Tag: jakarta

  • Awal Pekan, Cuaca di Jakarta Cerah Berawan pada Pagi dan Malam

    Awal Pekan, Cuaca di Jakarta Cerah Berawan pada Pagi dan Malam

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta cerah berawan pada Senin (06/05/2024) pagi dan malam.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada siang atau sore hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 65 hingga 90 persen.

    Sementara sebagian besar wilayah lainnya di Indonesia diprediksi cerah berawan. Meski demikian, peluang hujan ringan hungga hujan lebat disertai petir masih terjadi.

    Hujan lebat diatas 50 mm/hari berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten.

    Selain itu wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara juga berpotensi hujan lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga terjadi di wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BMKG memperkirakan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

    Wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan juga berpotensi hujan badai.

    Cuaca seperti ini berpotensi pula melanda wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Papua Barat.

    Tak hanya hujan, BMKG memperkirakan angin kencang diatas 45 km/jam berpeluang terjadi di beberapa wilayah.

    Yaitu wilayah Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Utara.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Sementara suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya dan Semarang.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Diprediksi Berawan

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Diprediksi Berawan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta diperkirakan berawan pada Selasa (07/05/2024) pagi.

    Sementara pada siang atau sore hari wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Bahkan hujan lebat disertai petir berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Barat pada malam hari.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

    Baca Juga: Dampak Perubahan Iklim: Kenali 3 Jenis Cuaca Ekstrem yang Merusak

    Suhu berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 65 hingga 95 persen.

    Sementara untuk kota-kota lainnya di Indonesia sebagian besar terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir.

    Seperti di Kota Bengkulu, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Manokwari, Mamuju dan Padang berpotensi hujan dengan intensitas ringan serta Kota Ambon berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari.  

    Kota Banda Aceh, Bengkulu, Jambi, Samarinda, Pangkal Pinang, Ambon Ternate, Jayapura, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju, Makassar, Kendari dan  Palembang berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada siang atau sore hari.

    Baca Juga: Riset: Perubahan Iklim Memangkas Seperlima Pendapatan Global

    Di waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandar Lampung serta hujan lebat disertai petir berpotensi terjadi di Kota Tanjung Pinang, Pontianak, Padang dan Medan.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Bengkulu, Palangkaraya, Gorontalo, Tarakan, Pangkal Pinang, Ambon, Jayapura, Pekanbaru, Kendari, Padang, Palembang dan Medan.

    Kota Manokwari berpotensi hujan dengan intensitas sedang pada malam hari. Lalu Kota Jambi, Samarinda dan Mamuju berpotensi hujan lebat disertai petir.

    Suhu udara berkisar antara 18 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Denpasar, Surabaya, Semarang dan Banjarmasin.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

    Cuaca Hari Ini: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah Jakarta cerah dan berawan (08/05/2024) pagi hingga sore.

    Sementara pada malam hari, kondisi cuaca di wilayah Jakarta Selatan berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Suhu berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 70 hingga 95 persen.

    Sementara untuk kondisi cuaca di kota-kota lainnya di Indonesia sebagian besar diperkirakan cerah berawan.

    Baca Juga: Komisi VIII DPR Minta BNPB Lebih Responsif dalam Memitigasi Bencana Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

    Meski demikian, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir mengguyur sejumlah kota.

    Seperti Kota Pontianak, Samarinda, Pangkal Pinang dan Jayapura berpeluang hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari.

    Pada siang atau sore hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Serang, Gorontalo, Palangkaraya, Tarakan, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ternate, Manokwari, Pekanbaru, Makassar dan Palembang.

    Pada waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Kendari dan Medan. Samarinda dan Bandar Lampung diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai petir.

    Baca Juga: BRIN: Cuaca Ekstrem Meningkat Signifikan Ini Dampak yang Dirasakan Indonesia

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Gorontalo, Bandung, Samarinda, Ambon, Ternate dan Kendari.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Manokwari dan Bandung pada malam hari. Kota Tarakan berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir.

    Suhu udara berkisar antara 17 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Sumur Resapan, Kisah Pengendalian Banjir dan Konservasi Air di Jakarta

    Sumur Resapan, Kisah Pengendalian Banjir dan Konservasi Air di Jakarta

    7cloud.asia – Bagi warga kota, termasuk kota Jakarta, hujan tak selalu menjadi momen yang ditunggu.

    Pasalnya, curah hujan tinggi bisa menyebabkan datangnya banjir dan sering kali menciptakan kisah pilu bagi kehidupan warga Jakarta.

    Mayoritas lahan di Jakarta yang tertutup bangunan membuat tanah yang tidak dapat menyerap air dengan baik ke dalam tanah. Pun demikian dengan aliran air di selokan dan sungai yang tersumbat sampah menjadi pemicu banjir.

    Letak geografis Jakarta yang berada di dataran rendah antara hulu sungai dan pesisir juga membuat ibukota rentan banjir.

    Untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda Jakarta, Pemerintah Provinsi melakukan berbagai cara.

    Baca: Kelurahan Malaka Jaya bangun resapan air bentuk dadu

    Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai inovasi pengendalian banjir melalui rencana peta jalan yang menjadi landasan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025 — 2045.

    Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan sumur resapan. Pembangunan sumur resapan di lima wilayah Jakarta ini masuk dalam program prioritas hingga 2025.

    Sumur resapan ini, selain untuk meminimalisasi terjadinya banjir juga berfungsi sebagai wilayah tangkapan air dan konservasi air di Jakarta.

    Hingga Desember 2023, tercatat ada 29.833 titik sumur resapan di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjaga sumur-sumur resapan tersebut demi menjaga efektivitas pengendalian banjir.

    “Saat ini Dinas SDA DKI Jakarta melakukan pembangunan dan revitalisasi embung di wilayah hulu yang fungsinya sebagai waduk konservasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum.

    Baca: Tak hanya mengendalikan banjir di Jakarta sodetan Kali Ciliwung bisa jadi pusat kegiatan

    Selain itu, Dinas SDA DKI Jakarta juga terus melakukan pengecekan untuk pemeliharaan agar sumur resapan berfungsi optimal dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan

    Komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menanggulangi banjir–melalui Dinas SDA–tetap menganggarkan biaya pemeliharaan sumur resapan di setiap Suku Dinas SDA di lima wilayah Kota Administrasi Provinsi DKI Jakarta.

    Pemprov DKI Jakarta juga mencatat, pada 2024 ini terdapat lima pompa polder yang sedang dibangun dan dua lokasi pompa stasioner yang direvitalisasi.

    Ada pula delapan waduk kecil yang dibangun, dengan rincian enam embung merupakan pembangunan lanjutan dan dua embung baru.

    Baca: Membangun waduk menjadi salah satu cara Pemprov Jakarta atasi banjir

    Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebutkan beberapa konsep untuk penanggulangan banjir di Jakarta, salah satunya membangun embung (waduk kecil).

    Berdasarkan data Dinas SDA DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI berencana membangun 12 waduk, situ, embung, dan empang pada tahun 2024. Delapan dari 12 perencanaan itu merupakan lanjutan dari pembangunan tahun-tahun sebelumnya.

    Adapun rinciannya, yakni Waduk Kampung Rawa Malang, Waduk Marunda (lanjutan), Waduk Kali Cipinang Kelurahan Dukuh (lanjutan), embung di Jalan Penganten Ali 3 (lanjutan), dan embung di Jalan H Dogol (lanjutan).

    Waduk Kompleks Puspalad, Cakung Barat (lanjutan), embung Jalan Mesjid 3 (Embung Bau Bangkong), Cipayung (lanjutan), dan RTH Kampung Dukuh, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati (lanjutan).

    Baca: Pembangunan bendungan menyimpan ancaman bagi lingkungan

    Lalu, Embung Pekayon, Pasar Rebo (lanjutan), Waduk Jalan Kaja II, Embung Pemuda dan Embung SD 01 Pesanggrahan. Hingga kini sebanyak 147 waduk, situ, embung, dan empang telah terbangun di wilayah DKI Jakarta.

    Selain itu, Dinas SDA DKI Jakarta juga menerapkan enam inovasi pengendali banjir yang ditempatkan pada lokasi-lokasi langganan banjir setiap kali hujan deras. Inovasi ini akan diimplementasikan dan diteruskan untuk meminimalkan dampak curah hujan tinggi.

    Enam inovasi pengendalian banjir, yakni pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti embung, penguatan tanggul kali, pembangunan sistem polder, penyiagaan, serta pengecekan berkala rumah pompa, pintu air, hingga penyediaan alat berat.

    Selanjutnya penyiagaan satuan tugas (satgas) di lapangan dan peningkatan kapasitas drainase kawasan.

    Sumber:Antaranews.com

  • Memasuki Kemarau Kualitas Udara Jakarta Memburuk: Tercatat Sebagai Kota Terpolusi Ketiga di Dunia

    Memasuki Kemarau Kualitas Udara Jakarta Memburuk: Tercatat Sebagai Kota Terpolusi Ketiga di Dunia

    7cloud.asia – Memasuki musim kemarau pada Mei 2024 ini, kualitas udara di Jakarta kembali memburuk.

    Beberapa hari terakhir, Jakarta kembali menduduki peringkat 10 besar sebagai kota dengan Kualitas udara terburuk di dunia.

    Pada Kamis (9/5/2024) kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, setelah Dhaka (Bangladesh) dan Lahore (Pakistan).

    Menurut situs pemantau kualitas udara IQAir yang dipantau di Jakarta, Kamis pukul 06.15 WIB, kualitas udara Jakarta tidak sehat dengan angka 188 mengacu kepada penilaian PM2,5 dengan nilai konsentrasi 108 mikrogram per meter kubik.

    Baca: MA kabulkan gugatan warga terkait polusi udara di Jakarta

    Konsentrasi sebanyak itu setara 21,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

    Kategori tidak sehat, yakni kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif.

    Kondisi ini juga bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika dengan angka PM2,5 pada kisaran 100-199.

    Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yakni sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat berada di luar serta menutup jendela.

    Baca: Legislator dukung pembatasan kendaraan untuk atasi polusi udara

    Sementara dari data yang sama, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia urutan pertama, yaitu Dhaka (Banglades) di angka 194, kedua Lahore (Pakistan) dengan angka 194 dan Jakarta menempati posisi ketiga dengan angka 188.

    Dilansir, Antaranews.com, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 593 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Pencemaran Udara sebagai kebijakan

    Satgas ini bertugas mempercepat penanganan polusi udara. Ruang lingkup satgas ini di antaranya menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Pencemaran Udara di Provinsi DKI Jakarta.

    Mengendalikan polusi udara dari kegiatan industri dan memantau secara berkala kondisi kualitas udara hingga dampak kesehatan dari polusi udara.

    Lalu, melaksanakan pencegahan sumber pencemar, baik dari sumber bergerak maupun sumber tidak bergerak, termasuk sumber gangguan serta penanggulangan keadaan darurat.

    Baca: Penanganan polusi udara di Jakarta masih basa-basi

    Kemudian menerapkan wajib uji emisi kendaraan bermotor, melakukan peremajaan angkutan umum dan pengembangan transportasi ramah lingkungan untuk transportasi umum dan pemerintah

    Selanjutnya bertugas meningkatkan ruang terbuka, bangunan hijau dan menggiatkan gerakan penanaman pohon serta meningkatkan peran masyarakat dalam perbaikan kualitas udara.

    Selanjutnya melaksanakan pengawasan ketaatan perizinan yang berdampak terhadap pencemaran udara dan penindakan terhadap pelanggaran pencemaran udara.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan terus melakukan evaluasi dan mengkaji berbagai kebijakan yang sudah dilakukan agar tepat sasaran dan mampu secara efektif mengatasi permasalahan pencemaran udara.

  • Sungai Ciliwung, Sejarah dan Maknanya Bagi Warga Jakarta

    Sungai Ciliwung, Sejarah dan Maknanya Bagi Warga Jakarta

    7cloud.asia – Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai terbesar dari 13 sungai yang membelah Kota Jakarta.

    Hulu Sungai Ciliwung berada di dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, atau tepatnya di mata air Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Telaga Saat yang terletak di lereng Pegunungan Jonggol sebelah utara kawasan Puncak, Bogor.

    Setelah melewati bagian timur Kota Bogor, sungai Ciliwung mengalir ke utara, di sisi barat Jalan Raya Jakarta-Bogor, sisi timur Kota Depok, dan memasuki wilayah Jakarta sebagai batas alami wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Sungai Ciliwung memiliki panjang 120 kilometer dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 387 kilometer persegi.

    Di sebelah barat, DAS Ciliwung berbatasan dengan DAS Cisadane, DAS Kali Grogol dan DAS Kali Krukut. Di sebelah timurnya, DAS ini berbatasan dengan DAS Kali Sunter dan DAS Kali Cipinang.

    Baca Juga: Daerah Aliran Sungai Ciliwung dalam Kondisi Kritis, Mungkinkah Dikembalikan Ke Kondisi Normal?

    Sungai Ciliwung menyimpan sejarah bagi warga kota Bogor, Depok dan Jakarta. Namun, banyak orang yang belum tahu.

    Arti Nama Sungai Ciliwung

    Nama Sungai Ciliwung berasal dari Bahasa Sunda, “Ci” yang artinya air dan “Haliwung” memiliki arti jernih.

    Sejak dahulu sungai Ciliwung sangat dihormati masyarakat kota Batavia atau Jakarta sebagai sumber ekonomi dan air minum penduduk.

    Berkat kejernihan airnya membuat sungai mendapat julukan Ratu dari Timur di era Kerajaan. Bahkan kejernihan airnya membuat sungai mendapat julukan Ratu dari Timur di era kerajaan.

    Tidak sampai di situ, Pemerintah Kolonial Belanda juga terpukau dengan keindahan dan jernihnya Sungai Ciliwung sampai mengambil alih pengelolaan sungai ke Kolonial Belanda.

    Baca Juga: Ekowisata di Sepanjang Aliran Sungai Ciliwung, Jalan-jalan Sambil Merawat Lingkungan

    Benteng Alam Kerajaan Pajajaran
    Melansir Mongabay Indonesia, Sungai Ciliwung merupakan satu dari empat benteng pertahanan era Kerajaan Pajajaran pada tahun 1482-1567.

    Kesultanan Banten yang berseteru dengan Pajajaran memerlukan waktu 40 tahun lebih untuk bisa menaklukan ibukota Pakuan (sekarang Bogor).

    Hal ini dikarenakan adanya bentang alam yang menjadi pertahanan ibukota, yaitu dua sungai besar Ciliwung dan Cisadane, ditambah Gunung Salak dan Pangrango.

    Seusai masa kerajaan, Belanda mulai masuk ke Indonesia dan mengambil alih pengelolaan sungai kepada Kolonial Belanda.

    Saat itu, Belanda merasa bahwa Sungai Ciliwung merupakan simbol penting, sehingga mereka merawat dan menjaga Ciliwung dengan baik.

    Baca Juga: Tak Hanya Mengendalikan Banjir di Jakarta, Sodetan Kali Ciliwung Bisa Jadi Pusat Kegiatan

    Pemukiman Padat Penduduk
    Pesona keindahan Sungai Ciliwung yang dikelilingi hutan lambat laun mulai berubah secara perlahan.

    Setiap tahunnya hutan mulai digarap sebagai tujuan memperluas lahan pemukiman dan infrastuktur. HIngga akhirnya, di tahun 1689 terlihat warna air aliran sungai Ciliwung cenderung keruh dan berlumpur.

    Hilangnya Ratusan Hewan
    Dalam sejarahnya, Sungai Ciliwung tercatat lebih dari 270 ikan endemik yang hidup dan tersebar di sungai ini. Bahkan, ikan-ikan menjadi sumber konsumsi sampai pendapatan bagi masyarakat.

    Namun sayangnya, akibat perluasan pemukiman warga dan beragam aktivitas pencemaran lainnya, sekarang Sungai Ciliwung hanya memiliki 20 jenis ikan yang berada di sekitar Cianjur dan Bogor.

    Dahulu, selain ikan hewan khas bantaran seperti ular, bulus, kura-kura, dan kupu-kupu hidup di sekitar Sungai Ciliwung yang dikelilingi oleh hutan.

    Sedangkan di bagian muaranya terdapat buaya, burung bangau, dan berang-berang. Sayangnya hewan tersebut sudah mulai punah sehingga tidak bisa melihat keindahan alam dan satwa dari dekat.

    Baca Juga: Normalisasi Kali Ciliwung Belum Maksimal, Kawasan Kebon Pala Kembali Dilanda Banjir

    Hari Sungai Ciliwung
    Sejak 2012, setiap tanggal 11 November diperingati sebagai Hari Ciliwung.

    Penetapan ini didasarkan dengan ditemukannya dua ekor bulus atau sejenis kura-kura yang sebelumnya sudah dianggap punah.

    Dengan kehadiran hewan tersebut, menunjukkan eksistensi hewan endemik di sekitar Ciliwung harus dijaga habitatnya.

  • Termasuk Jakarta, Cuaca Buruk Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah

    Termasuk Jakarta, Cuaca Buruk Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca buruk berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta pada Sabtu (11/05/2024).

    Selain sebagian wilayah Jakarta, cuaca buruk tersebut berupa hujan badai berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

    Wilayah lainnya yang berpotensi hujan badai adalah Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

    Kondisi cuaca buruk juga berpeluang terjadi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat.

    BMKG juga memperkirakan hujan lebat diatas 50 mm/hari berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

    Wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua berpeluang hujan lebat pula.

    Tak hanya hujan, angin kencang diatas 45 km/jam berpeluang terjadi di wilayah Aceh, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 35 derajat celsius, dengan suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya.

    Untuk wilayah Jakarta, suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 75 hingga 95 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Cuaca Cerah Berawan Seharian

    Hampir Seluruh Wilayah Jakarta Cuaca Cerah Berawan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta cerah berawan seharian pada Minggu (12/05/2024).

    Peluang hujan dengan intensitas ringan hanya terjadi pada siang atau sore hari di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celcius dengan tingkat kelembaban antara 60 hingga 95 persen.

    Cuaca cerah dan berawan juga diprediksi terjadi di sebagian besar kota di Indonesia. Namun, masih ada sejumlah kota yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Kota Samarinda, Ambon dan Manokwari berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari.

    Kemudian siang hari Kota Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Samarinda, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Ambon, Mataram, Jayapura, Manokwari, Mamuju, Makassar, Kendari, Padang dan Medan berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Pada waktu yang sama Kota Bandung berpeluang hujan dengan intensitas sedang. Hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Banda Aceh, Pontianak, Banjarmasin dan Palembang.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Banda Aceh, Gorontalo, Samarinda, Banjarmasin, Serang, Bandar Lampung, Ambon, Ternate, Manokwari, Medan.

    Hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Jayapura dan hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Mamuju pada malam hari.

    Suhu berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Semarang, Pangkal Pinang, Kupang dan Makassar.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Lebaran Tenabang: Cara Orang Betawi Menyambut Bulan Syawal

    Lebaran Tenabang: Cara Orang Betawi Menyambut Bulan Syawal

    7cloud.asia – Warga Tanah Abang, Jakarta Pusat punya tradisi unik yang dirayakan setiap tahun di bulan Syawal, yakni Lebaran Tenabang.

    Lebaran Tenabang tahun ini digelar pada Sabtu (11/5/2024) atau dua hari lalu yang dibuka dengan tradisi palang pintu.

    Lebaran Tenabang 2024 digelar di Jalan K.H. Mas Mansyur, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Tanah Abang selama satu hari penuh, dari pagi hingga malam hari.

    Lebaran Tenabang digelar setiap tahunnya dengan menyajikan beragam seni budaya dan makanan khas Betawi.

    Selain tradisi palang pintu, Lebaran Tenabang biasanya juga diramaikan dengan lomba “ngeset” atau menguliti kambing.

    Baca Juga: Belajar Budaya Betawi Pesisir di Museum Rumah si Pitung

    Selain itu, lomba koreografi silat Betawi, peragaan jalan jurus silat Tenabang, hingga penampilan orkes melayu dari Samrah Sikumbang.

    Salah satu juri lomba “ngeset” kambing, Bang Faray (43), mengatakan lomba ini merupakan inisiasi dari warga yang diusulkan kepada Pemkot Jakarta Pusat.

    Lomba itu diusulkan karena sebagian besar warga Tanah Abang memiliki mata pencaharian sebagai pedagang kambing hidup.

    “Ini merupakan warisan sejarah Kampung Tanah Abang. Jadi, kita mencoba meneruskan budaya. Kebanyakan di sini anak, bapak, engkong, buyutnya semua pedagang kambing turun temurun,” kata Faray.

    Selain penampilan seni dan budaya, puluhan gerai makanan dan kerajinan tangan khas Betawi berjejer di sepanjang jalan.

    Baca Juga: Dodol Betawi, Makanan Khas Betawi yang Rumit Pembuatannya

    Masyarakat pun antusias mencicipi dodol khas Betawi yang dijual Rp10 ribu per bungkus, serta bir pletok dengan harga yang sama.

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat berupaya menularkan semangat Lebaran Tenabang yang menonjolkan kearifan lokal, ke dua kecamatan lainnya yakni Gambir dan Johar Baru.

    “Kita akan tularkan dari acara ini, akan terus melakukan kearifan lokal sehingga setiap kecamatan punya ciri khas acaranya tersendiri,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Chaidir.

    Ia mengatakan Tanah Abang merupakan satu dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat yang memiliki acara tahunan bernama Lebaran Tenabang dengan rangkaian budaya dan seni Betawi yang ditampilkan.

    Baca Juga: Roti Buaya Harus Ada dalam Pernikahan Adat Betawi, Ini Maknanya

    Ia menilai, agenda itu akan menjadi cikal bakal kecamatan lainnya untuk merayakan Lebaran dengan kearifan lokal masing-masing wilayah.

    Chaidir menjelaskan bahwa setelah Lebaran Tenabang, acara sejenis juga bisa muncul di kecamatan lain, contohnya Gambir dengan nama Lebaran Kampung Gambir.

    Lebaran Kampung Gambir baru dimulai pada 2023 dengan menampilkan pagelaran seni dan budaya Betawi, serta bazar yang diisi oleh UMKM binaan Jakpreneur.

    Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat pada tahun ini juga mengadakan acara serupa.

    Sumber: Antaranews.com

  • Awal Pekan, Seluruh Wilayah Jakarta Cuaca Cerah Berawan Seharian

    Awal Pekan, Seluruh Wilayah Jakarta Cuaca Cerah Berawan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di seluruh wilayah Jakarta cerah berawan seharian pada Senin (13/05/2024).

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celcius dengan tingkat kelembaban antara 65 hingga 95 persen.

    Cuaca cerah dan berawan juga diprediksi terjadi di sebagian besar kota di Indonesia. Namun, masih ada sejumlah kota yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Kota Ambon, Ternate, Jayapura dan Mamuju berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari.

    Sedangkan Kota Banda Aceh, Serang, Bengkulu, Gorontalo, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Jayapura, Kendari dan Manado berpeluang hujan dengan intensitas ringan pada siang hari.

    Di waktu yang sama, Kota Bandar Lampung, Manokwari dan Medan berpotensi hujan sedang. Kemudian Kota Jambi, Pontianak dan Banjarmasin berpotensi hujan disertai petir.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Serang, Bengkulu, Banjarmasin, Ternate, Jayapura, Manokwari, Pekanbaru dan Medan.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Mamuju. Lalu hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Medan.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius dengan suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Semarang dan Surabaya.

      

    Reporter: Nurakhmayani