Tag: Covid – 19

  • Kemenkes Catat 72 Kasus Covid 19 di Indonesia Sepanjang 2025

    Kemenkes Catat 72 Kasus Covid 19 di Indonesia Sepanjang 2025

    7cloud.asia – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan sebanyak 72 kasus positif Covid 19 di Indonesia sejak Januari-Mei 2025. Kasus ini dideteksi dari hasil pemeriksaan terhadap ribuan spesimen.

    Sebanyak 15 orang yang dinyatakan positif Covid 19 pada 2025 berasal dari Jakarta Selatan

    Juru bicara Kemenkes, Widyawati, mengatakan ada 2.160 spesimen yang diperiksa sejak Januari-Mei 2025. Sebanyak 2.088 spesimen dinyatakan negatif Covid 19 dan 72 spesimen dinyatakan positif. Dia memastikan tidak ada korban jiwa atas temuan kasus ini.

    “Jumlah kasus terlapor M22 (25-31 Mei) adalah sebanyak 7 kasus,” menurut laporan data dari Kemenkes yang disampaikan Jubir Kemenkes Widyawati, Selasa, 3 Juni 2025.

    Baca: Epidemiolog UI ingatkan kasus Covid 19 berpotensi meningkat

    Pada 2025, positivity rate tertinggi ada di minggu epidemiologi ke-19, yakni sebesar 3,62 persen. Kasus tertinggi tercatat di minggu ke-19, yang terjadi di Jakarta, Banten, dan Jawa Timur.

    Meski demikian, transmisi penularannya masih relatif rendah, dan angka kematiannya juga rendah.

    Situasi covid-19 di Indonesia hingga saat ini menunjukkan tren penurunan kasus konfirmasi mingguan dari 28 kasus pada minggu ke-19 menjadi tiga kasus pada minggu ke-20 (positivity rate 0,59 persen), dengan varian dominan yang beredar adalah MB.1.1.

    Memasuki minggu ke-12 pada 2025 sampai dengan saat ini, Covid 19 menunjukkan peningkatan di beberapa kawasan Asia. Yaitu, Thailand, Hongkong, Malaysia, maupun Singapura.

    Baca: Covid 19 kembali merebak di kawasan ASEAN

    Varian yang tersebar di beberapa negara Asia meliputi:
    – XEC dan JN.1 di Thailand
    – LF.7 dan NB.1.8 di Singapura
    – JN.1 di Hong Kong
    – XEC di Malaysia.

    Di tengah meningkatnya kasus Covid 19, masyarakat diimbau kembali menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, agar dapat menurunkan risiko paparan.

    Kemenkes juga sudah mengeluarkan Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19. Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 Tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus Covid-19 itu berisi situasi covid-19 di berbagai negara saat ini.

    “Varian covid-19 dominan yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, di Singapura LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1, dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1),” bunyi surat edaran yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami, dikutip Minggu, 1 Juni 2025.

  • Covid-19 di India Melonjak, 564 Kasus Baru dan 7 Orang Meninggal dalam 24 Jam

    Covid-19 di India Melonjak, 564 Kasus Baru dan 7 Orang Meninggal dalam 24 Jam

    7cloud.asia – Covid-19 di India melonjak dalam 24 jam terakhir. Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga mencatat dalam 24 jam sebanyak 564 kasus baru dan 7 orang meninggal.

    Melansir Indian Express, Kamis (05/06/2025) sebanyak 7 orang yang meninggal tersebut berasal dari negara bagian Maharashtra 3 orang, Delhi dan Karnataka masing-masing 2 orang.

    Mereka yang meninggal ini umumnya menderita komplikasi kesehatan. Salah satunya seorang bayi berusia lima bulan yang mengalami komplikasi kesehatan yang kompleks.  

    Adanya kasus baru ini, maka kasus Covid-19 di India naik hingga hampir menjadi 5000 orang.  Kasus tertinggi COVID-19 di India dilaporkan dari Kerala dengan jumlah 1487 kasus.

    Baca: Kasus Covid-19 di Indonesia berpotensi meningkat

    Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga mencatat varian virus yang beredar di India adalah LF.7, XFG, NB. 1.8.1., dan JN.1. Varian NB. 1.8.1. merupakan subvarian yang baru-baru ini ditemukan di India.

    Kelompok Penasihat Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah menetapkan subvarian ini ‘Dalam Pemantauan’ atau varian dengan perubahan signifikan, namun dampak epidemiologisnya belum jelas.

    Sama seperti virus lainnya, SARS-CoV-2 terus bermutasi. Beberapa varian baru mungkin menyebar lebih mudah sehingga dapat memicu adanya lonjakan kasus baru.

    Meningkatnya kasus Covid-19 disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya perlindungan vaksinasi yang menurun. Sehingga membuat orang menjadi rentan terinfeksi ulang.