Tag: palestina

  • UE: Pengakuan terhadap Negara Palestina Kunci Keamanan Israel

    UE: Pengakuan terhadap Negara Palestina Kunci Keamanan Israel

    7cloud.asia – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell, menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina merupakan cara terbaik untuk menjamin keamanan Israel.

    Pengakuan negara Palestina dari Israel itu dikatakan Borrell Senin (20/11/2023) usai menggelar pertemuan video dengan para menteri luar negeri ke-27 negara anggota UE.

    Sebelum pertemuan Menlu UE ini, Borrell telah mengunjungi Timur Tengah untuk membahas perang Israel dengan hamas, salah satu faksi di Palestina

    Diplomat tertinggi UE itu mengatakan dirinya sudah mengambil “kesimpulan politik mendasar” dari hasil diskusinya di kawasan TimTeng.

    Baca: Israel bersikukuh akan kelola Gaza jika perang berakhir

    “Saya rasa jaminan terbaik bagi keamanan Israel adalah pembentukan negara Palestina,” ungkapnya dalam ringkasan tertulis pertemuan UE.

    Borrell telah menekankan bahwa Israel tidak boleh menduduki Gaza setelah konflik antara Israel-Hamas yang berlangsung sejak awal Oktober lalu ini, berakhir.

    Borrell juga menekankan, kekuasaan wilayah di Gaza tersebut harus diserahkan kepada Otoritas Palestina.

    “Terlepas dari tantangan besar yang ada, kita harus menjalankan pemikiran kita mengenai upaya penstabilan wilayah Gaza dan negara Palestina pada masa depan,” ungkapnya.

    Baca: Gaza telah jadi kuburan, PBB serukan gencatan senjata segera

    Dalam jangka pendek, Borrell mengatakan, setelah mengunjungi sejumlah negara Arab, ada “urgensi” mengenai situasi kemanusiaan yang gawat di Gaza.

    “Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan jeda kemanusiaan sesegera mungkin merupakan sebuah kemajuan besar, namun kita harus memastikan penerapannya secara cepat,” kata pejabat UE itu.

    Kekhawatiran besar lainnya adalah kemungkinan konflik itu akan semakin memperburuk situasi di Tepi Barat dan menyeret aktor-aktor lain di Timur Tengah.

    “Mengingat meningkatnya kekerasan ekstremis dan pemukim terhadap warga Palestina, terdapat risiko nyata bahwa situasi itu dapat mengeskalasi,” kata Borrell.

    Baca: Korban terus berjatuhan, otoritas Palestina kesulitan memakamkan korban

    “Laporan mengenai sebuah kapal yang dibajak oleh Houthi adalah sinyal mengkhawatirkan lainnya mengenai risiko meluasnya konflik regional.”

    Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, pada Selasa (21/11/2023), bahwa gerakan militannya mendekati kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, menurut sebuah pernyataan yang diposting di Telegram.

    “Kami hampir mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata,” kata Haniyeh, menurut postingan tersebut.

    Para perunding telah berupaya untuk mencapai kesepakatan yang memungkinkan pembebasan sekitar 240 sandera, yang sebagian besarnya adalah warga Israel yang ditangkap pada 7 Oktober lalu. 

    Baca: OKI diminta segera ambil sikap soal Palestina

    Serangan Hamas ini merupakan serangan paling mematikan terhadap Israel yang kemudian memicu serangan besar-besaran ke Gaza yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang Palestina.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Berlaku, Israel Bebaskan 150 Perempuan dan Anak Palestina yang Ditahan

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Berlaku, Israel Bebaskan 150 Perempuan dan Anak Palestina yang Ditahan

    7cloud.asia – Gencatan senjata selama empat hari antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat (24/11/2023 ) pukul 07.00 waktu setempat (pukul 12.00 WIB).

    Gencatan senjata tersebut diperkirakan akan diikuti pembebasan puluhan sandera yang ditawan Hamas dan 150 warga Palestina yang ditahan Israel.

    Gencatan itu mencakup gencatan senjata komprehensif di bagian utara dan selatan Gaza, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari kepada wartawan di Doha sebelumnya.

    Menurut kesepakatan, 50 perempuan dan anak-anak yang diculik dari Israel oleh Hamas pada 7 Oktober lalu akan dibebaskan sebagai pertukaran bagi 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang dipenjarakan di Israel.

    Baca: Kesepakatan gencatan senjata dicapai, tercatat lebih dari 14.000 orang tewas dalam 46 perang Israel-Hamas

    Tiga belas sandera akan dibebaskan dari Gaza pada hari Jumat, dan kelompok sandera tambahan akan dibebaskan setiap hari selama gencatan senjata hingga total 50 orang bebas.

    “Kami semua berharap gencatan senjata ini akan mengarah pada kesempatan bagi dimulainya tugas yang lebih luas untuk mencapai gencatan permanen,” kata Al-Ansari.

    Para pakar soal penganiaya anak dari Institut Haruv Yerusalem telah mengembangkan pedoman mengenai bagaimana tentara Israel harus menangani anak-anak di bawah umur begitu mereka dibebaskan dari Gaza.

    Hal ini dilakukan atas permintaan pemerintah Israel. 

    Baca: Uni Eropa tegaskan pengakuan Palestina untuk perdamaian Timur Tengah

    Israel telah menerima daftar awal para sandera yang akan dibebaskan dari Gaza pada hari Jumat, kata kantor perdana menteri Israel, Kamis (23/11/2023).

    “Otoritas terkait sedang memeriksa detail daftar itu dan sekarang ini sedang berhubungan dengan seluruh keluarga,” kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan.

    Berdasarkan kesepakatan itu, Israel akan menghentikan untuk sementara serangan-serangannya terhadap Gaza selama empat hari.

    Selain itu, Hamas mengukuhkan di saluran perpesanan Telegram bahwa serangan-serangan dari pasukannya juga akan dihentikan untuk sementara.

    Baca: Israel bersikukuh kelola Gaza jika perang berakhir

    Israel mengatakan jeda pertempuran selama empat hari akan diperpanjang ekstra satu hari untuk setiap 10 sandera tambahan yang dibebaskan Hamas.

    Juru bicara Qatar mengatakan Doha berharap akan memperantarai kesepakatan lainnya untuk membebaskan lebih banyak sandera dari Gaza pada hari keempat gencatan senjata.

    Komite Palang Merah Internasional mengatakan akan membantu apapun pembebasan sandera.

    Ke-50 sandera itu semula diperkirakan akan dibebaskan pada hari Kamis (23/11/2023).

    Baca: Gaza berubah jadi kuburan saat berlangsungnya perang Israel-Hamas

    Penasihat keamanan nasional Israel, Tzachi Hanegbi, mengatakan dalam sebuah pernyataan Rabu malam bahwa perundingan masih terus berlangsung.

    Sandera-sandera awal yang ditawan Hamas di Gaza tidak akan dibebaskan setidaknya hingga Jumat (23/11/2023).

    Tidak satu pun identitas para sandera yang dibebaskan pada Jumat (24/11/2023) telah diungkapkan.

    Tapi para pejabat AS mengatakan mereka yakin beberapa dari sembilan orang Amerika yang diduga disandera Hamas akan termasuk yang dibebaskan.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Dubes Palestina: Gencatan Senjata Tak Cukup Hentikan Konflik

    Dubes Palestina: Gencatan Senjata Tak Cukup Hentikan Konflik

    7cloud.asia – Gencatan senjata antara Hamas dan Israel selama empat hari ianggap tak cukup untuk menghentikan konflik Palestina dan Israel.

    Ikhwal gencatan senjata ini diungkapkan oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun.

    “Jadi mereka (Israel-Hamas) telah mencapai gencatan senjata sementara selama empat hari, sesuai kesepakatan untuk bertukar tahanan, namun ini tidak cukup,” ujarnya seperti yang dikutip Antaranews.

    Karena itu, ia berharap ada solusi nyata untuk menyelesaikan masalah dengan Israel. Menurutnya konflik akan selalu terjadi jika tidak ada solusi nyata diantara keduanya.

    Baca: Gencatan senjata israel hamas berlaku israel bebaskan 150 perempuan dan anak palestina yang ditahan

    Selanjutnya Zuhair menjelaskan salah satu hal yang penting adalah membantu mendirikan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

    Ia juga tidak kaget rencana Israel akan terus melanjutkan serangan ke Gaza setelah gencatan sementara berakhir.

    “Kami (Palestina) tidak terkejut dengan hal (serangan lanjutan) itu,” kata Dubes.

    Menurutnya agresi adalah mentalitas Israel. Jika tidak ada tekanan untuk mengendalikan situasi dan mengakui negara Palestina, maka Israel bebas melakukan apa pun yang mereka mau.

    Baca: Lebih 14.000 warga Palestina meninggal dalam 46 hari perang Israel-Hamas

    Kedubes Palestina mengadakan acara solidaritas Palestina yang dihadiri oleh para pelajar dan komunitas Palestina dan melakukan satu menit mengheningkan cipta untuk mengenang mereka yang telah meninggal dunia di Gaza.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya sebanyak 22 pelajar Palestina yang baru tiba di Jakarta dua minggu lalu.

    Mereka akan menerima beasiswa dari Kementerian Pertahanan Indonesia yang juga hadir dalam acara tersebut.

    Gencatan senjata selama empat hari antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat (24/11/2023 ) pukul 07.00 waktu setempat (pukul 12.00 WIB).

    Baca: UE sebut pengakuan terhadap negara palestina kunci keamanan israel

    Gencatan senjata tersebut diperkirakan akan diikuti pembebasan puluhan sandera yang ditawan Hamas dan 150 warga Palestina yang ditahan Israel.

    Gencatan itu mencakup gencatan senjata komprehensif di bagian utara dan selatan Gaza, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari kepada wartawan di Doha sebelumnya.

    Menurut kesepakatan, 50 perempuan dan anak-anak yang diculik dari Israel oleh Hamas pada 7 Oktober lalu akan dibebaskan sebagai pertukaran bagi 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang dipenjarakan di Israel.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, UE Serukan Pengakuan Dua Negara

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Diperpanjang 2 Hari, UE Serukan Pengakuan Dua Negara

    7cloud.asia – Gencatan senjata antara Israel-Hamas akan diperpanjang dua hari, kata mediator Qatar pada hari Senin (27/11/2023).

    Kesepakatan ini diambil, seiring berakhirnya gencatan senjata empat-hari di Gaza yang disepakati sebelumnya.

    “Negara Qatar mengumumkan bahwa, sebagai bagian dari mediasi yang sedang berlangsung, telah tercapai sebuah kesepakatan untuk memperpanjang jeda kemanusiaan atau gencatan senjata selama dua hari di Jalur Gaza,” cuit Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari di X.

    Dilansir VOA Indonesia, Gedung Putih menyambut baik perpanjangan gencatan senjata antara Israel-Hamas tersebut.

    Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby berharap warga Amerika akan termasuk ke dalam 20 sandera yang rencananya akan dibebaskan dalam masa perpanjangan gencatan senjata ini.

    Baca: gencatan senjata Israel – Hamas mulai diberlakukan

    Saat ini, masih ada delapan hingga sembilan warga AS yang diyakini masih disandera.

    “Kami akan terus berupaya memperpanjang jeda itu lagi. Pasti, itu yang kami inginkan. Kami ingin membebaskan semua sandera dan ini adalah cara terbaik untuk melakukannya,” kata Kirby.

    Pada hari yang sama, pejabat senior Hamas Osama Hamdan mengatakan bahwa kelompoknya tengah menyusun daftar baru sandera yang akan dibebaskan “untuk memperpanjang gencatan senjata” dengan Israel.

    Sebelumnya, seorang sumber Hamas mengatakan bahwa kelompok itu terbuka pada gagasan memperpanjang gencatan senjata “dua hingga empat hari” dengan imbalan pembebasan “20 sampai 40 tahanan Israel” pada saat itu.

    Israel juga memberikan isyarat kesediaannya memperpanjang jeda pertempuran dan mengamankan lebih banyak pembebasan sandera, di tengah tekanan dari keluarga sandera dan negara-negara sekutunya.

    Baca: 14.100 warga Palestina tewas dalam 46 hari pertempuran Israel-Hamas

    Juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, mengatakan kepada wartawan hari Senin bahwa mereka berharap “dapat menerima 50 sandera lagi selepas malam ini dalam upaya untuk membawa semua orang pulang.”

    Sementara itu, pada hari Senin di Kota Barcelona, Spanyol, para menteri luar negeri yang menghadiri pertemuan anggota Uni Eropa dengan negara-negara Timur Tengah dan Afrika, yang berfokus pada upaya diplomatik untuk menghentikan perang Israel-Hamas.

    Pertemuan ini menyerukan pembebasan lebih banyak sandera Israel ketika jeda pertempuran di Gaza hampir berakhir.

    Negara-negara itu juga sepakat bahwa solusi dua negara adalah jawaban dari konflik Israel-Palestina. Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan bahwa Otoritas Palestinalah yang sebaiknya memerintah Gaza.

    Solusi dua negara adalah gagasan berdirinya sebuah negara bagi bangsa Palestina di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, berdampingan dengan Israel.

    Baca: UE tegaskan pengakuan negara Palestina kunci perdamaian di Timur Tengah

    “Mereka (Otoritas Palestina) bisa dan perlu memperbaiki fungsinya dan harus ada pemilu sesegera mungkin.”

    Israel juga harus bekerja sama untuk mewujudkannya, tidak seperti yang mereka lakukan di Yerusalem Timur ketika mereka (penduduk Palestina) mencoba menggelar pemilu.

    Tentu saja kita perlu melakukan semua ini, tentu saja kita perlu memperkuat, melegitimasi dan mendukung Otoritas Nasional Palestina, dan tentu saja mereka tidak bisa melakukannya sendiri.

    “Mereka membutuhkan dukungan dari komunitas internasional dan itulah tujuan keberadaan PBB,” ujar Borrell.

    Borrell menambahkan, dukungan komunitas internasional krusial untuk menghindari terjadinya kekosongan kekuasaan di Gaza.

    Borrelli menilai kekosongan akan menjadi lahan subur bagi berkembangnya organisasi yang sarat kekerasan dan menimbulkan ancaman ketidakamanan.

    Baca: Palestina tolak sikap Israel yang ingin kelola Gaza pasca perang

    Dalam forum itu, Menlu Yordania Ayman Safadi menuduh Israel melakukan genosida dengan mengebom Gaza selama enam minggu terakhir.

    Ia juga mengatakan, pembahasan tentang masa depan bangsa Palestina harus berfokus pada Tepi Barat dan Gaza sebagai satu kesatuan.

    Otoritas Palestina, yang diwakili Menteri Luar Negeri Riad al-Maliki, mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan pernah meninggalkan Gaza.

    Ia mengatakan, mereka memiliki 60.000 pegawai publik yang melayani masyarakat Gaza. Sebagai informasi, Jalur Gaza saat ini diperintah oleh kelompok Hamas, salah satu faksi di wilayah Palestina.

    “Saya rasa sekarang, setelah perang mengerikan di Gaza dan kehancuran yang terjadi, akan ada peningkatan layanan yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

    Otoritas Palestina harus merespons hal ini dengan menambah lebih banyak pegawai publik di Gaza. Tapi kami telah mengambil tanggung jawab dengan serius selama 17 tahun ini dan kami akan terus melakukan hal yang sama.

    Baca: Netanyahu syaratkan pembebasan sandera untuk gencatan senjata

    “Kami, tidak akan pernah berhenti bertanggung jawab dan memberikan layanan yang diperlukan, karena kami otoritas yang bertanggung jawab. Kami memberikan layanan di seluruh wilayah pendudukan Palestina, baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat,” kata al-Maliki.

    Sejak berminggu-minggu sebelum dan selama berlangsungnya gencatan senjata sementara, Qatar, dengan dukungan AS dan Mesir, telah terlibat dalam proses negosiasi intensif untuk mewujudkan dan memperpanjang jeda pertempuran di Gaza.

    Para penengah mengatakan bahwa jeda tersebut memang dirancang agar dapat diperluas dan diperpanjang.

    Selama gencatan senjata pertama, sebanyak 50 sandera warga sipil – perempuan dan anak-anak – rencananya akan dibebaskan oleh Hamas.

    Sebagai imbalan, 150 tahanan Palestina yang dikurung Israel juga akan dibebaskan dan bantuan kemanusiaan akan diizinkan memasuki Gaza.

    Baca: Gaza telah menjadi kuburan

    Dalam tiga hari pertama, 39 sandera Israel dibebaskan Hamas dengan imbalan 117 tahanan Palestina yang dikurung Israel sebagai bagian dari kesepakatan.

    Sementara itu, melalui negosiasi lain yang secara paralel dilakukan oleh Qatar, sebanyak 17 warga Thailand, satu warga Filipina dan satu warga berkewarganegaraan ganda Rusia-Israel juga telah dibebaskan kelompok militan tersebut.

    Jumlah sandera yang akan dibebaskan sejauh ini merupakan yang terbanyak sejak militan Hamas melancarkan serangan ke Israel selatan secara mendadak pada 7 Oktober lalu dalam serangan paling mematikan dalam sejarah Israel.

    Israel mengatakan serangan itu menewaskan 1.200 orang, sebagian besarnya adalah warga sipil. Selain itu, sekitar 240 orang disandera, termasuk warga lansia dan anak-anak.

    Menanggapi hal itu, Israel melancarkan serangan bom tanpa henti dan serangan darat ke wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.

    Pemerintahan Hamas menyatakan bahwa serangan Israel telah menewaskan 15.000 orang, ribuan di antaranya anak-anak.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir Hari Ini

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir Hari Ini

    7cloud.asia – Gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas memasuki hari keenam, pada Rabu (29/11/2023).

    Kedua belah pihak, baik Israel maupun Hamas diperkirakan akan membebaskan lebih banyak lagi sandera dan tahanan.

    Sementara para perunding mendorong diperpanjangnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hama  tersebut.

    “Kami ingin jeda diperpanjang karena dampaknya, pertama-tama dan yang terpenting, adalah sandera dibebaskan, pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga mereka,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken hari Rabu.

    “Ini juga memungkinkan kita meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Gaza yang sangat membutuhkannya.”

    Blinken dijadwalkan meninjau ke kawasan tersebut untuk bertemu dengan para pejabat Israel dan Palestina guna membicarakan tentang kampanye militer Israel.

    Baca: Gencatan senjata antara Israel dan Hamas diperpanjang  

    Blinken juga mengupayakan perlindungan warga sipil di Gaza dan upaya mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan.

    Hamas mengisyaratkan akan memperpanjang gencatan senjata. Sementara Perdana Menteri israel, Netanyahu mengatakan pihaknya akan kembali melanjutkan serangan, jika gencatan senjata tak diperpanjang.

    Gencatan senjata awal Israel-Hamas menyerukan empat hari bagi Israel untuk menghentikan serangannya untuk melenyapkan kelompok Hamas.

    Sementara Hamas membebaskan 50 sandera yang ditawannya dalam serangan terhadap Israel bulan lalu.

    Israel membebaskan 150 tahanan Palestina. Gencatan senjata tersebut juga memungkinkan ditingkatkannya bantuan kemanusiaan yang mencapai Jalur Gaza yang porak poranda.

    Perpanjangan dua hari ditambahkan dengan ketentuan Hamas membebaskan 10 sandera lagi per hari dan Israel membebaskan tambahan tahanannya.

    Baca: Gencatan senjata Israel-Hamas mulai diberlakukan

    Militer Israel mengatakan 12 sandera yang ditawan di Gaza, 10 warga Israel dan dua warga negara asing, dibawa ke Israel Selasa (28/11/2023) malam dalam putaran pembebasan terakhir.

    Sebagai imbalannya, Israel membebaskan 30 tahanan Palestina, 15 perempuan dan 15 remaja lelaki dari penjara di Tepi Barat dan pusat penahanan di Yerusalem, kata Palestinian Prisoners Club, sebuah organisasi semiresmi.

    Hamas menyandera sekitar 240 orang dalam serangannya terhadap Israel Selatan pada 7 Oktober lalu yang menewaskan sekitar 1.200 orang.

    Dalam serangan balasannya, Israel telah menewaskan lebih dari 15 ribu orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas.

    Gencatan senjata  ini memberi ketenangan pertama di Gaza setelah enam pekan bombardemen udara yang intensif dan serangan darat oleh Israel yang dipicu oleh serangan Hamas.

    Karena bombardemen Israel terhadap Jalur Gaza, PBB memperkirakan 1,8 juta dari 2,3 juta warga Gaza telah mengungsi dari rumah mereka, kebanyakan tinggal di tempat-tempat penampungan yang penuh sesak.

    Baca: Hampir 15.000 orang tewas selama 46 hari perang Israel-Hamas

    Shelter Network, sebuah konsorsium bantuan yang dipimpin PBB, mengemukakan dalam laporan hari Jumat bahwa lebih dari 60% perumahan Gaza telah rusak atau hancur.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (28/11) memperingatkan tentang risiko tinggi “ledakan wabah penyakit menular” di tengah-tengah kondisi penuh sesak dan terganggunya sistem kesehatan, air dan sanitasi di Gaza.

    Di kubu diplomatik, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan hari Rabu yang berfokus pada konflik Israel-Hamas.

    Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan mengunjungi kawasan itu Rabu malam, menurut seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri.

    Blinken telah beberapa kali mengunjungi Israel dalam dua lawatan sebelumnya ke kawasan sejak perang Israel-Hamas dimulai.

    Dalam pertemuannya di Timur Tengah, Blinken “akan menekankan perlunya mempertahankan arus bantuan kemanusiaan yang ditingkatkan ke Gaza. memastikan pembebasan seluruh sandera, dan meningkatkan perlindungan terhadap warga sipil di Gaza,” 

    Baca: UE Tegaskan pengakuan Palestina kunci keamanan Israel

  • Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir, Israel kembali Serang Gaza dan Larang Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza

    Gencatan Senjata Israel-Hamas Berakhir, Israel kembali Serang Gaza dan Larang Bantuan Kemanusiaan Masuk Gaza

    7cloud.asia – Truk-truk bantuan kemanusiaan dan bahan bakar berhenti memasuki Jalur Gaza pada Jumat (1/12/2023) setelah berakhirnya gencatan senjata antara Israel-Hamas.

    Mengutip Anadolu, seorang sumber keamanan berkata bahwa Israel tidak mengizinkan ada truk yang memasuki Gaza, daerah kantong Palestina tersebut melalui perbatasan Rafah setelah gencatan senjata tujuh hari.

    Selama masa gencatan senjata itu, hanya sedikit bantuan dan bahan bakar yang masuk Gaza.

    Israel kembali melanjutkan serangan di Jalur Gaza setelah berakhirnya gencatan senjata sehingga menelan ratusan korban jiwa pada kalangan warga sipil Palestina.

    Paling sedikit 109 warga Palestina meninggal dan beberapa lainnya luka-luka ketika Israel kembali menyerang berbagai wilayah di Jalur Gaza setelah gencatan senjata berakhir, kata Kementerian Kesehatan di Gaza.

    Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza

    Sebelumnya, gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas berlaku pada 24 November.

    Dilansir VOA Indonesia, Israel telah mengatakan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa mereka tidak akan memperbarui visa koordinator residen dan kemanusiaan PBB di wilayah Palestina.

    Israel secara efektif akan mengusir koordinator kemanusiaanPBB di Palestina. 

    Hal ini terjadi di tengah ketegangan hubungan antara Israel dan badan dunia tersebut terkait perang di Gaza.

    Dalam surat tertanggal 12 November dan dilihat oleh VOA, Amir Weissbrod, wakil direktur jenderal kantor Kementerian Luar Negeri Israel yang menangani PBB dan organisasi internasional lainnya, menyatakan ketidaksenangan pemerintahnya terhadap seorang pejabat PBB, Lynn Hastings.

    “Dengan menyesal kami memberi tahu Anda bahwa Nona Hastings telah kehilangan kepercayaan dan keyakinan dari otoritas Israel dan tidak lagi dalam posisi untuk memenuhi tanggung jawabnya secara efektif dengan pejabat Israel terkait,” tulisnya.

    Baca: Dubes Palestina sebut hanya gencatan senjata takkan selesaikan masalah Palestina

    Dia mengatakan bahwa pemerintah Israel tidak akan memperbarui visa Hastings ketika masa berlakunya habis 20 Desember mendatang.

    Weissbrod mengutip apa yang disebutnya sebagai “sikap diam yang berkelanjutan” oleh Hastings mengenai tanggung jawab Hamas atas serangan teror 7 Oktober terhadap Israel.

    “Diamnya Hastings (atas serangan Hamas) ini menjadi lebih mencengangkan, dan sangat ofensif, mengingat sikap Hastings untuk secara teratur dan tidak bertanggung jawab mengarahkan kritik terhadap Israel,” katanya.

    Tiga hari setelah serangan Hamas itu, Hastings mengeluarkan pernyataan yang menyatakan, “Kelompok bersenjata Palestina menyusup ke Israel pada 7 Oktober, membunuh dan menangkap ratusan warga sipil Israel dan anggota pasukan Israel, sambil tanpa pandang bulu menembakkan ribuan roket ke Israel.”

    Pernyataan itu menambahkan: “Warga sipil (Israel) yang ditangkap harus segera dibebaskan dan tanpa syarat” dan “diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat.”

    Baca: Hampir 15.000 warga Palestina tewas dalam 46 hari perang Israel-Hamas

    Hastings berulang kali menyerukan peningkatan bantuan ke Gaza. Mulai 7 hingga 21 Oktober, Israel tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan apa pun masuk ke wilayah yang dikuasai Hamas.

    Ketika program ini dimulai, dana tersebut terbatas dan tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

    Dia juga mendesak Israel untuk membatalkan perintah evakuasi yang menyebabkan lebih dari 1 juta orang dari Gaza utara melarikan diri ke selatan.

    Hastings telah meminta kedua pihak yang berkonflik untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional.

    “Saya hanya bisa – dan saya telah mengatakan ini sebelumnya – menegaskan kembali kepercayaan penuh Sekretaris Jenderal PBB terhadap Nona Hastings, cara dia berperilaku dan cara dia melakukan pekerjaannya,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Jumat (1/12/2023) sebagai tanggapan terhadap pertanyaan wartawan dan mengkonfirmasi keputusan Israel.

    Baca: Gencatan senjata mulai berlaku

    Dia mencatat bahwa Hastings telah menghadapi serangan publik, termasuk di media sosial.

    “Serangan pribadi dan langsung terhadap personel PBB di mana pun di seluruh dunia tidak dapat diterima dan membahayakan nyawa banyak orang,” kata Dujarric.

    Keputusan Israel diambil di tengah ketegangan hubungan antara Tel Aviv dan PBB.

    Para pejabat Israel selama bertahun-tahun menuduh organisasi tersebut bias terhadap Israel, dan bulan lalu, Duta Besar Gilad Erdan meminta Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk mengundurkan diri ketika ia mengatakan bahwa serangan Hamas (ke Israel) “tidak terjadi dalam ruang hampa.”

    Guterres menambahkan bahwa rakyat Palestina “telah menjadi sasaran pendudukan yang menyesakkan selama 56 tahun.”

    Erdan mengatakan pada hari itu bahwa Israel juga harus menilai kembali hubungannya dengan PBB.

    Baca: Uni Eropa desak Israel akui kemerdekaan Palestina

    Tuduhan Israel terhadap guru UNRWA

    Secara terpisah, badan PBB yang membantu warga Palestina, UNRWA, mengatakan Jumat (1/12/2023) bahwa pihaknya telah meminta informasi lebih lanjut kepada seorang jurnalis Israel mengenai apa yang dikatakannya sebagai “tuduhan yang sangat serius”.

    Tuduhan itu menyebut seorang guru UNRWA menahan salah satu warga Israel yang diculik pada 7 Oktober di ruangan loteng rumahnya selama 50 hari.

    Reporter saluran televisi Israel 13, Almog Boker, menulis di platform media sosial X pada Kamis (30/11/2023) bahwa tersangka penculik hampir tidak memberikan makanan atau perawatan medis kepada sandera.

    “UNRWA meminta jurnalis untuk segera memberikan klarifikasi atas klaim tersebut dan siapa pun yang mungkin dapat membantu kami dalam menentukan fakta, untuk melapor,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

    “Dengan tidak adanya informasi yang dapat dipercaya untuk mendukung klaim ini, UNRWA meminta jurnalis tersebut untuk segera menghapus postingan tersebut.”

    Postingan Boker diambil oleh beberapa media dan mendapat lebih dari 2.000 postingan ulang di X.

    “Membuat tuduhan serius di ranah publik, tanpa didukung oleh bukti atau fakta yang dapat diverifikasi, bisa dianggap sebagai misinformasi,” tandas UNRWA.

  • Boikot Produk Pro Israel Jadi Berkah Bagi Produk Steak Lokal

    Boikot Produk Pro Israel Jadi Berkah Bagi Produk Steak Lokal

    7cloud.asia – Gelombang kampanye seruan boikot produk pro Israel sampai hari ini belum reda.

    Seruan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan memboikot produk pro Israel itu terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

    Di dunia, gerakan kampanye boikot produk Israel dikenal sebagai BDS (Boycott, Divestment and Sanctions) Movement.

    Baru-baru ini warganet Indonesia juga kompak menyerukan boikot X, platform media sosial (medsos) yang dulu bernama Twitter. Seruan boikot X kini menjadi trending di X pada Kamis (7/12/2023).

    Baca: Advokasi buah semangka di Palestina

    Seruan untuk memboikot produk pro Israel ini ternyata memberi dampak bagi produk lokal. Salah satu produk lokal yang mendapat dampak baik adalah restoran Waroeng Steak & Shake,

    Waroeng Steak & Shake yang selama ini hadir sebagai solusi bagi para pelajar dan mahasiswa pada saat ini untuk bisa menikmati hidangan steak dengan harga terjangkau.

    “Memang ada peningkatan transaksi sebesar tiga sampai empat persen pada dua bulan terakhir ini Oktober & November meski tidak signifikan,” ucap Direktur Operasional PT Waroeng Steak Indonesia, Agus Wawan dalam keterangan yang diterima, Kamis (7/12/2023).

    Baca: Lebih 80 persen warga Palestina terusir dari rumahnya di Gaza

    Menurutnya, situasi ini semestinya makin memacu produk lokal untuk bisa kompetitif dengan jaringan waralaba kuliner raksasa dunia.

    Salah satu caranya yaitu dengan memberikan produk dan layanan yang memenuhi harapan konsumen Indonesia.

    Waroeng Steak & Shake merupakan restoran lokal asli Indonesia yang pengelolaannya tanpa sistem franchise atau waralaba.

    Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza

    Seluruh cabang dimiliki oleh Jody Broto Suseno beserta istri dan anak-anaknya yang dikelola sendiri oleh manajemen.

    Restoran yang sudah berdiri selama 23 tahun ini, telah mendapat rekor dunia MURI sebagai restoran steak halal dengan cabang terbanyak.

    Warung Steak & Shake telah memiliki lebih dari 100 cabang yang tersebar di 29 kota di Indonesia.

    Baca: Uni Eropa serukan pengakuan untuk Palestina Merdeka

    Di sisi penggunaan SDM, seluruh pekerja PT Waroeng Steak Indonesia adalah pekerja lokal baik yang berada di top manajemen dan juga crew outlet.

    Sumber: Antaranews.com

  • Dua Bulan Lebih Serangan Israel Tewaskan 3.714 Pelajar Palestina

    Dua Bulan Lebih Serangan Israel Tewaskan 3.714 Pelajar Palestina

    7cloud.asia – Kementerian Pendidikan Palestina pada Kamis (14/12/2023) menyatakan bahwa setidaknya 3.714 pelajar Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat sejak 7 Oktober.

    Otoritas Palestina menyebutkan 3.679 pelajar tewas dan 5.429 lainnya terluka di Jalur Gaza, sementara di Tepi Barat ada 35 pelajar yang kehilangan nyawa dan 271 lainnya mengalami luka.

    Israel juga menahan 82 pelajar Palestina di Tepi Barat sejak 7 Oktober, tambah kementerian dalam pernyataannya.

    Baca:Menlu RI, Israel bunuh ribuan warga sipil bukan untuk membela diri

    Selain itu, menurut kementerian itu, sebanyak 209 guru dan pengurus sekolah terbunuh dan 619 lainnya terluka di Jalur Gaza,

    Sementara di Tepi Barat dua orang terluka dan 65 lainnya ditahan oleh pasukan Israel.

    Pasukan Israel juga mengebom 278 sekolah pemerintah dan 65 sekolah yang dikelola PBB di Jalur Gaza.

    Israel membombardir Jalur Gaza dari udara dan darat, melakukan pengepungan, dan melancarkan serangan darat sebagai pembalasan atas serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.

    Baca: Petugas medis dari WHO ditelanjangi, digeledah dan ditahan israel

    Setidaknya 18,787 warga Palestina telah terbunuh dan 50,897 terluka dalam serangan gencar Israel sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan Gaza.

    Hampir 1.200 orang Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas, sementara sekitar 139 sandera masih ditahan.

    Sumber: Antaranews

  • Warganya Dikubur Pasukan Israel Hidup-Hidup, Palestina Tuntut Penyelidikan Internasional

    Warganya Dikubur Pasukan Israel Hidup-Hidup, Palestina Tuntut Penyelidikan Internasional

    7cloud.asia – Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila pada Sabtu (16/12/2023) meminta penyelidikan internasional terhadap pasukan pendudukan Israel yang disebut mengubur warga Palestina hidup-hidup.

    Penguburan tersebut dilakukan di halaman Rumah Sakit Kamal Adwan saat berlangsung serangan darat di Gaza utara.

    Dalam pernyataan pers pada Sabtu sore, Alkaila mengatakan hal ini berdasarkan informasi dan kesaksian para saksi mata, tim medis, dan media.

    Baca: Lebih dari pelajar Palestina tewas dalam serangan Israel 

    Ada indikasi pasukan pendudukan Israel telah mengubur warga Palestina hidup-hidup di halaman rumah sakit. Beberapa dilaporkan terlihat masih hidup sebelum dikepung tank Israel.

    Alkaila meminta masyarakat internasional mengambil tindakan serius untuk mengungkap rincian tragedi tersebut dan tidak mengabaikan atau tetap diam mengenai laporan kejahatan perang yang terjadi di Jalur Gaza.

    Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pasukan Israel dengan sengaja memindahkan korban luka dari Rumah Sakit Kamal Adwan ke ruang terbuka dalam cuaca yang sangat-sangat dingin.

    Baca: WHO serukan bantuan untuk Gaza

    Selain itu mereka juga menyerang para petugas medis, hingga menyebabkan ancaman serius terhadap nyawa para korban luka dan pasien lain.

    Dia menunjukkan bahwa militer Israel menghancurkan bagian selatan rumah sakit, dan masih ada 12 bayi di dalam inkubator yang berada dalam kondisi tanpa air ataupun makanan.

    Militer Israel dilaporkan mencegah evakuasi mereka, menurut kesaksian para petugas medis.

    Sumber: Antaranews.

  • Hamas: Sandera Tak Akan Dibebaskan hingga Israel Mundur dari Jalur Gaza

    Hamas: Sandera Tak Akan Dibebaskan hingga Israel Mundur dari Jalur Gaza

    7cloud.asia – Kelompk Hamas mengatakan pembahasan mengenai kesepakatan pertukaran sandera-tahanan tak akan terjadi hingga tentara Israel mundur dari Jalur Gaza dan menerapkan gencatan senjata permanen.

    Khalil Al-Haye, perwakilan Hamas di Lebanon, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka akan melanjutkan perlawanan mereka terhadap Israel di wilayah kantung tersebut.

    Wakil Hamas itu menekankan perlunya gencatan senjata komprehensif dan penarikan mundur sepenuhnya pasukan Israel dari Gaza sebelum menyelesaikan isu sandera dan tahanan.

    Serangan udara dan darat Israel di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober telah menewaskan lebih dari 18.700 rakyat Palestina, yang sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak.

    Baca: Puluhan jurnalis ikut terbunuh dalam perang Israel-Hamas

    Serangan Israel ini juga melukai ribuan warga Palestina lainnya lainnya. Perang telah menyebabkan Gaza hancur dan setengah dari perumahan di wilayah pesisir tersebut rusak atau hancur.

    Hampir 2 juta penduduk mengungsi di daerah kantong padat penduduk tersebut di tengah kekurangan makanan dan air bersih.

    Dari sekitar 240 orang yang disandera oleh Hamas saat serangan lebih dari dua bulan lalu, sekitar 130 orang masih ditahan setelah yang lain dikembalikan dalam gencatan senjata sementara bulan lalu.

    Tentara Israel juga menembak dan menewaskan tiga sandera Israel di Gaza utara setelah salah mengidentifikasi mereka sebagai ancaman, menurut juru bicara militer.

    Baca: 80 persen warga Gaza terusir dari rumahnya

    Menanggapi ungkapan “hari setelahnya,” yang banyak digunakan kalangan Israel untuk menunjukkan skenario pasca-perang Gaza dan pasca-Hamas, Al-Haye berkata:

    “Kemenangan kami adalah hari setelahnya di Gaza. Siapa pun yang memikirkan apa yang terjadi setelah Hamas, mereka sedang melamun. Kami tidak akan menahan diri untuk membela rakyat kami sampai situs dan tanah suci kami dibebaskan.”

    Al-Haye menekankan bahwa Gaza, Tepi Barat, dan seluruh Palestina adalah satu, dan hanya rakyatlah yang akan memutuskan pemerintahan mereka.

    “Masa depan Gaza berkaitan dengan masa depan Yerusalem dan seluruh Palestina, dan kami ada bagian dari rakyat kami.”

    Baca: Warga Gaza hidup dalam kengerian akibat pertempuan Israel dan Hamas

    Dia juga menekankan perlunya ratusan truk bantuan ke Gaza setiap hari, mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk memberikan tekanan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.

    “Pendudukan Israel menyerang Gaza dengan dua senjata: bom dan kelaparan,” tambahnya.

    Sumber: Antaranews.com dan Anadolu