7cloud.asia – Belakangan ini, cuaca di berbagai wilayah Indonesia terasa panas terik tetapi masih diselingi hujan. Fenomena ini merupakan ciri khas peralihan musim kemarau ke musim hujan.
Dalam akun instagram resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca panas biasanya terjadi pada pagi hingga siang hari.
“Potensi hujan biasanya terjadi pada sore atau malam hari dan tidak merata di semua wilayah. Hujan yang terjadi biasanya dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu singkat” demikian penjelasan BMKG.
Baca: BMKG prediksi puncak musim hujan bulan November
Hal ini akibat kondisi atmosfer yang labil di masa peralihan sehingga meningkatkan potensi terbentuknya awan cumulonimbus (CB).
Jika awan CB ini telah terbentuk, maka akan memicu terjadinya cuaca ekstrem seperti petir, angin kencang bahkan hujan es.
Kondisi ini diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah hingga Timur. Wilayah-wilayah ini diprediksi memang telah memasuki awal musim hujan.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca terik dan potensi hujan lebat yang dapat terjadi tiba-tiba.
Baca: Suhu udara di Pakistan hampir capai 50 derajat celsius
Demikian juga hujan disertai petir atau angin kencang yang dapat terjadi kapan pun. Sehingga masyarakat diminta mewaspadai bencana yang berpotensi terjadi akibat fenomena ini.
Sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan musim hujan yang terjadi kali ini tidak terjadi secara bersamaan.
“Musim hujan 2024-2025 telah terjadi di sebagian kecil wilayah pada Agustus 2024. Kemudian diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah lainnya pada bulan September hingga November 2024,” jelas Dwikorita.
Dia memaparkan sebanyak 10,7 persen dari 669 zona musim di Indonesia sudah mulai mengalami musim hujan pada bulan September.
Baca: Gelombang panas di Thailand, 61 orang tewas
Diantaranya pesisir timur perairan Sumatera Utara, Riau bagian selatan, Jambi, sebagian Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Papua.
Kemudian memasuki bulan Oktober 2024, sebanyak 30,04 persen dari 669 zona yang akan mengalami musim hujan.
Yaitu sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian besar pulau Jawa, dan sebagian besar pulau Kalimantan.
Selain itu, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, Maluku Utara, sebagian kecil Maluku dan Papua Barat juga diprediksi mengalami musim hujan di bulan Oktober 2024.

Leave a Reply