Tag: panas

  • Cuaca Hari Ini: Puncak Musim Kemarau, Waspada Suhu Panas

    Cuaca Hari Ini: Puncak Musim Kemarau, Waspada Suhu Panas

    7cloud.asia – Memasuki puncak musim kemarau, beberapa kota dilanda suhu panas. Bahkan diperkirakan ada wilayah yang mencapai hingga 35 derajat celsius.

    Dalam kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) suhu panas yang mencapai 35 derajat celsius diperkirakan terjadi di Kota Palembang pada Kamis (29/08/2024).

    Prakirawan BMKG, Sekar Anggaraeni mengatakan dengan adanya suhu panas ini, kebakaran hutan dan lahan dapat mudah terjadi.

    “Waspadai potensi tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas tanah pada kategori sangat mudah terbakar,” kata Sekar.

    Dia menyebutkan beberapa wilayah mudah terbakar seperti Aceh, Sumatera bagian tengah hingga Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian kecil Kalimantan bagian selatan.

    Selain itu wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara serta di Papua bagian selatan juga merupakan wilayah yang mudah terbakar.

    “Berhati-hati saat membakar sampah atau lahan dan tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat untuk menghindari terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya.

    Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi melanda sejumlah kota di Indonesia.

    Hujan berintensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Medan, Bengkulu, Serang, Bandung, Samarinda, Palangkaraya, Palu, Ternate, Sorong dan Manokwari.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Nabire dan Jayawijaya. Hujan lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju.

    BMKG juga mengimbau warga agar mewaspadai hujan disertai petir yang berpotensi mengguyur Kota Palembang, Pontianak, Tanjung Selor, Manado dan Ambon.

    Untuk seluruh wilayah DKI Jakarta dan kota-kota lainnya cuaca diperkirakan cerah, berawan sepanjang hari.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya. Sedangkan tingkat kelembaban rata-rata di wilayah Indonesia antara 32 hingga 100 persen.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Waspada Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius

    Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Waspada Suhu Panas Hingga 36 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Cuaca panas dengan suhu hingga 35 derajat celsius melanda beberapa kota pada Senin (02/09/2024). Bahkan suhu panas diprediksi hingga 36 derajat celsius.

    Dalam akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi, 36 derajat celsius diprediksi akan dirasakan oleh warga yang berada di wilayah Jambi.

    Sedangkan kota-kota lainnya yang juga diprediksi mengalami suhu panas hingga 35 derajat celsius adalah Kota Palembang, Semarang dan Surabaya.

    Karena itu, BMKG mengimbau warga untuk mewaspadai adanya potensi tingkat kemudahan terbakar di lapisan lapisan atas permukaan tanah pada kategori sangat mudah terbakar.

    Prakirawan BMKG, Dendi Rona Purnama menjelaskan wilayah yang berpotensi mudah terbakar adalah seluruh wilayah Sumatera kecuali Sumatera Barat.

    Selain itu wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian barat, Kalimantan tengah, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Barat bagian selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian tenggara dan Papua bagian selatan.

    “Karena itu, kami imbau masyarakat yang berada di wilayah-wilayah tersebut agar tidak melaksanakan aktivitas yang memicu kebakaran hutan dan lahan,” kata Dendi.

    Cuaca pada awal pekan ini mayoritas cerah dan berawan, termasuk juga seluruh wilayah DKI Jakarta.

    Namun demikian masih ada wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan seperti di Kota Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palu, Mamuju,Ternate, Manokwari dan Jayapura.

    Kemudian di Kota Medan, Sorong, Nabire dan Jayawijaya berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

    Sedangkan hujan yang disertai petir berpeluang mengguyur Kota Tanjung Selor, Ambon dan Merauke.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 36 derajat celsius dengan suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya. Tingkat kelembaban udara antara 37 hingga 99 persen.

     

  • Seperti Ini Dampak Kenaikan Suhu Bumi hingga 2°C pada Pola Cuaca

    Seperti Ini Dampak Kenaikan Suhu Bumi hingga 2°C pada Pola Cuaca

    7cloud.asia – Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), kenaikan suhu bumi sejauh ini telah mencapai 1,2°C, dan banyak proyeksi yang menunjukkan bahwa kita “sedang dalam perjalanan” menuju suhu 2°C.

    Jika suhu Bumi lebih hangat 2°C akan menjadikannya dunia dengan perubahan dan perbedaan kondisi lingkungan yang sangat besar.

    Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), daratan akan lebih panas dibandingkan lautan dan Arktik akan memanas 2-3 kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

    Beberapa perubahan suhu bumi dalam skenario 2°C antara lain:
    – Gelombang panas yang lebih sering dan lebih intens terjadi di daerah tropis.
    – Lebih sedikit suhu dingin di daerah lintang tinggi atau subtropis.
    – Siang dan malam yang lebih hangat secara global.
    – Lebih banyak variabilitas suhu di beberapa daerah, yang akan menyebabkan cuaca lebih tidak menentu.

    Perubahan suhu Bumi ini akan berdampak pada berbagai aspek ekosistem Bumi, mulai dari pola cuaca hingga ekosistem darat dan perairan.

    Baca: Ini yang terjadi pada kehidupan jika pemanasan global mencapai 2°C

    Cuaca Ekstrem
    Salah satu dampak paling nyata dari pemanasan 2°C adalah meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem.

    Peristiwa-peristiwa ini dapat menimbulkan dampak buruk terhadap masyarakat, infrastruktur, dan lingkungan.

    Gelombang panas
    Gelombang panas akan menjadi lebih umum, lebih intens, dan bertahan lebih lama di dunia yang suhunya lebih hangat 2°C.

    Penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya gelombang panas seperti yang melanda Eropa pada tahun 2003, yang menyebabkan lebih dari 30.000 kematian, akan meningkat dari setiap 100 tahun sekali menjadi setiap 4 tahun pada suhu pemanasan 2°C.

    Daerah-daerah yang sudah rentan terhadap suhu tinggi, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara, akan mengalami “gelombang panas super” dengan suhu melebihi 50°C (122°F).

    Hal ini akan membuat beberapa wilayah berpotensi tidak dapat dihuni jika tidak dilakukan upaya adaptasi yang signifikan.

    Baca: Perubahan iklim dan pemanasan global mengancam sektor pariwisata

    Sebuah studi pada bulan Oktober 2023 memperingatkan bahwa tingkat panas dan kelembapan akan mencapai tingkat yang mematikan selama berjam-jam, berhari-hari, dan bahkan berminggu-minggu di beberapa bagian dunia pada akhir abad ini – bahkan di bawah suhu pemanasan 2°C – sehingga mustahil untuk tetap berada di luar ruangan.

    Kekeringan
    Kekeringan akan semakin sering terjadi dan semakin parah di banyak belahan dunia. IPCC memproyeksikan luas daratan global yang terkena bencana kekeringan akan meningkat sebesar 50% untuk 2°C dibandingkan 1,5°C.

    Wilayah Mediterania, Afrika bagian selatan, dan sebagian Australia serta Amerika Selatan akan terkena dampak paling parah.

    Selain mempengaruhi sumber daya air, kekeringan yang parah dan berkepanjangan akan menghancurkan tanaman pangan dan menyebabkan tingginya angka kematian ternak, sehingga menyebabkan kerawanan pangan.

    Banjir
    Meskipun beberapa wilayah akan menjadi lebih kering, wilayah lainnya akan mengalami lebih banyak banjir.

    Dengan pemanasan sebesar 2°C, IPCC memperkirakan bahwa populasi global yang terpapar banjir sungai akan meningkat hingga 170persen dibandingkan dengan skenario 1,5°C.

    Curah hujan lebat akan menjadi lebih intens dan sering terjadi di banyak wilayah, khususnya di wilayah lintang tinggi dan di daerah tropis.

    Peningkatan curah hujan ekstrem ini akan menyebabkan lebih banyak banjir bandang dan banjir perkotaan.

    Baca: Cara kota-kota di dunia hadapi pemanasan global

    Siklon Tropis
    Meskipun jumlah total siklon tropis mungkin tidak banyak berubah, intensitasnya akan lebih besar.

    Studi menunjukkan bahwa dalam skenario 2°C, proporsi badai Kategori 4 dan 5 akan meningkat sebesar 13persen dan intensitas rata-rata sebesar 5persen.

    Badai yang lebih dahsyat akan membawa angin yang lebih kencang, curah hujan yang lebih banyak, dan gelombang badai yang lebih tinggi, sehingga membahayakan masyarakat dan infrastruktur pesisir.

    Sumber:earth.org

  • Suhu Bumi Semakin Panas dan Dampaknya Semakin Nyata, Dunia Diminta Kurangi Penggunaan BBM

    Suhu Bumi Semakin Panas dan Dampaknya Semakin Nyata, Dunia Diminta Kurangi Penggunaan BBM

    7cloud.asiaWorld Weather Attribution (WWA) mencatat, suhu bumi terus menghangat dan sembilan tahun terakhir merupakan tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan tahun 2023 disebut sebagai tahun terpanas.

    Suhu yang memecahkan rekor tahun lalu sebagian disebabkan oleh fenomena El Niño, pola cuaca yang terkait dengan pemanasan permukaan air yang tidak biasa di bagian timur Samudera Pasifik khatulistiwa.

    Namun, meski polanya melemah secara bertahap, suhu Bumi terus meningkat. Awal bulan ini, para ilmuwan Eropa mengonfirmasi bahwa dunia baru saja mengalami musim panas terpanas yang pernah tercatat.

    Serangkaian rekor suhu Bumi ini, menurut WWA yang merupakan kolaborasi akademis yang mempelajari peristiwa ekstrem, meningkatkan kemungkinan tahun 2024 menjadi lebih panas dibandingkan tahun lalu.

    Suhu planet Bumi yang lebih hangat, menurut WWA, tidak hanya berdampak pada peristiwa seperti Badai Boris yang memicu banjir besar di Eropa Tengah.

    Baca: Banjir besar di Eropa Tengah bukti perubahan iklim sudah di depan mata

    Dilansir earth.org, Kenaikan suhu Bumi juga membuat peristiwa cuaca lain seperti gelombang panas dan siklon tropis menjadi lebih sering dan lebih parah.

    Kenaikan suhu Bumi juga berkontribusi terhadap semakin mencairnya lapisan es, naiknya permukaan air laut, dan terganggunya keanekaragaman hayati dan ekosistem.

    Pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, gas alam, dan minyak untuk listrik dan pemanas merupakan sumber emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar di dunia.

    Emisi gas rumah kaca inilah yang menjadi penyebab utama pemanasan global karena memerangkap panas di atmosfer dan meningkatkan suhu permukaan Bumi.

    WWA mencatat, konsumsi bahan bakar fosil global meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 50 tahun terakhir, seiring dengan upaya negara-negara di seluruh dunia untuk meningkatkan standar hidup dan output ekonomi mereka.

    Baca: Langkah mitigasi untuk hadapi pemanasan global

    Pada tahun 2023, emisi ketiga gas rumah kaca (GRK) yang paling kuat yaitu karbon dioksida (CO2), metana, dan dinitrogen oksida, mencapai rekor tertinggi.

    Badan Energi Internasional (IEA) telah mendesak negara-negara di dunia untuk menghentikan proyek ladang gas dan minyak baru.

    Cara ini disebut sebagai satu-satunya cara untuk menjaga skenario emisi nol bersih yang kompatibel dengan 1,5°C tetap berjalan.

    Karena jika kenaikan suhu Bumi melampaui angka 1,5°C tersebut, dikhawatirkan dampak yang dirasakan kehidupan akan lebih berat.

    Baca: Kota-kota di belahan bumi selatan rentan suhu panas ekstrem

    Bogdan H. Chojnicki, ahli iklim di Poznań University of Life Sciences mengatakan, banjir pada tahun 1997 dan 2002 di Eropa Tengah digambarkan sebagai peristiwa yang terjadi sekali dalam satu abad.

    ”Namun dua dekade kemudian, pemanasan global meningkat dari 0,5 menjadi 1,3°C, dan hal ini terjadi lagi,” kata Bogdan yang merupakan salah satu penulis laporan studi yang dilakukan WWA tersebut.

    Dia menambahkan bahwa negara-negara di Eropa mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan negara-negara lain di dunia.

    “Trennya jelas – jika manusia terus mengisi atmosfer dengan emisi bahan bakar fosil, maka hal tersebut akan sering lebih terjadi,“ pungkasnya.

    Sumber:Earth.org

  • Cuaca Akhir Pekan: Waspada, Suhu Panas Capai 35 Derajat di Tiga Kota

    Cuaca Akhir Pekan: Waspada, Suhu Panas Capai 35 Derajat di Tiga Kota

    7cloud.asia – Sebagian wilayah Indonesia kini tengah memasuki musim hujan, namun suhu panas menyengat bahkan hingga 35 derajat celsius masih melanda tiga kota pada Sabtu (05/10/2024).

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun youtube resminya mengungkapkan suhu panas maksimal hingga 35 derajat tersebut berpotensi terjadi di Kota Semarang, Surabaya dan Makassar.

    BMKG memperkirakan sebagian besar kota akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan berintensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Serang, Bandung, Denpasar, Palangkaraya, Palu, Manado, Terante, Ambon, dan Jayapura.

    Sementara hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Sorong, Nabire dan Jayawijaya.

    Selanjutnya hujan disertai petir berpotensi mengguyur Kota Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Pontianak, Tanjung Selor dan Mamuju.

    Suhu berkisar antara 16 hingga 35 derajat celsius dengan suhu terendah diperkirakan akan dirasakan warga yang berada di Kota Jayawijaya. Sedangkan tingkat kelembaban diperkirakan berkisar antara 39 hingga 100 persen.

    Sperti yang diwartakan sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan musim hujan yang terjadi kali ini tidak terjadi secara bersamaan.

    “Musim hujan 2024-2025 telah terjadi di sebagian kecil wilayah pada Agustus 2024. Kemudian diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah lainnya pada bulan September hingga November 2024,” jelas Dwikorita.

    Memasuki bulan Oktober 2024, sebanyak 30,04 persen dari 669 zona yang akan mengalami musim hujan. Yaitu sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian besar pulau Jawa, sebagian besar pulau Kalimantan.

    Selain itu, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, Maluku Utara, sebagian kecil Maluku dan Papua Barat juga diprediksi mengalami musim hujan di bulan Oktober 2024.

     

  • Panas Terik Kemudian Tiba-tiba Hujan? Ini Penyebabnya

    Panas Terik Kemudian Tiba-tiba Hujan? Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – Belakangan ini, cuaca di berbagai wilayah Indonesia terasa panas terik tetapi masih diselingi hujan. Fenomena ini merupakan ciri khas peralihan musim kemarau ke musim hujan.

    Dalam akun instagram resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca panas biasanya terjadi pada pagi hingga siang hari.

    “Potensi hujan biasanya terjadi pada sore atau malam hari dan tidak merata di semua wilayah. Hujan yang terjadi biasanya dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu singkat” demikian penjelasan BMKG.

    Baca: BMKG prediksi puncak musim hujan bulan November

    Hal ini akibat kondisi atmosfer yang labil di masa peralihan sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan cumulonimbus (CB).

    Jika awan CB ini telah terbentuk, maka akan memicu terjadinya cuaca ekstrem seperti petir, angin kencang bahkan hujan es.

    Kondisi ini diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah hingga Timur. Wilayah-wilayah ini diprediksi memang telah memasuki awal musim hujan.

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca terik dan potensi hujan lebat yang dapat terjadi tiba-tiba.

    Baca: Suhu udara di Pakistan hampir capai 50 derajat celsius

    Demikian juga hujan disertai petir atau angin kencang yang dapat terjadi kapan pun. Sehingga masyarakat diminta mewaspadai bencana yang berpotensi terjadi akibat fenomena ini. 

    Sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan musim hujan yang terjadi kali ini tidak terjadi secara bersamaan.

    “Musim hujan 2024-2025 telah terjadi di sebagian kecil wilayah pada Agustus 2024. Kemudian diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah lainnya pada bulan September hingga November 2024,” jelas Dwikorita.

    Dia memaparkan sebanyak 10,7 persen dari 669 zona musim di Indonesia sudah mulai mengalami musim hujan pada bulan September.

    Baca: Gelombang panas di Thailand, 61 orang tewas

    Diantaranya pesisir timur perairan Sumatera Utara, Riau bagian selatan, Jambi, sebagian Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Papua.

    Kemudian memasuki bulan Oktober 2024, sebanyak 30,04 persen dari 669 zona yang akan mengalami musim hujan.

    Yaitu sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian besar pulau Jawa, dan sebagian besar pulau Kalimantan.

    Selain itu, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, Maluku Utara, sebagian kecil Maluku dan Papua Barat juga diprediksi mengalami musim hujan di bulan Oktober 2024.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Tiga Kota Ini Panas Menyengat Hingga 36 Derajat

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Tiga Kota Ini Panas Menyengat Hingga 36 Derajat

    7cloud.asia – Meski bukan gelombang panas, namun cuaca panas menyengat masih melanda beberapa kota di Indonesia pada Senin (14/10/2024). Bahkan suhu udara mencapai 36 derajat celsius.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun youtube resminya menyebut suhu udara maksimal hingga 36 derajat celsius tersebut diperkirakan dirasakan warga yang berada di Kota Semarang, Surabaya dan Mataram.

    Cuaca panas juga dirasakan oleh warga yang berada di Kota Kupang. Di kota ini suhu maksimal mencapai 35 derajat celsius.

    Namun, BMKG memperkirakan mayoritas kota di Indonesia terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Padang, Pekanbaru, Serang, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Gorontalo, Palu, Kendari, Sorong, Manokwari dan Jayapura.   

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Palembang, Bandung, Tanjung Selor, Kendari, Ternate, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.  Sedangkan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju.

    BMKG mengimbau warga agar mewaspadai potensi hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Pangkal Pinang.  

    Sementara untuk wilayah DKI Jakarta BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas  ringan terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada pagi hari.

    Kemudian siang dan sore harinya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Malam harinya seluruh wilayah Jakarta diprediksi berawan tebal.  

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 36 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 33 hingga 100 persen. Suhu terendah diperkirakan akan dirasakan warga yang berada di Kota Jayawijaya.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Panas Hingga 35 Derajat di Empat Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Panas Hingga 35 Derajat di Empat Kota Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas masih melanda beberapa kota di Indonesia. Bahkan suhu udara hingga 35 derajat celsius diprediksi terjadi di empat kota pada Minggu (27/10/2024).

    Dalam laman resminya BMKG menyebut Kota Semarang, Surabaya, Kupang dan Makassar berpotensi mengalami cuaca panas hingga suhu udara maksimum mencapai 35 derajat celsius.

    Memang cuaca sebagian besar kota di Indonesia diperkirakan cerah, berawan pada Minggu pagi hingga malam hari.

    Meski demikian masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir yang berpeluang terjadi di beberapa kota.

    Seperti Kota Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bandung, Manado, Palu, Ternate dan Sorong berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya. Sementara hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Bengkulu, Tanjung Selor dan Merauke.

    Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta, seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan pada Minggu pagi.

    Namun, potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan pada Minggu siang hingga malam hari.

    Suhu udara di Indonesia rata-rata antara 16 hingga 35 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 37 hingga 99 persen. Suhu terendah diprediksi terjadi di wilayah Jayawijaya.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Cerah, Waspada Panas Menyengat Hingga 36 Derajat

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Cerah, Waspada Panas Menyengat Hingga 36 Derajat

    7cloud.asia – Sebagian besar kota di Indonesi diperkirakan cerah berawan pada Senin (28/10/2024). Bahkan cuaca panas menyengat hingga mencapai suhu 36 derajat celsius berpotensi terjadi.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun youtube resminya menyebut suhu udara maksimal hingga 36 derajat celsius diperkirakan akan terjadi di Kota Semarang dan Surabaya.

    Selain kedua kota ini, cuaca panas diprediksi terjadi pula di Kota Serang. Di kota ini suhu maksimal mencapai 35 derajat celsius.

    Rata-rata suhu udara di Indonesia berkisar antara 16 hingga 36 derajat celsius. Suhu terendah, 16 derajat celsius diperkirakan akan terjadi di Kota Jayawijaya.

    Meski mayoritas kota cerah berawan, namun masih ada peluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat yang terjadi di beberapa kota di Indonesia.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan terjadi di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Bandung, Mamuju, Palu, Ternate, Sorong, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Medan dan Merauke. Sementara hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Palembang dan Tanjung Selor.

    Sedangkan untuk wilayah DKI Jakarta, seluruh wilayah diperkirakan cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

     

  • Kaca Rendah Emisi: Wujud Desain Biofilik dalam Mewujudkan Bangunan Ramah Lingkungan

    Kaca Rendah Emisi: Wujud Desain Biofilik dalam Mewujudkan Bangunan Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Kaca rendah emisi saat ini telah menjadi hal mendasar dalam desain berkelanjutan yang canggih karena menawarkan manfaat penghematan energi yang kuat tanpa mengorbankan cahaya alami.

    Hal ini karena kaca rendah emisi meminimalkan perpindahan panas dan mengurangi silau sehingga membantu menciptakan lingkungan dalam ruangan yang nyaman dan efisien yang mendukung tujuan desain yang ramah lingkungan.

    Pelapis kaca rendah emisi tersedia dalam dua jenis utama, yaitu lapisan lembut dan lapisan keras. Masing-masing lapisan ini menawarkan manfaat unik untuk kinerja energi dalam sebuah bangunan.

    Kaca rendah emisi lapisan lembut memberikan insulasi yang sangat baik dengan memantulkan energi inframerah, sehingga ideal untuk menahan panas dalam ruangan di iklim yang lebih sejuk.

    Kaca ini bekerja paling optimal pada jendela ganda atau multipanel karena lebih halus dibandingkan kaca rendah emisi lapisan keras, yang menyatu selama pembuatan.

    Baca: Bangunan hijau untuk atasi panas perkotaan

    Proses ini menciptakan permukaan yang lebih tahan lama yang cocok untuk jendela satu panel, meskipun kaca lapisan keras tidak memberikan insulasi seefektif alternatif lapisan lunak.

    Lapisan selektif spektral menambah keserbagunaan dengan menyaring panas yang dihasilkan sinar inframerah sekaligus membiarkan cahaya tampak melewatinya. Pelapis ini sangat berharga di iklim hangat.

    Di wilayah banyak sinar matahari kaca jenis ini membantu mengurangi biaya pendinginan dengan menjaga interior tetap terang tanpa penambahan panas, menjadikan kaca rendah emisi sebagai komponen kunci dalam bangunan yang hemat energi dan nyaman sepanjang tahun.

    Kenyamanan termal dan visual
    Kaca rendah emisi juga memungkinkan cahaya alami masuk sekaligus menghalangi panas yang tidak diinginkan, membantu menjaga kestabilan selubung termal.

    Jendela tradisional dapat menyebabkan hilangnya energi dalam jumlah besar, dengan 25 hingga 30 persen penggunaan di perumahan, dan sekitar 30 peren di bangunan komersial berasal dari panas yang melewati jendela.

    Baca: Kota-kota di dunia berbenah untuk atasi kenaikan udara panas

    Kaca rendah emisi mengurangi kehilangan ini dengan memantulkan energi inframerah. Hal ini membuat interior tetap sejuk selama bulan-bulan panas, tetapi tetap hangat di musim dingin, sehingga mengurangi ketergantungan pada sistem pemanas dan pendingin.

    Kontrol selektif terhadap panas dan cahaya ini memungkinkan ruangan terang dan terang secara alami tanpa biaya tambahan.

    Aplikasi Integratif
    Menggunakan kaca rendah emisi dengan desain surya pasif dan peneduh dinamis mengoptimalkan manajemen energi.

    Metode tenaga surya pasif berfokus pada orientasi strategis dan perancangan struktur untuk memanfaatkan sinar matahari untuk pemanasan alami di musim dingin. Sebaliknya, sistem ini menghalangi sinar matahari musim panas yang terik untuk menjaga interior tetap sejuk.

    Ketika dipadukan dengan solusi peneduh dinamis –seperti tirai otomatis atau peneduh eksterior– bangunan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi cahaya sepanjang hari.

    Kombinasi cerdas ini mengurangi konsumsi energi dan memaksimalkan cahaya alami, menjadikan interior cerah dan menarik sekaligus mengurangi kebutuhan pemanasan dan pendinginan buatan.