Tag: kota

  • Cuaca Hari Ini: Beberapa Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Beberapa Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Musim kemarau yang melanda Indonesia saat ini belum merata. Beberapa kota masih berpotensi diguyur hujan pada Sabtu (14/06/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya.

    Selain itu Kota Denpasar, Mataram, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire dan Jayawijaya juga berpotensi terjadi hujan berintensitas ringan.

    Kemudian hujan berintensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Palangkaraya, Jayapura. Dan hujan berintensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Bandar Lampung, Manado, Ternate dan Merauke.

    BMKG mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Kepulauan Bangka Belitung.

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Pulau Jawa, pesisir Pulau Bali, pesisir Nusa Tenggara, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Dunia Makin Serius Kurangi Emisi dari Sektor Pendinginan

    Dunia Makin Serius Kurangi Emisi dari Sektor Pendinginan

    7cloud.asia – Brasil dan Program Lingkungan PBB (UNEP) pada Jumat (13/6/2025) meluncurkan inisiatif baru untuk mengatasi panas ekstrem melalui pendinginan berkelanjutan

    Inisiatif yang diluncurkan menjelang pertemuan puncak iklim COP 30 akhir tahun ini, diberi tajuk “Atasi Panas di Kota/Mutirão contra o Calor Extremo“

    Sementara Italia menjanjikan pendanaan baru sebesar 2 juta euro untuk Ikrar Pendinginan Global, yang mendukung tindakan terhadap kontributor utama perubahan iklim

    Pendinginan berkelanjutan akan menjadi prioritas utama di COP 30 yang akan digelar di Brasil, karena kota, iklim, dan miliaran orang bergantung padanya.

    “Melalui Beat the Heat, tujuan kami adalah mengubah kota menjadi mesin adaptasi, mendorong implementasi Ikrar Global, dan memastikan tidak ada yang tertinggal saat panas ekstrem meningkat,” kata H.E. Ana Toni, CEO COP 30.

    Pengumuman tersebut dibuat di Bonn, Jerman, pada Pertemuan Titik Fokus Penandatangan Ikrar Pendinginan Global pertama.

    Baca: Inovasi alat pendinginan yang lebih ramah lingkungan

    Global Cooling Pledge (GCP) diluncurkan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB 2023 (COP28) oleh Presidensi Uni Emirat Arab (UEA) dan Koalisi UNEP Cool.

    Global Cooling Pledge adalah komitmen kolektif pertama di dunia untuk memangkas dampak iklim terkait pendinginan hingga 68 persen pada tahun 2050, dan memperluas akses yang terjangkau bagi semua yang membutuhkannya.

    Seperti diketahui, dunia baru saja mencatat tahun ketiga berturut-turut suhu panas yang memecahkan rekor, yang menggarisbawahi bahwa suhu panas ekstrem kini berada di ujung tajam perubahan iklim.

    Global Cooling Watch 2023 UNEP memperingatkan bahwa jika tren saat ini terus berlanjut, permintaan pendinginan yang meningkat saja dapat menambah 6,1 gigaton emisi karbon dioksida pada tahun 2050.

    Selain itu, lebih dari satu miliar orang masih kekurangan akses ke pendinginan untuk menjaga agar makanan, obat-obatan, dan ekonomi tetap bertahan.

    “Pendinginan berkelanjutan adalah pengungkit adaptasi inti dan merupakan tindakan mitigasi yang mengoreksi arah yang masih menjaga kita dalam ambang batas 1,5 °C,” kata Martin Krause, Direktur Divisi Perubahan Iklim UNEP.

    Baca: Dua studi ungkap pemanasan global lampaui ambang batas 1,5°C

    “Mengintegrasikan pendinginan dalam rencana iklim nasional baru – atau NDC – akan sangat penting untuk memastikan pendekatan holistik yang menyelaraskan tindakan iklim dengan manfaat sosial dan ekonomi,” imbuhnya.

    Brasil telah mengonfirmasi bahwa pendinginan berkelanjutan dan panas ekstrem akan menjadi prioritas utama di COP 30 di Belém.

    Italia juga mengumumkan pendanaan baru untuk penerapan Ikrar Pendinginan Global melalui Fasilitas Implementasi Ikrar Pemberdayaan untuk Pendinginan (EPIC) UNEP yang baru.

    Inisiatif baru ini yang menaungi Fasilitas Bantuan Teknis dan Akselerator Dana, akan menyalurkan saran teknis dan keuangan ke kota-kota.

    “Italia tidak hanya memajukan target nasionalnya tetapi juga mendukung upaya internasional untuk menerjemahkan Ikrar Pendinginan Global menjadi tindakan lokal melalui inisiatif EPIC,” kata Tn. Alessandro Guerri, Direktur Jenderal, Kementerian Lingkungan Hidup dan Keamanan Energi Italia.

    Baca: Rata-rata suhu global 2024 lampaui Perjanjian Paris

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta dan sejumlah kota di Indonesia pada Minggu (15/06/2025).

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan berintensitas ringan berpotensi terjadi di seluruh wilayah Jakarta pada pagi, siang dan sore.

    Selanjutnya pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Untuk kota-kota lainnya di Indonesia, hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Pekanbaru, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Palu, Mamuju, Ternate, Ambon, Jayapura dan Jayawijaya.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Sorong, Manokwari, Nabire dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, Tanjung Selor dan Samarinda.   

    BMKG mengajak masyarakat agar mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Kepulauan Bangka Belitung.

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Pulau Jawa, pesisir Nusa Tenggara Barat, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Sulawesi Utara dan pesisir Maluku.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Bandung dan Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Disertai Petir Berpotensi Landa Bandung dan Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Bandung dan sejumlah kota lainnya di Indonesia pada Selasa (17/06/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Kota Bandung hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Tanjung Selor dan Manado.

    Kemudian hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di Kota Palu, Gorontalo, Kendari, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke. Sedangkan Kota Mamuju berpeluang diguyur hujan berintensitas lebat.

    Untuk wilayah Jakarta, pagi hari cuaca diprediksi cerah, berawan hingga berawan tebal di seluruh wilayah. Potensi hujan terjadi pada siang dan sore hari hampir di seluruh wilayah kecuali Kepulauan Seribu yang diprediksi berawan.

    Bahkan BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai adanya potensi hujan disertai petir yang dapat melanda wilayah Jakarta Timur pada siang dan sore hari.    

    BMKG juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Kepulauan Bangka Belitung, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah.

    Banjir rob juga berpotensi melanda pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Barat dan pesisir Maluku.

     

  • Pro Kontra Penerapan Pajak Tinggi untuk Dorong Hunian Vertikal

    Pro Kontra Penerapan Pajak Tinggi untuk Dorong Hunian Vertikal

    7cloud.asia – Usulan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, yang mendorong masyarakat tinggal di hunian vertikal melalui penerapan pajak tinggi bagi rumah tapak di kota, mendapat sorotan.

    Anggota Komisi V DPR, Irine Yusiana Roba Putri menilai pendekatan represif bukanlah solusi tepat dalam menyikapi kebutuhan hunian masyarakat.

    “Mungkin niatnya supaya Indonesia semakin modern seperti negara-negara maju, tapi harus dilihat dulu, Indonesia sudah siap belum? Banyak infrastruktur pendukung dan fasilitas layanan belum optimal,” ujar Irine dalam pernyataan resmi yang diterima Parlementaria pada Senin (16/6/2025).

    Ia menambahkan, peralihan dari rumah tapak ke hunian vertikal harus berjalan secara bertahap dan alami, tidak bisa dipaksakan lewat kebijakan fiskal.

    Hal ini mengingat banyak masyarakat Indonesia yang masih sangat bergantung pada nilai-nilai sosial di lingkungan tempat tinggalnya, seperti budaya ronda atau gotong royong.

    “Belum semua orang di Indonesia bisa hidup dengan budaya tinggal di hunian vertikal seperti apartemen yang biasanya hidup lebih tertutup,” imbuh politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi sejumlah rusunawa

    Lebih lanjut, lrine mengingatkan pentingnya kajian mendalam dan keterlibatan para pemangku kepentingan sebelum menerapkan kebijakan besar seperti ini.

    “Perlu kajian mendalam terlebih dulu melalui diskusi dengan pengembang, BPN, masyarakat, pemda, dan pihak terkait lainnya. Jangan asal buat kebijakan, apalagi kalau hanya bersifat coba-coba,” tegasnya.

    Menurut Irine, pemerintah dalam hal ini Kementerian PKP, harus lebih dulu memikirkan kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia.

    Di mana warganya memiliki budaya dengan tingkat sosial yang tinggi, misalnya melaksanakan ronda bersama, dan aktivitas kemasyarakatan lainnya yang jarang ditemukan di hunian vertikal.

    “Bisa berubah? Ya pasti bisa, seperti di negara-negara maju. Toh juga sekarang sudah cukup banyak warga Indonesia yang memilih tinggal di apartemen. Tapi untuk secara keseluruhan, pasti butuh proses, tidak ujug-ujug bisa langsung,” paparnya.

    Jadi, lanjutnya, perubahan kultur dari rumah tapak ke hunian vertikal, biarkan berjalan alamiah, tidak bisa dipaksakan lewat kebijakan menaikkan pajak hunian. Itu malah bisa menimbulkan efek domino.

    Baca: Warga kolong Tol Angke dipindahkan ke rusunawa

    Irine pun menilai, pendekatan represif seperti menaikkan pajak rumah tapak demi memaksa masyarakat tinggal di rusun atau apartemen bukanlah solusi berkelanjutan.

    Alih-alih mendorong adaptasi terhadap hunian vertikal, Anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan perumahan rakyat tersebut menilai kebijakan ini justru menekan daya beli masyarakat serta membuat pasar properti domestik semakin tidak kompetitif.

    Kalau pajaknya mahal, tentu saja masyarakat akan menunda pembelian rumah tapak. Akibatnya, pengembang yang selama ini menggantungkan bisnisnya pada segmen rumah tapak bisa mengalami kerugian besar, bahkan gulung tikar.

    “Jangan sampai niat mengubah pola huni malah merusak ekosistem usaha properti yang sudah terbentuk,” tambahnya.

    Irine mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap rumah tapak tetap tinggi, terutama bagi keluarga muda dan masyarakat kelas menengah yang menginginkan ruang lebih luas, privasi, dan keamanan yang lebih fleksibel.

    Irine menyebut diperlukan kepastian regulasi dan arah kebijakan yang matang dan konsisten dalam sektor sebesar properti yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Jangan ganggu stabilitas industri properti hanya karena ingin mempercepat perubahan pola hidup secara instan,” pungkasnya.

    Baca: Uang sewa Rusun Pasar Rumput diturunkan

  • Pemkot Yogyakarta Bangun IPAL Komunal di Pemukiman Pinggir Sungai Code

    Pemkot Yogyakarta Bangun IPAL Komunal di Pemukiman Pinggir Sungai Code

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Yogyakarta menata kawasan permukiman di Kotabaru, khususnya di RT 18 RW 4, yang melibatkan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal serta hunian dua lantai berkonsep kluster.

    Penataan ini mengusung konsep Perumahan dan Permukiman Layak Huni (Mahananni). Selain itu juga mencakup konsolidasi lahan agar warga memiliki keamanan dalam bermukim dengan mendapatkan surat kekancingan dari Keraton Yogyakarta.

    Fokus utama kami adalah menyelesaikan permasalahan limbah dengan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal dan menata rumah agar tidak kumuh.

    “Nanti akan dibuat rumah dua lantai yang dibangun dalam blok-blok atau kluster-kluster kecil yang tertata,” terang Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Sigit Setiawan.

    Baca: Pembangunan septic tank komunal di Jakarta

    Dia menyebutkan bahwa total terdapat 32 rumah di wilayah tersebut yang selama ini limbah domestiknya langsung mengalir ke sungai.

    Selain membenahi aspek fisik rumah, program ini juga mencakup penataan infrastruktur lingkungan seperti jalan dan drainase, guna menciptakan kawasan yang lebih baik dan nyaman, serta mengurangi risiko banjir.

    Tidak hanya itu, ruang terbuka hijau dan saluran limbah yang layak akan turut dibangun untuk mendukung kualitas hidup masyarakat setempat.

    Sigit menjelaskan program ini tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan limbah dan hunian, tetapi juga menghadirkan kawasan permukiman yang sehat, tertata, dan berkelanjutan.

    Baca: Penataan kawasan kumuh di Jakarta

    “Penataan dilakukan secara menyeluruh dengan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal dan memperbaiki hunian warga yang selama ini berada dalam kondisi tidak layak,” kata Sigit saat ditemui di Kantornya beberapa waktu lalu.

    Lokasi penataan permukiman dari seberang sungai Code
    Untuk tahun anggaran 2025, Pemkot akan mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar dari APBD untuk pembangunan tujuh unit rumah.

    Selain itu, pihaknya akan mengupayakan pembangunan empat rumah tambahan, dengan kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan (TSLP) atau corporate social responsibility (CSR).

    “Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dan kami targetkan dalam tiga tahun ke depan seluruh penataan dapat diselesaikan. Paling lambat, pembangunan fisik akan dimulai pada awal Juli 2025,” tambahnya.

  • Cara Kota Addis Ababa Memangkas Polusi dengan Membangun Fasilitas Bagi Peseda dan Pejalan Kaki

    Cara Kota Addis Ababa Memangkas Polusi dengan Membangun Fasilitas Bagi Peseda dan Pejalan Kaki

    7cloud.asia – Dari pusat kota Addis Ababa yang ramai hingga perbukitan indah Kigali, kota-kota di Afrika mengubah mobilitas perkotaan dengan merangkul para pesepeda dan pejalan kaki.

    Dilansir di laman resmi UNEP, unep.org, bersepeda dan berjalan kaki akan mengubah cara perjalanan harian, memangkas emisi, dan menciptakan masyarakat kota yang lebih sehat dan lebih hijau.

    Di seluruh benua, pemerintah memajukan kebijakan transportasi non-motor dan berinvestasi dalam infrastruktur berkualitas tinggi.

    Dengan mengintegrasikan bersepeda ke dalam jaringan perkotaan, mereka memprioritaskan keselamatan, aksesibilitas, dan tanggung jawab lingkungan sambil mengurangi emisi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan membina kota yang lebih inklusif.

    Di Ethiopia, tempat sepeda populer di kota-kota seperti Bahir Dar dan Hawassa, Kementerian Transportasi dan Logistik negara tersebut menyusun Strategi Transportasi Non-Motor 2020-2029.

    Baca: Empat kota dunia yang mengutamakan pejalan kaki

    Dengan dukungan teknis dari UNEP, UN-Habitat, dan Institut Kebijakan Transportasi dan Pembangunan (ITDP), strategi tersebut juga memandu peningkatan fasilitas pejalan kaki.

    Addis Ababa telah membuat langkah signifikan sejak meluncurkan Proyek Koridor Kota pada tahun 2022. Ibu kota Ethiopia telah membangun lebih dari 60 kilometer jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang dilindungi

    Mereka juga berencana untuk memperluas lebih dari 76 kilometer jalur sepeda dan 200 kilometer jalur pejalan kaki pada tahap berikutnya.

    Hawassa dan kota-kota lain di seluruh negeri mengikuti, meluncurkan proyek koridor dengan fasilitas berkualitas tinggi untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda.

    Didanai oleh pemerintah pusat dan diawasi oleh Kantor Perdana Menteri, Proyek Koridor Kota Addis Ababa selaras dengan Rencana Jaringan Sepeda Addis Ababa 2023-2032.

    Baca: Membangun kesadaran mewujudkan transportasi sehat dan ramah lingkungan

    Diadopsi oleh Biro Transportasi Addis Ababa (AATB), rencana tersebut dikembangkan dengan saran kebijakan dari ITDP dan UN-Habitat.

    Selain itu, studi kelayakan tahun 2021 meletakkan dasar bagi sistem berbagi sepeda pertama di kota tersebut, dengan Biro Transportasi Addis Ababa kemudian merekrut operator swasta untuk memperluas ketersediaan sepeda melalui sistem berbasis TI.

    Studi ini mendapat dukungan dari UN-Habitat, ITDP, dan Dana Keselamatan Jalan Raya PBB. Selain Addis Ababa, kota lain di Afrika yang juga tengah mendorong pengembangan fasilitas untuk pejalan kaki dan pesepeda adalah Kairo (Mesir), Kisumu (Kenya) dan Kigali (Rwanda)

    Perjalanan dengan sepeda atau dengan berjalan kaki bukan hanya perubahan yang ramah lingkungan, tetapi juga mengubah keadaan kota.

    Studi menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bersepeda sepuluh kali lebih hemat biaya daripada kereta bawah tanah dalam mengurangi emisi.

    Baca: Koalisi Pejalan Kaki dan Clean Mobility Collective South East Asia kampanyekan hak atas udara bersih

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir melanda sebagian wilayah Jakarta pada Jumat (20/06/2025).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan disertai petir berpotensi terjadi pada siang hari di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sementara wilayah lainnya diprediksi berawan hingga hujan ringan.

    Hujan disertai petir ini masih berlanjut hingga malam hari di wilayah Kepulauan Seribu dan wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan tebal.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Sedangkan pagi hari, hanya wilayah Jakarta Timur yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan. Wilayah lainnya diprediksi cerah hingga berawan.

    Selanjutnya kota-kota lain di Indonesia, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi terjadi di mayoritas kota. Seperti Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa juga terjadi di Kota Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ternate, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Baca: BMKG kembangkan sistem peringatan dini berbasis AI 

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Manado dan Sorong. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Banjarmasin, Palu dan Mamuju.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi angin kencang yang dapat melanda wilayah Aceh, Bali, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

    Selain itu, masyarakat juga harus waspada potensi banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Kalimantan Tengah dan pesisir Maluku.

     

     

  • Kota-kota di Afrika Berlomba Kembangkan Jalur untuk Pesepeda dan Pejalan Kaki

    Kota-kota di Afrika Berlomba Kembangkan Jalur untuk Pesepeda dan Pejalan Kaki

    7cloud.asia – Dari pusat kota Addis Ababa (Ethiopia) yang ramai hingga perbukitan indah Kigali (Rwanda), kota-kota di Afrika mengubah mobilitas perkotaan dengan merangkul warga yang bersepeda dan berjalan kaki.

    Dengan dukungan teknis dari UNEP, UN-Habitat, dan Institut Kebijakan Transportasi dan Pembangunan (ITDP), sejumlah kota di Afrika mulai meningkatkan fasilitas untuk pejalan kaki dan pesepeda.

    Dengan dukungan teknis dari UNEP dan sejumlah organisasi yang mengadvokasi mobilitas aktif di seluruh dunia, kota-kota di Afrika mengintegrasikan jalur sepeda ke dalam perencanaan perkotaan.

    Langkah ini sekaligus memastikan perjalanan yang lebih lancar dan aman menuju ekonomi hijau, udara yang lebih bersih, dan masyarakat yang lebih sehat.

    Bersepeda dan berjalan kaki dinilai bakal mengubah cara perjalanan harian, memangkas emisi, dan menciptakan masyarakat kota yang lebih sehat dan lebih hijau.

    Dengan mengintegrasikan jalur bersepeda ke dalam jaringan perkotaan, mereka memprioritaskan keselamatan, aksesibilitas, dan tanggung jawab lingkungan sambil mengurangi emisi, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan membina kota yang lebih inklusif.

    Baca: Kota Addis Ababa pangkas polusi dengan membangun fasilitas bagi peseda dan pejalan kaki

    Di Ethiopia, Kementerian Transportasi dan Logistik negara tersebut menyusun Strategi Transportasi Non-Motor 2020-2029.

    Addis Ababa telah membuat langkah signifikan sejak meluncurkan Proyek Koridor Kota pada tahun 2022. Ibu kota Ethiopia telah membangun lebih dari 60 kilometer jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang dilindungi

    Mereka juga berencana untuk memperluas lebih dari 76 kilometer jalur sepeda dan 200 kilometer jalur pejalan kaki pada tahap berikutnya.

    Hawassa dan kota-kota lain di seluruh negeri mengikuti, meluncurkan proyek koridor dengan fasilitas berkualitas tinggi untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda.

    Selain Addis Ababa, kota lain di Afrika juga tengah mendorong pengembangan fasilitas untuk pejalan kaki dan pesepeda adalah ibu kota Mesir, Kairo. Mesir
    berniat memperkuat infrastruktur pejalan kaki.

    Mesir juga akan menjadikan bersepeda lebih dari sekadar moda rekreasi, dengan menjadikan mobilitas aktif sebagai bagian integral dari transportasi perkotaan.

    Baca: Empat kota di dunia yang mengutamakan pejalan kaki

    Prakarsa Sepeda Kairo memimpin dengan 255 sepeda sewaan bertenaga surya di 25 stasiun, yang menawarkan pembayaran dan pembayaran berbasis aplikasi. Program ini akan diperluas hingga 500 sepeda di 45 stasiun, membantu Mesir mencapai tujuan iklimnya.

    Kota terbesar ketiga di Kenya, Kisumu, telah mengambil langkah tegas menuju masa depan yang ramah sepeda dengan Rencana Mobilitas Berkelanjutan, yang juga dikembangkan dengan panduan kebijakan UN-Habitat dan ITDP.

    Kota ini membayangkan jalur pejalan kaki sepanjang 100 km, lintasan sepeda sepanjang 31 kilometer, dan skema berbagi sepeda dengan 400 sepeda.

    Tahap pertama Proyek Segitiga Kisumu telah memperkenalkan jalur pejalan kaki dan infrastruktur pejalan kaki berkualitas tinggi, dengan tambahan 8,1 km infrastruktur ramah sepeda yang sedang dibangun dengan pendanaan Bank Dunia.

    Saat pesepeda papan atas dunia tiba di Rwanda untuk Kejuaraan Dunia UCI pada September 2025, mereka akan menemukan kota yang membangun masa depan dengan bersepeda sebagai pusatnya.

    “Di Kigali, mayoritas penumpang sudah mengandalkan transportasi tak bermotor,” kata Sheila Uwase, seorang Insinyur di Balai Kota Kigali. “Tujuan kami adalah meningkatkan keselamatan dan aksesibilitas bagi semua pengguna jalan.”

    Baca: Daftar kota ramah bagi pesepeda di dunia

    Sejak 2016, Kigali telah menyelenggarakan hari bebas mobil dua minggu sekali pada hari Minggu, untuk menumbuhkan budaya bersepeda.

    Kota ini telah menetapkan zona bebas mobil dan jalur sepeda sepanjang 13 km di Kawasan Pusat Bisnisnya dan sekarang mencatat lebih dari 1.500 pesepeda per jam di jalan-jalan utama, dengan rencana untuk memperluas jaringan sepeda di sepanjang jalan dan jalur air.

    PBB meluncurkan Rencana Aksi Pan Afrika pertama untuk Mobilitas Aktif di Forum Perkotaan Dunia

    Pada tahun 2021, Kementerian Infrastruktur Rwanda mengembangkan Kebijakan Transportasi Nasional yang baru; Bagian transportasi non-motornya menggabungkan panduan kebijakan dari UNEP dan ITDP dengan dukungan dari Yayasan Fia.

    Rekomendasi utama meliputi penerapan infrastruktur bersepeda yang dilindungi secara fisik, menyediakan penyeberangan pejalan kaki yang aman di permukaan tanah sebagai pengganti jembatan penyeberangan, mengurangi tarif sepeda, dan memperkenalkan sistem berbagi sepeda.

    Baca: Sepeda adalah wujud transportasi sehat dan ramah lingkungan

    Perjalanan dengan sepeda bukan sekadar perubahan yang ramah lingkungan, tetapi juga perubahan bagi kota dan tata kelola kota.

    Berbagai penelitian menunjukkan, pembangunan infrastruktur bersepeda sepuluh kali lebih hemat jika dibanding pembangunan kereta bawah tanah dalam upaya menurunkan emisi karbon.

    Selain itu, setiap kilometer yang ditempuh dengan bersepeda menghasilkan manfaat ekonomi dan kesehatan, mengurangi kemacetan, meningkatkan kualitas udara, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes.

    “Sistem berbagi sepeda semakin mendukung mobilitas tanpa emisi, membuat perjalanan singkat dan konektivitas jarak dekat ke transportasi umum lebih mudah diakses”, tegas Carly Gilbert-Patrick, Ketua Tim Mobilitas Aktif, Digitalisasi, dan Integrasi Moda UNEP

    Infrastruktur bersepeda dan berjalan kaki juga bertujuan untuk menyelamatkan nyawa.

    Laporan Status Afrika 2025 tentang Keselamatan Jalan Raya mengungkapkan bahwa, meskipun hanya memiliki 3 persen dari armada kendaraan global, Afrika menyumbang 24 persen dari kematian jalan raya global dengan 259.601 kematian setiap tahunnya.

    Hal ini menyoroti kebutuhan mendesak akan fasilitas pejalan kaki dan pesepeda yang lebih aman untuk melindungi pengguna jalan yang rentan.

    Baca: Cara Kota Bogota dan Warsawa mengatasi polusi udara

  • Cuaca Hari Ini: Peringatan Dini BMKG, Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya

    Cuaca Hari Ini: Peringatan Dini BMKG, Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat Berpotensi Mengguyur Jawa Barat dan Wilayah Lainnya

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk Jawa Barat dan sejumlah wilayah lainnya yang berpotensi terjadi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat pada Sabtu (21/06/2025).

    Melalui akun youtube resmi BMKG, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat Daya.

    Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Pangkal Pinang, Yogyakarta, Semarang, Mataram, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Palu, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura dan Merauke.

    Baca: Cuaca panas kemudian hujan lebat, mengapa?

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bandung, Serang dan Mamuju. Hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Selor, Banjarmasin, Manado, Ambon dan Sorong.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi hampir seluruh wilayah diprediksi berawan tebal. Potensi hujan berintensitas ringan akan terjadi di Kepulauan Seribu.

    Selanjutnya pada siang hari hujan berintensitas sedang hingga hujan disertai petir akan melanda seluruh wilayah Jakarta.

    Malamnya, BMKG memprediksi cuaca di seluruh wilayah Jakarta cerah hingga berawan dan berawan tebal.

    BMKG juga mengajak masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jawa Tengah dan pesisir Kalimantan Selatan.