7cloud.asia – Jumlah pemudik menjelang Lebaran 2026 diprediksi menurun, sebut hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.
Dilansir BBC Indonesia, kondisi ekonomi yang sedang mengalami kontraksi diduga kuat menjadi alasan masyarakat menahan diri untuk tidak mudik saat Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya
Data yang tergambar dari Sistem Informasi Transportasi Terintegrasi Kementerian Perhubungan pada hari H-8 hingga H-3 pada pukul 09.00 WIB masih menunjukkan penurunan jumlah keberangkatan penumpang.
Dibandingkan periode yang sama pada 2025, jumlah penumpang mudik dari berbagai moda transportasi berkurang dari enam juta pemudik menjadi 5,99 orang yang melaju pulang kampung.
Pada 2026, moda perkeretaapian yang pergerakan penumpangnya meningkat dibandingkan periode H-8 sampai H-3 pada 2025, yakni mencapai 1.199.150 orang dari 1.070.699 orang.
Untuk moda yang paling banyak diminati tetap angkutan yang melibatkan penyeberangan. Dari 2025 hingga saat ini, jumlahnya selalu unggul dibandingkan moda transportasi lain.
Baca: Mudik Lebaran itu mahal dan merepotkan tapi tetap dilakukan
Adapun pada 2026, pergerakan penumpang melalui angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (SDP) juga naik tercatat 1.721.150. Tahun lalu, pergerakan penumpang pada periode yang sama mencapai 1.701.766.
Merujuk data teranyar dari Sistem Informasi Transportasi Terintegrasi Kementerian Perhubungan
Penurunan jumlah pemudik ini sudah terasa sejak 2025. Saat itu, angka pemudik merosot hingga hampir 50 juta orang setelah sempat melonjak drastis pada 2024 dengan asumsi sekitar 193 juta pemudik.
Situasi tersebut kembali terulang, yaitu dari 146,4 juta orang pemudik pada Lebaran tahun lalu, dan menjadi 143,9 juta orang pemudik pada Lebaran tahun ini.
Berkebalikan dengan klaim pemerintah
Dilansir BBC Indonesia, penurunan angka pemudik Lebaran ini terjadi di tengah klaim pemerintah mengenai pertumbuhan ekonomi yang baik.
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai situasi seperti ini sebenarnya sudah terlihat pascapandemi Covid pada 2020 lalu.
Baca: Merayakan Lebaran secara ramah lingkungan
Namun dari tahun ke tahun, tekanan ekonomi yang berdampak pada lesunya daya beli juga berpengaruh.
Di sisi lain, survei dari Bank Indonesia pada awal 2026 juga memperlihatkan adanya kenaikan proporsi penggunaan pendapatan untuk tabungan.
Wijayanto mengatakan, masyarakat sudah mengantisipasi kondisi ekonomi ke depan yang diperkirakan akan sulit dengan banyak menabung.
“Jadi, kalau misalnya spending lebaran ini berkurang, salah satu faktornya karena masyarakat mengantisipasi situasi sulit ke depan,” kata Wijayanto.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam sidang kabinet paripurna tetap optimistis jumlah pemudik akan melampaui hasil survei.
Angka ini memang menurun 1,75 persen dibandingkan survei pada tahun 2025 sekitar 146 juta.
“Namun demikian pada realisasi tahun 2025 justru mencapai 154 juta. Artinya mobilitas masyarakat pada masa lebaran cenderung melampaui angka survei,” ucap Dudy dilansir dari situs Kementerian Sekretariat Negara.
Baca: Menggali makna mudik Lebaran

Leave a Reply