Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Hujan

    7cloud.asia – Sebagian besar kota di Indonesia berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir pada Senin (26/08/2024).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan atau curah hujan kurang dari 2,5 mm per jam akan mengguyur beberapa kota.

    Yaitu kota Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang dan Palangkaraya. Samarinda, Banjarmasin, Gorontalo, Ambon, Sorong, Ternate, dan Manokwari.

    Kemudian hujan berintensitas sedang sedang atau curah hujan lebih dari 4,0 mm per jam berpotensi mengguyur Kota Medan, Mamuju, Kendari, Merauke, Jayawijaya, Jayapura, dan Nabire.

    Hujan lebat dengan curah hujan lebih dari 50 mm per jam berpotensi mengguyur Kota Manado.

    Lalu hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Padang, Pontianak, Tanjung Selor, Kota Palu.

    Sementara untuk kota-kota lainnya termasuk seluruh wilayah DKI Jakarta, BMKG memprediksi cuaca cerah berawan dari pagi hingga malam.

    Suhu udara berkisar antara 15-35 derajat celsius kelembaban antara 38 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang.

    BMKG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi tinggi gelombang air laut 2,5 – 4 meter yang diprakirakan terjadi di perairan Pulau Engg​​​​​​​ano, Barat Lampung.

    Selain itu gelombang tinggi juga berpotensi melanda Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai – Lampung, Selat Sunda Bagian Barat-Selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa.

    Tingginya gelombang ini menyebabkan Kepulauan Riau dan pesisir Jawa Barat berpotensi terjadi banjir rob.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Beberapa Kota

    Cuaca Hari Ini: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Beberapa Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai kilat/petir berpotensi melanda sejumlah kota di Indonesia pada Selasa (27/08/2024).

    Kota Pekanbaru, Tanjung Selor, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin dan Manado berpeluang terjadi hujan disertai kilat/petir.

    Hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota  Padang, Bengkulu, Palu, Ternate, Sorong, Nabire, Ambon, Jayawijaya

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Mamuju.

    Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Serang, Samarinda, Gorontalo, Kendari, Manokwari dan Jayapura berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara untuk kota-kota lainnya termasuk seluruh wilayah DKI Jakarta, BMKG memprediksi cuaca cerah berawan dari pagi hingga malam.

    Suhu udara berkisar antara 16-34 derajat celsius kelembaban antara 31 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang, Serang, Semarang, Surabaya, Makassar.

    BMKG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi tinggi gelombang air laut 2,5 – 4 meter yang diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Mentawai, perairan  Pulau Engg​​​​​​​ano hingga Bengkulu,

    Selain itu gelombang tinggi juga berpotensi melanda perairan barat Lampung, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan.

    Selat selatan Jawa hingga Pulau Sumba dan Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur juga berpotensi terjadi gelombang tinggi.

     

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota Cerah dan Berawan, tapi Masih Ada Potensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Cuaca mayoritas wilayah di Indonesia cerah berawan, termasuk seluruh wilayah DKI Jakarta pada Minggu (01/09/2024). Meski demikian, masih ada wilayah yang berpotensi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Dalam akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebut hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palangkaraya, Samarinda.

    Selain itu Kota Banjarmasin, Mamuju, Palu, Ambon, Manokwari, Jayapura, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan berintensitas ringan.

    Sementara Kota Manado, Ternate, Sorong dan Nabire berpotensi diguyur hujan berintensitas sedang. Kemudian hujan disertai petir berpeluang mengguyur Kota Medan dan Tanjung Selor.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 39 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya. Sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Jambi, Palembang, Serang, Semarang, Surabaya, Kupang dan Pontianak.

    BMKG juga memperingatkan adanya potensi hujan berintensitas lebat di sejumlah  wilayah perairan seperti di Samudra Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, Laut Andaman, Selat Malaka, Laut Natuna Utara.

    Selain itu Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, Teluk Cendrawasih juga berpeluang terjadi hujan lebat.

    Kondisi cuaca yang sama juga berpotensi terjadi di Perairan Barat Daya Papua Selatan, Perairan utara Halmahera hingga Papua dan Samudra Pasifik utara Papua.

  • Menata Ulang Kembali Kota-kota di Dunia untuk Atasi Kenaikan Suhu Udara

    Menata Ulang Kembali Kota-kota di Dunia untuk Atasi Kenaikan Suhu Udara

    7cloud.asia – Kota-kota di dunia mulai bertransformasi dan berevolusi dengan perspektif jangka panjang untuk beradaptasi dengan kenaikan suhu udara yang akan menjadi “normal baru” ini.

    Permasalahan utama yang dihadapi banyak kota di dunia adalah kurangnya ruang hijau. Di kota-kota dengan kepadatan tinggi seperti Hong Kong, vegetasi yang permeabel secara bertahap digantikan oleh beton kedap air untuk gedung pencakar langit dan infrastruktur.

    Bukan rahasia lagi bahwa beton membuat kota menjadi lebih panas: perubahan permukaan tanah, seperti trotoar dan atap berwarna gelap, menyimpan lebih banyak panas – sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek pulau panas perkotaan (urban heat island/UHI).

    Analisis yang dilakukan oleh Climate Central terhadap 44 kota besar di Amerika Serikat, yang secara kolektif merupakan rumah bagi 74 juta orang, menemukan bahwa sekitar 55 persen dari kota-kota tersebut tinggal di wilayah sensus yang merasakan panas setidaknya 8F (sekitar 4,4C) lebih tinggi.

    Suhu udara yang lebih tinggi ini disebabkan karena pembangunan lokal.

    Studi tersebut menyimpulkan bahwa sekitar 80 persen penduduk AS tinggal di kota-kota dimana efek pulau panas dapat memperburuk panas ekstrem perkotaan.

    Baca: Solusi kota untuk atasi perubahan iklim

    Analisis Climate Central menunjukkan wilayah panas perkotaan paling tinggi terjadi di 44 kota besar AS yang mencakup hampir seperempat populasi AS
    Analisis panas perkotaan di empat kota besar di AS.

    Strategi mitigasi panas berfokus pada pendinginan lingkungan perkotaan melalui perencanaan dan desain yang matang.

    Pendekatan yang paling jelas, dan berulang kali terbukti efektif, adalah meningkatkan vegetasi dengan menanam pohon dan meningkatkan tutupan lahan hijau.

    Kota-kota seperti Singapura telah menyaksikan sendiri manfaat dari hal ini.

    Kota ini, yang merupakan contoh utama perencanaan kota berkelanjutan, telah berhasil mendinginkan wilayah yang luas dengan menanam lebih dari 7 juta pohon dan menciptakan lebih dari 300 taman dan kebun.

    Kota Utrecht di Belanda juga telah meningkatkan cakupan hijaunya dengan memasang atap hijau di lebih dari 300 halte bus.

    Baca: Atap hijau bisa jadi solusi kota untuk atasi peningkatan suhu udara

    Meskipun ruang hijau dan peningkatan naungan masih merupakan cara paling efektif untuk mengatasi panas perkotaan, intervensi lain telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

    Los Angeles, di mana sekitar 45 persen penduduknya terpapar panas setidaknya 8F (sekitar 4,4C) lebih banyak karena lingkungan yang dibangun, telah secara aktif menguji trotoar dingin sejak tahun 2017.

    Trotoar dingin memiliki lapisan reflektif yang membantu memantulkan cahaya. daripada menyerap sinar matahari.

    Sebuah penelitian yang dilakukan di kota tersebut pada musim panas tahun 2022 mengungkapkan bahwa selama peristiwa panas ekstrem, area yang ditutupi trotoar sejuk mengalami suhu udara sekitar 3,5F (1,9C) lebih dingin dibandingkan lingkungan di sekitarnya.

    Pada hari-hari cerah, suhu udara sekitar berkurang hingga 2,1F (1,2C); pada malam hari, suhunya lebih rendah hingga 0,5F (0,3C). Lapisan ini juga menurunkan suhu permukaan hingga sekitar 10F (5,6C).

    Los Angeles telah mengambil langkah-langkah proaktif lainnya untuk melindungi warganya dari panas, termasuk mendirikan lebih dari 170 pusat pendingin.

    Baca: Konsep desain biofilik untuk bangunan yang lebih ramah lingkungan

    Pusat pendingin adalah fasilitas umum seperti perpustakaan, sekolah, pusat komunitas, atau tempat penampungan yang menawarkan ruang ber-AC, air, dan informasi bagi orang-orang yang terkena panas.

    Pusat pendingin ini terutama disediakan untuk mereka mereka yang tidak memiliki akses terhadap pendingin di rumah. Pusat pendingin dapat menyelamatkan nyawa, namun memiliki keterbatasan.

    “Pusat pendingin baik-baik saja selama Anda bisa sampai di sana,” kata Larry Kalkstein, kepala penasihat ilmu panas di Pusat Ketahanan Yayasan Arsht-Rockefeller, seraya menambahkan bahwa itu hanyalah “perbaikan sementara.”

    Tinjauan tahun 2017 mengenai penerapan pusat pendingin yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyimpulkan bahwa efektivitasnya “tidak jelas.”

    Analisis menemukan bahwa mereka yang paling rentan terhadap panas tidak selalu menggunakannya. Sekali lagi, hambatan komunikasi dan pemahaman yang buruk adalah penyebabnya.

    Sumber:earth.org

  • Bagaimana Kota-kota di Dunia Mengatasi Panas Ekstrem yang Semakin Sering Terjadi

    Bagaimana Kota-kota di Dunia Mengatasi Panas Ekstrem yang Semakin Sering Terjadi

    7cloud.asia – Perubahan iklim telah memicu panas ekstrem di banyak kota di seluruh dunia.

    Menurut analisis yang dilakukan oleh organisasi nirlaba Climate Central baru-baru ini, antara Mei 2023 dan Mei 2024, diperkirakan 6,3 miliar orang – mengalami setidaknya sebulan hidup dalam kondisi panas ekstrem menurut wilayah mereka.

    Ini artinya, sekitar 4 dari 5 orang di dunia mengalami suhu panas ekstrem. Perubahan iklim antropogenik yang disebabkan oleh manusia membuat panas ekstrem ini setidaknya dua kali lebih mungkin terjadi, demikian temuan Climate Central

    Panas ekstrem telah mempengaruhi banyak orang dan semakin sulit untuk diabaikan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan.

    Sebuah studi pada tahun 2021 menyimpulkan bahwa pada akhir abad ini, suhu perkotaan bisa mencapai 4,4C lebih hangat tergantung pada skenario emisi.

    Baca: Menata ulang kota di dunia untuk tanggulangi panas ekstrem

    Untungnya, banyak kota yang mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, menerapkan strategi untuk memperingatkan warganya tentang risiko yang ditimbulkan oleh panas ekstrem.

    Mereka juga memitigasi potensi pemanasan lebih lanjut, dan beradaptasi terhadap panas yang tidak dapat lagi dicegah.

    Langkah itu, mulai dari sistem peringatan dini, rencana tindakan darurat dan kesehatan akibat panas hingga intervensi arsitektur, Earth.Org melihat bagaimana kota-kota tetap aman dari ancaman yang mematikan ini.

    Peringatan: Panas Berlebihan!
    Musim panas ini, suhu yang memecahkan rekor telah menjadi berita utama yang didominasi oleh laporan tentang jutaan orang yang mendapat peringatan panas.

    Sistem peringatan panas adalah alat penting yang dirancang untuk memperingatkan masyarakat tentang gelombang panas yang akan datang dan kejadian panas ekstrem.

    Baca: Solusi kota untuk hadapi perubahan iklim

    Alat ini digunakan di ratusan kota di seluruh dunia, dari Las Vegas hingga Hong Kong, untuk memperingatkan dan memberikan panduan kepada warga dan otoritas lokal ketika suhu meningkat ke tingkat berbahaya.

    Warga sering kali disarankan untuk tetap terhidrasi, mencari perlindungan di ruangan ber-AC, dan menghindari aktivitas luar ruangan yang berat.

    Sementara itu, departemen lokal terkait diperingatkan tentang perlunya mengambil tindakan pencegahan seperti membuka tempat penampungan sementara dan pusat pendingin.

    Di dunia yang semakin panas, sistem peringatan ini sangat penting. Tapi bisakah mereka menyelamatkan nyawa?

    Meskipun tidak ada jawaban yang jelas, kejadian-kejadian di masa lalu menunjukkan bahwa peringatan saja tidak dapat mengimbangi ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi pemanasan ini.

    Pada tahun 2021, peringatan tidak cukup untuk mencegah ratusan kematian di Pacific Northwest. 441 orang tewas akibat cuaca panas ekstrem antara tanggal 27 Juni dan 3 Juli.

    Baca: Atap hijau salah satu solusi kota hadapi perubahan iklim 

    Lebih dikenal karena langitnya yang mendung dan hujan ringan, wilayah Barat Laut relatif tidak terbiasa dengan panas ekstrem.

    Hal ini berarti infrastruktur yang tidak memadai dan pemahaman yang buruk mengenai risiko-risiko tersebut, yang kombinasi keduanya dapat berakibat fatal.

    Demikian pula dengan Inggris, sebuah negara yang biasanya tidak memiliki cuaca yang baik, namun kini mulai merasakan kenyataan pemanasan global.

    Badan cuaca nasionalnya, Met Office, mengeluarkan peringatan “panas ekstrem” pertama di negara itu pada Juli 2022, ketika suhu mencapai 40C untuk pertama kalinya dalam sejarah.

    Pemerintah mengumumkan keadaan darurat nasional; Namun kenyataannya, tidak ada satupun yang siap.

    “Ini adalah tantangan yang nyata,” kata Renee Salas, seorang dokter pengobatan darurat di Rumah Sakit Umum Massachusetts dan Harvard Medical School, mengingat gelombang panas tersebut.

    Baca: Manfaat infrastruktur hijau bagi kota dalam hadapi perubahan iklim

     

    “Kami sudah terbiasa […] ] hingga cuaca kelabu dan mendung, umumnya suhu rata-rata bulan Juli adalah 20C. Jadi ada kesulitan nyata dalam berkomunikasi dengan orang-orang ‘ini bukan cuaca pantai atau cuaca taman atau cuaca es krim’. Jika Anda berada dalam kelompok yang mungkin rentan, jika Anda lebih tua, jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu yang sudah ada sebelumnya, hal ini sungguh sangat berbahaya.”

    Perkiraan resmi menyebutkan jumlah kematian akibat cuaca panas pada musim panas itu mencapai 2.985 orang, namun tidak ada keraguan bahwa jumlah kematian tersebut jauh lebih tinggi.

    “Ketika Anda pergi ke rumah sakit dengan kondisi yang berhubungan dengan panas, tidak ada sertifikat kematian yang menyatakan bahwa Anda meninggal karena gelombang panas. Itu sesuatu yang lain… kejadian kardiovaskular atau semacamnya,” jelas Salas.

    Hambatan komunikasi dan terbatasnya akses terhadap teknologi, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, rumah tangga berpendapatan rendah, dan tunawisma adalah beberapa tantangan paling nyata yang dihadapi pihak berwenang sehubungan dengan sistem peringatan panas.

    Masalah ini terutama terjadi di negara-negara berpendapatan rendah, yang tertinggal dalam hal konektivitas.

    Dengan lebih dari 2,6 miliar orang – hampir 32% populasi dunia – masih offline, saluran-saluran tersebut hanya dapat berfungsi sejauh ini.

    Sumber:earth.org

  • Akhir Pekan, Cuaca Panas Melanda Tiga Kota Termasuk Jakarta

    Akhir Pekan, Cuaca Panas Melanda Tiga Kota Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Pada akhir pekan, Sabtu (07/09/2024) cuaca panas melanda tiga kota di Indonesia termasuk DKI Jakarta. Bahkan ada yang mencapai suhu maksimal 36 derajat celsius.

    Beradasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu di Kota Jakarta dan Jambi mencapai 35 derajat celsius. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang.

    Meski cuaca panas, namun masih ada peluang hujan di Jakarta. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada pagi hari.

    Sedangkan wilayah lainnya di Jakarta diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam.  

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang mengguyur mayoritas wilayah di Indonesia pada

    hujan berintensitas sedang hingga lebat berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi.

    Wilayah Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, berpotensi hujan sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 15 hingga 36 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 33 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang.

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota di Indonesia Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota di Indonesia Bakal Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia termasuk Jakarta, diperkirakan hujan pada Minggu (08/09/2024).

    Dilihat dari akun youtube resmi BMKG, hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Banda Aceh, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Mataram.

    Selain itu Kota Tanjung Selor, Samarinda, Makassar, Palu, Kendari, Ambon, Ternate, Manokwari dan Jayapura diprediksi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Palangkaraya, Mamuju, Manado, Jayawijaya dan Nabire.

    Sedangkan Kota Medan berpeluang terjadi hujan lebat. Kota Padang dan Tanjung Pinang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Sorong diprediksi akan dilanda hujan disertai petir.

    Suhu udara rata-rata berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban berkisar antara 43 hingga 100 persen

    Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Banda Aceh, Jambi dan Serang.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Meski musim kemarau tengah berlangsung di beberapa kota, kondisi cuaca hujan disertai petir masih berpeluang terjadi pada Selasa (10/09/2024).

    Salah satunya DKI Jakarta yang berpeluang hujan disertai petir di wilayah Kepulauan Seribu pada pagi hari. Sedangkan wilayah Jakarta Timur dan Selatan berpeluang hujan dengan intensitas ringan.

    Melansir laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), kondisi cuaca hujan disertai petir kembali berpotensi melanda wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada siang hari.

    Pada waktu yang sama, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara berpeluang terjadi hujan ringan. Malamnya, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berawan.

    Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir juga diperkirakan terjadi di sejumlah kota.

    Baca: Banjir bandang landa Ternate, 14 orang meninggal

    BMKG memperkirakan Kota Medan, Tanjung Pinang, Padang, Palembang, Serang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palangkaraya, Mamuju, Palu, Sorong, Nabire dan Jayapura terjadi hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Ternate dan Jayawijaya.

    Selain wilayah Jakarta, hujan disertai petir berpeluang pula melanda Kota Pekanbaru, Lampung, Pangkal Pinang, Jambi, Bengkulu, Bandung, Tanjung Selor dan Samarinda,

    Walaupun beberapa kota diprediksi hujan, namun BMKG mengimbau warga terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah tempat akibat musim kemarau.

    Baca: Indonesia rentan terkena dampak perubahan iklim

    Prakirawan BMKG, Pramudhian menjelaskan wilayah yang mudah terbakar tersebut adalah sebagian kecil Aceh, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua bagian barat dan selatan.

    “Karena itu kami imbau masyarakat yang berada di wilayah-wilayah tersebut untuk berhati-hati saat membakar sampah ataupun lahan dan tidak membuang punting rokok di sembarang tempat untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” imbau Pramudhian.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celisus dengan tingkat kelembaban udara antara 36 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Makassar.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Mayoritas Kota Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Mayoritas Kota Bakal Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memperkirakan hujan berintensitas ringan hingga lebat mengguyur wilayah Jakarta dan sebagian besar kota pada Rabu (11/09/2024).

    Hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi pada pagi hari di wilayah Kepulauan Seribu. Kemudian siangnya hujan ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

    Sedangkan wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Pada malam hari hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Hujan berintensitas sedang diperkirakan akan mengguyur wilayah Jakarta Utara.

    Di waktu yang sama, hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

    Tak hanya Jakarta, wilayah lainnya yang berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat adalah sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan.

    Selain itu sebagian wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah juga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi  mengguyur sebagian wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 40 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Kupang.

     

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota Cerah Berawan

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota Cerah Berawan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memperkirakan mayoritas kota di Indonesia cerah berawan pada Jumat (13/09/2024).

    Meski demikian masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir yang terjadi di sejumlah kota.

    Kota  Medan, Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Denpasar, Kota Tanjung Selor, Mamuju, Ambon, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    BMKG mengimbau warga agar mewaspadai potensi hujan disertai petir Tanjung Pinang, Palembang.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas lebat juga terjadi diwilayah perairan seperti Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, Perairan Barat Sumatera Barat hingga Bengkulu.

    Selain itu wilayah Selat Malaka, Laut Natuna, Laut Cina Selatan, Laut Filipina, Aaut Arafura dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

    Sedangkan untuk Kota Jakarta dan kota lainnya, BMKG memperkirakan cuaca cerah berawan.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat dengan tingkat kelembaban udara 31 hingga 99.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya. Suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Surabaya, Serang, Semarang, Kupang dan Makassar.