 derajat celsius dengan kelembaban udara pada kisaran 55-90 persen.

    Sumber: BMKG

  • Hujan Deras, Banjir di Aceh Utara Meluas

    Hujan Deras, Banjir di Aceh Utara Meluas

    7cloud.asia – Hujan yang mengguyur wilayah Aceh Utara dan Bener Meriah sejak Senin (9/10/2023) malam mengakibatkan banjir di wilayah tersebut meluas. Tujuh kecamatan terendam air.

    Melansir Serambinews, sebelumnya terdapat enam kecamatan yang terendam yaitu Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, Matangkuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas.

    Debit air sejumlah sungai terus meningkat sehingga meluap ke permukiman warga di Kecamatan Geureudong Pase.

    Selain bertambah satu kecamatan, jumlah desa dalam enam kecamatan itu juga bertambah yang terendam.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Mulyadi mengatakan  secara keseluruhan ketinggian air berkisar 20 sampai 120 sentimeter.

    Hingga Selasa (10/10/2023) total 7 kecamatan yang terendam dan mencapai 73 gampong. Banjir juga merendam 4.439 unit, dengan jumlah kepala keluarga 5.561 atau  14.796 jiwa.

    “Sedangkan pengungsi sebanyak 2.158 jiwa dalam 747 KK yang berada di tujuh titik yaitu dua titik di Matang Kuli dan lima titik di Tanah Luas. Mereka sementara mengungsi ke meunasah (mushalla) sambil memantau kondisi rumah,” jelas Mulyadi.

    Sedangkan sehari sebelumnya, jumlah desa yang terendam 50 gampong, dengan jumlah 3.216 KK atau 13.294 jiwa yang terdampak.

    Sedangkan pengungsian sehari sebelumnya sebanyak 446 Kepala Keluarga (KK) atau 1.726 Jiwa.

    “Kerugian material, jalan penghubung Gampong Blang Kubu dengan Blang Cut dikikis erosi,” ungkapnya.

    “Kemudian, Jembatan Sawang (penghubung Aceh Utara dengan Bireuen), mengalami kemiringan akibat tingginya air sungai,” lanjut Mulyadi.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, banjir di Aceh Utara mulai terjadi pada Jumat (06/10/2023) lalu.

    Saat itu banjir melanda Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, dan Tanah Luas. Kemudian banjir di tiga wilayah itu sudah surut pada Minggu (8/10).

    Namun, lanjut dia, karena kondisi cuaca hujan deras pada Minggu (8/10) malam, maka pada Senin (9/10) pagi banjir susulan kembali terjadi di tiga kecamatan tersebut serta empat kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Samudera, Sawang, dan Gereudong Pasee.

    Menurutnya banjir di Aceh Utara terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto dan Krueng Peto akibat hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    Hujan Berhenti, Banjir di 3 Kecamatan Aceh Utara Mulai Surut

    7cloud.asia – Tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara yang sebelumnya dilanda banjir, kini mulai surut. Sebanyak 3.197 warga yang mengungsi kini telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ilyas, melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).

    “Kondisi terakhir di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Tanah Luas, debit air sudah mulai surut,” ujar Ilyas dikutip Antaranews.

    Lebih jauh Ilyas menjelaskan banjir mulai merendam Kecamatan Matang Kuli, PirakTimu dan Tanah Luas kabupaten Aceh Utara pada Jumat (06/10/2023).

    Air sempat surut lalu pada Minggu (08/10/2023) malam curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

    Akibatnya banjir kembali meluas di tiga kecamatan tersebut, serta empat kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Syamtalira Aron, Samudera, Sawang, dan Gereudong Pasee.

    “Kondisi banjir di Kecamatan Sawang, Samudera, Syamtalira Aron, dan Geureudong Pase sudah surut (sejak Selasa, (10/10/2023),” ujar Ilyas.

    Selanjutnya Ilyas memaparkan ketinggian air yang merendam rumah warga serta fasilitas umum di Aceh Utara antara 20-120 sentimeter.

    Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Krueng Sawang, Krueng Pasee, Krueng Pirak, Krueng Kereuto dan Krueng Peto.

    Kondisi ini dipicu oleh hujan deras di Aceh Utara dan wilayah dataran tinggi Kabupaten Bener Meriah selama sepekan terakhir.

    Akibatnya, lanjut Ilyas, korban terdampak dalam peristiwa ini berjumlah 6.644 jiwa dalam 2.525 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 28 gampong atau desa di Kecamatan Matangkuli.

    Kemudian di Kecamatan Pirak Timur berjumlah 4.437 jiwa dalam 1.099 KK tersebar di 11 gampong.

    Selanjutnya, di Kecamatan Tanah Luas sebanyak 3.184 jiwa dalam 984 KK yang tersebar di 11 gampong, dan Kecamatan Samudera berjumlah 1.726 jiwa dalam 447 KK tersebar di delapan gampong.

    Secara total jumlah korban yang terdampak banjir adalah 15.991 jiwa dalam 5.055 KK. “Jumlah pengungsi sebanyak 3.197 jiwa dalam 957 KK yang berada di 11 titik pengungsian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ungkapnya.

    Sementara itu, data dari BPBD Aceh Utara banjir tidak hanya merendam 4.439 unit rumah warga. Tetapi lahan sawah warga sekitar 592,5 hektare di Kecamatan Matang Kuli, kantor Camat, Koramil dan Polsek juga ikut terendam.

    “BPBD Aceh Utara berada di lokasi untuk melakukan pemantauan lebih lanjut, siaga, berkoordinasi, melakukan pendataan secara kontinu bersama perangkat gampong terpapar, dan melakukan evakuasi korban terdampak banjir,” jelasnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Petir di Kalimantan Timur Hari Ini dan Besok

    BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Petir di Kalimantan Timur Hari Ini dan Besok

    7cloud.asia – Hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Indonesia. Empat kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) diprakirakan mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada Minggu-Senin (15-16/10/2023).

    Melansir Antaranews, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Iwan Munandar empat daerah tersebut adalah Kabupaten Berau, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Mahakam Ulu.

    Sedangkan enam daerah lainnya yang cerah, berawan, dan hujan ringan, adalah Kota Bontang, Balikpapan, Samarinda, Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Timur.

    “Dampak hujan lebat disertai petir antara lain banjir, sungai meluap, jalan licin, dan tanah longsor, sehingga semua pihak harus waspada,” ujar Iwan.

    Untuk meminimalisir dampak serta mitigasi bencana, BMKG menyampaikan prakiraan cuaca ini ke pihak terkait di kabupaten/kota termasuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    Selanjutnya Iwan menjelaskan hujan ringan diperkirakan terjadi di Kota Samarinda pada Minggu pukul 14.00 hingga 20.00 WITA, hampir di semua kecamatan.

    Hujan ringan masih akan berlanjut pada Senin dini hari di Kecamatan Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang, Palaran, dan Samarinda Seberang. Senin Subuh berpotensi hujan terjadi di seluruh Kecamatan di Samarinda.

    Sedangkan kabupaten yang diprakirakan hujan lebat disertai petir antara lain di Berau, terjadi pada Minggu sekira pukul 17.00 WiITA di empat kecamatan yakni Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, dan Teluk Bayur.

    Kemudian pada pukul 20.00 WITA hujan lebat disertai petir di tiga kecamatan yakni Kelay, Pulau Derawan, dan Kecamatan Segah.

    Sedangkan sebagian besar kecamatan lainnya hujan ringan hingga pukul 23.00 WITA, dan pada Senin Subuh hujan ringan hanya di Kecamatan Maratua.

    “Untuk Kabupaten Mahakam Ulu, hujan disertai petir diprakirakan terjadi pada Senin dini hari hanya di Kecamatan Long Hubung, sedangkan sebagian besar kecamatan lainnya diprakirakan hujan ringan mulai Minggu pukul 14.00 hingga Senin pukul 08.00 WITA,” ungkap Iwan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG: Sejumlah Kota Besar Berpeluang Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang

    BMKG: Sejumlah Kota Besar Berpeluang Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpeluang mengguyur sejumlah kota besar di Indonesia, Selasa (17/10/2023) .

    Prakirawan BMKG Nurul Izzah Fitria saat menyampaikan prediksi cuaca di sejumlah kota besar di Indonesia menyebut hujan di sejumlah kota di Indonesia ini timbul karena pengaruh bibit siklon tropis 99S di Laut Cina Selatan.

    “BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 99S, tepatnya sebelah timur Vietnam dengan kecepatan angin 30 kilometer per jam yang berpotensi memicu hujan di sejumlah wilayah di Indonesia,” katanya. 

    Baca: 10 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan

    Ia mengatakan hujan dengan intensitas ringan di Pulau Sumatera berpeluang turun di Banda Aceh, Padang, Medan, dan Tanjungpinang. Sedangkan Pekanbaru diprediksi berkabut.

    Dilansir Antaranews, hujan ringan juga berpotensi mengguyur Bengkulu, Jambi, dan Pangkal Pinang. Waspadai potensi asap di Kota Palembang.

    “Pulau Jawa sebagian besar diprediksi berawan,” katanya.

    Baca: Musim hujan 2023/2024 diperkirakan mundur

    Nurul mengatakan situasi cuaca di Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, umumnya cerah Berawan.

    Hujan berintensitas ringan di Pulau Kalimantan, kata Nurul, berpeluang terjadi di Samarinda, Banjarmasin, dan Palangkaraya.

    Sedangkan hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Pontianak. “Waspadai kabut di wilayah Tanjung Selor,” katanya.

    Baca: BRIN sebut El Nino akan terjadi hingga Mei 2024

    BMKG melaporkan hujan berintensitas ringan juga berpeluang mengguyur sebagian besar Pulau Sulawesi.

    Sedangkan prakiraan cuaca di timur Indonesia, seperti Mamuju, Ambon, Manokwari, dan Jayapura diprediksi terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan.

  • Cuaca Hari Ini: Bibit Siklon Tropis 99W Berpotensi Memicu Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Bibit Siklon Tropis 99W Berpotensi Memicu Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga kebakaran lahan yang dipicu pengaruh siklon tropis 99W pada Rabu (18/9/2023).

    Bibit siklon tropis 99W ini terpantau yang berada di Laut China Selatan sebelah timur Vietnam dengan kecepatan angin 40 km per jam dan tekanan udara minimum mencapai 108,9 hectopascal.

    Prakirawan BMKG Kania Mustikawati dikutip dari jaringan InfoBMKG di Jakarta mengatakan, potensi bibit siklon tropis 99W yang diperkirakan meningkat dalam 24 jam ke depan.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino bakal terjadi hingga Mei 2024

    Dilansir Antaranews.com, bibit siklon tropis ini dapat memicu tekanan angin dengan kecepatan 10-50 kilometer (km) per jam, bertiup dari arah timur hingga tenggara.

    “Masyarakat perlu mewaspadai angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan,” katanya.

    BMKG juga menerbitkan peringatan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di wilayah Samudra Hindia Barat Daya Sumatera.

    Baca: BMKG sebut sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Fenomena tersebut juga berpotensi memicu turunnya hujan di sejumlah wilayah. Di Pulau Sumatera, potensi hujan terjadi di Banda Aceh, Pangkalpinang, Tanjung Pinang dan Medan.

    Di Sulawesi potensi hujan mungkin terjadi di Gorontalo, Kendari dan Manado.

    Sedangkan di Kalimantan potensi hujan terjadi di Banjarmasin, Tarakan. Hujan juga berpoetnsi terjadi di Ambon dan Ternate (Maluku Utara).

    Baca: BMKG sebut musim hujan 2023/2024 akan mundur

    Suhu udara di kota-kota besar di Indonesia berkisar antara 21 hingga 36 derajat Celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 40 hingga 100 persen.

    Terpaan angin juga berpotensi memicu kebakaran pada lapisan atas permukaan tanah dengan kategori sangat mudah terbakar, seperti di Sumatera bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Pulau Jawa dan Bali.

    Baca: Potensi kebakaran di sejumlah wilayah

    Selanjutnya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.

    “Karena itu kami imbau seluruh masyarakat yang berada di wilayah tersebut untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” katanya.