Tag: tidur

  • Riset: Tidur Teratur Berdampak Positif terhadap Perilaku Anak

    Riset: Tidur Teratur Berdampak Positif terhadap Perilaku Anak

    7cloud.asia – Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics menunjukkan, pola tidur yang teratur berdampak baik terhadap sikap dan perilaku anak daripada durasi dan kualitas tidur.

    Dikutip dalam siaran Medical Daily pada Senin (11/11/2024), studi itu mengungkap anak-anak dengan jadwal tidur konsisten memiliki kontrol yang lebih baik terhadap emosi dan perilaku anak saat bekerja dengan orang lain atau ketika sedang stres.

    “Anak-anak yang memiliki waktu tidur konsisten umumnya dapat mengatur perilaku dan emosi mereka. Di sisi lain, anak-anak yang jam tidur dan waktu tidurnya tidak teratur menunjukkan lebih banyak impulsivitas dan kurang kontrol,” kata Adwoa Dadzie yang mengetuai studi itu.

    Dipaparkan, dalam studi itu para peneliti melacak data tidur dan perilaku dari 143 anak berusia enam tahun.

    Mereka berpartisipasi dalam studi Penn State Intervention Nurses Start Infants Growing on Healthy Trajectories (INSIGHT).

    Baca: Perubahan perilaku anak jadi indikasi masalah kesehatan mental

    Menggunakan monitor yang dipasang di pergelangan tangan, peneliti mencatat berbagai aspek tidur anak-anak, termasuk waktu tidur, waktu bangun, titik tengah tidur, efisiensi tidur, dan durasi tidur total.

    Para peneliti juga menilai respons setiap anak terhadap frustrasi melalui tugas.

    Dalam hal ini mainan pilihan anak dimasukkan ke dalam kotak transparan yang terkunci dan anak diberi satu set kunci, tetapi tidak ada satupun yang dapat dipakai untuk membuka kotak.

    Para peneliti mengamati dan mencatat respons perilaku anak, termasuk perilaku yang diatur sendiri seperti berbicara sendiri, usaha mencoba setiap kunci secara metodis, serta tanda-tanda frustrasi atau kurangnya pengaturan diri.

    Setelah empat menit, para peneliti kembali dengan kunci yang dapat digunakan untuk membuka kotak dan memberi anak akses ke mainan tersebut.

    Baca: Bagaimana anak berhadapan dengan hukum harus diperlakukan

    Dalam tugas lain, anak-anak diminta mengerjakan proyek kerajinan bersama orang tua agar peneliti dapat mengamati perilaku kooperatif mereka.

    Interaksi positif seperti berbagi dan bekerja sama dicatat sebagai tanda perilaku pro-sosial, sementara tindakan seperti merusak perlengkapan kerajinan atau membangkang kepada orang tua dinilai sebagai kecenderungan antisosial.

    Para peneliti menyampaikan, hasil studi menunjukkan bahwa semakin bervariasi waktu tidur anak setiap malam, semakin buruk mereka mengatur perilaku dan emosi mereka.

    Anak-anak yang waktu tidurnya lebih sedikit bervariasi, misalnya hanya 20 menit, menunjukkan pengaturan diri yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang waktu tidurnya bervariasi dua jam dalam seminggu.

    Para peneliti menyimpulkan, temuan tersebut mendukung pentingnya konsistensi atau keteraturan dalam waktu tidur.

    Peneliti juga mengkaji, bagaimana hal ini mungkin memainkan peran yang lebih besar dalam perilaku dan emosional anak-anak dibandingkan dengan durasi dan kualitas tidur.

  • Usir Pikiran yang Mengganggu Kualitas Tidur dengan Jurnaling

    Usir Pikiran yang Mengganggu Kualitas Tidur dengan Jurnaling

    7cloud.asia – Saat berangkat untuk tidur seringkali kepala kita dipenuhi dengan beragam pikiran yang bisa semakin menunda siklus tidur.

    Meskipun mungkin tampak tidak berbahaya, pikiran-pikiran tersebut dapat memengaruhi secara signifikan dan dapat memunculkan kecemasan, stres, serta mengganggu ritme sirkadian tubuh dan mengganggu kualitas tidur.

    “Berpikir hanyalah pekerjaan pikiran. Namun, yang dapat kita lakukan adalah mengelola cara kita berhubungan dengan pikiran-pikiran tersebut,” kata Siddhi Aiya, psikolog dan pembina kebiasaan dari Alyve Health seperti dilansir Hindustan Times Kamis (20/3/2025).

    Sidhi selanjutnya menyarankan kiat menuangkan pikiran yang mengganggu ini ke atas kertas atau jurnaling. Jurnaling ini disebutnya dapat mengatasi pikiran yang mengganggu dan membuat tidur lebih nyenyak.

    “Daripada mencoba menekan pikiran, strategi yang bermanfaat adalah menuliskan semua yang terlintas di benak Anda sebelum tidur. Pikiran sering kali bersifat auditori, semakin keras dan semakin berlebihan semakin lama kita membiarkannya tidak terkendali,” katanya.

    Baca: Cukup tidur sangat bagus untuk kesehatan fisik dan mental

    Dengan menuliskan di atas kertas, maka pengalaman auditori beralih ke pengalaman visual. Pergeseran ini sering kali mengurangi intensitas pikiran dan memberi suatu perspektif.

    “Dengan melihat pikiran di atas kertas, itu membuatnya lebih nyata dan mudah dikelola dan mudah dihindari,“ imbuh Sidhi.

    Manfaat menulis jurnaling sebelum tidur memungkinkan kita untuk mengeksternalisasikan pikiran, memberi ruang untuk memprosesnya dengan lebih jelas.

    Jurnaling seringkali mengungkap hubungan atau pola dalam pemikiran yang mungkin tidak disadari sebelumnya.

    Jurnaling juga membantu untuk menantang ketakutan yang berlebihan atau mendapatkan kejelasan tentang pikiran-pikiran yang berulang yang tampaknya menghantui.

    Baca: Lama waktu tidur ideal dan waktu yang tepat

    Tindakan menulis mengurangi kekacauan mental dan membuka jalan bagi kejernihan mental.

    Psikolog tersebut menambahkan bahwa melakukan pencatatan jurnal bahkan selama 10 menit sebelum tidur dapat memberi kita banyak kejelasan. Ketika kekacauan dipikiran diselesaikan, tubuh akan lebih mudah untuk rileks dan tertidur.

    Bagian terbaik dari jurnaling ini, menurut Sidhi, adalah Anda tidak perlu menginvestasikan banyak waktu dalam praktik ini.

    Bahkan hanya 10 menit pencatatan jurnal sebelum tidur dapat mengubah kondisi mental Anda, mengubah kecemasan atau pikiran berlebihan menjadi pola pikir yang lebih teratur dan damai.

    “Teknik ini dapat diibaratkan seperti merapikan pikiran Anda, sama seperti Anda merapikan ruang tempat tinggal Anda,” katanya.

    Baca: Tidur tidak nyenyak bisa jadi pertanda stres

  • Menggunakan Ponsel Sebelum Tidur Bisa Memicu Insomnia

    Menggunakan Ponsel Sebelum Tidur Bisa Memicu Insomnia

    7cloud.asia – Menggulirkan layar ponsel atau scrolling media sosial, menonton episode serial favorit hingga berkirim pesan teks atau memeriksa pesan elektronik kerap menjadi rutinitas harian sebelum tidur untuk bersantai.

    Namun kebiasaan ini memiliki dampak yang kurang baik. Para peneliti dari Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia memperkirakan penggunaan layar selama satu jam saja dapat meningkatkan risiko insomnia hingga 59 persen dan mengurangi durasi tidur hingga 24 menit.

    Studi ini meneliti dampak penggunaan layar terhadap tidur di antara lebih dari 45.000 siswa berusia 18 hingga 28 tahun.

    Penelitian berfokus pada siswa karena masalah tidur sangat umum terjadi pada kelompok ini dan dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan dan kesejahteraan mereka.

    Baca: Yuk, kenali jenis insomnia agar tepat menanganinya

    Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan layar mengganggu tidur dalam empat cara. Pertama, notifikasi mengganggu istirahat, yang kedua waktu menatap layar menggantikan waktu tidur.

    Ketiga terlibat dalam aktivitas layar meningkatkan kewaspadaan dan menunda waktu tidur, dan terakhir paparan cahaya layar mengganggu ritme sirkadian sehingga lebih sulit untuk tertidur secara alami.

    Meskipun penelitian ini memberikan bukti kuat yang menghubungkan penggunaan layar dengan gangguan tidur, penelitian ini tidak menetapkan hubungan sebab-akibat secara langsung.

    Tidak jelas juga apakah waktu menonton layar yang berlebihan menyebabkan insomnia atau apakah orang yang berjuang melawan insomnia lebih cenderung menggunakan layar sebagai mekanisme penanggulangan.

    Baca: Cara sederhana atasi gangguan tidur atau insomnia

    Namun, berdasarkan temuan tersebut, para peneliti percaya bahwa sebaiknya menjauhkan perangkat dari tempat tidur agar tidur lebih baik.

    Penulis utama studi tersebut Dr. Gunnhild Johnsen Hjetland mengatakan, timnya tidak menemukan perbedaan signifikan antara penggunaan media sosial dan aktivitas layar lainnya yang menunjukkan bahwa penggunaan layar itu sendiri merupakan faktor utama yang memicu gangguan tidur.

    ”Kemungkinan karena perpindahan waktu di mana penggunaan layar menunda tidur dengan menghabiskan waktu yang seharusnya dihabiskan untuk beristirahat,” kata Gunnhild dari Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia dikutip dari Medical Daily, Rabu (3/4/2025)

    Jika anda kesulitan tidur dan menduga bahwa waktu menonton layar mungkin menjadi faktornya, Gunhild menyarankan untuk mengurangi penggunaan layar di tempat tidur, idealnya berhenti setidaknya 30–60 menit sebelum tidur.

    “Jika anda menggunakan layar, pertimbangkan untuk menonaktifkan notifikasi guna meminimalkan gangguan di malam hari,” pungkasnya.

  • Pola Tidur yang Berubah-ubah Berdampak Negatif Pada Tubuh

    Pola Tidur yang Berubah-ubah Berdampak Negatif Pada Tubuh

    7cloud.asia – Pola tidur yang berubah-ubah dapat menyebabkan tubuh terkena dampak negatif seperti gangguan kognitif hingga penuaan otak.

    “Tidur yang tidak teratur atau kurang tidur dapat memengaruhi fungsi kognitif, termasuk perhatian, memori, dan kemampuan berpikir,” kata Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia Kasandra A. Putranto dikutip Antaranews.com, Senin (7/4/2025).

    Kasandra mengatakan sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu proses pembelajaran dan memori seseorang.

    Selain itu, perubahan waktu tidur dapat mengganggu ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur-bangun tubuh. Gangguan itu dapat menyebabkan masalah tidur lebih lanjut dan mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

    Dampak berikutnya yakni meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Sehingga dapat mempengaruhi suasana hati dan emosi.

    Terkait dengan kesehatan otak, Kasandra menjelaskan kebiasaan tidur yang tidak teratur akan mempercepat proses penuaan otak.

    Baca: Gunakan ponsel sebelum tidur dapat memicu insomnia

    “Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.” ujar Kasandra.

    Ia melanjutkan kebiasaan tersebut turut meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

    Menurut Kasandra, salah satu penyebab yang memicu terjadinya kondisi sulit tidur adalah sosialisasi yang dilakukan secara berlebihan. Hal itu akan lebih berdampak pada anak-anak, terutama jika aktivitas sosial berlangsung hingga larut malam atau menyebabkan overstimulasi.

    “Stres dan kelelahan akibat interaksi sosial yang intens juga dapat mengganggu pola tidur anak, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan antara waktu bersosialisasi dan waktu istirahat,” katanya.

    Maka dari itu, Kasandra menyarankan beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu proses tersebut. Contohnya seperti mencoba untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan guna mengatur ritme sirkadian tubuh.

    Olahraga yang teratur juga bisa membantu meningkatkan kualitas tidur. Meski demikian, dianjurkan untuk tidak berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.

    Baca: Cara sederhana atasi gangguan susah tidur

    Opsi lainnya yakni melakukan aktivitas relaksasi yang menyenangkan sebelum tidur seperti membaca, meditasi, atau mandi air hangat.

    Hindari aktivitas yang terlalu merangsang, seperti menonton TV atau menggunakan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur, karena cahaya biru dapat mengganggu produksi melatonin atau hormon yang mengatur tidur.

    “Pastikan kamar tidur gelap, tenang, dan sejuk. Gunakan tirai gelap, penutup telinga, atau mesin suara putih jika perlu,” kata dia.

    Kasandra menyebut makanan yang mengandung kafein dan alkohol juga perlu dihindari terutama ketika menjelang waktu tidur. Sebab dapat memengaruhi kualitas tidur.

    Kebiasaan lain yang ia tekankan perlu dihindari yakni kebiasaan tidur siang dalam waktu yang panjang. Batasi durasi tidur siang tidak lebih dari 20-30 menit dan tidur di sore hari.

    “Proses mengembalikan pola tidur mungkin memerlukan waktu. Bersabarlah dan tetap konsisten dengan rutinitas yang telah anda tetapkan,” ujar dia.

    Baca: Tidur cukup bagus untuk kesehatan fisik dan mental

  • Awas! Kurang Tidur Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Fisik dan Mental

    Awas! Kurang Tidur Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Fisik dan Mental

    7cloud.asia – Para ahli menyarankan agar orang dewasa tidur antara 7 hingga 9 jam setiap malam untuk menjaga kesehatan yang optimal.

    Dilansir alodokter.com, tidur cukup berperan penting dalam pemulihan tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Oleh karena itu, mencukupi waktu tidur sangatlah penting dilakukan.

    Sebaliknya, kurang tidur tidak bisa dianggap masalah sepele, karena berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.

    Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, serta menurunkan daya ingat dan konsentrasi.

    Secara fisik, kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, dan sistem imun yang melemah.

    Berbagai faktor menjadi penyebab utama kurang tidur, mulai dari gaya hidup yang tidak teratur hingga tekanan pekerjaan dan paparan layar gadget sebelum tidur.

    Baca: Tidur tidak teratur berdampak negatif pada tubuh

    Pola tidur yang terganggu juga dapat dipicu oleh konsumsi kafein berlebihan serta gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea. Tanpa penanganan yang tepat, kebiasaan kurang tidur dapat berkembang menjadi masalah kesehatan kronis.

    Dampak pada kesehatan fisik
    Kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

    Gangguan tidur juga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, yang berperan dalam pengaturan berat badan dan keseimbangan energi.

    Selain itu, tidur yang cukup sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh. Saat beristirahat dengan baik, tubuh lebih mampu melawan infeksi dan penyakit, sehingga daya tahan tubuh tetap optimal. Berikut beberapa dampak kurang tidur pada kesehatan fisik:

    – Peningkatan risiko penyakit jantung
    Kurang tidur dapat memicu tekanan darah tinggi dan peradangan, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    – Gangguan metabolisme dan diabetes
    Tidur yang tidak cukup dapat mengganggu regulasi gula darah dan sensitivitas insulin, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

    Baca: Gunakan ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia

    – Kenaikan berat badan dan obesitas
    Kurang tidur mempengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, sehingga meningkatkan nafsu makan dan risiko obesitas.

    – Penurunan daya tahan tubuh
    Tidur yang cukup penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kurang tidur membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

    – Gangguan fungsi otak dan konsentrasi
    Kurang tidur dapat menurunkan daya ingat, memperlambat respon, serta mengganggu fokus dan produktivitas sehari-hari.

    Dampak pada kesehatan mental
    Kurang tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.

    Kurangnya waktu istirahat yang cukup juga dapat melemahkan kemampuan seseorang dalam mengatasi stres, sehingga membuatnya lebih rentan terhadap tekanan emosional.

    Selain itu, tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga keseimbangan kimia otak yang sehat.

    Baca: Jenis insomnia dan cara menanganinya

    Keseimbangan ini diperlukan untuk mengatur emosi dengan baik dan mendukung kesehatan mental secara keseluruhan. Berikut beberapa dampak kurang tidur pada kesehatan mental:

    – Dampak pada emosi
    Kurang tidur dapat meningkatkan aktivitas amygdala hingga 60 persen, bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi. Aktivitas yang berlebihan ini membuat otak lebih sulit mengendalikan respons emosional.

    – Depresi
    Kebiasaan kurang tidur dapat memperburuk kondisi depresi. Selain itu, kurang tidur juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab munculnya gangguan ini.

    – ADHD (Gangguan hiperaktivitas dan defisit perhatian)
    Kurang tidur memiliki gejala yang mirip dengan ADHD, seperti hiperaktif, sulit berkonsentrasi, mengantuk di siang hari, dan emosi yang tidak stabil. Kondisi ini dapat dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, dan sering kali terjadi bersamaan.

    – Gangguan bipolar
    Kurang tidur dapat memperburuk episode mania pada penderita gangguan bipolar. Selain itu, kelelahan ekstrem akibat kurang tidur dapat menyebabkan tidur lebih lama saat fase depresi berlangsung.

    – Gangguan kecemasan
    Gangguan kecemasan sering kali menyebabkan berkurangnya waktu tidur, yang dapat berkontribusi pada serangan panik dan mimpi buruk. Pada penderita gangguan ini, kurang tidur juga mempengaruhi kemampuan dalam mengendalikan emosi.

  • Tujuh Cara Sederhana Mengatasi Overthinking yang Menggunggu Kualitas Tidur

    Tujuh Cara Sederhana Mengatasi Overthinking yang Menggunggu Kualitas Tidur

    7cloud.asia – Overthinking atau kebanyakan mikir dapat memicu gangguan kesehatan mental dan kualitas tidur malam hari.

    Pikiran yang terus mengembara dapat menyebabkan kecemasan, stres, dan gangguan tidur yang menghambat proses istirahat yang optimal.

    Namun, ada beberapa cara efektif yang dapat membantu menenangkan pikiran akibat overthinking dan meningkatkan kualitas tidur.

    Dengan menerapkan teknik-teknik tersebut secara rutin, Anda bisa mendapatkan istirahat yang lebih nyenyak dan merasa lebih segar di pagi hari.

    Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking setiap malam sebelum tidur

    Baca: Kurang tidur dapat memicu gangguan kesehatan fisik dan mental

    1. Menulis jurnal sebelum tidur
    Menulis jurnal dapat membantu mengeluarkan kekhawatiran dari pikiran Anda. Cobalah menuliskan tiga hal yang mengganggu pikiran Anda dan tiga hal yang Anda syukuri.

    Hal ini dapat membantu menyeimbangkan emosi negatif dan positif, serta memberikan perspektif yang lebih jernih.

    2. Praktikkan teknik relaksasi dan meditasi
    Teknik pernapasan dalam atau meditasi mindfulness dapat membantu menenangkan pikiran.

    Cobalah teknik pernapasan 4-4-4: tarik napas selama 4 detik, tahan selama 4 detik, dan hembuskan perlahan selama 4 detik. Lakukan beberapa kali hingga merasa lebih tenang.

    3. Ciptakan rutinitas tidur yang menenangkan
    Membangun rutinitas sebelum tidur dapat memberi sinyal pada tubuh bahwa saatnya untuk bersantai. Misalnya, mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik instrumental.

    Hindari penggunaan gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur, karena cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

    Baca: Tidur tak teratur berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental

    4. Atur kamar tidur yang nyaman
    Pastikan kamar tidur Anda nyaman dan kondusif untuk tidur. Gunakan earplug jika ada kebisingan, atau diffuser dengan aroma lavender yang menenangkan.

    Suhu ruangan yang sejuk dan tempat tidur yang rapi juga dapat membantu menciptakan suasana yang mendukung tidur yang nyenyak.

    5. Terapkan mindfulness
    Mindfulness adalah latihan kesadaran penuh terhadap momen saat ini tanpa menghakimi.

    Ketika pikiran mulai melayang ke masa lalu atau masa depan, bawa perhatian kembali ke pernapasan atau sensasi tubuh saat ini. Latihan ini dapat membantu mengurangi kecenderungan overthinking dan meningkatkan kesejahteraan mental.

    6. Hindari konsumsi kafein dan gula di malam hari
    Konsumsi kafein dan gula di sore atau malam hari bisa membuat tubuh tetap terjaga karena merangsang saraf dan memicu lonjakan energi.

    Untuk mengatasi overthinking dan tidur nyenyak, batasi kopi, teh, cokelat, serta makanan manis, dan pilihlah makanan menenangkan seperti pisang, kacang almond, atau susu hangat.

    Baca: Gunakan ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia

    7. Berbicara dengan orang terpercaya
    Mencurahkan perasaan kepada teman, keluarga, atau pasangan dapat membantu meredakan kecemasan.

    Berbicara dengan orang yang dipercaya memberikan dukungan emosional dan perspektif yang berbeda, sehingga membantu menenangkan pikiran yang gelisah.

    Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, Anda dapat mengurangi overthinking di malam hari dan meningkatkan kualitas tidur.

    Jika gangguan tidur dan kecemasan berlanjut, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.

  • Jaga Kwantitas Tidur: Kurang Tidur Punya Sederet Dampak Negatif pada Kesehatan

    Jaga Kwantitas Tidur: Kurang Tidur Punya Sederet Dampak Negatif pada Kesehatan

    7cloud.asia – Banyak orang menganggap enteng kurang tidur, padahal senyatanya kurang tidur bisa berdampak serius bagi kesehatan.

    Tidak hanya membuat tubuh terasa lelah dan sulit berkonsentrasi, kebiasaan begadang juga berisiko memicu berbagai penyakit kronis dalam jangka panjang.

    Mulai dari turunnya kemampuan berpikir, gangguan metabolisme, hingga risiko gangguan mental meningkat, semua bisa bermula dari kurang tidur.

    Karena itu, mulai sekarang perhatikan pola tidur kamu. Memahami bahaya kurang tidur sangat penting agar bisa menjaga pola istirahat dengan lebih baik.

    Berikut ini bahaya dari kurang tidur bagi kesehatan fisik dan mental yang kami rangkum dari berbagai sumber:

    1. Mengganggu kemampuan berpikir dan konsentrasi
    Tidur malam yang cukup berperan penting dalam proses kerja otak. Saat tubuh kekurangan tidur, kemampuan otak akan terganggu dalam banyak hal.

     

    Baca: Pola tidur yang berubah-ubah berdampak negatif pada tubuh

    Fokus jadi menurun, sulit berkonsentrasi, berpikir logis terasa berat, hingga kemampuan menyelesaikan masalah ikut melemah. Kondisi ini tentu membuat proses belajar menjadi tidak efektif.

    Selain itu, ketika tidur, otak melewati beberapa proses pemulihan yang membantu memperkuat daya ingat. Jika jam tidur berkurang, kemampuan mengingat pengalaman maupun informasi baru juga ikut menurun.

    2. Mempengaruhi pencernaan
    Kurang tidur juga berdampak pada keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan metabolisme tubuh. Saat tidur berkurang, produksi hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan meningkat.

    Sementara hormon leptin yang memberi sinyal kenyang justru menurun. Akibatnya, tubuh lebih sering merasa lapar dan cenderung mencari makanan tinggi kalori, lemak, serta karbohidrat.

    Selain itu, pola tidur yang buruk juga bisa mengacaukan metabolisme gula darah dan insulin. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat menyebabkan kadar gula meningkat, penumpukan lemak, bahkan risiko obesitas.

    Baca: Main ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia

    3. Daya tahan tubuh melemah dan risiko kanker
    Tidur yang cukup membantu tubuh memproduksi sitokin, yaitu protein penting yang berperan melawan infeksi dan peradangan.

    Ketika tidur terganggu, produksi sitokin berkurang sehingga tubuh lebih rentan terserang penyakit. Kondisi ini bisa memperparah masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

    Beberapa penelitian juga menemukan kaitan antara kurang tidur kronis dengan meningkatnya risiko kanker, seperti kanker payudara, prostat, dan usus besar, meski mekanismenya belum sepenuhnya terungkap.

    4. Insomnia
    Kurang tidur yang berkepanjangan bisa berkembang menjadi insomnia. Kondisi ini membuat seseorang sulit tidur atau tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik.

    Jika tidak segera ditangani, insomnia bisa menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari, menurunkan konsentrasi, bahkan mempengaruhi fungsi otak dalam berpikir. Insomnia juga kerap meningkatkan kecemasan dan mengganggu kesehatan mental secara umum.

    5. Meningkatkan risiko kesehatan mental
    Dampak lain dari kurang tidur dalam jangka panjang adalah meningkatnya kemungkinan mengalami gangguan mental.

    Kurang tidur membuat suasana hati lebih mudah berubah, seseorang menjadi cepat marah, cenderung berpikiran negatif, dan mengalami penurunan kestabilan emosi.

    Dalam kondisi tertentu, kebiasaan buruk ini dapat memicu atau memperburuk gangguan mental seperti kecemasan, depresi, gangguan bipolar, bahkan ADHD.

    Baca: Kenali jenis insomnia agar tepat menanganinya

  • Kurang Tidur Dapat Memicu Kerusakan Otak dan Gangguan Jantung

    Kurang Tidur Dapat Memicu Kerusakan Otak dan Gangguan Jantung

    7cloud.asia – Mungkin Anda sudah sering mendengar manfaat tidur di malam hari bagi kesehatan fisik dan mental. Pun kurangnya kualitas tidur di malam hari juga berfek buruk pada kesehatan.

    Dilansir Alodokter, manfaat tidur malam meliputi peningkatan kesehatan fisik, seperti sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, kesehatan jantung yang lebih baik, dan kontrol berat badan yang lebih stabil.

    Tidur malam yang cukup juga mendukung kesehatan mental, termasuk peningkatan suasana hati, konsentrasi, dan produktivitas, serta mengurangi stres.

    Sementara kurang tidur tidak hanya membuat pusing di pagi hari tetapi juga memengaruhi organ-organ utama, seperti otak dan jantung.

    Karena itu, disarankan untuk tidur cukup selama 6-8 jam sehari untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Baca: Kualitas tidur pengaruhi pertumbuhan anak

    Namun, tanpa disadari, aktivitas menjelang tidur seperti menggulir gawai, menonton episode drama akan membuat orang begadang.

    Berikut penjelasan bagaimana kurang tidur memengaruhi kesehatan seperti dikutip dari Hindustan Times, Kamis (30/10/2025).

    Penurunan kognitif
    Direktur dan HOD Neurologi di Rumah Sakit Sarvodaya dr. Ritu Jha mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan penurunan kognitif dini.

    Ketika kita kurang tidur atau tidur terfragmentasi, otak tidak dapat menyelesaikan tugas pembuangan limbahnya, yang dapat berkontribusi pada masalah memori di masa mendatang.

    Daya ingat akan menurun jika Anda kurang tidur. Kemampuan memproses dan menyimpan informasi pun menurun.

    Baca: Pola tidur berubah-ubah tak bagus untuk kesehatan

    Kekhawatiran akan penurunan kognitif tidak terbatas pada lansia. Kurang tidur dapat memicu masalah kognitif jauh lebih awal.

    Tekanan pada jantung
    Ketika kurang tidur, tubuh akan kewalahan dan memberi tekanan pada jantung. Direktur kardiologi intervensi di Rumah Sakit Super Spesialis Nanavati Max, Mumbai, Dr. Praveen Kulkarni menjelaskan bahwa tidur yang berkualitas berperan penting dalam menjaga keseimbangan kardiometabolik.

    Kurang tidur atau bahkan tidak tidur sama sekali, akan mengacaukan hubungan yang harmonis antara jantung, hormon, dan metabolisme tubuh.

    Kurang tidur kronis menyebabkan peningkatan ghrelin (hormon lapar) dan penurunan leptin (hormon kenyang), yang pada akhirnya berkontribusi pada penambahan berat badan/BMI tinggi dan hipertensi.

    “Hormon stres ‘kortisol’ meningkat pada individu yang kurang tidur, menyebabkan peradangan kronis, peningkatan glukosa darah, dan meningkatkan risiko penumpukan plak dan hipertensi,” ujarnya.

    Penumpukan plak pada akhirnya menyebabkan serangan jantung.

    Stres yang berkelanjutan dalam jangka waktu lama juga membuat jantung bekerja jauh lebih keras dari yang seharusnya. Kurang tidur membuat tubuh berada dalam mode stres dan mengganggu keseimbangan hormon, kata ahli jantung,

    Dr. Kulkarni menganjurkan untuk tidur setidaknya 7 hingga 8 jam agar pemulihan dan istirahat berjalan baik.

    Baca: Main ponsel sebelum tidur bisa memicu insomnia