Tag: unesco

  • Geopark Nasional Sianok Maninjau Berpeluang Menjadi UNESCO Global Geopark

    Geopark Nasional Sianok Maninjau Berpeluang Menjadi UNESCO Global Geopark

    7cloud.asia – Georpark Nasional Sianok Maninjau baru saja diverifikasi badan kebudayaan PBB UNESCO dan memenuhi syarat menjadi bagian UNESCO Global Geopark.

    Penilaian UNESCO terhadap Geopark Nasional Sianok Maninjau tidak hanya berfokus pada aspek geologi, tetapi juga mencakup biodiversitas, kearifan budaya lokal, serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.

    Manajer Umum Badan Pengelola Geopark Nasional Sianok Maninjau, Zuhrizul dalam keterangannya mengatakan bahwa geopark ini akan dikembangkan melalui tiga pilar utama.

    Ketiga pilar itu adalah konservasi lingkungan dan warisan geologi; edukasi dan riset yang memperkaya literasi publik; serta ekonomi berkelanjutan yang menyejahterakan masyarakat lokal.

    “Kita punya geoheritage kelas dunia, mulai dari patahan Semangko hingga sistem kaldera Danau Maninjau yang menyimpan jejak peradaban dan potensi edukatif,” kata Zuhrizul.

    Baca: Geopark di Indonesia yang masuk dalam UNESCO Global Geopark

    Geopark Nasional Sianok Maninjau mencakup Sesar Besar Sumatera, sesar geser dekstral sepanjang sekitar 1.900 kilometer yang terbentuk akibat zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

    Sesar tersebut berperan penting dalam pembentukan morfologi Pulau Sumatera dan menjadi pemicu utama aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut.

    Kawasan taman bumi atau Geopark Nasional Sianok Maninjau ini juga mencakup Danau Maninjau, danau vulkanik yang terbentuk dari letusan dahsyat gunung api purba.

    Letusan gunung api itu memuntahkan material piroklastik yang membentuk kaldera raksasa, yang kemudian terisi air dan menjadi danau. Tanah vulkanik di sekitarnya kini menjadi media yang subur.

    Anggota tim pakar geologi Geopark Nasional Sianok Maninjau, Bodal mengatakan bahwa proses vulkanik yang membentuk Danau Maninjau tidak hanya menciptakan keindahan lanskap, tapi juga potensi penelitian geologi.

    Baca: Apa yang bisa dipelajari dari UNESCO Global Geopark

    “Ini adalah laboratorium alam hidup yang harus terus dijaga dan dimanfaatkan secara bijak,” katanya.

    Kawasan Geopark Sianok Maninjau tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga menyimpan pengetahuan geologis luar biasa dan punya pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat sekitarnya.

    Ketua Badan Pengelola Geopark Nasional Sianok-Maninjau Fadli mengemukakan pentingnya menyusun narasi geologi kawasan yang mudah dipahami berdasarkan fakta dan bukti ilmiah.

    “Salah satu tantangan utama kita adalah menyatukan cerita ilmiah dari setiap geosite agar bisa diakses masyarakat luas,” kata Fadli, yang juga dosen geologi di Universitas Negeri Padang.

    Baca: Ijen Geopark ditetapkan menjadi anggota UNESCO Global Geopark

  • Empat Rekomendasi UNESCO untuk Pengelola Geopark Kaldera Toba

    Empat Rekomendasi UNESCO untuk Pengelola Geopark Kaldera Toba

    7cloud.asia – Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB,  UNESCO memberikan empat rekoemdasi kepada pengelola Geopark Kaldera Toba untuk kembali mendapatkan kartu hijau sebagai UNESCO Global Geopark.

    Seperti diketahui, pada Oktober 2023 lalu UNESCO memberi peringatan kepada pengelola geopark Kaldera Toba setelah tim penilai yang beranggotakan dua orang berkunjung ke situs itu pada 31 Agustus-4 September 2023.

    Empat rekomendasi UNESCO itu dipaparkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membeberkan empat rekomendasi yang diberikan oleh dalam rapat bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (9/7/2025)

    Widiyanti mengatakan rekomendasi pertama yakni pengelola Kaldera Toba diminta untuk melakukan diversifikasi cerita geologi dan survei yang lebih luas untuk mencakup lebih banyak situs geologi.

    Pengelola juga diminta untuk memilih singkapan yang baik dan mudah diakses yang menunjukkan batuan dasar masing-masing dari empat letusan besar dan fitur struktural destinasi tersebut, serta mempromosikan Kaldera Toba sebagai situs geologi baru.

    Setiap situs harus dijelaskan dengan panel penjelasan yang baik secara ilmiah dan dan dipromosikan dalam peta yang komprehensif, di situs dan media lainnya.

    Baca: Kartu kuning untuk pengelola Geopark Kaldera Toba

    Informasi pada panel dan media lainnya harus bisa dipahami oleh masyarakat umum terutama bagi siswa sekolah.

    Rekomendasi kedua yakni melakukan identifikasi dan investarisasi warisan alam, warisan budaya dan warisan takbenda yang tidak ditetapkan dalam geopark dan buat hubung kait di antara semua situs dalam sebuah cerita geopark yang komprehensif.

    UNESCO, katanya, juga merekomendasikan untuk meningkatkan visibilitas Geopark Kaldera Toba secara umum, yakni dengan meningkatkan sejumlah panel penjelasan atau interprestasi di wilayah tersebut.

    “Berikan perhatian khusus pada visibilitas dan informasi yang disediakan di lokasi mitra penting seperti kawasan pelestarian monyet dan gajah, resor Kaldera Toba dan tempat penting lainnya yang dapat mendukung komunikasi dan daya tarik Geopark yang visibilitasnya masih sangat rendah,” ujar Widiyanti.

    Ia menyampaikan perbaruan konten pada akun media sosial juga perlu digencarkan dengan memperkaya konten situs website Geopark.

    Website resmi Geopark Kaldera Toba juga harus dilengkapi dengan informasi yang menggunakan versi bahasa Inggris atau bahkan bahasa ketiga, dengan catatan tidak bergantung pada terjemahan otomatis.

    Baca: Langkah pengelola Geopark Kaldera Toba terkait peringatan dari UNESCO

    Selain logo UGGp dan logo Geopark, pengelola dan pemerintah juga perlu menjelaskan jaringan geopark regional dan global jika relevan pada panel interprestasi, brosur promosi geopark, selebaran, buku, peta dan lainnya.

    Materi itu harus dipastikan benar dari sudut pandang ilmiah dan tata bahasa. Kebijakan promosi dikembangkan dengan kriteria yang terperinci dan konkret untuk geopark dan mitranya.

    “Uraikan kriteria kemitraan dengan mendefinisikan tugas, tanggung jawab, konsekuensi dan lainnya secara jelas. Berikan pelatihan mitra dan pertukaran ide yang teratur,” tambahnya.

    Kemudian terkait dengan jejaring dan pelatihan, Geopark Kaldera Toba diminta untuk bekerja sama dengan geopark lain yang ada di Indonesia dan meningkatkan jaringan geopark regional (APGN) dan global (GGN) dan mempertimbangkan untuk melakukan kemitraan dengan UGGp lainnya.

    Perlu pula memastikan bahwa anggota badan pengelola dan pengelola geosite berpartisipasi dalam kursus pelatihan nasional dan regional serta acara peningkatan kapasitas untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai aspek pengelolaan geopark.

    Adapun assessment baru dari pihak UNESCO terhadap Geopark Kaldera Toba akan dilakukan pada 15 Juli 2025 atau pekan depan.

    Baca: 12 Geopark di Indonesia yang masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark

  • UNESCO Tetapkan Arsip Kartini di Jepara dalam Daftar “Memory of the World”

    UNESCO Tetapkan Arsip Kartini di Jepara dalam Daftar “Memory of the World”

    7cloud.asia – Badan Kebudayaan PBB, UNESCO baru-baru ini memberikan pengakuan kepada arsip surat-surat R.A. Kartini sebagai bagian dari Memory of the World (MOW) atau warisan dokumenter dunia.

    Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko mengatakan, dengan adanya pengakuan dari UNESCO ini menempatkan perjuangan Kartini dalam kesetaraan gender sebagai warisan berharga yang diakui secara internasional.

    Dilansir Antaranews.com, Kamis (14/8/2025) Edy mengungkapkan sertifikat penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat mewakili Menteri Luar Negeri.

    Penyerahan berlangsung di Jakarta, Rabu (13/8/2025), disaksikan Tasdik Kinanto dari Kementerian PAN-RB. Dalam kesempatan tersebut, Edy mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo.

    “Penghargaan ini awalnya kami usulkan sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), kemudian diteruskan ke Memory of The World Committee Asia Pacific (MOWCAP), hingga akhirnya diakui UNESCO sebagai warisan dokumenter dunia,” ujarnya.

    Baca: Pemikiran Kartini sebut mendidik perempuan berarti mendidik bangsa

    Penghargaan ini merupakan bagian dari lima khazanah Indonesia yang tercatat dalam sidang umum UNESCO di Paris pada 17 April 2025.

    Arsip “Surat-surat dan Pemikiran R.A. Kartini: Perjuangan Kesetaraan Gender” menjadi nominasi bersama ANRI, Arsip Nasional Belanda, dan Leiden University Libraries.

    Empat warisan lainnya, yakni Piagam ASEAN, arsip Seni Tari Jawa khas Mangkunegaran, naskah Syair Hamzah Fansuri, serta naskah Sunda Kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

    Pencapaian ini menjadi kebanggaan nasional, sehingga ANRI akan terus memperkenalkan kelima arsip tersebut dan mencari dokumen bersejarah lain yang layak diajukan sebagai warisan dunia.

    Edy menambahkan pihaknya kini juga tengah merintis usulan MKB baru berupa warisan Ratu Kalinyamat yang diajukan bersama Yayasan Dharma Bakti Lestari.

    Baca: Membaca pemikiran Kartini lewat “Habis Gelap Terbitlah Terang”

    “Kami berharap, suatu saat nanti juga mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan dokumenter kelas dunia,” ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala ANRI Mego Pinandito menegaskan pemikiran Kartini tentang kesetaraan gender telah lama diakui dunia.

    Sedangkan Kabupaten Jepara merupakan tempat kelahiran dan dibesarkan, menjadi saksi lahirnya gagasan tentang kesetaraan gender dan pendidikan perempuan yang saat itu masih sangat tertutup.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi mengatakan bahwa pemikiran progresif Raden Ajeng Kartini tentang martabat, hak pendidikan, dan kesetaraan gender yang melampaui zamannya.

    Pemikiran Kartini ini tertuang dalam tulisan-tulisan yang berharga dan tetap relevan untuk diabadikan, agar masyarakat dapat terus belajar dalam meneruskan perjuangannya.

    “Mengarsip surat-surat Raden Ajeng Kartini sebagai bagian dari Memory of the World bukan sekadar tindakan administratif, melainkan langkah simbolik, praktis, dan strategis untuk menjaga warisan intelektual perempuan Indonesia yang visioner dalam konteks global,” ucapnya.

    Baca: Tak hanya Kartini, ada belasan perempuan yang ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional

     

  • Geopark Maros Pangkep Terus Berbenah Menjelang Revalidasi dari UNESCO

       

    7cloud.asia – Pengelola Geopark Maros Pangkep terus berbenah guna persiapan menjelang revalidasi status Global Geopark yang akan dilakukan asesor dari badan budaya PBB, UNESCO pada Juli 2026.

    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat meninjau Leang-Leang Archaeological Park di Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (24/9/2025) mengatakan, penetapan kembali status Global Geopark UNESCO terhadap Geopark Maros Pangkep akan memberikan dampak yang besar.

    Dampak tersebut tidak hanya bagi pelestarian warisan geologi, ekologi, dan budaya namun juga sebagai bagian dari upaya pengembangan ekonomi lokal melalui geowisata dan ekowisata.

    Hal ini sejalan dengan konsep besar pariwisata Indonesia yakni mendorong terciptanya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dalam rangka memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya.

    Geopark Maros Pangkep mendapatkan status UNESCO Global Geopark pada 24 Mei 2023 menjadikannya sebagai taman bumi global pertama di Pulau Sulawesi yang mendapatkan status tersebut.

    Baca: 12 Geopark Indonesia yang masuk dalam UNESCO Global Geopark

    Geopark Maros Pangkep yang mencakup wilayah darat dan laut memiliki total luas mencapai 5.058 kilometer persegi. Di dalamnya terdapat sekitar 50 situs geologi, budaya, dan biologi yang masuk dalam rencana utama pengembangan dan menjadi daya tarik kawasan itu.

    Deretan menara karst membentang dari Kabupaten Maros bagian selatan hingga bagian utara Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Memiliki luas sekitar 46.200 hektare dan diyakini terbesar kedua di dunia setelah kawasan karst di China Selatan.

    Ratusan gua juga ditemukan di kawasan Geopark Maros Pangkep. Sebagian gua purba tersebut menyimpan sisa-sisa peninggalan prasejarah.

    Mulai dari berbagai jenis artefak dan kerangka manusia purba hingga lukisan di dinding-dinding gua seperti lukisan telapak tangan, babi rusa dan perahu.

    Geopark Maros Pangkep ini adalah tempat untuk melihat kera hitam Sulawesi (Macaca maura), kera endemik di hutan Sulawesi.

    Baca: Berpetualang sambil belajar sejarah planet Bumi di Geopark

    Taman Wisata Alam Bantimurung yang juga berada di kawasan geopark merupakan rumah bagi sekitar 240 spesies kupu-kupu. Tak heran, jika kawasan Bantimurung dijuluki sebagai kerajaan kupu-kupu atau The Kingdom of Butterfly.

    Sementara revalidasi status UNESCO Global Geopark merupakan proses evaluasi berkala yang dilakukan setiap empat tahun oleh UNESCO.

    Revalidasi ini untuk memastikan geopark terus memenuhi standar pengelolaan global, konservasi geologi dan budaya, serta partisipasi masyarakat lokal.

    Wamenpar dalam kesempatan tersebut mengapresiasi berbagai langkah dan proses yang dilakukan Badan Pengelola UNESCO Global Geopark Maros Pangkep yang telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari.

    Pengalaman dari Geopark Toba sebelumnya disarankan menjadi referensi dan perhatian bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam mencapai tujuan.

    Baca: Geopark Nasional Sianok Maninjau berpeluang jadi UNESCO Global Geopark

    Wamenpar menegaskan Kementerian Pariwisata siap mendukung persiapan hingga pelaksanaan revalidasi UNESCO.

    UNESCO sebelumnya telah menetapkan enam rekomendasi terhadap rencana proses revalidasi status Global Geopark Maros Pangkep.

    Di antaranya terkait peningkatan visibilitas geopark; peningkatan promosi dan konservasi geologi; peningkatan pendidikan; dan lainnya.

    “Kami berharap dukungan dari semua pihak, terutama semua unsur pentahelix agar bisa bersama-sama mengambil peran yang sama,” ujar GM Badan Pengelola UNESCO Maros Pangkep, Dedy Irfan.

  • Malang dan Ponorogo Resmi Jadi Jaringan Kota Kreatif UNESCO

    Malang dan Ponorogo Resmi Jadi Jaringan Kota Kreatif UNESCO

    7cloud.asia – Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoula pada peringatan World Cities Day 2025, resmi menetapkan Kota Malang dan Kota Ponorogo di Jawa Timur menjadi jaringan Kota Kreatif UNESCO.

    Dengan penetapan ini, Malang dan Ponorogo tergabung dalam 58 kota baru anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

    “Penambahan Ponorogo dan Malang menegaskan bahwa ekosistem kreatif Indonesia tumbuh tidak hanya di kota-kota metropolitan, tetapi juga di kawasan yang kuat akar budayanya dan dinamis inovasi digitalnya,” kata Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO Satrya Wibawa dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/11/2025).

    Ponorogo terpilih sebagai Kota Kreatif bidang Crafts and Folk Art. Sedangkan Kota Malang masuk sebagai Kota Kreatif bidang Media Arts.

    “Penetapan ini membuat Indonesia kini memiliki tujuh kota kreatif UNESCO,” kata Satrya

    Satrya mengapresiasi kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan kreatif, serta kementerian lembaga yang mengawal aplikasi kedua kota sejak 2024.

    Baca: Konsep slow city jadikan pengalaman wisata berbeda di Kota Solo

    Menurut dia status ini bukan gelar seremonial, tetapi mandat kerja sama internasional yang harus segera ditindaklanjuti lewat program, festival, riset, dan jejaring kreatif.

    Penetapan Ponorogo di bidang Crafts and Folk Art menempatkan kekuatan seni rakyat terutama tradisi Reog, kerajinan pendukungnya, dan ekosistem pelaku budaya lokal yang masuk ke dalam jejaring kota-kota dunia yang memajukan kriya dan seni rakyat sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan.

    “Penunjukan ini sekaligus mengafirmasi proposal Indonesia yang sejak 2024 memang mengajukan Ponorogo dan Malang ke UNESCO,” kata dia.

    Sementara itu, Kota Malang masuk dalam kategori Media Arts karena kapasitasnya di bidang gim, animasi, digital storytelling, komunitas makerspace, dan dukungan kuat universitas serta sektor kreatif muda di Jawa Timur.

    “Dengan status ini Malang dapat mengakses praktik terbaik kota-kota media arts lain seperti Changsha atau Gwangju, sekaligus menawarkan kolaborasi Asia Tenggara berbasis konten lokal,” kata Satrya.

    Sebelumnya Indonesia telah memiliki lima kota di Indonesia sebagai bagian dari jaringan kota kreatif UNESCO. Mulai dari Pekalongan sebagai kota Crafts and Folk Art pada 2014, Bandung sebagai kota design pada 2015.

    Baca: Kota Bandung siap kembangkan wisata gastronomi kelas dunia

    Lalu Kota Ambon sebagai kota Musik pada tahun 2019, Jakarta sebagai kota literatur pada tahun 2021, dan Surakarta (Solo) sebagai kota Crafts and Folk Art pada 2023.

    Ia mengatakan total kota kreatif Indonesia menjadi tujuh dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara Asia dengan portofolio bidang kreatif yang paling beragam di jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) (kriya & seni rakyat, desain, musik, sastra, dan media arts).

    “Ini sejalan dengan fokus UNESCO agar kota-kota menjadikan budaya dan industri kreatif sebagai penggerak ketahanan sosial, investasi, dan kohesi komunitas,” kata Satrya.

    Pada tahun ini UNESCO menambahkan 58 kota baru sehingga jejaring UCCN kini beranggotakan 408 kota dari lebih 100 negara dan untuk pertama kalinya juga diperkenalkan bidang baru arsitektur dan ini menunjukkan bahwa UCCN terus berkembang dan relevan dengan agenda pembangunan perkotaan terkini.

    Ia menilai masuknya Ponorogo dan Malang sebagai salah satu dari 58 kota kreatif baru dalam jaringan kota kreatif UNESCO idealnya ditindaklanjuti oleh pengampu kepentingan terkait untuk melaksanakan langkah strategis.

    Ia juga berharap kedua kota terkait berkoordinasi dan menjalin kerjasama dengan kota-kota kreatif Indonesia lain agar terbentuk Cluster Indonesia Creative Cities di UNESCO

    “Pemerintah kota bekerja sama dengan kementerian dan pengampu kepentingan terkait segera melaksanakan rencana aksi 4 tahun bagi Ponorogo dan Malang sesuai pedoman UCCN,” kata dia.

    Baca: Lima kota ini terus memuncaki peringkat Kota Global