7cloud.asia – Prancis berjuang memadamkan kebakaran hutan besar di dekat Paris akibat gelombang panas berkepanjangan terus melanda sebagian besar negara itu dan memaksa evakuasi di dekat hutan Fontainebleau.
Penyiar BFM TV melaporkan pada Senin (13/07/2026) bahwa kebakaran di dekat hutan Fontainebleau, sekitar 70 kilometer tenggara Paris, memicu evakuasi sekitar 1.000 penduduk dan wisatawan dari bagian komune Le Vaudoue saat api bergerak menuju area perumahan.
Wali Kota Le Vaudoue, Michel Calmy, menggambarkan adanya “dinding api” yang menjalar cepat menuju desa tersebut sebelum akhirnya mencapai pinggiran kawasan permukiman, menurut laporan lembaga penyiaran itu.
Baca: Enam Orang Tewas Akibat Kebakaran Hutan di Spanyol
Sementara itu, Juru bicara pemerintah Maud Bregeon mengatakan kepada RTL bahwa kebakaran hutan Fontainebleau adalah “situasi yang luar biasa,” mengatakan kebakaran sebesar itu di Prancis utara belum pernah terjadi sebelumnya.
“Ini situasi luar biasa, yang membutuhkan penanganan luar biasa,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menerjunkan pesawat pengebom air Canadair dan armada Dash guna membantu pemadaman api.
Dua pesawat Canadair tiba di area tersebut pada Senin dan mulai melakukan operasi penjatuhan air setelah mengumpulkan air dari Sungai Seine.
Baca: Ruang Hijau Jadi Opsi Cegah Kebakaran Hebat di Los Angeles
Kebakaran hutan terjadi saat 37 departemen tetap berada di bawah peringatan tertinggi gelombang panas merah Prancis, dengan suhu ekstrem dan kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran di seluruh negeri, menurut penyiar tersebut.
Bregeon mengatakan sekitar 2.000 pusat pendingin dibuka selama akhir pekan di bawah rencana darurat Extreme Heat ORSEC yang baru diperkenalkan oleh pemerintah untuk melindungi orang-orang yang rentan.
Dia menambahkan bahwa sistem rumah sakit Prancis masih terus mengatasi lonjakan keluhan kesehatan terkait panas.
Baca: Prancis Catat Hampir 9000 Kematian Akibat Gelombang Panas
Pemerintah juga mendukung pembatalan beberapa perayaan Hari Bastille, mengatakan langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk menghindari kelebihan beban layanan darurat dan mengurangi risiko kebakaran baru akibat kembang api.
Di tempat lain, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kebakaran hutan di Cap Frehel di departemen Cotes-d’Armor di barat laut, meskipun tim darurat tetap berada di lokasi guna mencegah kobaran api kembali menyala.
Wakil Menteri Pertahanan Alice Rufo mengatakan kepada penyiar TF1 bahwa pemerintah berharap dapat mengerahkan pesawat transportasi militer A400M untuk misi pemadaman kebakaran “dalam beberapa minggu mendatang” setelah menyelesaikan pelatihan pilot dan persiapan lainnya.
Sumber: Antara/Anadolu


