Tag: iran

  • Serangan Iran Menarget Situs Intelijen Militer Israel Bukan Rumah Sakit

    Serangan Iran Menarget Situs Intelijen Militer Israel Bukan Rumah Sakit

    7cloud.asia – Iran menargetkan fasilitas-fasilitas intelijen militer Israel dalam serangannya ke wilayah selatan Israel pada Kamis (19/6/2025) pagi waktu setempat.

    Serangan ini merupakan balasan dari serangan yang diluncurkan Israel dengan target fasilitas nuklir milik Iran pada Jumat (13/6/2025).

    Kantor berita pemerintah Iran, IRNA melaporkan serangan Iran tersebut ditujukan ke markas besar korps telekomunikasi C4I milik tentara Israel dan sebuah fasilitas intelijen.

    Iran tidak menarget rumah sakit seperti yang dilaporkan oleh beberapa media, demikian menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

    Laporan itu menambahkan bahwa rumah sakit yang dimaksud terkena dampak gelombang kejut dari ledakan tersebut.

    Baca: Iran tidak akan menyerah kepada ancaman Trump

    Sebelumnya, beberapa media melaporkan bahwa sebuah rudal Iran menghantam Soroka Medical Center di Kota Beersheba, Israel selatan dan sejumlah pejabat melaporkan tentang “kerusakan yang ekstensif”.

    Media Israel merilis rekaman yang menunjukkan jendela-jendela pecah dan asap hitam pekat. Belum jelas berapa banyak korban dalam serangan tersebut.

    Sementara itu, Israel menyerang fasilitas reaktor air berat (heavy water) Arak milik Iran, demikian laporan televisi pemerintah Iran pada Kamis (18/6/2025)

    Laporan  televisi pemerintah Iran itu juga menyebutkan bahwa fasilitas tersebut telah dievakuasi sebelum serangan menghantam dan tidak ada ancaman kebocoran.

    Israel sebelumnya telah memperingatkan akan adanya potensi serangan terhadap fasilitas tersebut.

    Baca: Iran berhasil lumpuhkan pertahanan Israel

    Sementara dari Washington dikabarkan Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mendukung serangan Israel ke fasilitas nuklir milik Iran.

    Rencana AS untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang paling terlindungi kuat dengan bom penghancur bunker akan berhasil karena mereka memiliki kemampuan tersebut, kata situs berita Axios pada Rabu (18/6/2025), mengutip pejabat AS.

    “Kami akan siap menyerang Iran. Tapi kami belum yakin bahwa kami memang diperlukan,” kata seorang pejabat senior AS kepada Axios.

    “Presiden belum yakin bahwa kami memang diperlukan,” sambungnya.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua-Anadolu

  • Menteri Luar Negeri Negara-negara Arab Gelar Pertemuan Darurat Membahas Ketegangan Iran dan Israel

    Menteri Luar Negeri Negara-negara Arab Gelar Pertemuan Darurat Membahas Ketegangan Iran dan Israel

    7cloud.asia – Para menteri luar negeri (menlu) Liga Arab mengadakan sebuah pertemuan darurat di Istanbul pada Jumat (20/6/2025) untuk membahas ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel.

    Mengutip sumber-sumber diplomatik, kantor berita pemerintah Turki, Anadolu Agency mengatakan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada konsekuensi dari perseteruan baru-baru ini dan potensi dampaknya terhadap stabilitas regional.

    Usai pertemuan tertutup itu, Menlu Yordania Ayman Safadi, yang memimpin sesi tersebut, mengatakan kepada para wartawan bahwa masyarakat internasional harus bertindak untuk mencegah perang skala penuh.

    Baca: Serangan Iran menarget situs intelijen militer Israel

    Ayman juga memperingatkan bahwa perdamaian dan keamanan global berada dalam bahaya akibat ketegangan yang dipicu serangan Israel tersebut.

    “Serangan-serangan harus dihentikan, dan negosiasi harus dimulai untuk mencapai solusi politik atas program nuklir Iran,” ujarnya.

    Dia memperingatkan bahwa kawasan tersebut berada di tepi jurang yang sangat berbahaya dan menghadapi situasi yang sangat genting.

    Baca: Iran-Israel saling serang, Amerika Serikat tutup kedutaannya di Tel Aviv

    Ayman juga menyerukan upaya-upaya internasional untuk menghentikan kekerasan di Gaza dan mengakhiri apa yang disebutnya sebagai agresi Israel.

    Dia menegas bahwa langkah ini sangat penting demi memulihkan ketenangan di Kawasan Timur Tengah.

    Para menteri Liga Arab juga akan menghadiri sidang Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam ke-51 di Istanbul, Turki pada Sabtu- Minggu (21-22/6/2025) ini.

    Ayman berharap pertemuan-pertemuan tersebut akan menghasilkan sebuah sikap bersama untuk menghentikan serangan-serangan Israel terhadap Gaza dan Iran.

    Baca: Iran tidak akan menyerah pada ancaman AS

  • Donald Trump Sebut Serangan ke Iran Sukses, Pentagon Enggan Berkomentar

    Donald Trump Sebut Serangan ke Iran Sukses, Pentagon Enggan Berkomentar

    7cloud.asia – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menolak berkomentar kepada kantor berita RIA Novosti tentang serangan AS ke Iran dan mengarahkan pertanyaan tersebut ke Gedung Putih.

    “Kami merujuk Anda ke Gedung Putih,” kata seorang juru bicara Pentagon, dalam menanggapi permintaan wartawan untuk mengomentari pernyataan Trump soal serangan AS ke Iran tersebut.

    Menurut laporan New York Times, yang mengutip sumber pejabat Iran, diberitakan bahwa pesawat pengebom AS menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordow dan Natanz pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 23:00 GMT (atau Minggu, 06.00 WIB).

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS telah menyelesaikan “serangan yang sangat sukses” terhadap tiga titik fasilitas nuklir di Iran, Sabtu (21/6/2025).

    Baca: Menteri Luar Negeri Negara-negara Arab Gelar Pertemuan Darurat Membahas Ketegangan Iran dan Israel

    Dalam Truth Social, Trump menyatakan bahwa semua pesawat AS telah keluar dari ruang udara Iran, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

    Serangan tersebut dilancarkan setelah Israel dilaporkan meminta AS terlibat dalam serangan udara yang sudah dilakukannya duluan terhadap sejumlah titik di Iran.

    Israel juga telah menyerang beberapa fasilitas yang terkait dengan program pengembangan nuklir Teheran sebelumnya.

    Keterlibatan AS dalam agresi Israel terhadap Iran, bertentangan dengan peringatan Teheran supaya AS tidak ikut campur, dan diperkirakan akan menyebabkan pemburukan eskalasi yang tak terhindarkan di kawasan.

    Baca: Iran-Israel saling serang, Amerika Serikat tutup kedutaannya di Tel Aviv

    Serangan tersebut membuka kemungkinan serangan balasan Iran ditujukan kepada sejumlah pangkalan militer AS yang terletak di berbagai daerah di kawasan Timur Tengah.

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan dalam pesan videonya baru-baru ini bahwa keterlibatan AS dalam konflik dengan Israel akan menimbulkan konsekuensi yang sangat berat.

    Media AS sebelumnya melaporkan bahwa alutsista militer AS, di antaranya pesawat siluman pengebom B-2 dan rudal penghancur bunker yang efektif dalam menghancurkan struktur di bawah seperti fasilitas nuklir Iran, digunakan dalam operasi serangan itu.

    Serangan Israel terhadap Iran yang diluncurkan sejak 13 Juni memicu operasi balasan Teheran yang mencakup serangan rudal ke Tel Aviv, sehingga menyebabkan banyak korban tewas dan terluka di kedua belah pihak.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-OANA-Kyodo

  • Keputusan Donald Trump Menyerang Iran Tanpa Persetujuan Kongres Dinilai Inkonstitusional

    Keputusan Donald Trump Menyerang Iran Tanpa Persetujuan Kongres Dinilai Inkonstitusional

    7cloud.asia – Anggota Kongres dan warga Amerika Serikat mengecam keputusan Presiden Donald Trump untuk mengebom Iran tanpa persetujuan Kongres

    Mereka menyebut tindakan Trump ini sebagai “inkonstitusional”. Banyak yang mengkritik intervensi militer AS di Iran sebagai pengkhianatan terhadap platform “America First” Trump yang membuatnya terpilih kembali.

    Amerika Serikat pada Minggu (22/6/2025) dini hari telah meluncurkan serangan bom ke tiga fasilitas nuklir di Iran. Campur tangan Washington ini semakin meningkatkan Ketegangan antara Israel dan Iran.

    Presiden Donald Trump mengatakan pada Sabtu (21/6/2025) malam bahwa serangan AS “melenyapkan” fasilitas Iran di Fordow, Isfahan, dan Natanz.

    Baca: Pentagon enggan komentari serangan AS ke Iran

    Saat itu, Trump mengancam akan melakukan lebih banyak serangan untuk menghilangkan kapasitas pengayaan nuklir negara itu jika Teheran “tidak berdamai”.

    Iran mengakui serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa personelnya yang bekerja di lokasi nuklir telah dievakuasi sebelum serangan.

    Serangan AS terjadi lebih dari seminggu setelah Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran, yang membalas dengan serangan rudal, yang mengakibatkan ratusan korban di kedua belah pihak.

    Iran bersumpah akan membalas serangan Amerika Serikat tersebut. Dalam pernyataan publik pertamanya setelah serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh AS melanggar hukum internasional.

    Baca: Iran mengecam standar ganda Amerika Serikat dan sekutunya

    “Amerika Serikat, anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah melakukan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan NPT [Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir] dengan menyerang instalasi nuklir damai Iran,” kata Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial.

    “Peristiwa pagi ini [Minggu] keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal. Setiap anggota PBB harus waspada atas perilaku yang sangat berbahaya, melanggar hukum, dan kriminal ini.”

    Ia menambahkan bahwa Iran “memiliki semua pilihan untuk mempertahankan kedaulatan, kepentingan, dan rakyatnya”.

    Sumber: AlJazeera.com

  • Donald Trump Disebut Tak Akan Melanjutkan Serangan ke Iran

    Donald Trump Disebut Tak Akan Melanjutkan Serangan ke Iran

    7cloud.asia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak ingin melanjutkan serangan terhadap Iran dan berniat mengupayakan kesepakatan damai dengan Tehran setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

    Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat, Axios pada Minggu (22/6/2025) melaporkan bahwa Trump menghubungi perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu sesaat setelah serangan.

    Trump dilaporkan memberitahu Netanyahu hasil serangan dan menyatakan bahwa tujuan berikutnya adalah mengejar kesepakatan damai dengan Iran.

    “Presiden tidak ingin melanjutkan serangan. Ia siap jika Iran melakukan serangan balasan, tetapi ia sudah menyampaikan kepada Netanyahu bahwa ia menginginkan perdamaian,” kata pejabat tersebut.

    Seorang pejabat Israel juga mengonfirmasi sikap Trump, “Amerika sudah menyampaikan dengan jelas bahwa mereka ingin mengakhiri putaran ini. Mereka tidak keberatan jika kami melanjutkan serangan, tapi untuk mereka, sudah cukup.”

    Baca: Keputusan Donald Trump serang Iran dinilai inkonstitusional

    Israel dilaporkan telah menghancurkan beberapa sistem pertahanan udara Iran dalam waktu 48 jam sebelum serangan AS, atas permintaan Amerika, menurut pejabat Israel dan Amerika.

    Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa AS memberikan daftar sistem pertahanan Iran yang harus dilumpuhkan sebelum menyerang fasilitas nuklir Fordow.

    AS menyerang fasilitas nuklir Iran menggunakan enam bom penembus bunker (bunker-buster) yang dijatuhkan ke fasilitas Fordow dengan pesawat siluman B-2

    AS juga meluncurkan puluhan rudal jelajah dari kapal selam ke fasilitas di Natanz dan Isfahan.

    Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Angkatan Udara Dan Caine, mengatakan lebih dari 125 pesawat AS terlibat dalam misi tersebut, termasuk pesawat pengebom siluman, jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, kapal selam peluncur rudal, dan pesawat pengintai.

    Baca: Pentagon enggan komentari serangan AS ke Iran

    Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran itu “sangat sukses”.

    Ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv pecah sejak 13 Juni 2025, ketika Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, menargetkan fasilitas militer dan nuklir. Iran merespons dengan serangan balasan.

    Pihak berwenang Israel melaporkan sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan rudal Iran.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran menyebutkan 430 orang meninggal dunia dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat serangan Israel.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Sebanyak 29 WNI yang Tinggal di Iran Tiba di Tanah Air Sore Ini

    Sebanyak 29 WNI yang Tinggal di Iran Tiba di Tanah Air Sore Ini

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan seluruh Perwakilan Indonesia di Timur Tengah terus memonitor dari dekat eskalasi konflik yang terjadi antara Israel, AS dan Iran.

    Pemerintah Indonesia meminta seluruh warga negara Indonesia yang bermukim di sejumlah wilayah di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut.

    Adapun, data sementara menyebutkan sebanyak 97 WNI saat ini sudah berada di Baku, Azerbaijan, akan dipulangkan secara bertahap menggunakan pesawat komersial.

    Gelombang pertama warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Iran melalui Azerbaijan dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada hari ini.

    Baca: Donald Trump disebut tak akan lanjutkan serangan ke Iran

    Untuk tahap pertama, 29 WNI akan take off Senin sore waktu Baku. Mereka dijadwalkan akan tiba di Bandara Soetta pada Selasa (24/6/2025) sore hari. Evacuees lainnya akan tiba bertahap pada Rabu-Kamis (25-26/6/2025).

    Kemlu juga mengimbau agar para WNI yang saat ini berada di Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan, terus memantau situasi keamanan dan arahan yang diberikan otoritas setempat.

    Mereka juga diimbau menghindari lokasi aset-aset negara berkonflik dan mengurangi perjalanan ke luar rumah untuk hal-hal yang tidak mendesak.

    Bagi WNI yang menetap agar melakukan lapor diri secara online di www.peduliwni.kemlu.go.id dan memastikan data telah update.

    Baca: Iran tidak akan menyerah terhadap ancaman Donald Trump

    Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan melewati wilayah udara Timur Tengah, agar mengantisipasi gangguan penerbangan karena penutupan wilayah udara di sejumlah negara. Selalu pastikan jadwal penerbangan ke maskapai.

    Jika dalam keadaan darurat di luar negeri agar segera menghubungi hotline Perwakilan RI terdekat atau hotline Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Pelindungan WNI melalui nomor +62 812-9007-0027 (WhatsApp) atau tekan Tombol Darurat di aplikasi Safe Travel Kemlu.

    Ketegangan di Timur Tengah memuncak, setelah Israel meluncurkan serangan ke Tehran yang kemudian dibalas oleh militer Iran. Pihak berwenang Israel melaporkan sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan rudal Iran.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan Iran menyebutkan 430 orang meninggal dunia dan lebih dari 3.500 orang terluka akibat serangan Israel.

  • Iran Akan Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata dan Peringatkan Israel Tidak Ingkar

    Iran Akan Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata dan Peringatkan Israel Tidak Ingkar

    7cloud.asia – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam pernyataannya pada Selasa (24/6/2025) mengatakan Iran akan mematuhi gencatan senjata dengan Israel selama Israel tidak melanggar kesepakatan tersebut.

    Berbicara melalui panggilan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, Pezeshkian menyatakan Israel dan para pendukungnya telah berupaya mencari kekacauan di dalam negeri Iran.

    “Rakyat Iran, meskipun menghadapi kesulitan dan penderitaan, tetap bersatu dan teguh menghadapi pihak lawan,” kata Pezeshkian sebagaimana dikutip oleh pihak berwenang.

    Sebelumnya, Teheran juga menyatakan tidak akan menyerah dan akan melawan pihak-pihak yang secara tidak adil menyerang wilayahnya.

    Baca: Israel dilaporkan mulai kehabisan amunisi

    Pemimpin Iran itu mengatakan bahwa Amerika Serikat secara langsung berpartisipasi dalam perang Israel melawan Iran ketika Israel gagal mencapai tujuannya.

    Pezeshkian menuduh Amerika Serikat telah melanggar hukum internasional dengan menyerang fasilitas nuklir Iran.

    Dalam pernyataan itu, Pezeskhian menegaskan bahwa negaranya siap untuk mengejar dialog dan menuntut kembali hak-hak sah bangsa Iran melalui meja perundingan.

    Israel meluncurkan serangan udara ke beberapa lokasi di Iran sejak 13 Juni, termasuk fasilitas militer dan nuklir, dengan tuduhan Tehran hampir memproduksi bom nuklir — klaim yang dibantah dengan keras oleh Iran.

    Baca: Iran berhasil lumpuhkan pertahanan Israel

    Ketika Iran meluncurkan serangan belasan menggunakan rudal dan drone, Amerika Serikat kemudian ikut serta dalam konflik dengan mengebom tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025).

    Setelah 12 hari pertempuran kedua musuh bebuyutan di kawasan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada Senin (23/6/2025) malam waktu setempat untuk mengakhiri konflik.

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump tidak ingin melanjutkan serangan terhadap Iran dan berniat mengupayakan kesepakatan damai dengan Tehran setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

    Baca: AS tak akan melanjutkan serangan ke Iran

    Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat, Axios pada Minggu (22/6/2025) melaporkan bahwa Trump menghubungi perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu sesaat setelah serangan.

    Trump dilaporkan memberitahu Netanyahu hasil serangan dan menyatakan bahwa tujuan berikutnya adalah mengejar kesepakatan damai dengan Iran.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Sebut Telah Menangi Perang Melawan Israel, Ayatollah Ali Khamenei Berikan Ucapan Selamat untuk Militer Iran

    7cloud.asia – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa negaranya telah menang dalam konflik melawan Israel dalam 12 hari terakhir.

    “Rezim Zionis hampir runtuh dan hancur di bawah serangan Republik Islam,” demikian klaim Khamenei dalam pesan yang disampaikan dalam rekaman video yang dilansir Kamis (26/6/2025).

    Dalam pesan itu, Khamenei juga menyatakan bahwa Iran telah “memberikan tamparan keras ke wajah Amerika”.

    Ia memberi tahu pemirsa bahwa AS hanya campur tangan dalam perang karena “merasa bahwa jika tidak campur tangan, rezim Zionis [Israel] akan hancur total”.

    Baca: Iran akan patuhi kesepakatan gencatan senjata

    Khamenei juga memberi ucapn selamat kepada angkatan bersenjata negara itu dan mengatakan pangkalan AS dapat diserang lagi jika terjadi ancaman di masa mendatang.

    Namun, pihak Israel membantah apa yang disampaikan Ayatollah Ali Khamenei bahwa negaranya telah menang dalam konflik melawan Israel. Dilansir AlJazeera, seorang pensiunan kolonel Israel menyebut pernyataan Khamenei ini sebagai hal konyol.

    Berbicara kepada Al Jazeera dari Tel Aviv, Uri Dromi, yang juga merupakan juru bicara pemerintah Israel pada tahun 1990-an, mengatakan bahwa klaim Iran bahwa mereka telah memenangkan perang itu tidak dapat dipercaya.

    “Saya tidak percaya saya benar-benar mendengarnya. Saya ragu ada satu pun orang Iran yang tahu apa pun tentang apa pun yang mempercayainya, dengan pesawat Israel yang berkeliaran bebas di atas Iran.” imbuhnya.

    Baca: Militer Israel mulai kehabisan amunisi

    Namun, Uri Dromi menambahkan, retorika Iran seputar konflik itu tidak terlalu penting.

    “Jika mereka merasa baik-baik saja dengan ini, baiklah — pertanyaan utamanya adalah bagaimana kita mencapai kesepakatan.”

    Presiden Donald Trump mengatakan pejabat AS dan Iran akan berunding minggu depan, karena Dewan Wali Iran menangguhkan kerja sama dengan IAEA PBB.

    Kementerian Kesehatan Iran mengatakan setidaknya 627 orang tewas dan lebih dari 4.870 orang terluka selama 12 hari serangan Israel di negara itu. Setidaknya 28 orang tewas dalam serangan Iran di Israel.

  • Puluhan Ribu Warga Iran Hadiri Pemakaman Umum Korban Serangan Israel

    Puluhan Ribu Warga Iran Hadiri Pemakaman Umum Korban Serangan Israel

    7cloud.asia – Puluhan ribu orang memadati jalan-jalan di ibu kota Iran, Teheran, saat upacara pemakaman bagi para komandan militer, ilmuwan nuklir, dan sejumlah warga sipil yang tewas dalam serangan Israel pada 13 Juni lalu.

    Televisi pemerintah menayangkan rekaman orang-orang yang mengenakan pakaian hitam, melambaikan bendera Iran, dan memegang foto sejumlah korban tewas dalam upacara yang dimulai pukul 8 pagi (04:30 GMT) pada hari Sabtu.

    Peti mati kepala Garda Revolusi, Jenderal Hossein Salami, kepala program rudal balistik Garda, Jenderal Amir Ali Hajizadeh, dan yang lainnya diangkut dengan truk di sepanjang Jalan Azadi di Teheran.

    Salami dan Hajizadeh keduanya tewas pada hari pertama perang, yang menurut Israel dimaksudkan untuk menghancurkan program nuklir Iran.

    Mohammad Bagheri, seorang mayor jenderal di Garda Revolusi Iran, serta ilmuwan nuklir terkemuka Mohammad Mehdi Tehranchi juga tewas dalam serangan Israel.

    Baca: Iran sebut telah menangi perang melawan Israel

    Sementara orang-orang di kerumunan meneriakkan kekecewaan mereka pada Israel dan sekutunya, Amerika Serikat “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel”.

    Upacara pada Sabtu pagi tersebut merupakan pemakaman umum pertama bagi para komandan tinggi yang meninggal akibat serangan Israel, sejak gencatan senjata disepakati pada Selasa (24/6/2025)

    Televisi pemerintah Iran melaporkan, bahwa upacara pemakaman tersebut diperuntukkan bagi 60 orang, termasuk 16 ilmuwan, 10 komandan senior, serta empat perempuan dan empat anak-anak.

    Presiden Masoud Pezeshkian dan tokoh senior lainnya termasuk Ali Shamkhani, yang terluka parah selama konflik dan merupakan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta putra Khamenei, Mojtaba, turut hadir.

    Pihak berwenang menutup kantor-kantor pemerintah untuk mengizinkan pegawai negeri menghadiri upacara tersebut.

    Baca: Militer Israel dilaporkan kehabisan amunisi

    Israel melancarkan serangan terhadap rival regional utamanya pada tanggal 13 Juni, menewaskan sejumlah pejabat senior militer dan ilmiah, serta membombardir lokasi militer dan fasilitas nuklir di seluruh negeri.

    Iran menanggapi serangan ini dengan meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Israel.

    Pengeboman Israel berlanjut selama 12 hari, dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat, bergabung dalam konflik tersebut untuk melakukan serangan terhadap tiga lokasi nuklir akhir pekan lalu.

    Sebagai balasan atas serangan AS, Iran meluncurkan gelombang rudal ke pangkalan militer AS di Qatar.

    Baik Israel maupun Iran mengklaim kemenangan dalam perang yang berakhir dengan gencatan senjata pada hari Selasa (24/6/2025).

    Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meremehkan serangan AS, dan mengklaim Trump telah “melebih-lebihkan peristiwa dengan cara yang tidak biasa”, dan menolak klaim AS bahwa program nuklir Iran telah mengalami kemunduran selama beberapa dekade.

    Baca: Iran sebut telah berhasil lumpuhkan pertahanan Israel

     

  • Meski Nyatakan Gencatan Senjata, Trump dan Khamenei Terlibat Psywar

    Meski Nyatakan Gencatan Senjata, Trump dan Khamenei Terlibat Psywar

    7cloud.asia – Meski Iran dan Israel/Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata, psywar atau perang kata-kata masih berlanjut antara pemimpin kedua kubu.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Jumat (27/8/2025) melontarkan omelan di platform Truth Social miliknya, mengecam Khamenei karena dalam pidato videonya mengklaim bahwa Iran telah memenangkan perang melawan Israel dan Amerika Serikat.

    Trump juga mengklaim telah mengetahui “TEPATNYA di mana dia (Khamenei) berlindung, dan tidak akan membiarkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS… mengakhiri hidupnya”.

    Trump mengklaim bahwa ia telah berupaya dalam beberapa hari terakhir untuk kemungkinan pencabutan sanksi terhadap Iran, tetapi ia mencabutnya setelah pernyataan Khamenei.

    Menanggapi pernyataan Trump ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak seharusnya Trump membuat pernyataan seperti itu.

    Baca: Puluhan ribu warga Iran hadiri pemakaman korban serangan Israel

    “Jika Presiden Trump sungguh-sungguh menginginkan kesepakatan, ia harus mengesampingkan nada tidak hormat dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran,” demikian pernyataan Abbas di akun X pada Sabtu (28/6/2025)

    Resul Serdar dari Al Jazeera, melaporkan dari Teheran, mengatakan bahwa pernyataan Araghchi adalah “reaksi yang paling diharapkan” terhadap unggahan media sosial Trump.

    “Banyak orang Iran menganggapnya [Khamenei] terutama sebagai pemimpin agama, tetapi menurut konstitusi, ia bukan hanya itu – ia adalah pemimpin politik, ia adalah pemimpin militer – ia hanyalah kepala negara di Iran,” katanya.

    Serdar juga mengatakan bahwa posisi Khamenei bukan hanya puncak hierarki, tetapi peran ilahi dalam teologi politik Syiah.

    “Tidak hanya di Iran, tetapi di seluruh dunia, kami tahu ada sejumlah besar penganut Syiah yang mencari bimbingannya,” kata Serdar.

    Baca: Iran sebut telah memenangi perang melawan Israel

    “Siapa pun yang mengetahui hal itu akan sangat berhati-hati untuk tidak mengkritiknya di depan umum, dan khususnya tidak menuduhnya berbohong.”

    Khamenei tidak muncul di depan umum sejak sebelum pecahnya perang. Tetapi dalam beberapa pemakaman sebelumnya telah mengadakan doa untuk komandan yang gugur di atas peti jenazah mereka sebelum upacara terbuka.

    Video ini kemudian disiarkan di televisi pemerintah.

    Dilansir Al Jazeera, selama 12 hari pertempuran, Israel mengklaim telah menewaskan sekitar 30 komandan Iran dan 11 ilmuwan nuklir, sementara menyerang delapan fasilitas terkait nuklir dan lebih dari 720 lokasi infrastruktur militer.

    Iran menembakkan lebih dari 550 rudal balistik ke Israel, yang sebagian besar berhasil dicegat. Tetapi rudal yang berhasil menembus menyebabkan kerusakan di banyak wilayah dan menewaskan 28 orang, menurut data Israel.

    Serangan Israel terhadap Iran menewaskan sedikitnya 627 warga sipil, kata Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Teheran.

    Setelah serangan AS, Trump mengatakan negosiasi mengenai program nuklir Iran untuk kesepakatan baru akan dimulai kembali minggu depan, tetapi Teheran membantah adanya rencana untuk memulai kembali.

    Baca: Israel lakukan genosida dengan mencegah kelahiran warga Palestina