Tag: sampah

  • Atasi Masalah Sampah, Pemerintah Kota Bandung Bikin Aplikasi BMW

    Atasi Masalah Sampah, Pemerintah Kota Bandung Bikin Aplikasi BMW

    7cloud.asia – Berbagai cara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengatasi masalah sampah. Salah satunya dengan membangun sistem pelaporan pemantauan sampah.

    Sistem pelaporan sampah ini berbasis aplikasi Bandung Waste Management (BMW) yang dikembangkan lewat Program Kota Pintar atau Smart City.

    “Pelaksanaannya sekarang sudah mulai terukur, orang memberikan laporan-laporan dengan aplikasi BMW yang sudah kami kanalisasi di setiap klaster,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna seperti yang dilansir Antaranews.

    Dengan adanya aplikasi ini, lanjut Ema, maka pelayanan di Kota Bandung dapat menjadi jauh lebih baik, mudah, dan terbuka, dalam upaya Pemkot Bandung atasi masalah kedaruratan sampah.

    Baca: Gerakan sampah mbah dirjo mampu kurangi volume sampah hingga 50 persen

    “Aplikasi yang kami hadirkan termasuk juga kebutuhan kekinian dalam menghadapi situasi darurat sampah. Aplikasi BMW ini menjadi sarana komunikasi kami dengan warga masyarakat dalam upaya penanganan sampah,” jelasnya.

    Selain itu dengan menggunakan aplikasi BMW, warga Kota Bandung bisa lebih cepat menerima informasi dan mendapatkan edukasi serta penanganan masalah sampah yang dilakukan oleh pemerintah.

    “Sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan masyarakat, karena kecepatan dari aparatur pemerintah kota yang mampu memberikan layanan terbaik dengan daya dukung teknologi,” paparnya.

    Ema berharap dengan adanya program ini, maka semua pihak dapat bersama-sama mengolah sampah dari hulu. Terlebih sampai saat ini Kota Bandung masih berada dalam status darurat sampah.

    Baca: Mengenal sistem pengelolaan sampah berbayar 

    “Mudah-mudahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu bisa mengupdate data  dan minggu ini mungkin saya internal akan lakukan lagi evaluasi karena ini kan harus terukur setiap minggu, harus ada progres, datanya harus benar,” ujarnya.

    Sementara itu, hingga kini Kota Bandung telah memiliki sebanyak 272 Kawasan Bebas Sampah (KBS) dengan 123 ton per harinya sudah diolah, sehingga tidak ada lagi yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

    Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menolak sampah dari kawasan Bandung Raya tercampur antara organik dan anorganik.

    Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan kebijakan ini mulai berlaku awal tahun 2024 mendatang.

    Baca: Masalah lingkungan terbesar 2023 polusi sampah plastik

    “Kabupaten/kota sudah tidak boleh buang sampah organik. Mulai 1 Januari 2024, kalau masih masuk (Sarimukti) kita suruh balik truknya,” tegas Prima seperti yang dilansir Antaranews, Senin (13/11/2023).

    Lebih jauh Prima menjelaskan pihaknya saat ini memberlakukan masa transisi sebagai persiapan kebijakan penolakan jenis sampah organik masuk ke Sarimukti.

    Karena itu, dia berharap kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, serta masyarakat agar dapat bersama-sama mengurangi dan memilah sampah.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Keren! Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah Untuk Indonesia

    Keren! Coldplay Sumbang Kapal Pembersih Sampah Untuk Indonesia

    7cloud.asia – Band asal Inggris, Coldplay memberikan kejutan untuk Indonesia dengan menyumbangkan kapal pembersih sampah (interceptor).

    Kapal yang diberi nama Neon Moon II ini disumbangkan, usai  Coldplay sukses menggelar konser dengan tema Music of The Spheres di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu (15/11/2023).

    Rencananya, kapal Neon Moon II berwarna biru-putih sumbangan Coldplay itu akan ditempatkan di sungai Cisadane untuk membersihkan sampah.

    Saat ini kapal Neon Moon II tengah dipersiapkan dan bisa dilihat progresnya di website atau akun Instagram The Ocean Cleanup.

    Sumbangan ini merupakan kolaborasi Coldplay dengan The Ocean Cleanup yang punya misi membersihkan lautan dari sampah plastik.

    baca: kerja keras coldplay untuk wujudkan tur yang ramah lingkungan

    Sebelumnya, sejak tahun 2018, Chris Martin cs sudah bekerja sama dengan The Ocean Cleanup.

    Melansir laman resminya, saat itu  Coldplay menjadi sponsor untuk Interceptor 005 dan membantu organisasi itu dalam kampanyenya mengatasi sungai-sungai paling berpolusi di dunia.

    Interceptor 005 diluncurkan di Malaysia serta mendapat dukungan dari Coldplay dengan nama Neon Moon I.

    Kini, Interceptor kedua sedang dalam perakitan dan akan menuju ke sungai Cisadane di Jakarta dengan nama Interceptor 020 atau Neon Moon II.

    Sejak diluncurkan di Malaysia, The Ocean Cleanup mengungkap Interceptor 005 bersama Interceptor 002 berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta kilogram sampah dari sungai Klang, Malaysia.

    Baca: musisi tanah air ditantang bikin konser ramah lingkungan ala coldplay

    Sebenarya pada bulan Mei lalu, The Ocean Cleanup telah menandatangani perjanjian dengan berbagai pihak di Indonesia.

    Yaitu dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Pemerintah Belanda.

    Kerja sama ini dilakukan sebagai rencana penerapan Interceptor Original untuk membersihkan plastik di Sungai Cisadane.

    Rencananya interceptor 020 ini akan berkontribusi dalam menanggulangi sekitar 1000 ton plastik yang dibuang melalui Sungai Cisadane ke Laut Jawa tiap tahunnya.

    Baca: atasi masalah sampah pemerintah kota bandung bikin aplikasi bmw

    Coldplay akan mengadopsi Interceptor Original dari The Ocean Cleanup yang bentuknya menyerupai kapal. Karena itu, Interceptor Original dinamakan kapal Neon Moon II.

    Kapal ini dapat mengapung dan memungut sampah secara otomatis di sungai dengan memanfaatkan energi dari sinar matahari.

    Interceptor Original merupakan sistem conveyor belt sekaligus penghalang yang berfungsi untuk memungut sampah plastik di sungai.

    Sehingga sampah-sampah plastik tidak akan mengalir ke laut dan mencemari lautan.

    Penulis: Nurakhmayani/berbagai sumber

  • Aksi Pandawara Group: Konten Positif Obati Keresahan terhadap Masalah Lingkungan

    Aksi Pandawara Group: Konten Positif Obati Keresahan terhadap Masalah Lingkungan

    7cloud.asia – Pandawara Group adalah salah satu pemenang perhatian warganet belakangan ini, karena aksi lingkungan dengan bersih-bersih sampah yang dilakukannya.

    Dengan konten pembersihan sampah di sungai lalu merambah ke pantai, Pandawara Group memikat warganet hingga mampu meraup pengikut sampai 8,4 juta akun hingga tulisan ini dibuat.

    Per Oktober lalu, Pandawara Group sudah membersihkan 620 ton sampah dari 187 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka ini terus bertambah. Mereka menggarap aksinya bersama para kolaborator, terutama masyarakat dan pegiat lingkungan sekitar lokasi pembersihan.

    Jumlah sampah yang sudah dibersihkan Pandawara memang jauh dibandingkan volume sampah plastik di Indonesia yang sebesar 7,8 juta ton per tahun.

    Namun, dalam artikel yang ditulis Masitoh Nur Rohma, Assistant Professor in International Relations, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
    ini, tidak dibicarakan dampak Pandawara mengurangi sampah.

    Melainkan kemampuan konten mereka menciptakan nuansa positif di kalangan warganet di jagat media sosial.

    Baca: Yuk! Ikuti aksi keren Pandawara 

    Pandawara Group, yang digawangi lima anak muda asal Bandung, mulai beraksi di Tiktok sejak Agustus 2022.

    Konten semacam ini, berdasarkan studi terbaru, justru manjur mengobati dampak buruk dari konsumsi konten negatif seputar lingkungan—salah satunya adalah eco-anxiety atau kecemasan lingkungan yang rentan dialami anak muda.

    Menurut penulis, inilah kekuatan Pandawara sebenarnya di kalangan warganet yang didominasi anak muda.

    Apa itu eco anxiety?
    Eco-anxiety adalah respons psikologis dan emosional yang timbul akibat maraknya krisis lingkungan yang terjadi di sekitar kita.

    Mulai dari hujan dan badai, air laut meluber, tumpukan sampah, sungai tercemar, kebakaran hutan, dan sebagainya.

    Menurut studi, eco-anxiety bermacam-macam gejalanya, mulai dari rasa tidak berdaya, frustasi, dan perasaan putus asa.

    Baca: Teba, kearifan lokal warga Bali kelola sampah rumah tangga

    Keresahan juga dapat memicu serangan panik atau panic attack bahkan gangguan konsentrasi dan gangguan tidur yang dapat mengganggu kesehatan tubuh kita.

    Salah satu penyebab eco-anxiety adalah konsumsi berita yang kebanyakan berisi kabar buruk.

    Saat pandemi COVID-19, konsumsi berita buruk juga menyebabkan kecemasan senada pada anak-anak muda.

    Bagaimana konten pembersihan sampah Pandawara mengobatinya? Ini bisa dijawab dari studi yang dilakukan Kathryn Buchanan dari University of Essex dan Gillian M. Sandstrom dari University of Sussex di Inggris.

    Keduanya menguji efek konten positif dan negatif ke 1.800 responden. Sebagian responden hanya menyaksikan konten negatif, sedangkan sebagian lainnya disuguhi konten positif dan negatif.

    Konten positif memuat video terkait aksi kebaikan seperti pemberian perawatan gratis bagi hewan terlantar, ataupun aksi membantu gelandangan.

    Baca: Milenial dan Gen Z bisa jadi kelompok penekan produsen untuk lebih ramah lingkungan

    Sedangkan konten negatif berisikan video teror di Manchester, maupun penyiksaan hewan.

    Hasilnya, grup responden yang menyaksikan konten positif+negatif mengemukakan keresahan emosional yang lebih rendah dibandingkan grup penonton video negatif saja.

    Grup positif+negatif juga mengungkapkan persepsi lebih baik terhadap kemanusiaan dibandingkan grup negatif.

    Dalam studi ini, peneliti menganggap bahwa konten positif menjadi obat yang meredam keresahan emosional akibat konsumsi konten-konten negatif.

    Studi juga membandingkan paparan konten hiburan dengan konten positif untuk mengungkit mood seseorang. Hasilnya, konten positif lebih efektif dibandingkan konten hiburan.

    Studi ini juga dapat dihubungkan dengan konten-konten yang diproduksi Pandawara Group.

    Baca: Riset mengungkap antusiasme Gen Z pada aksi pro lingkungan masih rendah

    Melalui aksi bersih-bersihnya, Pandawara Group menyebarkan muatan kebaikan sehingga menampilkan lingkungan yang lebih bersih.

    Karena itulah, konten-konten positif tersebut berpotensi menjadi peredam keresahan emosional terkait lingkungan yang timbul dari konsumsi berita-berita seputar kerusakan lingkungan akibat ulah manusia.

    Sampah yang menggunung, penyu tertusuk sedotan, ataupun buaya terperangkap ban bekas adalah contoh berita semacam itu.

    Pandawara Group memantik aksi lingkungan
    Studi Buchanan dan Sandstrom turut menggarisbawahi konten-konten positif dapat memantik perasaan untuk melakukan kebaikan.

    Dengan menyaksikan konten positif, seseorang akan mendapatkan persepsi baik dari perbuatan orang lain kemudian bercermin untuk melihat apa yang kurang dari dirinya.

    Seseorang juga dapat merasa malu karena secara tak langsung menjadi orang yang dibantu. Perasaan ini bisa menggerakkan seseorang menjadi pihak yang membantu.

    Baca: Seperti ini media memotret aksi lingkungan yang dilakukan anak muda

    Penulis juga menemukan bagaimana konten-konten positif yang diunggah Pandawara Group memancing munculnya konten serupa dari akun lain.

    Misalnya, akun tiktok Pandawara Cilik yang berisikan konten bersih-bersih lingkungan, serupa dengan aksi Pandawara Group.

    Mereka juga memiliki semboyan yang sama, yakni “bukan membersihkan tapi mengurangi”.

    Menghadapi eco-anxiety. Dunia telah merasakan dampak perubahan iklim yang begitu hebat, dari mulai banjir bandang di Pakistan, kebakaran hebat di Kanada, maupun kekeringan parah di wilayah tanduk Afrika.

    Dampak perubahan iklim jauh lebih parah dibandingkan perkiraan para ilmuwan.

    Sementara, di Indonesia, polusi udara juga menjadi perhatian karena menyekap warga di kota-kota besar, mengakibatkan ratusan ribu warga mengalami gangguan pernapasan.

    Baca: Bumi butuh aksi nyatamu untuk selamatkan lingkungan

    Cuaca ekstrem juga mengakibatkan banjir di suatu tempat dan kekeringan di tempat lainnya, dengan jarak tak terpaut jauh.

    Di masa depan, situasi tersebut berisiko memicu eco-anxiety yang lebih intens bagi anak muda.

    Karena itu, kita mesti belajar menghadapi–bukan menghindari–keresahan lingkungan agar berdampak minimal bagi kehidupan.

    Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah mengonsumsi konten-konten media digital secara seimbang.

    Kita harus menghindari menyaksikan konten bermuatan negatif terlalu banyak, serta menebusnya dengan konten positif dan konten hiburan lainnya.

    Konsumsi konten memang bukan satu-satunya cara. Kita bisa menjajal langkah lainnya seperti berpartisipasi dalam aksi lingkungan.

    Baca: Greta Thunberg berjuang untuk lingkungan sejak umur 8 tahun

    Atau bisa juga dengan bersosialisasi dengan komunitas pegiat lingkungan, hingga healing dengan pergi ke tempat yang bernuansa alami seperti gunung dan pantai.

    Kita juga tak bisa melupakan aksi self-care seperti tidur yang cukup, berolahraga teratur, dan makan yang bergizi untuk menopang kesehatan mental kita.

    Sumber: The Conversation

  • Pasca Kebakaran, Sampah yang Masuk TPA Sarimukti Berkurang

    Pasca Kebakaran, Sampah yang Masuk TPA Sarimukti Berkurang

    7cloud.asia – Pasca kebakaran Agustus lalu, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung, Jawa Barat berkurang.

    Kini rata-rata sampah yang masuk ke TPA Sarimukti mencapai 400 ton per hari. Padahal sebelum kebakaran terjadi, jumlah sampah yang masuk TPA mencapai 1300 ton per hari.

    Penurunan sampah yang masuk ke TPA Sarimukti ini diakui oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna seperti yang dilansir Antaranews.

    Menurutnya hal ini terjadi karena adanya kolaborasi masyarakat, pengusaha, akademisi, tenaga kesehatan dan pemerintah kota dalam mengatasi masalah sampah.

    Baca: Pasca kebakaran, TPA Sarimukti tolak sampah bercampur

    Selain itu upaya pemilahan dan pengolahan sampah, volume sampah di sebagian besar tempat penampungan sampah sementara atau TPS di Kota Bandung tidak lagi melampaui daya tampung dan sampah.

    “Saat ini dari 135 TPS sisa lima TPS lagi yang masih kelebihan muatan. Sekarang PR-nya kita jaga TPS itu hanya boleh menerima sampah residu saja,” ungkap Ema.

    Selain itu pemerintah Kota Bandung berangsur-angsur berusaha mengangkut sisa sampah yang sebelumnya tidak dapat dibawa ke TPA akibat kebakaran yang terjadi sejak 19 Agustus 2023.

    Baca: Seperti ini pengelolaan sampah di TPA Sarimukti pasca kebakaran

    Berdasarkan data pemerintah kota, sisa sampah yang pada masa darurat sampah tidak bisa diangkut ke TPA Sarimukti sudah berkurang dari 54.000 ton menjadi sekitar 15.000 ton.

    “Sampah ini harus tetap dibuang. Kami sudah minta untuk penambahan ritase dan waktunya juga dari pukul 08.00-18.00 WIB karena ini harus dibereskan dulu,” jelasnya.

    Selanjutnya Ema menjelaskan penurunan volume sampah tersebut menunjukkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanganan sampah di Kota Bandung.

    “Kita terus memasifkan perubahan cara mengolah sampah dari hulu. Kita bergerak sesuai klaster, karena ini tidak bisa selesai oleh pemerintah saja, terutama harus ada bantuan gerakan masif dari masyarakat,” urainya.

    Baca: Kebakaran TPA Sarimukti hampir padam aktivis lingkungan ingatkan pembenahan manajemen sampah

    “Sekarang sudah ada pergerakan dari masyarakat yang menyadari bahwa sampah harus dikelola mandiri. Kita juga kan terus memberikan daya dukung sarana-prasarana, termasuk juga pengelolaannya,” tambahnya.

    Saat ini Pemerintah Kota Bandung juga telah menggulirkan program padat karya pengolahan sampah organik.

    Sebanyak 600 petugas direkrut untuk memberikan penyuluhan mengenai penanganan dan pengolahan sampah di 151 Kelurahan di Kota Bandung.​​​​​​

    Berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir tersebut, Ema optimistis status darurat sampah di Kota Bandung bisa dicabut pada akhir 2023.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    Kurangi Volume Sampah, Pemkot Bandung Kembangkan Sistem Kang Empos

    7cloud.asia – Pasca kebakaran TPA Sarimukti beberapa waktu lalu, pemerintah Kota Bandung terus berupaya menekan volume sampah.

    Salah satu cara yang dilakukan Pemkot Bandung adalah mengembangkan sistem pengolahan sampah Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Dudy Prayudi menjelaskan sistem pengelolaan sampah Kang Empos ini  dilakukan oleh segenap unsur kewilayahan.

    Dengan cara ini diharapkan, masa kedaruratan sampah di Kota Bandung dapat teratasi.

    Baca: pasca kebakaran sampah yang masuk TPA Sarimukti berkurang

    Dydi mengatakan pola Kang Empos ini masyarakat diajak untuk untuk mengubah pemikiran terhadap sampah.

    “Sampah tidak dikumpul, diangkut dan dibuang. Tapi dikumpul, dipilah dan diolah. Sehingga menjadi penting kolaborasi dari semua pihak,” jelas Dudy dikutip Antaranews.

    Untuk itu, lanjut Dudy, pihaknya telah menyiapkan anggaran di masing-masing kewilayahan untuk membuat metode pengolahan sampah menggunakan model sederhana yaitu Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    “Pada masa kedaruratan ini, Pemkot Bandung melalui anggaran di kelurahan, menyiapkan 20 persen di masing-masing kelurahan untuk menyiapkan sarana prasarana berupa Kang Empos,” paparnya.

    Baca: Tanggap darurat sampah di Bandung raya diperpanjang

    Dengan sistem seperti ini, Dudy berharap dapat menyelesaikan persoalan sampah, terutama sampah organik yang bisa tuntas di level rumah tangga.

    Dudy mengatakan, dari pengamatannya sampah organik, menjadi komposisi paling besar, yakni 50 hingga 60 persen dari total volume sampah. 

    “Oleh karenanya program pemerintah di masa kedaruratan ini, bagaimana kita bisa mengolah sampah secara berjenjang atau skala panjang,” jelasnya.

    Menurutnya, sampah organik seharusnya tidak lagi diangkut ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. 

    Baca: Atasi masalah sampah pemerintah Kota Bandung bikin aplikasi BMW

    Sebab TPA Sarimukti masih belum beroperasi secara normal. Sehingga volume sampah di Kota Bandung tidak semakin menggunung.

    “Bagaimana pada masa darurat ini menjadi momentum bagi kita untuk mengubah pemikiran. Kita harus punya strategi menyelesaikan sampah dari sumbernya,” ucapnya.

    Upaya lain yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung adalah dengan membuat program padat karya untuk pengolahan sampah organik.

    Sebanyak 604 orang telah direkrut untuk menjadi relawan yang disebar ke 151 kelurahan di Kota Bandung.

    Baca: Teknologi pengolahan sampah Masaro

    “Nanti untuk sampah organik di kelurahan tersebut tidak usah dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Tapi diolah dan tinggal masyarakat memilah sampah dan diolah oleh tenaga pengolah sampah,” ujarnya.

    Dia berharap para relawan ini dapat menjadi pendorong masyarakat untuk dapat memilah dan mengelola sampahnya secara mandiri mulai dari sumber.

    “Di Kota Bandung ada 272 RW jadi kawasan bebas sampah (KBS). Ini yang ingin kita replikasi ke seluruh RW di Kota Bandung. Para pemuda peduli lingkungan harus beraksi sebagai langkah preventif,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Keren! Siswa SMA Ini Temukan Cara Mengatasi Dampak Sampah Makanan

    Keren! Siswa SMA Ini Temukan Cara Mengatasi Dampak Sampah Makanan

    7cloud.asia – Berbagai cara yang dapat dilakukan siswa sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan.

    Seperti yang dilakukan oleh Shaffey Suhendra (18) yang meneliti dampak sampah makanan terhadap lingkungan dan cara mengatasinya.

    Melansir Antaranews, siswi kelas XII Jakarta Intercultural School ini memaparkan hasil penelitiannya soal sampah makanan dalam bentuk karya tulis.

    Shaffey menjelaskan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia tentang limbah makanan dan dampaknya pada lingkungan.

    Sebab, lanjut Shaffey, permasalahan sampah makanan hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah terus menjadi perhatian semua kalangan.

    Baca: Coldplay sumbang kapal pembersih sampah untuk indonesia

    Tak heran, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang tinggi. Berdasarkan data pada 2017, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai penyumbang sampah makanan terbesar di dunia.

    Permasalahan sampah makanan tersebut tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia dan mempengaruhi kondisi lingkungan di desa dan kota.

    Selanjutnya Shaffey memaparkan dari data The Harvard T.H. Chan School of Public Health, limbah makanan mencakup pembuangan makanan pada berbagai macam tahap.

    Yaitu tahap produksi, penyimpanan, pemrosesan, rantai distribusi, serta makanan yang sengaja dibuang selama fase ritel atau konsumsi.

    Baca: Dampak sampah makanan pada lingkungan ternyata luar biasa

    Dia melihat, desain dan penempatan tempat sampah dapat berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat.

    “Contoh perbandingan antara Jakarta dan New York City menunjukkan pentingnya tempat sampah yang informatif dan mudah diakses,” paparnya.

    Jika sampah tidak dikelola dengan baik atau ditimbun begitu saja, maka akan terjadi bencana seperti yang pernah terjadi di Leuwigajah, Cimahi Selatan, Jawa Barat pada 2005.

    Penimbunan limbah itu berdampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat di daerah tersebut.

    Baca: Start up asal Singapura ini mampu ubah sampah makanan jadi produk bernilai tinggi

    Sementara jika sampah dibakar di tempat pembuangan sampah dan lahan kosong, maka akan memberikan kontribusi signifikan terhadap polusi udara dan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada pemanasan global.

    “Limbah sampah makanan yang masuk ke sungai dan lautan juga telah menyebabkan pencemaran air dan merugikan kehidupan aquamarine,” ujar Shaffey.

    Menurut Shaffey, pemerintah seharusnya pemerintah dapat mencontoh keberhasilan Singapura dan Korea Selatan dalam pengelolaan sampah makanan.

    Sebab di dua negara tersebut mereka menerapkan pengelolaan sampah dengan sistem insinerasi sampah (pengolahan sampah bertemperatur tinggi).

    Baca: Kelola sampah organik Pemkot Bandung rekrut ratusan warga

    Selain itu, pemilahan sampah dilakukan dengan efisien, denda terhadap pelanggar dan pendekatan inovatif seperti biaya berdasarkan berat sampah.

    Dengan cara seperti ini, Indonesia dapat berubah menjadi sebuah negara yang mampu mengurangi sampah makanan global.

    Hal ini juga memerlukan kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah agar bisa menciptakan perubahan positif bagi masa depan yang lebih baik.

    “Oleh karena itu, penanganan masalah ini harus bersifat menyeluruh dan melibatkan partisipasi semua warga negara,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Asyik, Kapal Pembersih Sampah Hadiah Dari Coldplay Resmi Diterima

    Asyik, Kapal Pembersih Sampah Hadiah Dari Coldplay Resmi Diterima

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu, band ternama Coldplay menjanjikan hadiah 1 unit kapal pengangkut sampah atau Kapal Neon Moon II. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menerima hadiah tersebut pada Senin (27/11/2023).

    Coldplay bekerjasama dengan The Ocean Cleanup memberikan kapal ini untuk menanagani sampah di Sungai Cisadane.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kapal berjenis interceptor tersebut sudah berlabuh di Sungai Cisadane Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga.

    “Kita semua berharap dengan hadirnya Kapal Neon Moon II ini upaya penanganan sampah terutama sampah plastik di sungai menjadi lebih baik lagi,” ujar Maesyal seperti dilansir Antaranews.

    baca: keren coldplay sumbang kapal pembersih sampah untuk indonesia

    Lebih jauh Maesyal menjelaskan kapal pembersih sampah ini mampu menampung kurang lebih enam ton sampah plastik dari Sungai Cisadane.

    Sampah tersebut nantinya akan dibawa ke penampungan sampah dan diolah kembali.

    “Kapal Neon Moon ini saat dioperasikan dapat menampung enam ton sampah plastik dari Sungai Cisadane dan selanjutnya dibawa ke penampungan sampah untuk diolah kembali,” jelasnya.

    Dengan pemberian kapal ini, Pemkab Tangerang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Coldplay dan The Ocean Cleanup Amsterdam, Belanda.

    baca: kerja keras coldplay untuk wujudkan tur yang ramah lingkungan

    “Terima kasih kepada Coldplay dan The Ocean Cleanup Amsterdam, semoga kapal ini segera dapat kita operasikan untuk mengurangi sampah-sampah plastik yang terbawa aliran Sungai Cisadane dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama nantinya,” ucapnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi mengatakan pihaknya menyiapkan 12 petugas untuk mengoperasikan kapal ini.

    Mereka telah diberikan pelatihan agar dapat mengoperasikan kapal penyedot sampah Neon Moon II. Rencananya akhir Januari 2024 kapal Neon Moon II dapat dioperasikan secara penuh.

    baca: sneakers vokalis coldplay ini dibuat dari 70 sepatu tua

    Nantinya, sampah yang didapat akan dibawa ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah) untuk dipilah dan akan dimanfaatkan sebagai pupuk dan didaur ulang menjadi produk-produk yang dapat dipakai kembali oleh masyarakat

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, band asal Inggris, Coldplay memberikan kejutan untuk Indonesia dengan menyumbangkan kapal pembersih sampah (interceptor).

    Kapal yang diberi nama Neon Moon II ini disumbangkan  usai sukses menggelar konser dengan tema Music of The Spheres di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Rabu (15/11/2023) lalu.

    Kapal Neon Moon II berwarna biru-putih itu akan ditempatkan di sungai Cisadane untuk membersihkan sampah.

    Sumbangan ini merupakan kolaborasi Coldplay dengan The Ocean Cleanup yang punya misi membersihkan lautan dari plastik.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    Banjir Hingga 1 Meter di Wilayah Malang, Diduga Saluran Drainase Tersumbat Sampah

    7cloud.asia – Banjir dengan ketinggian 1 meter merendam wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Diduga akibat adanya sumbatan sampah pada saluran drainase.

    Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, banjir terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di wilayah Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon.

    “Bencana banjir dilaporkan terjadi di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, akibat saluran drainase tersumbat,” ujar Sadono dikutip Antaranews pada Rabu (29/11/2023).

    Sebelumnya, lanjut Sadono, pada pukul 11.30  hujan dengan intensitas sedang mengguyur Jalan Brigjen Abdul Manan sekitar satu setengah jam.

    baca: kondisi pegunungan gundul picu banjir bandang di kudus

    Akibatnya terjadi kenaikan debit air pada aliran Sungai Baluh. Saluran drainase yang tersumbat, tidak mampu menampung debit air saat itu.

    “Sehingga air meluap ke jalan raya dan permukiman warga di Dusun Krajan, dengan ketinggian air mencapai satu meter,” katanya.

    Banjir akibat saluran drainase yang tertutup sampah ini menyebabkan empat rumah di wilayah Dusun Krajan, Desa Pujon Lor, terdampak. BPBD Kabupaten Malang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

    “Ada empat rumah terdampak, dengan 14 orang terdampak. Tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

    baca: cuaca ekstrem picu banjir bandang di sejumlah wilayah

    Sebelumnya banjir juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Klojen dan Kecamatan Lowokwaru.

    Bahkan di Kecamatan Klojen, banjir mengakibatkan tembok rumah roboh dan menyebabkan kerusakan.

    BPBD Kabupaten Malang bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait saat ini melakukan pembersihan material banjir.

    Selain itu juga akan dilakukan pembersihan sampah pada saluran drainase yang tersumbat bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat.

    baca: banjir satu meter lebih di aceh 1 balita tewas

    Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati telah mengingatkan warga akan bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang selama musim hujan.

    Selain itu, pihaknya berharap pemda dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini.

    “Pemda dan sektor terkait juga diharapkan dapat menjadikan informasi Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 ini sebagai acuan untuk menyusun rencana Aksi Dini (Early Action), dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana hidrometeorologis,” jelas Dwikorita.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Atasi Sampah dengan Kang Empos, Pemkot Bandung Bagikan 3.194 Alat Olah Sampah

    Atasi Sampah dengan Kang Empos, Pemkot Bandung Bagikan 3.194 Alat Olah Sampah

    7cloud.asia – Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana mengembangkan sistem pengolahan sampah Kang Empos (karung, ember dan kompos).

    Kini,  Pemerintah kota Bandung telah membagikan 3.194 alat pengolah sampah yang dinamai Kang Empos tersebut.

    Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan pembagian ini untuk meningkatkan partisipasi warga dalam mengolah sampah organik.

    “Kang Empos ini akan diberikan kepada 20 persen penduduk per kelurahan dan hampir 90 persen barang tersebut telah diterima oleh masyarakat,” ungkap Ema seperti yang dilansir Antaranews.

    Baca: pengolahan sampah Kang Empos efektif kurangi sampah organik

    Lebih jauh Ema menjelaskan, pemerintah kota Bandung tak hanya memberikan sarana dan prasarana pengolahan sampah organik saja.

    Pemerintah kota Bandung juga memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pemanfaatan Kang Empos.

    Pemkot Bandung, lanjut Ema menyiapkan dana Rp31,9 miliar untuk memberikan bantuan alat pengolahan sampah organik Kang Empos dan sarana budi daya maggot di 151 kelurahan di Kota Bandung.

    Karena itu, Ema mengajak warga menangani sampah mulai dari sumber, dengan memilah sampah rumah tangga dan mengolah sampah organik.

    Baca: Pemerintah Kota Bandung juga kembangkan aplikasi BMW tuk atasi sampah

    Pemilahan sampah dari rumah ini penting dilakukan agar Kota Bandung bisa segera lepas dari status darurat sampah.

    “Karena sosialisasi dan edukasi sudah berjalan. Mari semua menjadi pejuang menyelamatkan kota dari sampah,” ujarnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi mengungkapkan pembagian 3.194 Kang Empos ditargetkan dapat mendukung pengolahan sekitar lima ton sampah organik per hari.

    Selain itu, sarana budi daya maggot yang ada di 151 kelurahan ditargetkan dapat mengolah hingga 151 ton sampah organik per hari.

    Baca: Mengenal teknologi pengolahan sampah Masaro 

    Menurutnya, jika hal ini dilakukan secara masif, maka akan mengurangi sampah organik sekitar 200-an ton.

    Ini sangat signifikan untuk membantu Pemerintah Kota Bandung dalam mengurangi sampah, yang 50 persen di antaranya tidak bisa dibuang ke TPA Sarimukti,” papar Dudy.

    Dengan begitu, sampah organik di Kota Bandung dapat berkurang signifikan.

    Karena itu Dudy berharap jumlah rumah tangga yang secara mandiri memilah sampah dan mengolah sampah organik semakin banyak.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Sering Dapat Kiriman Sampah dari Jabodetabek, Ini yang Dilakukan Warga Pulau Untung Jawa

    Sering Dapat Kiriman Sampah dari Jabodetabek, Ini yang Dilakukan Warga Pulau Untung Jawa

    7cloud.asia – Sampah yang dibuang sembarangan bisa menjadi masalah tak hanya kita sendiri, tetapi juga kepada orang di sekitar kita dan bahkan orang yang berjarak puuhan kilometer dari tempat tinggal kita.

    Masalah inilah yang dihadapi warga Pulau Untung Jawa akibat sampah yang dihasilkan oleh warga Jakarta, Bogor Depok Tangerang dan Bekasi atau biasa disebut Jabodetabek.

    Pada musim-musim tertentu, warga pulau Untung Jawa mendapat kiriman sampah yang terbawa ke perairan pulau ini melalui 13 aliran sungai di sekitar Jabodetabek.

    Kiriman sampah yang diterima warga Pulau Untung Jawa memuncak di bulan Novemberdan Desember seperti sekarang ini. 

    Baca: Lima anak Bandung ini bangun kesadaran soal mengelola sampah

    Pada 23 November 2023, misalnya, sampah kiriman tersebut terkumpul di Pulau Untung Jawa sebanyak hampir 22 ton atau tepatnya 21.984 kilogram.

    Sampah terkumpul dari hasil kerja bakti warga Pulau Untung Jawa. Untung Jawa merupakan pulau di Kepulauan Seribu yang paling dekat dengan daratan Jakarta.

    Aksi bersih-bersih dilakukan warga demi mendukung Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, menjadi bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

    Bersih-bersih serentak di Kabupaten Kepulauan Seribu memang sedikit berbeda dengan yang dilaksanakan di wilayah kota.

    Baca: Serunya aksi bersih sampah oleh Pandawara di Lampung

    Mereka tidak bersih-bersih pada hari Minggu seperti di kota, karena pada hari tersebut merupakan waktu kedatangan wisatawan. Gotong royong dilaksanakan pada Jumat.

    Seperti pada Jumat (8/12/2023), sebanyak 126 warga mengikuti gotong royong di wilayah RT 03/RW 03 Kelurahan Pulau Untung Jawa.

    Kerja gotong royong itu untuk menumbuhkan kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

    Kerja bakti itu juga tindak lanjut dari Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 100 Tahun 2023 tentang Lomba Gotong Royong Lingkungan Asri Kota Lestari.

    Baca: Thrifting, cara anak muda kurangi sampah

    Kebersihan lingkungan merupakan syarat mutlak bagi kawasan yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk Pulau Untung Jawa.

    Warga menguras saluran agar aliran air menjadi lancar. Sampah-sampahnya diangkat lalu dikumpulkan ke dalam karung goni.

    Gundukan sampah lalu diangkut ke tempat pembuangan sementara untuk dipilah antara sampah organik, non-organik, serta bahan beracun dan berbahaya (B3).

    Setelah itu, sampah diangkut menggunakan kapal Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu menuju tempat pembuangan akhir.

    Baca: Kapal pemungut sampah hibah dari Coldplay

    Sampai saat ini, Kepulauan Seribu tetap menjadi diminati banyak wisatawan. Keberadaannya yang dekat dari daratan serta keindahan alam yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, menjadi daya tarik Kepulauan Seribu.

    Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat 25.722 wisatawan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kepulauan Seribu pada November 2023.