7cloud.asia – Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell, menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina merupakan cara terbaik untuk menjamin keamanan Israel.
Pengakuan negara Palestina dari Israel itu dikatakan Borrell Senin (20/11/2023) usai menggelar pertemuan video dengan para menteri luar negeri ke-27 negara anggota UE.
Sebelum pertemuan Menlu UE ini, Borrell telah mengunjungi Timur Tengah untuk membahas perang Israel dengan hamas, salah satu faksi di Palestina
Diplomat tertinggi UE itu mengatakan dirinya sudah mengambil “kesimpulan politik mendasar” dari hasil diskusinya di kawasan TimTeng.
Baca: Israel bersikukuh akan kelola Gaza jika perang berakhir
“Saya rasa jaminan terbaik bagi keamanan Israel adalah pembentukan negara Palestina,” ungkapnya dalam ringkasan tertulis pertemuan UE.
Borrell telah menekankan bahwa Israel tidak boleh menduduki Gaza setelah konflik antara Israel-Hamas yang berlangsung sejak awal Oktober lalu ini, berakhir.
Borrell juga menekankan, kekuasaan wilayah di Gaza tersebut harus diserahkan kepada Otoritas Palestina.
“Terlepas dari tantangan besar yang ada, kita harus menjalankan pemikiran kita mengenai upaya penstabilan wilayah Gaza dan negara Palestina pada masa depan,” ungkapnya.
Baca: Gaza telah jadi kuburan, PBB serukan gencatan senjata segera
Dalam jangka pendek, Borrell mengatakan, setelah mengunjungi sejumlah negara Arab, ada “urgensi” mengenai situasi kemanusiaan yang gawat di Gaza.
“Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan jeda kemanusiaan sesegera mungkin merupakan sebuah kemajuan besar, namun kita harus memastikan penerapannya secara cepat,” kata pejabat UE itu.
Kekhawatiran besar lainnya adalah kemungkinan konflik itu akan semakin memperburuk situasi di Tepi Barat dan menyeret aktor-aktor lain di Timur Tengah.
“Mengingat meningkatnya kekerasan ekstremis dan pemukim terhadap warga Palestina, terdapat risiko nyata bahwa situasi itu dapat mengeskalasi,” kata Borrell.
Baca: Korban terus berjatuhan, otoritas Palestina kesulitan memakamkan korban
“Laporan mengenai sebuah kapal yang dibajak oleh Houthi adalah sinyal mengkhawatirkan lainnya mengenai risiko meluasnya konflik regional.”
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan, pada Selasa (21/11/2023), bahwa gerakan militannya mendekati kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, menurut sebuah pernyataan yang diposting di Telegram.
“Kami hampir mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata,” kata Haniyeh, menurut postingan tersebut.
Para perunding telah berupaya untuk mencapai kesepakatan yang memungkinkan pembebasan sekitar 240 sandera, yang sebagian besarnya adalah warga Israel yang ditangkap pada 7 Oktober lalu.
Baca: OKI diminta segera ambil sikap soal Palestina
Serangan Hamas ini merupakan serangan paling mematikan terhadap Israel yang kemudian memicu serangan besar-besaran ke Gaza yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang Palestina.
Sumber: VOA Indonesia

Leave a Reply