Tag: hujan

  • Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Menekan Potensi Bencana di Jawa Tengah dan Jawa Barat

    Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Menekan Potensi Bencana di Jawa Tengah dan Jawa Barat

    7cloud.asia – Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem pada puncak musim hujan tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.

    Operasi modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengurangi potensi bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem lainnya dengan memanfaatkan teknologi penyemaian garam di awan comulonimbus untuk mengendalikan curah hujan.

    Dengan modifikasi cuaca diharapkan intensitas hujan dapat dikendalikan sehingga banjir serta tanah longsor bisa dicegah.

    Indikator keberhasilan operasi modifikasi cuaca ini bisa dilihat dari adanya pengurangan curah hujan yang signifikan di wilayah target pada 11 Desember hingga 14 Desember 2024.

    Sebelumnya, BNPB bersama dengan BMKG dan BPBD telah mengadakan briefing mendalam untuk memastikan langkah-langkah yang diambil tepat sasaran.

    Baca: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah

    Berdasarkan prediksi Global Forecast System (GFS), wilayah Jawa Tengah, khususnya daerah seperti Demak, Blora, Salatiga, dan Banjarnegara, diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas 14-32 milimeter per hari.

    BMKG mengidentifikasi potensi curah hujan yang tinggi di wilayah Jawa Tengah, dengan intensitas yang bisa mencapai 50-120 mm per hari.

    Untuk menanggulangi hal ini, OMC difokuskan di wilayah laut utara Jawa Tengah untuk mempengaruhi awan yang bergerak ke arah daratan, menghindari hujan lebat yang bisa meningkatkan risiko bencana banjir dan longsor.

    Pada Sabtu (14/12/2024), tim OMC melakukan lima sorti penerbangan dengan pesawat Cessna Caravan 208B yang berangkat dari Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani, Semarang (Posko OMC di Jawa Tengah).

    Penyemaian awan ini berhasil mengurangi risiko hujan intens di daerah-daerah seperti Jepara, Pati, Kudus, Demak, dan Semarang, yang semula diprediksi akan mengalami curah hujan hingga 50-120 mm/hari.

    Baca: Cuaca Ekstrem picu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah 

    Berkat modifikasi cuaca, curah hujan di wilayah tersebut turun menjadi hanya 5-20 mm/hari, yang berarti pengurangan curah hujan sekitar 70 persen.

    Dampak positif ini diharapkan dapat menurunkan potensi bencana banjir dan longsor di wilayah tersebut.

    Modifikasi cuaca juga dilaksanakan di wilayah Jawa Barat pada Sabtu (14/12/2024) untuk menangani potensi bencana hidrometeorologi yang meliputi banjir, gelombang ekstrem, dan tanah longsor.

    Operasi ini berhasil mengurangi intensitas hujan di wilayah rawan bencana seperti Sukabumi dan Cianjur. Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan yang diprediksi di wilayah tersebut awalnya 70 hingga 150 mm/hari, berkurang menjadi 5 hingga 30 mm/hari.

    Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat ini difokuskan di wilayah selatan Sukabumi dan daerah rawan bencana lainnya, dengan tujuan mengurangi intensitas curah hujan yang dapat memicu bencana.

    Operasi modifikasi cuaca terbukti efektif dalam mengurangi curah hujan yang berisiko menyebabkan bencana banjir dan longsor.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota di Jawa Tengah dan DIY

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota di Jawa Tengah dan DIY

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dirilis di laman resminya menyebut, hujan lebat masih berpotensi mengguyur sejumlah daerah pada Selasa (17/12/2024).

    Dikutip dari meteo.bmkg.go.id, beberapa wilayah yang perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat adalah sebagian Sumatera, sebagian Pulau Jawa, Nusa Tenggara dan Sulawesi.

    Wilayah Sumatera yang berpotensi diguyur hujan lebat adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

    Baca: Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

    Sedangkan wilayah Indonesia timur yang berpotensi diguyur hujan lebat adalah Maluku Utara, Maluku dan Papua.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sebagian besar Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

    Baca: BNPB lakukan modifikasi cuaca di Jawa Tengah dan Jawa Barat

    Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali dan sebagian besar provinsi di Kalimantan seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang

    Hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi terjadi di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat

    Dalam prospek mingguan yang dirilisnya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertaikilat/petir dan angin kencang, akan terjadi selama periode 17-23 Desember 2024. 

    Baca: Bencana Hidrometeorologi Akibat Cuaca Ekstrem di Banten Tewaskan 9 Orang

    Guna menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat menerapkan langkah-langkah berikut ini:

    1. Mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan

    2. Membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir

    3. Menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana serta mempersiapkan perlengkapan darurat

    4. Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota di Sulawesi Selatan

    Cuaca Hari Ini: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota di Sulawesi Selatan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dilansir dalam keterangan resminya mengungkap hujan lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah pada Rabu (18/12/2024).

    Dalam keterangannya, BMKG menyebut kondisi cuaca hujan lebat itu disebabkan karena dinamika atmosfer yang menyebabkan peningkatan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama di barat, selatan, dan timur.

    Data BMKG menunjukkan, sekitar 19 persen wilayah Indonesia sudah memasuki puncak musim hujan pada Desember 2024.

    BMKG menyampaikan, angin monsun dari Benua Asia yang ditandai dengan nilai indeks monsun asia yang signifikan. Di samping itu, adanya Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini masih berada di fase 5 dan aktif bergerak melintasi wilayah Indonesia dari tengah ke timur.

    Baca: Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil Menekan Potensi Bencana

    Faktor berikutnya adalah gelombang rossby, kelvin, dan low frequency yang masih aktif di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Kombinasi fenomena-fenomena tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan secara intensif di beberapa wilayah Indonesia, termasuk sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi bagian selatan, Bali-Nusa Tenggara, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.

    Adapun wilayah yang berpotensi dilanda hujan sangat lebat adalah Bengkulu dan Sulawesi Selatan

    Sedangkan wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat adalah Sumatera Utara Lampung Banten Jawa Barat Jawa Timur Nusa Tenggara Barat (NTB) Nusa Tenggara Timur (NTT) Maluku dan Papua.

     

    Baca: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah sepekan ini

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sebagian besar Pulau Sumatera yakni Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan.

    Hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi terjadi di Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali.

    Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat juga berpotensi diguyur hujan sedang.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Sulawesi Selatan

    Cuaca Hari Ini: Hujan Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Sulawesi Selatan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca menyebut, hujan berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (19/12/2024).

    Dilansir akun Instagram resmi BMKG, Rabu (18/12/2024), hujan ringan diprakirakan akan turun di Gorontalo.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah antara lain Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, dan Papua Barat.

    Hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan akan mengguyur 17 wilayah Indonesia di antaranya Banten, Bali, NTT, NTB, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

    Berikut wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan lebat pada Kamis 19 Desember 2024.

    Wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan:
    Gorontalo

    Wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang:
    Aceh
    Sumatera Barat
    Riau
    Jambi
    Kepulauan Bangka Belitung
    DKI Jakarta
    DI Yogyakarta
    Jawa Timur
    Kalimantan Tengah
    Kalimantan Selatan
    Kalimantan Timur
    Kalimantan Utara
    Sulawesi Utara
    Sulawesi Tengah
    Sulawesi Tenggara
    Papua Barat

    Wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas lebat:
    Sumatera Utara
    Kepulauan Riau
    Sumatera Selatan
    Bengkulu
    Lampung
    Banten
    Jawa Barat
    Jawa Tengah
    Bali
    Nusa Tenggara Barat
    Nusa Tenggara Timur
    Kalimantan Barat
    Sulawesi Barat
    Maluku Utara
    Maluku
    Papua

    Wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas sangat lebat:
    Sulawesi Selatan

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur 14 Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Berpotensi Guyur 14 Wilayah Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca menyebut hujan ringan hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia untuk Jumat (20/12/2024).

    Prakiraan cuaca ini mengacu pada keluaran model Digital Forecast BMKG dan bersifat secara umum pada tingkat kecamatan.

    Mengutip prakiraan cuaca yang dirilis di akun Instagram resmi BMKG, Kamis (19/12/2024), hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan akan mengguyur 14 wilayah Indonesia di antaranya Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Barat, dan Jawa Timur.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah antara lain DIY, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Gorontalo.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    Selengkapnya, berikut wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga ekstrem pada Jumat 20 Desember 2024:

    Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah:
    Gorontalo

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah:
    Sumatra Barat
    Riau
    Jambi
    Kepulauan Bangka Belitung
    Sumatera Selatan
    Lampung
    Banten
    Jakarta
    Jawa Barat
    DI Yogyakarta
    Nusa Tenggara Timur
    Kalimantan Tengah
    Kalimantan Timur
    Sulawesi Utara
    Sulawesi Tengah
    Sulawesi Tenggara
    Maluku Utara
    Maluku
    Papua Barat

    Hujan lebat berpotensi terjadi di wilayah:
    Aceh
    Sumatra Utara
    Kepulauan Riau
    Bengkulu
    Jawa Tengah
    Jawa Timur
    Bali
    Nusa Tenggara Barat
    Kalimantan Barat
    Kalimantan Selatan
    Kalimantan Utara
    Sulawesi Barat
    Papua

    Hujan sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah:
    Sulawesi Selatan

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Beberapa Kota di Indonesia Bakal Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Jakarta dan Beberapa Kota di Indonesia Bakal Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir atau angin kencang masih melanda beberapa kota di Indonesia pada Senin (23/12/2024), salah satunya Jakarta.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada pagi hari.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian pada siang hari hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

    Wilayah Kepulauan Seribu berpotensi terjadi hujan disertai petir pada siang hingga malam hari. Sementara wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Baca: Curah hujan yang tinggi dapat memicu banjir besar di Jakarta seperti tahun 2020

    Selain wilayah Jakarta, hujan disertai petir berpotensi pula melanda Kota Jambi, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang dan Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Palu, Makassar, Sorong dan Jayawijaya.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Mamuju, Kendari, Ternate, Nabire dan Jayapura.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 53 hingga 99 persen.

    Baca: Jelang Natal, BMKG imbau masyarakat waspada Cold Surge

    Suhu terendah diprediksi akan dirasakan warga yang berada di Kota Jayawijaya. Sementara warga yang berada di Kota Semarang, Surabaya dan Gorontalo diprediksi akan merasakan suhu tertinggi.

    Tinggi gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Namun BMKG mengimbau masyarakat waspada dengan gelombang dalam kategori tinggi antara 2,5 hingga 4 meter di perairan Pulau Enggano, perairan barat Aceh hingga Lampung.

    Selain itu, gelombang tinggi diprediksi terjadi di Samudera Hindia barat Aceh hingga Lampung, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Samudera Hindia selatan Banten hingga Pulau Sumba, Selat Sunda bagian barat dan selatan serta Laut Natuna Utara.   

     

  • BMKG Akui Musim Hujan Tahun Ini Berbeda

    BMKG Akui Musim Hujan Tahun Ini Berbeda

    7cloud.asia – Musim hujan melanda hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Namun, musim hujan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Banyak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024 di Surabaya, menjelaskan kondisi ini karena Indonesia tengah mengalami La Nina Lemah.

    La Nina adalah fenomena iklim global yang akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya.

    Baca: BMKG imbau masyarakat waspada cold surge

    “Tahun lalu yang terjadi adalah El Nino dan bersifat kering, sementara tahun ini adalah La Nina Lemah. Hal inilah yang menjadi booster pertumbuhan awan-awan hujan sehingga intensitas dan volume hujan meningkat. Bagi Indonesia, fenomena ini menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir sebagian besar wilayah yang berkisar 20 – 40 persen,” jelas Dwikorita.

    Selain itu, posisi Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, saat ini dikepung oleh bibit siklon yang mengakibatkan angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem.

    Faktor lainnya adanya dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi melanda Jakarta

    “Saat ini Indonesia sendiri tengah berada di puncak musim penghujan. Kondisi ini ditambah La Nina serta kombinasi aktif Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta konvektif lokal di wilayah barat, selatan dan tengah Indonesia memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat di berbagai daerah,” paparnya.

    Mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini menjelaskan sejak Bulan November lalu, BMKG terus mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi.

    Selain mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana, BMKG juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan juga pemerintah daerah.

    Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan potensi bencana hidrometeorologi yang bisa datang sewaktu-waktu.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir mengguyur mayoritas kota di Indonesia pada Selasa (24/12/2024).

    Dalam akun youtube resminya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Palembang.

    Kondisi cuaca serupa juga terjadi di Kota Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Kendari, Sorong, Nabire dan Ambon.      

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Bengkulu, Tanjung Selor, Makassar, Ternate dan Jayawijaya.  

    Kemudian Kota Mamuju berpotensi diguyur hujan lebat.  Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Yogyakarta, Banjarmasin, Samarinda, Manado, Palu, Jatapura dan Merauke

    Untuk wilayah Jakarta, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada pagi hari serta wilayah lainnya diperkirakan berawan.

    Selanjutnya siang hari hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan wilayah lainnya diperkirakan berawan. Lalu pada malam hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan.  

    Suhu udara di Indonesia berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 64 hingga 99 persen.

    Masyarakat yang berada di Kota Jayawijaya diprediksi akan merasakan suhu terendah. Suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Pontianak.  

  • Perkiraan Puncak Musim Hujan di Jatim Februari 2025, Ini Mitigasi yang Dilakukan BMKG

    Perkiraan Puncak Musim Hujan di Jatim Februari 2025, Ini Mitigasi yang Dilakukan BMKG

    7cloud.asia – Puncak musim hujan di Jawa Timur (Jatim) diprediksi terjadi pada Februari 2025 mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan berbagai upaya mitigasi bencana.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan seluruh wilayah di Jawa Timur kini telah memasuki musim hujan dengan puncak musim hujan diprakirakan terjadi di Bulan Februari 2025.

    Prakiraan curah hujan sepanjang Desember 2024 – Januari 2025, wilayah Jawa Timur umumnya berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi (201- >500mm) dengan sifat hujan normal hingga atas normal.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem di Jawa Timur hingga Januari 2025

    Karena itu, masyarakat di Jawa Timur harus bersiap menghadapi potensi banjir, sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami tanah bencana longsor, gelombang tinggi, serta banjir rob.

    “Kepada masyarakat kami mengimbau untuk senantiasa mengecek prakiraan cuaca lewat aplikasi InfoBMKG secara berkala. Peringatan dini cuaca akan disampaikan, sepekan dan diulang tiga hari sebelum kejadian, bahkan hingga tiga jam sebelum kejadian cuaca ekstrem,” terang Dwikorita di Surabaya beberapa waktu lalu.

    BMKG juga melakukan berbagai upaya mitigasi bencana diantaranya melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah Jawa Timur, dan stakeholder.

    Baca: BMKG ajak masyarakat waspada cold surge, apa itu?

    Operasi ini lanjut Dwikorita, telah dimulai sejak 18 Desember lalu dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B-EX untuk menebarkan bahan penabur di awan guna memicu hujan di lokasi yang lebih aman.

    Tujuannya untuk mengendalikan curah hujan selama puncak musim hujan di zona rawan bencana.

    Selain itu, BMKG juga memastikan kesiapan alat pemantau cuaca seperti Automatic Weather Observing System (AWOS), Low Level Windshear Alert System (LLWAS), dan Marine Automatic Weather Station (MAWS) untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem di Jawa Timur.

    Baca: Banjir besar seperti tahun 2020 berpotensi terulang di Jakarta

    AWOS berperan penting dalam memantau kondisi cuaca di Bandara Juanda, khususnya untuk keselamatan penerbangan. LLWAS mendeteksi potensi windshear atau geser angin berbahaya yang dapat mengganggu penerbangan.

    Sedangkan MAWS untuk memantau cuaca maritim di Pelabuhan Tanjung Perak, memastikan keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas pelabuhan.

    “Ini merupakan upaya BMKG untuk menjaga masyarakat selamat dalam setiap penerbangan maupun pelabuhan, terutama dari ancaman bahaya cuaca ekstrem, mohon doanya agar kita semua dapat menjalankan tugas dengan seksama, cermat, cepat, tepat, serta akurat,” tutupnya.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Indonesia Bakal Hujan

    7cloud.asia – Hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sebagian besar kota di Indonesia pada Kamis (26/12/2024).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Padang, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung.

    Selain itu Kota Serang, Bandung, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Kendari, Ternate, Sorong dan Manokwari juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Denpasar, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Bengkulu, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Tanjung Selor, Palangkaraya, Samarinda, Manado dan Merauke.

    Untuk wilayah Jakarta, hampir seluruh wilayah diprediksi berawan dari pagi hingga malam hari. Hanya wilayah Jakarta Selatan yang berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Suhu udara rata-rata di Indonesia berkisar antara 16 hingga 33 dearajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 62 hingga 99 persen.

    Masyarakat yang berada di Kota Jayawijaya diprediksi akan merasakan suhu terendah sedangkan suhu tertinggi diprediksi akan terjadi di Kota Gorontalo.

    Tinggi gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang laut antara 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung.

    Gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di perairan barat Lampung, Samudera Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Sunda di bagian barat dan selatan dan Laut Natuna utara.