Tag: jakarta

  • DKI Ajukan Pembangunan 8 Sistem Polder untuk Mencegah Banjir di APBD 2025

    DKI Ajukan Pembangunan 8 Sistem Polder untuk Mencegah Banjir di APBD 2025


    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan pembangunan delapan sistem polder pencegah banjir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. 

    “Pembangunan sistem polder ini untuk mengatasi banjir di delapan titik,” kata Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum di Jakarta, Senin (12/8/2024).

    Menurut dia, pembangunan sistem polder di Jakarta ini akan dilakukan di delapan lokasi yaitu Pompa Bulak Cabe, Pompa Kayu Putih (Rawa Terate), Cempaka Putih, Cengkareng dan Kalideres, Ancol, Cilincing KBN, Mangga Raya Granville, dan Pompa Kampung Sawah (Rawa Terate).

    Sistem polder merupakan metode penanganan banjir dengan kelengkapan bangunan sarana fisik, meliputi saluran drainase, kolam retensi, dan pompa air yang dikendalikan sebagai satu kesatuan pengelolaan.

    Ia mengatakan penanganan banjir di Jakarta melalui sistem polder ini diharapkan dapat meminimalkan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

    Baca Juga: Mampukah Dewan Aglomerasi Atasi Kemacetan, Polusi Udara dan Banjir di Jakarta?

    Pada proses pembangunan tersebut, kata Ika, tidak ada pembebasan lahan karena berada di tempat yang sudah ada.

    “Kami upayakan tidak ada pembebasan lahan. Ini masih proses perencanaan, pastinya sebelum pembangunan kami akan sosialisasi terlebih dahulu,” tutur Ika, saat rapat kerja dengan Komisi D DPRD DKI.

    Ia mengakui proyek penanganan banjir dengan menggunakan sistem polder memang tidak mudah dan murah, karena membutuhkan anggaran yang besar untuk itu perlu ada dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.

    “Memang proyek ini tidak mudah, maka kami butuh dukungan dari bapak ibu,” katanya.

    Pembangunan delapan sistem polder ini direncanakan bisa terlaksana mulai tahun 2024 dan ditargetkan selesai pada tahun 2027 dengan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp3,9 triliun.

    Baca Juga: Konservasi Air: DKI Jakarta Andalkan 147 Waduk dan Embung yang Ada

    Pada lembar perencanaan anggaran, bahwa anggaran yang dibutuhkan bertahap, di mana tahun 2024 dibutuhkan anggaran Rp260 miliar, tahun 2025 Rp712 miliar, untuk tahun 2026 dibutuhkan Rp2,2 triliun, dan pada tahun 2027 sebesar Rp730 miliar.

    Akan tetapi pada rapat Komisi D DPRD dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2024 belum disetujui, dan diusulkan untuk diajukan pada APBD 2025 murni.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa fokus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan banjir dan stunting.

    “Eksekutif berkomitmen untuk menangani banjir sesuai dengan kebijakan yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Daerah tahun 2023-2026,” kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

    Menurut dia, penyusunan Raperda Perubahan APBD 2024 ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan bersama antara eksekutif dengan legislatif terhadap Perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2024.

    Baca Juga: Embung Pekayon Jakarta Timur Direvitalisasi, Jadi Area Tangkapan Air yang Dilengkapi Pusat Kegiatan Masyarakat

    Ia menjelaskan, ada sejumlah poin penting yang menjadi fokus Pemprov DKI Jakarta dalam raperda ini, seperti penanganan banjir, kemacetan, sampah, bantuan sosial dan penanganan stunting atau tengkes.

    Untuk tahap pertama ditargetkan untuk membangun dan atau revitalisasi 16 Sungai, Danau, Embung dan Waduk (SDEW) secara bertahap pada tahun 2024.

    “Kemudian, melaksanakan program pemeliharaan prasarana dan sarana pengendali banjir serta pengembangan sistem pemantauan banjir,” tuturnya.

    Sumber:Antaranews.com

  • Kualitas Udara Kota Jakarta Memburuk, Cukupkah Hanya Diatasi dengan Penambahan Alat Pemantau Udara?

    Kualitas Udara Kota Jakarta Memburuk, Cukupkah Hanya Diatasi dengan Penambahan Alat Pemantau Udara?

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, pihaknya memerlukan 71 titik stasiun pemantau kualitas udara (SPKU).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, saat ini Jakarta baru memiliki 31 titik pemantau kualitas udara.

    Penambahan alat pemantau udara itu, menurut Asep, diperlukan agar intervensi kebijakan terkait kualitas udara dapat diambil dengan tepat baik untuk sektor kesehatan, pendidikan, maupun transportasi.

    Ia menjelaskan, kebutuhan data yang akurat terkait SPKU juga dibutuhkan dari sektor kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

    Menurut dia, 31 titik SPKU yang tersebar di wilayah DKI itu masih sangat kurang untuk memantau kualitas udara di Jakarta.

    Baca: Kualitas udara Jakarta memburuk saat kemarau

    Menurut World Air Quality Report 2023, Jakarta termasuk ke dalam daftar 10 ibu kota paling berpolusi di dunia berdasarkan konsentrasi PM2,5.

    Rata-rata dalam setahun, konsentrasi PM2,5 di langit Jakarta sebesar 43,8 mikrogram per meter kubik pada 2023.

    Sepanjang 2023, polusi tertinggi di langit Jakarta terjadi pada Juli hingga November dengan konsentrasi PM2,5 di atas 50 mikrogram per meter kubik selama sebulan.

    Di antara rentang waktu tersebut, Agustus menjadi bulan dengan konsentrasi PM2,5 tertinggi dengan 58,3 mikrogram per meter kubik.

    Beberapa hari belakangan kualitas udara Jakarta juga tidak bagus, dan masuk kota terpolusi di dunia.

    Baca: Harapan ke Dewan Aglomerasi untuk atasi Kualitas udara Jakarta yang buruk 

    Pun demikian pada Kamis (15/8/2024) pagi, kualitas udara Jakarta berada pada kategori tidak sehat dan masih menduduki sebagai kota paling berpolusi dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia.

    Berdasar situs pemantau kualitas udara IQAir, pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 174, dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 di angka konsentrasi polutan 88.2 mikrogram per meter kubik.

    Konsentrasi tersebut setara 17.6 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Indeks kualitas udara tersebut membuat Jakarta menduduki kota dengan kualitas udara kedua terburuk di dunia. Jakarta juga menduduki peringkat yang sama sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia dengan indeks 187.

    Asep menjelaskan, dari hasil kajian menyebutkan, kebutuhan SPKU di DKI mencapai 71 unit atau sekitar empat SPKU per kecamatan.

    Baca: WFH diusulkan untuk atasi Kualitas udara Jakarta yang buruk 

    “Kami memang sudah mengkaji kebutuhan SPKU dan jumlah 71 unit ini merupakan kajian,” katanya.

    Ia mencontohkan untuk sektor kesehatan, apabila data kualitas udara akurat, petugas atau dinas kesehatan dapat mengintervensi melalui persiapan obat-obatan terutama yang berhubungan dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

    Begitu juga pada sektor transportasi. Ketika di suatu lokasi kualitas udara memburuk, maka petugas Dinas Perhubungan dapat memberlakukan sejumlah rekayasa dalam mengurangi jumlah kendaraan.

    “Akurasi data terkait kualitas udara untuk dinas kesehatan nanti bisa menentukan intervensi terhadap kondisi penyakit yang diderita. Ini bisa merujuk dari data yang dihasilkan oleh SPKU,” ujarnya.

  • Kasus Cacar Monyet di Indonesia Meningkat, Terbanyak di Jakarta

    Kasus Cacar Monyet di Indonesia Meningkat, Terbanyak di Jakarta

    7cloud.asia – Kasus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) kembali meningkat. Di Indonesia tercatat 88 kasus dan terbanyak di Jakarta hingga 59 kasus.

    Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yudhi Pramono menjelaskan data tersebut terkonfirmasi pada Sabtu (17/08/2024).

    Selain 59 kasus di Jakarta, Mpox juga menyebar ke wilayah lainnya. Sebanyak 13 kasus di Jawa Barat, 9 di Banten, 3 di Jawa Timur, 3 di DI Yogyakarta, dan 1 lainnya di Kepulauan Riau.

    Namun, lanjut Yudhi, dari 88 kasus tersebut, sebanyak 87 kasus telah dinyatakan sembuh. Adapun tren mingguan kasus konfirmasi Mpox di Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024, periode dengan kasus terbanyak terjadi pada Oktober 2023.

    Baca: Ahli perkirakan cacar monyet bisa tembus 3600 kasus

    Melansir Antaranews, Yudhi memaparkan ada dua varian virus Mpox, dua Clade Mpox virus, yaitu Clade I yang berasal dari Afrika Tengah (Congo Basin) dengan sub-clade 1a.

    Varian ini memiliki tingkat risiko atau case fatality rate (CFR) lebih tinggi daripada clade lain. Penularannya melalui beberapa mode transmisi berbeda dengan subclade 1b yang menyebar lewat kontak seksual dengan CFR 11 persen.

    Varian lainnya adalah Clade II dari di Afrika Barat dengan subclade IIa dan IIb. Jenis yang ini memiliki CFR 3,6 persen.

    Kasus Mpox varian Clade II ini sebagian besar berasal dari kontak seksual dan banyak ditemukan saat wabah pada 2022 lalu.

    Baca: Kurang dari sebulan kasus cacar monyet capai 38 kasus

    “Dari 54 kasus ini seluruhnya varian Clade IIB. Clade II ini mayoritas menyebarkan wabah Mpox pada tahun 2022 hingga saat ini dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual,” jelas Yudhi.

    Selanjutnya dia mengatakan sebanyak 54 dari 88 kasus itu memenuhi kriteria untuk Whole Genome Sequencing (WGS) guna mengetahui varian virusnya.

    Mpox menular melalui kontak langsung dengan ruam bernanah di kulit, termasuk saat berhubungan seksual. Dia menyebut bahwa hubungan seksual antara sesama lelaki berisiko besar menularkan penyakit itu.

    Dengan maraknya kasus Mpox ini, masyarakat perlu waspada dengan cara menggunakan masker medis jika merasa tidak sehat.

    Baca: Mengenal lebih dekat cacar monyet

    Jika muncul gejala seperti ruam bernanah atau keropeng pada kulit, segera periksa ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

    Kemenkes telah melakukan sejumlah upaya pencegahan, antara lain surveilans di seluruh fasilitas kesehatan, melakukan penyelidikan epidemiologi bersama komunitas dan mitra HIV/AIDS.

    Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan 12 laboratorium rujukan secara nasional untuk pemeriksaan Mpox, serta melakukan pemeriksaan WGS.

    Sementara itu, dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), Prasetyadi Mawardi mengatakan varian Mpox Clade I, baik 1a maupun 1b, belum terdeteksi di Indonesia.

    Menurutnya varian Mpox yang ditemukan di Indonesia sejak 2022 hingga saat ini adalah varian Clade II.

    Baca: Kasus cacar monyet meningkat, pengawasan di bandara diperketat

    “Clade I memang menurut refleksi angka fatalitas rate-nya relatif lebih tinggi dibanding Clade II, terus kemudian varian ini biasanya disebabkan oleh kontak erat, tidak melulu seksual kontak,” jelas Prasetyadi.

    Karena itu, dia mengimbau kepada siapa pun yang dicurigai terinfeksi Mpox dan muncul gejala untuk tidak memencet dan menggaruk lesi di kulit, dan sebaiknya membiarkan lesi tersebut.

    Sebab, lesi tersebut, baik yang basah maupun yang sudah mengering, berisiko menularkan virus.

    “Pasien juga tidak boleh berbagi barang-barang pribadi seperti handuk dan pakaian. Apabila terdapat benjolan atau bintil dan mengalami luka atau erosif, sebaiknya segera diberi obat,” katanya.

     

  • Kelalaian Picu Kebakaran Besar, Gulkarmat DKI Jakarta Diminta Masifkan Edukasi Warga

    Kelalaian Picu Kebakaran Besar, Gulkarmat DKI Jakarta Diminta Masifkan Edukasi Warga

    7cloud.asia – Sejumlah kebakaran besar yang terjadi di daerah padat penduduk di Jakarta disebabkan faktor yang dipicu kelalaian warga.

    Kelalaian ini seperti tidak sempurna saat memasang regulator tabung gas, membakar sampah di lingkungan tempat tinggal dan steker listrik menumpuk yang memicu arus pendek listrik (korsleting).

    Selain itu, kebakaran juga disebabkan penduduk yang lalai membuang puntung rokok sembarangan dan menaruh cairan zat kimia yang mudah terbakar sembarangan.

    Hal ini juga yang memicu kebakaran di RW 06 dan RW 12 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, pada 13 Agustus lalu.

    Menurut Gulkarmat DKI Jakarta, kebakaran yang melanda permukiman penduduk tersebut diduga terjadi karena arus pendek listrik yang menyambar ke kasur di salah satu rumah warga.

    Baca: Tiga lokasi penampungan disiapkan untuk korban kebakaran Manggarai

    Api kemudian merambat dengan cepat ke kawasan sekitarnya. Kebakaran sudah berhasil dipadamkan seluruhnya pada hari yang sama.

    Berdasarkan data kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, kebakaran tersebut berdampak kepada 1.172 Kepala Keluarga dan 3.332 jiwa di 21 RT yang berada di di dua RW.

    Atas kondisi ini Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) lebih memasifkan sosialisasi faktor penyebab dan pemicu terjadinya kebakaran.

    Sosialisai terutama dilakukan kepada warga di wilayah rawan kebakaran serta padat penduduk.

    Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Israyani di Jakarta, Senin (19/8/2024), mengatakan sosialisasi diperlukan untuk meningkatkan kesadaran warga.

    Baca: Tiga ledakan picu kebakaran di Gedung YLBHI

    “Sekali lagi mengingatkan Dinas Gulkarmat agar lebih masif memberikan edukasi tidak sekedar sosialisasi pencegahan kebakaran. Tapi pemahaman sumber-sumber pemicu kebakaran,” ujar Israyani.

    Menurut dia, edukasi harus difokuskan ke lingkungan masyarakat rawan kebakaran. Pemetaan daerah rawan kebakaran di Jakarta, juga harus jadi pedoman untuk menentukan strategi edukasi yang paling tepat.

    “Edukasi penanganan kebakaran dini agar tidak cepat meluas. Tidak sekadar sosialisasi saja, tapi edukasi yang masif secara langsung dan didukung dengan alat peraga dan poster-poster untuk selalu mengingatkan masyarakat,” kata Israyani.

    Dia juga mengimbau agar masyarakat waspada akan ancaman kebakaran dengan cara menghindari faktor pemicunya.

    “Masyarakat juga harus mulai melakukan upaya-upaya untuk mencegah kebakaran di rumah masing-masing dari hal-hal kecil,” kata Israyani.

  • DLH DKI Jakarta Kumpulkan Lebih dari 17 Ton Sampah Pasca Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR/MPR

    DLH DKI Jakarta Kumpulkan Lebih dari 17 Ton Sampah Pasca Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR/MPR

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pemprov DKI Jakarta membersihkan sampah sebanyak 17,4 ton pasca unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (22/08/2024).

    Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan pasca demonstrasi, sekitar pukul 22.00 WIB, pihaknya menerjunkan sebanyak 150 petugas dari suku dinas LH Jakarta Pusat untuk membersihkan sampah di sekitar Gedung DPR/MPR.

    Pembersihan sampah tersebut dilakukan dengan menggunakan 8 unit street sweeper, 8 unit truk anorganik, dan 3 unit mini dump truk.

    “Volume sampah total 79 meter kubik. Atau setara 17,4 ton,” kata Asep seperti yang dikutip Media Indonesia.

    Baca: DLH DKI Jakarta akan realisasikan pulau sampah pada tahun 2027

    Sebelumnya diwartakan ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR.

    Mereka yang datang dari berbagai daerah tersebut mulai memadati lokasi sejak pagi hari. Mereka menuntut DPR agar mematuhi putusan MK soal UU Pilkada.

    Selain itu, mereka juga menolak adanya revisi yang telah dilakukan oleh badan legislasi DPR. Hal ini sebagai bentuk pembangkangan yang dilakukan oleh DPR terhadap konstitusi negara.

    Unjuk rasa tersebut mulai memanas jelang sore hari saat mahasiswa berhasil menjebol gerbang Gedung DPR/MPR dan berupaya masuk ke dalam gedung.  

  • Buruan Daftar Jadi Duta Urban Farming Jakarta, Simak Caranya di Sini

    Buruan Daftar Jadi Duta Urban Farming Jakarta, Simak Caranya di Sini

    7cloud.asia – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta membuka pendaftaran Duta Urban Farming.

    Pemilihan Duta Urban Farming yang dibuka sejak 15 Agustus hingga 27 Agustus 2024 itu sebagai rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia dan rangkaian Festival Urban Farming Tahun 2024.

    Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/8/2024) menjelaskan pemilihan Duta Urban Farming Tahun 2024 bertujuan menggerakkan pertanian perkotaan.

    Pemilihan duta Urban Farming juga untuk menyosialisasikan bercocok tanam di perkotaan yang dapat dilakukan di mana saja oleh semua kalangan, terutama generasi muda.

    Untuk link pendaftaran Duta Urban Farming 2024 dapat diakses melalui tautan bit.ly/DUTAURBANFARMINGJKT.

    Baca: Urban farming jadi cara Kota Makassar untuk turunkan emisi

    Hingga Minggu malam, tercatat sudah ada 35 peserta yang mendaftar sejak dibuka pada 15 Agustus.

    “Rinciannya ada 14 putra dan 21 putri,” kata Eli dikutip Antaranews.com

    Perempuan yang biasa disapa Eli itu mengatakan pendaftar sebelumnya diseleksi melalui sesi wawancara dengan para juri.

    Selanjutnya, finalis terpilih akan diajak melakukan aksi penanaman pohon, panen, tebar ikan, serta mengunjungi beberapa destinasi pertanian, perikanan, dan kelautan di Kepulauan Seribu.

    “Setelah terpilih, para Duta Urban Farming diharapkan dapat memasifkan penyampaian pesan dan program pemerintah kepada publik melalui media sosial mereka,” ucapnya.

    Baca: Urban farming di kawasan perkantoran

    Untuk puncak acara akan diselenggarakan pada 17, 18, 19 September 2024 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat.

    “Ayo cepat mendaftar, ada banyak benefit yang bisa didapatkan Duta Urban Farming. Tidak kalah penting, Duta Urban Farming akan menjadi pribadi menginspirasi,” paparnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati menambahkan peserta pemilihan Duta Urban Farming harus memenuhi sejumlah persyaratan, yakni berusia 17 sampai 30 tahun, berdomisili atau bekerja di DKI Jakarta, dan menyertakan surat keterangan domisili (jika ber-KTP luar DKI Jakarta).

    Kemudian, calon peserta itu peduli dan aktif terhadap kegiatan pertanian perkotaan (urban farming), aktif di media sosial, mudah bergaul dan mau belajar hal baru, serta tidak memiliki catatan kriminal.

    “Peserta juga bersedia mengikuti kegiatan selama bulan September 2024 dan tidak sedang menjabat di kompetisi atau kontes lain atau sudah mendapatkan izin,” ucapnya.

    Baca: Jakarta akan terus perluas kawasan rendah emisi

    Untuk rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Urban Farming 2024, kata Mujiati, dimulai pada 15-27 Agustus untuk tahapan pendaftaran. Kemudian, Seleksi Bersama pada 30 Agustus 2024 yang dilanjutkan tahap Karantina mulai 9-13 September 2024.

    “Untuk Grand Final Pemilihan Duta Urban Farming 2024 akan diadakan 19 September,” kata dia.

  • Atasi Keterbatasan Lahan, Jakarta Perlu Mengadopsi Konsep Mixed Use Building

    Atasi Keterbatasan Lahan, Jakarta Perlu Mengadopsi Konsep Mixed Use Building

    7cloud.asia – Ahli Perencanaan Kota Bernardus Djonoputro berpendapat Jakarta perlu mengadopsi konsep mixed use building untuk menyediakan hunian murah bagi masyarakat.

    “Sekarang yang menjadi tren dunia itu kota-kota yang semakin ‘compact’ dan semakin efisien. Untuk itu, setiap kota harus punya permukiman atau perumahan yang terjangkau oleh semua strata masyarakat,” kata Bernardus di Jakarta, Senin (26/8/2024).

    Konsep mixed-use building merupakan konsep bangunan yang memiliki beberapa fungsi dan penggunaan yang berbeda dalam satu bangunan.

    Konsep ini dapat memadukan fungsi hunian, perkantoran, pendidikan, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi dan fungsi lainnya, dalam satu bangunan.

    Menurut dia, konsep mixed use building yang disampaikan oleh bakal calon gubernur (Bacagub) DKI Jakarta Ridwan Kamil di Indonesia Net Zero Summit di Jakarta, Sabtu (24/8/2024) merupakan solusi yang tepat bagi kota sebesar Jakarta.

    Ketua Majelis Kode Etik Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) itu menilai harga lahan dan tanah yang semakin mahal dapat diatasi dengan membangun mixed use building di tengah kota.

    “Karena harga lahan semakin tinggi dan keterbatasan lahan, maka cara untuk mendapatkan perumahan adalah dengan membangun hunian vertikal,” kata Bernardus.

    Baca: Salah kaprah pembangunan hunian berkonsep TOD di Indonesia

    Dia mengakui, membangun hunian vertikal dengan konsep mixed use building tidak bisa dilakukan di setiap tempat, tetapi dia melihat banyak lokasi di Jakarta yang bisa dimaksimalkan untuk menghadirkan mixed use building.

    Bernardus mencontohkan aset-aset milik Pemprov DKI Jakarta seperti pasar yang jumlahnya mencapai ratusan bisa dimaksimalkan untuk membangun mixed use building.

    “Itu kan potensi ya. Pasarnya tetap, bahkan pasarnya menjadi lebih rapi, tidak lagi becek. Dan fungsi ruangnya dinaikkan ke atas, tergantung luas lahan, ditambah dengan mengkonsolidasi lahan di sekitarnya mungkin bisa tiga sampai empat tower,” paparnya.

    Dengan demikian, Pemprov DKI Jakarta bisa menghadirkan hunian yang layak, murah, dan inklusif untuk masyarakat dari berbagai kelas sosial.

    Dia menegaskan, sudah seharusnya sebuah kota sinklusif dan selalu harus bisa dihuni oleh berbagai kelas sosial. Jadi, tidak eksklusif hanya untuk orang kaya saja.

    “Kota yang baik adalah kota yang mempunyai ruang-ruang bagi kelas atas, kelas menengah, menengah bawah, dan bawah. Sehingga ruang kotanya hidup dan saling mengisi,” paparnya.

    Baca: Jalur MRT akan dikembangkan dengan konsep TOD

    Bernardus menambahkan, kota-kota di dunia sudah mengarah ke sana, maka Jakarta tidak boleh ketinggalan. Konsep “mixed use building” merupakan keniscayaan bagi kota sebesar Jakarta.

    “Bila Jakarta ingin mencapai net zero carbon, maka ‘net zero lifestyle’ seperti yang disampaikan oleh Ridwan Kamil harus menjadi gaya hidup masyarakat. Dengan gaya hidup tersebut, mobilitas masyarakat lebih efisien,” kata Bernardus.

    Pemerintah daerah sebagai pembuat kebijakan menghadirkan tempat tinggal, tempat bekerja, dan tempat untuk memenuhi berbagai kebutuhan lainnya di satu lokasi.

    Masyarakat tidak lagi naik mobil pribadi, lebih banyak naik sepeda, kendaraan umum, dan jalan kaki. Karena naik kendaraan pribadi sangat mahal dan tidak efisien sama sekali.

    “Bahkan kalau busnya bus listrik, keretanya listrik, dan dilakukan agar motor-motornya pun menjadi listrik, kota itu mengarah ke net zero-nya lebih cepat,” paparnya.

    Sebelumnya, Bacagub DKI Jakarta Ridwan Kamil menuturkan mobilitas penduduk di kota besar sangat tinggi, oleh karenanya paradigma “more productivity” (produksi lebih banyak) dan “more mobility” (banyak mobilitas) diubah menjadi “more productivity”, tetapi “less mobility” (kurangi mobilitas).

    “Jadi kalau adik adik bisa hidup produktif. Menjadi lebih keren lebih kaya lebih pintar tapi ‘less mobility’ itu akan mengurangi karbon yang boros seperti hari ini,” kata dia.

  • Ada Dua Agenda Akbar, Warga Jakarta Diimbau WFH pada Kamis, 5 September 2024

    Ada Dua Agenda Akbar, Warga Jakarta Diimbau WFH pada Kamis, 5 September 2024

    7cloud.asia – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau warga untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) pada Kamis, 5 September 2024.

    Imbauan WFH pada Kamis 5 September untuk pekerja ini berkenaan dengan dua agenda besar yang akan berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

    Dua agenda yang dimaksud, yakni Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 dan Misa Akbar yang dipimpin oleh Paus Fransiskus.

    Pemerintah Indonesia akan menggelar Indonesia ISF di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada 4-6 September 2024. Indonesia ISF 2024 adalah transformasi dari Indonesia Sustainability Forum (ISF) pada 2023.

    Forum ini mempertemukan pemangku kebijakan, pakar, serta investor dari seluruh dunia untuk membangun kemitraan di bidang keberlanjutan dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau dunia.

    Heru Budi menyampaikan, acara internasional tersebut akan dihadiri oleh banyak tamu dari berbagai negara.

    “Penekanan kami adalah bahwa di tanggal 5 (September) selain ada kepala negara, tamu negara, juga ada kegiatan kenegaraan lainnya yang bersamaan yaitu Indonesia Sustainability Forum,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Kompas.com, Senin (26/8/2024).

    Baca Juga: Misa Akbar yang Dipimpin Langsung Paus Fransiskus Diikuti 86.000 Umat Katolik

    Tidak hanya itu, Kamis (5/9/2024) juga bertepatan dengan Misa Akbar bersama Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus.

    Misa Akbar sebagai agenda utama dan penutup rangkaian kunjungan Paus ke Tanah Air ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan Stadion Madya, Jakarta Pusat.

    Oleh karenanya, Heru berharap warga Jakarta dapat menerapkan WFH secara mandiri pada hari tersebut.

    “Pada tanggal 5 ada dua kegiatan besar, maka kami harapkan masyarakat bisa melihat ini mencermati ini sehingga bisa mengambil keputusan untuk melakukan work from home secara mandiri,” kata Heru.

    Kendati demikian, dia melanjutkan, aparat akan menerapkan rekayasa lalu lintas pada titik-titik tertentu agar arus kendaraan tetap berjalan lancar.

    Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengimbau masyarakat untuk menghindari jalan-jalan tertentu pada 5 September mendatang.

    Jalan tersebut, antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Soebroto, serta Jalan Gerbang Pemuda dan Jalan Asia Afrika, Jakarta.

    Dalam rangka Misa Akbar dan Indonesia ISF 2024, pihaknya pun mengaku sudah menyiapkan rute-rute alternatifnya yang dapat dilintasi oleh warga DKI Jakarta.

    “Contohnya, yang dari arah selatan ke utara, bisa menggunakan Jalan Kebayoran Baru. Kemudian, masuk ke Jalan Arteri Pondok Indah, berputar di kawasan Arteri Pondok Indah,” ujar Syafrin, dikutip dari Kompas.com, Rabu (28/8/2024).

    Baca Juga: Mengapa ‘WFH’ Layak Jadi Kebijakan Mendesak untuk Memangkas Polusi Udara di Jakarta

    “Kemudian, menuju ke kawasan Jalan Teuku Arif. Selanjutnya, masuk ke Tentara Pelajar, Pejompongan, dan seterusnya sampai Wahid Hasyim maupun ke Mas Mansyur untuk menuju ke arah selatan,” imbuh Syafrin.

    Demikian pula sebaliknya, masyarakat dari arah utara dan hendak ke arah selatan dapat melintasi rute alternatif tersebut.

    “Selanjutnya, untuk yang lainnya bisa melintasi melalui Tendean, seterusnya ke Jalan HR Rasuna Said dan ke arah selatan,” paparnya.

    Syafrin turut mengimbau agar masyarakat yang akan menuju GBK pada Kamis (5/9/2024) dapat menggunakan layanan angkutan umum.

    Untuk kegiatan di GBK, khususnya Misa Akbar, Transjakarta bersama dengan Polda Metro Jaya dan Satpol PP pun sudah menyiapkan tambahan transportasi dan kantong-kantong parkir.

    “Untuk kantong parkir, ada 1.800 bus yang akan datang ke GBK. Jadi, kantong parkirnya itu seluruhnya akan kami bagi. Ada yang di Kemayoran, kemudian ada yang di Cawang, dan Taman Mini,” kata Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali.

    Dishub DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya pun menegaskan kepada masyarakat yang tidak berkegiatan di kawasan itu untuk menghindari jalan-jalan yang sudah disebutkan.

  • Banyak yang Belum Paham, Ini Beda JakLingko dan MikroTrans

    Banyak yang Belum Paham, Ini Beda JakLingko dan MikroTrans

    7cloud.asia – Meski sudah cukup lama beroperasi, ternyata masih banyak anggota masyarakat yang belum paham perbedaan transportasi publik JakLingko dan Mikrotrans.

    Belakangan, muncul kesalahpahaman di masyarakat mengenai perbedaan sistem transportasi publik terintegrasi JakLingko dan layanan Mikrotrans.

    Karena itu, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan transportasi publik di Jakarta, salah satunya terkait dengan perbedaan JakLingko dan Mikrotrans.

    “Pada kesempatan ini, saya ingin meluruskan bahwa JakLingko merupakan sistem transportasi terintegrasi yang menjadi payung berbagai moda transportasi di Jakarta, termasuk TransJakarta, MRT, dan LRT,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas TransJakarta Tjahjadi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/9/2024).

    Sistem tersebut, sebut dia, dirancang untuk mempermudah perpindahan antarmoda dengan sistem pembayaran terintegrasi, yang tentunya memberikan kemudahan bagi mobilitas warga.

    Baca: Ke depan diharapkan 55 persen warga Jakarta gunakan transportasi publik

    Sementara itu, Mikrotrans merupakan salah satu moda dalam jaringan JakLingko yang beroperasi sebagai angkutan kota (angkot) dengan menggunakan kendaraan kecil yang biasa disebut angkot.

    “Mikrotrans berfungsi untuk melayani rute-rute pendek di area perumahan dan jalan sempit. Meskipun berada dalam sistem JakLingko, Mikrotrans memiliki peran spesifik sebagai angkot, yang berbeda dari moda transportasi lain seperti bus TransJakarta atau MRT,” ujar Tjahjadi.

    Menurut dia, keberadaan Mikrotrans telah dirasakan manfaatnya oleh berbagai kalangan masyarakat.

    Misalnya, ibu-ibu rumah tangga dapat dengan mudah menggunakan Mikrotrans untuk beraktivitas sehari-hari keluar rumah tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

    Anak-anak sekolah pun di area perumahan juga dapat dengan aman menggunakan untuk perjalanan harian.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Mikrotrans, ujarvTjahjadi, juga bermanfaat bagi para pekerja yang tinggal di perumahan yang jauh dari jalur utama bus TransJakarta sehingga mereka dapat menjangkau halte TransJakarta atau stasiun MRT terdekat dengan mudah.

    “Hal ini meningkatkan efisiensi waktu dan kenyamanan, terutama saat jam sibuk,” ucapnya.

    Dengan berbagai inovasi dan penyesuaian layanan tersebut, TransJakarta mengharapkan semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi publik.

    Hal itu juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi kemacetan dan mempromosikan penggunaan transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

    Sumber:Antaranews.com

  • Akhir Pekan, Cuaca Panas Melanda Tiga Kota Termasuk Jakarta

    Akhir Pekan, Cuaca Panas Melanda Tiga Kota Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Pada akhir pekan, Sabtu (07/09/2024) cuaca panas melanda tiga kota di Indonesia termasuk DKI Jakarta. Bahkan ada yang mencapai suhu maksimal 36 derajat celsius.

    Beradasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu di Kota Jakarta dan Jambi mencapai 35 derajat celsius. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang.

    Meski cuaca panas, namun masih ada peluang hujan di Jakarta. Peluang hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu pada pagi hari.

    Sedangkan wilayah lainnya di Jakarta diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam.  

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang mengguyur mayoritas wilayah di Indonesia pada

    hujan berintensitas sedang hingga lebat berpeluang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi.

    Wilayah Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, berpotensi hujan sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 15 hingga 36 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 33 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang.