7cloud.asia – Para menteri luar negeri dari 24 negara mendesak agar bencana kelaparan yang terjadi di Jalur Gaza segera diakhiri.
Pernyataan gabungan itu dirilis Rabu (1/8/2025) dan ditandatangani oleh Australia, Belgia, Kanada, Siprus, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Yunani, Islandia, Irlandia, Jepang, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Portugal, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris.
Tiga pejabat senior Uni Eropa juga ikut menanda-tangani pernyataan ini.
Pernyataan itu juga menekankan perlunya melindungi bantuan kemanusiaan dan memastikan distribusinya menjangkau warga sipil di Gaza
Baca: Korban meninggal akibat kelaparan di Gaza terus bertambah
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh 24 negara memperingatkan bahwa syarat baru yang diajukan zionis Israel dapat mendorong organisasi-organisasi internasional meninggalkan wilayah Palestina yang diduduki.
Kondisi ini selanjutnya akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza yang telah berlangsung sejak Israel memblokade wilayah tersebut sejak Maret 2025
Pernyataan itu menyerukan persetujuan atas semua pengiriman bantuan dari organisasi internasional, memungkinkan PBB dan mitra kemanusiaan memiliki akses yang aman dan luas.
Baca: Kelaparan di Gaza karena kondisi yang disengaja Israel
Para menlu itu juga mendesak agar seluruh penyeberangan dan rute untuk arus bantuan kemanusiaan, seperti makanan, pasokan nutrisi, tempat tinggal, bahan bakar, air bersih, obat-obatan dan juga peralatan medis segera dibuka.
Selain itu mereka juga mendesak pencegahan penggunaan kekuatan militer di lokasi pendistribusian bantuan dan meminta agar warga sipil, pekerja kemanusiaan, serta tim medis dilindungi.
Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric pada Selasa (12/8/2025) mengatakan dalam taklimat pers harian bahwa kematian akibat malanutrisi mencakup 103 anak sejak Oktober 2023.
Sementara, Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan kelaparan dan malanutrisi di Gaza telah mencapai tingkat tertinggi sejak konflik dimulai pada bulan yang sama.
Sumber: Antaranews.com/Saudi Press Agency









