7cloud.asia – Hujan deras mengakibatkan banjir dan genangan air di sejumlah titik di Jakarta, sehingga memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah wilayah Jakarta pada Senin (12/1/2026) pagi.
Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan layanan bus Transjakarta pada beberapa koridor dan rute yang melintasi area terdampak.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM menyampaikan, keterlambatan terjadi pada Koridor 5, 7, 9, dan 10.
Selain itu, sejumlah rute seperti 5C, 7C, 7D, 7P, 7W, 9A, 9C, B41, dan D11, serta beberapa rute mikrotrans juga terdampak akibat kondisi lalu lintas yang padat.
“Transjakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta berhati-hati di perjalanan,” ujarnya.
Informasi terkini terkait layanan dapat dipantau melalui aplikasi TJ: Transjakarta maupun media sosial resmi Transjakarta.
Baca: Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Jakarta untuk periode 11 hingga 13 Januari 2026.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama potensi genangan dan banjir.
“Pentingnya kesiapan individu dan keluarga, seperti membawa payung atau jas hujan serta menyiapkan tas siaga bencana saat beraktivitas,” ujar Isnawa Adji, Senin (12/1/2026).
BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk aktif memantau kondisi lingkungan sekitar. Informasi tinggi muka air dapat diakses melalui laman bpbd.jakarta.go.id atau ppdb.jakarta.go.id/waterlevel.
Sementara laporan genangan atau banjir dapat disampaikan melalui aplikasi JAKI. Selain itu, pembaruan informasi banjir tersedia di situs pantau banjir.jakarta.go.id.
Baca: Penurunan muka tanah dan perubahan iklim perburuk banjir di Jakarta
“BPBD DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem tersebut,” tandasnya.
Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengajak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum (Transum) guna menekan angka kemacetan di ibu kota, terlebih saat musim hujan seperti saat ini.
Pramono menegaskan, integrasi transportasi di Jakarta saat ini sudah semakin baik guna mempermudah mobilitas warga. Apalagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah memberikan layanan gratis transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat tertentu.
“Saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya, harapan saya apalagi digratiskan mereka mau dan bersedia naik transportasi umum,” ujar Pramono di Waduk Cilangkap Batu Licin, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, kesediaan warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal menjadi kunci utama dalam menurunkan kepadatan lalu lintas secara signifikan.
“Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” kata dia.









