Tag: mudik

  • Timbulan Sampah Saat Mudik Tahun Ini Diperkirakan Meningkat

    Timbulan Sampah Saat Mudik Tahun Ini Diperkirakan Meningkat

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup memperkirakan timbulan sampah pada saat libur mudik 2025 akan meningkat dibanding saat libur mudik tahun lalu.

    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan peningkatan timbulan sampah itu terjadi dalam waktu hingga sepuluh hari.

    “Poyeksi sampah selama pelaksanaan mudik tujuh atau sepuluh hari sekitar 72.300 ton,” ujarnya saat ditemui di Rest Area KM 57A, Karawang, Rabu, (26/3/2025).

    Hanif mengatakan angka tersebut berdasarkan proyeksi pemudik Kementerian Perhubungan, yang tahun ini mencapai 146 juta orang.

    Baca: Gerakan mudik minim sampah pernah dilakukan pada 2024

    Pemudik tahun ini memang lebih rendah dari tahun 2024 yang berjumlah 193,6 juta orang, namun proyeksi timbulan sampah saat mudik pada tahun lalu lebih rendah, yaitu 58 ribu ton.

    Peningkatan timbulan sampah tahun ini kemungkinan karena masa libur Lebaran 2025 lebih lama daripada tahun 2024.

    Jika menurut perhitungan 72.300 ton sampah dihasilkan oleh 146 juta orang dalam tujuh hari, maka setiap individu kemungkinan menghasilkan 70,74 sampah gram per hari.

    Apabila dihasilkan dalam 10 hari, maka per orang menghasilkan 49,52 sampah gram per hari.

    Baca: Langkah sederhana agar mudik Lebaran lebih ramah lingkungan

    Saat ini sudah ada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2025 tentang Pengendalian Pengendalian Sampah Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

    Hanif mengatakan surat edaran tersebut ditujukan kepada setiap pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik saat mudik Lebaran.

    Pada dasarnya, kata Hanif, harus diutamakan pengurangan dan penanganan sampah. “Tentu kami memberikan keleluasaan kepada seluruh pemerintah daerah sesuai dengan lanskap budayanya untuk melakukan dua hal tadi,” katanya.

    Hanif mengimbau kepada pemudik agar membawa tumbler, rantang, atau kemasan makanan dan minuman lain yang tidak sekali pakai. Tentunya ini menjadi partisipasi sederhana dalam pengurangan timbulan sampah.

  • Jumlah Pemudik Lebaran Tahun 2026 Diprediksi Turun, Ekonomi yang Alami Kontraksi Disebut Sebagai Pemicu

    Jumlah Pemudik Lebaran Tahun 2026 Diprediksi Turun, Ekonomi yang Alami Kontraksi Disebut Sebagai Pemicu

    7cloud.asia – Jumlah pemudik menjelang Lebaran 2026 diprediksi menurun, sebut hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.

    Dilansir BBC Indonesia, kondisi ekonomi yang sedang mengalami kontraksi diduga kuat menjadi alasan masyarakat menahan diri untuk tidak mudik saat Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya

    Data yang tergambar dari Sistem Informasi Transportasi Terintegrasi Kementerian Perhubungan pada hari H-8 hingga H-3 pada pukul 09.00 WIB masih menunjukkan penurunan jumlah keberangkatan penumpang.

    Dibandingkan periode yang sama pada 2025, jumlah penumpang mudik dari berbagai moda transportasi berkurang dari enam juta pemudik menjadi 5,99 orang yang melaju pulang kampung.

    Pada 2026, moda perkeretaapian yang pergerakan penumpangnya meningkat dibandingkan periode H-8 sampai H-3 pada 2025, yakni mencapai 1.199.150 orang dari 1.070.699 orang.

    Untuk moda yang paling banyak diminati tetap angkutan yang melibatkan penyeberangan. Dari 2025 hingga saat ini, jumlahnya selalu unggul dibandingkan moda transportasi lain.

    Baca: Mudik Lebaran itu mahal dan merepotkan tapi tetap dilakukan

    Adapun pada 2026, pergerakan penumpang melalui angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (SDP) juga naik tercatat 1.721.150. Tahun lalu, pergerakan penumpang pada periode yang sama mencapai 1.701.766.

    Merujuk data teranyar dari Sistem Informasi Transportasi Terintegrasi Kementerian Perhubungan

    Penurunan jumlah pemudik ini sudah terasa sejak 2025. Saat itu, angka pemudik merosot hingga hampir 50 juta orang setelah sempat melonjak drastis pada 2024 dengan asumsi sekitar 193 juta pemudik.

    Situasi tersebut kembali terulang, yaitu dari 146,4 juta orang pemudik pada Lebaran tahun lalu, dan menjadi 143,9 juta orang pemudik pada Lebaran tahun ini.

    Berkebalikan dengan klaim pemerintah
    Dilansir BBC Indonesia, penurunan angka pemudik Lebaran ini terjadi di tengah klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi yang baik.

     

    Pengamat ekonomi dan kebijakan publik dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai situasi seperti ini sebenarnya sudah terlihat pascapandemi Covid pada 2020 lalu.

    Baca: Merayakan Lebaran secara ramah lingkungan

    Namun dari tahun ke tahun, tekanan ekonomi yang berdampak pada lesunya daya beli juga berpengaruh.

    Di sisi lain, survei dari Bank Indonesia pada awal 2026 juga memperlihatkan adanya kenaikan proporsi penggunaan pendapatan untuk tabungan.

    Wijayanto mengatakan, masyarakat sudah mengantisipasi kondisi ekonomi ke depan yang diperkirakan akan sulit dengan banyak menabung.

    “Jadi, kalau misalnya spending lebaran ini berkurang, salah satu faktornya karena masyarakat mengantisipasi situasi sulit ke depan,” kata Wijayanto.

    Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam sidang kabinet paripurna tetap optimistis jumlah pemudik akan melampaui hasil survei.

    Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta.

    “Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei,” ucap Dudy dilansir dari situs Kementerian Sekretariat Negara.

    Baca: Menggali makna mudik Lebaran