Tag: cuaca

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Lebat Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca pada Selasa (8/4/2025), mengindikasikan potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia.

    BMKG mencatat bahwa dalam sepekan terakhir, beberapa daerah telah mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di Kota Nunukan, Kalimantan Utara (188,8 mm/hari), Kota Sleman, DIY (180,6 mm/hari), Nganjuk, Jawa Timur (117,2 mm/hari).

    BMKG mengimbau masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem ini.

    BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memantau informasi dari pihak berwenang.

    Baca: Hujan ekstrem masih mungkin terjadi hingga akhir April

    Berikut prakiraan cuaca hujan lebat di wilayah:

    Sumatera:
    Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung,
    Lampung

    Jawa:
    Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur

    Kalimantan:
    Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, alimantan Utara,

    Sulawesi:
    Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan
    Sulawesi Tenggara.

    Maluku dan Papua:
    Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua

    Baca: Kapan Indonesia masuki musim kemarau?

     

  • Cuaca Hari Ini: Masuki Masa Pancaroba BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang

    Cuaca Hari Ini: Masuki Masa Pancaroba BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki masa peralihan ke musim kemarau atau pancaroba.

    Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat datang tiba-tiba di masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau ini

    Menurut data BMKG, sebanyak 403 ZOM (Zona Musim) atau sekitar 57,7 persen wilayah di Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada periode bulan April hingga Juni 2025.

    Selama periode pancaroba, hujan umumnya terjadi pada siang hingga menjelang malam hari, didahului udara hangat pada pagi hingga siang yang menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil.

    Baca: Hujan ekstrem masih mungkin terjadi hingga akhir April

    “Pemanasan permukaan yang kuat dapat memicu pembentukan awan-awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang,” demikian keterangan BMKG di laman bmkg.go.id.

    Kondisi ini, menurut BMKG, juga dapat memicu terjadinya hujan es atau angin kencang dan puting beliung. Karakteristik hujan pada masa pancaroba cenderung tidak merata dan berlangsung dalam durasi yang singkat.

    BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi selama masa pancaroba, seperti hujan lebat disertai angin kencang, petir, dan puting beliung.

    “Pastikan untuk mengamankan benda-benda di luar rumah yang mudah terbawa angin, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho yang sudah rapuh saat hujan deras, dan selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui website resmi kami di http://www.bmkg.go.id atau melalui aplikasi infobmkg dan sosial media @infobmkg,” imbau BMKG.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia masuki musim kemarau

    Untuk periode 8-10 April 2025, BMKG memperkirakan cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan.

    Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah-wilayah berikut.

    Hujan lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, dan Papua

    Sedangkan angin kencang, menurut BMKG, berpotensi melanda sejumlah daerah di Maluku.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspadai Hujan di Masa Pancaroba

    Cuaca Hari Ini: Waspadai Hujan di Masa Pancaroba

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan pada Kamis (10/4/2025).

    Dikutip dari laman bmkg.go.id, BMKG mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim pancaroba.

    Selama periode pancaroba, hujan umumnya terjadi pada siang hingga menjelang malam hari, didahului udara hangat pada pagi hingga siang yang menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil.

    Pemanasan permukaan yang kuat juga dapat memicu pembentukan awan-awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap selalu waspada akan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi yaitu potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

    Berikut wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat pada 10 April 2025:
    Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

    Pulau Jawa: Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah

    Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur

    Pulau Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan

    Pulau Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara

    Indonesia Timur: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan

    Adapun daerah yang berpotensi diguyur hukan lebat hingga sangat lebat adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Maluku

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, BMKG merilis peringatan dini akan potensi hujan lebat hingga sangat di sejumlah daerah di Indonesia pada Sabtu (12/4/2025).

    Dalam pernyataan yang dirilis di laman resmi BMKG, bmkg.go.id, disebutkan hujan sangat lebat berpotensi terjadi, misalnya, di Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

    Berikut prakiraan cuaca selengkapnya pada Sabtu, 12 April 2025

    Hujan sedang hingg lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Jambi
    Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung

    Di pulau Jawa hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Banten, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.

    Hujan sedang hingga sangat lebat juga berpotensi mengguyur sebagian besar Pulau Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara

    Juga Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua

    Sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Sumatra Utara
    Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Selatan

  • Cuaca Hari Ini: Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sekitar Laut Arafuru

    Cuaca Hari Ini: Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sekitar Laut Arafuru

    7cloud.asia – BMKG memonitor adanya bibit siklon tropis 96S di Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta. Bibit siklon ini terpantau berada di Laut Arafuru bagian barat, tepatnya di barat daya Kepulauan Tanimbar (Provinsi Maluku).

    Bibit siklon ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara 1004 hPa menuju ke arah barat daya. Bibit siklon tropis 96S memberikan pengaruh pada potensi cuaca buruk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan.

    Selain itu, bibit siklon ini juga menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut di sekitar pusat sirkulasi.

    Dalam sepekan ini, sejumlah wilayah di Indonesia masih akan menghadapi potensi curah hujan yang signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.

    Kondisi ini didukung oleh aktifnya fenomena MJO secara spasial, serta pengaruh dari gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Low Frequency.

    Baca: Potensi angin puting beliung di masa pancaroba

    Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Di sisi lain, beberapa wilayah di Indonesia juga sudah mulai memasuki periode musim peralihan (pancaroba) dari musim hujan menuju musim kemarau.

    Pada masa pancaroba, cuaca umumnya bersifat variatif dan dinamis, dengan potensi hujan yang masih dapat terjadi secara tiba-tiba disertai angin kencang dan kilat/petir pada siang atau sore hari.

    Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang umumnya relatif lebih cepat, serta variasi kondisi cuaca secara spasial yang signifikan, sehingga dapat memengaruhi kelancaran aktivitas di masyarakat.

    Dinamika Atmosfer Sepekan Ke Depan
    Dinamika atmosfer di Indonesia selama sepekan ke depan dipengaruhi oleh gangguan MJO yang secara spasial diprediksi aktif di Samudra Hindia barat Aceh, Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Selat Makassar, sebagian P. Sulawesi, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Sumba, Maluku, Laut Halmahera, Papua bagian barat, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

    Baca: Ini yang terjadi saat La Nina

    Kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency pada wilayah dan periode yang sama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur, berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.

    Bibit siklon tropis 96S terpantau di Laut Timor, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan di pusat siklon 1004 hPa, sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Laut Maluku hingga Maluku, dan Laut Timor.

    Bibit siklon tropis 96S diprakirakan untuk menjadi TC dalam kategori tinggi dengan pergerakan ke arah barat daya.

    Sirkulasi siklonik diprakirakan terbentuk di Perairan Selatan Papua dan Samudra Hindia Barat Sumatera. Sirkulasi-sirkulasi tersebut membentuk daerah konvergensi memanjang di Papua Barat, Tengah dan di Samudra Hindia Barat Sumatera, dan membentuk daerah konfluensi di Samudra Hindia Barat Daya Jawa, Laut Andaman, Samudra Pasifik Timur Filipina.

    Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung.

    Sebagian besar Kalimantan, sebagian Jawa, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, papua Barat dan Papua.

    Merujuk pada kondisi atmosfer di atas, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca signifikan ini dengan selalu memperbarui informasi cuaca dan memperbaiki kondisi lingkungan.

    Berikut prospek cuaca di Indonesia pada Minggu (13/4/2025) dikutip dari bmkg.go.id:

    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan. Namun erlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

    Kondisi cuaca lebat berpotensi terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua Selatan.

    Sedangkang angin kencang berpotensi terjadi di Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca menyebut potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek pada Senin, 14 April 2025.

    Hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu,
    Kota Bekasi, Kota Tangerang.

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan.

    Sedangkan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah di Indonesia masih didominasi berawan hingga hujan ringan.

    BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

    Hujan lebat antara lain berpotensi terjadi di Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Papua Pegunungan.

    Sedangkan angin kencang berpotensi terjadi di Aceh, Riau, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Mengguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan pada Selasa (15/4/2025).

    Dikutip dari meteo.bmkg.go.id, sejumlah daerah perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat.

    Berikut prakiraan cuaca Selasa, selengkapnya. Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Riau, Jawa Tengah, Bali

    Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, D.I Yogyakarta, Jawa Timur

    Baca: Hujan ekstrem masih akan terjadi hingga akhir April

    Hujan dengan intensitas sedang juga berpotensi mengguyur Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur

    Di Pulau Sulawesi, hujan intensitas sedang berpotensi terjadi di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua

    Sedangkan hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Maluku.

    Adapun hujan dengan intensitas sangat lebat berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur.

    Baca: Indonesia mulai masuki musim kemarau

  • Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

    Cuaca Hari Ini: Mayoritas Kota di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar kota pada Minggu (20/04/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang.

    Kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Samarinda, Palangkaraya, Pontianak, Manado, Palu, Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Serang, Semarang, Kupang, Mamuju dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandar Lampung, Tanjung Selor, Banjarmasin, Nabire dan Jayawijaya.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

    Selain cuaca ekstrem, banjir rob masih berpotensi melanda pesisir Kepulauan Riau dan pesisir Jawa Tengah,

     

     

  • Riau Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

    Riau Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengatasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang rawan terjadi di Provinsi Riau. Salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

    OMC ini dilakukan di wilayah gambut, Provinsi Riau sejak 1 hingga 7 Mei 2025. Saat ini Riau mulai memasuki musim kemarau dan karhutla kerap terjadi.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan OMC dilakukan untuk mempercepat turunnya hujan. Dengan begitu lahan menjadi basah dan lembap. Selain itu OMC dilakukan untuk mencegah perluasan kebakaran.

    Sebab, lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar. Apalagi kecepatan angin cukup kencang, sehingga proses pemadaman api akan sulit.

    Baca: Riau kerap terjadi kebakaran hutan, ini penyebabnya

    “Bahkan tanpa aktivitas pembakaran, lahan gambut tetap berpotensi terbakar karena angin kencang dan gesekan ranting saat musim kemarau. Karena itu, mitigasi harus dilakukan sebelum munculnya api,” jelas Dwikorita dalam keterangan persnya.

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan saat ini sebanyak 10 kabupaten/kota di Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla, menyusul munculnya 144 titik panas (hotspot) dan terbakarnya 81 hektare lahan.

    Hingga 4 Mei 2025, OMC telah dilakukan sebanyak empat sorti penyemaian awan dengan total 3,2 ton bahan semai berupa garam (NaCl).

    Total waktu terbang mencapai 8 jam 33 menit, menyasar awan-awan potensial yang mampu menghasilkan hujan.

    Baca: Kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi

    Dwikorita memaparkan target OMC difokuskan pada pesisir timur bagian utara dan selatan Provinsi Riau. Area ini kerap terjadi kebakaran dengan frekuensi tinggi.

    Dengan dilakukan OMC, kubah air dalam tanah gambut terisi kembali sehingga tidak mudah mengering dan terbakar saat musim kemarau berlangsung.

    Berdasarkan sistem early warning BMKG, musim kemarau di Indonesia, termasuk Riau, telah dimulai sejak April dan diprediksi mencapai puncaknya antara Juni hingga Agustus 2025.

    Baca: BNPB catat 269 kasus kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2024

    Sementara Provinsi Riau mengalami dua kali musim kemarau dalam setahun, yakni Februari–Maret dan Mei–September. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran hutan di Provinsi Riau menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

    Potensi kekeringan dan Karhutla pada Mei hingga September 2025 diperkirakan meningkat akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan wilayah barat Indonesia.

    “Karena itu, diperlukan intervensi melalui OMC untuk menjaga kelembapan gambut dan mencegah kebakaran sebelum musim kemarau mencapai puncaknya,” jelas Dwikorita.

    Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan kondisi cuaca saat ini mendukung untuk dilakukan OMC.

    Baca: Curah hujan berkurang, titik panas di Riau mulai muncul

    “Dengan kondisi cuaca yang masih relatif mendukung pembentukan awan hujan, OMC diharapkan mampu menekan jumlah hotspot dan mengurangi risiko kebakaran gambut yang biasa terjadi pada pertengahan hingga akhir musim kemarau,” jelas Seto.

    Lebih jauh Seto memaparkan pelaksanaan OMC di Riau merupakan hasil kolaborasi antara BMKG, BNPB, TNI Angkatan Udara, operator swasta, dan sejumlah pemangku kepentingan.

    Operasi ini menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B yang telah dimodifikasi khusus untuk penyemaian awan.

     

  • Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Masih Berpotensi Diguyur Hujan

    Cuaca Hari Ini: Sejumlah Kota Masih Berpotensi Diguyur Hujan

    7cloud.asia – Musim kemarau tengah melanda Indonesia, namun sejumlah kota masih berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan hngga hujan disertai petir pada Kamis (29/05/2025).

    Dipantau dari akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Kupang.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.   

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju, Palu, Manado dan Ternate. Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pontianak.

    BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

    Tak hanya cuaca ekstrem, BMKG mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Jambi.

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Lampung, pesisir Banten, pesisir Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.