Tag: ramah lingkungan

  • Sumbang Sepertiga Kebutuhan BBM, Kilang Pertamina Cilacap Dorong BBM Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Kilang minyak milik Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, saat ini menyumbang sekitar sepertiga kebutuhan BBM nasional.

    Sementara untuk pulau Jawa, kilang Pertamina di Cilacap ini menyumbang 60 persen kebutuhan BBM.

    Demikian mengemuka pada pertemuan Komisi VII DPR RI dalam Kunjungan Kerja Reses dengan Direksi Pertamina Internasional RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2024).

    Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mengungkapkan, produksi kilang minyak Cilacap merupakan nomor dua terbesar dengan produksi mencapai 342 ribu barel per hari (bph), 

    Baca: BBM berkualitas yang lebih ramah lingkungan

    Sedangkan produsen terbesar tetap dipegang kilang Balikpapan sudah berproduksi maksimal 360 ribu barel per hari.

    “Kilang Cilacap memproduki sepertiga kebutuhan BBM Indonesia dan 60 persen kebutuhan pulau Jawa. Jadi penting sekali keandalan kilang Cilacap ini,” ujar Sugeng kepada Parlementaria.

    Menurut Sugeng, keandalan kilang minyak Cilacap sangat penting dalam memproduksi kuantitas BBM. Di sisi lain, kilang Cilacap juga mampu secara kualitatif memproduksi BBM ramah lingkungan.

    “Biofuel diproduksi dari sini dan ke depan akan menjadi prospek yang baik dalam memenuhi kebutuhan BBM. Tetapi, terus ditekan emisinya rendah karbon,” harap politisi Partai Nasdem itu.

    Baca: Dunia sedang kembangkan energi hidrogen, ini plus minusnya

    Sugeng menambahkan, ke depan, biofuel yang diproduksi Kilang Pertamina Cilacap ini mempunyai prospek yang baik dalam memenuhi kebutuhan BBM.

    BBM rendah karbon yang diproduksi Indonesia sudah sesuai untuk kendaran berstandar emisi gas buang Euro 5. BBM rendah karbon tersebut memiliki ron 92 ke atas.

    Disampaikan legislator dapil Jateng VIII (Cilacap, Banyumas) ini, BBM yang rendah karbon sudah menjadi tren dunia, lantaran digunakan oleh banyak jenis kendaraan bermotor yang menyumbang emisi karbon sangat besar.

    Sugeng mengingatkan, dunia telah sepakat mewujudkan net zero emissions atau emisi nol di tahun 2060.

    Baca: Indonesia mulai serius kembangkan energi hidrogen

    Karena itu, seluruh infrastruktur tentang energi terus menerus dimitigasi termasuk di Cilacap, apakah dalam berproduksi menerapkan ESG (environment, social, and governance).

    “Itu sebagai syarat bagaimana sebuah industri atau sebuah publikasi memenuhi kaidah-kaidah yang dipersyaratkan menyangkut tata lingkungan, berapa besar melepaskan karbon,” ulas Sugeng.

  • LEGUMINOSE: Laboratorium Hidup untuk Pertanian Berkelanjutan yang Lebih Ramah Lingkungan di Uni Eropa

    LEGUMINOSE: Laboratorium Hidup untuk Pertanian Berkelanjutan yang Lebih Ramah Lingkungan di Uni Eropa

    7cloud.asia – Uni Eropa telah membiayai sebuah penelitian atau laboratorium hidup yang memberikan kesempatan bagi petani untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Laboratoriumi ini menempatkan petani sebagai inti dari uji coba penelitian membantu mengungkap jalan yang lebih jelas menuju pertanian berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan.

    Adapun laboratorium hidup pertanian berkelanjutan ini dilakukan dengan menguji teknik-teknik yang lebih ramah lingkungan dengan cara yang lebih masuk akal secara ekonomi.

    ‘Laboratorium hidup’ mengacu pada eksperimen yang memungkinkan petani menentukan persyaratan uji coba penelitian di lahan mereka sendiri.

    Dalam waktu bersamaan para petani dapat menjalin kerja sama dengan mitra rantai pasokan untuk memastikan praktik pertanian baru layak secara ekonomi.

    Baca: Degradasi tanah akibat penggunaan bahan kimia jadi masalah serius bagi lingkungan 

    Salah satu petani yang mengikuti laboratorium hidup ini adalah Jerry Alford. Ia adalah petani organik dan penasihat dari Soil Association, sebuah badan amal di Inggris yang mempromosikan pertanian berkelanjutan.

    “Petani dapat melihat bagaimana pendekatan baru ini dibandingkan dengan apa yang biasanya mereka lakukan dan ini adalah langkah kecil namun sangat penting untuk menjadi lebih ramah lingkungan,” katanya dikutip earth.org.

    Alford menjalankan 22 laboratorium hidup di seluruh Inggris tempat para petani menguji cara menanam campuran kacang-kacangan dan sereal di lahan yang sama dalam kondisi dunia nyata.

    Petani memilih teknik dan tanaman yang paling relevan dengan wilayah mereka, dari campuran benih yang mereka tanam dengan teknik yang digunakan untuk memanen dan mengolah biji-bijian.

     

    Baca: Pupuk kandang lebih disarankan ketimbang pupuk kimia

    Selanjutnya, cara ini dianalisis oleh para peneliti untuk menentukan potensi manfaat, seperti hasil yang lebih tinggi, kesehatan tanah yang lebih baik, dan penggunaan bahan kimia pertanian yang lebih sedikit.

    “Hasilnya lebih berarti bagi petani,” kata Alford.

    Ia menjelaskan bahwa produsen pangan terkadang merasa terlepas dari penelitian pertanian yang menghasilkan laporan yang panjang dan rumit, namun kini mereka memiliki kepemilikan konvensional atas penelitian tersebut.

    “Mereka juga bereksperimen dalam skala kecil, yang membantu mereka memutuskan apakah sesuatu yang mereka anggap berhasil dan membuatnya lebih mudah untuk diukur,” jelas Alford.

    Laboratorium hidup ini merupakan bagian dari proyek Uni Eropa (UE) yang disebut LEGUMINOSE, yang mengorganisir 180 uji coba serupa di tujuh negara Eropa, Mesir, dan Pakistan.

     

    Baca: Pertanian Indonesia disebut sebagai pengguna pestisida terbesar di dunia

    Salah satu laboratorium hidup di Inggris telah memberikan wawasan mengenai janji tumpangsari untuk menanam gandum dan kacang-kacangan secara bersamaan.

    Eksperimen ini melaporkan terjadi peningkatan hasil sebesar 27 peren pada lahan tumpangsari dibandingkan dengan lahan monokultur pada lahan yang sama.

    “Kami juga memiliki bukti berdasarkan pengalaman bahwa terdapat lebih sedikit gulma di jalur tanaman sela dibandingkan dengan tanaman monokultur di sebelahnya,” kata Alford.

    Ia menambahkan bahwa kondisi ini berarti berkurangnya kebutuhan akan bahan kimia pertanian, dan juga menurunkan biaya yang dibutuhkan untuk membeli pestisida. 

    Manfaat lingkungan dan ekonomi dari pertanian yang ramah lingkungan ini membuat banyak petani ingin mencoba tanaman sela

    Baca: BRIN kembangkan pestisida ramah lingkungan

    Namun, sebagian lainnya masih menunda karena adanya perubahan praktik dan waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari cara tanaman sela.

    Saat ini, hanya 2 persen petani di Eropa yang menggunakan tanaman sela kacang-kacangan dan sereal.

    Dougal Hosford, seorang petani penyewa generasi kedua asal Inggris di Bryanston Estate di Dorset yang mengelola laboratorium hidup LEGUMINOSE mencatat peningkatan hasil panen sebesar 27 persen di lahan tanaman sela.

    Ia mengakui bahwa mereka masih menghadapi “kurva pembelajaran yang curam” dalam mencari cara untuk mengarusutamakan tanaman sela. di tanah mereka.

    “Kita masih membutuhkan informasi yang kuat untuk membantu memutuskan apakah kita mengambil jalan yang benar atau tidak dan untuk membuktikan pada diri kita sendiri bahwa ada keuntungan menanam lebih dari satu tanaman secara bersamaan,” katanya.

    Sumber; earth.org, baca artikel asli di sini

  • Laboratorium Ini Buktikan Sistem Tumpang Sari Tak Hanya Ramah Lingkungan Tapi Juga Hasilkan Produk Premium

    Laboratorium Ini Buktikan Sistem Tumpang Sari Tak Hanya Ramah Lingkungan Tapi Juga Hasilkan Produk Premium

    7cloud.asia – Sejumlah negara di Eropa mulai mengembangkan laboratorium hidup untuk mencari format pertanian yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan

    Aspek kunci dari laboratorium hidup adalah menentukan apakah suatu praktik baru pertanian yang ramah lingkungan ini layak secara ekonomi.

    Untuk itu dibutuhkan pengembangan pengalaman di tingkat petani, seperti cara terbaik menanam, memanen, dan memproses tanaman komersial yang ditanam bersama.

    “Membersihkan gandum hasil panen ganda (tumpangsari) untuk dijual adalah pekerjaan yang stabil dan cukup lambat,” kata Dougal Hosford, seorang petani  yang mengelola laboratorium hidup LEGUMINOSE di Dorset, Jerman.

    Ia menambahkan bahwa mereka masih melakukan “pekerjaan yang cukup baik” meskipun ini adalah pertama kalinya mereka melakukan hal itu.

    Hosford mengaku dirinya masih terus belajar solah pertanian tumpang sari ini.

     

    Baca: Laboratorium ini kenalkan pertanian organik di Eropa

    Namun ditegaskannya, setiap kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dari sistem tumpang sari ini menempatkan pertanian lebih dekat ke tujuan yang diinginkan.

    “Kami sangat antusias untuk mengambil bagian dalam setiap kesempatan untuk melakukan uji coba menanam dua tanaman atau lebih secara bersamaan,” kata Hosford.

    Ia memaparkan, laboratorium hidup membantu pertaniannya dalam “perjalanan menuju pertanian regeneratif” – dan jauh dari sistem yang mahal dan bergantung pada input agrokimia.

    Di Inggris, jaringan laboratorium hidup juga terhubung dengan mitra rantai pasokan, seperti pabrik penggilingan dan pembeli, yang menganalisis kualitas hasil panen,

    Jaringan ini juga membantu menentukan nilai pasar baru, yang sudah ada, atau yang sedang berkembang.

    Produsen yang membantu menyesuaikan praktik untuk memastikan panen seefisien mungkin, seperti membuat pemanen lebih baik dalam mengumpulkan, memisahkan, dan membersihkan biji-bijian atau kacang-kacangan dari ladang.

    Baca: Degradasi tanah akibat penggunaan pupuk kimia

    Pembelajaran ini membantu petani merencanakan perubahan lebih lanjut dengan kecepatan yang lebih mudah dikelola secara finansial daripada mengalihkan seluruh sistem mereka ke satu praktik sekaligus.

    Hal ini juga memberikan wawasan yang menjanjikan yang dapat dimasukkan ke dalam pendekatan laboratorium hidup dan mengembangkan solusi yang lebih efektif, misalnya. 

    Dalam laboratorium hidup pertamanya, peternakan Hosford di Bryanston Estate mencatat sedikit peningkatan pada protein gandum, hal ini menunjukkan bahwa lahan tumpang sari dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan di masa depan.

    Hasil ini memungkin dengan menanam lebih banyak legum di lahan yang sama untuk panen berikutnya. menyediakan dua hasil panen untuk dijual tetapi juga berarti ada jalan menuju produk gandum yang lebih bagus.

    “Satu percobaan tidak pernah cukup,” kata Hosford. “Kami telah menanam tanaman ganda musim dingin berupa kacang-kacangan dan gandum musim dingin pada musim gugur 2023 dan akan menanam tanaman musim semi serupa lainnya pada tahun 2024.

    Kami, lanjutnya juga akan melakukan uji coba kacang-kacangan dan oat serta tanaman musim semi. jelai dan kacang polong.”

    Baca: Sepertiga tanah di planet Bumi rusak akibat penggunaan pupuk kimia

    Ke depan, LEGUMINOSE akan mengambil temuan dari semua laboratorium hidup di seluruh negara target dan mengkonsolidasikannya ke dalam keluaran yang berbeda untuk meningkatkan penerapan tumpangsari.

    Hal ini dimulai dari rekomendasi kebijakan hingga alat berbasis web yang dapat digunakan petani untuk memilih kombinasi tumpang sari yang optimal untuk lingkungan lokal mereka.

    Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu para petani meningkatkan kinerja lingkungan mereka

    Juga meningkatkan kinerja ekonomi mereka – yang mana hal ini sangat penting untuk memajukan pertanian yang lebih berkelanjutan.

    “Kita perlu menemukan cara bertani yang dapat terus memberikan penghidupan yang layak bagi semua orang yang bekerja di pertanian, memberi makan masyarakat, dan membuat planet ini menjadi tempat yang lebih baik,” simpul Hosford.

    Sumber: earth,org

  • Start Up dari Jerman Rilis Tampon Ramah Lingkungan Berbahan Rumput Laut

    Start Up dari Jerman Rilis Tampon Ramah Lingkungan Berbahan Rumput Laut

    7cloud.asia – Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, perusahaan rintisan Jerman mempromosikan produk menstruasi berkelanjutan berbentuk tampon ramah lingkungan.

    Tampon ini dapat terurai secara hayati, terbuat dari serat yang berasal dari rumput laut, lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan produk lain di pasaran. 

    Tampon ramah lingkungan ini lahir dari fakta bahwa hampir 50 persen populasi dunia adalah perempuan, yang sebagian besar di antaranya mengalami menstruasi dalam hidup mereka.

    Di Jerman, sebuah perusahaan rintisan mengatasi masalah ini dengan mengembangkan tampon yang terbuat dari rumput laut.

    VYLD, perusahaan yang didirikan pada tahun 2021 di Berlin, memulai misi untuk menghasilkan produk inovatif dan ramah lingkungan yang terbuat dari rumput laut. Misi itu itu dimulai dengan tampon.

    Salah seorang pendiri VYLD, Ines Schiller, mengatakan, menjadi visi jangka panjang perusahaannya sebenarnya adalah algaeverse, atau alam semesta yang diwarnai produk berkelanjutan berbahan dasar rumput laut.

    Baca: Pembalut kain yang ramah lingkungan 

    ”Dan ide tampon keberlanjutan atau ramah lingkungan adalah hal yang sangat penting.” ujarnya.

    Menurut sekitar 100 perempuan yang ikut serta dalam uji coba tampon rumput laut ini, mengakui tampon ini bisa diaplikasikan.

    Berbeda dengan tampon yang terbuat dari katun dan seringkali membutuhkan pembungkus plastik untuk dipasang ke dalam vagina, rumput laut pada dasarnya sedikit berlendir dan masih sangat halus ketika dibuat menjadi serat sehingga tidak memerlukan aplikator.

    Meskipun demikian penutup tampon masih terbuat dari plastik. Sebagian staf mengatakan mereka sedang mempersiapkan alternatif produk yang dapat terurai, yang juga berasal dari rumput laut.

    Produk Vyld disebut Kelpon, terbuat dari biopolimer yang diekstrak dari rumput laut.

    “Kami tidak menggunakan seluruh rumput laut, tetapi mengekstrak biopolymer dan menggunakan biopolimer ini untuk membuat serat. Serat-serat tersebut secara alami berwarna putih atau tidak berwarna.

    Baca: Thrifting, cara anak muda kurangi polusi

    “Itu berarti kami tidak perlu memutihkannya. Dan kemudian diproduksi dengan cara yang sama seperti tampon kapas atau viskose,” sebut Melanie Schiller.

    Salah satu cara untuk menguji kualitas tampon adalah dengan menggunakan Syngina, sebuah alat yang menguji kapasitas penyerapan tampon.

    Prosedur pengujiannya distandardisasi sesuai dengan pedoman Asosiasi Perdagangan Eropa Untuk Industri Bukan Tenun (EDANA).

    Manfaat lingkungan dari penggunaan rumput laut sangat besar, termasuk fakta bahwa rumput laut dapat terurai secara hayati dan bertindak sebagai penyerap karbon saat tumbuh, menangkap karbon dan mengubah karbon dioksida menjadi oksigen melalui fotosintesis.

    Profesor Biologi Kelautan Terapan di Institut Alfred Wegener di Bremerhaven, Jerman, Laurie Hofmann, mengatakan, “Rumput laut ini seperti tanaman.

    Rumput laut melakukan fotosintesis. Itu berarti mengambil karbondioksida dari atmosfer atau dari air, dan pada saat bersamaan menghasilkan oksigen.

    Jadi pada prinsipnya rumput laut menyerap banyak, atau pastinya menyerap banyak karbon.”

    Baca: Beragam produk ramah lingkungan dari DemiBumi

    Namun ia memperingatkan untuk tidak mencap produk alternatif ini sebagai produk ramah lingkungan tanpa informasi yang cukup. “Seberapa netral karbonnya tergantung pada bagaimana rumput laut dipanen atau dibudidayakan,” katanya.

    Budidaya Rumput Laut Liar

    Saat ini VYLD sedang memanen rumput laut liar, namun mereka ingin membantu mempromosikan budidaya rumput laut tersebut di Eropa.

    Melanie Schiller mengatakan, “Dengan meningkatkan permintaan rumput laut sebagai bahan baku, kami ingin membantu budi daya rumput laut ini menghasilkan lebih banyak rumput laut. Itu sebenarnya adalah salah satu elemen penting bagi kami.

    Ia menambahkan, ini adalah momen yang menarik dalam sejarah karena kami belum membudidayakan rumput laut sebanyak itu di Eropa.

    Kami terutama melakukan panen rumput laut liar dan berharap produk kami dapat membantu membangunnya secara berkelanjutan sejak awal.”

    Menurut parlemen Eropa, produk-produk periode plastik adalah barang plastik sekali pakai kelima yang paling umum ditemukan di pantai-pantai Eropa, dan jauh lebih tinggi dibanding gelas plastik dan sedotan.

    “Jika kita dapat menghasilkan produk sanitasi yang dapat terurai secara hayati seperti tampon dari rumput laut, maka hal ini jelas memiliki keuntungan besar. Misalnya untuk mengurangi limbah,” imbuh Melanie.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Mencari Produk Menstruasi Perempuan yang Ramah Lingkungan

    Mencari Produk Menstruasi Perempuan yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia –  Hampir 50 persen populasi dunia adalah perempuan, yang sebagian besar di antaranya mengalami menstruasi dalam hidup mereka.

    Tampon dan pembalut lantas menjadi produk yang sangat dekat dengan perempuan saat mereka menstruasi yang  datang hampir setiap bulan

    Namun, dalam perkembangannya produk tampon dan pembalut yang sangat membantu perempuan saat menstruasi ini disebut sebagai salah satu sumber sampah terbesar di planet Bumi.

    Pembalut dinilai tidak ramah lingkungan karena bersifat sekali pakai dan 55 hingga 65 persen pembalut terbuat dari plastik yang tidak bisa diurai.

    Padahal rata-rata seorang perempuan menghabiskan 11.000 hingga 17.000 pembalut selama hidupnya, yang semua itu akan dibuang ke alam dan mencemari lingkungan.

    Selain pembalut, perempuan juga mengenal tampon saat menstruasi. Nah, untuk yang terakhir ini, diyakini sudah ada sejak ribuan tahun silam.

    Baca: Ajakan untuk beralih ke pembalut kain yang lebih ramah lingkungan

    Dilansir wikipedia, tampon terbuat dari berbagai macam bahan seperti papyrus lunak(Mesir), wol (Romawi), kertas (Jepang)  ataupun pakis dan rerumputan (Hawaii).

    Saat ini sebagian besar tampon terbuat dari kapas atau kain kasa. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, pada 8 Maret 2024 lalu perusahaan rintisan Jerman mempromosikan produk menstruasi berkelanjutan.

    Tampon ini dapat terurai secara hayati, terbuat dari serat yang berasal dari rumput laut, lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan produk lain di pasaran. Benarkah demikian?

    Adalah VYLD, sebuah perusahaan rintisan di Jerman mengatasi masalah ini dengan mengembangkan tampon yang terbuat dari rumput laut.

    Perusahaan yang didirikan pada tahun 2021 di Berlin, memulai misi untuk menghasilkan produk inovatif dan ramah lingkungan yang terbuat dari rumput laut. Misi itu itu dimulai dengan tampon.

    Baca: Tampon ramah lingkungan berbahan rumput laut

    Salah seorang pendiri VYLD, Ines Schiller, mengatakan, “Visi jangka panjang kami sebenarnya adalah algaeverse, atau alam semesta yang diwarnai produk berkelanjutan berbahan dasar rumput laut. Dan ide keberlanjutan adalah hal yang sangat penting.”

    Menurut sekitar 100 perempuan yang ikut serta dalam uji coba tampon rumput laut ini, berbeda dengan tampon yang terbuat dari katun dan seringkali membutuhkan pembungkus plastik untuk dipasang ke dalam vagina.

    Sedangkan tampon rumput laut pada dasarnya sedikit berlendir dan masih sangat halus ketika dibuat menjadi serat sehingga tidak memerlukan aplikator.

    Meskipun demikian penutup tampon masih terbuat dari plastik. Sebagian staf mengatakan mereka sedang mempersiapkan alternatif produk yang dapat terurai, yang juga berasal dari rumput laut.

    FORSA, sebuah lembaga penelitian yang melakukan kajian empiris tentang hal ini, diketahui bahwa 71 persen perempuan haid menggunakan tampon sekali pakai dan hanya 4 persen yang menggunakan tampon organik.

    Baca: Thrifting, cara anak muda bergaya dengan cara yang lebih ramah lingkungan

    Sebanyak 41 persen peserta penelitian itu mengatakan mereka siap memilih produk menstruasi yang dapat digunakan kembali, tetapi mengalami kesulitan untuk memutuskan produk mana yang paling cocok.

    Melanie Schiller dari Vyld mengatakan spons produk menstruasi sering kali terbuat dari spons laut dan karenanya tidak vegan.

    Ia mengatakan, ketika orang memperhatikan produk menstruasi dari spons dan kemudian berbicara tentang alam, spons adalah makhluk hidup, spons adalah hewan, dan sangat penting bagi kami untuk memproduksi produk vegan.

    Produk alami lainnya adalah kapas organik. Tetapi di sini, kami juga memiliki kain berbasis tanah yang perlu diputihkan.

    “Untuk memproduksi kapas dibutuhkan banyak air dan juga pestisida, tetapi kami dapat memproduksi tanpa pestisida,” jelasnya dilansir VOA Indonesia.

    Esti Utami, dari berbagai sumber

  • 7 Langkah Sederhana Mudik Ramah Lingkungan

    7 Langkah Sederhana Mudik Ramah Lingkungan

     
    7cloud.asia – Mendekati Lebaran makin banyak warga yang menyiapkan untuk mudik lebaran. Buat kamu yang sedang bersiap mudik, jangan lupa untuk tetap menjaga sikap ramah lingkungan.
     
    Mudik ramah lingkungan sudah dianjurkan KLHK sejak beberapa tahun lalu, KLHK antara lain telah merilis surat edaran yang bertujuan untuk mengurangi dan menangani sampah saat musim mudik. 

    Surat edaran ini dipasang di berbagai tempat strategis yang mudah diakses para pemudik. Tapi seperti yang sering kita bicarakan ramah lingkungan bukan hanya soal sampah, tetapi juga ada aspek lainnya.  

    Buat kamu yang masih bertanya-tanya seprti apa mudik ramah lingkungan, berikut 7cloud.asia rangkumkan tips mudik yang ramah lingkungan, jadi ini nggak cuma soal sampah tapi juga soal hemat BBM.

    Baca: Pemudik diminta waspadai cuaca ekstrem

    1. Tidak menggunakan plastik sekali pakai dan tisu

    Salah satu langkah “kunci” untuk melaksanakan mudik ramah lingkungan yakni dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan kertas tisu.

    Kedua benda tersebut dapat memicu produksi sampah secara berlebih yang lantas mencemari lingkungan sekitar. Sebagai gantinya, cobalah untuk membawa tas belanja, sapu tangan, atau handuk kecil ketika hendak melakukan perjalanan pulang kampung.

    2. Bawa bekal makanan

    Membawa bekal makanan dan minuman sendiri saat mudik, tak hanya bersahabat untuk kantong kamu juga dapat mengurangi volume sampah yang kamu hasilkan.

    Tapi, kamu juga harus ingat untuk tidak membungkus bekal makanan yang kamu bawa dengan menggunakan plastik sekali pakai atau kemasan styrofoam.

    Gantikan dengan rantang ataupun box makanan yang kini banyak tersedia di pasaran. Alih-alih membeli minuman kemasan, lebih baik kamu siapkan minum dalam tumbler.  

    Baca: Makna mudik tak hanya soal sungkeman

    3. Bawa alat makan sendiri  
     
    Cobalah untuk membawa peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan botol minum milikmu sendiri.
     
    Selain lebih higienis, membawa peralatan makan sendiri juga dapat menghindari kita dari penggunaan alat makan sekali pakai berbahan plastik.
     
    4. Sediakan kantung sampah dari rumah

    Jangan pernah membuang sampah sembarangan, termasuk saat mudik. Ini berlaku untuk baik untuk sampah organik maupun anorganik.

    Selama arus mudik Lebaran, jutaan orang melakukan perjalanan. Bayangkan jika semua membuang sampah sembarangan, bagaimana kotornya jalur mudik. 

    Jadi sebelum berangkat sediakan kantong sampah, akan lebih baik lagi jika kamu menyediakan dua kantung untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Membawa kantong sampah akan memudahkan kamu saat kesulitan menemukan tempat sampah selama perjalanan.  

    Baca: 5 ciri produk ramah lingkungan

    5. Gunakan angkutan umum 

    Alih-alih menggunakan kendaraan pribadi, cobalah untuk menggunakan angkutan umum agar mudik kamu lebih ramah lingkungan.

    Menggunakan angkutan umum dapat membantu mengurangi jumlah polusi udara yang timbul akibat penggunaan kendaraan pribadi lho!

    6. Merencanakan rute mudik 

    Agar perjalanan mudik menjadi lebih efektif dan efisien, rencanakan rute perjalanan dengan sebaik-baiknya. Dengan merencanakan rute perjalanan, kamu dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang artinya dapat mencegah produksi emisi karbon berlebih.

    7. Periksa kondisi kendaraan

    Tips ini berlaku untuk mereka yang mudik dengan membawa kendaraan sendiri. Memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh wajib dilakukan sebelum mudik.

    Selain untuk alasan keselamatan atau mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik menyiapkan kondisi mobil juga akan membuat mudik kamu lebih ramah lingkungan.

    Kendaraan dengan kondisi mesin yang prima juga akan mengurangi emisi karbon. Jadi, begitulah tips mudik yang ramah lingkungan. Apakah sekarang kamu sudah siap untuk mudik tanpa membebani lingkungan?  

    Baca: Hindari cara Lebaran yang tak ramah lingkungan ini

     

  • Bagaimana Membuat 5 Sektor Hidup Kita Lebih Ramah Ringkungan

    Bagaimana Membuat 5 Sektor Hidup Kita Lebih Ramah Ringkungan

    7cloud.asia – Survei opini publik The People’s Climate Vote yang dihelat Perserikatan Bangsa-Bangsa seputar perubahan iklim menyoroti bahwa orang-orang di seluruh dunia mengamini perubahan iklim sudah dalam kondisi darurat.

    Mereka bersepakat bahwa kita perlu melakukan apapun untuk menghadapi perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkannya.

    Orang-orang juga secara perlahan menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan atau lebih ramah lingkungan.

    Sayangnya, kebanyakan mereka kesulitan mengubah kebiasaan, ataupun bingung dari mana memulai perjalanan ramah lingkungan mereka.

    Jadi, jika kamu berniat menjadikan hidupmu lebih ramah lingkungan pada 2024, ada beberapa perubahan yang terjangkau dan terbilang mudah untuk dilakukan.

    Baca: Gaya hidup ramah lingkungan tak hanya suka menanam pohon

    1. Makan
    Kita membuang miliaran ton makanan setiap tahun. Sampah makanan kerap menghasilkan gas metana, gas rumah kaca yang lebih merusak atmosfer dibandingkan karbon dioksida.

    Untungnya ada langkah-langkah mudah agar kebiasaan makanmu lebih berkelanjutan (dan juga bisa lebih murah).

    Misalnya, makanlah pangan lokal yang sesuai musimnya, atau konsumsi daging lebih sedikit, lebih banyak pangan nabati terutama dari kacang-kacangan dan sayuran hijau.

    Kacang-kacangan tidak membutuhkan pupuk nitrogen (sebagiannya diproduksi dari gas bumi) karena kemampuan mereka mengonversi nitrogen dari udara dan menyerapnya.

    Penerapan kebiasaan makan bebas daging sepekan sekali bisa jadi awal yang bagus. Konsumsi daging tiruan olahan mock meats“ bisa jadi batu loncatanmu menuju gaya hidup nabati, meski harganya mahal.

    Perencanaan makanan yang baik dan menihilkan makanan sisa dapat membantumu mengurangi sampah makanan. Penggunaan microwave untuk memasak sesering mungkin juga lebih hemat energi dibandingkan dengan kompor.

    Ingat, kamu tidak perlu melakukan semuanya sekaligus. Pilihlah salah satu yang paling mungkin kamu lakukan.

    Baca: Lima unsur penting kota ramah lingkungan

    2. Transportasi 
    Kita semua butuh bepergian, entah untuk ke kantor, sekolah, kampus, ataupun toko. Perjalanan yang berkelanjutan bisa menjadi pilihan.

    Pemilihan active travel atau moda bepergian aktif (berjalan kaki, bersepeda, ataupun kursi roda) adalah opsi paling ramah lingkungan. Selain tidak menghasilkan emisi karbon, kita maupun anak-anak kita juga akan lebih sehat dan bugar.

    Cobalah mengganti satu atau dua kali perjalanan mobilmu dalam sepekan dengan moda bepergian aktif jika memungkinkan.

    Di daerah perkotaan, saat bepergian jarak pendek, transportasi aktif kerap lebih cepat dan murah dibandingkan perjalanan dengan mobil. Kita juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, yang menjadi penyumbang signifikan polusi udara perkotaan.

    Untuk jarak jauh, perjalanan dengan kereta ataupun bus juga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mobil dan pesawat. Kamu perlu merencanakannya jauh-jauh hari supaya ongkosnya lebih murah.

    Baca; Naik transportasi publik itu lebih ramah lingkungan

    3. Pemakaian energi
    Energi yang kita gunakan di rumah menjadi semakin mahal dan berkontribusi melepaskan gas rumah kaca. Perubahan kecil atas pemakaian energi harian kita dapat menciptakan perubahan, bagi tagihan sekaligus emisi rumah tangga kita.

    Kebanyakan perubahan ini mudah dan nyaman dilakukan. Matikan lampu saat meninggalkan ruangan.

    Masak makanan dengan wajan yang tertutup. Turunkan temperatur pengatur suhu rumahmu sebesar 1°C. Cuci pakaian dan perkakas pecah belah dengan air dingin. Jangan berlama-lama saat mandi.

    Cabut perkakas elektronik seperti microwave saat tidak digunakan, dan charger ketika baterai gawaimu telah penuh. Gantilah lampu halogenmu dengan LED yang lebih hemat energi.

    Pemakaian smart meter (jika ada) untuk memantau penggunaan energimu dapat membantumu melakukan perubahan ini.

    Baca: Fesyen ramah lingkungan akan semakin ngetren  

    4. Pakaian
    Orang suka membeli baju baru. Namun fast fashion mempunyai biaya lingkungan dan sosial yang tinggi. Industri fesyen menghasilkan lebih dari 92 juta ton sampah setiap tahunnya.

    Sebagian besar di antaranya dibakar, dibuang ke tempat pembuangan sampah, atau diekspor ke negara-negara berkembang.

    Tukar pakaian yang tidak lagi kamu inginkan dengan teman atau keluarga. 

    Ada banyak cara agar kita lebih modis sekaligus ramah lingkungan. Mulailah dengan mengatur lemari pakaian sehingga kamu bisa melihat apa saja kamu miliki sebelum mulai berbelanja. Harapannya, apapun yang kamu beli dapat “cocok” dengan apa yang kamu miliki saat ini.

    Jangan membuang barang rusak. Ada banyak video YouTube untuk membantumu memperbaiki pakaian dan aksesoris.

    Kamu bahkan dapat menjadikan pakaianmu lebih personal menggunakan metode perbaikan seperti Jahitan Sashiko, yang membuat fitur perbaikan menjadi pilihan bagi pakaianmu.

    Pembelian barang bekas akan menghemat fulus, serta manfaat sosial dan lingkungan dari retail amal juga diakui secara luas. Kamu juga bisa menukar pakaian yang tidak diinginkan lagi dengan teman dan keluarga atau di toko tukar.

    Alternatifnya, kamu dapat membeli pakaian dalam jumlah lebih sedikit tapi lebih berkualitas. Barang-barang ini biasanya lebih awet dan tahan lama.

    Baca: Hari tanpa sampah sedunia

    5. Pengelolaan sampah
    Kita menghasilkan lebih dari 2 miliar metrik ton limbah padat perkotaan di seluruh dunia setiap tahunnya. Angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 70% pada 2050.

    Ada banyak perubahan kecil yang dapat kita lakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang kita buang ke tempat sampah.

    Penulisan daftar belanjaan dapat mengurangi pembelian berlebihan dan pembelian impulsif. Bawalah tas yang dapat digunakan kembali saat kamu berbelanja.

    Usahakan berbelanja barang yang bebas kemasan. Ada banyak tempat untuk membeli makanan tanpa kemasan berlebih seperti toko tanpa limbah. Toko ini mendorong pelanggan untuk menggunakan wadah dari rumah untuk mengisi dan mengisi ulang makanan utuh dalam jumlah besar.

    Pastikan kamu mengetahui barang apa yang dapat didaur ulang secara lokal. Ikuti saran yang diberikan. Pengurangan limbah akan menghemat sumber daya yang berharga serta mengurangi polusi dan pengeluaran mingguanmu.

    Dengan melakukan perubahan kecil pada gaya hidup, kita dapat secara kolektif bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation dalam bahasa Inggris

  • Yuk Sambut Idul Fitri dengan Cara yang Lebih Ramah Lingkungan

    Yuk Sambut Idul Fitri dengan Cara yang Lebih Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Lebaran tinggal menghitung hari, dan orang semakin sibuk dengan berbagai persiapan menyambut semarak Idul Fitri.

    Namun, sadarkah Anda, di balik kesemarakan ini, Idul Fitri yang seharusnya dirayakan dengan kegiatan baik justru bisa berdampak buruk terhadap lingkungan.

    Kita perlu mencegah dampak tersebut agar aktivitas menyambut Idul Fitri atau Lebaran lebih ramah lingkungan sehingga sesuai dengan tujuan hakikinya, yaitu kembali ke fitrah atau kesucian.

    Berikut beberapa cara perayaan Lebaran atau Idul Fitri yang kurang memperhatikan dampak bagi lingkungan alias lebih ramah lingkungan.

    1. Makanan berlebihan

    Laporan dari The Economist Intelligence Unit (EIU); divisi riset dan analisis dari perusahaan media asal Inggris, The Economist, pada 2017 menyatakan Indonesia berada di peringkat kedua negara yang paling banyak membuang makanan, setelah Arab Saudi.

    Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, sampah makanan yang dihasilkan menyumbang 46,75% dari total sampah Indonesia.

    Limbah makanan ini menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp 213-531 triliun per tahun, atau 5% dari produk domestik bruto Indonesia.

    Baca: Kiat mudik ramah lingkungan

    Limbah makanan yang tidak terkelola dengan baik juga dapat menimbulkan masalah kesehatan karena menjadi tempat berkembang biaknya kuman serta mengundang hewan liar yang mengkonsumsi limbah tersebut.

    Organisme ini dapat membawa penyakit bisa menular dari hewan ke manusia atau biasa disebut zoonosis.

    Sisa makanan yang membusuk juga mengeluarkan gas metana, salah satu gas rumah kaca. Emisi gas metana yang berlebihan amat berbahaya karena bisa memerangkap panas 25 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida atau CO2.

    Jumlah limbah makanan yang fantastis ini terjadi karena beberapa sebab, antara lain kurangnya pengetahuan untuk mengelola makanan dengan baik ataupun penyimpanannya. Ada juga karena perilaku belanja berlebihan ataupun kebiasaan memasak makanan dalam jumlah banyak.

    Pemerintah seharusnya mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang makanan dengan melakukan berbagai kampanye. Misalnya, kampanye untuk tidak boros saat berbelanja atau memproduksi makanan berlebih yang berisiko meningkatkan limbah dan gas rumah kaca.

    Pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk mengelola distribusi makanan bagi orang yang membutuhkan.

    Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang dermawan. Supaya lebih bermanfaat, sifat ini dapat dikelola dengan lebih profesional.

    Baca: Kenali ciri produk ramah lingkungan

    2. Penggunaan kendaraan pribadi

    Ancaman kedua terhadap lingkungan akibat perayaan Lebaran yang tak ramah lingkungan adalah meningkatnya polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan.

    Saat lebaran, mobilitas masyarakat meningkat tajam. Kemacetan tidak hanya terjadi di kota, tapi di banyak tempat di desa-desa. Arus mudik juga memindahkan polusi dari kota besar ke daerah pinggiran kota.

    Penggunaan alat transportasi secara masif dan bersamaan akan meningkatkan polusi udara dari kendaraan bermotor berbahan bakar bensin dan solar. Meski tak berlangsung lama, tren ini tetap membahayakan kesehatan maupun lingkungan..

    Pembakaran mesin maupun gesekan ban dengan jalanan turut mengeluarkan karbon monoksida, partikel debu berukuran 10 (PM10) – atau lebih kecil lagi – 2,5 mikron (PM2,5).

    Keduanya berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan gangguan pernapasan, mengurangi angka harapan hidup, bahkan mengganggu kesehatan mental.

    Selain dampak kesehatan, asap kendaraan juga melepaskan CO2 dan metana yang bisa memperparah perubahan iklim.

    Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih baik dengan menyediakan transportasi publik yang ramah lingkungan dan nyaman.

    Pemerintah seyogianya perlu mengurangi perhatian terhadap produsen kendaraan pribadi dengan alasan pertumbuhan ekonomi, tapi mengabaikan pelestarian lingkungan.

    Pemerintah pusat maupun daerah perlu merumuskan aturan jelas mengenai transportasi publik dan kenyamanan masyarakat. Harapannya, momen hari raya menjadi momentum perubahan perilaku ke arah yang lebih ramah lingkungan.

    Baca: Mengapa gaya hidup konsumtif tak ramah lingkungan

    3. Limbah pakaian

    Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Lebaran identik dengan baju baru. Tek heran jika kemudian dikenal istilah baju Lebaran.

    Survei oleh perusahaan riset dan polling global, YouGov, pada 2022 menyatakan 81% masyarakat Indonesia menggunakan uang tunjangan hari raya atau THR mereka untuk membeli baju baru.

    Pusat-pusat perbelanjaan, platform e-commerce, ataupun toko pakaian acap memanfaatkan momen ini dengan mengobral diskon.

    Namun, di tengah kondisi iklim yang berubah dan situasi pencemaran di Indonesia saat ini, kita perlu berpikir ulang. Apakah kebiasaan ini layak diteruskan?

    Tradisi baju baru dapat mengarah pada penumpukan sampah. Survei dari Yougov pada 2017 menyatakan sekitar 66% responden Indonesia membuang satu baju setiap tahun. Ada juga 25% responden yang setiap tahunnya membuang 10 helai baju.

    Selain mubazir, kebiasaan membeli baju baru juga bisa memperparah dampak lingkungan dari industri tekstil. Sektor ini bertanggung jawab atas 6-8% emisi gas rumah kaca di bumi karena masifnya penggunaan energi untuk pemrosesan garmen dan tekstil.

    Di Indonesia, limbah tekstil mencapai jutaan ton setiap tahun. Aktivitas produksi juga masih mengotori sungai-sungai di tanah air, seperti Sungai Citarum di Jawa Barat, Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, dan Sungai Brantas di Jawa Timur.

    Baca: 17 Langkah untuk gaya hidup yang ramah lingkungan

    4. Kembang api

    Perayaan dengan petasan dan kembang api sering kali membuat masyarakat takjub, tapi hal ini bersifat semu. Sebab, rasa ini hanya berlangsung sebentar dibandingkan kerusakan lingkungan jangka panjang yang ditimbulkan.

    Petasan dan kembang api mengandung zat kimia seperti logam berat, karbon, mesiu dan bahan bahan kimia lainnya.

    Asap yang ditimbulkan dari petasan dan kembang api menimbulkan polusi dan membahayakan saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar. Partikel-partikel petasan dan kembang api yang jatuh ke tanah dapat merusak tanaman dan mencemari air.

    Dampak lainnya dari kembang api adalah mengganggu kehidupan satwa liar terutama burung-burung dan satwa arboreal yaitu hewan yang tinggal di pohon-pohon.

    Gangguan suara yang ditimbulkan oleh petasan dan kembang api juga diderita oleh hewan domestik yang sensitif terhadap frekuensi suara, seperti anjing dan ayam.

    Idulfitri atau Lebaran adalah momentum kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan. Mari kita merayakan lebaran dengan berperilaku bijak, bukan hanya pada sesama manusia tapi juga pada alam semesta.

    Selamat Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin.

    Sumber: The Conversation baca artikel asli  di sini

  • Tak Hanya Coldplay: Indonesia Juga Bisa Gelar Konser Ramah Lingkungan dengan Perhatikan Aspek Ini

    Tak Hanya Coldplay: Indonesia Juga Bisa Gelar Konser Ramah Lingkungan dengan Perhatikan Aspek Ini

    7cloud.asia – Konser Coldplay pada November tahun lalu menyadarkan kita bahwa Jakarta bisa menjadi tuan rumah bagi konser ramah lingkungan.

    Konser atau festival musik memiliki dampak lingkungan yang serius. Di Inggris, organisasi pegiat lingkungan Powerful Thinking menghitung bahwa konser setiap tahunnya menghasilkan 16 ribu ton sampah yang tidak dapat didaur ulang.

    Konsumsi energi sangat besar untuk tata suara, tata cahaya, maupun transportasi penampil dan para pengunjung selama pertunjukkan juga buruk bagi lingkungan.

    Analisis lembaga nirlaba pegiat pertunjukan ramah lingkungan, Greener Festival melaporkan, rata-rata satu konser bisa menghasilkan 500 ton karbon. Kontributor emisi terbesarnya adalah konsumsi energi tempat pertunjukan (34%) dan transportasi pengunjung (33%).

    Sayangnya, aspek ini belum banyak jadi perhatian para pembuat kebijakan di Indonesia. 

    Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) mencatat ada kurang lebih 100 konser musik di Indonesia pada 2022, dan diprediksi meningkat dua kali lipat pada 2023.

    Momen konser Coldplay yang menonjolkan komitmen dan upaya ramah lingkungan seharusnya bisa menjadi wake-up call bagi Indonesia maupun Pemerintah Jakarta–tempat kebanyakan konser berskala besar dilaksanakan–untuk membuat terobosan agar konser-konser yang diselenggarakan semakin ramah lingkungan.

    Baca: Kerja keras Coldplay wujudkan konser ramah lingkungan

    Ketiadaan aturan konser ramah lingkungan
    Indonesia memiliki beberapa aturan di tingkat pusat ataupun daerah terkait penyelenggaraan konser. Di antaranya, Keputusan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi No. KM.103/UM.201/MPPT-91 tentang Usaha Jasa Impersiat yang mengatur bisnis hiburan. Ada juga Peraturan Pemerintah No. 67 Tahun 1996 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

    Di Jakarta, ada Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2015 tentang Pajak Hiburan, Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah Yang Berketahanan Iklim.

    Sayangnya, dari semua aturan itu belum ada kewajiban maupun standar yang ketat untuk penyelenggaraan konser melakukan pengurangan emisi, mengurangi penggunaan plastik maupun mendaur ulang sampah.

    Padahal, standar penyelenggaraan konser ramah lingkungan sudah banyak dikembangkan. Misalnya, terdapat standar internasional ISO20121 sebagai standarisasi aspek keberlanjutan dalam penyelenggaraan acara (standar ini sedang dalam perbaikan).

    Undang Undang Kepariwisataan Indonesia pun mengamanatkan agar pariwisata dijalankan dengan prinsip memelihara kelestarian lingkungan.

    Baca: Musisi tanah air ditantang bikin konser ramah lingkungan ala Coldplay

    Indonesia juga sudah menandatangani Glasgow Declaration Climate Action in Tourism, komitmen global untuk membuat rencana pengurangan emisi dari sektor pariwisata.

    Artinya, dalam rangka memenuhi komitmen ini, Indonesia perlu melakukan intervensi lebih lanjut agar penyelenggaraan konser bisa lebih ramah lingkungan.

    Tiga langkah intervensi
    Indonesia perlu memperbaiki aturan penyelenggaraan konser agar sejalan dengan perkembangan terkini, komitmen dan target global untuk konser lebih ramah lingkungan.

    Untuk ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki peran yang strategis sebagai ibu kota dan wajah pariwisata Indonesia. Harapannya, langkah Jakarta menjadi cerminan dan dorongan untuk daerah lainnya melakukan penguatan aturan konser ramah lingkungan.

    Untuk penyelenggaraan konser, Pemerintah Jakarta setidaknya dapat melakukan intervensi pada tiga hal.

    Baca: Penumpang MRT Jakarta catat rekor saat digelar konser Coldplay

    1. Mengurangi emisi transportasi penonton
    Untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi pengunjung, Pemprov DKI Jakarta perlu menetapkan area bebas kendaraan bermotor, memperpanjang jam layanan transportasi publik, dan memperluas jangkauan layanan transportasi publik di sekitar area konser.

    Aturan ini bisa menjadi rekayasa sosial agar pengunjung lebih memilih moda transportasi yang ramah lingkungan.

    Hal serupa sudah dilakukan saat konser Coldplay. Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) ditetapkan sebagai zona bebas kendaraan bermotor, terbatas hanya boleh untuk panitia dan tenant.

    Kebijakan ini ‘memaksa’ pengunjung memanfaatkan transportasi publik atau berhadapan dengan konsekuensi biaya parkir mahal di luar GBK.

    Beberapa entitas bisnis memanfaatkan hal ini dengan baik. Misalnya restoran Hai Di Lao, menyediakan shuttle bus gratis untuk para pengunjung konser yang mau makan di restorannya.

    Pemerintah Jakarta juga menyurati operator MRT dan TransJakarta untuk memperpanjang jam layanan untuk mengakomodasi pergerakan penonton saat meninggalkan lokasi konser.

    Ketentuan ini sebaiknya tidak hanya untuk konser Coldplay sebagai musisi yang memang menaruh perhatian pada isu lingkungan dalam penyelenggaraan turnya, tetapi menjadi aturan penyelenggaraan konser secara umum, terutama yang berskala besar.

    Baca: Coldplay sumbang kapal pengangkut sampah Kali Cisadane

    2. Pedoman pengurangan emisi dan sampah
    Pemerintah Jakarta perlu menyusun pedoman pengurangan emisi dan pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan konser, dan menetapkan mandat daur ulang sampah.

    Strategi menyusun ‘pedoman’ ini umum dilakukan institusi pemerintah. Saat masa pemulihan pandemi, ada Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan di Penyelenggaraan Kegiatan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

    Pedoman ini dapat menjadi acuan bagi promotor untuk menyusun standar penyelenggaraan acaranya.

    3. Kewajiban pengelolaan sampah dan pengurangan emisi
    Pemerintah Jakarta dapat mewajibkan promotor memiliki prosedur operasional standar (SOP) pengelolaan sampah dan pengurangan emisi serta mengawasi pelaksanaannya.

    SOP ini penting untuk menunjukkan sebesar apa komitmen promotor untuk mengalokasikan sumber daya maupun pertimbangan anggaran ke dalam perencanaan acara.

    Adanya SOP juga mendorong promotor melakukan penilaian mandiri terhadap dampak dari konser mereka dan melakukan inovasi.

    Praktik ini sudah jamak dilakukan di dunia. Contohnya, grup musik Coldplay dan pengelola konser Glastonbury di Inggris memiliki Sustainability Consultant (konsultan keberlanjutan) untuk mengukur dan mengendalikan dampak lingkungan dari acara mereka.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Elvita, Environmental Law Researcher, Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) 

  • 6 Ide Cantik Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    6 Ide Cantik Hampers Lebaran yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Perayaan Idul Fitri atau Lebaran 2024 tinggal menunggu hari, tapi kamu belum membeli hampers untuk orang-orang terkasih.

    Atau malah kamu masih bingung untuk cari bingkisan lebaran yang tak biasa? Mungkin kini saatnya kamu coba pertimbangkan untuk membeli produk hampers Lebaran dari produk lokal lagi ramah lingkungan

    Dilansir akun @cleanomic dengan membeli hampers lokal yang ramah lingkungan, kamu nggak hanya bisa memberi yang terbaik buat orang-orang yang  kamu sayangi di hari yang suci ini.

    Dengan hampers Lebaran ramah lingkungan, kamu juga sekaligus berbagi kebahagiaan dengan pemilik usaha kecil di daerahmu masing-masing. 

    Ingat, produk ramah lingkungan nggak hanya menggunakan bahan reuseable semata, tapi juga memiliki jejak karbon seminimal mungkin.

    Jadi mulailah menengok-nengok produk menarik di sekitar tempat tinggal kamu.

    Baca: Tips mudik ramah lingkungan

    Yuk, segera simak 6 ide bingkisan lebaran unik dan berkesan untuk kerabat, keluarga dan orang orang tersayang.

    1. Peralatan makan ramah lingkungan 

    Kamu bisa memberikan hampers berisi peralatan makanan yang terbuat dari kayu, serbet makan sebagai pengganti tisue. Banyak sekali di online shop yang menjual produk ini. 

    Peralatan makanan yang terbuat dari kayu dapat membantu kita menghindari peralatan yang berbahan plastik. Dan pilihlah peralatan makanan yang sudah food grade dan bisa dipakai ulang.

    Selain aman saat digunakan, peralatan makan reuseable bisa ngurangi sampah yang dihasilkan.  Dengan begitu kamu dapat membantu melestarikan lingkungan.

    2. Sabun Organik

    Salah satu ide bingkisan lebaran yang out of the box yang bisa jadi pilihan kamu untuk hampers lebaran 2023 adalah sabun organik. Sabun ini unik karena terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan.

    Selain itu tampilan yang cantik dan tersedia dari berbagai warna. Atau jika ada waktu kamu bisa membuatnya sendiri. Masih ada waktu kok.

    Baca: Yuk sambut Idul Fitri dengan cara ramah lingkungan

    3. Lilin Aroma Terapi

    Hampers Lebaran anti mainstream lagi ramah lingkungan selanjutnya adalah Lilin Aroma Terapi.

    Aroma dari lilin yang menenangkan dapat memberikan suasana kumpul keluarga yang menyenangkan dan memberikan kehangatan pada saat momen perayaan Idul Fitri.

    Akan lebih berkesan jika kamu membuat sendiri lilin aroma terapi ini.

    4. Makanan sehat 

    Yaps, untuk hampers yang satu ini pastinya saat berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Kamu tidak perlu bingung apakah penerima suka atau tidak suka.

    Dibungkus dengan rapi, cantik dan estetik maka sembako akan terlihat menarik.

    Baca: Kenali 5 ciri produk ramah lingkungan

    5. Makanan khas Lebaran

    Menjelang Hari Raya Idul Fitri tentunya ada banyak pilihan makanan khas lebaran seperti Ketupat Sayur, Opor Ayam, Rendang, Sambal Goreng Ati, Lamang, Gulai Sayur dan masih banyak lagi.

    Jika kamu jago memasak bisa menghemat pengeluaran kamu. Dan jangan lupa untuk dibungkus ditempat yang unik agar semakin berkesan

    6. Tanaman hias

    Mungkin tanaman hias belum menjadi hal biasa untuk dijadikan hampers, tapi tak ada salahnya kamu coba. Selain unik, tanaman hias juga bagus untuk menjaga lingkungan.

    Nah, selain mengirim hampers Lebaran dalam bentuk makanan atau barang yang ramah lingkungan, kehadiranmu di samping orang-orang yang kamu sayangi adalah yang terpenting untuk memberikan kebahagiaan untuk mereka.

    Selamat merayakan Lebaran bersama keluarga dan tetap ramah lingkungan selalu.