7cloud.asia – Puluhan ribu orang memadati jalan-jalan di ibu kota Iran, Teheran, saat upacara pemakaman bagi para komandan militer, ilmuwan nuklir, dan sejumlah warga sipil yang tewas dalam serangan Israel pada 13 Juni lalu.
Televisi pemerintah menayangkan rekaman orang-orang yang mengenakan pakaian hitam, melambaikan bendera Iran, dan memegang foto sejumlah korban tewas dalam upacara yang dimulai pukul 8 pagi (04:30 GMT) pada hari Sabtu.
Peti mati kepala Garda Revolusi, Jenderal Hossein Salami, kepala program rudal balistik Garda, Jenderal Amir Ali Hajizadeh, dan yang lainnya diangkut dengan truk di sepanjang Jalan Azadi di Teheran.
Salami dan Hajizadeh keduanya tewas pada hari pertama perang, yang menurut Israel dimaksudkan untuk menghancurkan program nuklir Iran.
Mohammad Bagheri, seorang mayor jenderal di Garda Revolusi Iran, serta ilmuwan nuklir terkemuka Mohammad Mehdi Tehranchi juga tewas dalam serangan Israel.
Baca: Iran sebut telah menangi perang melawan Israel
Sementara orang-orang di kerumunan meneriakkan kekecewaan mereka pada Israel dan sekutunya, Amerika Serikat “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel”.
Upacara pada Sabtu pagi tersebut merupakan pemakaman umum pertama bagi para komandan tinggi yang meninggal akibat serangan Israel, sejak gencatan senjata disepakati pada Selasa (24/6/2025)
Televisi pemerintah Iran melaporkan, bahwa upacara pemakaman tersebut diperuntukkan bagi 60 orang, termasuk 16 ilmuwan, 10 komandan senior, serta empat perempuan dan empat anak-anak.
Presiden Masoud Pezeshkian dan tokoh senior lainnya termasuk Ali Shamkhani, yang terluka parah selama konflik dan merupakan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta putra Khamenei, Mojtaba, turut hadir.
Pihak berwenang menutup kantor-kantor pemerintah untuk mengizinkan pegawai negeri menghadiri upacara tersebut.
Baca: Militer Israel dilaporkan kehabisan amunisi
Israel melancarkan serangan terhadap rival regional utamanya pada tanggal 13 Juni, menewaskan sejumlah pejabat senior militer dan ilmiah, serta membombardir lokasi militer dan fasilitas nuklir di seluruh negeri.
Iran menanggapi serangan ini dengan meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Israel.
Pengeboman Israel berlanjut selama 12 hari, dengan sekutu utamanya, Amerika Serikat, bergabung dalam konflik tersebut untuk melakukan serangan terhadap tiga lokasi nuklir akhir pekan lalu.
Sebagai balasan atas serangan AS, Iran meluncurkan gelombang rudal ke pangkalan militer AS di Qatar.
Baik Israel maupun Iran mengklaim kemenangan dalam perang yang berakhir dengan gencatan senjata pada hari Selasa (24/6/2025).
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meremehkan serangan AS, dan mengklaim Trump telah “melebih-lebihkan peristiwa dengan cara yang tidak biasa”, dan menolak klaim AS bahwa program nuklir Iran telah mengalami kemunduran selama beberapa dekade.
Baca: Iran sebut telah berhasil lumpuhkan pertahanan Israel

Leave a Reply