Tag: jepang

  • Rachmat Gobel Undang Jepang Membagikan Teknologi Smart Farming kepada Petani Muda Indonesia

    Rachmat Gobel Undang Jepang Membagikan Teknologi Smart Farming kepada Petani Muda Indonesia

    7cloud.asia – Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengatakan, dunia sedangkan dihadapkan pada krisis pangan akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik dunia.

    Perubahan iklim berdampak pada hadirnya cuaca panas yang tinggi atau curah hujan yang berlebihan dan tidak pasti. Sedangkan, konflik geopolitik berdampak pada kenaikan harga pupuk yang tinggi.

    Semua itu berakibat Indonesia melakukan impor beras dengan jumlah yang sangat besar. Padahal Indonesia adalah negara agraris, memiliki lahan yang luas, tanah yang subur, dan jumlah petani yang besar.

    “Namun faktanya Indonesia harus impor beras dari berbagai negara seperti Myanmar, Vietnam, Thailand, India, dan Cina,“ ujar Rachmat Gobel saat menerima delegasi dari Liberal Democratic Party (LDP) Jepang, di Komplek DPR, Jakarta, Jumat (3/5/2024).

    Dalam kesempatan itu Gobel meminta Jepang untuk menerima petani muda Indonesia untuk belajar bertani dengan metode smart farming di negara tersebut.

    “Bukan untuk bekerja dan juga bukan untuk sekolah, tapi belajar praktik bertani yang baik dan berkualitas serta smart farming kepada petani muda Indonesia. Cukup satu tahun saja,” kata Gobel.

     

    Baca Juga: Pemerintah Akan Gandeng China untuk Garap Sawah di Kalteng, Pakar Sebut Pernah Ada Pengalaman Serupa dan Gagal

    Permintaan itu disampaikan Gobel, Karena Jepang yang tak seluas Indonesia, adalah negara yang memiliki keunggulan teknologi sehingga bisa menghasilkan produktivitas pertanian yang besar dan kemampuan menghadapi perubahan iklim.

    Selain itu, katanya, produk pertanian Jepang dikenal dengan cita rasa yang lezat dan memiliki harga yang bagus.

    Gobel juga meminta Jepang mengajarkan pembuatan pupuk organik dan smart farming. Teknologi penggilingan beras Jepang, katanya, juga menghasilkan beras yang berkualitas.

    Gobel menambahkan, walaupun sudah melakukan impor beras dengan jumlah sangat besar, kata Gobel, secara ironis harga beras di Indonesia tetap tinggi.

    “Harga beras premium di Indonesia mendekati harga beras di Jepang. Padahal kualitasnya sangat berbeda. Tentu ini memprihatinkan,” kata Rachmat Gobel yang pernah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Utusan Khusus untuk Jepang tersebut.

    Selain itu, katanya, karena jumlah petani di Indonesia sangat besar maka membangun pertanian akan secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan penduduk Indonesia.

     

     

    Baca Juga: Soal Kenaikan Harga Beras, Pengamat Sebut Ada Kebijakan yang Tak Adil untuk Petani

    Jumlah penduduk Indonesia juga sangat besar. Jadi memecahkan masalah kebutuhan pokok ini akan sangat fundamental bagi kemajuan dan stabilitas Indonesia.

    “Untuk itu, saya berharap Jepang dan Indonesia bisa meningkatkan kerja sama yang lebih erat di bidang pertanian ini,” jelasnya.

     

    Selain itu, Gobel juga menyampaikan tentang pentingnya Jepang membagi teknologinya dalam pengelolaan dan pengolahan air bersih.

    Hingga saat ini, katanya, masalah penyediaan air bersih yang sehat masih merupakan tantangan besar bagi Indonesia.

    Air bersih higienis sangat penting dalam mengatasi stunting dan penyakit kulit. Dua hal ini masih merupakan problem mendasar bagi masyarakat lapis bawah Indonesia dan bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

    “Jepang memiliki kemampuan dan teknologi pengolahan air bersih yang sehat,” katanya.

    Baca Juga: Di Hadapan Ribuan Petani dan Nelayan Pendukungnya, Mahfud Nyatakan Komitmen Berantas Mafia

    Jika masalah pertanian dan penyediaan air bersih bisa diatasi Indonesia, kata Gobel, maka ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik lagi.

    “Ini tentu saja juga akan baik bagi ekonomi kawasan di Asia Tenggara dan akan memiliki dampak yang baik pula bagi ekonomi Jepang. Jadi ini kerja sama yang sifatnya saling menguntungkan,” katanya.

    Adapun Delegasi Jepang itu dipimpin oleh Ketua Badan Riset Kebijakan LDP, Tokai Kisaburo.

    Sedangkan anggota delegasinya antara lain Ketua Harian Badan Riset Kebijakan LDP Shibayama Masahito dan Kepala Sekretariat Badan Riset Kebijakan LDP Nakai Toyoron.

    Hadir pula Wakil Dirjen untuk urusan Asia Tenggara dan Asia Barat Daya Kementerian Luar Negeri Jepang Hayashi Makoto serta Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasushi Masahi.

    Sumber:Parlementaria

  • Halangi Pandangan ke Gunung Fuji, Bangunan 10 Lantai di Tokyo Barat Akan Dihancurkan

    Halangi Pandangan ke Gunung Fuji, Bangunan 10 Lantai di Tokyo Barat Akan Dihancurkan

    7cloud.asia – Pemerintah Jepang akan menghancurkan sebuah kondominium yang hampir selesai di Tokyo Barat karena menghalangi pandangan ke arah Gunung Fuji.

    Dalam pernyataan yang dilansir Senin (10/6/2024), pengembang kondominium menyatakan langkah ini diambil setelah mendengarkan keluhan warga soal pandangan ke Gunung Fuji yang terhalang.

    Dilansir Kyodo News, pengembang yang berbasis di Osaka, Sekisui memberitahu pemerintah setempat mengenai keputusan mereka untuk membatalkan proyek dan menghancurkan gedung 10 lantai tersebut.

    Baca Juga: Peneliti Jepang Temukan Mikroplastik Cemari Awan di Gunung Fuji

    Kondominium ini memiliki 18 unit hunian dan terletak di kota Kunitachi yang berlokasi di sebelah barat Perfektur Tokyo.

    Sekisui mengaku kurang mempertimbangkan nilai-nilai lokal, meski telah menurunkan ketinggian bangunan dan mengadakan pertemuan dengan warga.

    Sebelumnya, layar hitam besar dipasang di kota lain di Jepang untuk mencegah wisatawan asing mengabadikan kunjungannya di Jepang dengan latar Gunung Fuji.

     

    Baca Juga: Perkenalkan, Kamikatsu Kota Tanpa Sampah yang Menjadikan Tempat Daur Ulang Sebagai Pusat Komunitas

    Gunung Fuji yang sudah diakui sebagai situs warisan dunia Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) itu selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan.

    Bagi penduduk lokal atau orang Jepang, Gunung Fuji memiliki tempat istimewa di hati mereka, bukan hanya karena keindahannya.

    Dilansir web-japan.org, orang Jepang mempunyai keterikatan pada kualitas mistiknya, dan menganggapnya sebagai tempat sembahyang.

    Baca Juga: Cara Pemerintah Jepang Siapkan Warganya Hadapi Bencana Gempa Bumi

    Pada zaman kuno, muncul kepercayaan di kalangan warga Jepang bahwa setelah kematian, roh orang-orang yang telah meninggalkan wujud duniawinya mendaki gunung dan menjadi dewa (kami) di puncak.

    Kemudian mereka menjelma menjadi dewa rumah tangga ( ujigami ), siap melindungi keluarganya.

    Setelah agama Buddha masuk Jepang, gunung-gunung termasuk Gunung Fuji menjadi tempat tinggal para dewa dan Buddha, tempat tertinggi dan tersuci di dunia.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

     

  • Kandidat Gubernur Tokyo Mulai Kampanye, Upaya Mendongkrak Angka Kelahiran Jadi Sorotan

    Kandidat Gubernur Tokyo Mulai Kampanye, Upaya Mendongkrak Angka Kelahiran Jadi Sorotan

    7cloud.asia – Kampanye pemilihan gubernur Tokyo, Jepang dimulai Kamis (20/6/2026), dengan petahana Yuriko Koike ditantang oleh tokoh oposisi Renho.

    Media Jepang melaporkan, Sejauh ini, tercatat 56 orang telah mengajukan pencalonan mereka untuk berkompetsi di pemilihan gubernur Tokyo.

    Salah satu penantang Koike yang paling serius adalah Renho, 56, mantan model dan pembawa acara TV yang hanya menggunakan satu nama.

    Dua perempuan terkemuka ini berkompetisi menjadi orang nomor satu di Tokyo di tengah panggung politik Jepang yang didominasi laki-laki.

    Keduanya berjanji untuk memperluas dukungan bagi pengasuhan anak guna mengatasi rendahnya angka kelahiran di Tokyo, ketika Jepang menghadapi krisis demografi yang mengancam.

    Dilansir VOA Indonesia, Koike yang saat ini berumur 71 tahun, mengincar masa jabatan ketiganya sebagai gubernur kota berpenduduk 14 juta orang itu pada pemilu 7 Juli mendatang.

    Baca Juga: Jumlah Penduduk Jepang Terus Turun dan Makin Tua, Peran Tenaga Kerja Asing Kian Penting

    Setelah menjabat pada tahun 2016 sebagai perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut, mantan menteri pertahanan dan lingkungan hidup ini mengelola respons ibu kota terhadap Covid-19.

    Koike juga sukses membantu menyelenggarakan Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda karena pandemi.

    Penantang Koike, Renho adalah seorang politisi berpengalaman yang memposisikan dirinya sebagai suara liberal melawan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang konservatif dan sudah lama berkuasa.

    Koike, seperti halnya Renho, bukan anggota LDP. Keduanya mencalonkan diri sebagai kandidat independen. Meski demikian, LDP secara luas, namun tidak resmi, mendukung pencalonannya.

    Jepang tidak pernah memiliki perdana menteri perempuan dan 84 persen anggota parlemennya adalah laki-laki, menurut statistik yang diterbitkan oleh partai oposisi, Partai Demokrat Konstitusional (CDP).

    Baca Juga: Warga Tokyo Jepang Ini Berusaha Keras Hidup Tanpa Plastik, Caranya Bisa Ditiru

    Salah satu masalah utama yang dihadapi Jepang dan negara-negara maju lainnya adalah menurunnya angka kelahiran, yang oleh Perdana Menteri Fumio Kishida disebut sebagai risiko mendesak bagi bangsanya.

    Rata-rata jumlah anak yang diperkirakan dimiliki oleh seorang perempuan di Jepang mencapai rekor terendah yaitu 1,20 pada tahun lalu, dan angka di Tokyo adalah 0,99 – angka pertama di bawah satu untuk wilayah Jepang mana pun.

    “Tujuan saya adalah menciptakan Tokyo di mana uang bukan merupakan faktor dalam membesarkan anak dan pendidikan,” kata Koike kepada wartawan pekan ini.

    Dia berjanji untuk memperluas pendanaan untuk menghilangkan rasa sakit epidural saat melahirkan, dan meningkatkan dukungan sewa tempat tinggal untuk keluarga dengan anak-anak.

    Kebijakan ini menjadi andalan Koike di samping kebijakan yang sudah ada, seperti membuat sekolah menengah negeri gratis.

    Baca Juga: Halangi Pandangan ke Gunung Fuji, Bangunan 10 Lantai di Tokyo Barat Akan Dihancurkan

    Renho juga berjanji untuk melanjutkan kebijakan Koike untuk meringankan beban orang tua, serta langkah-langkah yang lebih luas untuk membantu generasi muda dan mengatasi kesenjangan tenaga kerja.

    Renho pernah menjabat sebagai menteri yang bertanggung jawab atas reformasi pemerintahan pada tahun 2010-2011 sebagai bagian dari Partai Demokrat Jepang yang sekarang sudah tidak ada lagi, dan baru-baru ini meninggalkan CDP.

    “Politik anti-LDP, pemerintahan non-Koike . Itulah pendirian saya saat berpartisipasi dalam pemilihan gubernur Tokyo,” kata Renho pada bulan Mei.

    Dalam kampanye modernnya, Koike telah meluncurkan versi AI resmi dirinya, yang fasih berbahasa Inggris dan menyampaikan kabar terbaru dari pemerintah kota.

    Sumber:VOAIndonesia

  • Panas Ekstrem di Jepang, Suhu Udara Capai 35 Derajat Celsius Lebih

    Panas Ekstrem di Jepang, Suhu Udara Capai 35 Derajat Celsius Lebih

    7cloud.asia – Musim panas di Jepang tahun ini begitu membara dengan suhu yang mencapai di atas 35 derajat celcius di seluruh wilayah Jepang di mana kondisi tersebut juga dirasakan oleh warga negara Indonesia (WNI).

    Salah satu WNI Mohamad Yusup kepada Antara di Tokyo, Senin, mengatakan musim panas tahun ini begitu luar biasa padahal belum sampai puncak yang biasanya jatuh pada Agustus.

    “Musim panas tahun ini yang saya rasakan luar biasa ya padahal ini baru di awal bulan Juli. Dalam sepekan ini panasnya begitu menyengat dan begitu terasa di kulit dan kepala. Ini musim panas yang luar biasa ditambah lagi kalau siang hari itu anginnya sedikit,” kata WNI yang tinggal di Tokyo itu.

    Baca: India dan Pakistan tutup sekolah segara suhu panas hingga 50 derajat celsius

    Yusup yang sudah bermukim di Jepang selama 16 tahun itu pernah melewati berbagai musim panas bahkan pada saat Ramadhan.

    Namun, dia mengaku, musim panas tahun ini ia pun waspada agar tidak terkena dehidrasi atau sengatan panas (heat stroke) sebab tahun lalu keluarganya sempat dilarikan ke rumah sakit.

    “Tahun lalu, istri saya kepalanya pusing, mual-mual dan lemas. Akhirnya, setelah dibawa ke rumah sakit, harus diinfus seharian. Juga anak-anak saya pernah mengalami gejala-gejala semacam semacam dehidrasi, seperti mual, kepala pusing, badan lemas dan sebagainya,” katanya.

    Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

    Yusuf  yang bekerja sebagai perawat rumah sakit pun menyebutkan angka pasien yang terkena sengatan panas meningkat.

    Tidak hanya dialami oleh kelompok lansia dan anak-anak tetapi juga orang dewasa usia 30-an.

    “Angka kejadian sengatan panas pasien yang masuk UGD itu banyak sekali. Biasanya ditandai dengan tekanan nadinya meningkat. Itu tanda awal dehidrasi,” ujarnya.

    Kondisi yang sama juga dialami Vidya Gatari, WNI yang tinggal di Prefektur Chiba, yang mengaku musim panas di Jepang tahun ini sangat hebat.

    “Lebih sering berkeringat ketika di rumah meskipun kipas angin dinyalakan. AC pun harus disetel sekitar 15 derajat celcius baru akan terasa sejuk. Leher juga terasa perih mungkin karena keringat berlebih yang diproduksi badan,” ujarnya.

    Baca: Gelombang panas landa Asia, bagaimana dengan Indonesia

    Dia dan keluarga juga sempat merasakan sengatan panas setelah menghabiskan waktu di luar lebih banyak.

    Dengan gejala kepala terasa berat, mual, keluar keringat dingin bahkan demam yang naik turun selama dua hingga tiga hari.

    “Dua tahun lalu, saya juga merasakan leher yang memerah dan perih di bulan-bulan musim panas. Tapi, mostly kami sekeluarga mudik atau traveling agar tidak merana di rumah,” katanya.

    Ibu satu anak itu mengaku musim panas saat delapan tahun lalu saat pertama kali dia ke Jepang tidak seekstrem tahun ini.

    Demikian juga Izzah, WNi yang tinggal di Yokohama, mengaku musim panas tahun ini terasa menantang yang dipengaruhi juga pemanasan global yang berakibat musim semi yang bergeser serta berdampak pada musim hujan atau peralihan sehingga cuaca tak menentu.

    Baca: Asia Selatan dan Asia Tenggara dilanda gelombang panas

    “Suhunya enggak menentu, setelah hujan suhunya agak turun besoknya langsung naik drastis. Tahun ini beberapa kali merasa langsung pusing, sampai rumah enggak bisa ngapa-ngapain,” ujar diaspora yang sudah bermukim di Jepang selama enam tahun ini.

    Suami Izzah yang merupakan warga Jepang juga merasakan cuaca ekstrem musim panas tahun ini.

    “Dia juga sama, rasanya mau meleleh akhirnya kita berdua mageran (bermalas-malasan) aja gitu,” katanya.

    Jepang mencatat suhu meroket hingga 40 derajat celcius di Prefektur Shizuoka pada awal pekan Juli 2024. Suhu ekstrem juga terjadi di beberapa wilayah, seperti Prefektur Gunma 39.8 derajat celcius dan rata-rata 39 derajat di Prefektur Yamanashi.

    Baca: Kurangi konsumsi kopi saat cuaca panas

    Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, rata-rata di wilayah Jepang suhu mencapai di atas 35 derajat celcius, termasuk wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, Chiba, Saitama dan Kanagawa.

    Menurut data media setempat, 198 orang di Tokyo dilarikan ke rumah sakit akibat terkena serangan panas.

    Pemerintah Indonesia melalui KBRI Tokyo juga mengimbau WNI untuk menjaga kesehatan selama musim panas di Jepang.

    Salah satunya dengan menggunakan payung atau topi, banyak minum air putih, mengenakan pakaian longgar dan aplikasikan tabir surya.

    Sumber: Antaranews

  • Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Enam Orang Tewas dan Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Gelombang Panas Ekstrem Landa Jepang, Enam Orang Tewas dan Ribuan Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    7cloud.asia – Sedikitnya enam orang tewas dan ribuan orang dilarikan ke rumah sakit akibat gelombang panas ekstrem musim hujan yang langka.

    Departemen Pemadam Kebakaran dan Bencana Alam Jepang mencatat sejak Juni, tercatat sekitar 2.276 orang mengalami heatstroke dan dilarikan ke rumah sakit.

    Sementara korban yang tewas merupakan para lansia dengan usia 70 tahun keatas.

    Seorang lansia 70 tahun di Jepang ditemukan meninggal dunia setelah memotong rumput di rumahnya pekan lalu. Berikutnya lansia 80 tahun yang tewas saat bekerja di perkebunan.

    Baca: Panas ekstrem di Jepang, suhu capai 35 derajat lebih

    Heatstroke di Jepang memang begitu mematikan untuk para lansia. Mereka merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap heatstroke.

    Apalagi terlebih negara sakura tersebut memiliki salah satu populasi tertua di dunia.

    Tak hanya bagi lansia, kondisi ini juga berbahaya bagi bayi, orang yang tinggal sendirian, atau mereka yang miskin tak mampu membeli pendingin ruangan.

    Kondisi ini membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan sengatan panas di sebagian besar negara.

    Warga di Jepang juga diimbau untuk menghindari berolahraga di luar ruangan dan tetap menggunakan pendingin ruangan.

    Baca: India dan Pakistan tutup sekolah gara-gara suhu hampir 50 derajat celsius

    Pihak berwenang di Tokyo mencatat tiga kematian terkait heatstroke pada Sabtu (06/07/2024) lalu dan tiga kematian baru pada Senin (08/07/2024), ketika suhu mencapai 35 derajat pada tengah hari.

    Kondisi ini mendorong pihak berwenang mengeluarkan banyak peringatan kesehatan dan mendirikan ‘shelter pendingin’ dengan water mist di sekitar ibu kota.

    Pihak berwenang meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas fisik karena Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan peringkat tingkat ‘bahaya’ tertinggi.

    “Ini adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa,” ujar salah satu warga bernama Hisako Ichiuji (60) ketika menggunakan fasilitas shelter pendingin di sekitar Menara Tokyo dikutip dari SCMP, Rabu (10/7/2024).

    Baca: Gelombang panas di Thailand tewaskan 61 orang

    Akhir pekan kemarin, wilayah Shizuoka bagian tengah menjadi wilayah pertama di Jepang yang mengalami suhu mencapai 40 derajat celcius tahun ini.

    Angka tersebut jauh melampaui ambang batas 35 derajat celcius yang diklasifikasikan ahli cuaca sebagai ‘sangat panas’.

    “Dulu suhunya tidak sampai seperti ini. Saya pikir penting untuk menjaga diri kita tetap terhidrasi dan berlindung di fasilitas seperti ini,” kata Hisako.

    Panas ekstrem yang terjadi di musim hujan di Jepang seperti saat ini jarang sekali terjadi.

    Menurut pejabat badan cuaca Jepang, hal ini terjadi akibat sistem tekanan tinggi yang kuat di Pasifik Selatan.

    Baca: Panas ekstrem landa Asia, 30 orang tewas

    Asosiasi Pengobatan Akut Jepang memperingatkan peningkatan angka kematian akibat kelelahan panas secara nasional.

    Angkanya meningkat dari hanya beberapa ratus per tahun pada dua dekade lalu menjadi sekitar 1.500 pada tahun 2022.

    Banyaknya jumlah korban jiwa menunjukkan bahwa heatstroke kini menimbulkan bahaya yang setara bencana alam besar menurut mereka.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

     

     

  • Gempa 7,1 SR Landa Jepang, Pemerintah Keluarkan Peringatan Tsunami

    Gempa 7,1 SR Landa Jepang, Pemerintah Keluarkan Peringatan Tsunami

    7cloud.asia – Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang lepas pantai tenggara Pulau Kyushu di Jepang pada Kamis (08/08/2024) mendorong otoritas untuk mengeluarkan peringatan tsunami, menurut Badan Meteorologi Jepang.

    Gempa terjadi pada pukul 16:43 sore waktu setempat (14:43 WIB) di daerah Hyuga Nada dengan kedalaman 30 kilometer (18,6 mil).

    Gempa susulan hingga 5,0 magnitudo dapat dirasakan di Prefektur Miyazaki dan Kagoshima.

    Otoritas Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk daerah pesisir Pulau Kyushu dan pesisir barat serta selatan Pulau Shikoku.

    Baca: Gempa 7,5 SR landa Jepang, daratan bergeser hingga 1 meter lebih

    Tsunami dengan ketinggian gelombang hingga 1 meter telah mencapai Prefektur Miyazaki.

    Media Jepang melaporkan bahwa sebuah kereta cepat dihentikan setelah gempa.

    Dilaporkan juga bahwa markas darurat dibentuk di kantor Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida setelah gempa tersebut.

    Media Jepang juga melaporkan bahwa tidak ada gangguan dalam operasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sendai setelah gempa kuat di lepas pantai Pulau Kyushu.

    Sumber: Sputnik-OANA

  • PPI Jepang Desak Pemerintah Indonesia Kembalikan Supremasi Demokrasi

    PPI Jepang Desak Pemerintah Indonesia Kembalikan Supremasi Demokrasi

    7cloud.asia – Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang mendesak pemerintah Indonesia untuk mengembalikan supremasi demokrasi terkait revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setelah putusan Mahkamah Konstitusi No. 60/PUU-XXII/2024 dan No.70/PUU-XXII/2024.

    “Kami Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang menilai tengah terjadi krisis konstitusi di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Fadlyansyah Farid dalam pernyataannya di Tokyo, Kamis.

    PPI Jepang menilai bahwa apa yang dilakukan DPR menyalahi konstitusi negara dan jika terus-menerus terjadi akan membahayakan keberlangsungan NKRI.

    Untuk itu, Farid mengajak pelajar Indonesia terutama di Jepang untuk menyadari bahwa semua putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat bagi semua warga negara, termasuk semua lembaga negara.

    Baca: Ribuan massa geruduk Gedung DPR/MPR

    Kemudian, pembahasan revisi UU Pilkada dengan mengabaikan putusan MK No. 60/PUU-XXII/2024 dan No.70/PUU-XXII/2024 pada 21 September 2024 atau sehari setelah diputuskan yang dilakukan DPR RI tidak elok dan bijaksana sehingga mencederai sikap kenegarawanan anggota DPR RI.

    “Tidak ada dasar filosofis, yuridis dan sosiologis yang dapat dijustifikasi untuk mengubah persyaratan usia calon kepala daerah termasuk besaran kursi parpol melalui revisi UU Pemilihan Kepala Daerah,” katanya.

    Perubahan-perubahan tersebut, lanjut dia, berpotensi menimbulkan sengketa antarlembaga tinggi negara seperti Mahkamah Konstitusi melawan DPR RI sehingga apapun hasil Pilkada akan inkonsistusional sehingga merugikan seluruh warga negara Indonesia baik secara materil atau nonmateril.

    Baca: Unjuk rasa diberbagai kota berlangsung ricuh

    Pilihan konsekuensi yang terjadi adalah runtuhnya demokrasi, kewibawaan negara, lembaga-lembaga tinggi negara, dan hukum akan merosot ke titik nadir bersamaan dengan runtuhnya kepercayaan masyarakat dan dunia.

    Untuk itu, PPI Jepang menyikapi kecemasan tersebut sekaligus mengimbau seluruh lembaga yang terkait untuk menghentikan revisi UU Pilkada. Kemudian, bertindak arif, adil, dan bijaksana dengan menjunjung nilai-nilai kenegarawanan serta demokrasi.

    Selanjutnya, PPI Jepang juga meminta agar KPU dapat segera melaksanakan putusan MK No. 60 dan No. 70 tahun 2024 demi terwujudnya kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila.

    Baca: Guru besar UI sebut DPR berkhianat

    Selain itu, mendukung berjalannya konstitusi sesuai dengan perundang- undangan, serta mengingatkan secara tegas bahwa kedaulatan rakyat adalah berdasarkan pancasila.

    Berdasarkan dasar hukum bernegara yaitu UUD 1945 Pasal 24C, putusan mahkamah konstitusi bersifat final dan mengikat.

    Untuk itu, PPI Jepang meminta Mahkamah Konstitusi menggunakan haknya membubarkan partai politik yang melawan keputusan MK karena melawan keputusan MK sama dengan melawan UUD 1945.

    “Jika lembaga negara terkait hal yang disebutkan di atas tidak menghiraukan imbauan ini, maka kami akan melakukan demonstrasi daring. Merdeka!,” katanya.

  • Badan Meteorologi Jepang Ingatkan Suhu Lebih Hangat pada September-November 2024

    Badan Meteorologi Jepang Ingatkan Suhu Lebih Hangat pada September-November 2024

    7cloud.asia – Badan pengamatan cuaca Jepang mengingatkan bahwa suhu udara di seluruh negeri mulai September hingga November 2024 akan lebih panas dari biasanya.

    Warga Jepang juga diingatkan potensi curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya dalam periode waktu yang dalam kondisi normal memasuki musim gugur tersebut.

    Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) pekan ini telah merilis prakiraan cuaca untuk tiga bulan ke depan.

    Dalam prakiraan itu disebutkan bahwa sistem tekanan tinggi Pasifik kemungkinan besar akan tetap berada di bagian tenggara Jepang dan mendorong angin barat yang berembus di bagian utara Jepang lebih jauh ke utara dibanding biasanya.

    Baca: Gelombang panas ekstrem landa Jepang, 6 warga dilaporkan meninggal

    Kondisi ini kemungkinan besar akan membuat kepulauan Jepang diselimuti udara hangat pada periode September-November, seperti dilaporkan JMA.

    Suhu udara di seluruh Jepang diperkirakan akan lebih tinggi dari biasanya pada September dan Oktober, lapor JMA.

    Pada November 2024, suhu udara diperkirakan akan menjadi normal atau lebih tinggi di bagian utara dan timur Jepang.

    Sedangkan untuk wilayah di bagian barat Jepang, Okinawa dan Amami suhu udara akan mendekati suhu normal.

    Baca: WMO sebut perubahan iklim picu gelombang panas makin ekstrem

    Pada Juli lalu, Jepang dilanda gelombang panas ekstrem yang mengakibatkan ribuan warga harus dirawat di rumah sakit.

    Saat itu suhu udara mencapai 5 derajat celciusvatau lebih pada siang hari, sehingga mengakibatkan heatstroke.

  • Topan Shanshan Melanda Jepang, Korban Tewas Capai 74 Orang

    Topan Shanshan Melanda Jepang, Korban Tewas Capai 74 Orang

    7cloud.asia – Korban tewas akibat Topan Shanshan di Jepang telah bertambah menjadi 74 orang, NHK melaporkan pada Kamis.

    Sebelumnya pada hari yang sama, 39 orang dilaporkan tewas dan satu lainnya hilang.

    Dalam konferensi pers pada Kamis, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan bahwa tiga dari lima orang yang hilang telah dipastikan tewas dalam tanah longsor di Prefektur Shizuoka. Dua lainnya mengalami luka-luka.

    Shanshan, topan dahsyat ke-10 yang menerjang selama musim ini, mendarat sekitar pukul 08.00 waktu setempat (Kamis 06.00 WIB) di lepas pantai Prefektur Kagoshima di Pulau Kyushu dekat Kota Satsumasendai.

    Baca: Antisipasi topan ampil, penerbangan dan perjalanan kereta dibatalkan

    Pergerakannya dinilai lambat, dengan kecepatan sekitar 30 meter per detik di bagian pusat dan 45 meter per detik pada saat angin berhembus.

    Topan tersebut diperkirakan akan melintasi Pulau Kyushu, kemudian berbelok ke timur dan menerjang Pulau Shikoku, lalu bergerak menuju pantai selatan Prefektur Wakayama.

    Pada Minggu, Shanshan bakal menerjang wilayah Kansai, di mana Osaka, Kyoto, dan Kobe berada, kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Tokyo.

    Baca: Badai salju di Amerika tewaskan 33 orang

    Karena topan itu bergerak melintasi Pulau Kyushu dan Shikoku, lebih dari 2,5 juta orang telah diperintahkan untuk mengungsi. Di Prefektur Oita, 50.000 orang telah diminta untuk menyelamatkan diri.

    Sekitar 1.150 penerbangan untuk jadwal 29-31 Agustus dibatalkan, layanan kereta cepat Shinkansen dihentikan, dan sejumlah jalan raya ditutup.

    Di Pulau Kyushu, banyak toko telah ditutup sejak Rabu, sementara kantor pos dan layanan kurir tidak beroperasi.

    Sumber: Sputnik

  • Masyarakat Lokal Minta JBIC Tanggungkan Proyek Pembangunan PLTU Cirebon 2

    Masyarakat Lokal Minta JBIC Tanggungkan Proyek Pembangunan PLTU Cirebon 2

    7cloud.asia – Komunitas masyarakat lokal dengan didukung 73 Organisasi Masyarakat sipil Indonesia mengajukan permohonan kepada Pemerintah Jepang untuk meninjau ulang Proyek PLTU Cirebon 2 di Jawa Barat.

    Dilansir di laman resmi Walhi.or.id, Japan Bank for International Cooperation (JBIC), yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Jepang telah menandatangani perjanjian pinjaman sebesar 731 juta dolar dengan pemrakarsa proyek PLTU Cirebon 2 (yang diinvestasikan oleh Marubeni dan JERA).

    Mahkamah Agung Indonesia telah mengukuhkan putusan bersalah terhadap mantan bupati Cirebon atas dakwaan penyuapan terkait proyek PLTU Cirebon 2 tersebut.

    Menanggapi hal ini, pada tanggal 27 Agustus, empat organisasi dari komunitas lokal dan Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia yakni: Rapel (Rakyat Penyelamat Lingkungan), KARBON (Koalisi Rakyat Bersihkan Cirebon), WALHI Jawa Barat, dan Eksekutif Nasional WALHI telah mengajukan surat permohonan kepada Kementerian Keuangan Jepang dan JBIC.

    Mereka mendesak agar JBIC segera menangguhkan pinjaman untuk proyek tersebut dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan kewajiban pelunasan terhadap pinjaman yang telah diberikan untuk proyek tersebut hingga saat ini.

    Permohonan tersebut juga didukung oleh 73 organisasi, termasuk organisasi-organisasi di tingkat internasional dan regional ditambah organisasi yang bekerja secara nasional di 24 negara.

    Masyarakat internasional juga menuntut agar pemerintah Jepang dan JBIC mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan “Rekomendasi Dewan tentang Penyuapan dan Kredit Ekspor yang Didukung Secara Resmi” (Rekomendasi Penyuapan OECD).

    Baca: Investor batal investasi karena pembangkit listrik di Indonesia masih gunakan batubara

    Selama ini masyarakat setempat, yang khawatir tentang dampak negatif proyek terhadap mata pencaharian dan kesehatan mereka, terus menentang proyek tersebut, dan juga telah mengajukan keberatan kepada JBIC dan menuntut penangguhan pinjaman.

    Namun, Mei lalu, JERA mengumumkan di situs webnya bahwa operasi komersial Cirebon 2 telah dimulai.

    Dalam surat permintaan mereka, masyarakat setempat mengatakan bahwa “adalah ketidakadilan yang tidak dapat ditoleransi“ bahwa mata pencaharian dan kesehatan masyarakat setempat telah mengalami kerusakan akibat PLTU Cirebon 2.

    Pun demikian, dengan proyek-proyek yang kotor dan sarat korupsi yang selama ini memberikan keuntungan besar bagi perusahaan-perusahaan besar dan politisi lokal.

    Tiga bank besar (SMBC, Mitsubishi UFJ, dan Mizuho) juga ikut membiayai proyek tersebut.

    “Mengingat keterlibatan sektor publik dan swasta Jepang dalam proyek yang berjalan dengan tidak adil dan juga terkait dengan praktik suap, semua pihak dari Jepang harusnya mengambil tindakan segera dan tepat serta bertanggung jawab atas tindakan mereka selama ini,” demikian koalisi dalam suratnya.

    Dugaan suap terkait PLTU Cirebon 2 telah mengemuka sejak 2019. Pada Maret 2023, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan bupati Cirebon terkait serangkaian suap dan pencucian uang.

    Baca: Indonesia urutan terbawah soal transisi energi

    Mantan bupati Cirebon tersebut dinyatakan bersalah, termasuk pada kasus suap terkait PLTU Cirebon 2 dalam putusan pertama tertanggal 18 Agustus 2023 dan putusan banding tertanggal 17 Oktober 2023.

    Meskipun KPK dan terdakwa masing-masing mengajukan kasasi setelahnya, Pada 3 April 2024, Mahkamah Agung telah membuat keputusan untuk menolak kasasi tersebut.

    Putusan pengadilan pertama dan kedua menguraikan secara rinci fakta bahwa pembayaran sebesar Rp 7,02 miliar diberikan kepada mantan Bupati Cirebon oleh Hyundai Engineering and Construction Co, dari Korea Selatan, kontraktor untuk pekerjaan konstruksi proyek tersebut.

    Selain itu, disebutkan adanya permintaan dari dua manajemen senior PLTU kepada mantan bupati agar izin segera diterbitkan dan demonstrasi warga diselesaikan, serta penyerahan 1 miliar rupiah kepada mantan bupati.

    Berdasarkan Rekomendasi Suap OECD, JBIC telah mengungkapkan “Kebijakan Anti-Suap”, yang menyatakan bahwa JBIC akan mengambil tindakan yang tepat seperti “penangguhan atau pembatalan bagian pinjaman yang tidak digunakan”, dan “pembayaran di muka wajib” jika “suap telah terlibat.”

    JBIC juga diminta menanggapi secara serius keterlibatan mantan petinggi perusahaan proyek, yang merupakan peminjam langsung dari JBIC, dalam kasus suap di Cirebon 2.

    Di akhir pernyataannya, koalisi meminta JBIC segera mengambil tindakan yang tepat terhadap penggunaan dana publik yang telah diberikannya untuk proyek yang dipaksakan secara tidak adil tersebut, serta memenuhi akuntabilitasnya sebagai lembaga publik.