Tag: jakarta

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Sejumlah Kota Bakal Hujan

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Jakarta dan Sejumlah Kota Bakal Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Jakarta dan sejumlah kota pada Minggu (02/03/2025).

    Melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara pada pagi hari.

    Selanjutnya pada siang hingga sore hari hujan berintensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

    Malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu.

    Tak hanya di Kota jakarta, hujan dengan intensitas ringan juga berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Serang, Semarang, Denpasar, Mataram, Pontianak, Samarinda, Gorontalo, Palu, Ternate, Sorong dan Ambon.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Tanjung Selor, Mamuju dan Jayapura.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, Kendari, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kepulauan Riau, pesisir Bangka Belitung.

    Banjir rob berpotensi melanda pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku, pesisir Maluku Utara, pesisir Papua dan pesisir Papua bagian selatan.

     

  • Makin Banyak Warga Beralih ke Transportasi Publik, Kemacetan di Jakarta Berkurang

    Makin Banyak Warga Beralih ke Transportasi Publik, Kemacetan di Jakarta Berkurang

    7cloud.asia – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan angka kemacetan Jakarta pada 2024 menurun karena banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik.

    Hal ini tak lepas dari terbangunnya moda transportasi publik yang terintegrasi secara bertahap di Jakarta, baik itu MRT, LRT, commuter line, TransJakarta hingga MikroTrans.

    “Kita tahu Transjakarta sempat mencapai 1,3 juta pelanggan per hari. Tertinggi selama tahun 2024, demikian pula halnya MRT. MRT sempat menyentuh angka 138 ribu pelanggannya, LRT Jabodebek juga,” kata Syafrin dikutip Antaranews.com Januari lalu.

    Dia menilai, turunnya angka kemacetan Jakarta merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, termasuk partisipasi dan peran aktif masyarakat untuk terus menggunakan layanan transportasi publik.

    Syafrin berharap jumlah warga Jakarta yang menggunakan transportasi umum terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

    Baca: Keberadaan transportasi publik di Jakarta makin lengkap dan terintegrasi

    Untuk menurunkan angka kemacetan Jakarta di tahun 2025 ini, kata dia, Dinas Perhubungan DKI juga akan memasifkan dan memperbaiki kinerja lalu lintas.

    Menurut data yang diunggah melalui Instagram @dishubdkijakarta, berdasarkan TomTom Traffic Index 2024, Jakarta meraih peringkat 90 dalam Indeks Kemacetan Dunia dan membaik 60 peringkat dari tahun 2023.

    Dari hasil rilis TomTom Traffic Index, peringkat Jakarta terkait dengan penanganan kemacetan selama tahun 2024 itu membaik 10 persen, tahun lalu 2023 di angka 53 persen kemacetan Jakarta.

    “Kemudian terakhir pada 2024 banyak turun menjadi 43 persen tingkat kemacetan,” jelas Syafrin.

    Untuk mencapai perubahan tersebut, Dishub DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya, seperti perluasan jangkauan angkutan umum, pemantauan arus lalu lintas, penertiban parkir liar

    Baca: Pemprov DKI Jakarta targetkan 55 persen warganya gunakan transportasi publik

    Dishub juga menyiagakan petugas di titik rentan kepadatan, penetapan tarif terintegrasi, dan penyediaan park and ride.

    Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyebut transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2024-2044 menargetkan 55 persen warga Jakarta menggunakan transportasi publik.

    Jika 55 persen penduduk dapat menggunakan transportasi publik ketika bepergian atau beraktivitas akan membuat kemacetan dan polusi udara lebih mudah dikendalikan.

    Pemprov DKI Jakarta juga mendorong agar 70 persen penduduk di Jakarta dapat berkegiatan di simpul transportasi publik.

    Baca: Metamorfosa Jakarta lewat penataan transportasi publik

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam, Jakarta Berpotensi Hujan Ringan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Malam, Jakarta Berpotensi Hujan Ringan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta pada Senin (03/03/2025) pagi hingga malam hari.

    Melalui akun youtube resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada pagi hari. Sedangkan wilayah lain diperkirakan berawan tebal.

    Siang hingga malamnya, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur semua wilayah di Jakarta.  

    BMKG juga memprediksi hujan berintensitas ringan terjadi di Kota Pekanbaru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor.

    Cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kota Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Kendari, Ternate, Sorong dan Jayapura. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bengkulu dan Yogyakarta.

    Sedangkan hujan disertai petir berpeluang melanda Kota Padang, Pangkal Pinang, Mamuju, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda sejumlah wilayah.

    Cuaca ekstrem berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera, sebagian wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan sebagian Papua.

     

  • Banjir di Jabodetabek Meluas, Ribuan Rumah Terdampak

    Banjir di Jabodetabek Meluas, Ribuan Rumah Terdampak

    7cloud.asia – Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi laporan bencana yang dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari keempat pekan pertama bulan Maret 2025.

    Berikut adalah rangkuman perkembangan informasi dan penanganan darurat pada hari ini, Selasa (4/3/2025).

    Hujan intensitas tinggi yang melanda sejumlah wilayah pada Minggu dan Senin (2-3 Maret 2025) menyebabkan banjir di Kota Jakarta, Kabupaten Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi dan Kabupaten Tangerang.

    BPBD DKI Jakarta melaporkan banjir melanda dua area kota administrasi yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan tinggi muka air mencapai 300 centimeter atau 3 meter.

    BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 323 unit rumah dan 1.027 jiwa terdampak kejadian ini. Berdasarkan pemantauan visual di lapangan, banjir belum surut di beberapa kelurahan terdampak.

    BPBD Kota Bekasi mencatat sebanyak tujuh kecamatan terdampak banjir, antara lain Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede dan Rawalumbu.

    Ratusan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 300 sentimeter. BPBD Kota Bekasi mendistribusikan bantuan logistik dan mengerahkan sejumlah perahu karet untuk evakuasi warga terdampak.

    Selain itu, PLN Kota Bekasi memadamkan listrik di beberapa wilayah terdampak untuk mencegah adanya korban yang terkena aliran listrik ketika banjir.

    Baca: Korban banjir akibat luapan Sungai Ciliwung menolak pindah ke rumah susun

    Sedangkan di Kabupaten Bekasi, hujan disertai kiriman air dari sungai di bagian hulu menyebabkan banjir di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Setu, Cikarang Utara, Cibitung dan Tambun Utara.

    BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan ketinggian air mencapai 150 sentimeter merendam 15 unit rumah. Berdasarkan pemantauan visual di lapangan, hingga Selasa (4/3/2025) pagi banjir masih menggenangi sejumlah wilayah. BPBD dan tim gabungan melakukan evakuasi warga terdampak menggunakan perahu karet.

    Banjir juga dilaporkan melanda Tangerang Selatan, Banten, Senin (3/3) pukul 23.20 waktu setempat menyebabkan banjir di lima kecamatan.

    Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang, Ciputat dan Serpong Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Selatan mencatat sebanyak 1.870 unit rumah terdampak kejadian ini.

    BPBD Kabupaten Tangerang Selatan mengerahkan perahu karet untuk mobilisasi dan evakuasi warga terdampak. Hasil pantauan visual hingga pagi ini (4/3), banjir masih belum surut.

    BPBD Kabupaten Bogor melaporkan bahwa hari ini (4/3/2025), pihaknya dan masyarakat setempat membersihkan material lumpur pascabanjir.

    Sebanyak 346 warga masih bertahan di lokasi pengungsian di Majlis Talim Miftahul Ghina Al Idris dan rumah RT 03/01.

    Tercatat sebanyak 204 unit rumah terdampak, 24 unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, 16 unit rumah rusak berat, satu unit jembatan putus dan satu unit fasilitas pendidikan terdampak.

    BPBD Kabupaten Tangerang melaporkan ratusan rumah terdampak banjir di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Cimanceuri yang dipicu oleh hujan lebat pada Minggu (2/3/2025).

    Baca: Kepala Daerah di Jabodetabek diminta serius tangani isu lingkungan

    BPBD Kabupaten Tangerang melakukan pendataan dan evakuasi warga terdampak. Berdasarkan laporan per Selasa (4/3/2025), banjir berangsur surut.

    Sebelumnya pada Senin (3/3/2025), Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto telah meninjau langsung ke Kecamatan Cisarua dan memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

    Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui BNPB memastikan keselamatan masyarakat menjadi hal yang utama dan mempersiapkan rencana relokasi tempat tinggal yang lebih aman.

    Kepala BNPB menegaskan bahwa kebutuhan dasar korban terdampak akan dipenuhi.

    “Khususnya pada masa puasa saat ini, kami fokus untuk memenuhi kebutuhan pangan pada waktu sahur dan berbuka,” ujar Suharyanto pada Konferensi Pers Penanganan Banjir di Wilayah Jabodetabek, Selasa (4/3/2025).

    Dirinya menyatakan bahwa BNPB akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam situasi tanggap darurat hingga pemulihan dan memastikan segala kebutuhan di lapangan terpenuhi dengan baik.

    BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi banjir susulan dan peningkatan debit air yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

    Hal ini mengingat prakiraan cuaca pada Selasa (4/3/2025) hingga Kamis (6/3/2025) terpantau sebagian besar wilayah Indonesia khususnya Jabodetabek masih berpotensi dilanda hujan ringan hingga sedang.

    Seiring dengan perkembangan bencana di berbagai daerah, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Informasi terkini dan peringatan dini akan terus disampaikan melalui saluran resmi untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak.

    Pemulihan dan upaya tanggap darurat akan terus dilakukan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan dan mempercepat proses pemulihan.

  • Sodetan Ciliwung Belum Efektif Cegah Banjir Akibat Luapan Sungai Ciliwung

    Sodetan Ciliwung Belum Efektif Cegah Banjir Akibat Luapan Sungai Ciliwung

    7cloud.asia – Sejumlah warga di Jakarta Timur mempertanyakan fungsi Sodetan Ciliwung di Jalan Otista menyusul banjir yang kembali melanda Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, sejak Selasa (4/3/2025) pagi.

    “Puncak tingginya (banjir, red) hari ini. Makanya, saya bingung, sodetan Ciliwung di Otista ini tak ada fungsinya atau gimana, katanya udah jadi,” kata warga RT 12/RW 04, Kebon Pala II, Jakarta Timur, Wahyu (45) dikutip Antaranews.com.

    Banjir di Jalan Kebon Pala II sejak pagi hingga Selasa siang ketinggiannya mencapai dua meter. Banjir ini akibat luapan Sungai Ciliwung.

    Menurut Wahyu, seharusnya dengan adanya sodetan Ciliwung, air banjir kiriman bisa dialirkan ke Banjir Kanal Timur (BKT).

    “Sodetan itu dibuangnya (air) harusnya ke BKT, kalau BKT lebih besar areanya. Mengapa harus banjir lagi di sini jika sudah dibuat sodetan? Kalau udah berfungsi, mengapa di sini masih tinggi terus, airnya,” ujar Wahyu.

    Apalagi, kata Wahyu pemerintah juga sudah melakukan normalisasi Sungai Ciliwung sehingga beberapa rumah warga terkena dampaknya.

    Baca: Ribuan rumah di Jabodetabek terdampak banjir

    “Malah yang kena normalisasi, mengeluh. Jika tahu masih kena banjir, tak usah dinormalisasi, malah jadi sebelah kanannya yang kena, di sini udah surut, di sana belum, karena pembuangan airnya di bawah kali,” ujar Wahyu.

    Wahyu berharap, Sodetan Ciliwung dapat lebih ditekankan fungsinya agar banjir di Jakarta tidak terlalu besar, bahkan kalau bisa Jakarta bebas dari banjir.

    Hal serupa dikatakan Ketua RT 10/RW 04, Jalan Kebon Pala II, Jakarta Timur, Rukimah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa lebih membenahi dan membuktikan bahwa Sodetan Ciliwung merupakan upaya yang efektif dalam mengantisipasi banjir di wilayah Jakarta.

    “Harapan kami sebagai warga yang terdampak banjir mohon ditindaklanjuti upaya banjir ini, dinormalisasi lagi. Lanjutin lagi sampai Manggarai, karena normalisasi yang belum maksimal ini, kalau dari atas intensitas hujan di Bogor tinggi, jadi dampak ke sini,” kata Rukimah.

    Banjir yang melanda Jalan Kebon Pala II sejak Senin (3/3/2025) dini hari itu tak kunjung surut hingga menyebabkan aktivitas warga terganggu.

    Komitmen Pemprov
    Sejak pagi hingga sore ini warga bolak balik menyelamatkan pakaian dan dokumen pentingnya dari rumah ke permukiman atas. Untuk menuju ke rumahnya pun ada yang harus menggunakan perahu karet atau baju pelampung.

    Baca: Sodetan Ciliwung diresmikan Juli 2023

    Terlihat juga beberapa warga masih bertahan di rumahnya. Sebagian ada yang bertahan di ruang lantai atas miliknya.

    Petugas terus berusaha mengevakuasi warga yang hendak pindah ke pengungsian ataupun yang mau ke rumahnya untuk mengambil barang bawaannya.

    Pemprov DKI Jakarta juga mengupayakan sejumlah hal guna mengatasi banjir untuk jangka pendek, termasuk membuka Pintu Air Manggarai, dan mengatur aliran air di sejumlah pintu air.

    Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk membuka Pintu Air Manggarai, Menteng, Jakarta Pusat demi mengurangi beban air sehingga banjir di sejumlah daerah ini dapat diatasi.

    “Jadi, yang kita buka yang ke arah (Sungai) Ciliwung Lama, dioperasikan satu pintu dibuka penuh setinggi 175 cm,” ujar dia saat meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa.

    Adapun, pada Selasa sore, tinggi permukaan air di Pintu Air Manggarai mencapai 850 sentimeter (cm) atau masuk kategori siaga dua.

    Baca: Kepala daerah di Jabodetabek diminta serius tangani masalah lingkungan

    Karena itu, Pramono Anung meminta Pintu Air Manggarai dibuka, agar air yang masuk tidak lebih banyak ke wilayah Ciliwung bagian timur karena saat ini beban air di sana cukup tinggi.

    Selain itu, Pramono juga menginstruksikan pintu air yang mengarah ke Kanal Banjir Barat (KBB) dibuka setinggi 800 centimeter, serta pintu ke arah Masjid Istiqlal.

    Selain Pintu Air Manggarai, Pramono juga meminta Dinas SDA DKI mengaktifkan sebanyak 500 pompa pada sekitar 200 titik agar air bisa segera dibuang ke laut.

    Pramono Anung mengatakan pihaknya juga fokus menangani banjir dalam jangka panjang. Upaya yang dilakukan yakni pengerukan sedimen atau lumpur di sungai, waduk, dan kali serta membangun sumur resapan.

    “Sodetan dilanjutkan kembali, sumur resapan tidak lagi dibuat di jalan tetapi dibuat di saluran-saluran air,” kata dia.

    Pemprov DKI Jakarta, sambung dia, juga membuka diri untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemimpin daerah terdampak banjir guna mengatasi masalah tersebut.

    Baca: Korban banjir akibat luapan Sungai Ciliwung menolak pindah ke rumah susun

    “Karena penyelesaian tidak bisa parsial hanya Jakarta. Bahkan saya mendapatkan laporan yang sekarang ini dampaknya besar ada di Bekasi,” ujar Pramono.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebelumnya, berkomitmen untuk lebih fokus membenahi Kali Ciliwung sebagai upaya mengantisipasi banjir di wilayah Jakarta.

    “Sekarang, dengan PSN (Program Strategis Nasional) pengendalian banjir, kami akan lebih fokus untuk membenahi Ciliwung,” ujar Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.

    Dia mengatakan pengerukan waduk dan sungai-sungai masuk dalam program 100 hari kerja pasangan Pramono Anung dan Rano Karno.

  • Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore, Jakarta Berpotensi Hujan

    Cuaca Hari Ini: Pagi Hingga Sore, Jakarta Berpotensi Hujan

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur kota Jakarta pada Rabu (05/03/2025) pagi hingga sore hari.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di seluruh wilayah Jakarta pada pagi hingga sore hari. Kemudian malamnya, kondisi cuaca diperkirakan cerah dan berawan.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan juga berpotensi terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Seperti Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta.

    Selain itu Kota Tanjung Selor, Banjarmasin, Pontianak, Gorontalo, Kendari, Makassar, Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari dan Ambon juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.    

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang terjadi di Kota Palu dan Mamuju. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Palangkaraya, Samarinda, Manado, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, sebagian Kalimantan, beberapa bagian Sulawesi, Maluku, Papua dan Papua Barat.

    Tak hanya cuaca ekstrem, potensi banjir rob juga masih terjadi di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Sumatera Utara, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku, pesisir Papua dan pesisir Papua Selatan.

     

     

  • Urus KTP yang Rusak akibat Banjir Selesai Dalam Satu Hari

    Urus KTP yang Rusak akibat Banjir Selesai Dalam Satu Hari

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjanjikan pengurusan dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang rusak atau hilang karena banjir dapat rampung dalam satu hari.

    Adapun syarat utama pengurusan KTP ini adalah warga harus ingat Nomor Induk Kependudukannya (NIK).

    “Yang penting ada NIK-nya, itu bisa langsung dicetak hari itu juga. Aman,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Rabu.

    Hal itu menjadi prosedur tetap (protap) saat terjadi bencana di wilayah Jakarta.

    Baca: Penyebab banjir di Bekasi

    Warga bisa langsung mendatangi posko banjir yang menyediakan layanan urus dokumen kependudukan di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.

    Mereka bisa juga membawa foto KTP atau dokumen kependudukan lainnya di ponsel atau salinan fisiknya.

    “Sudah ada petugas yang di sana yang berada di sekitar (lokasi terdampak banjir) yang memang aman untuk dilakukan pelayanan,” kata dia.

    Sementara itu, banjir akibat curah hujan tinggi dan luapan sejumlah sungai di Jakarta masih merendam 36 rukun tetangga (RT) di tiga wilayah Jakarta pada Rabu siang.

    Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan hingga pukul 12.00 WIB jumlah RT yang terdampak banjir terus berkurang.

    Baca: Sodetan Ciliwung belum efektif cegah banjir

    Pada Rabu (5/3/2025) siang, tinggal 36 RT di tiga wilayah Jakarta yang masih tergenang dari puncaknya pada Selasa (4/3/2025) yang mencapai 122 RT di empat kota administrasi.

    “Kami masih mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan (banjir) di setiap wilayah,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

    Yohan mengatakan bahwa ketinggian air pun terus menyusut dan kini paling tinggi berada di Kelurahan Bintaro dan Kebon Baru, Jakarta Selatan, dengan kedalaman tertinggi dua meter.

    “Kami mencatat saat ini genangan terjadi di 36 RT yang terdiri dari Jakarta Barat 9 RT, Jakarta Selatan 13 RT dan Jakarta Timur 14 RT,” ujarnya.

    Baca: Ribuan rumah di Jabodetabek terdampak banjir

  • Simak 40 Program “Quick Wins” Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta

    Simak 40 Program “Quick Wins” Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta

    7cloud.asia – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berjanji akan segera merealisasikan 40 program percepatan (quick wins) dalam 100 hari pertamanya.

    “Sesuai dengan apa yang saya sampaikan ketika sosialisasi dalam 100 hari pertama ada 40 program quick wins yang akan betul-betul sudah saya janjikan. Untuk itu akan kami realisasikan,” kata Pramono Anung kepada media di Jakarta Timur, Rabu (5//2025).

    Pramono Anung mencontohkan Kartu Jakarta Pintar (KJP), di mana drinya sudah merumuskan agar KJP dikembalikan penerimanya seperti era gubernur definitif sebelumnya.

    Selain itu, bagi siapa saja yang ijazahnya masih tertahan atau ditahan oleh pihak sekolah karena masih menunggak biaya dan tidak bisa diambil, nantinya dapat segera diambil.

    Karena, kata Pramono, Pemprov DKI Jakarta akan menanggung biaya tunggakan sehingga ijazah dapat diambil oleh siswa.

    “Jadi enggak boleh ada ijazah apapun yang ditahan. Jelas ya,” kata Pramono.

    Baca: Pramono Anung serius wujudkan giant mangrove wall

    Untuk diketahui, pasangan Pramon Anung dan Rano Karno telah merumuskan program prioritas untuk ditangani dalam 100 hari pertama setelah dilantik pada 20 Februari lalu.

    Adapun 40 program “Quick Wins” Pramono-Rano dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu:
    a. program yang memiliki high impact dan high implementability;
    b. program dengan high impact namun hardly/partly implementability; dan
    c. program yang partly-high/moderate impact dan hardly/partly implementability.

    Program yang memiliki high impact dan high implementability ditargetkan akan diluncurkan pada hari ke-100 masa bertugas Pramono-Rano atau dirasakan segera oleh masyarakat sebanyak 13 program, yaitu:

    1, Pemutihan Ijazah;
    2. Gratis Transportasi Umum untuk Pemegang KJP;
    3. Penguatan JAKI sebagai Super Apps Pelayanan Publik;
    4. Home Service untuk Lansia Jakarta (Pasukan Putih);
    5. Pengembangan Transportasi Jabodetabek dan Kepulauan;
    6. Daycare di Perkantoran Pemerintah Provinsi;

    7. Gerakan Menanam Mangrove dan Vegetasi Pengendalian Polusi;
    8. Job Fair di 44 Kecamatan tiga bulan sekali;
    9. Balai Latihan Kerja di Kelurahan;
    10. Gerakan Masyarakat Punya APAR (GEMPAR);
    11. Road to Ulang Tahun Jakarta ke 500 tahun;
    12. Penguatan Rusun untuk Warga; dan
    13. Pengendalian Inflasi Pangan Menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

    Baca: Perubahan iklim perburuk banjir rob di Jakarta

    Kemudian terdapat 16 program yang memiliki high impact namun hardly/partly implementability. Kemungkinan, program-program tersebut akan memasuki tahap persiapan implementasi ketika masa tugas Pramono-rano menginjak ke usia 100 hari.

    Berikut program-program tersebut:

    1. Pemutakhiran Data KJP dan KJMU sinkronisasi menuju Program Sekolah Gratis;
    2. Sarapan Pagi Gratis;
    3. Gratis Masuk Ancol, TMII, Monas dan Museum di Jakarta untuk Pemegang KJP;
    4. RSUD Cakung sebagai Rumah Sakit Berstandar Internasional;
    5. Gerak Cepat Penyelesaian Kampung Bayam dan Tanah Merah;

    6. Penuntasan RW kumuh;
    7. Pengembangan Kawasan TOD;
    8. Penguatan Blok M sebagai Sentra ASEAN;
    9. Gerakan Transportasi Aktif Bebas Emisi;
    10. Security CCTV di permukiman;

    11. Pemutakhiran Data dan Peningkatan Honorarium Jumantik, Operasional Dasawisma, Operasional Posyandu, dan OperasionalRT/RW PemutakhiranData dan Peningkatan Honorarium Jumantik, OperasionalDasawisma, Operasional Posyandu, dan Operasional RT/RW;
    12. Kemudahan Pendaftaran PPSU;
    13. Aktivasi Taman Kota 24 Jam;
    14. Aktivasi Balai Rakyat bersama Karang Taruna;
    15. Penyegaran JIS; dan
    16. Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan.

     

    Selain itu juga terdapat 11 program-progam yang termasuk dalam kategori partly-high/moderate impact dan hardly/partly implementability, diantaranya:
    1. Pemutakhiran data BPJS;
    2. Griya Kecamatan (Mix Used Development Kantor Kecamatan/ Pasar Jaya dengan Rumah Susun);
    3. Peningkatan Cakupan Layanan Air Bersih;
    4. Pemuktakhiran Data Warga Ber KTP dan tinggal di Jakarta;
    5. Ekosistem Pengendalian Banjir;

    6. Pengembangan SJUT (Sarana Jaringan UtilitasTerpadu);
    7. Menjamin supply pangan melalui contract farming;
    8. Anugerah Benyamin S (BErsih NYAMan INdah dan Sejahtera) Award untuk peningkatan daya tarik kota;
    9. Pemajuan Kebudayaan Betawi;
    10. Inisiasi Jakarta Collaboration Fund dan
    11 Revitalisasi Kalijodo.

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Landa Banyak Kota Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Landa Banyak Kota Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda banyak kota di Indonesia termasuk Kota Jakarta pada Rabu (12/03/2025).

    Melalui akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Kota Jakarta, hujan disertai petir berpotensi pula melanda Kota Padang, Pekanbaru, Bandar Lampung, Palembang, Pangkal Pinang.

    Selain itu, hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Bandung, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Mamuju, Nabire, Jayawijaya dan Merauke. Sementara Kota Palu berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Serang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari dan Jayapura.

    BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda sebagian wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

    Tak hanya cuaca ekstrem, sejumlah wilayah pesisir juga berpotensi terjadi banjir rob seperti pesisir Sumatera Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Barat, pesisir Kalimantan Timur.

    Banjir rob berpotensi melanda pesisir Kalimantan Selatan.  pesisir  Kalimantan Tengah, pesisir Sulawesi Utara, pesisir Maluku dan pesisir Maluku Utara.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Jakarta, Bandung dan Sejumlah Kota

    Cuaca Hari Ini: Waspada! Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Jakarta, Bandung dan Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Kondisi cuaca hujan disertai petir berpotensi melanda Jakarta, Bandung dan sejumlah kota di Indonesia pada Selasa (11/03/2025).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya memprediksi hujan disertai petir akan melanda Kepulauan Seribu, Jakarta Utara dan Jakarta Barat pada pagi hari.

    Di waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Timur.

    Baca: Pulau Jawa Waspada Bencana hingga April 2025

    Selanjutnya siang hingga sore hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diperkirakan hujan dengan intensitas ringan dan wilayah Kepulauan Seribu diperkirakan berawan tebal.  

    Malamnya seluruh wilayah berpotensi hujan dengan intensitas ringan, kecuali wilayah Kepulauan Seribu berpotensi hujan disertai petir.

    Selain Kota Jakarta, hujan disertai petir juga melanda Kota Bandung, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Kupang, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Manado, Sorong, Nabire, Jayawijaya dan Merauke.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bengkulu, Yogyakarta dan Gorontalo.

    Baca: Cuaca ekstrem picu banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah

    Lalu hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di Kota Semarang, Surabaya, Mataram, Pontianak, Tanjung Selor, Makassar, Mamuju, Palu, Kendari, Jayapura, Ternate dan Ambon.

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara.

    Selain itu, cuaca ekstrem berpotensi pula melanda sebagian besar wilayah Kalimantan, sebagian besar wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua hingga Papua Barat.

    Tak hanya cuaca ekstrem, BMKG memperkirakan banjir rob  terjadi di pesisir utara Jakarta, pesisir Jawa Barat, pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Timur dan pesisir Kalimantan Tengah.