Tag: film

  • Begini Tanggapan Tiga Paslon Capres-Cawapres Soal Film Dirty Vote

    Begini Tanggapan Tiga Paslon Capres-Cawapres Soal Film Dirty Vote

    7cloud.asia – Film dokumenter Dirty Vote yang dirilis Minggu (11/2/2024) atau hari pertama masa tenang Pemilu 2024 menuai kontroversi.

    Di satu sisi, Dirty Vote yang memotret kecurangan di Pemilu 2024 mulai proses di Mahkamah Konstitusi yang diduga melibatkan Presiden Jokowi ini menuai apresiasi.

    Di sisi lain, Dirty Vote dituding sengaja dirilis untuk menggembosi paslon capres-cawapres nomor urut 2 yang secara kasat mata mendapat dukungan dari Jokowi.

    Lantas bagaimana tanggapan tiga paslon capres-cawapres terkait Dirty Vote yang diproduksi WatchDoc dan telah disaksikan lebih dari 6 juta kali ini?  

    Baca: Begini penjelasan sutradara film Dirty Vote

     

    Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut film Dirty Vote bisa menjadi alat pembelajaran politik bagi Indonesia untuk mengantisipasi kecurangan dalam proses pemilu dan pilpres.

    Ia sendiri mendukung penayangan film ini. Sebab, film ini berangkat dari kajian akademik dan menjadi refleksi pentingnya mengedepankan etika dalam dunia politik.

    Cak Imin mengakui, baru kali ini ada film akademik, etik, moral ditonton sebanyak itu dalam waktu yang singkat.

    “Kayak film hiburan. Ini menarik sekali lah, harus jadi pelajaran semua. Kalau bikin film mencerdaskan, sangat-sangat laku ternyata,” ujar Muhaimin di Jombang, Jawa Timur, Senin (12/1/2024).

    Baca: Pakar bilang Jokowi sudah bisa dimakzulkan  

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, kecurangan dalam pesta demokrasi sudah seharusnya tidak terjadi.

    Menurutnya, harga yang harus dibayar bangsa ini atas kecurangan itu akan sangat besar.

    Apalagi jika dibandingkan dengan anggaran yang sudah digelontorkan oleh negara untuk menyelenggarakan pemilu dan pilpres 2024.

    “Kalau terjadi kecurangan, kelihatan curang itu ya sebaiknya jangan dilihat sebagai legitimasi, (karena) menjadi tidak legitimate hasil pemilu. Maka hancur semua selama lima tahun kita,” tegas dia.

    Baca: Jokowi dan Ibu Iriana dilaporkan ke Bawaslu

    Senada, Tim Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis berharap tidak ada pihak yang baper atas film Dirty Vote.

    Todung menilai, Dirty Vote merupakan suguhan pendidikan politik untuk masyarakat, sehingga sudah sepatutnya tidak ada yang keberatan atas film ini dengan melapor ke pihak berwenang.

    “Jadi jangan baper lah, itu saja yang mau saya bilang. Dan jangan sedikit-dikit melapor ke kepolisian. Ini kan tidak sehat buat kita sebagai bangsa. Tidak mendidik buat kita sebagai bangsa kita,” kata Todung di Jakarta, Minggu (11/2/2024).

    Todung menyebut film tersebut pada intinya tak ada informasi yang baru. Pasalnya, dugaan kecurangan sudah banyak dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

    Baca: Koalisi Pemilu Bersih kritik Jokowi

    Kecurangan itu mulai dari keterlibatan kepala desa mendukung salah satu paslon hingga politisasi bantuan sosial (bansos) di tengah masa kampanye.

    “Jadi apa yang ditulis atau dibuat dalam film tersebut itu tidak ada yang baru sama sekali. Dan, mengingatkan kita bahwa pelanggaran dan potensi pelanggaran itu sangat masif terjadi di Indonesia,” ungkap Todung.

    Ia juga menegaskan film tersebut sama sekali tidak mendiskreditkan penyelenggara pemilu. “Menurut saya tidak tepat sama sekali,” ujarnya. 

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Habiburokhman menegaskan film Dirty Vote berisi informasi fitnah yang diarahkan ke pasangan Prabowo-Gibran.

    Baca: Diduga gunakan fasilitas negara untuk kampanye, Prabowo dilaporkan ke KPU

    Karena itu, ia mempertanyakan kebenaran pernyataan pakar-pakar hukum yang terlibat di film itu.

    “Sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif, dan sangat tidak ilmiah,” kata Habiburokhman, dikutip dari siaran pers. 

    Habiburokhman menilai film Dirty Vote sengaja dibuat untuk mendegradasi penyelenggaraan Pemilu 2024. Dia menilai tuduhan-tuduhan yang disampaikan dalam film tersebut tak berdasar.

    Habiburokhman juga mengatakan, saat ini masyarakat semakin pintar menyikapi fitnah. Berdasarkan fakta di lapangan dan hasil survei terkini, mayoritas publik faham dengan apa yang telah dikerjakan pemerintahan Presiden Jokowi. 

    Baca: Mungkinkah Gibran didiskualifikasi

    Meski film Dirty Vote menyampaikan fakta-fakta yang telah ditulis oleh sejumlah media, Habiburokhman menilai film ini menyampaikan informasi yang tidak argumentatif, tendensius, untuk menyudutkan pihak tertentu.

    “Saat ini saya lihat rakyat begitu antusias dengan apa yang disampaikan Pak Prabowo soal melanjutkan segala capaian pemerintahan yang ada sekarang ya,” sambungnya.

    Sumber: Kompas.com

     

     

  • Bikin Film Yang Tak Pernah Hilang, Ini Harapan Dandik Katjasungkana

    Bikin Film Yang Tak Pernah Hilang, Ini Harapan Dandik Katjasungkana

    7cloud.asia – Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) besama #kawanhermanbimo menggelar grand lauching pemutaran film dokumenter  berjudul “Yang Tak Pernah Hilang”.

    Film Yang Tak Pernah Hilang ini merupakan film dokumenter yang menceritakan sosok dua mahasiswa Surabaya, Petrus Bima dan Herman yang hilang saat pecahnya gerakan Reformasi Mei 1998.

    Ketua IKOHI Jawa Timur, Dandik Katjasungkana mengatakan, pembuatan film Yang Tak Pernah Hilang ini merupakan bagian dari upaya untuk mendesak pemeritah agar menyelesaikan kasus ini.

    Menurut Dandik, penyelesaian kasus ini bergantung pada itikad baik pemerintah untuk menyelesaikannya, karena sejak 2009 telah ada empat rekomendasi yang dikeluarkan DPR  sebagai payung hukum dan politik.

    Dandik tidak menampik peluncuran film Yang Tak Pernah Hilang ini akan memunculkan dugaan terkait kontestan pemilu.

    Baca: Tentang film Yang Tak Pernah Hilang

    Namun, kata Dandik, film ini tidak terkait dengan pemilu karena merupakan upaya menghidupkan kembali ingatan tentang kawan yang hilang dan tidak adanya upaya untuk mengungkap keberadaan mereka hingga kini.

    “Film ini tidak ada kaitannya sama sekali soal pemilu atau tidak ada pemilu, karena memang kami niatkan sebagai upaya memoralisasi terhadap kawan kami yang hilang itu, Herman dan Bimo.

    Yang kami maui, film ini sebagai media untuk menyapa khususnya ini para generasi muda, supaya belajar dari persoalan-persoalan masa lalu terutama kasus penculikan aktivis ini.

    Supaya mereka menjadi bagian dari gerakan yang bisa mencegah terjadinya keberulangan kejahatan kemanusiaan di negeri ini,” kata Dandik Katjasungkana.

    Dandik mengaskan, hadirnya film Yang Tak Pernah Hilang ini menjadi upaya untuk mengingatkan kembali generasi muda terhadap kehidupan demokrasi yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan banyak pihak, termasuk Herman dan Bimo.

    Baca: Ini kata keluarga orang hilang jika Prabowo benar-benar jadi presiden

    Kejadian penghilangan paksa pada masa lalu harus menjadi pelajaran berharga agar jangan sampai terulang kembali.

    Kalau anak-anak muda tahu, ujarnya, paling tidak mereka punya pemikiran bagaimana mereka harus bertindak.

    Jika tahu anak muda juga paham bagaimana mereka harus mengantisipasi kalau pemerintahan ini akan mengulangi kejadian-kejadian seperti masa lalu itu.

    Sebaliknya jika anak muda yang tidak mengalami sendiri represifnya Orde Baru tidak tahu apa-apa kan, jadi celaka, tidak mengerti apa-apa.

    ”Seperti hari ini misalnya, tiba-tiba kita tahu penjahat HAM itu menang dalam proses pemilu. Itu artinya mereka tidak paham, tidak tahu sejarah, atau tidak peduli track record, track record para elit yang mau menjadi pemimpin negeri ini,” sebutnya.

    Baca: Ibu-ibu korban penculikan 97-98 menangis di depan Istana

    Rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho, mengajak semua pihak untuk mengingatkan pemerintah agar menuntaskan kasus ini, demi tegaknya hukum dan hak asasi manusia di Indonesia.

    Dia berharap film Yang Tak Pernah Hilang dapat terus mengingatkan bahwa negara ini miliknya bangsa dan negara, rakyat semuanya tentunya.

    ”Kita di akademisi tentunya mengingatkan, jangan sampai terulang kembali tahun 1998. Ditemukan, harus kasus tentang orang hilang. Kasus tentang HAM itu harus dilakukan penegakan hukum,” komentarnya.

  • Film Yang Tak Pernah Hilang: Kisah Mereka yang Dihilangkan karena Tuntut Perubahan

    Film Yang Tak Pernah Hilang: Kisah Mereka yang Dihilangkan karena Tuntut Perubahan

    7cloud.asia – Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) besama #kawanhermanbimo menggelar grand lauching pemutaran film berjudul “Yang Tak Pernah Hilang”.

    Film “Yang Tak Pernah Hilang” ini merupakan film dokumenter yang menceritakan sosok dua mahasiswa Surabaya yang hilang saat pecahnya gerakan Reformasi Mei 1998.

    Launching film “Yang Tak Pernah Hilang” berlangsung di Auditorium Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dan disesaki mahasiswa dan mantan aktivis mahasiswa.

    Sebuah lagu dilantunkan oleh dua orang penyanyi sambil memetik gitar. Syair lagunya berkisah tentang hilangnya 13 mahasiswa saat gerakan Reformasi 1998 meletus di Jakarta.

    Penampilan dua seniman ini mengawali acara “nonton bareng” dan peluncuran film berjudul “Yang Tak Pernah Hilang”.

    Baca: Keluarga korban penghilangan paksa masih berharap keadilan bisa ditegakkan

    Hilangnya dua aktivis mahasiswa Surabaya yaitu Petrus Bima Anugrah dan Herman Herdrawan, menjadi fokus cerita film Yang (Tak Pernah) Hilang” yang  berdurasi sekitar dua jam ini.

    Sebanyak 31 orang menuturkan kesaksiannya tentang kisah hidup dan perjalanan pergerakan Petrus dan Bima yang saat hilang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Airlangga.

    Keduanya hilang bersama 11 mahasiswa lainnya dari kota-kota lain saat terjadi aksi melengserkan penguasa Orde Baru pada 1997/1998.

    Dionysius Utomo Raharjo, ayah dari Petrus Bima Anugrah, turut hadir dan menyaksikan pemutaran film dokumenter ini.

    Baca: Aksi Kamisan tolak pasangan pelanggar HAM dan pelanggar konstitusi

    Bersama pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini, Utomo menyampaikan ucapan terima kasihnnya karena masih ada yang peduli dan mengingat anaknya yang diculik dan tidak jelas keberadaannya hingga kini.

    Dia mengatakan, upaya mengingat anaknya melalui film ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Utomo yang lebih memilih ikhlas dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

    “Itu bapak tidak pernah komentar apa-apa, ya sudahlah politik memang seperti itu, bapak menyadari hal kemungkinan sesuatu terjadi, ya sudahlah tidak apa-apa,” jelasnya.

    Ia menambahkan, ”Tidak pernah aku emosi, marah, atau menyalahkan, sama sekali. Ya sudah itu namanya politik, bisa saja terjadi kapan pun dan di mana pun,” 

    Baca: 17 tahun Aksi Kamisan, harapan yang belum terjawab

    Hera Haslinda, kakak dari Herman Hendrawan mengatakan, film tentang memorialisasi adiknya ini menegaskan bahwa Herman tidak pernah hilang dari ingatan dan hati semua orang terdekatnya, meski secara fisik Herman tidak berada di antara mereka.

    Hera meminta kesungguhan pemerintah untuk menuntaskan kasus penghilangan paksa 13 orang mahasiswa era 1997-1998, yang berjuang menegakkan demokrasi dari tirani penguasa Orde Baru.

    “Ke depannya untuk pemerintah, minta tolong diselesaikan, dituntaskan masalah ini supaya terungkap. Kalau memang tahu makam, kuburannya, ya diberi tahu agar kami bisa ke sana, ziarah,” kata Hera Haslinda.

    Kalau memang tidak ketemu, lanjutnya, pemerintah memberikan statement, bahwa pemerintah salah, bahwa penghilangan paksa ini memang berisiko besar. Jadi, kami minta ya pemerintah sadar bahwa ini memang kejadiannya ada

    Sumber: VOA Indonesia

     

  • Sutradara dan Produser Film Oppenheimer Dianugerahi Gelar Kehormatan oleh Kerajaan Inggris

    Sutradara dan Produser Film Oppenheimer Dianugerahi Gelar Kehormatan oleh Kerajaan Inggris

    7cloud.asia – Kerajaan Inggris menganugerahkan penghargaan kehormatan “knight” dan “damehood” kepada orang di belakang layar film Oppenheimer

    Dua awak film Oppenheimer itu adalah sutradara Christopher Nolan dan istrinya produser Emma Thomas. Gelar kehormatan ini diberikan karena kemenangan Piala Oscar mereka di ajang Academy Awards ke-96.

    Dilansir dari Deadline, Jumat (29/3/2024), Raja Charles III dari Kerajaan Inggris menganugerahkan penghargaan industri kreatif kepada keduanya.

    Baca: Membaca kisah hidup Britney Spears

    Kerajaan Inggris juga memberikan penghargaan kepada Co-CEO Netflix Ted Sarandos yang menerima penghargaan Bintang Kekaisaran Britania Raya (Commander of the Order of the British Empire) pada Kamis (28//2024) sore, waktu Inggris.

    Kementerian Luar Negeri Inggris dapat merekomendasikan penghargaan kehormatan bagi warga negara di negara yang tidak memiliki Raja sebagai kepala negara.

    Steven Spielberg dan Angelina Jolie termasuk di antara insan film yang pernah diberikan penghargaan itu sebelumnya.

    Baca: 50 tahun Christine Hakim berkarir di dunia film

    Sarandos merasa penghargaan yang dia peroleh di tanah orang-orang Britania Raya yang kreatif, memiliki keahlian berkualitas dan fasilitas produksi terbaik di kelasnya adalah sebuah kehormatan.

    Dia juga merasa Inggris sebagai tempat yang luar biasa untuk berinvestasi.

    “Kami sangat bersemangat untuk menjadi bagian dari komunitas kreatif di sini dan ini merupakan suatu kehormatan,” kata Sarandos.

    Seperti diketahui film Oppenheimer tak hanya sukses menarik jutaan penonton, tetapi juga meraih sederet penghargaan di ajang Academy  Award    

    Sumber: Antaranews.com

  • Film Women From Rote Island Lolos Nominasi Piala Oscar

    Film Women From Rote Island Lolos Nominasi Piala Oscar

    7cloud.asia – Film Women from Rote Island besutan sutradara Jeremias Nyangoen itu berhasil masuk 85 besar film yang lolos nominasi awal ajang penghargaan film paling bergengsi dunia Piala Oscar 2025.

    Film Women from Rote Island yang sebelumnya juga meraih Piala Citra untuk film terbaik pada FFI 2023 ini masuk dalam kategori “best international feature film”.

    Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut positif lolosnya film Women from Rote Island ke ajang bergensi ini, karena kualitas cerita dan pesan moral yang sangat kuat.

    Kami, ujarnya, mengapresiasi film Women From Rote Island yang secara kualitas dan pesan moral disampaikan itu luar biasa.

    “Dan memang kekuatan perfilman kita salah satunya dari budaya, kemudian alam, juga potensi talenta-talenta muda maupun sutradaranya,” kata Riefky usai Special Screening Film Women From The Island Rote Goes to Oscars di XXI Plaza Senayan, belum lama ini.

    Sesuai judulnya, film ini mengambil Pulau Rote sebagai latar ceritanya yang mengangkat ketangguhan perempuan-perempuan Rote, bagaimana mereka memperjuangkan hak-hak perempuan dengan keberanian dan kekuatan yang ada dalam diri mereka.

    Baca: Women from Rote Island Terpilih sebagai Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2023

    Dan juga melalui film Women From Rote Island ini lanskap budaya dan alam Pulau Rote dikemas dengan sangat baik.

    Pemerintah melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga pun sepakat untuk mendukung dan mendampingi film Women From Rote Island agar bisa meraih prestasi di kancah dunia.

    “Dalam mendukung sineas-sineas Indonesia, pemerintah berkolaborasi di antaranya Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan lain-lain itu untuk mendukung secara penuh film ini,” kata Menekraf Riefky

    Sejak tayang pada 22 Februari 2024, film Women from Rote Island telah menorehkan segudang prestasi. Selain menjadi juara umum dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2023.

    Film itu juga telah ditayangkan dalam berbagai festival film internasional. Salah satunya Busan International Film Festival 2023.

    Baca: Mengikis pandangan seksis di Industri Film Nasional

    Menteri Kebudayaan, Fadli Zon berharap keberhasilan Women from Rote Island menjadi momentum bagi perbaikan ekosistem film Indonesia sehinga semakin baik, semakin maju, dan mampu menjadi tuan di negeri sendiri.

    “Mudah-mudahan film Women From Rote Island ini bisa menjadi nominee dan memenangkan Oscar,” kata Fadli Zon.

    Saat ini perfilman tanah air bisa dikatakan sedang mencapai perkembangan tertinggi. Dimana pada tahun ini, jumlah penonton film Indonesia mencapai lebih dari 75 juta penonton padahal masih di pekan pertama Desember.

    Angka tersebut diprediksi masih akan terus meningkat melihat sejumlah film yang akan dirilis menjelang libur Natal dan tahun baru.

  • Film Ada Apa Dengan Cinta Bakal Diremake dengan Judul “Rangga & Cinta”

    Film Ada Apa Dengan Cinta Bakal Diremake dengan Judul “Rangga & Cinta”

    7cloud.asia – Film “Ada Apa Dengan Cinta?” (AADC) yang pernah booming pada tahun 2000an akan dibuat ulang (remake) dengan judul “Rangga & Cinta”.

    Film “Rangga & Cinta” ini menghadirkan sejumlah bintang muda multitalenta, termasuk Leya Princy yang berperan sebagai Cinta.

    Mira Lesmana dari Miles Films dalam konferensi pers perkenalan pemeran dan kru film “Rangga & Cinta” di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2025) menjanjikan sesuatu yang berbeda dari para pemain baru.

    Mereka tak hanya memiliki kemampuan akting, tetapi juga kemampuan menyanyi dan menari.

    Film remake AADC yang diperkenalkan dengan judul “Rangga & Cinta” ini juga akan mendudukkan pemeran lama Rangga, aktor Nicholas Saputra sebagai co-produser.

    Mira mengatakan peran Nicholas cukup besar mengingat aktor tersebut yang mengenal baik setiap karakter yang ada di film “Ada Apa Dengan Cinta?” (2002).

    Dua puluh tiga tahun telah berlalu, dan Nicholas kini dianggap berkembang jauh lebih matang dalam menyeleksi karakter-karakter yang akan berperan dalam filmnya nanti.

    Nicholas bertanggung jawab dalam pemilihan para pemeran baru film “Rangga & Cinta”, di antaranya El Putra Sarira sebagai Rangga dan Leya Princy sebagai Cinta.

    Baca: Daftar film-film keren produksi Miles Films

    Juga para pemeran pembantu seperti Rafi Sudirman sebagai Borne, Daniella Tumiwa sebagai Karmen, ​​​​​Rafly Altama sebagai Mamet, Katyana Mawira sebagai Milly, Kyandra Sembel sebagai Maura, ⁠dan Jasmine Nadya sebagai Alya.

    Mira mengatakan Riri Riza yang akan menyutradarai lagi film remake AADC ini dengan menggunakan pengaturan waktu dan plot cerita yang sama dengan film aslinya. Namun, akan ada sentuhan-sentuhan baru dalam penggarapannya.

    Mira yang memproduseri film ini menambahkan, Remake AADC ini akan memberikan treatment-treatment baru, termasuk pengembangan ide dari film aslinya.

    Puisi-puisi karya Rako Prijanto akan tetap digunakan, tetapi akan ada kejutan spesial, yaitu para pemain akan bernyanyi dalam film ini,” kata Mira.

    Proses pemilihan dan persiapan pemain memakan waktu yang cukup panjang, sekitar 6 hingga 7 bulan, sejak bulan April hingga September tahun lalu, dan tercatat lebih dari 700 remaja yang ikut audisi.

    Para pemain yang terpilih kemudian menjalani pelatihan intensif untuk mengasah kemampuan mereka.

    Mira Lesmana dan Riri Riza dari Miles Films yakin dengan kemampuan para pemain muda ini, karena mereka memberikan waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.

     

    Baca: Mungkinkah mengikis pandangan seksis dari industri film nasional?

    Remake AADC akan menghadirkan komponis musik film yang sama dengan pendahulunya Melly Goeslaw dan Anto Hoed.

    Mereka memasukkan dua lagu baru, sehingga total akan ada 11 lagu (9 lagu lama dan 2 lagu baru). Lagu-lagu lama akan diaransemen ulang dengan sentuhan musik yang disesuaikan dengan zaman sekarang.

    Kru yang terlibat dalam pembuatan film “Rangga & Cinta” berharap remake AADC ini dapat mewakili perasaan dan kepekaan generasi muda saat ini.

    Mereka juga berharap film ini dapat memberikan sesuatu yang baru bagi penonton, sekaligus membangkitkan nostalgia bagi penggemar film aslinya.

    Mira mengatakan film ini memiliki waktu syuting selama 42 hari, dan karena itu ia salut dengan semangat setiap pemeran dalam menyelesaikan proyek tersebut hingga akhir.

    Menurut Riri Riza, syuting film itu sudah hampir selesai 70 persen. Ia optimistis film “Rangga & Cinta” bisa tayang di bioskop pada 2025.

    Mereka telah memasuki hari syuting ke-20 dan menurut tim publisis, filmnya diperkirakan bakal rampung di akhir Maret 2025.

  • Memotret Pengusiran terhadap Bangsa Palestina, “No Other Land” Raih Film Dokumenter Terbaik di Piala Oscar 2025

    7cloud.asiaNo Other Land, sebuah film dokumenter yang memotret pengusiran terhadap sebuah komunitas Palestina oleh Israel, meraih penghargaan film dokumenter terbaik dalam ajang Piala Oscar 2025 yang digelar pada Minggu (2/3/2025).

    Dalam pidato kemenangan mereka, para sutradara film No Other Land meminta dunia untuk membantu mengakhiri konflik yang berlangsung dan menuduh Amerika Serikat menghalangi terciptanya solusi di Palestina

    Sutradara film No Other Land, aktivis Palestina Basel Adra dan jurnalis Israel Yuval Abraham, menghabiskan waktu lima tahun membuat film No Other Land

    No Other Land menyoroti realitas paralel yang terjadi antara dua orang sahabat, yaitu Abraham dan Adra.

    Abraham dengan plat nomor Israel berwarna kuning pada kendaraannya yang membuat ia dapat bepergian ke mana saja, sedangkan Adra harus terkungkung dalam sebuah wilayah dengan ruang gerak terbatas.

    Film itu bercerita tentang tentara Israel yang menghancurkan rumah-rumah dan mengusir warga Palestina dari tempat tinggal mereka untuk membuat tempat latihan militer dan pelanggaran batas yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap komunitas Palestina.

    Baca: Daftar lengkap pemenang Piala Oscar 2025

    No Other Land mencerminkan realitas kejam yang kami alami selama beberapa dekade dan masih terus kami lawan di saat kami menyerukan dunia untuk mengambil tindakan serius untuk menghentikan ketidakadilan dan menghentikan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina,” ujar Adra dalam pidato kemenangannya.

    Berdiri di samping Adra, Abraham menambahkan: “Kami membuat film ini, sebagai seorang warga Palestina dan Israel, karena dengan bersama suara kami menjadi lebih kuat.”

    Dia menambahkan, mereka melihat satu sama lain, penghancuran mengerikan yang terjadi di Gaza dan terhadap warganya harus berakhir, sandera Israel yang ditahan pada serangan 7 Oktober harus dibebaskan.

    “Ketika saya melihat Basel [Adra], saya melihat saudara saya namun kami tak setara. Kami hidup di bawah rezim di mana saya bebas berdasarkan hukum sipil, dan Basel berada di bawah hukum militer yang menghancurkan hidupnya dan ia tidak dapat mengendalikan itu,” ujar Abraham.

    “Ada jalur yang berbeda. Sebuah solusi politis tanpa supremasi etnis, dengan hak nasional bagi kedua warga kami. Dan saya harus mengatakan di saat saya berada di sini, bahwa kebijakan luar negeri dari negara ini [Amerika Serikat] membantu menghalangi jalur tersebut.

    Baca: Daftar lengkap nominasi Piala Oscar 2025

    “Dan kenapa? Tidakkah Anda melihat kami saling terkait? Masyarakat saya dapat hidup dengan aman jika Basel dan warganya juga dapat hidup bebas dan aman. Ada cara lain. Ini semua belum terlambat.”

    Bulan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan warga Palestina untuk meninggalkan Gaza menuju Mesir dan Yordania.

    Seruan tersebut telah mendapat kecaman luas di seantero Timur Tengah dan wilayah lainnya dunia dan dianggap mendestabilisasi situasi yang berlangsung saat ini.

    Menteri Kebudayaan Israel Miki Zohar menyesali pencapaian yang diraih No Other Land di ajang Piala Oscar 2025 dan menyebut kemenangan tersebut sebagai “momen yang menyedihkan untuk dunia perfilman,”.

    Menurutnya, film No Other Land itu menampilkan apa yang ia sebut sebagai pandangan yang menyimpang tentang Israel, yang masih belum pulih dari serangan 7 Oktober 2023 yang dilakukan Hamas.

    Baca: Aktor Peraih Oscar, Javier Bardem sebut Israel lakukan kejahatan kemanusiaan di Palestina

    “Kebebasan berekspresi merupakan sebuah nilai yang penting, namun dengan mencemarkan nama Israel sebagai alat promosi membahayakan negara Israel, dan setelah serangan 7 Oktober dan perang yang berlangsung saat ini, hal ini sangat menyakitkan,” tulis Zohar di platform X.

    Walaupun telah mengantongi sejumlah penghargaan bergengsi di Eropa dan Amerika Serikat, film “No Other Land” belum juga meraih kesepakatan rilis di wilayah AS, ujar Abraham kepada situs web Deadline bulan lalu.

    ketika ditanya mengapa distributor film di AS tak kunjung membeli hak rilis filmnya, Abraham mengatakan kepada Deadline: “Saya percaya bahwa jelas alasan politis bermain di sini. Saya harap itu akan berubah.”

    Ia mengatakan pihaknya memutuskan untuk tidak menunggu kesepakatan rilis dan memilih memutarkan film tersebut di 100 bioskop secara independen.

  • Lindungi Industri Film AS yang Sedang Sekarat, Donald Trump Kenakan Tarif 100 Persen untuk Film Produksi Luar Negeri

    Lindungi Industri Film AS yang Sedang Sekarat, Donald Trump Kenakan Tarif 100 Persen untuk Film Produksi Luar Negeri

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan industri film di Amerika saat ini sedang sekarat “dengan sangat cepat.”

    Lesunya industri film AS ini, menurut Donald Trump, terjadi akibat maraknya insentif produksi dari negara-negara lain yang berhasil menarik rumah produksi keluar dari AS.

    “Negara-negara lain menawarkan berbagai insentif untuk menarik pembuat film dan studio kami agar pindah dari Amerika Serikat,” ujar Donald Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

    Ia menekankan bahwa Hollywood dan banyak wilayah lain di AS tengah “dihancurkan,” dan menyebut hal itu sebagai “upaya sistematis dari negara lain” yang menurutnya merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.

    Baca: Amerika Serikat tangguhkan penerapan tambahan tarif impor

    “Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menyangkut pesan dan propaganda,” tegas Donald Trump.

    Donald Trump pada Minggu (4/5/2025) waktu setempat mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh film yang diproduksi di luar negeri.

    “Saya memberi wewenang kepada Departemen Perdagangan dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat untuk segera memulai proses penerapan tarif 100 persen atas semua film yang masuk ke negara kami dan diproduksi di luar negeri,” ujar Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

    Donald Trump memerintahkan Departemen Perdagangan, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat, untuk segera memulai proses pemberlakuan tarif tersebut.

    Baca: Donald Trump akan tutup puluhan kedutaan dan konsulat AS

    Rencana Trump ini lanagsung direspon sejumlah negara. Australia dan Selandia Baru menyatakan akan melindungi industri film masing-masing.

    Dilaporkan The Sydney Morning Herald, Menteri Seni Australia Tony Burke menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menganggap enteng rencana Trump tersebut.

    Burke mengatakan, pihaknya akan melindungi pekerja film dan industri film di negerinya.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • UNiTE 2025 Film Screening Menyerukan Aksi untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan di Indonesia

    UNiTE 2025 Film Screening Menyerukan Aksi untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan di Indonesia

    7cloud.asia – Berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan masih terjadi di Indonesia. Perlu upaya untuk mengakhirinya. Salah satunya menggelar UNiTE 2025 Film Screening and Discussion untuk memperdalam pemahaman publik.

    Acara yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di Indonesia bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), UN Women dan UNFPA ini juga untuk memperkuat aksi kolektif mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan tersebut.

    Kali ini UNiTE 2025 Film Screening and Discussion mengangkat tema UNiTE to End Digital Violence against all Women and Girls sebagai bagian dari 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP), UN Women dan UNFPA Indonesia.

    Baca: “Suamiku Lukaku” Memutus Narasi yang Melanggengkan KDRT

    Hal ini menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah memperluas bentuk-bentuk kekerasan: mulai dari penguntitan dan pelecehan daring, hingga eksploitasi berbasis gambar dan kekerasan psikologis.

    Acara ini juga menandai peluncuran resmi lima film pendek yang diproduksi dalam program “UNiTE Short Film Fellowship 2025” serta didukung oleh Global Affairs Canada yang berkolaborasi bersama Siklus Indonesia, Minikino, ILO, UNDP, UNESCO, UNIDO, UN Volunteers, dan WHO.

    UN Women dan UNFPA Indonesia membuka pendaftaran untuk UNiTE Short Film Fellowship pada 18 September 2025. Dalam panduan program tersebut, peserta diminta mengirimkan ide cerita film pendek bertema kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

    Baca: Potret Pekerja Perempuan dengan Upah Timpang

    Dari lebih dari 180 pendaftar, para panelis memilih lima kelompok pembuat film melalui proses seleksi yang kompetitif, mencakup penilaian proposal dan wawancara.

    Para pembuat film kemudian mengikuti rangkaian lokakarya luring dan daring yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan produksi mereka serta memperdalam pemahaman mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan (KTP/AP).

    Setiap tim menerima dukungan berupa pendanaan produksi, pendampingan dari para sineas profesional, serta bimbingan dari pakar kesetaraan gender untuk membantu memastikan terbentuknya narasi yang bertanggung jawab. Setelah pengumpulan film pada 28 November 2025, film pendek ditayangkan secara publik pada 5–7 Desember 2025.

    Baca: KUHAP Meningkatakan Kerentanan Perempuan Berhadapan Kasus Hukum

    Kelima film pendek tersebut diproduksi oleh lima sineas Indonesia dengan menyoroti berbagai pengalaman yang dialami perempuan dan anak perempuan yang menghadapi kekerasan di ranah publik, privat, maupun digital.

    Melalui karya-karya tersebut, penonton didorong memahami bahwa kekerasan berbasis gender bukanlah persoalan terpisah, melainkan isu sistemik yang membutuhkan aksi kolektif.

    Kelima film yang terpilih tersebut adalah

    ▪Gertak Film, Pontianak, film “FOTOME”

    ▪Kembang Gula, Solo, “Potret”

    ▪Komunitas Film Kupang, Kupang, “Malam Sepanjang Nafas”

    ▪KWRSS, Makassar, “DiRIAS Perias”

    ▪OMG Film, Yogyakarta, “Bubble Trouble”

     

  • Pendekatan Berbeda dalam Film Terbaru Joko Anwar, “Ghost in the Cell”

    Pendekatan Berbeda dalam Film Terbaru Joko Anwar, “Ghost in the Cell”

    7cloud.asia – Sineas Joko Anwar menggunakan pendekatan berbeda untuk film terbarunya, Ghost in the Cell yang bakal diputar di bioskop mulai 16 April 2026!

    Dalam pengambilan gambar, Ghost in the Cell didesain layaknya pertunjukan teater, dengan total hanya 43 scene (film biasanya berisi sekitar 120 scene), dengan setiap adegan bisa berdurasi panjang.

    Sebab itu, untuk filmnya yang ke-12 ini, Joko Anwar yang bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis skenario tidak main-main urusan casting.

    Sejumlah aktor terkemuka Indonesia tampil memukau dalam film ini mulai dari Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Lukman Sardi, Kiki Narendra. Aming, Arswendy Bening, Mike Muliadro, beradu akting di film Ghost in the Cell.

    “Kita pilih mereka karena mereka paling sesuai dengan karakter,” ujar Joko Anwar menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers pada Senin (23/2/2026) di Jakarta.

    Meski demikian, Joko Anwar menegaskan, dirinya berkomitmen untuk selalu menghadirkan wajah baru di setiap film garapannya. Alasan yang sama pula atas hadirnya Miftah yang berhasil mengalahkan 411 peserta lain yang menginginkan tokoh yang ia perankan.

    Film ini juga mengusung konsep ensemble cast dari 40 karakter yang dihadirkan, yaitu konsep yang membuat setiap tokohnya memiliki peran penting sepanjang berjalannya film. Memiliki porsi waktu tayang dan tingkat kepentingan yang sama.

    Abimana, yang memerankan karakter Anggoro dan menjadi pemeran utama di film
    ini menuturkan, Joko Anwar memberinya kebebasan artistik dalam menerjemahkan karakternya saat berakting.

    Baginya, film Ghost in The Cell ini akan membuka mata dan pikiran banyak orang Indonesia untuk berefleksi terhadap apa yang terjadi saat ini.

    Abimana menambahkan, meski latarnya adalah penjara dan para karakternya adalah para napi, baginya ini seperti gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang.

    ”Justru, dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme untuk melakukan sebuah tindakan, saat kita tidak bisa bergantung dan mengandalkan institusi resmi,” ujar Abimana.

    Sinopsis
    Film Ghost in The Cell diproduksi oleh Come and See Pictures, bekerja sama dengan
    RAPI Films dan Legacy Pictures. Barunson E&A juga menjadi sales agent untuk perilisan global film ini.

    Sebelum tayang di negeri sendiri, Ghost in The Cell telah tayang di Festival Film Internasional Berlin atau yang dikenal juga dengan nama Festival Berlinale, sebuah festival film besar yang paling politis dan diterima dengan sangat baik oleh masyarakat di sana.

    Ghost in the Cell menampilkan kengerian yang ada di penjara, saat para napi dalam ruang terbatas dihantui oleh kekacauan yang meneror.

    Menampilkan deretan aktor terbaik Indonesia, Joko Anwar yang bertindak sebagai penulis dan sutradara menggabungkan aspek horor supranatural, satir tentang politik dan situasi sosial yang terjadi di Indonesia.

    Joko Anwar mengungkapkan cerita film Ghost in the Cell adalah miniatur kehidupan rakyat, yang saat ini seperti sedang hidup di dalam penjara.

    “Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujar penulis dan sutradara Joko
    Anwar.

    “Film ini didesain buat penonton tertawa lepas karena ngeliat kehidupan kita sendiri,” tambah Joko.