Tag: surabaya

  • Diduga Banyak Kebocoran, Pemerintah Kota Surabaya Akan Evaluasi Sektor Perparkiran

    Diduga Banyak Kebocoran, Pemerintah Kota Surabaya Akan Evaluasi Sektor Perparkiran

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengevaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Evaluasi mendalam ini menjadi prioritas utama menyusul banyaknya keluhan masyarakat dan indikasi tingginya potensi kebocoran pendapatan di sektor perparkiran ini.

    Dilansir dari surabaya.go.id, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama evaluasi adalah sektor perparkiran di toko modern. Sebab, banyak keluhan masyarakat bermunculan terkait masalah parkir di lokasi tersebut.

    Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018, setiap tempat usaha wajib menyediakan lahan parkir dan petugas parkir resmi berlabel perusahaan.

    Selain itu, semua tempat usaha yang menyediakan lahan parkir wajib membayar pajak sebesar 10 persen dari total pendapatan parkir bulanan.

    “Banyak toko modern yang memberlakukan parkir gratis. Mereka berasumsi bahwa pajak 10 persen yang disetorkan ke Pemkot sudah mencakup layanan parkir gratis tersebut. Namun, setelah kami teliti, nilai pajak yang disetorkan sangat kecil,” ungkap Wali Kota Eri saat ditemui di Ruang Kerja Walikota, Sabtu (14/6/2025).

    Wali Kota Eri memaparkan, rata-rata toko modern hanya membayar pajak sekitar Rp175.000 per bulan, dengan jumlah tertinggi sekitar Rp250.000 per bulan untuk toko yang beroperasi 24 jam.

    Baca: Penerapan tarif parkir progresif untuk kendaraan tak lolos uji emisi

    Ia merinci, jika pajak yang dibayar Rp250.000 per bulan, itu berarti perkiraan pendapatan parkir mereka Rp2.500.000 per tahun (berdasarkan pajak 10 persen).

    Jika angka ini dibagi 30 hari, pendapatan harian sekitar Rp83.000 hingga Rp85.000. Dengan tarif parkir mobil Rp5.000, ini berarti toko tersebut hanya menampung sekitar 16 mobil per hari, tanpa memperhitungkan sepeda motor.

    “Untuk toko modern yang membayar Rp175.000 per bulan, jika dibagi 30 hari, pendapatan harian sekitar Rp58.000, atau setara dengan 12 kendaraan. Bahkan jika beroperasi 24 jam, sangat tidak masuk akal jika hanya 15-16 mobil yang parkir,” rincinya.

    Oleh sebab itu, menurut Wali Kota Eri, pajak parkir sebesar Rp175.000 per bulan atau Rp2.100.000 per tahun, bahkan Rp250.000 per bulan atau Rp3.000.000 per tahun, adalah jumlah yang sangat kecil.

    Selama ini, parkir gratis di toko modern seringkali berarti tidak ada petugas parkir, sehingga tidak ada yang bisa mengevaluasi jumlah kendaraan sebenarnya yang parkir.

    Angka ini, menurut Eri, sangat tidak realistis untuk toko swalayan yang beroperasi penuh. Inilah mengapa kami meminta agar perhitungan pajak parkir ditinjau kembali. Angka-angka ini menunjukkan potensi kebocoran yang sangat besar.

    Baca: Upaya Pemprov DKI Jakarta menertibkan parkir liar

    “PAD dari pajak parkir ini seharusnya digunakan untuk membiayai layanan publik penting seperti kesehatan dan pendidikan gratis bagi warga Surabaya,” tegasnya.

    Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkot Surabaya akan melakukan koordinasi dengan pengusaha toko modern dan tempat usaha lainnya untuk menentukan skema pengelolaan parkir yang cocok.

    Ia tidak menutup kemungkinan bahwa sistem parkir berbayar bisa diberlakukan kembali dengan mengedepankan kejujuran pemilik usaha, serta menyediakan petugas parkir resmi.

    Petugas ini bertugas menghitung jumlah kendaraan yang parkir setiap hari dan melaporkannya secara bulanan.

    “Jika parkir digratiskan, kita tidak bisa memastikan kebenaran jumlah kendaraan yang parkir. Karena itu, saya meminta toko modern menerapkan pengelolaan parkir yang transparan. Dengan begitu, jumlah kendaraan yang parkir bisa diketahui secara akurat dan perhitungan pajak menjadi lebih jujur,” terangnya.

    Wali Kota Eri berharap dari pertemuan tersebut, nantinya dapat dirumuskan pengelolaan parkir yang profesional dan transparan akan memastikan pendapatan parkir masuk secara jelas ke PAD. Sehingga tidak menimbulkan kesulitan kerugian dan kesulitan perhitungan.

    Baca: Tarif parkir di kawasan ini mencapai Rp 60.000 per jam

    “Daripada parkir gratis yang menimbulkan kerugian dan kesulitan perhitungan, lebih baik parkir dikelola secara profesional dan transparan. Pendapatan yang jelas dari pengelolaan parkir ini akan langsung masuk ke PAD,” ungkapnya.

    Di samping itu, selama proses evaluasi pengelolaan parkir ini, jumlah lahan parkir toko modern yang sudah disegel terus bertambah, dari 48 kini mencapai 58 lokasi.

    Meskipun beberapa di antaranya sudah mengurus izin, Pemkot Surabaya menegaskan fokus utamanya adalah kejujuran dalam melaporkan jumlah kendaraan.

    Jika masih ada minimarket yang disegel namun tetap menarik parkir, hal tersebut merupakan pelanggaran hukum dan akan ditindak tegas, bahkan hingga penutupan.

    Pertemuan langsung dengan jajaran manajemen toko-toko tersebut juga akan segera dilakukan untuk mendesak penerapan pengelolaan parkir yang transparan.

    “Ini penting agar tidak ada lagi tuduhan atau fitnah yang beredar di masyarakat, misalnya anggapan bahwa sudah bayar pajak ke pemerintah kota, tapi kok masih diganggu,” tambahnya.

    Baca: Penataan transportasi publik di Jakarta

    Penertiban ini tidak hanya berlaku untuk toko modern, tetapi juga akan segera merambah rumah makan dan tempat usaha lain di Kota Surabaya.

    Pemkot Surabaya akan menghitung ulang potensi pajak parkir di semua lokasi ini guna memastikan tidak ada lagi kesalahan perhitungan atau potensi kebocoran.

    Tak hanya itu saja, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan kepolisian, akan menertibkan parkir di tepi jalan umum yang kerap menyebabkan kemacetan.

    Tarif parkir di tepi jalan umum akan disesuaikan, dan warga diimbau untuk segera melapor jika menemukan juru parkir yang menarik tarif melebihi ketentuan.

    “Kami tegaskan bahwa penindakan terhadap oknum juru parkir nakal tidak memandang suku atau golongan. Siapa pun yang melanggar aturan di Surabaya, pasti akan kami tindak tegas,” pungkasnya.

  • Riset yang Dilakukan JEJAK Ungkap Cemaran Mikroplastik dalam Air Hujan di Surabaya

    Riset yang Dilakukan JEJAK Ungkap Cemaran Mikroplastik dalam Air Hujan di Surabaya

    7cloud.asia – Riset Jaringan Gen Z Jatim Tolak Plastik Sekali Pakai (Jejak), Komunitas Growgreen, River Warrior, dan Ecoton menemukan cemaran mikroplastik di dalam air hujan di Surabaya dengan tingkat pencemaran yang cukup tinggi

    Cemaran mikroplastik ini terutama ditemukan di kawasan padat aktivitas dan dekat titik pembakaran sampah.

    Kontaminasi mikroplastik dalam air hujan tertinggi di Surabaya ditemukan di wilayah Pakis Gelora yang mencapai 356 partikel per liter, disusul wilayah Tanjung Perak dengan 209 partikel per liter.

    Adapun jenis polimer yang paling banyak terdeteksi berasal dari gesekan ban kendaraan serta serpihan botol plastik sekali pakai.

    Tingginya pencemaran mikroplastik mencerminkan tingginya penggunaan plastik sekali pakai, baik secara lokal, nasional, maupun global.

    Baca: Pasar Tanah Abang jadi titik dengan cemaran mikroplastik tertinggi di Indonesia

    Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), terdapat total 660.947 ton sampah di tahun 2024 di Surabaya.

    Sekitar 22 persen dari total sampah di Surabaya merupakan sampah plastik. Jumlah ini jauh di atas komposisi sampah plastik nasional sebesar 19,78 persen dari total sampah di tahun lalu.

    Sementara di tingkat nasional, produksi sampah plastik 7,68 juta hingga 10 juta ton sampah plastik per tahun. Volume sampah plastik ini mencapai sekitar 12-18 persen dari total timbunan sampah nasional yang mencapai 64 juta ton per tahun.

    Sebagian besar sampah plastik ini belum terkelola dengan baik, dan diperkirakan sekitar 1,29 hingga 3,2 juta ton di antaranya berakhir di laut.

    Di tingkat global, konsumsi plastik yang terus meningkat ikut menambah masalah sampah plastik di Bumi.

    Baca: Sistem guna ulang lebih efektif kurangi sampah plastik

    Laporan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang bertajuk Policy Scenarios for Eliminating Plastic Pollution by 2040 menemukan adanya peningkatan sampah plastik di seluruh dunia hingga lebih dari dua kali lipat, dari 213 juta ton menjadi 460 juta ton sepanjang tahun 2000 sampai 2019.

    Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia Ibar F. Akbar mengatakan, perlu ada langkah konkret dari pemerintah dan produsen untuk mengurangi kontaminasi mikroplastik dalam lingkungan yang memiliki dampak buruk ke kesehatan manusia.

    “Pemerintah perlu memperbaiki sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan, mempercepat dan memperluas larangan plastik sekali pakai, melarang mikroplastik primer, serta mendorong transisi ke sistem kemasan guna ulang (reuse) untuk mengurangi pencemaran dan dampak lingkungan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pemerintah juga perlu menetapkan standar pengujian mikroplastik yang ketat serta ambang batas kontaminasi dalam produk pangan dan lingkungan.

    Di sisi lain, produsen juga perlu mengurangi produksi dan distribusi plastik sekali pakai secara signifikan sebagai bentuk tanggung jawab mereka untuk mengelola sampah plastik yang telah mereka produksi.

    “Produsen harus segera beralih ke sistem kemasan guna ulang (reuse) dan isi ulang (refill). Produsen juga perlu meningkatkan transparansi komposisi plastik dalam produknya, serta membuat peta jalan pengurangan sampah,” kata Ibar.

    Baca: Hujan mikroplastik berpotensi ganggu fungsi otak

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Surabaya dan Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Surabaya dan Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir terjadi di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Surabaya pada Rabu (03/12/2025).

    Melalui kanal youtube resminya, BMKG memprediksi hujan disertai petir juga akan melanda Kota Palembang, Yogyakarta, Pontianak dan Banjarmasin.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Bandung. Sementara hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Jakarta, Semarang, Palangkaraya, Tanjung Selor, Mamuju, Makassar dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi Kota Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jambi, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Samarinda, Denpasar, Mataram, Palu.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Gorontalo, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Nabire.

    BMKG juga mengimbau warga yang berada di Kepulauan Bangka Belitung agar mewaspadai potensi angin kencang.