Cuaca Hari Ini: Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Sekitar Laut Arafuru

Written by

in

7cloud.asia – BMKG memonitor adanya bibit siklon tropis 96S di Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta. Bibit siklon ini terpantau berada di Laut Arafuru bagian barat, tepatnya di barat daya Kepulauan Tanimbar (Provinsi Maluku).

Bibit siklon ini bergerak dengan kecepatan angin maksimum 25 knot dan tekanan udara 1004 hPa menuju ke arah barat daya. Bibit siklon tropis 96S memberikan pengaruh pada potensi cuaca buruk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan.

Selain itu, bibit siklon ini juga menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut di sekitar pusat sirkulasi.

Dalam sepekan ini, sejumlah wilayah di Indonesia masih akan menghadapi potensi curah hujan yang signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan dan timur.

Kondisi ini didukung oleh aktifnya fenomena MJO secara spasial, serta pengaruh dari gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Low Frequency.

Baca: Potensi angin puting beliung di masa pancaroba

Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Di sisi lain, beberapa wilayah di Indonesia juga sudah mulai memasuki periode musim peralihan (pancaroba) dari musim hujan menuju musim kemarau.

Pada masa pancaroba, cuaca umumnya bersifat variatif dan dinamis, dengan potensi hujan yang masih dapat terjadi secara tiba-tiba disertai angin kencang dan kilat/petir pada siang atau sore hari.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang umumnya relatif lebih cepat, serta variasi kondisi cuaca secara spasial yang signifikan, sehingga dapat memengaruhi kelancaran aktivitas di masyarakat.

Dinamika Atmosfer Sepekan Ke Depan
Dinamika atmosfer di Indonesia selama sepekan ke depan dipengaruhi oleh gangguan MJO yang secara spasial diprediksi aktif di Samudra Hindia barat Aceh, Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Selat Makassar, sebagian P. Sulawesi, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Sumba, Maluku, Laut Halmahera, Papua bagian barat, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

Baca: Ini yang terjadi saat La Nina

Kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency pada wilayah dan periode yang sama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur, berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.

Bibit siklon tropis 96S terpantau di Laut Timor, dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan di pusat siklon 1004 hPa, sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Laut Maluku hingga Maluku, dan Laut Timor.

Bibit siklon tropis 96S diprakirakan untuk menjadi TC dalam kategori tinggi dengan pergerakan ke arah barat daya.

Sirkulasi siklonik diprakirakan terbentuk di Perairan Selatan Papua dan Samudra Hindia Barat Sumatera. Sirkulasi-sirkulasi tersebut membentuk daerah konvergensi memanjang di Papua Barat, Tengah dan di Samudra Hindia Barat Sumatera, dan membentuk daerah konfluensi di Samudra Hindia Barat Daya Jawa, Laut Andaman, Samudra Pasifik Timur Filipina.

Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung.

Sebagian besar Kalimantan, sebagian Jawa, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, papua Barat dan Papua.

Merujuk pada kondisi atmosfer di atas, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca signifikan ini dengan selalu memperbarui informasi cuaca dan memperbaiki kondisi lingkungan.

Berikut prospek cuaca di Indonesia pada Minggu (13/4/2025) dikutip dari bmkg.go.id:

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan. Namun erlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Kondisi cuaca lebat berpotensi terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua Selatan.

Sedangkang angin kencang berpotensi terjadi di Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *