Tag: hujan

  • Cuaca Hari Ini: Yogyakarta dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Yogyakarta dan Beberapa Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur beberapa kota termasuk Yogyakarta pada Senin (01/09/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Yogyakarta, hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi mengguyur Kota Medan, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang.

    Selain itu, Kota Serang, Bandung, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Manado, Gorontalo, Palu, Ternate, Ambon, Manokwari, Sorong, Nabire dan Jayawijaya juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju dan Jayapura. Sedangkan hujan disertai petir Kota Pekanbaru, Jambi, Tanjung Selor dan Banjarmasin.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi cuaca cerah dan berawan pada pagi dan malam hari di seluruh wilayah. Potensi hujan ringan diprediksi hanya terjadi di wilayah Jakarta Selatan pada siang hari

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Padang

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Berpotensi Hujan, Termasuk Padang

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah di Indonesia saat ini tengah mengalami musim kemarau. Namun sejumlah kota masih berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan termasuk Kota Padang pada Senin (08/09/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal YouTube resminya menyebut, selain Kota Padang, hujan dengan intensitas ringan berpeluang pula terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang.

    Kota Serang, Bandung, Denpasar, Mataram, Samarinda, Palangkaraya, Pontianak, Palu, Manado, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayawijaya dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan berintensitas ringan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bengkulu, Mamuju, Makassar, Nabire dan Jayapura. Hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Tanjung Selor dan Banjarmasin.

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung, pesisir Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Kalimantan Utara dan pesisir Maluku.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Jakarta

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat disertai petir berpotensi melanda sebagian wilayah Jakarta pada Kamis (11/09/2025). Masyarakat diimbau waspada.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal youtube resminya menyebut hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada pagi hari. wilayah lainnya diprediksi bakal diguyur hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya pada siang hingga malam hari, hampir seluruh wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat disertai petir. Hanya wilayah Jakarta Barat yang berpeluang terjadi hujan berintensitas ringan.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir bandang di Nagekeo NTT

    Untuk kota-kota lain di Indonesia, BMKG memprediksi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir masih berpeluang terjadi.

    Hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Padang, Tanjung Pinang, Palembang, Yogyakarta, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Manado, Palu, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.  

    Hujan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Serang, Bandung, Semarang danTanjung Selor. Sedangkan hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju.

    Baca: Udara bersih adalah hak warga kota

    Sementara hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Banjarmasin dan Nabire.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung dan pesisir Maluku.

     

  • BMKG: Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia Berpotensi Memicu Hujan Lebat pada 12-18 September 2025

    BMKG: Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia Berpotensi Memicu Hujan Lebat pada 12-18 September 2025

    7cloud.asia – Memasuki dasarian kedua September, BMKG memperkirakan potensi peningkatan curah hujan akan terjadi terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.

    Dilansir di laman resminya, BMKG menyebut bahwa secara atmosferik, hal ini dipengaruhi oleh nilai Dipole Mode Index (DMI) yang negatif, sehingga memicu peningkatan aktivitas konvektif.

    Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih aktif hingga sepekan mendatang.

    Indikasi ini juga terlihat dari nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang secara signifikan menunjukkan nilai negatif, menandakan kecenderungan pertumbuhan awan hujan.

    Faktor lain yang turut memperkuat kondisi tersebut adalah keberadaan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia barat Sumatera serta pola siklonik di sekitar Kalimantan Utara.

    Baca: Korban meninggal akibat banjir Bali bertambah jadi 14 orang

    Dengan kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan tanah longsor, yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap aktivitas harian maupun transportasi.

    Masyarakat diharapkan memastikan saluran drainase tetap bersih dan tidak tersumbat, serta selalu memantau informasi cuaca resmi BMKG sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan kegiatan.

    Pada periode 12–14 September 2025, secara umum kondisi cuaca di Indonesia didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

    Hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat): Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Sedangkan waspada angin kencang ditujukan untuk Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

    Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.

    Hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

    Hujan juga berpotensi terjadi di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

  • Penjelasan BMKG tentang Kapan Musim Hujan

    Penjelasan BMKG tentang Kapan Musim Hujan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memprediksi musim hujan tahun 2025-2026 datang lebih awal dari biasanya dan tidak terjadi serempak di seluruh wilayah Indonesia.

    Dalam konferensi pers BMKG pada Jumat (12/09/2025) sore, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan sifat musim hujan yang terjadi berada pada kategori normal, tidak terlalu basah ataupun terlalu kering.

    Peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun 2025 sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Agustus lalu. Musim hujan diprediksi akan berlangsung hingga April 2026 mendatang.  

    BMKG memprediksi musim hujan mencapai puncaknya di setiap wilayah berbeda-beda. Di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan puncak musim hujan terjadi pada bulan November hingga Desember 2025.

    Baca: Banjir di Bali, Ini Penyebabnya

    Sedangkan wilayah Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku dan Papua puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari 2026.

    “Artinya apa? Dikhawatirkan dan sangat mungkin potensi kejadian bencana itu akan hampir sepanjang bulan,” kata Dwikorita.

    Karena itu, lanjut Dwikorita, perlu kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti bencana longsor, banjir, pohon tumbang, dan lain-lain.

    Pada kesempatan ini, Dwikorita menyinggung banjir yang terjadi di Bali pada 9-10 September lalu. Menurutnya yang terjadi di Bali, bukan berarti telah memasuki musim hujan.

    “Ini masih masa peralihan musim kemarau ke musim hujan. Itupun baru peralihan kondisinya sudah seperti itu. Padahal Pulau Jawa, Sulawesi, Papua termasuk Bali, puncaknya antara Januari hingga Februari. Nah, ini gimana puncaknya nanti. Yang peralihan sudah seperti itu,” jelasnya.

    Baca: Korban Tewas Akibat Banjir di Bali Capai 14 Orang

    “Meskipun hujan saat musim hujan nanti curah hujannya bersifat normal atau sesuai rata-rata bulanannya. Namun hujan yang 1 bulan makin sering terjadi hanya dalam 1 hari atau beberapa hari. Itu yang berbahaya,” lanjutnya.

    Sebagai antisipasi resiko bencana hidrometeorologi, BMKG mengimbau kementerian lembaga, pemda, dan sektor terkait serta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan bencana.

    Misalnya dengan memprioritaskan perbaikan drainase dan irigasi, membersihkan sampah yang menumpuk di saluran air.

    Baca: Banjir di Bali, Ratusan Kepala Keluarga Terdampak

    Untuk para petani, mereka dapat menyesuaikan jadwal tanam agar tidak bertepatan dengan puncak musim hujan. Petani juga dapat memilih varietas tahan genangan.

    Selanjutnya Dwikorita mengungkapkan selama musim peralihan, jumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun.

    Meski demikian wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan dan sebagian Sumatera tetap waspada karena masih memungkinkan terjadi karhutla pada periode ini.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan pada Siang Hari

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan pada Siang Hari

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Sabtu (13/09/2025) siang. Wilayah lainnya diprediksi cerah berawan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal YouTube-nya, menyebutkan bahwa cuaca di seluruh wilayah Jakarta pada pagi dan malam hari diperkirakan cerah, berawan tebal.

    Untuk kota-kota lain di Indonesia BMKG memprediksi masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda.

    Baca: Bencana alam makin intens akibat perubahan iklim

    Selain itu, Kota Manado, Palu, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju dan Nabire. Sementara hujan berintensitas lebat berpeluang mengguyur Kota Merauke.

    Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Medan, Bengkulu dan Tanjung Selor.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung dan pesisir Maluku.

    Baca: Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia bisa memicu hujan Lebat pada 12-18 September 2025

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jakarta dan Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Siapkan Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jakarta dan Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur wilayah Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia pada Minggu (14/09/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal youtube resminya mengatakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada Minggu siang hingga malam hari.

    Di waktu yang sama, wilayah Jakarta lainnya diprediksi cerah, berawan. Pada pagi hari, BMKG memprediksi seluruh wilayah Jakarta cerah dan berawan.   

    Hujan dengan intensitas ringan juga masih terjadi di beberapa kota. Seperti Kota Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Palembang, Jambi, Bandung, Semarang, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda.

    Selain itu, hujan berintensitas ringan juga berpeluang terjadi di Gorontalo, Makassar, Palu, Kendari, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.  

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan, Pekanbaru dan Nabire. Sedangkan hujan lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Selor dan Manado.  

    BMKG juga mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Lampung, pesisir Jawa Tengah dan pesisir Maluku.

    Baca: Bibit siklon tropis di Samudra Hindia bisa memicu hujan lebat pada 12-18 September 2025

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta dan Jawa Barat, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta dan Jawa Barat, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi melanda sejumlah wilayah termasuk Jakarta dan Jawa Barat pada Rabu (17/09/2025).

    Dilansir di laman resmi BMKG, selain wilayah Jakarta dan Jawa Barat hujan dengan intensitas sangat lebat juga mengguyur wilayah Jawa Tengah serta Jawa Timur.

    Sedangkan sebagian besar wilayah lain di Indonesia, BMKG memprediksi, akan diguyur hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Seperti wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu kondisi cuaca seperti ini berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.

    Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan juga berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    Dalam penjelasannya, BMKG menyatakan bahwa hujan sedang jika intensitas hujan harian mencapai 20-50 mm/hari. Dan hujan lebat mencapai intensitas harian 50-100 mm/hari.

    Sedangkan hujan sangat lebat apabila intensitas harian hujan mencapai 100-150 mm/hari.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor serta pohon tumbang akibat kondisi cuaca tersebut.  

    Baca: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 15-18 September 2025

  • Banjir di Bali dan NTT Tegaskan Pentingnya Pembangunan Kota yang Berkelanjutan

    Banjir di Bali dan NTT Tegaskan Pentingnya Pembangunan Kota yang Berkelanjutan

    7cloud.asia – Peristiwa banjir bandang yang melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada September 2025 menjadi peringatan serius bahwa krisis iklim sudah di depan mata.

    Meski di tengah musim kemarau, hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 300 milimeter dalam sehari telah mengakibatkan banjir bandang yang menewaskan belasan orang dan mengakibatkan ribuan orang terdampak.

    Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan tata ruang, infrastruktur, dan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

    Guru Besar Bidang Geomorfologi Lingkungan dari Fakultas Geografi UGM Prof. Dr. Djati Mardiatno, mengatakan banjir bandang yang terjadi di Bali dan NTT menurutnya dipicu oleh kombinasi hujan ekstrem dan berkurangnya tutupan lahan.

    “Berkurangnya hutan yang berubah menjadi area terbangun membuat air hujan lebih banyak menjadi aliran permukaan daripada masuk ke dalam tanah. Aliran permukaan yang besar inilah yang dapat memicu banjir bandang,” ujarnya dikutip ugm.ac.id pada Rabu (17/9/2025).

    Baca: Banjir hebat di musim kemarau jadi bukti krisis iklim itu nyata

    Djati menilai tantangan terbesar penanganan banjir bandang adalah luasnya wilayah terdampak serta banyaknya objek vital di perkotaan yang rentan.

    Oleh Karena itu, ia menekankan perlunya solusi jangka panjang berupa penataan tata ruang.

    “Kita harus memperbanyak ruang terbuka hijau agar air hujan bisa meresap ke tanah, membatasi konversi lahan hutan, serta memastikan sungai tidak tersumbat sampah agar saluran air berfungsi optimal,” tambahnya.

    Hal senada disampaikan Prof. Ir. Bakti Setiawan, pakar perencanaan kota Fakultas Teknik UGM. Ia menegaskan bahwa banjir tidak hanya dipicu oleh faktor alam, melainkan juga ulah manusia.

    Ada faktor eksternal berupa krisis iklim yang memicu cuaca ekstrem, tetapi ada juga faktor internal yaitu tata ruang dan perkembangan kota yang tidak terkontrol.

    Baca: Eropa alami bencana terburuk akibat perubahan iklim

    “Jadi tantangan utamanya adalah penataan ruang dan kota yang lemah dalam mengantisipasi risiko bencana,” ujarnya.

    Laki-laki yang biasa dipanggil Bobby ini menilai solusi ke depan harus berupa tata ruang dan pengendalian perkembangan kota yang berbasis pada pengurangan risiko bencana.

    Selain itu, ujarnya, ketangguhan komunitas menjadi kunci dalam memitigasi bencana hidrometeorologi.

    “Peningkatan ketangguhan warga melalui penguatan social capital, baik secara struktural maupun kultural, perlu dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana,” imbuhnya.

    Kedua pakar sepakat bahwa dalam menghadapi cuaca ekstrem, peran pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus berjalan seiring.

    Baca: Penanganan banjir sebagai cermin politik

    Pemerintah daerah dituntut menyiapkan rencana kontinjensi dan menegakkan tata ruang, sementara akademisi berkontribusi melalui riset, pemetaan, dan sosialisasi.

    Di sisi lain, masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan dengan langkah sederhana seperti membuat sumur resapan, biopori, menjaga ruang terbuka hijau, serta disiplin tidak membuang sampah ke sungai.

    Dengan tata ruang yang terkendali, kebijakan berbasis mitigasi, dan komunitas yang tangguh, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dapat ditekan.

    Pasalnya, bencana khususnya bencana hidrometeorologi bukan hanya persoalan alam, melainkan juga cerminan bagaimana manusia mengelola ruang hidupnya.

  • Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang Hari

    Cuaca Hari Ini: Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang Hari

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur wilayah Jakarta pada Kamis (18/09/2025) siang.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Timur pada siang dan sore hari.

    Di waktu yang sama, hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

    Sementara pada pagi dan malam hari, BMKG memprediksi cuaca di Jakarta cerah hingga berawan tebal.

    Potensi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir juga melanda kota-kota lainnya di Indonesia.   

    Seperti Kota Pekanbaru, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Mataram, Denpasar, Samarinda, Palangkaraya, Manado, Palu, Ternate, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Mamuju, Sorong dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Tanjung Selor dan Banjarmasin.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada 15-18 September 2025