7cloud.asia – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, Senin (18/8/2025), mengonfirmasi persetujuannya untuk menerima usulan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang diserahkan Mesir dan Qatar.
“Gerakan Hamas dan faksi-faksi Palestina telah memberi tahu para mediator tentang persetujuan mereka untuk menerima usulan yang diserahkan kemarin oleh Mesir dan Qatar,” demikian pernyataan tersebut.
Sebelumnya di hari yang sama, seorang sumber Mesir mengungkapkan kepada RIA Novosti bahwa Hamas menyetujui gencatan senjata selama gua bulan di Jalur Gaza, serta pembebasan separuh sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina.
Baca: 24 Negara desak Israel hentikan blokade terhadap Gaza
Usulan Mesir dan Qatar, yang disetujui Hamas, antara lain mencakup penghentian sementara permusuhan di Jalur Gaza selama 60 hari, yang diharapkan akan mengarah pada perdamaian jangka panjang,
“Usulan ini juga pembebasan separuh sandera Israel dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel,” katanya.
Perjanjian tersebut juga mengatur pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang diperlukan untuk memenuhi semua kebutuhan warga, tambah sumber tersebut.
Baca: Sekitar satu juta perempuan dan anak-anak hadapi kelaparan di Gaza
Pemindahan sandera akan dilakukan dalam dua tahap, dan gerakan Palestina juga akan memindahkan jenazah korban, lapor kantor berita Al Jazeera.
Perang di Gaza yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 dan telah menewaskan 62.000 warga dan mengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.
Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah, UNRWA menyebut blokade Israel di Gaza sejak Maret 2025, telah mengakibatkan bencana kelaparan yang dialami 2 juta orang warga Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak
Sumber: Sputnik-OANA

Leave a Reply