7cloud.asia – Mungkin Anda sudah sering mendengar manfaat tidur di malam hari bagi kesehatan fisik dan mental. Pun kurangnya kualitas tidur di malam hari juga berfek buruk pada kesehatan.
Dilansir Alodokter, manfaat tidur malam meliputi peningkatan kesehatan fisik, seperti sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, kesehatan jantung yang lebih baik, dan kontrol berat badan yang lebih stabil.
Tidur malam yang cukup juga mendukung kesehatan mental, termasuk peningkatan suasana hati, konsentrasi, dan produktivitas, serta mengurangi stres.
Sementara kurang tidur tidak hanya membuat pusing di pagi hari tetapi juga memengaruhi organ-organ utama, seperti otak dan jantung.
Karena itu, disarankan untuk tidur cukup selama 6-8 jam sehari untuk menjaga kesehatan tubuh.
Baca: Kualitas tidur pengaruhi pertumbuhan anak
Namun, tanpa disadari, aktivitas menjelang tidur seperti menggulir gawai, menonton episode drama akan membuat orang begadang.
Berikut penjelasan bagaimana kurang tidur memengaruhi kesehatan seperti dikutip dari Hindustan Times, Kamis (30/10/2025).
Penurunan kognitif
Direktur dan HOD Neurologi di Rumah Sakit Sarvodaya dr. Ritu Jha mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan penurunan kognitif dini.
Ketika kita kurang tidur atau tidur terfragmentasi, otak tidak dapat menyelesaikan tugas pembuangan limbahnya, yang dapat berkontribusi pada masalah memori di masa mendatang.
Daya ingat akan menurun jika Anda kurang tidur. Kemampuan memproses dan menyimpan informasi pun menurun.
Baca: Pola tidur berubah-ubah tak bagus untuk kesehatan
Kekhawatiran akan penurunan kognitif tidak terbatas pada lansia. Kurang tidur dapat memicu masalah kognitif jauh lebih awal.
Tekanan pada jantung
Ketika kurang tidur, tubuh akan kewalahan dan memberi tekanan pada jantung. Direktur kardiologi intervensi di Rumah Sakit Super Spesialis Nanavati Max, Mumbai, Dr. Praveen Kulkarni menjelaskan bahwa tidur yang berkualitas berperan penting dalam menjaga keseimbangan kardiometabolik.
Kurang tidur atau bahkan tidak tidur sama sekali, akan mengacaukan hubungan yang harmonis antara jantung, hormon, dan metabolisme tubuh.
Kurang tidur kronis menyebabkan peningkatan ghrelin (hormon lapar) dan penurunan leptin (hormon kenyang), yang pada akhirnya berkontribusi pada penambahan berat badan/BMI tinggi dan hipertensi.
“Hormon stres ‘kortisol’ meningkat pada individu yang kurang tidur, menyebabkan peradangan kronis, peningkatan glukosa darah, dan meningkatkan risiko penumpukan plak dan hipertensi,” ujarnya.
Penumpukan plak pada akhirnya menyebabkan serangan jantung.
Stres yang berkelanjutan dalam jangka waktu lama juga membuat jantung bekerja jauh lebih keras dari yang seharusnya. Kurang tidur membuat tubuh berada dalam mode stres dan mengganggu keseimbangan hormon, kata ahli jantung,
Dr. Kulkarni menganjurkan untuk tidur setidaknya 7 hingga 8 jam agar pemulihan dan istirahat berjalan baik.

Leave a Reply