Tag: gaza

  • Majelis Umum PBB Rilis Resolusi Menuntut Gencatan Senjata Segera di Gaza

    Majelis Umum PBB Rilis Resolusi Menuntut Gencatan Senjata Segera di Gaza

    7cloud.asia – Majelis Umum PBB dalam Sidang Khusus Darurat, pada Kamis (12/6/2025) mengadopsi sebuah resolusi yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza dan akses bantuan kemanusiaan dalam skala besar.

    Resolusi Majelis Umum PBB tersebut diadopsi dengan 149 suara setuju, 12 suara tidak setuju, dan 19 suara abstain.

    Selain Israel dan Amerika Serikat, 10 negara lainnya juga menyuarakan penolakan terhadap rancangan resolusi tersebut, yakni Argentina, Fiji, Hongaria, Mikronesia, Nauru, Palau, Papua Nugini, Paraguay, Tonga, dan Tuvalu.

    Sidang ke-10 yang diselenggarakan Majelis Umum PBB pada Kamis itu diadakan atas permintaan Kelompok Arab dan Kelompok Organisasi Kerja Sama Islam.

    Usulan ini setelah Amerika Serikat memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan menuntut gencatan senjata segera di Gaza dan pencabutan segera semua pembatasan bantuan kemanusiaan.

    Baca: AS memveto rancangan Resolusi Dewan Keamanan PBB soal Gaza

    Resolusi tersebut menuntut “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen, yang harus dihormati oleh semua pihak.”

    Resolusi tersebut juga mengecam keras semua penggunaan kelaparan terhadap warga sipil sebagai metode perang dan pemutusan akses bantuan kemanusiaan yang melanggar hukum.

    Resolusi itu menekankan kewajiban untuk tidak merampas benda-benda yang sangat diperlukan oleh warga sipil di Jalur Gaza untuk kelangsungan hidup mereka, termasuk dengan sengaja menghalangi pasokan dan akses bantuan.

    Resolusi tersebut juga menekankan bahwa Israel, sebagai pihak yang melakukan pendudukan, di bawah hukum internasional berkewajiban memastikan bantuan kemanusiaan telah menjangkau semua pihak yang membutuhkan.

    Baca: Hamas dan Israel sepakati gencatan senjata di Gaza

    Resolusi itu menuntut pemfasilitasan segera dan permanen untuk masuknya bantuan kemanusiaan secara penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan dalam skala besar ke dan di seluruh Jalur Gaza serta distribusinya ke semua warga sipil Palestina.

    Resolusi tersebut juga menuntut Israel untuk segera mengakhiri blokade, membuka semua perlintasan perbatasan, dan memastikan bantuan telah menjangkau warga sipil Palestina di seluruh Jalur Gaza dengan segera dan dalam skala besar.

    Lebih lanjut, resolusi itu menekankan perlunya akuntabilitas dalam memastikan kepatuhan Israel terhadap kewajiban hukum internasional.

    Dan, dalam hal ini menyerukan semua negara anggota PBB untuk secara individu maupun kolektif agar mengambil semua langkah yang diperlukan guna memastikan kepatuhan Israel terhadap kewajibannya.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • Fenomena Artis ‘Tone Deaf’ soal Gaza Palestina Tapi Penggemar Tetap Setia

    Fenomena Artis ‘Tone Deaf’ soal Gaza Palestina Tapi Penggemar Tetap Setia

    7cloud.asia – Kenapa banyak penggemar tetap mendukung artis yang tone deaf soal isu besar seperti Gaza Palestina?

    Akar pertanyaan tersebut adalah hubungan parasosial—hubungan yang dicirikan dengan perasaan satu arah dari pengagum terhadap tokoh yang dikagumi, memberikan ilusi adanya kedekatan dengan tokoh itu, dan interaksi yang dijembatani oleh media massa.

    Ketika seorang idola “gagal” secara moral, misalnya diam soal Gaza dan Palestina, otak penggemarnya mengalami disonansi kognitif—ketidaksesuaian yang membuat perasaan tak nyaman karena mengguncang ekspektasi dan citra ideal kita terhadap idola.

    Disonansi kognitif masih berkaitan dengan hubungan parasosial. Biasanya, guncangan itu tak otomatis membuat penggemar membenci idolanya. Seringnya, penggemar justru mencari pembenaran supaya bisa tetap mengagumi mereka tanpa rasa bersalah.

    Misalnya terkait tone deaf, penggemar bisa beralasan: “Dia peduli, tapi tidak bisa speak up karena kontrak dengan brand.”

    Bisa juga: “Setidaknya dia enggak terang-terangan pro-Israel atau bangga minum Starbucks kayak artis lain.”

    Baca: Seleb dunia yang kena blokir gerakan Blockout2024 terkait Gaza

    Pembenaran dengan perbandingan juga muncul: “Pujaanku memang enggak ngomong soal Gaza Palestina, tapi dia aktif soal isu lingkungan dan kesehatan mental.”

    Semua itu jadi semacam cara bertahan. Sebab, kehilangan idola yang sudah jadi bagian dari hidup terasa menyakitkan. Ini karena artis, bagi sebagian penggemar, bukan sekadar sosok penghasil karya.

    Selebritas adalah simbol kesempurnaan, sosok yang melampaui keterbatasan diri sendiri pada berbagai aspek: kesuksesan, kecantikan, dan keagungan karya.

    Pembenaran—apalagi dari penggemarnya sendiri—membuat artis jadi “kebal” terhadap kritik. Sebab, penggemar kadang justru menjadi garda terdepan pembela idola dari kritik.

    Solidaritas dengan penggemar lain
    Fandom bukan sekadar komunitas penggemar. Fandom bisa jadi pasukan loyal yang siap membela, bahkan kalau idola sedang dihujat karena isu besar.

    Beberapa penggemar yang tergabung dalam fandom, seperti Swifties (penggemar Taylor Swift) ataupun Army (penggemar BTS), tidak hanya tergabung sebagai anggota sebuah komunitas, tetapi juga terhubung dalam sebuah identitas sosial yang menghasilkan rasa keterikatan (sense of belongingness).

    Baca: Aksi Blockout2024, blokir akun selebritas yang diam soal Gaza 

    Sense of belongingness membuat penggemar rela berkorban demi kepentingan kelompok. Itulah mengapa mereka cenderung diharapkan menoleransi tindakan-tindakan sang pujaan demi loyalitas.

    Bahkan meskipun sikap artis pujaannya bertentangan dengan prinsip-prinsip moral, seperti ketidakadilan.

    Sense of belongingness juga memberikan makna hidup. Bukan hanya lewat identitas. Artis bahkan bisa jadi sumber alasan hidup atau life purpose seseorang.

    Memuja dengan pikiran terbuka
    Artis bisa berpengaruh besar. Apa yang mereka pakai, katakan, atau bahkan tidak katakan, akan berdampak pada penggemar dan meluas ke masyarakat umum.

    Jadi, ketika mereka memilih diam soal isu besar seperti Gaza Palestina, itu bukanlah sikap netral. Diam bisa menjadi pernyataan sikap keberpihakan.

    Adanya ikatan emosional, disonansi kognitif dan rasa memiliki memang membuat kita susah melihat sisi lain dari artis yang kita sukai. Namun, sebagai penggemar, kita perlu mengingat bahwa idola kita juga hanyalah manusia biasa.

    Ada baiknya para penggemar merefleksikan apakah mereka mengidolakan seseorang secara berlebihan sampai menjustifikasi perilaku mereka atau masih bisa berpikir kritis dan mengkritik.

    Kalau memang sayang, tentu kita ingin idola kita semakin bijak, bukan?

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Joevarian Hudiyana (Assistant Professor, Faculty of Psychology, Universitas Indonesia)

  • Menyerah kepada Iran, Israel Gencar Luncurkan Serangan ke Warga Gaza

    Menyerah kepada Iran, Israel Gencar Luncurkan Serangan ke Warga Gaza

    7cloud.asia – Ketika mata dunia tertuju ke konflik Iran dan Israel/AS, militer Israel tidak menghentikan serangan dan kekejamannyavdi Gaza

    Terbaru, setidaknya 100 warga Palestina tewas, termasuk banyak orang yang mencari bantuan makanan, sementara ratusan lainnya luka-luka akibat serangan Israel pada Rabu (25/6/2025) di Jalur Gaza, kata beberapa sumber medis.

    Antaranews.com melansir Anadolu, mengutip seorang sumber medis mengatakan bahwa 17 orang termasuk, dua anak-anak meninggal, dan beberapa lainnya luka-luka akibat dua serangan di lingkungan Shejaiya di timur Kota Gaza.

    Delapan orang tewas akibat tembakan Israel saat berupaya memperoleh bantuan kemanusiaan di daerah Netzarim di Gaza tengah, menurut kantor berita resmi Wafa, mengutip beberapa sumber medis.

    Tiga warga Palestina lainnya yang sedang menunggu bantuan juga tewas akibat tembakan tentara Israel di sebelah barat kota Rafah di Gaza selatan.

    Seorang sumber medis mengatakan bahwa tembakan tentara Israel menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya di pusat Kota Gaza.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri bantuan makanan

    Tentara Israel juga menewaskan sembilan warga Palestina, empat di antaranya adalah anak-anak, dan melukai lainnya dalam serangan udara yang menargetkan warga sipil dan sebuah rumah di Kota Gaza bagian barat, kata beberapa petugas medis.

    Lima orang lainnya, termasuk seorang ibu dan dua anaknya, tewas akibat penembakan Israel di sebuah rumah Palestina di barat laut Kota Gaza, menurut beberapa sumber medis.

    Tim penyelamat menemukan tiga jenazah warga Palestina dan menyelamatkan lima orang lainnya dari reruntuhan dua rumah di Jabalia Al-Nazla di Gaza utara setelah serangan udara Israel. Beberapa orang masih hilang di bawah reruntuhan.

    Sepuluh warga Palestina juga tewas dan lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap dua rumah di Deir al-Balah dan kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.

    Baca: Resolusi Majelis Umum PBB soal gencatan senjata di Gaza

    Tim penyelamat menemukan jasad seorang pemuda Palestina dari reruntuhan di kota Abasan di timur Khan Younis, kata seorang sumber medis.

    Lima warga Palestina, termasuk dua orang yang sedang menunggu pengiriman bantuan, tewas akibat serangan dan tembakan Israel di Khan Younis.

    Dua warga Palestina lagi tewas dan lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok orang di dekat Masjid Omari di Jabalia Al-Balad, Gaza utara.

    Di Kota Gaza barat daya, enam orang tewas ketika serangan Israel menghantam sebuah rumah tinggal, menurut laporan beberapa petugas medis.

    Di lingkungan Shejaiya di Kota Gaza, pengeboman Israel terhadap sebuah rumah menewaskan delapan orang, termasuk dua anak-anak. Beberapa orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya, kata beberapa sumber.

    Baca: Fenomena artis ‘Tone Deaf’ soal Gaza Palestina

    Serangan lain di kamp pengungsi Al-Shati di sebelah barat Kota Gaza menewaskan sembilan warga Palestina, termasuk lima anak-anak, setelah rudal Israel menghantam sebuah rumah, menurut sumber tersebut.

    Di sebelah selatan Kota Gaza, 12 orang tewas dan lainnya luka-luka — beberapa kritis — ketika sebuah bangunan tempat tinggal di Shejaiya dibom, beberapa sumber medis menambahkan.

    Tentara Israel, yang menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, telah melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan lebih dari 56.000 warga Palestina, dan sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah kantong Palestina tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Serangan ke Gaza Berlanjut: Puluhan Orang Meninggal Saat Tentara Israel Serang Satu-satunya Kafe yang Masih Bertahan

    Serangan ke Gaza Berlanjut: Puluhan Orang Meninggal Saat Tentara Israel Serang Satu-satunya Kafe yang Masih Bertahan

    7cloud.asia – Setidaknya 95 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di seluruh Gaza, termasuk lebih belasan orang yang putus asa mencari bantuan makanan di lokasi distribusi bantuan yang didukung AS-Israel.

    Dalam serangan tunggal paling mematikan pada itu, jet tempur Israel mengebom sebuah kafe internet dengan pesta ulang tahun anak-anak yang sedang berlangsung, menewaskan sedikitnya 39 orang.

    Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada Al Jazeera, “kami bertekad untuk mencari gencatan senjata yang akan menyelamatkan rakyat kami”, dan menuduh Israel “menyabotase negosiasi”.

    Hampir 40 orang tewas dalam serangan tunggal paling mematikan pada hari Senin (30/6/2025) saat militer Israel tanpa henti menggempur Gaza.

    Baca: Israel gencar luncurkan serangan ke warga Gaza

    Kafe internet dan restoran yang menjadi sasaran, yang sejauh ini bertahan selama lebih dari 20 bulan perang Israel, telah menjadi tempat populer di Gaza yang hancur.

    “Selalu ada banyak orang di tempat itu, yang menawarkan minuman, tempat untuk keluarga, dan akses internet,” kata Ahmad al-Nayrab, 26 tahun, yang sedang berjalan di pantai terdekat ketika mendengar ledakan keras.

    “Itu adalah pembantaian. Itu adalah pemandangan yang mengerikan. Semua orang berteriak.” ujarnya dikutip AlJazeera

    Anak-anak sedang merayakan pesta ulang tahun pada saat serangan itu. Jurnalis Palestina Ismail Abu Hatab termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri bantuan makanan

    Terpisah, sumber di Rumah Sakit Nasser memberi tahu Al Jazeera bahwa tiga warga Palestina tewas oleh tembakan Israel di dekat pusat distribusi bantuan di utara kota Rafah.

    Sejauh ini setidaknya 11 pencari bantuan telah tewas oleh pasukan Israel di seluruh Gaza sejak pagi.

    Sekitar 600 warga Palestina tewas dan 4.200 terluka saat menunggu makanan di lokasi distribusi bantuan yang dioperasikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza yang didukung Israel-AS sejak memulai operasi kontroversialnya pada 27 Mei.

    Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 56.531 orang dan melukai 133.642, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan 7 Oktober dan lebih dari 200 orang ditawan.

  • Jumlah Korban Tewas Akibat Genosida Israel di Gaza Capai 56.600 Jiwa

    Jumlah Korban Tewas Akibat Genosida Israel di Gaza Capai 56.600 Jiwa

    7cloud.asia – Sedikitnya 56.647 warga Palestina meninggal dunia akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa (1/7/2025).

    Sebuah pernyataan menyebutkan bahwa 116 jenazah dibawa ke sejumlah rumah sakit dalam 24 jam terakhir, dengan 463 orang luka-luka, menambah jumlah korban luka akibat serangan Israel menjadi 134.105 orang.

    “Banyak korban masih terperangkap di bawah reruntuhan dan di jalanan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” imbuh Kementerian tersebut.

    Israel melanjutkan serangannya ke Jalur Gaza pada 18 Maret dan sejak saat itu telah menewaskan 6.315 warga dan melukai 22.064 lainnya.

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Serangan Israel ini melanggar perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang berlaku pada Januari 2025.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas serbuannya ke wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Direktur RS Indonesia di Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel

    Direktur RS Indonesia di Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel

    7cloud.asia – Direktur Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, dr. Marwan Al-Sultan, gugur akibat serangan Israel terhadap gedung apartemen kediamannya di Gaza barat, Rabu (2/7/2025).

    Dilaporkan kantor berita Palestina WAFA, dr. Marwan meninggal bersama istri dan beberapa anaknya dalam serangan itu. Jenazah mereka telah dibawa ke RS Al-Shifa di Gaza.

    Dalam laporan yang sama, terdapat pula dua warga Palestina meninggal dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan terpisah ke Sekolah Al-Zaytoun di Gaza City bagian selatan.

    Senada, organisasi kemanusiaan MER-C Indonesia juga menyatakan bahwa dr. Marwan beserta keluarganya meninggal dalam serangan langsung terhadap kediaman mereka.

    Baca: Korban tewas akibat genosida Israel di Gaza capai 56.600 jiwa

    “Informasi yang diterima menyebutkan bahwa total sembilan warga Palestina syahid dalam serangan tersebut, dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka,” menurut pernyataan tertulis MER-C dalam akun media sosial mereka.

    Menurut MER-C, dr. Marwan adalah sosok yang berdedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza, khususnya selama masa-masa krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.

    “Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi rekan-rekan sejawat, tetapi juga bagi para pasien dan seluruh masyarakat Gaza yang mengenalnya,” ucap organisasi itu.

    Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza sudah berulang kali menjadi sasaran tembak tentara Zionis Israel sejak memulai agresi terhadap wilayah kantong itu pada 7 Oktober 2023.

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Fasilitas kesehatan tersebut terakhir diserang Israel pada akhir Mei lalu, sehingga menyebabkan kerusakan struktural parah dan menghambat layanan kesehatan warga setempat.

    Sementara, sudah lebih dari 56.500 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, terbunuh dan 133.419 lainnya terluka dalam serangan brutal Zionis Israel terhadap Gaza.

    Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November lalu mengeluarkan surat perintah penangkapan pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala urusan pertahanan Yoav Gallant, dengan alasan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang mereka lancarkan di wilayah pesisir yang terkepung itu.

  • Pelapor PBB: Gaza Alami Genosida Terkejam dalam Sejarah

    Pelapor PBB: Gaza Alami Genosida Terkejam dalam Sejarah

    7cloud.asia – Pelapor khusus PBB Francesca Albanese pada Kamis (3/7/2025) menyebut gempuran Israel di Jalur Gaza yang mengakibatkan penderitaan luar biasa warga Palestina sebagai salah satu genosida paling kejam dalam sejarah modern.

    “Situasi di wilayah Palestina yang diduduki Irael sangat mengerikan. Di Gaza, orang-orang terus menanggung penderitaan yang tak terbayangkan. Israel bertanggung jawab atas salah satu genosida paling kejam dalam sejarah modern,” kata Albanese dalam sidang ke-59 Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

    “Angka resmi menunjukkan lebih dari 200.000 orang tewas atau terluka, namun pakar kesehatan terkemuka memperkirakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi,” lanjutnya.

    Di Tepi Barat, warga Palestina masih harus menghadapi gelombang pengungsian paksa terbesar sejak 1967.

    Baca: Jumlah korban tewas akibat genosida Israel di Gaza capai 56.600 jiwa

    Hampir 1.000 warga Palestina telah terbunuh, 10.000 orang terluka, 10.000 orang ditahan, dan banyak dari mereka telah disiksa, kata Albanese.

    “Saya pernah mengira masalahnya adalah ketidaktahuan — kurangnya pemahaman tentang Palestina dan sejarahnya,” ujar Albanese.

    “Kemudian, saya melihat ideologi yang berperan, kedekatan politik yang mendalam antara banyak negara dan elite dengan Israel,” kata dia menambahkan.

    Namun, dalam menghadapi genosida, yang begitu kentara, begitu mencolok, begitu tersiar langsung, penjelasan-penjelasan ini tidaklah cukup

    Sidang ke-59 Dewan HAM PBB berlangsung di Jenewa mulai 16 Juni hingga 9 Juli 2025 mendatang.

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Dewan HAM didirikan pada 2006 dengan anggota 47 negara, yang bertugas melindungi dan memajukan hak asasi manusia melalui pembahasan pelanggaran, mengadopsi resolusi, dan mengoordinasikan upaya global dalam bidang ini.

    Pada Februari, AS dan Israel menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi mengambil bagian dalam sidang dewan tersebut.

    The Washington Free Beacon pada Selasa melaporkan, mengutip komunikasi pribadi antara PBB dan Amerika Serikat, bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengirimkan permintaan resmi kepada PBB untuk mencopot Albanese dari jabatannya.

    Langkah ini diambil karena Trump menilai Albanese menunjukkan sikap “antisemitisme yang ganas dan dukungannya terhadap terorisme.”

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik/RIA Novosti-OANA

  • Hamas Siap Bahas Gencatan Senjata di Gaza

    Hamas Siap Bahas Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas menyatakan siap memulai pembicaraan “segera” mengenai usulan gencatan senjata di Gaza.

    Dalam pernyataan yang dilansir Kamis (3/7/2025) sekutu Hamas, Jihad Islam, mengatakan pihaknya mendukung rencana pembicaraan mengenai gencatan senjata dengan Israel di Gaza.

    Namun, juru bicara Hamas menuntut “jaminan” bahwa proses tersebut akan mengarah pada gencatan senjata permanen.

    Pernyataan itu diumumkan setelah sebelumnya Hamas mengadakan konsultasi dengan faksi-faksi Palestina lainnya.

    Baca: Gaza alami genosida terkejam dalam sejarah

    Pernyataan Hamas ini dirilis sebelum kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington pada Senin (7/7/2025), di mana Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong diakhirinya perang di Gaza.

    Pada Juli 2025, perang di Gaza telah memasuki bulan ke-21. Israel kembali mengintensifkan serangan, setelah perjanjian gencatan senjata berakhir pada Maret 2025 lalu.

    Pada Kamis (3/7/2025) badan pertahanan sipil mengatakan serangan Israel yang sedang berlangsung menewaskan lebih dari 50 orang.

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Sumber medis di Gaza melaporkan bahwa serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 18 orang di seluruh wilayah kantong yang terkepung itu sejak Jumat (4/7/2025) tengah malam (21GMT Jumat).

    Menurut Pusat Informasi Palestina dan Jaringan Berita Quds, perang Hamas-Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 57.268 orang dan melukai 135.625 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

    Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan 7 Oktober 2023, dan lebih dari 200 orang ditawan.

  • Puluhan Orang Tewas Akibat Serangan Israel ke Tenda Pengungsian dan Pusat Bantuan di Gaza

    Puluhan Orang Tewas Akibat Serangan Israel ke Tenda Pengungsian dan Pusat Bantuan di Gaza

    7cloud.asia – Setidaknya 26 orang tewas dan puluhan lainnya cedera dalam serangan Israel sejak Sabtu (5/7/2025) pagi hingga malam di Jalur Gaza, lapor sumber medis.

    Tujuh orang tewas dan banyak lainnya yang terluka saat Israel menyerang sebuah sekolah yang menjadi tempat penampungan di wilayah Zaytun di Kota Gaza, sebut sumber medis kepada Anadolu.

    Serangan Israel yang juga menyasar sebuah sekolah yang menjadi tempat penampungan di kawasan Sheikh Ridwan menewaskan tiga orang, termasuk dua anak-anak dan mencederai beberapa lainnya.

    Dua orang kehilangan nyawa dalam serangan yang menargetkan lingkungan masjid di Sheiaiya.

    Baca: Hamas siap bahas gencatan senjata di Gaza

    Di kamp pengungsi al-Bureij, sumber medis mengatakan dua kakak beradik tewas dalam serangan drone Israel, sementara di kamp Maghazi dua lainnya juga tewas.

    Sementara itu seorang dokter Palestina tewas bersama empat putranya dalam serangan Israel di tenda pengungsi di Al-Mawasi, bagian Barat Khan Yunis.

    Di tempat yang sama, seorang pria Palestina dan putranya menjadi korban tewas serangan Israel.

    Selanjutnya seorang perempuan tewas saat Israel menyerang tenda pengungsian di Khan Yunis.

    Baca: Gaza alami genosida terkejam sepanjang sejarah

    Dari Rafah dilaporkan, dua orang tewas serta lainnya cedera ketika tentara Israel melepaskan tembakan ke arah warga sipil yang sedang menunggu pembagian bantuan.

    Meskipun ada seruan internasional untuk gencatan senjata, tentara Israel terus melancarkan perang genosida di Gaza

    Serangan Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 57.200 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Hamas Siap Bebaskan 10 Sandera Demi Gencatan Senjata di Gaza

    Hamas Siap Bebaskan 10 Sandera Demi Gencatan Senjata di Gaza

    7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Rabu (9/7/2025) malam menyatakan sepakat untuk membebaskan 10 warga Israel yang mereka sandera sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

    Hamas mengatakan, mereka akan terus berusaha memastikan putaran perundingan yang sedang berlangsung “mencapai kesepakatan komprehensif yang mengakhiri agresi” Israel terhadap rakyat Palestina.

    Dalam pernyataan itu, Hamas juga berjanji akan menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dengan aman, dan “meringankan penderitaan yang kian parah di Jalur Gaza.”

    “Gerakan ini (Hamas) telah menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan dan menyetujui pembebasan 10 tahanan,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Israel serang tenda pengungsian di Gaza

    Meski begitu, sejumlah isu krusial masih dibahas, termasuk aliran bantuan kemanusiaan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan jaminan konkret atas terciptanya gencatan senjata secara permanen.

    Namun, pernyataan Hamas itu belum ditanggapi oleh Israel.

    Sebelumnya, lembaga penyiaran publik Israel mengutip sumber anonim yang menyebut bahwa Israel menunjukkan “fleksibilitas signifikan” dalam beberapa jam terakhir, khususnya terkait penarikan pasukan dari poros Morag di Gaza selatan.

    Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya “semakin dekat” dengan kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang sering disebut sebagai wilayah kantong Palestina itu.

    Baca: Gaza alami genosida terkejam sepanjang sejarah

    Di sisi lain, mantan Kepala Staf Militer Israel, Gadi Eisenkot, mendesak sang pemimpin, Benjamin Netanyahu, untuk “menanggalkan sikap keras kepala”.

    Dia juga mendesak Netanyahu segera menyelesaikan kesepakatan demi pembebasan para sandera dan tercapainya gencatan senjata permanen, menurut laporan Channel 7 Israel.

    Pada Selasa (8/7/2025) malam, Trump bertemu Netanyahu untuk kedua kalinya dalam 24 jam terakhir di Gedung Putih, di mana mereka membahas upaya gencatan senjata dan pertukaran tawanan.

    Delegasi Hamas dan Israel masih melanjutkan perundingan di Doha, Qatar, untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.

    Sumber: Antaraanews.com/Anadolu