Tag: Israel

  • Israel Culik Aktivis Lingkungan Swedia Greta Thunberg dan 10 Orang Lainnya

    Israel Culik Aktivis Lingkungan Swedia Greta Thunberg dan 10 Orang Lainnya

    7cloud.asia – Aktivis lingkungan Swedia Greta Thunberg menyatakan pasukan Israel menculiknya selama misi bantuan ke Gaza

    Dalam sebuah pidato video yang dipublikasikan pada Senin, Greta Thunberg menyerukan tekanan pada Swedia untuk mengupayakan kebebasan seluruh relawan.

    “Kami telah dicegat dan diculik di perairan internasional oleh pasukan Israel atau pasukan yang mendukung Israel. Saya mendesak semua teman, keluarga, dan kawan saya untuk menekan pemerintah Swedia agar membebaskan saya dan yang lainnya sesegera mungkin,” kata Thurnberg dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, yang mengoperasikan kapal tersebut.

    Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa militer Israel menaiki kapal pesiar Madleen, yang ditumpangi Greta Thunberg dan relawan lainnya menuju Jalur Gaza, lalu saluran komunikasi dengan kapal tersebut terputus.

    Otoritas luar negeri Israel kemudian mengatakan bahwa kapal tersebut berlayar menuju ke pantai Negeri Zionis itu, dan bahwa semua penumpang diharapkan untuk kembali ke negara mereka.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri makanan di pusat bantuan

    Israel menuduh Thunberg mencoba melakukan “provokasi media,” tetapi menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang ada di kapal tersebut akan tetap dikirim ke Jalur Gaza melalui saluran kemanusiaan yang ada.

    Selain Greta Thunberg, Madleen yang berbendera Inggris juga membawa sekitar sepuluh relawan pro-Palestina lainnya. Kapal tersebut berlayar ke Jalur Gaza dari Mesir.

    Kapal bantuan Madleen berlayar membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, dicegat pasukan Zionis Israel dan relawannya ditangkap pada Minggu (8/6/2025) demikian menurut Koalisi Freedom Flotilla.

    “SOS! Para relawan di kapal ‘Madleen’ telah diculik pasukan Israel,” menurut organisasi internasional yang menyelenggarakan misi bantuan tersebut melalui Telegram.

    Sementara, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Francesca Albanese yang berkomunikasi dengan nakhoda kapal Madleen mengatakan bahwa saat kapal dicegat Israel, tidak ada relawan yang terluka.

    Baca: Jebakan Gaza Humanitarian Foundation tewaskan puluhan warga Palestina

    “Sang nakhoda meminta saya merekam,” kata Albanese yang mengaku mendengar ucapan tentara Zionis di tengah panggilan dengan nakhoda sebelum sambungan komunikasi terputus.

    “Koneksi saya dengan nakhoda terputus saat ia memberitahu saya bahwa ada kapal lain yang mendekat,” ucap Pelapor Khusus PBB itu.

    Tentara laut militer Zionis Israel menaiki kapal Madleen yang masih berada di perairan internasional, menurut Koalisi Freedom Flotilla yang memastikan komunikasi dengan kapal bantuan tersebut telah terputus.

    Siaran langsung di kapal tersebut memperlihatkan Madleen dikepung kapal-kapal Israel. Tentara Zionis yang menaiki Madleen juga memerintahkan para aktivis mengangkat tangan.

    Otoritas luar negeri Israel menyatakan bahwa angkatan lautnya memerintahkan Madleen mengalihkan jalur dengan dalih bahwa kapal tersebut mendekati apa yang mereka sebut “kawasan terlarang”.

    Baca: Israel kuasai 77 persen wilayah Gaza

    Demi menerobos blokade terhadap Jalur Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah itu, Koallisi Freedom Flotilla meluncurkan misi kemanusiaan terbaru dengan kapal layar sepanjang 18 meter bernama Madleen.

    Menurut organisasi tersebut, kapal Madleen membawa bantuan yang amat mendesak bagi warga Gaza, termasuk susu formula bayi, tepung, beras, popok, perangkat pemurni air, serta pasokan obat-obatan dan alat medis, kruk dan alat prostetik anak-anak.

    Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan San Giovanni Li Cuti di Catania, Pulau Sisilia, Italia Selatan, pada 1 Juni.

    Sebanyak 12 orang yang ikut serta dalam pelayaran tersebut, termasuk 11 aktivis dan seorang jurnalis. Di antara mereka ialah aktivis iklim Swedia Greta Thunberg, anggota Parlemen Eropa Rima Hassan yang berdarah Prancis-Palestina, dan jurnalis Al-Jazeera Mubasher dari Prancis, Omar Faiad.

    Aktivis lainnya yaitu Yasemin Acar dari Jerman, Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi and Reva Viard dari France, Thiago Avila dari Brasil, Suayb Ordu dari Turki, Sergio Toribio dari Spanyol, dan Marco van Rennes dari Belanda.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu-Sputnik-OANA

  • Dukungan yang Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

    Dukungan yang Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Mendukung Perjuangan Rakyat Palestina

    7cloud.asia – Untuk bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina, pemerintah seharusnya terlibat aktif dalam melakukan boikot, divestasi, dan sanksi (Boycott, Divestment, Sanctions/BDS) terhadap Israel.

    Indonesia bisa menekankan economic statecraft—penggunaan instrumen ekonomi seperti perdagangan dan sanksi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri.

    Implementasi BDS mungkin tampak tidak rasional bagi beberapa pihak karena berpotensi menyebabkan ‘bunuh diri’ ekonomi, memantik pengurangan produksi—menyebabkan PHK massal.

    Dalam momentum boikot 2023, misalnya, penjualan beberapa produk yang di-blacklist masyarakat anjlok hingga 15-20 persen.

    Namun, melalui peran pemerintah, potensi dampak buruk karena aksi BDS masih bisa dihindari, bahkan bisa memperkuat ekonomi dan industri Indonesia.

    Ada beberapa langkah dukungan yang bisa ditempuh pemerintah untuk menunjukkan dukungannya pada perjuangan rakyat Palestina

    1. Insentif merek lokal
    Pemerintah bisa memberikan insentif ekonomi pada merek lokal untuk memantik minat masyarakat meninggalkan produk terafiliasi Zionisme.

    Dukungan terhadap brand lokal akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap investasi asing dan memicu pertumbuhan lapangan kerja.

    Untuk meredam risiko ekonomi, pemerintah juga bisa memberi jaring pengaman pada pekerja—bukan perusahaan—yang terdampak boikot.

    2. Mencari negara tujuan ekspor baru
    Dari sisi perdagangan, pemerintah mesti mencari pasar baru dan mempromosikan produk-produk yang tidak lagi diekspor ke Israel.

    Untuk mengurangi impor mesin, perkakas dari logam, serta mesin elektrik dari Israel, pemerintah bisa mencari mitra dagang baru, bahkan mendorong industri dalam negeri untuk mengurangi impor.

    3. Melarang investasi perusahaan pro-Israel
    Ada juga langkah-langkah economic statecraft yang lebih ekstrem melalui mekanisme pasar, proses hukum, atau kebijakan nasional yang sah–jika pemerintah betul-betul serius ingin memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

    Kementerian Investasi, misalnya, bisa membuat daftar hitam perusahaan yang memiliki jejak pelanggaran HAM, terafiliasi Zionisme, dan terlibat penghancuran eksistensi Palestina. Perusahaan yang masuk daftar ini tak boleh berinvestasi di tanah air.

    4. Melarang turis Israel ke Indonesia
    Pada periode 2019 – 2023, tercatat ada kenaikan kunjungan wisatawan Israel hingga 75 persen menjadi sekitar 1.400 orang, sebelum anjlok menjadi 350 orang pada 2024.

    Dalam memboikot hubungan dengan Israel, pemerintah juga bisa menghentikan izin masuk turis berkewarganegaraan Israel ke Indonesia.

    Sebagai gantinya, pemerintah juga harus menggencarkan promosi pariwisata agar lebih banyak turis dari negara lain berkunjung di Indonesia.

    Langkah blacklisting perusahaan maupun individu ini bukanlah hal baru. Amerika Serikat maupun Uni Eropa melakukannya ketika berhadapan dengan kasus pelanggaran HAM.

    5. Pengambilalihan aset perusahaan pro-Israel
    Cara lainnya adalah pengambilalihan aset perusahaan terafiliasi Zionisme oleh BUMN maupun serikat buruh.

    Omar Barghouti—pendiri gerakan BDS—menjelaskan bahwa divestasi tidak hanya terbatas pada pencabutan modal, tetapi dapat mencakup akuisisi strategis terhadap aset perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran HAM atau kolonialisme.

    Tujuannya untuk mengakhiri legitimasi mereka dan memutus arus pendanaan, misalnya melalui pemutusan jaringan royalti waralaba atau lisensi merek.

    Pengambilalihan tak hanya mengurangi pendapatan perusahaan tersebut, tapi menguntungkan BUMN ataupun buruh secara kolektif.

    Pengambilalihan infrastruktur produksi memberi kesempatan kita untuk transfer teknologi dan inovasi produk untuk menaikkan daya saing produk Indonesia. Yang terpenting, masyarakat tak perlu lagi memboikot.

    Ada banyak cara yang bisa ditempuh pemerintah agar sejalan dengan aspirasi masyarakatnya. Persoalannya adalah seberapa serius pemerintah memperjuangkan keberadaan Palestina sebagai negara berdaulat.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Petrus Putut Pradhopo Wening (Dosen, International University Liaison Indonesia)

  • Aksi Boikot Produk Pro-Israel dan Hubungan Gelap Indonesia dengan Israel

    Aksi Boikot Produk Pro-Israel dan Hubungan Gelap Indonesia dengan Israel

    7cloud.asia – Di tengah gelombang solidaritas masyarakat dunia terhadap Palestina, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menyatakan, “ketika Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel, dan juga menjamin kedaulatan serta keamanan Negara Israel”.

    Kalimat ini sungguh rawan ditafsirkan orang sebagai justifikasi Indonesia terhadap upaya Israel melakukan pembersihan etis (ethnic cleansing) warga Palestina di Jalur Gaza.

    Padahal, situasi yang kian memanas di Palestina telah memunculkan berbagai gerakan solidaritas nonkekerasan di seluruh dunia.

    Salah satu langkah yang banyak ditempuh oleh orang-orang Indonesia adalah BDS atau Boycott, Divestment, Sanctions–boikot produk terafiliasi Israel demi memberi tekanan untuk menghentikan penjajahan terhadap rakyat Palestina.

    Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menunjukkan bahwa, dengan dukungan fatwa MUI, aksi boikot telah mengubah perilaku konsumsi warga Indonesia.

    Ini sekaligus menandakan bahwa aksi boikot bukan hanya berlandaskan agama, tetapi juga gerakan sosial ekonomi yang berdampak strategis.

    Baca: Gerakan boikot produk pro-Israel

    Sayangnya, meski teguh mendukung kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, pemerintah Indonesia tidak konsisten dalam menolak eksistensi Israel. Padahal, pemerintah bisa mengambil langkah konkret dan memfasilitasi warga dalam aksi damai seperti BDS.

    ‘Hubungan gelap’ Indonesia-Israel
    Sejak Orde Baru, Indonesia telah menjalin ‘hubungan gelap’ dengan Israel, khususnya dalam bidang militer. Salah satunya adalah pembelian 28 pesawat tempur Skyhawk dan 11 Bel-205 yang disertai dengan pelatihannya.

    Sejak 1983, warga Indonesia juga bisa masuk Israel dengan paspor sipil.

    Hubungan ekonomi Indonesia-Israel berlanjut hingga era Reformasi. BPS mencatat, selama 2014 – 2023, total nilai ekspor Indonesia – Israel mencapai sekitar 1,4 miliar dolar atau sekitar Rp 23 triliun).

    Nilai itu berpuluh kali lipat lebih besar dibandingkan nilai ekspor Indonesia – Palestina hanya sekitar 18,13 juta dolar (sekitar Rp294 miliar).

    Baca: Advokasi buah semangka rakyat Palestina

    Sementara total nilai impor kita dari Israel mencapai sekitar 533,32 juta dolar (Rp8,64 triliun)–sangat jauh dengan impor dari Palestina yang hanya sebesar 9,97 juta dolar (sekitar Rp162 miliar).

    Ironisnya, ketika ethnic cleansing berlanjut, ekspor tahunan Indonesia ke Israel meningkat 10,4 persen menjadi 182,97 juta dolar atau hampir Rp3 triliun pada 2024.

    Tren impor dari Israel ke Indonesia juga serupa: naik drastis dari 21,93 juta dolar (Rp355,4 miliar) menjadi 54,25 juta dolar (Rp879,18 miliar) pada periode yang sama.

    Selain itu, setidaknya terdapat 9 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memasarkan 18 produk dari brand terafiliasi Zionisme, belum termasuk berbagai merek dari perusahaan multinasional lainnya.

    Bentuk afiliasi ini bisa berupa hubungan investasi maupun kerja sama dengan perusahaan asal Israel, operasi pabrik di tanah-tanah yang dirampas, penggunaan produk untuk menggusur permukiman rakyat Palestina

    Termasuk juga terlibat dalam investasi di bidang perlengkapan militer yang dijual ke Israel.

    Baca: Deretan artis yang kena blokir gerakan Blockout2024

    Dengan kata lain, secara tidak langsung Indonesia berperan dalam memberi keuntungan terhadap Israel–yang bisa digunakan untuk melanggengkan penjajahan terhadap Palestina.

    Untuk bersolidaritas dengan perjuangan rakyat Palestina, pemerintah seharusnya terlibat aktif dalam melakukan boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) terhadap Israel.

    Indonesia bisa menekankan economic statecraft—penggunaan instrumen ekonomi seperti perdagangan dan sanksi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri.

    Implementasi BDS mungkin tampak tidak rasional bagi beberapa pihak karena berpotensi menyebabkan ‘bunuh diri’ ekonomi, memantik pengurangan produksi—menyebabkan PHK massal. Dalam momentum boikot 2023, misalnya, penjualan beberapa produk yang di-blacklist masyarakat anjlok hingga 15-20 persen.

    Namun, melalui peran pemerintah, potensi dampak buruk karena aksi BDS masih bisa dihindari, bahkan bisa memperkuat ekonomi dan industri Indonesia.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Petrus Putut Pradhopo Wening (Dosen, International University Liaison Indonesia)

  • Iran Sebut Berhasil Lumpuhkan Pertahanan Israel

    Iran Sebut Berhasil Lumpuhkan Pertahanan Israel

    7cloud.asia – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa selama gelombang serangan rudal terbaru di Israel, mereka sukses dalam menggunakan “metode baru” untuk memaksa sistem pertahanan udara Israel saling menyerang.

    “Selama operasi ini, berkat penggunaan metode dan kemampuan baru dalam intelijen dan peralatan, sistem komando dan kontrol pertahanan multi-level musuh gagal dan mulai saling menyerang,” kata IRGC, seperti dikutip kantor berita Tasnim.

    Sebelumnya pada malam 13 Juni, angkatan bersenjata Israel (IDF) meluncurkan operasi skala besar yang dijuluki Rising Lion, di mana Angkatan Udara Negeri Zionis itu menyerang sejumlah target dan fasilitas militer program nuklir yang dimiliki Iran.

    Angkatan Udara Israel melancarkan beberapa gelombang serangan di berbagai bagian Iran, termasuk Teheran, di mana beberapa pejabat militer senior Iran tewas

    Baca: Iran lancarkan serangan balasan ke Israel

    Di antara yang tewas termasuk kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan komandan IRGC, serta beberapa ilmuwan nuklir.

    Beberapa fasilitas nuklir, termasuk Natanz dan Fordow, dan posisi militer Iran di berbagai bagian negara itu juga terkena serangan.

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam pidato kepada para warga negaranya, menyebut bahwa serangan terhadap Iran sebagai bentuk kejahatan, seraya mengatakan bahwa Israel akan menghadapi “nasib yang pahit dan mengerikan.”

    IRGC menyatakan Republik Islam Iran telah meluncurkan Operasi True Promise III terhadap target militer di Israel sebagai tanggapan atas serangan pasukan Zionis tersebut.

    Sebelumnya, Kementerian Intelijen Iran pada Selasa (10/6/2025) menyatakan telah memperoleh akses ke program rudal Israel dan berencana untuk berbagi beberapa data tersebut dengan kelompok-kelompok anti-Israel.

    Baca: Serangan Israel ke Iran langgar piagam PBB

    Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib menggambarkan dokumen-dokumen tersebut sebagai “harta karun informasi intelijen” yang akan memperkuat potensi daya serang Negeri Para Mullah itu.

    “Bagian lain dari dokumen yang diterima terkait dengan program militer dan rudal (Israel), serta dokumentasi teknis yang terkait dengan proyek-proyek ilmiah dan teknis penggunaan ganda,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

    Kementerian itu mengatakan pula bahwa sebagian besar dokumen tersebut akan digunakan oleh angkatan bersenjata Iran.

    Sementara bagian lainnya akan dibagikan dengan negara-negara sahabat atau akan diberikan kepada organisasi-organisasi dan kelompok-kelompok anti-Israel.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Serangan Iran Menarget Situs Intelijen Militer Israel Bukan Rumah Sakit

    Serangan Iran Menarget Situs Intelijen Militer Israel Bukan Rumah Sakit

    7cloud.asia – Iran menargetkan fasilitas-fasilitas intelijen militer Israel dalam serangannya ke wilayah selatan Israel pada Kamis (19/6/2025) pagi waktu setempat.

    Serangan ini merupakan balasan dari serangan yang diluncurkan Israel dengan target fasilitas nuklir milik Iran pada Jumat (13/6/2025).

    Kantor berita pemerintah Iran, IRNA melaporkan serangan Iran tersebut ditujukan ke markas besar korps telekomunikasi C4I milik tentara Israel dan sebuah fasilitas intelijen.

    Iran tidak menarget rumah sakit seperti yang dilaporkan oleh beberapa media, demikian menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

    Laporan itu menambahkan bahwa rumah sakit yang dimaksud terkena dampak gelombang kejut dari ledakan tersebut.

    Baca: Iran tidak akan menyerah kepada ancaman Trump

    Sebelumnya, beberapa media melaporkan bahwa sebuah rudal Iran menghantam Soroka Medical Center di Kota Beersheba, Israel selatan dan sejumlah pejabat melaporkan tentang “kerusakan yang ekstensif”.

    Media Israel merilis rekaman yang menunjukkan jendela-jendela pecah dan asap hitam pekat. Belum jelas berapa banyak korban dalam serangan tersebut.

    Sementara itu, Israel menyerang fasilitas reaktor air berat (heavy water) Arak milik Iran, demikian laporan televisi pemerintah Iran pada Kamis (18/6/2025)

    Laporan  televisi pemerintah Iran itu juga menyebutkan bahwa fasilitas tersebut telah dievakuasi sebelum serangan menghantam dan tidak ada ancaman kebocoran.

    Israel sebelumnya telah memperingatkan akan adanya potensi serangan terhadap fasilitas tersebut.

    Baca: Iran berhasil lumpuhkan pertahanan Israel

    Sementara dari Washington dikabarkan Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mendukung serangan Israel ke fasilitas nuklir milik Iran.

    Rencana AS untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang paling terlindungi kuat dengan bom penghancur bunker akan berhasil karena mereka memiliki kemampuan tersebut, kata situs berita Axios pada Rabu (18/6/2025), mengutip pejabat AS.

    “Kami akan siap menyerang Iran. Tapi kami belum yakin bahwa kami memang diperlukan,” kata seorang pejabat senior AS kepada Axios.

    “Presiden belum yakin bahwa kami memang diperlukan,” sambungnya.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua-Anadolu

  • Menteri Luar Negeri Negara-negara Arab Gelar Pertemuan Darurat Membahas Ketegangan Iran dan Israel

    Menteri Luar Negeri Negara-negara Arab Gelar Pertemuan Darurat Membahas Ketegangan Iran dan Israel

    7cloud.asia – Para menteri luar negeri (menlu) Liga Arab mengadakan sebuah pertemuan darurat di Istanbul pada Jumat (20/6/2025) untuk membahas ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel.

    Mengutip sumber-sumber diplomatik, kantor berita pemerintah Turki, Anadolu Agency mengatakan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada konsekuensi dari perseteruan baru-baru ini dan potensi dampaknya terhadap stabilitas regional.

    Usai pertemuan tertutup itu, Menlu Yordania Ayman Safadi, yang memimpin sesi tersebut, mengatakan kepada para wartawan bahwa masyarakat internasional harus bertindak untuk mencegah perang skala penuh.

    Baca: Serangan Iran menarget situs intelijen militer Israel

    Ayman juga memperingatkan bahwa perdamaian dan keamanan global berada dalam bahaya akibat ketegangan yang dipicu serangan Israel tersebut.

    “Serangan-serangan harus dihentikan, dan negosiasi harus dimulai untuk mencapai solusi politik atas program nuklir Iran,” ujarnya.

    Dia memperingatkan bahwa kawasan tersebut berada di tepi jurang yang sangat berbahaya dan menghadapi situasi yang sangat genting.

    Baca: Iran-Israel saling serang, Amerika Serikat tutup kedutaannya di Tel Aviv

    Ayman juga menyerukan upaya-upaya internasional untuk menghentikan kekerasan di Gaza dan mengakhiri apa yang disebutnya sebagai agresi Israel.

    Dia menegas bahwa langkah ini sangat penting demi memulihkan ketenangan di Kawasan Timur Tengah.

    Para menteri Liga Arab juga akan menghadiri sidang Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam ke-51 di Istanbul, Turki pada Sabtu- Minggu (21-22/6/2025) ini.

    Ayman berharap pertemuan-pertemuan tersebut akan menghasilkan sebuah sikap bersama untuk menghentikan serangan-serangan Israel terhadap Gaza dan Iran.

    Baca: Iran tidak akan menyerah pada ancaman AS

  • Militer Israel Dilaporkan Mulai Kehabisan Amunisi

    Militer Israel Dilaporkan Mulai Kehabisan Amunisi

    7cloud.asia – Militer Israel dilaporkan mulai kehabisan senjata dan amunisi setelah 12 hari berperang melawan Iran.

    Mengutip sejumlah pejabat AS tanpa menyebutkan nama, NBC News melaporkan pada Selasa (25/6/2025) bahwa Israel mengalami kekurangan sejumlah senjata penting, terutama amunisi.

    Israel telah melancarkan serangan besar-besaran ke Iran sejak 13 Juni lalu dengan tuduhan bahwa Iran menjalankan program nuklir militer secara rahasia.

    Sebagai balasan, Iran meluncurkan “Operation True Promise 3” pada hari yang sama dan menghantam sejumlah target militer di Israel.

    Baca: Iran berhasil lumpuhkan pertahanan Israel

    Iran sendiri sudah membantah mengembangkan program nuklir untuk kepentingan militer.

    Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengaku belum menemukan bukti nyata bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, menurut pernyataan Direktur Jenderal Rafael Grossi pada 18 Juni.

    Di tengah ketegangan Iran-Israel, Amerika Serikat memperkeruh situasi dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran pada (22/6/2025).

    Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar pada Senin (23/6/2025).

    Baca: Amerika Serikat tak akan lanjutkan serangan ke Iran

    Malam harinya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri perang selama 12 hari.

    Pada Selasa (25/6/2025), dia menyatakan bahwa gencatan senjata di antara kedua negara telah resmi berlaku.

    Mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Peter Ford, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa ada kemungkinan besar gencatan senjata akan bertahan meskipun ada pelanggaran.

    Menurut dia, Israel kini kehabisan daya tempur dan lebih membutuhkan perdamaian dibanding Iran.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA

  • Serangan ke Gaza Berlanjut: Puluhan Orang Meninggal Saat Tentara Israel Serang Satu-satunya Kafe yang Masih Bertahan

    Serangan ke Gaza Berlanjut: Puluhan Orang Meninggal Saat Tentara Israel Serang Satu-satunya Kafe yang Masih Bertahan

    7cloud.asia – Setidaknya 95 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di seluruh Gaza, termasuk lebih belasan orang yang putus asa mencari bantuan makanan di lokasi distribusi bantuan yang didukung AS-Israel.

    Dalam serangan tunggal paling mematikan pada itu, jet tempur Israel mengebom sebuah kafe internet dengan pesta ulang tahun anak-anak yang sedang berlangsung, menewaskan sedikitnya 39 orang.

    Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada Al Jazeera, “kami bertekad untuk mencari gencatan senjata yang akan menyelamatkan rakyat kami”, dan menuduh Israel “menyabotase negosiasi”.

    Hampir 40 orang tewas dalam serangan tunggal paling mematikan pada hari Senin (30/6/2025) saat militer Israel tanpa henti menggempur Gaza.

    Baca: Israel gencar luncurkan serangan ke warga Gaza

    Kafe internet dan restoran yang menjadi sasaran, yang sejauh ini bertahan selama lebih dari 20 bulan perang Israel, telah menjadi tempat populer di Gaza yang hancur.

    “Selalu ada banyak orang di tempat itu, yang menawarkan minuman, tempat untuk keluarga, dan akses internet,” kata Ahmad al-Nayrab, 26 tahun, yang sedang berjalan di pantai terdekat ketika mendengar ledakan keras.

    “Itu adalah pembantaian. Itu adalah pemandangan yang mengerikan. Semua orang berteriak.” ujarnya dikutip AlJazeera

    Anak-anak sedang merayakan pesta ulang tahun pada saat serangan itu. Jurnalis Palestina Ismail Abu Hatab termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.

    Baca: Warga Gaza diserang saat mengantri bantuan makanan

    Terpisah, sumber di Rumah Sakit Nasser memberi tahu Al Jazeera bahwa tiga warga Palestina tewas oleh tembakan Israel di dekat pusat distribusi bantuan di utara kota Rafah.

    Sejauh ini setidaknya 11 pencari bantuan telah tewas oleh pasukan Israel di seluruh Gaza sejak pagi.

    Sekitar 600 warga Palestina tewas dan 4.200 terluka saat menunggu makanan di lokasi distribusi bantuan yang dioperasikan oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza yang didukung Israel-AS sejak memulai operasi kontroversialnya pada 27 Mei.

    Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 56.531 orang dan melukai 133.642, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Diperkirakan 1.139 orang tewas di Israel selama serangan 7 Oktober dan lebih dari 200 orang ditawan.

  • Jumlah Korban Tewas Akibat Genosida Israel di Gaza Capai 56.600 Jiwa

    Jumlah Korban Tewas Akibat Genosida Israel di Gaza Capai 56.600 Jiwa

    7cloud.asia – Sedikitnya 56.647 warga Palestina meninggal dunia akibat perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, Selasa (1/7/2025).

    Sebuah pernyataan menyebutkan bahwa 116 jenazah dibawa ke sejumlah rumah sakit dalam 24 jam terakhir, dengan 463 orang luka-luka, menambah jumlah korban luka akibat serangan Israel menjadi 134.105 orang.

    “Banyak korban masih terperangkap di bawah reruntuhan dan di jalanan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka,” imbuh Kementerian tersebut.

    Israel melanjutkan serangannya ke Jalur Gaza pada 18 Maret dan sejak saat itu telah menewaskan 6.315 warga dan melukai 22.064 lainnya.

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Serangan Israel ini melanggar perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang berlaku pada Januari 2025.

    Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

    Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas serbuannya ke wilayah kantong tersebut.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Dalam Dua Bulan Setidaknya 798 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Saat Akses Bantuan

    Dalam Dua Bulan Setidaknya 798 Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Saat Akses Bantuan

    7cloud.asia – Sedikitnya 798 warga Palestina tewas oleh tentara zionis Israel saat mereka mengakses bantuan kemanusiaan di Gaza sejak akhir Mei 2025, lapor Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) pada Jumat (11/7/2025)

    Juru bicara kantor OHCHR mengatakan kepada wartawan bahwa 615 korban di antaranya terbunuh di sekitar pusat distribusi bantuan yang dioperasikan Yayasan Kemanusiaan Gaza sejak 27 Mei, sedangkan 183 lainnya terbunuh di sepanjang rute konvoi bantuan.

    Jumlah korban tewas yang mengkhawatirkan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia atas mekanisme distribusi yang saat ini berlaku di Gaza.

    Awal Juli ini sebanyak 169 organisasi kemanusiaan menyerukan diakhirinya sistem distribusi bantuan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza.

    Mereka mengutip laporan bahwa warga Palestina ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel saat menunggu bantuan di dekat lokasi yayasan tersebut.

    Baca: Israel berencana pindahkan paksa warga Gaza ke kamp konsentrasi

    Organisasi-organisasi itu mendesak agar pendistibusian bantuan kembali ke mekanisme yang dipimpin PBB, yang beroperasi di Gaza hingga Maret, ketika Israel memperketat blokadenya di wilayah tersebut.

    Bantuan kemanusiaan ke Gaza mulai diizinkan masuk secara bertahap sejak akhir Mei, namun didistribusikan melalui yayasan tersebut. Banyak kelompok bantuan internasional menolak bekerja sama karena hubungannya dengan otoritas Israel.

    Melalui pernyataan bersama, organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan itu mengkritik Yayasan Kemanusiaan Gaza karena mengambil alih proses distribusi bantuan.

    Dalam pernyataannya, organisasi bantuan kemanusiaan memperingatkan bahwa operasi mereka telah menyebabkan kondisi berbahaya dan mematikan bagi warga sipil.

    Penandatangan pernyataan tersebut meliputi organisasi dari Eropa, AS dan Israel, yang bergerak di bidang bantuan makanan dan medis, pembangunan serta hak asasi manusia (HAM).

    Baca: Gaza alami genosida terkejam sepanjang sejarah Palestina

    Sementara Kantor Media Pemerintah di Gaza, menyebut blokade total Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung 103 hari sejak Maret 2025 telah membunuh setidaknya 67 orang anak di wilayah kantong Palestina itu karena kelaparan.

    Dalam pernyataan yang dirilis Sabtu (12/7/2025) jumlah anak yang mati kelaparan akibat blokade Israel itu dapat meningkat drastis karena sekitar 650.000 anak balita di Gaza saat ini menghadapi kekurangan gizi akut

    Kondisi ini mengancam jiwa dalam beberapa pekan ke depan akibat pelarangan terhadap masuknya pasokan pangan, obat-obatan dan bahan bakar.

    “Saat ini mesin pembunuh itu bernama kelaparan bukan lagi bom,” kata kantor media pemerintah tersebut menggambarkan pengepungan yang sedang berlangsung terhadap Gaza itu sebagai “bentuk hukuman kolektif paling ekstrem dalam sejarah modern.”

    Kantor media tersebut lebih lanjut mengatakan “puluhan kematian tambahan telah tercatat hanya dalam tiga hari terakhir saja, karena militer Israel terus memblokir masuknya tepung, susu formula bayi, serta persediaan nutrisi dan medis penting.”

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina

    Saat ini, sekitar 1,25 juta warga Gaza menderita kelaparan parah. Sementara 96 persen penduduk, termasuk lebih dari sejuta orang anak menderita kerawanan pangan akut, kata kantor tersebut.

    Kantor tersebut menyatakan Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas “kampanye kelaparan sistematis dan terorganisir” ini.

    Para pendukung Israel yang disebut sebagai negara penjajah ini pun patut dipersalahkan secara hukum dan moral atas dukungan atau sikap diam mereka.

    “Kami peringatkan; ini adalah hukuman mati massal yang terbentang di depan mata dunia,” kata kantor tersebut. “Intervensi internasional segera bukanlah pilihan, ini masalah hidup atau mati.”

    Sumber: Antaranews.com/WAFA-Anadolu