Tag: gaza

  • 24 Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan Makanan untuk Akhiri Kelaparan di Gaza

    24 Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan Makanan untuk Akhiri Kelaparan di Gaza

    7cloud.asia – Para menteri luar negeri dari 24 negara mendesak agar bencana kelaparan yang terjadi di Jalur Gaza segera diakhiri.

    Pernyataan gabungan itu dirilis Rabu (1/8/2025) dan ditandatangani oleh Australia, Belgia, Kanada, Siprus, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Yunani, Islandia, Irlandia, Jepang, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Portugal, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris.

    Tiga pejabat senior Uni Eropa juga ikut menanda-tangani pernyataan ini.

    Pernyataan itu juga menekankan perlunya melindungi bantuan kemanusiaan dan memastikan distribusinya menjangkau warga sipil di Gaza

    Baca: Korban meninggal akibat kelaparan di Gaza terus bertambah

    Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh 24 negara memperingatkan bahwa syarat baru yang diajukan zionis Israel dapat mendorong organisasi-organisasi internasional meninggalkan wilayah Palestina yang diduduki.

    Kondisi ini selanjutnya akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza yang telah berlangsung sejak Israel memblokade wilayah tersebut sejak Maret 2025

    Pernyataan itu menyerukan persetujuan atas semua pengiriman bantuan dari organisasi internasional, memungkinkan PBB dan mitra kemanusiaan memiliki akses yang aman dan luas.

    Baca: Kelaparan di Gaza karena kondisi yang disengaja Israel

    Para menlu itu juga mendesak agar seluruh penyeberangan dan rute untuk arus bantuan kemanusiaan, seperti makanan, pasokan nutrisi, tempat tinggal, bahan bakar, air bersih, obat-obatan dan juga peralatan medis segera dibuka.

    Selain itu mereka juga mendesak pencegahan penggunaan kekuatan militer di lokasi pendistribusian bantuan dan meminta agar warga sipil, pekerja kemanusiaan, serta tim medis dilindungi.

    Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric pada Selasa (12/8/2025) mengatakan dalam taklimat pers harian bahwa kematian akibat malanutrisi mencakup 103 anak sejak Oktober 2023.

    Sementara, Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan kelaparan dan malanutrisi di Gaza telah mencapai tingkat tertinggi sejak konflik dimulai pada bulan yang sama.

    Sumber: Antaranews.com/Saudi Press Agency

  • Jumlah Korban Meninggal Akibat Kelaparan di Gaza Terus Bertambah

    Jumlah Korban Meninggal Akibat Kelaparan di Gaza Terus Bertambah

    7cloud.asia – Korban meninggal akibat kelaparan dan kelangkaan makanan yang parah di Gaza terus bertambah.

    Serangan udara dan pengeboman Israel di seluruh Gaza terus berlanjut dan mengakibatkan orang-orang tewas, terluka, dan mengungsi serta menghancurkan infrastruktur sipil.

    Demikian badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pernyataannya pada Rabu (13/8/2025).

    Otoritas kesehatan Gaza pada Rabu, melaporkan bahwa delapan orang yang menderita dampak malanutrisi dan kelaparan, termasuk tiga orang anak, meninggal dunia dalam 24 jam sebelumnya.

    “Laporan-laporan seperti ini terjadi setiap hari, yang mencerminkan krisis kemanusiaan yang semakin dalam dan kebutuhan mendesak akan bantuan yang berkelanjutan,” kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

    Baca: 24 Negara desak Israel buka akses bantuan makanan ke Gaza 

    OCHA mengatakan pada tahun ini, lebih dari 340 anak telah ditangani untuk mendapatkan perawatan malanutrisi di salah satu dari lima pusat perawatan di Gaza.

    Hingga 5 Agustus 2025, dilaporkan total 49 kematian anak akibat malnutrisi, termasuk 39 anak di bawah usia lima tahun (balita).

    Sebelumnya Israel mempertanyakan kebenaran laporan kematian akibat malanutrisi dari otoritas kesehatan Gaza, Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB. 

    Antonio Guterres mengatakan dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini bahwa badan dunia tersebut menemukan fakta bahwa laporan tersebut memang benar adanya.

    OCHA mengatakan PBB dan para mitranya mengumpulkan data dari lebih dari 900 rumah tangga di seluruh Gaza pada Juli 2025, yang mengindikasikan adanya trauma berkelanjutan yang mengarah pada masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri makanan di pusat bantuan

    Banyak orang tinggal di tempat penampungan tidak resmi yang penuh sesak, tidak aman, serta minim ruang dan privasi, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

    Badan PBB tersebut mengatakan mitra-mitra kemanusiaannya yang bekerja di bidang perlindungan mulai memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial kepada tim perawatan mereka yang mengalami trauma di Gaza melalui sesi “perawatan untuk para perawat.”

    Rumah tangga terus melaporkan sanitasi yang buruk dan kurangnya air bersih, kata OCHA, sementara di Gaza selatan, jalur pipa air yang dipasok Israel, Mekorot, masih rusak selama hampir satu pekan.

    OCHA mengatakan tim PBB di Gaza mengumpulkan lebih banyak makanan dan bahan bakar dari perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem dan Zikim pada Selasa (12/8/2025).

    Baca: Warga Gaza kelaparan karena kondisi yang disengaja Israel

    Separuh lebih dari 15 misi yang dikoordinasikan dengan otoritas Israel berhasil difasilitasi, sisanya ditolak, dihalangi, atau dibatalkan.

    OCHA mengatakan sejumlah barang untuk tempat perlindungan menjadi prioritas karena pasokan telah habis, membuat orang-orang terpapar panasnya musim panas dan tidak terlindungi ketika musim dingin tiba.

    “Banyak tenda dan terpal yang perlu diganti… Hal ini sangat mendesak di tengah pengumuman perluasan operasi militer Israel di Gaza City, yang akan menimbulkan konsekuensi bencana bagi masyarakat.”

    Masuknya barang-barang sedikit memperbaiki situasi pasar baik dari segi harga maupun ketersediaan, namun jumlah bantuan yang dapat dibawa masuk ke Gaza tidak memenuhi kebutuhan minimum bagi mereka yang kelaparan, ungkap OCHA.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua

  • UNRWA: Sekitar Satu Juta Perempuan dan Anak-anak Hadapi Kelaparan di Gaza

    UNRWA: Sekitar Satu Juta Perempuan dan Anak-anak Hadapi Kelaparan di Gaza

    7cloud.asia – Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) menyebut, sekitar satu juta perempuan dan anak perempuan menghadapi kelaparan massal, kekerasan, dan pelecehan di Gaza.

    Dalam pernyataan di platform media sosial X pada Sabtu (16/8/2025) UNRWA menyebut kelaparan menyebar dengan cepat di Gaza.

    “Perempuan dan anak perempuan terpaksa mengambil strategi bertahan hidup yang semakin berbahaya, seperti keluar mencari makanan dan air dengan risiko yang sangat tinggi untuk kehilangan nyawa,” kata UNRWA.

    UNRWA mendesak agar blokade Israel di Gaza, yang dihuni lebih dari 2 juta orang, dicabut dan bantuan kemanusiaan disalurkan secara besar-besaran.

    Baca: Korban meninggal akibat kelaparan di Gaza terus bertambah

    Dalam sebuah pernyataan bersama pada Kamis (14/8/2025), 108 organisasi nonpemerintah (non-governmental organization/NGO) mengatakan bahwa sejak 2 Maret, mayoritas NGO internasional besar tidak dapat mengirimkan satu truk pun yang berisi pasokan penyelamat nyawa.

    Hal ini akibat pembatasan Israel terhadap bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza. Dan, pada Juli saja, lebih dari 60 permohonan dari puluhan NGO ditolak Israel dengan alasan bahwa mereka tidak berwenang untuk mengirim bantuan.

    Pernyataan tersebut muncul saat otoritas kesehatan di Gaza pada Sabtu (16/8/2025) melaporkan tambahan 11 kematian, termasuk seorang anak, akibat kelaparan dan malanutrisi dalam 24 jam terakhir.

    Dengan tambahan ini, total kematian akibat kelaparan mencapai 251 orang, termasuk 108 anak.

    Baca: 24 Negara desak Israel buka akses bantuan makanan ke Gaza

    Jumlah total korban tewas akibat serangan Israel ke Gaza sejak Oktober 2023 telah melampaui 61.800 orang, dengan lebih dari 155.000 orang terluka, menurut otoritas kesehatan.

    Pada Jumat (15/8/2025), Kantor Hak Asasi Manusia PBB menyatakan bahwa antara 27 Mei hingga 13 Agustus, setidaknya 1.760 warga Palestina dilaporkan tewas saat mencari bantuan di Gaza.

    Dari jumlah tersebut, 994 orang tewas di sekitar lokasi-lokasi militerisasi non-PBB, dan 766 lainnya tewas di sepanjang rute konvoi bantuan.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

  • Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata di Gaza yang Diusulkan Mesir dan Qatar

    Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata di Gaza yang Diusulkan Mesir dan Qatar

    7cloud.asia – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, Senin (18/8/2025), mengonfirmasi persetujuannya untuk menerima usulan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang diserahkan Mesir dan Qatar.

    “Gerakan Hamas dan faksi-faksi Palestina telah memberi tahu para mediator tentang persetujuan mereka untuk menerima usulan yang diserahkan kemarin oleh Mesir dan Qatar,” demikian pernyataan tersebut.

    Sebelumnya di hari yang sama, seorang sumber Mesir mengungkapkan kepada RIA Novosti bahwa Hamas menyetujui gencatan senjata selama gua bulan di Jalur Gaza, serta pembebasan separuh sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina.

    Baca: 24 Negara desak Israel hentikan blokade terhadap Gaza

    Usulan Mesir dan Qatar, yang disetujui Hamas, antara lain mencakup penghentian sementara permusuhan di Jalur Gaza selama 60 hari, yang diharapkan akan mengarah pada perdamaian jangka panjang,

    “Usulan ini juga pembebasan separuh sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel,” katanya.

    Perjanjian tersebut juga mengatur pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang diperlukan untuk memenuhi semua kebutuhan warga, tambah sumber tersebut.

    Baca: Sekitar satu juta perempuan dan anak-anak hadapi kelaparan di Gaza

    Pemindahan sandera akan dilakukan dalam dua tahap, dan gerakan Palestina juga akan memindahkan jenazah korban, lapor kantor berita Al Jazeera.

    Perang di Gaza yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 dan telah menewaskan 62.000 warga dan mengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.

    Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah, UNRWA menyebut blokade Israel di Gaza sejak Maret 2025, telah mengakibatkan bencana kelaparan yang dialami 2 juta orang warga Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak

    Sumber: Sputnik-OANA

  • Menuju Palestina Merdeka: Presiden Mahmoud Abbas Membentuk Komite Perumus Konstitusi

    Menuju Palestina Merdeka: Presiden Mahmoud Abbas Membentuk Komite Perumus Konstitusi

    7cloud.asia – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (18/8/2025) mengeluarkan dekrit untuk membentuk sebuah komite yang bertugas merancang konstitusi sementara, sebagai langkah transisi dari Otoritas Palestina menuju negara penuh.

    Kantor berita resmi Palestina, Wafa menyebut, langkah ini merupakan bagian dari persiapan menjelang pemilihan umum mendatang dan menjelang konferensi perdamaian internasional yang dijadwalkan pada September 2025

    Dekrit tersebut menetapkan komite sebagai rujukan hukum untuk merancang konstitusi sementara yang sejalan dengan Deklarasi Kemerdekaan 1988, hukum internasional, resolusi PBB, konvensi hak asasi manusia, dan perjanjian terkait lainnya.

    Abbas juga menunjuk 17 anggota komite tersebut, yang dipimpin oleh penasihat hukum Palestina, Mohammad al-Haj Qassem.

    Baca: Hamas tidak akan mundur sampai berdirinya Negara Palestina Merdeka

    Komite ini mencakup para ahli politik, sosial, dan hukum, dengan memperhatikan representasi masyarakat sipil dan kesetaraan gender.

    Sub-komite teknis juga akan dibentuk untuk menangani bidang-bidang khusus. Sebuah platform daring akan dibuat untuk mengumpulkan masukan dari publik.

    “Konstitusi sementara akan menjadi dasar bagi sistem pemerintahan demokratis yang berdasarkan supremasi hukum, pemisahan kekuasaan, pelindungan hak dan kebebasan publik, serta pergantian kekuasaan secara damai,” kata Wafa.

    Dekrit ini muncul di tengah upaya internasional yang sedang berlangsung untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, setelah dua tahun perang brutal oleh Israel.

    Baca: Mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat

    Majelis Umum PBB diperkirakan akan bersidang pada bulan September, dengan beberapa negara termasuk Prancis, Inggris, Australia, dan Kanada memberi sinyal bahwa mereka berencana untuk mengakui negara Palestina selama sidang tersebut.

    Prancis dan 14 negara Barat lainnya telah mengeluarkan seruan bersama untuk mengakui Palestina dan mendorong gencatan senjata di Gaza.

    Saat ini, Otoritas Palestina diatur oleh Undang-Undang Dasar, yang menetapkan sistem demokratis dan multipartai.

    Pasal 115 memperbolehkan Undang-Undang Dasar tetap berlaku selama masa transisi hingga konstitusi baru disahkan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Saat Perundingan Berlangsung, Israel Justru Siapkan Operasi Duduki Kota Gaza

    Saat Perundingan Berlangsung, Israel Justru Siapkan Operasi Duduki Kota Gaza

    7cloud.asia – Tentara cadangan Israel mulai menerima panggilan terkait rencana pendudukan Kota Gaza, padahal Hamas telah menerima usulan gencatan senjata yang diserahkan Mesir dan Qatar, lapor media lokal pada Selasa (19/8/2025)

    Penyiar Channel 12 mengatakan pasukan Israel telah mengeluarkan perintah darurat yang disebut “Order 8” kepada tentara cadangan untuk melakukan operasi menduduki Kota Gaza.

    Laporan itu mengatakan puluhan ribu tentara cadangan diperkirakan akan dipanggil dalam beberapa hari ke depan. Kepala militer Eyal Zamir juga memperpanjang masa tugas prajurit cadangan yang saat ini bertugas.

    Media itu menambahkan bahwa “Langkah militer baru ini merupakan persiapan untuk kemungkinan pendudukan Kota Gaza,”

    Baca: Hamas Setujui Usulan Gencatan Senjata di Gaza

    Media juga mencatat bahwa “tentara Israel saat ini sedang melakukan semua persiapan akhir untuk melaksanakan rencana pendudukan Gaza.”

    Channel 12 menekankan bahwa “perundingan mengenai pertukaran tahanan dengan Hamas kemungkinan terjadi di tengah serangan, dan militer Israel tidak akan berhenti hingga perjanjian tercapai dan ditandatangani”.

    Selasa pagi, Zamir menguraikan rencana invasi, termasuk meningkatkan kekuatan pasukan Israel di Gaza utara.

    Pada 8 Agustus, Kabinet Israel menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki kembali Jalur Gaza secara bertahap, dimulai dengan Kota Gaza.

    Baca: 24 Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan di Gaza

    Rencana tersebut mencakup pemindahan sekitar 1 juta warga Palestina dari Kota Gaza ke selatan, diikuti dengan pengepungan kota dan penyerbuan ke permukiman.

    Sebagai bagian dari upaya ini, tentara melancarkan serangan besar-besaran pada 11 Agustus di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza, menurut saksi mata kepada Anadolu.

    Serangan tersebut mencakup penghancuran rumah-rumah dengan robot jebakan, tembakan artileri, tembakan acak, dan pemindahan paksa.

    Persiapan Israel terus berlanjut meskipun ada perundingan gencatan senjata tidak langsung dengan kelompok Palestina Hamas, yang telah menyetujui penangguhan operasi militer selama 60 hari berdasarkan proposal yang diajukan oleh Mesir dan Qatar.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Ratusan Ribu Anak Menderita Malnutrisi di Gaza akibat Blokade Israel

    Ratusan Ribu Anak Menderita Malnutrisi di Gaza akibat Blokade Israel

    7cloud.asia – Ratusan ribu anak Palestina menderita malnutrisi di Gaza, akibat blokade Israel yang membatasi makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya memasuki wilayah kantong Palestina tersebut.

    Pada Jumat (22/8/2025), sebuah lembaga pemantau kelaparan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa lebih dari setengah juta orang mengalami kelaparan di Gaza utara.

    Ini merupakan status kelaparan pertama yang pernah tercatat di Timur Tengah dalam dekade ini.

    Sistem Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) memperingatkan bahwa angka tersebut dapat mencapai 614.000 karena kelaparan, dan diperkirakan akan menyebar ke wilayah Deir el-Balah dan Khan Younis pada akhir September.

    Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari 280 orang, termasuk lebih dari 110 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan yang disebabkan oleh Israel sejak perang di Gaza meletus hampir dua tahun lalu.

    Baca: Korban meninggal akibat kelaparan di Gaza terus bertambah

    IPC dalam pernyataan pada Jumat, menyebut anak-anak sangat terdampak krisis ini, dengan perkiraan 132.000 anak di bawah usia lima tahun diproyeksikan berisiko meninggal dunia akibat malnutrisi akut pada Juni 2026.

    Dr. Ahmad al-Farra, kepala dokter anak di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, mengatakan 120 anak sedang menjalani perawatan malnutrisi di fasilitas tersebut, sementara puluhan ribu lainnya menderita di kamp-kamp pengungsian dengan sedikit bantuan.

    Ia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa anak-anak di Gaza akan menderita akibat malnutrisi seumur hidup mereka, karena rumah sakit di daerah kantong tersebut kekurangan sumber daya dan perlengkapan untuk merespons krisis.

    Mohammed Abu Salmiya, direktur Rumah Sakit al-Shifa Kota Gaza, juga mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sekitar 320.000 anak di seluruh Gaza berada dalam kondisi malnutrisi parah.

    Ia mengatakan semua pasien yang terluka di rumah sakit juga menderita malnutrisi, di tengah blokade Israel yang terus berlanjut di daerah kantong tersebut.

    Baca: 24 Negara desak Israel setop blokade terhadap Gaza

    Israel telah menolak temuan IPC, kementerian luar negerinya mengatakan bahwa “tidak ada kelaparan di Gaza”. Meskipun banyak bukti ditemukan di lapangan.

    Meskipun Israel telah mengizinkan pasokan terbatas ke wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir, PBB dan kelompok-kelompok kemanusiaan mengatakan bahwa apa yang diizinkan masuk masih sangat tidak mencukupi.

    Skema distribusi bantuan yang didukung Israel yang dikenal sebagai Gaza Humanity Foundation yang dikelola pasukan Israel dan kontraktor AS juga dikecam, karena dinilai tidak efektif dan mematikan.

    Gaza Humanity Foundation disebut bertanggung-jawab atas kematian lebih dari 2.000 warga Palestina saat mereka mencari makanan di lokasi tersebut sejak akhir Mei.

    Baca: Hamas setujui usulan gencatan senjata di Gaza

    Klasifikasi kelaparan IPC telah memicu gelombang seruan baru bagi Israel untuk segera mengizinkan masuknya bantuan dalam jumlah besar dan berkelanjutan ke Gaza.

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Jumat bahwa kelaparan tersebut merupakan “bencana buatan manusia, sebuah dakwaan moral, dan kegagalan kemanusiaan itu sendiri”.

    Kepala bantuan PBB, Tom Fletcher, juga mengatakan kelaparan terjadi “dalam radius beberapa ratus meter dari lokasi makanan” karena truk-truk bantuan tertahan di perlintasan perbatasan akibat pembatasan Israel.

    Ia menuntut agar Israel mengizinkan masuknya makanan dan obat-obatan “dalam skala besar yang diperlukan”.

    Baca: Israel siapkan operasi duduki Kota Gaza

  • Belasan Ribu Warga Gaza Membutuhkan Evakuasi Medis Segera

    Belasan Ribu Warga Gaza Membutuhkan Evakuasi Medis Segera

    7cloud.asia – Lebih dari 15.600 warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk 3.800 anak-anak, membutuhkan evakuasi medis untuk mendapatkan perawatan khusus secepat mungkin

    Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Sabtu (23/8/2025) menggambarkan buruknya krisis kemanusiaan yang terjadi Gaza.

    Di platform X, Tedros mengungkapkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza, yang masih didera bencana kelaparan dan pembunuhan massal oleh Zionis Israel.

    Baca: Ratusan Ribu Anak Menderita Malnutrisi di Gaza

    Dia menekankan bahwa puluhan ribuan pasien di wilayah kantong Palestina itu belum mendapatkan akses ke pengobatan yang sangat mereka butuhkan.

    Tedros kembali menyerukan upaya mendesak agar bantuan kemanusiaan bisa memasuki wilayah itu, yang masih diblokade oleh Israel.

    Dia juga mendesak agar gencatan senjata diberlakukan lagi di Gaza untuk mencegah lebih banyak kematian warga Palestina di sana.

    Baca: Korban meninggal akibat kelaparan di Gaza terus meningkat

    Diberitakan sebelumnya, ratusan ribu anak Palestina menderita malnutrisi di Gaza, akibat blokade Israel yang membatasi makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya memasuki wilayah kantong Palestina tersebut.

    Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari 280 orang, termasuk lebih dari 110 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan yang disebabkan oleh Israel sejak perang di Gaza meletus sejak Oktober 2023 lalu.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA

  • Majelis Umum PBB dan China Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit Nasser di Gaza

    Majelis Umum PBB dan China Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit Nasser di Gaza

    7cloud.asia – Presiden Majelis Umum PBB (UNGA) Philemon Yang dan pemerintah China mengecam keras serangan terbaru Israel terhadap Rumah Sakit Nasser di Jalur Gaza selatan.

    Setidaknya 47 orang, termasuk lima orang jurnalis dari media internasional tewas akibat serangan Israel ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza bagian selatan pada Senin (25/8/2025).

    Lima jurnalis tersebut bekerja untuk Associated Press, Reuters, Al Jazeera dan Middle East Eye.

    “Presiden Majelis Umum PBB Philemon Yang dengan tegas mengecam serangan Israel di Rumah Sakit Nasser,” ujar juru bicara Majelis Umum Sharon Birch dalam konferensi pers pada Selasa (26/8/2025)

    Yang menuntut diakhirinya serangan semacam itu, seraya menekankan bahwa “pembunuhan warga sipil Palestina yang tidak bersalah, jurnalis, dan tenaga medis tidak dapat diterima,”

    Baca: Belasan ribu warga Gaza membutuhkan evakuasi medis

    Dia menegaskan kembali “tuntutan mendesaknya untuk gencatan senjata segera di Gaza,” serta mendesak Israel memberikan “akses penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan” terhadap organisasi-organisasi kemanusiaan untuk mengirimkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan di Jalur Gaza.

    Selain itu, Yang mendesak pula agar para sandera yang ditawan di Gaza dibebaskan.

    Pemerintah China mengecam serangan Israel atas jurnalis dan tenaga medis pada saat mereka sedang melakukan tugasnya di Gaza.

    “Kami terkejut dengan kematian tragis tenaga medis dan jurnalis sekali lagi dalam konflik Gaza. Kami mengecam serangan tersebut, berduka untuk korban, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” kata Juru Bicara Kemlu China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (26/8/2025).

    Dilaporkan bahwa tentara Israel menyerang lantai empat salah satu gedung komplek Rumah Sakit Nasser di Jalur Gaza dengan dua serangan udara.

    Baca: Korban meninggal akibat kelaparan di Gaza terus meningkat

    Lalu menambahkan bahwa serangan kedua terjadi ketika tim penyelamat tiba untuk mengevakuasi korban luka dan mengevakuasi korban tewas.

    Kementerian Kesehatan awalnya menyatakan 20 orang tewas, termasuk lima jurnalis dan seorang petugas pemadam kebakaran, dalam serangan udara Israel di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza selatan.

    Di antara korban tewas terdapat Hussam al-Masri, yang bekerja sebagai jurnalis foto untuk kantor berita Reuters, sementara saluran Al Jazeera, Qatar mengonfirmasi bahwa fotografernya, Mohammad Salama, juga tewas.

    Sebuah sumber medis mengonfirmasi kepada Anadolu kematian jurnalis foto Mariam Abu Dagga.

    Jurnalis foto Moaz Abu Taha juga tewas dalam serangan Israel yang menargetkan rumah sakit tersebut.

    Sumber medis juga memberi tahu Anadolu bahwa Ahmed Abu Aziz, seorang reporter lepas dari situs berita Tunisia dan Maroko, meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan Israel tersebut.

    Israel telah membunuh hampir 63.000 warga Palestina di Gaza sejak Oktober 2023. Serangan militer tersebut telah menghancurkan wilayah kantong itu, yang kini berada dalam krisis kelaparan.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu-Xinhua

  • UNRWA: Anak Gaza Terancam Jadi “Generasi Hilang” Akibat Perang

    UNRWA: Anak Gaza Terancam Jadi “Generasi Hilang” Akibat Perang

    7cloud.asia – Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan lebih dari 660.000 anak di Gaza kehilangan haknya untuk bersekolah akibat perang sejak Oktober 2023.

    UNRWA menyebut kondisi ini dapat pengakibaktan krisis pendidikan di wilayah kantung di Palestina ini.

    “Perang di Gaza adalah perang terhadap anak-anak dan harus segera dihentikan. Anak-anak harus selalu dilindungi,” kata UNRWA dalam pernyataannya pada Sabtu (30/8/2025).

    Badan PBB itu juga memperingatkan bahwa generasi muda Gaza terancam menjadi “generasi yang hilang.”

    Baca: Ratusan ribu anak Gaza menderita malnutrisi

    Sementara itu, sekolah-sekolah di Tepi Barat yang diduduki Israel rencananya akan dibuka kembali pada 1 September, ruang-ruang kelas di Gaza masih tutup.

    Kementerian Pendidikan Palestina menyebutkan sekitar 700.000 siswa di Gaza tak bisa melanjutkan pendidikan dan lebih dari 70.000 di antaranya tidak bisa mengikuti ujian sekolah menengah selama dua tahun berturut-turut.

    Data kementerian itu menunjukkan, sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 17.000 siswa sekolah dan lebih dari 1.200 mahasiswa di Gaza, serta melukai puluhan ribu lainnya.

    Di wilayah pendudukan Tepi Barat, puluhan pelajar juga tewas, terluka, atau ditahan pasukan Israel selama periode itu.

     

    Baca: Belasan ribu warga Gaza membutuhkan evakuasi medis

    Korban jiwa juga menimpa guru dan tenaga kependidikanan. Hampir 1.000 pekerja pendidikan tewas di Gaza, sementara ribuan lainnya terluka atau ditahan Israel di seluruh wilayah Palestina.

    Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel telah menewaskan lebih dari 63.400 warga Palestina di sana. Serangan-serangan rezim Zionis telah menghancurkan wilayah kantong Palestina itu yang kini menghadapi ancaman kelaparan.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant.

    Keduanya dikenai tuduhan telah melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilancarkannya di wilayah itu.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu