7cloud.asia – Iran menargetkan fasilitas-fasilitas intelijen militer Israel dalam serangannya ke wilayah selatan Israel pada Kamis (19/6/2025) pagi waktu setempat.
Serangan ini merupakan balasan dari serangan yang diluncurkan Israel dengan target fasilitas nuklir milik Iran pada Jumat (13/6/2025).
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA melaporkan serangan Iran tersebut ditujukan ke markas besar korps telekomunikasi C4I milik tentara Israel dan sebuah fasilitas intelijen.
Iran tidak menarget rumah sakit seperti yang dilaporkan oleh beberapa media, demikian menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Laporan itu menambahkan bahwa rumah sakit yang dimaksud terkena dampak gelombang kejut dari ledakan tersebut.
Baca: Iran tidak akan menyerah kepada ancaman Trump
Sebelumnya, beberapa media melaporkan bahwa sebuah rudal Iran menghantam Soroka Medical Center di Kota Beersheba, Israel selatan dan sejumlah pejabat melaporkan tentang “kerusakan yang ekstensif”.
Media Israel merilis rekaman yang menunjukkan jendela-jendela pecah dan asap hitam pekat. Belum jelas berapa banyak korban dalam serangan tersebut.
Sementara itu, Israel menyerang fasilitas reaktor air berat (heavy water) Arak milik Iran, demikian laporan televisi pemerintah Iran pada Kamis (18/6/2025)
Laporan televisi pemerintah Iran itu juga menyebutkan bahwa fasilitas tersebut telah dievakuasi sebelum serangan menghantam dan tidak ada ancaman kebocoran.
Israel sebelumnya telah memperingatkan akan adanya potensi serangan terhadap fasilitas tersebut.
Baca: Iran berhasil lumpuhkan pertahanan Israel
Sementara dari Washington dikabarkan Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mendukung serangan Israel ke fasilitas nuklir milik Iran.
Rencana AS untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang paling terlindungi kuat dengan bom penghancur bunker akan berhasil karena mereka memiliki kemampuan tersebut, kata situs berita Axios pada Rabu (18/6/2025), mengutip pejabat AS.
“Kami akan siap menyerang Iran. Tapi kami belum yakin bahwa kami memang diperlukan,” kata seorang pejabat senior AS kepada Axios.
“Presiden belum yakin bahwa kami memang diperlukan,” sambungnya.
Sumber: Antaranews.com/Xinhua-Anadolu








