Tag: transjakarta

  • Terjadi Penumpukan Penumpang di Koridor 13, Ini Langkah yang Dilakukan TransJakarta

    Terjadi Penumpukan Penumpang di Koridor 13, Ini Langkah yang Dilakukan TransJakarta

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan di Koridor 13 (Ciledug – Tegal Mampang).

    Seperti diketahui terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas yang signifikan dan penumpukan penumpang, khususnya pada jam sibuk sore hingga malam hari.

    Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas Transjakarta, Tjahyadi DPM mengatakan bahwa kepadatan terjadi di area Halte CSW dan Halte Tegal Mampang dan memicu antrean yang cukup panjang.

    Baca: Tarif Rp80 untuk semua moda transportasi publik di Jakarta pada Hari Kemerdekaan

    Setelah melakukan investigasi, pihak TransJakarta mengidentifikasi dua penyebab utama yang memicu kemacetan parah di jalur ini yaitu,

    “Terdapat proyek pembangunan Jembatan Pelawad 2 di sekitar Puri Beta dan genangan air dengan ketinggian 20-35 sentimeter akibat hujan deras dan banjir di wilayah Kreo,” jelasnya, Rabu (13/8/2025).

    Ia menjelaskan, kedua faktor tersebut secara langsung menghambat kelancaran operasional bus Transjakarta, sehingga menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama.

    Transjakarta telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi ini, yakni dengan menambah jumlah armada sebanyak 19 bus yang diperbantukan di Koridor 13.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta targetkan 55 persen warganya gunakan transportasi publik

    Adapun detail penambahan bus di Koridor 13 adalah sebagai berikut:
    • Penambahan 12 unit bus dari Koridor 1 (Blok M – Kota)

    • Penambahan 4 unit bus dari Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit)

    • Penambahan 1 unit bus dari Koridor 7 (Kp. Rambutan – Kp. Melayu)

    • Penambahan 2 unit bus dari Koridor 3 (Kalideres – Monumen Nasional via Veteran).

    Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelanggan dapat terlayani dan mengurangi kepadatan di halte.

    “Kami terus berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik dan meminimalisasi dampak dari kondisi eksternal ini. Transjakarta akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan operasional dapat kembali normal secepatnya,” tandasnya.

  • Pemprov DKI Jakarta Kaji Dampak Subsidi Transportasi Publik pada Lingkungan dan Perekonomian Warga

    Pemprov DKI Jakarta Kaji Dampak Subsidi Transportasi Publik pada Lingkungan dan Perekonomian Warga

    7cloud.asia – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggandeng Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) untuk mengkaji dampak Transjakarta terhadap lingkungan dan perekonomian warga Jakarta.

    Kajian ini dilakukan untuk memastikan bahwa subsidi yang dialokasikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada Transjakarta memberikan nilai tambah yang nyata baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

    Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza menyampaikan, pada 2025 Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp4,2 triliun untuk subsidi transportasi publik

    Subsidi untuk transportasi publik ini bukan sekadar dukungan anggaran operasional, namun merupakan investasi sosial dan ekonomi jangka panjang yang berdampak luas bagi pertumbuhan kota.

    Ia memastikan agar subsidi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga dan lingkungan Jakarta.

    “Tidak hanya untuk mobilitas warga, tetapi juga untuk ekonomi rumah tangga, penciptaan lapangan kerja, dan kualitas lingkungan hidup,” katanya.

    Baca: Gubernur DKI Jakarta setujui armada bus TransJakarta ditambah

    Adapun kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza dan Ketua LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin bertempat di Kantor Pusat Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur.

    Sejumlah poin yang akan dikaji oleh Transjakarta bersama LPEM BEM UI adalah sebagai berikut:
    1. Kontribusi terhadap lapangan kerja – baik langsung maupun tidak langsung;

    2. Efek pengganda ekonomi di sektor pendukung seperti vendor bus, penyedia layanan teknologi, dan sektor jasa terkait;

    3. Efisiensi ekonomi rumah tangga melalui penghematan biaya transportasi dan waktu perjalanan;

    4. Pengurangan kemacetan dan emisi gas rumah kaca seperti CO₂, NO₂, PM10, PM2.5 yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

    Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan mengatakan, kerja sama Transjakarta dengan LPEM FEB UI akan memberikan gambaran secara komprehensif terkait dampak subsidi transportasi publik pada perekonomian, kesejahteraan masyarakat, dan kualitas lingkungan.

    Baca: TransJakarta terus menambah armada bus listrik

    “Hasilnya akan menjadi dasar yang kuat khususnya untuk Pemrov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

    Pada kesempatan itu, LPEM FEB UI juga membawakan sesi Seminar Makroekonomi yang ditujukan bagi pimpinan dan jajaran manajerial Transjakarta.

    Seminar ini mengangkat topik tentang hubungan antara indikator makroekonomi (seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan subsidi fiskal) dengan perencanaan strategis transportasi publik.

    LPEM FEB UI juga mengkaji implikasi kondisi makroekonomi terhadap jumlah pelanggan, daya beli masyarakat, dan keberlanjutan layanan.

    “Harapannya, kajian ini dapat dijadikan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, BUMD, dan akademisi dalam mewujudkan masa depan transportasi publik Jakarta yang lebih baik,” tandasnya.

    Baca: Layanan Transjabodetabek akan diperluas

  • HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Tujuh Intellectual Property Hiasi Eksterior Bus Transjakarta

    HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Tujuh Intellectual Property Hiasi Eksterior Bus Transjakarta

    7cloud.asia – Sebanyak tujuh Intellectual Property (IP) lokal Indonesia menghiasi eksterior bus Transjakarta menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Ri.

    Karya ini terealisasi melalui kolaborasi yang dilakukan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bersama Kementerian Ekonomi dan Kreatif, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, serta Tale X dalam program kreatif bertajuk “Maju dari Aku”.

    Dilansir beritajakarta.id, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar mengatakan, kolaborasi ini sangat spesial karena dilakukan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

    “Ini adalah yang kesekian kalinya kolaborasi kami lakukan di transportasi masal, sebelumnya juga dilakukan pada pesawat dan kereta api,” ujarnya, di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Sabtu (16/8/2025).

    Baca: Diskon khusus di Hari Kemerdekaan RI

    Irene menuturkan, IP ini juga merupakan suatu ajakan kepada masyarakat untuk bisa memajukan Indonesia dari hal-hal kecil di HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini.

    Menurutnya, melalui IP lokal yang ditampilkan di transportasi publik seperti Transjakarta, tentunya dapat membuat desainer-desainer seni lokal sebagai anak bangsa akan merasa bangga karena karyanya dapat dilihat semua orang.

    “Kolaborasi hari ini merupakan mimpi kita bersama para IP lokal. Saya ucapkan terima kasih kepada PT Transjakarta yang sudah mendukung kreativitas para IP lokal,” ungkapnya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza mengaku sangat senang dapat ikut berkontribusi dalam program ini.

    Baca: Ramai-ramai kibarkan bendera One Piece di Hari Kemerdekaan RI

    Ia menuturkan, Transjakarta tidak hanya sebagai moda transortasi publik, tapi juga menjadi infrastruktur kota yang bisa menjadi kanvas bagi para pelaku ekonomi kreatif.

    “Kita juga punya halte-halte yang dahulunya hanya tempat menunggu bus, namun sekarang halte kita sudah bertransformasi menjadi sesuatu yang bisa menjadi lokasi pertemuan, tempat acara atau sebagai wadah berekspresi bagi teman-teman kreatif,” bebernya.

    Ia berharap, dengan kolaborasi yang memberikan warna baru Transjakarta ini akan membuat para pengguna transportasi umum semakin meningkat dan bahagia menggunakannya.

    “Sungguh ini keren sekali. Semoga nantinya kita bisa berkolaborasi lebih banyak lagi,” tandasnya.

     

  • Layanan TransJakarta Berangsur Normal, MRT Gratis Hingga Sepekan ke Depan

    Layanan TransJakarta Berangsur Normal, MRT Gratis Hingga Sepekan ke Depan

    7cloud.asia – Sejumlah layanan atau rute Transjakarta yang semula dihentikan operasinya sudah kembali beroperasi sejak Minggu (30/8/2025) siang. Beberapa koridor yang beroperasi kembali antara lain koridor 3, 6, 8, 10, 11, 12, dan 13.

    PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas transportasi publik agar tetap bisa melayani warga. 

    Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza menyampaikan, transportasi umum adalah milik bersama yang keberlanjutannya harus dijaga.

    “Kami mengajak masyarakat untuk saling menjaga fasilitas publik. Transportasi umum hadir untuk kepentingan semua orang. Jika dirusak, yang dirugikan adalah kita sendiri,” ujar Welfizon, di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).

    Menurutnya, jajaran direksi dan manajemen Transjakarta terus memantau kondisi di lapangan, baik secara langsung maupun melalui Command Center Kantor Pusat.

    Baca: PPPA dampingi hampir 200 anak yang ditahan polisi saat unjuk rasa

    Hal ini penting mengingat situasi bisa berubah cepat, sehingga perusahaan dapat segera mengambil keputusan terkait layanan maupun operasional.

    Terkait perbaikan fasilitas, Welfizon menyampaikan bahwa kerusakan ringan mulai diperbaiki pada Senin (1/9/2025).

    Sementara itu, perbaikan untuk kerusakan sedang dijadwalkan Rabu (3/9/2025), dan kerusakan berat mulai ditangani Senin (8/9/2025).

    Ia menegaskan, perbaikan membutuhkan waktu dan biaya besar, sehingga dukungan masyarakat untuk menjaga keamanan fasilitas sangat diperlukan.

    “Transportasi publik adalah urat nadi mobilitas kota. Dengan menjaga fasilitasnya, kita juga menjaga kenyamanan dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Kami berharap seluruh warga bisa menjadi bagian dari gerakan menjaga transportasi publik Jakarta,” jelasnya.

    Baca: Koalisi masyarakat sipil desak Presiden copot Kapolri

    Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan akan menggratiskan seluruh moda transportasi yang berada di bawah kewenangannya selama sepekan ke depan.

    Kebijakan ini diambil menyusul kerusakan sejumlah halte dan mesin pengetapan kartu akibat kericuhan aksi unjuk rasa.

    “Satu minggu ke depan, seluruh transportasi yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, gratis. Biayanya nol rupiah,” ujar Pramono, di kawasan Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025).

    Penggratisan ini berlaku untuk Transjakarta, MRT, hingga moda transportasi lain yang dikelola BUMD Provinsi DKI Jakarta. Menurut Pramono, sistem pengetapan kartu di sejumlah halte tidak dapat berfungsi lantaran rusak bahkan terbakar.

    “Karena beberapa mesin tidak bisa di-tap, maka tidak mungkin dipaksakan beroperasi dengan tarif normal. Jadi untuk sementara semua digratiskan,” jelasnya.

    Baca: Polda Metro Jaya digeruduk massa

    Meski demikian, ia memastikan, seluruh moda transportasi tetap beroperasi. Pemprov DKI juga langsung melakukan perbaikan halte maupun fasilitas umum yang terdampak.

    “Halte yang terbakar sudah mulai diperbaiki, termasuk di kawasan Slipi I. Secara bertahap fasilitas akan dibuka kembali dan dinormalkan,” ucap Pramono.

    Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan, pihaknya segera membenahi fasilitas publik yang rusak akibat aksi unjuk rasa tersebut.

    “Jakarta segera bebenah. Pasukan semua warna sudah turun, sudah kerja, sudah nyapu,” tandasnya.

    Baca: Desakan “Bubarkan DPR“ muncul karena kritik rakyat direspon dengan ejekan

  • Operasional Transjakarta Telah Kembali Normal

    Operasional Transjakarta Telah Kembali Normal

    7cloud.asia – Layanan TransJakarta sudah sepenuhnya normal pada Rabu (3/9/2025), setelah sempat tidak beroperasi karena adanya perusakan oleh kelompok yang tidak bertanggung-jawab.

    Masyarakat pengguna transportasi umum sangat senang dan mengapresiasi kembali beroperasinya semua koridor layanan bus Transjakarta seiring kondisi yang semakin kondusif.

    Sebagai moda transportasi umum yang murah, aman, dan nyaman membuat banyak masyarakat memilih bus Transjakarta untuk menunjang mobilitasnya.

    Salah seorang pengguna jasa bus Transjakarta, Imran (28) mengatakan, tidak beroperasinya bus Transjakarta karena adanya tindakan anarkis oleh kelompok tidak bertanggung-jawab.

    Baca: Layanan TransJakarta berangsur normal

    “Alhamdulillah sudah beroperasi lagi sejak kemarin. Kita tidak kesulitan lagi mencari angkutan umum untuk berangkat atau pulang kerja. Bus Transjakarta ini sangat diperlukan karena biaya transportasi jadi lebih murah,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

    Imran juga sangat berterima kasih dengan adanya kebijakan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang menetapkan kebijakan biaya transportasi bis Transjakarta Rp 1 hingga 7 September mendatang.

    “Saya berharap tidak ada lagi aksi anarkistis yang merusak fasilitas umum, termasuk halte bus Transjakarta. Para pengguna seperti saya jadi kesusahan,” terangnya.

    Ia mengapresiasi kinerja jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan jajaran PT Transjakarta bersama TNI/Polri karena semua layanan, baik Mikrotrans, Non-BRT dan BRT sudah kembali aktif sepenuhnya melayani pelanggan.

    Baca: Aparat bertindak represif, Polda Metro Jaya didemo mahasiswa

    “Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, moda transportasi andalan warga Jakarta ini berangsur pulih dan kembali melayani pelanggan,” umgkapnya.

    Sementara itu, pengguna bus Transjakarta Koridor 11, rute Kampung Melayu-Terminal Pulo Gebang, Farah (32). Farah menuturkan, selalu menggunakan bus Transjakarta untuk mendukung aktivitasnya.

    “Selain bebas macet, saya juga merasakan aman, nyaman dan murah. Beroperasinya bus Transjakarta tentunya sangat membantu masyarakat. Saya ingin jangan ada lagi perusakan fasilitas umum,” tandasnya.

    Berdasarkan data yang dihimpun PT Transjakarta sejak Sabtu (30/8/2025) sore hingga Selasa (2/9/2025) malam, jumlah armada yang dioperasikan sebanyak sebanyak 4.907 bus dengan melayani 240 rute Transjakarta, baik BRT, integrasi, Mikrotrans, Rusun, dan Transjabodetabek.

  • Berkat TransJakarta, Jakarta Masuk Peringkat 17 Kota dengan Layanan Transportasi Terbaik di Dunia

    Berkat TransJakarta, Jakarta Masuk Peringkat 17 Kota dengan Layanan Transportasi Terbaik di Dunia

    7cloud.asia – Penataan transportasi publik yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jakarta sejak awal 2000an mulai membuahkan hasil dan diakui dunia.

    Jakarta menempati peringkat ke-17 dari 50 kota terbaik di dunia dalam hal transportasi publik versi survei Time Out 2025 yang dirilis pada Maret 2025.

    Dikutip dari laman resmi Time Out, TimeOut.com, kondisi transportasi publik di Jakarta dinilai sedikit berbeda dengan banyak kota lain yang disurvei.

    Moda transportasi umum tersibuk di Jakarta (dengan tingkat persetujuan 79 persen) adalah bus atau TransJakarta, bukan kereta ataupun kereta bawah tanah.

    Time Out menulis, bus beroperasi di jalurnya sendiri di jalan-jalan kota untuk memastikan layanan tidak terhambat oleh lalu lintas dan menawarkan pilihan paling terjangkau bagi warga setempat untuk berkeliling kota.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat Penataan Transportasi Publik

    Ada juga sistem Mikrotrans, bus berukuran sedang yang melayani antar halte busway, dan beberapa pilihan kereta api, yakni MRT dan LRT (light rapid transit) yang telah membantu mengurangi kemacetan kota, serta jalur komuter, yang juga melayani Jabodetabek.

    Menurut anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail mengatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari peta jalan (roadmap) pembangunan transportasi yang konsisten dijalankan Pemprov DKI.

    “Kita patut berbangga meski ini belum penghujungnya, karena masih banyak target yang harus terus kita kejar,” ujar Ismail di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/9/2025).

    Ia menambahkan, terkait transportasi publik ini, Pemprov DKI masih perlu meningkatkan sejumlah aspek, mulai dari perluasan akses, penambahan moda, hingga kualitas layanan.

    “Yang lebih penting adalah seberapa banyak masyarakat secara sadar beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik yang kini sudah dibuat lebih lengkap, nyaman, dan aman,” imbuhnya.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta Targetkan 55 Persen Warga Gunakan Transportasi Publik

    Ismail menilai, komitmen Pemprov DKI dalam meningkatkan keamanan, keterjangkauan, dan pelayanan transportasi publik sudah membuahkan hasil yang nyata.

    “Ketika itu terwujud, dan ranking Jakarta naik, ya kita patut apresiasi,” tandasnya.

    Sebelumnya, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia dan peringkat kedua di Asia Tenggara, hanya kalah dari Singapura. Jakarta berhasil melampaui kota besar lainnya seperti Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut pencapaian ini sebagai pengakuan global atas kemajuan transportasi ibu kota. Ia berharap, posisi Jakarta dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

    Baca: Penataan Transportasi Publik Berperan Penting dalam Dekarbonisasi Sektor Transportasi

  • Warganet Usulkan Tarif TransJakarta Naik Hingga Rp7000, Begini Reaksi Pramono Anung

    Warganet Usulkan Tarif TransJakarta Naik Hingga Rp7000, Begini Reaksi Pramono Anung

    7cloud.asia – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akan mempertimbangkan usulan warganet atau netizen terkait perkiraan kenaikan tarif Transjakarta mulai dari Rp5000 hingga Rp7000.

    “Saya juga mendengar rata-rata mereka (masyarakat) mengusulkan, di media (sosial) saya itu, antara Rp5000 sampai Rp7000. Tetapi kami akan memutuskan sesuai dengan nanti apa yang menjadi kemampuan masyarakat,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (29/10/2025).

    Pramono Anung menyebut, meski masih mempertimbangkan besaran kenaikan tarif Transjakarta, namun ia memastikan hal ini akan dilakukan.

    Menurut Pramono, meskipun tarif saat ini masih berlaku, beban subsidi yang ditanggung Pemprov DKI cukup besar. Pemerintah, katanya, harus menanggung subsidi hingga Rp9.700 per tiket.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji subsidi transportasi umum

    Kondisi ini kian terasa berat, mengingat tahun depan (2026) dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat dipangkas hingga Rp15 triliun.

    “Kami sedang memfinalkan untuk itu. Sebenarnya di tarif yang lama pun, kami sudah memberikan subsidi per tiket Rp9.700. Kan terlalu berat kalau terus-menerus seperti itu apalagi DBH-nya dipotong,” kata Pramono.

    Terlebih lagi, Pramono juga sempat mengklaim bahwa sebagian besar tarif transportasi umum di Jakarta merupakan yang paling murah dibandingkan dengan daerah lainnya.

    Namun Pramono memastikan, 15 golongan warga Jakarta tetap diberikan subsidi gratis sehingga nantinya, kenaikan tarif tersebut tak akan membebani mereka.

    Untuk saat ini, Pramono mengatakan dirinya belum memutuskan besaran kenaikan tarif Transjakarta.

    Baca: Pemprov DKI diminta mengkaji matang-matang sebelum memotong subsidi transportasi umum

    Nantinya, apabila keputusan kenaikan tarif Transjakarta telah resmi dilakukan, ia akan segera mengumumkan kepada masyarakat.

    Pramono pun mengatakan akan mengupayakan agar kenaikan tarif tersebut tak terlalu membebani masyarakat.

    Sebelumnya, Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji subsidi tranportasi umum menyusul dipangkasnya Dana Bagi Hasil oleh pemerintah pusat.

    Tarif TransJakarta kemungkinan besar akan dinaikkan, karena sudah berlaku selama hampir 20 tahun. Tarif Transjakarta terakhir kali ditetapkan pada 2005, yakni Rp3.500.

    Dalam dua dekade terakhir, upah minimum provinsi (UMP) telah meningkat enam kali lipat dan inflasi kumulatif mencapai 186,7 persen.

  • Targetkan Layani 400 Juta Pelanggan, TransJakarta Terus Perluas Jangkauan

    Targetkan Layani 400 Juta Pelanggan, TransJakarta Terus Perluas Jangkauan

    7cloud.asia – PT Transjakarta menargetkan kenaikan jumlah penumpang pada tahun depan. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, pada 2024 TransJakarta melayani 372 juta pelanggan.

    ”Tahun ini targetnya lebih dari 400 juta,” ujar Welfizon dalam forum Balkoters Talk, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/11/2025).

    Ke depan, lanjut Welfizon, Transjakarta tengah menyiapkan fase smart mobility, yaitu sistem transportasi terintegrasi berbasis teknologi dengan warga sebagai pusat layanan.

    “Transjakarta bukan hanya customer centric, tapi juga citizen centric,” terangnya.

    Selain itu, Transjakarta juga terus memperkuat perannya dalam urban tourism melalui layanan bus wisata atap terbuka.

    “Sudah saatnya orang datang ke Jakarta untuk menikmati kotanya, dan Transjakarta siap menjadi wajah kota,” imbuh Welfizon.

    Baca: Berkat TransJakarta, Jakarta masuk 20 kota dengan layanan transportasi terbaik

    Walfizon mengatakan, dalam 10 tahun terakhir TransJakarta telah mengalami perubahan besar yang dimulai sejak lembaga tersebut beralih dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada 2015.

    Setahun kemudian, pendekatan operasional pun bergeser dari operational driven menjadi customer driven.

    “Sekarang semua pihak menyebut pengguna sebagai pelanggan, bukan lagi penumpang,” ujar Welfizon,

    Perubahan paradigma itu turut mengubah fokus operasional dari jumlah bus yang beroperasi menjadi jumlah pelanggan yang terlayani.

    Dampaknya, jangkauan layanan Transjakarta kini mencapai 91,8 persen wilayah Jakarta, atau sekitar 9 dari 10 warga dapat menjangkau halte dalam 5–10 menit berjalan kaki.

    Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) mengapresiasi kemajuan sistem transportasi Jakarta yang menurutnya telah melampaui Kuala Lumpur, Bangkok, dan Manila.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

    Menurut MTZ, perbaikan layanan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari menjaga tarif tetap terjangkau, memastikan keamanan dan kenyamanan, hingga menciptakan sistem transportasi yang manusiawi.

    Ia juga mengingatkan agar Pemprov DKI dan Transjakarta tidak terlena dengan capaian saat ini.

    “Menjelang usia 500 tahun, Jakarta harus menghadirkan mobilitas publik yang semakin baik dan efisien,” tuturnya.

    MTZ menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, pengawasan, serta kolaborasi lintas lembaga. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan transportasi umum sebagai bagian dari gaya hidup kota berkelanjutan.

    “Transjakarta, MRT, dan LRT telah menghadirkan layanan yang lebih manusiawi. Ini kemajuan besar, dan harus terus diperbaiki,” tandasnya.

    Baca: Warganet usulkan tarif TransJakarta naik hingga Rp7000

  • Kenaikan Harga Tiket TransJakarta: Antara Tuntutan Efisiensi dan Kemampuan Masyarakat

    Kenaikan Harga Tiket TransJakarta: Antara Tuntutan Efisiensi dan Kemampuan Masyarakat

    7cloud.asia – Tidak terasa, pada 2025 ini Transjakarta (TJ) telah beroperasi 21 tahun. Berawal hanya melayani satu jalur Blok M-Stasiun Kota, TransJakarta kini berkembang ke kawasan Jabodetabek,

    Selama 21 tahun itu pula, harga tiket Transjakarta stabil di angka Rp3.500 per perjalanan.
    Namun agaknya setelah dua dekade, harga tiket TransJakarta akan naik. Pemerintah Jakarta menyatakan perlunya penyesuaian gelontoran subsidi tiket.

    Seperti yang diketahui, pemerintah memberikan subsidi harga tiket TransJakarta melalui skema public service obligation/PSO.

    Artinya, Pemerintah Jakarta menggelontorkan subsidi dari APBD yang jumlahnya triliunan tiap tahun untuk menanggung beban harga tiket sesungguhnya yang angkanya mencapai belasan ribu rupiah.

    Gubernur Pramono Anung mengatakan penyesuaian diperlukan lantaran pendapatan berbagai pos anggaran seperti transfer daerah dan dana bagi hasil (DBH) jeblok karena kondisi perekonomian makro yang sedang kurang sehat.

    Namun jika pemerintah sedang menghadapi kondisi buruknya perekonomian, masyarakat tentunya juga merasakan hal serupa secara langsung.

    Baca: Warganet usulkan tarif TransJakarta naik jadi Rp7000

    Ketika wacana kenaikan tarif TransJakarta muncul, pertanyaannya bukan semata “berapa besar kenaikannya”. Melainkan bagaimana akibatnya pada penumpang di tengah harga barang dan jasa yang terus melangit.

    Seberapa kuat daya beli masyarakat?
    Menurut data Kementerian Perhubungan (2024), biaya transportasi menyedot 12,46 persen pengeluaran rumah tangga di Indonesia.

    Padahal, standar Bank Dunia (2023) angka idealnya biaya transportasi tidak lebih dari 10 persen dari total biaya hidup bulanan.

    Jika kita menelisik ketika TransJakarta menetapkan tarif Rp3.500 pada 2005, UMP Jakarta saat itu adalah Rp711.843 per bulan.

    Dengan asumsi biaya perjalanan pulang-pergi harian adalah Rp7 ribu, tarif tersebut setara dengan sekitar 0.49 persen dari UMP.

    20 tahun berselang, UMP Jakarta saat ini sudah sebesar Rp5,4 juta. Tarif sekarang secara proporsional bisa mencapai sekitar Rp26 ribu pulang pergi atau Rp780 ribu per bulan. Angka tersebut berporsi 14,5 persen dari UMP.

    Baca: Tarif LRT dan MRT belum naik, tarif TransJakarta kemungkinan naik

    Sementara jika mengikuti batas maksimal beban transportasi Bank Dunia terhadap pendapatan per bulan, angka ideal ada di Rp9 ribu sekali jalan.

    Jika merujuk pada angka tiket riil (tanpa subsidi) per penumpang yang saat ini sebesar Rp13 ribu. Maka pemda Jakarta masih perlu memberi subsidi sebesar Rp4 ribuan per pelanggan.

    Namun apakah angka Rp9 ribu bisa diterima oleh semua lapisan kalangan masyarakat? Jawabannya tentu tidak. Sebab, tidak semua orang memiliki penghasilan rutin dan sebesar UMP.

    Ada sekitar 30 juta jiwa yang menetap di kawasan Jabodetabek. Dan secara proporsi lebih dari separuh orang berusia produktif yang ada merupakan pekerja informal.

    Ujian pemerataan dan keadilan transportasi umum
    Bagi Pemprov DKI Jakarta, kebijakan ini memang perlu perhitungan matang. Karena meski harus berhemat duit daerah, Pemprov DKI Jakarta tetap harus mengkedepankan fungsi pelayanan publiknya.

    Sebagai titik tengah, pemerintah Jakarta perlu menggeser fokus dari subsidi untuk tarif flat ke subsidi dari sisi permintaan (demand-side subsidies), yang secara khusus menargetkan kelompok rentan.

    Baca: Berkat TransJakarta, Jakarta masuk daftar 20 kota dengan layanan transportasi terbaik di dunia

    Hal ini sukses dilakukan pemerintah kota Bogotá (Kolombia) dan Buenos Aires (Argentina) sebelumnya.

    Fungsi ini sebenarnya juga sudah oleh Pemda Jakarta. Belum lama ini Pemda Jakarta menerbitkan Peraturan Gubernur Jakarta Nomor 33 Tahun 2025 tentang Pemberian Layanan Angkutan Umum Massal Gratis Bagi 15 Kelompok Masyarakat Tertentu.

    Meski tampak progresif, kebijakan ini sekaligus membuka perdebatan baru soal keadilan spasial dan sosial mengenai siapa yang berhak atas mobilitas gratis.

    Pun dengan bagaimana mekanisme verifikasi pendapatan dilakukan, dan sejauh mana program semacam ini mampu mendorong pergeseran moda secara berkelanjutan tanpa membebani kas daerah.

    Pendekatannya bisa melalui integrasi data Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan sistem Jakarta Kini (JAKI) dan Dinas atau unit Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sehingga penerima manfaat transportasi gratis dapat diverifikasi otomatis dan transparan.

    Penguatan transportasi pengumpan (mikrotrans) dan jalur pejalan kaki juga menjadi kunci agar biaya keseluruhan perjalanan warga menurun.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Nirma Yossa (Peneliti Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) dan Inayah Hidayati (Direktorat Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan BRIN)

     

  • Jumlah Penumpang TransJakarta Diperkirakan Akan Turun Jika Tarif Dinaikkan

    Jumlah Penumpang TransJakarta Diperkirakan Akan Turun Jika Tarif Dinaikkan

    7cloud.asia – Setelah selama dua dekade, harga tiket TransJakarta stabil di angka Rp3500 per perjalanan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian.

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan penyesuaian diperlukan lantaran pendapatan berbagai pos anggaran seperti transfer daerah dan dana bagi hasil (DBH) jeblok karena kondisi perekonomian makro yang sedang kurang sehat.

    Wacana kenaikan tarif TransJakarta muncul, pertanyaannya bukan semata “berapa besar kenaikannya”. Melainkan bagaimana akibatnya pada penumpang di tengah harga barang dan jasa yang terus melangit.

    Simulasi oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) mengungkapkan, jika tarif TransJakarta dinaikkan ke Rp9.515 (angka yang setara dengan penyesuaian inflasi sejak 2005), jumlah penumpang diperkirakan turun 6.9–7.5 persen.

    Penurunan ini kian melebar sekitar 10–11 persen, jika tarif riil TransJakarta (sekitar Rp13 ribuan) tanpa subsidi, diberlakukan.

    Temuan ini dikuatkan oleh sebuah riset (2014) yang mencatat bahwa ketika tarif transportasi umum dinaikkan tanpa adanya peningkatan kualitas layanan, penurunan penumpang akan meningkat jadi 7–11 persen.

    Baca: Masukan warganet tarif TransJakarta naik maksimal Rp7000

    Sensitivitas harga yang tinggi ini menunjukkan keterjangkauan masih menjadi penentu utama keputusan mobilitas warga.

    Namun, hal ini juga dapat diinterpretasikan sebagai indikator sensitivitas publik terhadap harga. Sebab, mereka merasa tarif yang dibayar tidak memberikan nilai yang sepadan dengan kualitas layanan yang diterima.

    Akibatnya kelak, jumlah kendaraan pribadi akan makin menjamur di kawasan megapolitan Jakarta. Sebab masyarakat sulit mendapatkan transportasi yang semurah dan seefisien TJ.

    Dorongan efisien dan peningkatan pelayanan TransJakarta
    Wacana ini juga jadi tantangan sendiri bagi badan usaha operator Transjakarta yakni PT Transportasi Jakarta.

    Selama ini BUMD tersebut terus memoles operasionalnya seefisien mungkin. Sebab, PT Transportasi Jakarta juga harus memitigasi pengurangan beban subsidi yang dibayarkan pemerintah.

    Wacana kenaikan harga tiket TransJakarta
    Per tahun 2024, Pemprov DKI Jakarta mensubsidi per penumpang sebesar Rp9.300. Subsidi bahkan sempat tembus Rp16 ribu per pelanggan pada 2022 silam.

    Baca: TransJakarta terus perluas jangkauan pelayanan

    Di luar ekspansi bisnis, PT Transportasi Jakarta juga harus memikirkan faktor lain seperti kenyamanan dan faktor non-moneter seperti biaya waktu yang jadi kunci pelayanan TransJakarta dan loyalitas masyarakat.

    Analisis akademis mendorong TransJakarta untuk terus membenahi efisiensi biaya waktu (time cost) seperti penerapan jalur khusus yang masih sering disusupi kendaraan pribadi.

    Tanpa manajemen yang baik, TransJakarta rawan blunder.
    Salah-salah karena dituntut terjangkau dan efisien, manajemen mengambil jalan pintas menutup tingginya operasional dengan mengurangi ukuran armada, kualitas, frekuensi, dan jangkauan jaringan.

    Kesimpulannya, kenaikan tarif menjadi ujian pemerintah dalam mewujudkan keadilan mobilitas (mobility justice) yang menempatkan hak untuk bergerak sebagai bagian dari hak sosial warga negara.

    Namun isu keadilan mobilitas seharusnya bergeser bukan lagi berfokus pada kebijakan negara, tapi berorientasi pada masyarakat. Ini menekankan pada hak warga untuk bergerak secara adil, aman, merata, dan bermartabat.

    Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, Penulis: Nirma Yossa (Peneliti Pusat Riset Kependudukan, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) dan Inayah Hidayati (Direktorat Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan dan Kebudayaan BRIN)