Tag: kota

  • Di Kota Ini, Pembangunan Pesisir Berjalan Beriringan dengan Pelestarian Hutan Mangrove

    Di Kota Ini, Pembangunan Pesisir Berjalan Beriringan dengan Pelestarian Hutan Mangrove

    7cloud.asia – Delta Sungai Guayas di Ekuador dan anak-anak sungai di sekitarnya memiliki hamparan hutan mangrove (bakau) terluas di negara tersebut.

    Labirin berhutan yang terdiri dari saluran pasang surut dan pulau-pulau dataran rendah ini merupakan ekosistem yang krusial. Delta ini dipenuhi satwa liar, menyerap air banjir, dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.

    Namun, delta ini juga merupakan lokasi wilayah metropolitan terbesar di negara ini, kumpulan kota dan desa yang dihuni oleh 3 juta orang. Di sini, kawasan hutan mangrove yang luas telah membuka jalan bagi perluasan wilayah kota dan ratusan tambak udang.

    Kini, sebuah proyek yang didukung oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) bertujuan untuk menunjukkan bahwa ekosistem bakau dan pembangunan kota dapat berjalan beriringan.

    Tim kota telah menanam ribuan bakau di sekitar delta Samborondón, langkah pertama dari apa yang diharapkan sebagian orang akan menjadi dorongan yang lebih besar untuk melindungi permukiman lokal dari cuaca yang semakin ekstrem.

    “Kota-kota pesisir menghadapi ancaman yang semakin besar akibat perubahan iklim, yang di banyak tempat memicu badai yang lebih sering dan intens,” kata Mirey Atallah, Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan di Divisi Perubahan Iklim UNEP.

    Baca: Pembangunan IKN membuat nelayan dan masyarakat pesisir makin sengsara

    “Ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa mangrove merupakan cara yang hemat biaya untuk mengurangi dampak tersebut, menyelamatkan nyawa dan harta benda. Peran tersebut tidak dapat diremehkan.”

    Pertahanan pesisir
    Hutan mangrove – kumpulan pohon dan semak yang toleran terhadap kadar garam – menghiasi lebih dari 2 juta kilometer garis pantai dan zona pasang surut di seluruh dunia.

    Sebagian besar hutan mangrove ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Dan, hutan mangrove ini menyediakan garis pertahanan pertama terhadap gelombang badai, arus, ombak, dan pasang surut.

    Semua ancaman ini semakin meningkat seiring perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air laut.

    Sistem akarnya yang rumit juga menjadikannya surga bagi ikan dan organisme lain yang mencari tempat berlindung, makanan, dan tempat reproduksi. Keanekaragaman hayati ini menjadikan hutan mangrove vital bagi perikanan yang menjadi tumpuan hidup banyak masyarakat pesisir.

    Namun, hutan mangrove seringkali dikorbankan dalam menghadapi pembangunan, baik untuk pertanian, akuakultur, maupun permukiman. Total luas hutan bakau di seluruh dunia berkurang lebih dari 5.000 kilometer persegi, atau lebih dari 3 persen, antara tahun 1996 dan 2020.

    Baca: Setiap tahun belasan ribu hektare hutan mangrove hilang

    Di Ekuador, sebagian besar dari sekitar 1.500 kilometer persegi hutan mangrove yang tersisa ditemukan di provinsi Guayas dan El Oro, menurut sebuah studi.

    Kanal-kanal yang dulunya berhutan di dalam dan sekitar Samborondón dan kota tetangga Guayaquil kini sebagian besar gundul, digantikan oleh tembok, dermaga, dan promenade.

    Strategi kolaborasi
    Untuk membalikkan keadaan ini, Samborondón meluncurkan proyek restorasi bakau pada tahun 2024 yang diharapkan dapat menginspirasi orang lain di Ekuador dan sekitarnya untuk mengikutinya.

    Para pemimpin inisiatif ini membeli 7.000 bibit bakau dan mempekerjakan petani untuk membantu para relawan muda menanamnya di Taman Bersejarah Guayaquil. Setelah selesai, bakau-bakau tersebut menutupi lebih dari 15.000 meter persegi tepian sungai.

    “Bibit-bibit ditanam dengan pola bintang untuk mendorong kompetisi alami dan pembentukan bakau sebagaimana adanya di alam – secara berkelompok,” kata Edgar Muñoz, Direktur Departemen Pengelolaan Lingkungan Kotamadya Samborondón.

    Setelah beberapa kendala awal, tumbuhlah pinggiran vegetasi di tepi air untuk mencegah pasang surut yang kuat di Sungai Daule yang berdekatan menghanyutkan bakau-bakau muda tersebut. Pohon-pohon tersebut kini tingginya sekitar satu meter.

    Baca: Pelestarian hutan mangrove di Indonesia

    Para relawan masyarakat dan petugas taman merawat lahan tersebut, menyingkirkan tanaman yang dapat mengalahkan bibit, sementara mahasiswa memantau perkembangannya.

    Laba-laba, kepiting, dan burung kembali, sementara kutu daun dan hama lainnya mundur, kata Muñoz, menandakan bahwa ekosistem sedang pulih.

    Fase selanjutnya dari proyek ini mencakup lokakarya tentang restorasi ekosistem yang ditujukan bagi para guru, siswa, dan anggota masyarakat.

    Untuk meningkatkan kesadaran, mahasiswa di Universitas Roh Kudus (dikenal sebagai UEES), yang berlokasi di Samborondón, sedang menciptakan hutan bakau tiga dimensi di internet.

    “Pengunjung daring akan dapat berjalan di antara pepohonan, melihat satwa liar, dan belajar tentang ekosistem serta berbagai hal menakjubkan yang mereka lakukan untuk kita,” kata Muñoz.

    Bagi pemerintah kota, proyek ini merupakan langkah penting menuju tujuannya untuk memulihkan hutan bakau di sepanjang tepi Sungai Samborondón. Area lain telah diidentifikasi cocok untuk ditanami.

    “Komitmen kami adalah untuk mewariskan ekosistem perkotaan dalam kondisi yang lebih baik daripada saat kita mewarisinya, memastikan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang,” kata Muñoz.

    Baca: Seperlima hutan mangrove dunia ada di Indonesia

  • Didukung UNEP, Puluhan Kota di Dunia Coba Pulihkan Miliaran Hektare Hutan Mangrove

    Didukung UNEP, Puluhan Kota di Dunia Coba Pulihkan Miliaran Hektare Hutan Mangrove

    7cloud.asia – Pemerintah kota Samborondón yang terletak di delta Sungai Guayas di Ekuador sukses melestarikan hamparan hutan mangrove terluas di negara tersebut.

    Labirin hutan mangrove yang terdiri dari saluran pasang surut dan pulau-pulau dataran rendah ini merupakan ekosistem yang krusial. Delta ini dipenuhi satwa liar, menyerap air banjir, dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.

    Namun, delta ini juga merupakan lokasi wilayah metropolitan terbesar di negara ini, kumpulan kota dan desa yang dihuni oleh 3 juta orang. Di sini, kawasan hutan mangrove yang luas telah membuka jalan bagi perluasan perkotaan dan ratusan tambak udang.

    Samborondón adalah salah satu dari puluhan wilayah perkotaan di seluruh dunia yang menerima dukungan finansial dan teknis dari Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) untuk memulihkan ekosistem dan mengintegrasikan alam ke dalam proses perencanaan perkotaan.

    Didanai oleh Pemerintah Jerman, proyek Generation Restoration adalah bagian dari United Nation Decade on Ecosystem Restoration.

    United Nation Decade on Ecosystem Restoration adalah sebuah inisiatif global yang bertujuan membantu negara-negara memenuhi komitmen mereka untuk memulihkan 1 miliar hektare ekosistem yang terdegradasi.

    Baca: Kota ini sukses sandingkan pembangunan kota dengan pelestarian hutan mangrove

    Melindungi dan memulihkan lingkungan di lahan basah, termasuk hutan mangrove, merupakan prioritas bagi banyak kota di dunia.

    Di Douala, kota terbesar di Kamerun, pemerintah daerah, pemimpin adat, dan pihak-pihak lain bekerja sama untuk melestarikan hutan mangrove.

    Sementara Iloilo, sebuah kota di Pulau Panay, Filipina, memperluas upaya yang telah memulihkan hutan mangrove ke sekitar 80 hektar lahan tepi sungai, termasuk di sepanjang esplanade pusat kota.

    Sedangkan masyarakat di Overstrand, sebuah kota di Western Cape, Afrika Selatan, bertujuan untuk memulihkan lahan gambut dan muara di sepanjang Sungai Ornus yang terdegradasi akibat banjir dan tanaman invasif.

    Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan di Divisi Perubahan Iklim UNEP, Mirey Atallah mengatakan bahwa proyek-proyek tersebut menunjukkan apresiasi yang semakin besar terhadap pentingnya ekosistem perkotaan.

    “Orang-orang di seluruh dunia sangat ingin membangun kembali alam di sekitar mereka yang seringkali terdegradasi secara masif,” ujarnya.

    Baca: Giant Mangrove Wall untuk atasi abrasi di pesisir utara Jakarta

    “Menggabungkan keinginan tersebut dengan wawasan ilmiah dan dukungan finansial akan menjadi kunci untuk mencapai restorasi skala besar yang sangat dibutuhkan planet Bumi.”

    Tentang Restorasi Generasi (2023-2025)
    Generation Restoration atau proyek Restorasi Generasi UNEP, yang didanai oleh Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), berfokus pada peningkatan skala restorasi ekosistem perkotaan.

    Berlangsung dari tahun 2023 hingga 2025, UNEP, bekerja sama dengan Dekade PBB untuk Restorasi Ekosistem dan Pusat Keanekaragaman Hayati Global ICLEI, bekerja sama dengan 24 kota untuk mengatasi tantangan politik, teknis, dan finansial utama.

    Proyek ini memiliki dua komponen utama: mengadvokasi investasi publik dan swasta dalam restorasi ekosistem dan penciptaan lapangan kerja melalui solusi berbasis alam.

    Proyek ini juga bertujuan untuk memberdayakan para pemangku kepentingan kota di seluruh dunia untuk mereplikasi dan meningkatkan skala inisiatif restorasi.

    Prakarsa ini merupakan kontribusi terhadap Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem dan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global.

    Baca: Aktivis lingkungan dorong penanaman mangrove secara masif

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Potensi Hujan Masih Ada di Sejumlah Kota Termasuk Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Potensi Hujan Masih Ada di Sejumlah Kota Termasuk Jakarta

    7cloud.asia – Sebagian wilayah di Indonesia saat ini tengah memasuki musim kemarau. Namun, masih ada potensi hujan yang terjadi di sejumlah kota pada Kamis (31/07/2025), termasuk Jakarta.

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), selain Jakarta, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Bandar Lampung.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi pula terjadi di Kota Serang, Jakarta, Tanjung Selor, Pontianak, Palu, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Manokwari dan Jayawijaya. Sementara hujan berintensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Mamuju.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai adanya potensi angin kencang di wilayah Aceh, Bali, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.

    Tak hanya angin kencang, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai banjir rob yang melanda sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jawa Tengah, pesisir Kalimantan Selatan, pesisir  Kalimantan Tengah dan pesisir Papua Selatan.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Cerah Berawan, tapi Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Dua Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota Cerah Berawan, tapi Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Dua Kota Ini

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca cerah dan berawan di sebagian besar kota. Namun, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan disertai petir pada Jumat (01/08/2025).

    Melalui kanal resmi BMKG, hujan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang dan Nabire.

    Kemudian  hujan berintensitas ringan terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Mataram, Tanjung Selor, Palangkaraya, Pontianak, Banjarmasin.

    Kondisi cuaca serupa berpeluang pula terjadi di Kota Kendari, Makassar, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mamuju.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai adanya potensi angin kencang di wilayah Aceh, Jawa Barat, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Bakal Hujan di Pagi Hari

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Wilayah Jakarta Bakal Hujan di Pagi Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan akan terjadi di sebagian wilayah Jakarta pada Sabtu (02/08/2025) pagi.

    Laman resmi BMKG menyebut hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Sementara wilayah lainnya diprediksi cerah berawan dari pagi hingga malam hari.

    Potensi hujan dengan intensitas ringan terjadi pula di Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Denpasar, Kupang, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor.

    Kondisi cuaca seperti ini berpotensi juga terjadi di Kota Kendari, Ambon, Ternate, Manokwari, Nabire, Jayapura dan Jayawijaya.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Mamuju dan Merauke. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Banjarmasin, Pontianak dan Palu.

    BMKG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

    Tak hanya angin kencang, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai banjir rob yang melanda pesisir utara Jakarta.

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Empat Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Empat Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir berpotensi mengguyur sejumlah kota di Indonesia pada Minggu (03/08/2025).

    Melalui kanal youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada empat kota yang berpotensi dilanda hujan disertai petir, yaitu Kota Bengkulu, Pangkal Pinang, Pontianak dan Banjarmasin.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Palu dan Sorong. Kemudian hujan dengan intensitas lebat berpotensi mengguyur Kota Mamuju.

    Sedangkan hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor.

    Kota Kendari, Ternate, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Merauke juga berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi seluruh wilayah berpeluang hujan dengan intensitas ringan pada siang hari. Kemudian pada pagi dan malam hari seluruh wilayah Jakarta diprediksi cerah dan berawan.   

     

     

  • Komunitas Aleut: Cara Urang Bandung Mengenali Kota Tempat Tinggalnya

    Komunitas Aleut: Cara Urang Bandung Mengenali Kota Tempat Tinggalnya

    7cloud.asia – Komunitas Aleut, demikian nama yang disematkan untuk komunitas pejalan kaki dan pecinta sejarah Kota Bandung ini.

    Berdiri sejak 2006, ratusan anggota Komunitas Aleut telah menjelajahi sudut-sudut Kota Bandung yang juga dikenal dengan sebutan kota kembang ini.

    Dilansir dari harian Kompas, embrio Komunitas Aleut lahir pada 2005. Adalah Ridwan Hutagalung, Direktur Program Radio Mustika FM Bandung, yang semula mencetuskan acara ”Afternoon Coffee” di radionya.

    Sepekan sekali acara ini menyajikan wawasan sejarah Kota Bandung yang sebagian besar bersumber dari buku karya Haryoto Kunto, Wadjah Bandoeng Tempo Doeloe.

    Lantas pada pertengahan 2005, mahasiswa baru Jurusan Sejarah Universitas Padjadjaran mengikuti ospek. Panitia mengusulkan agar ospek kali ini tidak lagi bernuansa kekerasan.

    Baca: Mengenal sejarah Kota Bandung

    Muncullah gagasan mengunjungi situs-situs sejarah Kota Bandung dengan melibatkan Ridwan. Acara ini rupanya mendapat respons bagus dari para mahasiswa baru.

    Dari situ muncul gagasan mendirikan komunitas yang kemudian pada 2006 resmi bernama Komunitas Aleut. Bentuk acaranya masih sama, jalan-jalan keliling kota untuk mengetahui lebih jauh tentang situs-situs sejarah.

    Belakangan referensi mereka makin berkembang, termasuk buku karya Us Tiarsa dan beberapa buku lain yang membincang sejarah Jawa Barat, khususnya Bandung.

    Nama Aleut diambil dari kata “Ngaleut”, kata dalam bahasa Sunda yang berarti sekelompok orang yang berjalan berbanjar atau beriringan sebagaimana para petani beramai-ramai melintasi jalan setapak.

    Ini pula yang kerap dilakukan Komunitas Aleut. Mereka bersama-sama menyambangi sudut-sudut kota Bandung.

    Baca: Sumbu filosofi Kota Yogyakarta diakui menjadi warisan budaya dunia

    Trotoar dan gang-gang dalam perkampungan di Kota Bandung yang semakin sempit memaksa mereka berjalan berbanjar seperti orang antre.

    Ada dua kegiatan yang rutin dilakukan setiap pekan. Seperti ngaleut, momotoran, dan kelas literasi yang diadakan pada hari Sabtu dan Minggu.

    Selain itu, ada kegiatan Kamisan yang dilakukan pada Kamis malam, yang menjadi tempat untuk berbincang satu sama lain dan mengerjakan berbagai proyek.

    Dalam perjalanannya, Komunitas Aleut tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga memberikan edukasi tentang lingkungan, kesehatan, serta pengembangan minat dan bakat bagi para anggotanya.

    Dengan jumlah anggota yang sangat banyak, tentu tidak semua anggota rutin mengikuti kegiatan ngaleut.

    Baca: Dengan konsep slow city, Kota Solo tawarkan pengalaman unik dalam berwisata

    Saat ngaleut, para anggota akan ditemani pemandu yang sudah memahami sejarah dan asal muasal tempat tersebut, sehingga edukasi sejarah yang diberikan benar-benar sesuai dan dapat menambah wawasan para anggota.

    Dilansir dari berbagai sumber, bergabung dengan komunitas ini sangatlah mudah. Cukup ikuti akun Instagram @komunitasaleut untuk mendapatkan informasi pendaftaran.

    Calon anggota hanya perlu membayar biaya keanggotaan sebesar Rp15.000 per tahun.

    Dengan biaya yang terjangkau ini, anggota mendapatkan banyak manfaat, seperti belajar bersama, bertukar pikiran, membangun solidaritas, dan tentunya mengikuti tur edukatif ke berbagai tempat bersejarah di Kota Bandung.

    Berangkat dari kegelisahan terhadap kondisi kota, Komunitas Aleut di Bandung belajar bersama-sama mengenali sejarah.

    Dari aktivitas ini mereka kemudian membuat jargon ”Ngaleut: tjara asjik mengenal Bandoeng”.

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan di Siang Hari

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan di Siang Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di seluruh wilayah Jakarta pada Senin (04/08/2025) siang hingga sore.

    Dalam laman resmi BMKG, cuaca di wilayah Jakarta pada pagi dan malam hari diperkirakan cerah berawan.

    Kondisi cuaca cerah berawan juga terjadi di sebagian besar kota di Indonesia. Namun, masih ada peluang hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Medan, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Kendari, Manado, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura, Merauke.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Palembang, Gorontalo, Ternate dan Sorong. Sedangkan hujan dengan intensitas lebat diprediksi mengguyur Kota Mamuju,

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Tanjung Selor, Banjarmasin dan Palu.  

    Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai banjir rob yang berpeluang melanda pesisir Jakarta dan pesisir Jawa Barat.

     

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Bandung dan Tiga Kota Lainnya Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Bandung dan Tiga Kota Lainnya Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir melanda Kota Bandung dan tiga kota lainnya di Indonesia pada Rabu (06/08/2025).

    Dalam akun youtube resmi BMKG, selain Kota Bandung, hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Manado, Ternate dan Ambon.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan dan Sorong. Sedangkan hujan berintensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang.

    Kota Serang, Semarang, Yogyakarta, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Palu, Gorontalo, Manokwari, Nabire, Jayawijaya dan Jayapura juga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi cuaca cerah dan berawan dari pagi hingga malam hari. Namun, masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan di wilayah Jakarta Selatan pada pagi hari.

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Jambi, pesisir Banten, pesisir Bangka Belitung, pesisir Jakarta dan pesisir Jawa Barat.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Malam Hari

    Cuaca Hari Ini: Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Pada Malam Hari

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas ringan bakal mengguyur seluruh wilayah Jakarta pada Kamis (07/08/2025) malam.

    Dalam laman resmi BMKG, potensi hujan dengan intensitas ringan juga terjadi pada siang hingga sore hari hampir di seluruh wilayah Jakarta, kecuali wilayah Kepulauan Seribu.

    Di wilayah ini, BMKG memprediksi cuaca cerah berawan. Pagi harinya, BMKG memprediksi cuaca di seluruh wilayah Jakarta cerah berawan.

    Kondisi cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir juga berpotensi terjadi di sejumlah kota di Indonesia.

    Seperti Kota Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Semarang, Samarinda, Pontianak, Mamuju, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke berpotensi hujan berintensitas ringan.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bengkulu, Bandung, Serang, Tanjung Selor dan Nabire. Sedangkan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Jambi.  

    BMKG mengajak masyarakat mewaspadai potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jambi, pesisir Banten, pesisir Bangka Belitung, pesisir Jakarta, pesisir Nusa Tenggara Barat dan pesisir Kalimantan Barat.